.

Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di seluruh dunia.

Re: Mesir Bergolak,100+Tewas,Militer Ultimatum&Kudeta Presid

Postby ptcdr » Wed Jul 10, 2013 9:22 pm

Siapa yg paling senang dg kejatuhan Mursi? ...Bashar al-Assad!!!

http://internasional.kompas.com/read/2013/07/04/1715239/Assad.Senang.Muhammad.Mursi.Terjungkal

Image

Presiden Suriah Bashar al-Assad, Kamis (4/7/2013), menyanjung keberhasilan rakyat Mesir menjungkalkan "politik Islam" di negeri itu sementara dia masih memerangi gempuran oposisi di Suriah.

"Apa yang terjadi di Mesir adalah kejatuhan apa yang kita kenal sebagai Islam politis," kata Assad dalam wawancaranya dengan harian pemerintah Ath Thawra.

"Di manapun, siapapun yang menggunakan agama sebagai landasan politik, atau untuk mengambil keuntungan dari orang lain, pasti akan jatuh," kata Assad.

"Anda tidak bisa membohongi semua orang selamanya, apalagi rakyat Mesir yang sudah memiliki peradaban selama ribuan tahun, dan sangat mendukung pemikiran nasionalis," tambah Assad.

"Setelah satu tahun penuh, kenyataan rakyat Mesir sudah melihat kenyataan. Perilaku Ikhwanul Muslimin membuat rakyat melihat kebohongan yang digunakan sejak revolusi pecah di Mesir," lanjut dia.

Peresiden terguling Mesir, Muhammad Mursi, belum lama ini menyerukan "perang suci" di Suriah dalam sebuah kampanye yang dihadiri para pemimpin Sunni.

Suriah dan Ikhwanul muslimin memang memiliki kebencian sejak lama. Sejak 1980-an, Ikhwanul Muslimin adalah organisasi terlarang di Suriah. Bahkan siapapun yang ketahuan menjadi anggotanya akan dijatuhi hukuman.

Mendiang Hafez al-Assad, ayah Bashar al-Assad, menggunakan kekuatan militer untuk memadamkan pemberontakan Ikhwanul Muslimin. Dalam prosesnya, militer Suriah menewaskan puluhan ribu orang di kota Hama.

Di kota Hama pula, benih-benih perlawanan terhadap Bashar al-Assad tumbuh pda Maret 2011 yang kemudian menjelma menjadi perang saudara yang sudah berlangsung selama dua tahun.

Mesir Bergolak,100+Tewas,Militer Ultimatum&Kudeta Presiden!
Mirror
Faithfreedom forum static
ptcdr
 
Posts: 335
Joined: Fri Mar 12, 2010 1:27 pm

Setelah Ditolak di Mesir, Politik Islam Menghadapi Ujian Ter

Postby Adadeh » Thu Jul 11, 2013 4:58 am

Setelah Ditolak di Mesir, Politik Islam Menghadapi Ujian Terberat
July 10, 2013 7:32 pm
By David Gardner

Tak ada bukti bahwa masyarakat Arab memilih paham Wahabi bagi masa depan mereka.

Tidak hanya jutaan massa di Lapangan Tahrir minggu lalu bersorak-sorai atas tergulingnya Mohame Morsi dan Islamisme dari negara Arab yang berpopulasi terbanyak itu. Setelah kudeta terjadi, Bashar al-Assad (penguasa Syria) juga sibuk menari di atas kuburan Muslim Brotherhood.

“Apa yang terjadi di Mesir adalah kejatuhan Islam Politik,” kata presiden Syrian ini di koran rezimnya, di saat dia mengalami perlawanan sengit dari pihak pemberontak yang ditunggangi kelompok² Islam Sunni.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa Muslim Brotherhood yang dibentuk tahun 1928, telah dengan gemilang menghancurkan diri sendiri hanya dalam jangka kurang dari setahun setelah Pak Morsi terpilih jadi Presiden melalui kemenangan pemungutan suara yang sangat tipis.

Mesin politik Islam yang dengan cepat mengangkat Brotherhood ke jenjang kekuasaan akhirnya mogok. Apakah kejatuhan Muslim Brotherhood di tanah kelahirannya sendiri mempengaruhi seluruh Islam politik di Timur Tengah?

Proses Morsi jadi Presiden sebenarnya juga unik. Dia hanyalah pilihan pemimpin kedua setelah Khairat al-Shater, pemimpin utama, yang dilarang mencalonkan diri – dan akhirnya jadi pemimpin bayangan Pemerintahan Brotherhood.

Kaum Islamis yang mengumandangkan “Islam adalah solusinya” dulu mampu menjadi pihak oposisi yang tangguh. Tapi begitu mereka berkuasa, mereka ternyata tidak mampu menjalankan Pemerintahan.

Dalam kekacauan revolusi tahun 2011 yang menggulingkan Hosni Mubarak yang didukung pihak militer, Pak Morse akhirnya memainkan peranan sama seperti rezim yang dahulu. Dia dulu bisa menang karena dukungan kaum liberal, golongan kiri dan aktivis pemuda sekuler, tapi setelah berkuasa, dia tidak memberikan kedudukan sama sekali bagi golongan² tersebut. Pak Morsi berusaha mengekang pihak militer dengan cara mengganti Undang² Mesir dengan memberikan dirinya kekuasaan penuh di bulan November lalu. Tapi tindakan ini terbukti merupakan kesalahan besar karena tidak mempertimbangkan reaksi kalangan muda. Kalangan jendral militer tidak melakukan kesalahan yang sama, karena mereka justru memanfaatkan pemberontakan kaum muda dengan mengenyahkan Morsi.

Saudi Arabia yang dibangun di atas monarki menyeluruh dan Muslim Wahhabi mutlak, menyambut baik kudeta Mesir itu. UEA juga merasa girang dan mengenyahkan kekuasaan Muslim Brotherhood di negaranya. Sultan al-Qassemi, komentator Emirat, menulis tweet yang berbunyi, “Nasser, Sadat dan Mubarak berusaha menyingkirkan Muslim Brotherhood. Tapi hanya Morsi yang berhasil.”

Negara² Saudi, EUA, dan Kuwait beramai-ramai menyumbang $12 billion ke Mesir. Pihak pendukung Muslim Brotherhood seperti Qatar dan Turki hanya bisa gigit jari, dan gelombang kejatuhan Brotherhood menerpa dari Gaza sampai ke Rabat.

Syeikh Hamad bin Khalifa al-Thani, emir Qatar yang mendukung politik Arab Spring, mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada putranya – yang lalu memecat perdana menteri yang simpati pada Brotherhood. Ulama utama Brotherhood Syeikh Yusuf al-Qaradawi ditendang keluar dari Doha. Pihak emirat kaya minyak itu juga menayangkan di Twitter karikatur yang menunjukkan Morsi lari terbirit-birit menuju Qatar Airways di bawah hujan lemparan sepatu.

Perdana Menteri Turki yang sangat Islami, Recep Tayyip Erdogan, yang jelas² memihak kaum pemberontak Syra, adalah sekutu Morsi. Dia berkata, “Tak ada yang disebut sebagai kudeta demokrasi” sebagai usaha memperingatkan jendral²nya untuk tidak mengkudetanya juga. Dia menuduh demonstrasi bulan lalu di Lapangan Taksim dilakukan oleh kekuatan internasional untuk menggulingkannya. Sehubungan dengan tergulingnya Morsi, Erdogan mengadakan rapat dengan pembantu²nya.

Saat Islamisme tampaknya sudah mulai luntur di abad ke-21, juga tak tampak adanya bukti bahwa masyarakat Arab berminat pada aliran Wahabi bagi masa depan mereka. Pihak penguasa Saudi dan Qatar menghamburkan billionan dollar untuk menyebarkan pengaruh mereka ke seluruh dunia – tapi nasib mereka juga bisa sama dengan apa yang terjadi di lapangan Tahrir atau Taksim.

Mereka ingin mengenyahkan Brotherhood karena tidak menginginkan demokrasi – yang dianggap sebagai cara Barat mengangkat Brotherhood ke tampuk kekuasaan. Pesan yang ingin mereka sampaikan adalah persis seperti yang dikatakan penasehat politik Morsi yakni Essam al-Haddad di Facebook setelah kudeta terjadi: “Kudeta ini membawa pesan pada dunia Muslim bahwa demokrasi bukanlah untuk umat Muslim.”

Setelah Ditolak di Mesir, Politik Islam Menghadapi Ujian Ter


FFI Alternative
Faithfreedompedia
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Setelah Ditolak di Mesir, Politik Islam Menghadapi Ujian

Postby Adadeh » Thu Jul 11, 2013 6:09 am

Image
Di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, terjadi 91 pemerkosaan terhadap para wanita. Di lain pihak, tidak terjadi satu pun pemerkosaan di Lapangan Rabin, di mana para wanita muda berbikini dan berpesta-ria di Tel Aviv. Katanya Islam melindungi wanita, tapi kok?

Untuk melindungi wanita dari perkosaan, para pria perlu dididik untuk tidak memperkosa. Didikan moral seperti itu jauh lebih berharga bagi para wanita, daripada membungkus wanita pakai gorden atau karung. Seakan gorden dan karung jadi alat pengekang tindakan kriminal perkosaan. Pikiran pria itulah yang harus diprogram sehingga tidak mau memperkosa, tidak peduli ada gorden/karung atau tidak.

Sekitar 5000 orang hadir dalam perayaan Pesta Air tahunan di Tel Aviv Tak ada satu pun wanita yang diperkosa.
Image
Image
Image
Image
Image

Mengapa pria kafir lebih mampu mengekang diri daripada pria Muslim untuk tidak memperkosa wanita?
Kuncinya terletak pada pendidikan yang diterima pria kafir akan wanita: "Jangan memperkosa makhluk lain jika dirimu tidak mau diperkosa."

Setelah Ditolak di Mesir, Politik Islam Menghadapi Ujian Ter
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Setelah Ditolak di Mesir, Politik Islam Menghadapi Ujian

Postby IC1101 » Thu Jul 11, 2013 8:49 am

Adadeh wrote:Di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, terjadi 91 pemerkosaan terhadap para wanita.

Adadeh wrote:Sekitar 5000 orang hadir dalam perayaan Pesta Air tahunan di Tel Aviv Tak ada satu pun wanita yang diperkosa.

Wahai muslimah, lihatlah ajaran mana yang lebih menghargai wanita?

Adadeh wrote:Kuncinya terletak pada pendidikan yang diterima pria kafir akan wanita: "Jangan memperkosa makhluk lain jika dirimu tidak mau diperkosa."

Tidak berlaku bagi muslim karena muhammad tidak mengajarkan aturan GOLDEN RULE bagi pengikutnya.
IC1101
 
Posts: 354
Images: 0
Joined: Fri Oct 21, 2011 9:54 pm

Re: Setelah Ditolak di Mesir, Politik Islam Menghadapi Ujian

Postby arsello » Thu Jul 11, 2013 9:27 am

Quote:
''Kaum Islamis yang mengumandangkan “Islam
adalah solusinya” dulu mampu menjadi pihak
oposisi yang tangguh. Tapi begitu mereka berkuasa, mereka ternyata tidak mampu menjalankan
Pemerintahan.''


Ada kalanya memang harus MERASAKAN DULU agar sadar,, tp hanya orang **** yg TIDAK BELAJAR DR PENGALAMAN ORANG LAIN.

Afganistan, india-pakistan, malawi, bangladesh, irak,iran,syria dan terakhir mesir SUDAH MEMBUKTIKANNYA,

Apakah nusantara indonesia HARUS MERASAKAN DULU agar sadar? Dan konsekuensinya tentu saja indonesia jadi bangsa **** krn TIDAK BELAJAR DR PENGALAMAN NEGRA LAIN
arsello
 
Posts: 23
Joined: Fri Jun 15, 2012 7:15 am

Re: Mesir Bergolak,100+Tewas,Militer Ultimatum&Kudeta Presid

Postby qprim » Fri Jul 12, 2013 10:21 am

sixpackguy wrote:Spt banyak pengamat, menurut ane bagaimanapun US jangan sampai merusak hubungannya dgn militer Mesir. Mereka sudah menunjukkan ini dgn menghindari pemakaian kata Kudeta dalam penyataannya mengenai Mesir. Toh memang jatuhnya Morsi bukan semata2 keinginan militer mengkudeta, tetapi memang bagian dari proses revolusi di Mesir dan harapan dari sejumlah besar rakyat mesir.


The US officials say Washington will deliver four F-16 fighter jets in the next few weeks.

They are part of an already agreed bigger order of 20 planes - eight of which were sent to Egypt in January. The final eight are expected to be shipped later this year.

White House spokesman Jay Carney on Wednesday reiterated that it would not be "in the best interests of the United States to make immediate changes to our assistance programmes".

He added that the administration would take its time to consider the implications of removing Mr Morsi from power.

US military aid to Egypt is estimated to be $1.3bn (£860m) each year
.

Selengkapnya: http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-23265632

Bro Six, keliatannya Obama dengerin pendapat ente tuh :supz:. Jangan2x dia baca2x ffi terus selama ini :green:. Dia kan bisa bahasa Indonesia.

Paling tidak AS sudah terlihat mengambil sikap dan posisi yang lebih jelas, meskipun belum ada pernyataan yang lebih spesifik. Moga2x bisa diikuti oleh negara barat yang lain.
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak,100+Tewas,Militer Ultimatum&Kudeta Presid

Postby qprim » Fri Jul 12, 2013 10:32 am

ptcdr wrote:Presiden Suriah Bashar al-Assad, Kamis (4/7/2013), menyanjung keberhasilan rakyat Mesir menjungkalkan "politik Islam" di negeri itu sementara dia masih memerangi gempuran oposisi di Suriah.

"Apa yang terjadi di Mesir adalah kejatuhan apa yang kita kenal sebagai Islam politis," kata Assad dalam wawancaranya dengan harian pemerintah Ath Thawra.

"Di manapun, siapapun yang menggunakan agama sebagai landasan politik, atau untuk mengambil keuntungan dari orang lain, pasti akan jatuh," kata Assad.

"Anda tidak bisa membohongi semua orang selamanya, apalagi rakyat Mesir yang sudah memiliki peradaban selama ribuan tahun, dan sangat mendukung pemikiran nasionalis," tambah Assad.


Ini memang dilema. Di Timur Tengah dan Afrika Utara, yang paling siap memegang kekuasaan memang baru dua kelompok. Yang pertama adalah kelompok penguasa otoriter yang didukung militer. Yang kedua, kelompok islam konservatif yang punya cita2x menegakkan khilafah. Begitu penguasa otoriter terguling, yang paling siap mengambil alih kekuasaan ya kelompok yang ingin menegakkan khilafah.
Kelompok liberal dan sekuler masih relatif lemah dan tidak terorganisir. Wajar sih, selama ini kelompok ini memang minoritas, dan selalu dituduh sebagai antek kafir barat. Moga2x apa yang sedang terjadi di Mesir bisa memperkuat eksistensi kelompok liberal.
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Mesir : Koptik Mulai Kecewa dengan Pemerintah Sementara

Postby Laurent » Fri Jul 12, 2013 5:54 pm

Kudeta Mesir
Koptik Mesir Mulai Kecewa dengan Pemerintah Sementara Mesir
Kamis, 11 Juli 2013 - 08:32 WIB
Kristen Koptik tidak setuju syariat Islam jadi sumber legislasi Mesir.

Hidayatullah.com—Kelompok Kristen Koptik Mesir yang mendukung kudeta militer atas kekuasaan Presiden Muhammad Mursy, mulai menunjukkan kekecewaannya terhadap pemerintahan sementara Presiden Adly Mansour.

Dalam pernyataannya yang dirilis hari Selasa (10/7/2013) kelompok Kristen Koptik, Uni Pemuda Maspero, menyatakan penentangannya terhadap deklarasi konstitusi yang dibuat Presiden Adly Mansour.

“[Deklarasi konstitusi] itu tidak sejalan dengan cita-cita perlawanan 30 Juni … yang turun ke jalan demi negara sipil yang mengusung keragaman agama dan budaya,” kata kelompok pemuda Kristen Koptik itu dalam pernyataannya, dikutip Al-Ahram.

Dalam dekrit Presiden Mansour yang diprotes warga Koptik itu disebutkan bahwa negara Republik Arab Mesir adalah negara demokrasi yang berdasarkan pada kerakyatan, Islam adalah agama negara, Arab adalah bahasa resmi negara dan sumber utama legislasi negara adalah hukum syariah Islam.

Dekrit itu dinukil dari pasal 1, 2 dan 219 konstitusi yang dibekukan oleh angkatan bersenjata saat melakukan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Muhammad Mursy. Konstitusi tersebut sebenarnya sudah disetujui pada Januari 2013 saat Mursy berkuasa.

Dalam konstitusi tahun 1970 pasal 2 disebutkan pula bahwa sumber legislasi Mesir adalah hukum syariat Islam, tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut.

Hal itulah yang dipersoalkan oleh kelompok Kristen dan liberal Mesir selama ini. Dalam pernyataannya pemuda Kristen koptik mengatakan bahwa tujuan mereka turun ke jalan pada 30 Juni lalu adalah untuk menumbangkan konstitusi itu, yang menurut mereka dibuat berdasarkan perasaan kebencian dan kekerasan.

“Kami tidak turun ke jalan untuk memberikan legitimasi kepada partai-partai politik berbasis agama yang akan menghapus identitas Mesir,” kata mereka.

Warga Kristen Koptik itu juga mengatakan, “sepertinya revolusi belum tuntas” dan mereka akan terus memperjuangkan aspirasinya.

Front Penyelamatan Nasional, kelompok liberal penentang kekuasaan Presiden Mursy yang menjadi motor gerakan pembangkangan 'Tamarud', dalam pernyataannya juga menuntut penjelasan mengenai sejumlah pasal dalam deklarasi konstitusi yang dikeluarkan Adly Mansour, presiden dukungan mereka sendiri yang ditunjuk militer setelah mendongkel Mursy.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

http://www.hidayatullah.com/read/2013/0 ... mesir.html

Mesir : Koptik Mulai Kecewa dengan Pemerintah Sementara


FFI Alternative
Faithfreedompedia
Laurent
 
Posts: 6161
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: Mesir : Koptik Mulai Kecewa dengan Pemerintah Sementara

Postby 1234567890 » Sat Jul 13, 2013 3:27 pm

dimana mana kalau muslim yang jadi pemimpin, pasti bakalan mulaen mencari cari supaya bisa memaksakan keislamannya pada orang lain
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby qprim » Sun Jul 14, 2013 5:21 pm

Kelompok militan islam mulai melibatkan diri dalam konflik Mesir

Militant groups have grown bolder, striking security forces almost daily and also turning on local Christians. Some are now openly vowing to drive the military out of the peninsula on the borders with Israel and Gaza and establish an "Islamic emirate." Further fueling the turmoil is the longtime resentment among many in the Bedouin population over decades of neglect and harsh security crackdowns by the state.

The military and security forces have widened their presence, and military intelligence officials told The Associated Press an offensive is being planned, but no further details were given.

In a rare move, the Egyptian military sent a helicopter across the border to fly over the southern end of the Gaza Strip early Friday. Egyptian security officials said it was intended as a warning to its Hamas rulers amid concerns that Gaza militants are trying to cross to back those in the Sinai. The security and intelligence officials spoke on condition of anonymity because they were not authorized to talk to the press.

For militants in Sinai, however, restoring Morsi is not the priority, they have said their goal is to drive out the military and the authority of the central government. His removal, however, took away a leader seen as reining in security crackdowns.

"ÂMorsi had given them cover to a certain extent," said Ahmed Salama, who works for a leading civil society group in northern Sinai. Now extremists fear "the army can go after them," and at the same time "they see this as an opportunity to kick the army out of Sinai."

Shortly after Morsi was removed from office, thousands held a rally in northern Sinai proclaiming over loud speakers the formation of a so-called war council. They proclaimed that "the era of peace is over" and vowed security forces would be expelled.

"Ansar al-Shariah wants to create an Islamic Emirate," said al-Manaee, a businessman with tribal links to extremists, referring to one of the militant groups operating in the area.

Extremist groups in Sinai had a complicated relationship with Morsi. The groups reject as too moderate the ideologies of his Muslim Brotherhood and even of the ultraconservative Salafis, viewing their participation in elections as heresy. Instead, they demand imposing a strict implementation of Shariah
.

Selengkapnya: http://www.boston.com/news/world/middle-east/2013/07/13/egypt-sinai-militants-intensify-attacks/UXElLHHNgjmfRZELvDqOxI/story.html

Keliatannya kelompok ekstrimis islam mulai melibatkan diri (atau sengaja dilibatkan?) dalam konflik Mesir dan berusaha mengambil kesempatan untuk eksis. Dan mereka mulai dari daerah pedalaman dan perbatasan.
Heran juga, ada berapa banyak sih kelompok yang ingin menjalankan pemerintahan khilafah islam di mesir? Yang saya tau ada IM, hizbut tahrir, salafi, eh ini mucul lagi ansar al-shariah. Keliatannya kelompok2x ini juga jalan sendiri2x. Gak ada yang mau dipimpin oleh kelompok yang lain. Padahal ini baru di Mesir. Gak tau lagi deh kalo di seluruh kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, ada berapa banyak kelompok yang kayak gini? Lieurr..... :rolleyes:

Memangnya model pemerintahan khilafah islam itu ada berapa macem sih ya? Kenapa antar mereka terkesan saling bersaing? Yang jelas, situasi ini berpotensi membuat situasi konflik di Mesir makin berdarah2x. Kasian sebenarnya rakyat Mesir yang pengen hidup damai :(

Kelompok militan islam mulai melibatkan diri dalam konflik Mesir
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby Bigman » Sun Jul 14, 2013 8:12 pm

1234567890 wrote:dimana mana kalau muslim yang jadi pemimpin, pasti bakalan mulaen mencari cari supaya bisa memaksakan keislamannya pada orang lain

Sorry oot DIKKIT.... :lol:



Bukan gicuh wae.....
Kalo pemimpin negara-nya seorang muslim, mayoritas rakyatnya tetap pada kismin2....
Tapi pemimpin2 negara-nya pada kaya raya....!

Cuba kalo diadu kekayaan antara pemimpin negara mayoritas kafirun ame kekayaan pemimpin mayoritas islam.....
Misalnya Jenderal2 Polisi, Gubernur2, Presiden2, dll di Republik Indonesia ame presiden Obama Amerika.....
Lebih kaya mane???? :shock:

Negara kismin, rakyat kismin TAPI pemimpin2 islam KAYA RAYA, CARA HIDUP-NYA SUPER2 DUPER MEWAH.......
Mang cilaka dah kalo pemimpin negara seorang muslim....... :lol:



NB: Si Morsi belon sempet kaya udah ditangkep.... :supz:
User avatar
Bigman
 
Posts: 3240
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby qprim » Thu Jul 18, 2013 8:01 am

Egypt Cabinet Has Women, Christians; No Islamists


AP / Nasser Shiyoukhi
A supporter of Egypt's ousted President Mohammed Morsi washes his clothes inside a tent in Nasr City, a suburb of Cairo, Egypt, Tuesday, July 16, 2013.

(CAIRO) — Egypt’s interim leader swore in a Cabinet on Tuesday that included women and Christians but no Islamists as the military-backed administration moved swiftly to formalize the new political order and present a more liberal face that is markedly at odds with the deposed president and his supporters.

The changes came at a time of deep polarization and violence in Egypt, including new clashes that killed seven people as part of the continuing bloodshed that has marked the days following the armed forces coup that swept President Mohammed Morsi from office and cracked down on the Muslim Brotherhood.

Egypt’s military already wields great influence behind the scenes, and the army chief, Gen. Abdel-Fattah el-Sissi, who ousted Morsi on July 3, was given a promotion in the Cabinet. He became a first deputy prime minister in addition to keeping his post as defense minister.http://timeglobalspin.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=94540&action=edit&message=1

For most of the two years since the overthrow of autocrat Hosni Mubarak, the country has been split into two camps — one led by Morsi, his Muslim Brotherhood and its Islamist allies, and another led by secular Egyptians, liberals, Christians and moderate Muslims.

The fault lines remain, except that the Islamist camp is no longer in power. It does not include members of any Islamist parties — a sign of the enduring division that follows the removal of Morsi, Egypt’s first freely elected president.

The only Islamist party that supported Morsi’s ouster — the ultraconservative Salafi el-Nour party — was not represented and criticized the leadership as “biased,” lacking inclusion and repeating “the same mistake the last government was blamed for.”


Selengkapnya: http://world.time.com/2013/07/16/egypts-interim-president-swears-in-new-cabinet/

Inilah kesempatan buat kelompok sekuler dan liberal di Mesir untuk membuktikan kemampuan mereka. Kalo pemerintahan sementara ini bisa meredakan konflik, memperbaiki ekonomi, dan menjalankan roda pemerintahan dengan baik, maka popularitas kubu liberal akan meningkat dan kesempatan untuk memenangkan pemilu akan lebih besar.
Tapi kalo gagal, maka kubu islamis akan mendapat angin segar.

Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby qprim » Sun Jul 21, 2013 5:26 am

Panel formed to amend Egypt constitution
 
CAIRO: Egypt's interim president on Saturday appointed a committee of experts to amend the constitution that was suspended following the military's overthrow of president Mohamed Morsi, the presidency said.
Under a decree issued by the caretaker president, Adly Mansour, the committee, which consists of four university professors and six judges, will begin its work on Sunday.
The committee members will have 30 days to make their amendments, which will then be presented to a 50-person body representing different groups in Egyptian society.
The larger panel will include members of political parties and trade unions, religious officials and army officers, and will in turn have another two months to make final changes to the draft before submitting it to the president.
Mansour will then have 30 days to call a referendum on the charter.

Ousted president Morsi's government adopted the controversial previous constitution by referendum in December 2012 with a majority of 64 percent, but a voter turnout of just 33 percent.
Egypt's caretaker president issued a charter last Monday outlining the timetable for the constitutional reforms, as well as fresh parliamentary and presidential elections due to be held early next year.
Shortly after it was announced, Morsi's Muslim Brotherhood rejected the temporary charter as a decree enforced by "putschists". (AFP)


Sumber: http://www.thenews.com.pk/article-110270-Panel-formed-to-amend-Egypt-constitution

Pemerintahan sementara sudah mulai bekerja dan menentukan milestones. Kita liat nanti apakah draft amandemen yang dihasilkan bisa menjadi dasar bagi Mesir utk jadi negara demokratis yang menghargai keadilan, kesetaraan, kemanusiaan. Hasil dari amandemen ini bisa menjadi indikator, kubu mana yang paling berpengaruh di pemerintahan sementara Mesir.

Panel formed to amend Egypt constitution
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby sixpackguy » Sun Jul 28, 2013 11:42 am

100 Orang Tewas dalam Bentrok Mesir, Membentuk `Kolam Darah`
Oleh Elin Yunita KristantiPosted: 27/07/2013 14:23

Image

Pertumpahan darah kembali terjadi di Mesir menyusul keputusan pengadilan untuk menahan mantan Presiden Mohammed Morsi selama 15 hari. Para pendukungnya yang marah menuntut kekuasaan dkembalikan pada Morsi. Sementara penentangnya merayakan penahanannya itu.

Baik pendukung dan penentang Morsi menggelar demo besar-besaran Jumat 26 Juli malam. Bentrok pun tak terelakkan. Seperti dilaporkan BBC, lebih dari 100 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi di sekitar Masjid Rabaa al-Adawiya. Tetesan darah memenuhi jalan.


Seorang dokter di rumah sakit lapangan dekat dengan lokasi protes, Hesham Ibrahim mengatakan, hanya dalam waktu 8 jam, 100 nyawa melayang -- kebanyakan akibat luka tembak di dada dan kepala para korban.

"Dan lebih dari 1.000 orang terluka dan dirawat di sini," kata dia. Beberapa 'Kolam darah' bisa ditemukan di rumah sakit itu. Paramedis yang bekerja sudah tak sanggup lagi menerima limpahan korban luka yang terus berdatangan.


Pertempuran berlangsung malam hingga pagi waktu setempat. Udara pekat dipenuhi gas air mata, para demonstran muntah-muntah. Tembakan senapan otomatis masih terdengar.

Sebelumnya, Kepala Angkatan Bersenjata, Jenderal Fattah al-Sisi meminta pendukungnya turun ke jalan untuk memberikan mandat bagi intervensi militer.

Dan pada Sabtu dini hari waktu setempat, Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim telah bersumpah untuk mengakhiri aksi menduduki masjid yang dilakukan pendemo pro-Morsi. Ia berdalih, warga sekitar mengelukan keberadaan para pendemo.

Namun, belum jelas apakah bentrok yang terjadi di sekitar masjid adalah upaya pasukan militer untuk membersihkan area tersebut.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad el-Haddad mengatakan, "Militer tidak menembak untuk melukai, mereka ingin membunuh."

Nyawa juga melayang di kota utama kedua Mesir Alexandria. Setidaknya 10 orang tewas dalam bentrokan antara faksi yang bertikai.

Morsi ditahan atas tuduhan merencanakan serangan penjara di tahun 2011, di masa pemberontakan yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak. Morsi dan beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin lari dari penjara Kairo pada Januari 2011. Menurut versi jaksa, atas bantuan pihak luar, termasuk Hamas. (Ein/Mut)



http://news.liputan6.com/read/650807/10 ... olam-darah


:axe:

Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
sixpackguy
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby qprim » Sun Jul 28, 2013 9:39 pm

AS dan PBB mulai kuatir dengan perkembangan konflik Mesir yang makin berdarah, dan meminta kedua belah pihak untuk membuka dialog. Tapi keliatannya kedua belah pihak belum bersedia untuk kompromi.

U.S. Secretary of State John Kerry said that he spoke to Egyptian authorities, saying it is "essential" they respect the right to peaceful protest. He called on all sides to enter a "meaningful political dialogue" to "help their country take a step back from the brink."

U.N. Secretary-General Ban Ki-moon also asked security forces to "act with full respect for human rights" and demonstrators to "exercise restraint."

But neither side has shown much taste for reconciliation. Islamists staunchly reject the new leadership and insist the only possible solution to the crisis is to put Morsi back in office. Meanwhile, the interim leadership is pushing ahead with a fast-track transition plan to return to a democratically elected government by early next year.

The military-backed authorities appear confident of public support for a tougher hand after millions turned out for nationwide rallies Friday called by army chief Gen. Abdel-Fattah el-Sissi as a mandate against "terrorism and violence."

Interior Minister Mohammed Ibrahim, who is in charge of police, took an uncompromising stance in a news conference after the violence. He accused the pro-Morsi side of provoking bloodshed to win sympathy.

"We didn't go to them, they came to us – so they could use what happened for political gain," he said. Ironically, Ibrahim is originally a Morsi appointee, and his then-boss praised him for a tough hand after police killed dozens of anti-Morsi protesters in the city of Port Said earlier this year.


Sumber: http://www.huffingtonpost.com/2013/07/27/egypt_n_3663245.html

Kayaknya konflik dengan kekerasan ini masih belum akan berakhir. Semoga bisa ada jalan kompromi dan Mesir tidak sampai jadi Suriah kedua :( .

But neither side has shown much taste for reconciliation. Islamists staunchly re
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby qprim » Thu Aug 08, 2013 9:45 pm

Egypt at 'dangerous stalemate' in political crisis
By Shadia Nasralla and Angus MacSwan

CAIRO | Wed Aug 7, 2013 5:40pm EDT
(Reuters) - Egypt's political crisis entered a tense phase on Wednesday after international mediation efforts collapsed and the army-installed government repeated its threat to take action against supporters of deposed President Mohamed Mursi.
Both sides called their supporters on to the streets on Thursday, while Mursi supporters in two protest camps in Cairo strengthened sandbag-and-brick barricades in readiness for any action by security forces.
Acting President Adli Mansour, in a message on the eve of the Muslim Eid al-Fitr holiday, said Egypt was in critical circumstances. The interim government would press on with its own plan to hold new elections in nine months, he said.
"The train of the future has departed, and everyone must realize the moment and catch up with it, and whoever fails to realize this moment must take responsibility for their decision," he said.
Interim Prime Minister Hazem el-Beblawi said the government's decision to dismantle the protest camps was final and its patience had nearly expired.
Beblawi accused protesters of inciting violence, blocking roads and detaining citizens
, and he warned that any further violence would be met "with utmost force and decisiveness."
People should leave the camps now, Beblawi said.


Selengkapnya: http://www.reuters.com/article/2013/08/07/us-egypt-protests-idUSBRE9760EF20130807

Dengan situasi ini, kemungkinan bentrokan berdarah setelah idul fitri menjadi semakin besar. Kelihatannya kedua kubu tetap bertahan dengan sikapnya masing-masing.

Yang sangat mengkhawatirkan, ada kemungkinan anak-anak kecil yang tidak tau apa2x bisa menjadi korban.

Muslim Brotherhood accused of using children as pawns
Some pro-Mursi supporters have said they are ready to offer their children as ‘martyrs’

By Ayman Sharaf, Special to Gulf NewsPublished: 14:19 August 8, 2013

Now, in the Raba’a Al Adawiya sit-ins, Islamist supporters of ousted President Mohammad Mursi are doing the same — but with a twist.
“Mothers say they know their children could be in harm’s way but they believe their cause is worth fighting and dying for,” according to Wael Khalil, a veteran activist who advocated for the ouster of Mursi and of Hosni Mubarak in 2011.
More shocking was footage that has emerged of Egyptian children being dressed in white “death shrouds” in preparation for their “martyrdom” by pro-Mursi families in a large demonstration at Raba’a Al Adawiya last week.
The children were heard chanting pre-rehearsed lines and were seen carrying posters that read “I am ready to [become a] martyr!”
during a short march.
“As I saw the face of a five-year-old carrying his coffin and innocently smiling out of happiness because he’s participating along with other children in a big game, I felt disgusted. These people are willing to murder children in order to make political gains,” said Azza Al Ashmawi, director of the Child Anti-Trafficking Unit at the National Council for Childhood and Motherhood NCCM.
“This is a cruel picture that the Brotherhood thought would help them gain global sympathy as the world watches”, Azza added.
“We are willing to offer more martyrs to our cause. We will not hesitate to sacrifice our children as martyrs in order to restore Egypt’s Mohammad Mursi,” said a female Brotherhood leader during the funerals of three women who were killed in a protest in Al Mansoura last month.
Azza considered these children’s parents as either brainwashed by the Brotherhood’s leadership or convinced that their children will go to heaven or paid for allowing their children to participate in the protest.
More dangerous is that some orphanages affiliated to the Brotherhood involved orphans in this battle, according to a statement issued by the Interior Ministry two days before. The statement accused the Brotherhood of committing a criminal violation of human rights.
“Although they are the ones pushing them to the front rows of clashes, the Brotherhood aims to exploit the injury of children and market it to the world public opinion as an aggression against children,” the statement reads.
Witnesses confirm that Raba’a Al Adawiya’s protesters are exploiting children, using them to collect and break rocks in order to use them in clashes against the army, the police and their opponents.


Selengkapnya: http://gulfnews.com/news/region/egypt/muslim-brotherhood-accused-of-using-children-as-pawns-1.1218082

Miris betul bacanya. Saya sungguh tidak paham, apa sebetulnya yang ada di kepala dan hati orang-orang IM, sampai rela melibatkan anak-anak kecil dalam situasi yang bisa sangat berbahaya. Kok tega??? Semoga pihak pemerintahan sementara Mesir bisa mencari jalan terbaik untuk menghindarkan anak-anak tersebut dari bahaya konflik.
Silahkan berkomentar rekan-rekan. Namun saya menghimbau dengan segala kerendahan hati untuk tidak menggunakan berita ini sebagai bahan olok-olok. Rasanya kok tidak pantas kalau nasib tragis yang mungkin akan menimpa anak2x tersebut dijadikan bahan olok-olok.

Egypt at 'dangerous stalemate' in political crisis
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby sixpackguy » Fri Aug 09, 2013 9:40 pm

qprim wrote:Miris betul bacanya. Saya sungguh tidak paham, apa sebetulnya yang ada di kepala dan hati orang-orang IM, sampai rela melibatkan anak-anak kecil dalam situasi yang bisa sangat berbahaya. Kok tega??? Semoga pihak pemerintahan sementara Mesir bisa mencari jalan terbaik untuk menghindarkan anak-anak tersebut dari bahaya konflik.
Silahkan berkomentar rekan-rekan. Namun saya menghimbau dengan segala kerendahan hati untuk tidak menggunakan berita ini sebagai bahan olok-olok. Rasanya kok tidak pantas kalau nasib tragis yang mungkin akan menimpa anak2x tersebut dijadikan bahan olok-olok.


Yg ada dikepala orang2 IM yah mengislamkan Mesir bro. Nah, kalo sudah racun islam yg ada di otak seseorang, tentu bukan hal aneh logika dan nurani dikesampingkan. Anak2 kecil jadi perisai hidup sudah biasa buat muslim.
User avatar
sixpackguy
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby qprim » Sun Aug 11, 2013 5:32 am

@atas: kalo yang itu kita semua tau, bro. Kita juga tau kalo IM ingin menarik simpati dari rakyat Mesir dan dunia internasional. Tapi pilihan caranya itu lho. Masak anak2x kecil dibawa ke daerah konflik? Apa ini bisa diartikan bahwa IM sebenernya sudah sangat terpojok dan tidak punya cara lain lagi untuk menarik simpati?
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby 1234567890 » Sun Aug 11, 2013 6:31 am

senjata muslim ya bawa anak anak ....
jadi kalau anak kecil kena bom ... bisa dipake untuk pencitraan

sama kaya pallywood

(betewe, di negeri kapir muslim kalo demo bawa anak kecil juga ... supaya kalau polisi mo bubarin mereka, tuh anak bisa digebuk lalu di foto n klaim polisi ngegebuk anak kecil)
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby LFH » Sun Aug 11, 2013 11:37 am

Hanya Islam yg bisa buat manusia jadi tidak waras.

IM sdh kepalang tanggung utk mewujudkan mimpi mereka berkuasa
mimpi utk membuat hegemoni IM di muka bumi dimulai dari Mesir menyusul Indonesia (jika PSK eh PKS bisa dominan nantinya).

Muslim hrs sadar bhw Islam adalah alat politik, bkn agama, apapun sektenya!
Sekarang muslim Indonesia bisa berkaca bhw apapun sektenya di negara manapun ternyata Islam adalah alat pencapaian kekuasaan
at any cost!

Begitu jg dgn sejarah sekte2 Islam di Indonesia, termasuk NU & Muhammadiyah sekalipun.
Pada awalnya adalah pertumpahan darah utk pencapaian kekuasaan (penaklukan kerajaan2 Hindu & Buddha di Nusantara).
Hanya saja kedua kekuatan besar tsb sedang tiarap dan sangat dipengaruhi oleh akal budi leluhur pada akhirnya,
sehingga jinaklah mrk hingga saat ini.
User avatar
LFH
 
Posts: 53
Joined: Mon Jul 29, 2013 2:01 pm

PreviousNext

Return to Islam /Muslim dlm Gambar Dan Berita Internasional



Who is online

Users browsing this forum: No registered users