Page 1 of 1

Baju Sikep Jadi Seragam Resmi Pemerintah

PostPosted: Thu Feb 26, 2015 9:59 pm
by Laurent
Baju Sikep Jadi Seragam Resmi Pemerintah (4)
Feb 26, 2015 Admin Agama, Berita, Budaya 0

[Kudus –elsaonline.com] Instruksi Gubernur Jawa Tengah untuk mengenakan seragam adat dalam kegaitan sehari-hari perlu dilihat sebagai upaya melestarikan sebuah budaya. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan agar Surat Edaran Nomor Nomor 065.5/001068 perihal Penggunaan Pakaian Adat Jawa Tengah itu bisa dituruti para pegawai negara.

Sekilas, banyak ragam tanggapan dari pegawai itu sendiri. Tak sedikit yang mengkritik kebijakan sang Gubenur. Sebagian lain memuji langkah itu sebagai pelestari adat.

Edaran Gubernur tersebut bersifat “ajakan” agar aparatur sipil negara, dalam bahasa undang-undang, untuk mengenakan pakaian adat beserta atributnya tiap tanggal 15 setiap bulan. Edaeran itu berlaku untuk segenap kantor atau lingkungan lingkungan kerja masing-masing. Edaran itu mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa pasal 3 huruf c. Ganjar ingin agar birokrat yang ada harus memberikan contoh yang baik dalam menjunjung kearifan lokal.

Pada tanggal 16 Februari kemarin, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah itu memilih seragam dari sedulur sikep. Karena tanggal 15 hari Minggu, ajakan untuk pakaian adat tetap berlaku, dan digunakan pada hari kerja setelah tanggal tersebut.

Ganjar sendiri memilih mengenakan pakaian serta hitam, celana hitam. Dia juga mengenakan aksesoris laiknya yang digunakan warga Sikep, laiknya sebuah ikat kepala serta sandal berbahan karet. Hanya saja, karena celana hitam yang digunakan orang Sikep diatas mata kaki, Ganjar mengivonasi dengan mengenakan sampai ke tumit. Meski begitu, pesan yang disampaikan jelas, menghargai kearifan lokal.

Tengah pekan lalu, warga Sedulur Sikep juga mengenakan seragam serupa. Saat perayaan perkawinan anak Sedulur Sikep antara Dwi Winarti dan Anteng Widjanarno, pemuka Sedulur Sikep mengenakan baju serta hitam dan celana diatas mata kaki. Di atas kepalanya ditutup sebuah ikat berasal dari kain. Mereka guyub bareng dengan warga yang menggunakan kerudung dan berpeci di malam itu.

Warga Sikep umumnya belum mengetahui adanya perintah dari Gubernur itu. Mereka juga belum tahu ada kabar para pegawai negara itu mengenakan seragam. Namun, warga Sikep rata-rata senang pakaian adat mereka diadopsi menjadi seragam pemerintah.

Solin, warga Sikep misalnya. Dia tidak tahu, tapi mengapresiasi apa yang dilakukan Gubernur Ganjar. Sementara warga Sikep lain, Sudarmo juga serupa. Meski mendukung, dia tidak bisa menjamin yang telah memaki seragam hitam perbuatannya apakah bisa menjaga sesuai yang dikehendaki leluhur atau tidak.

“Nak seneng ngenggo ya monggo mawon. (kalau senang makai ya silahkan saja dipakai,” kata Sudarmo.

Peneliti Samin dari Kudus, Moh Rosyid juga serupa. Meski pengakuan hanya berupa seragam adat sikep, hal itu sudah menandakan pemerintah mulau menaruh harapan pada perubahan sosial warga Sedulur Sikep.

“Itu jadi pintu masuk. Memang belum cukup, semoga nanti hak warga Sikep bisa juga dipenuhi, misalnya hak pendidikan keagamaan, hak administrasi kependudukan, dan hak lainnya harus juga dipenuhi,” seru dia.

Namun, seragam serba hitam yang dikenakan warga Sikep juga dinilai bukan asli dari mereka. Menurut Peneliti Samin asal Pati, Anis Sholeh Ba’asyin, baju serba hitam yang dipakai warga Sikep itu baju baru. Seragam itu muncul dalam tiga dasawarsa yang lalu.

“Dulu cirinya ada koko dan memakai udeng. Warga baju koko juga bebas, bukan hitam saja. Tapi sekarang diidentitaskan hitam, dan itu baru tahun 1980an,” serunya.

Terlepas itu semua, upaya menghargai kearifan lokal perlu diapresasi. Gubernur Jawa Tengah telah bertindak bijak untuk terus menghidupkan tradisi lokal yang sudah ada. Semoga terus eksis. Habis. [elsa-ol/[email protected]/001]

http://elsaonline.com/?p=4123
Mirror: Baju Sikep Jadi Seragam Resmi Pemerintah
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir