.

Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di seluruh dunia.

Re: Mesir Bergolak, 500+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby Bigman » Sat Aug 17, 2013 8:55 pm

Raja Arab Saudi Dukung Upaya Pemerintah Mesir Perangi Terorisme eslaam ikhwanul muslimin
Sabtu, 17 Agustus 2013 | 17:03 WIB

Raja Abdullah Dukung Pemerintah Mesir

Image

INILAH.COM, Riyadh - Raja Arab Saudi, Abdullah Al-Saud mendukung penuh pemerintah resmi Mesir yang disuport militer dan mengecam Ikhwanul Muslimin(IM). Menurutnya, IM tak lebih dari teroris bagi Mesir.

"Pemerintah dan masyarakat Kerajaan Arab Saudi berdiri dalam kaitan persaudaraan Mesir dalam melawan tindakan terorisme," kata Abdullah dalam sebuah tayangan televisi pemerintahan yang dikutip AlArabiya, Sabtu (17/8/2013).

Menurutnya, ia menyerukan kepada orang-orang yang baik di Mesir, negara-negara Arab dan muslim untuk berdiri dan menyatukan hati dalam upaya menghadapi pengacau yang ingin mengguncang negara yang berada di garis depan sejarah Arab dan Muslim.

Raja Arab Saudi adalah sekutu dekat mantan presiden Hosni Mubarak dan secara sejarah memiliki hubungan yang sulit dengan Ikhwanul Muslimin, pengusung mantan presiden Mohamad Mursi yang digulingkan militer Mesir. Kerajaan Arab Saudi juga akan memberi bantuan senilai US$5 miliar setelah Mesir mengkudeta Morsi..

Beberapa analis memperkirakan, Raja Abdullah akan berdiri paling depan membela pemerintah Mesir. Juga melawan dunia terutama AS yang cenderung dekat dengan IM.


Sumber-> http://web.inilah.com/read/detail/20204 ... g98W5JrVGR
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Aje gile neh,,, binyun dah kita2 nyang kafirun.... :lol:

Arab saudi nyang rajanya eslaam,
malah ngebela Pemerintah Mesir nyang sekarang?#@%???

Koq eslaam2 di Indonesia ngga demo ke kedutaan arab saudi? :butthead:

Koq malah demonya ke Kedutaan Amerika? Ngga salah alamat neh slem?
:lol:

Raja Arab Saudi Dukung Upaya Pemerintah Mesir Perangi Terorisme eslaam ikhwanul
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
Bigman
 
Posts: 3240
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: Kelompok Ikhwanul Muslimin dibilang murtad?

Postby qprim » Sun Aug 18, 2013 6:30 pm

Turunin tensi dulu, biar gak baca berita kekerasan dan korban jiwa terus.

Majelis Ulama Syari’ah Al Azhar: Jamaah Ikhwanul Muslimin Telah Murtad
August 17, 2013 9:42 am | Bumi Islam
 

Jum’at ini Majelis Ulama Syari’ah Al Azhar Asy syarif mengeluarkan pernyataan bahwa Jamaah Ikhwanul Muslimin telah keluar dari Islam dan  “Jalan yang Lurus”, karena itu mereka memandang bahwa Jamaah Ikhwanul Muslimin telah murtad dari Islam.
Kantor berita CNN melaporkan pernyataan Syekh Ahmad Karimah yang juga merupakan Dosen Perbandingan Madzhab Universitas Al Azhar bahwa, “Perbaikan atas semua fasilitas-fasilitas yang rusak wajib diambil dari anggaran yang dimiliki jamaah Ikhwanul Muslimin dan pengikut-pengikutnya.”
Karimah mendasarkan pendapatnya itu pada hadis Rasulullah yang menyatakan, “Bukan golongan kami orang-orang yang membawakan (melawan) kami dengan senjata.”
Dengan demikian, menurut dilalah (pendalilan) hadits tersebut maka sesunggunya mereka “telah keluar dari Islam” tidak lagi disebut Khawarij tapi telah Murtad.
Masih menurut Karimah bahwa hadits tersebut shahih, bahwa Rasulullah melarang menggunakan senjata, bahkan mengisyaratkn senjata saja dilarang.
Syaikh Ahmad Karimah adalah ulama yang kontroversial, ia pernah mengatakan bahwa Syiah adalah Islam dan artis Mesir Ilham Syahin adalah wanita suci, mulia, dan terhormat.


Redaktur: Shabra Syatila

Sumber: http://news.fimadani.com/read/2013/08/17/majelis-ulama-syariah-al-azhar-jamaah-ikhwanul-muslimin-telah-murtad/

Waaalaahhh, malah maen bilang IM murtad aja?? :stun:. Bukannya IM merasa lebih muslim dari ulama2x Al-Azhar? :rolleyes: :rolleyes:

Majelis Ulama Syari’ah Al Azhar: Jamaah Ikhwanul Muslimin Telah Murtad
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re:

Postby sixpackguy » Sun Aug 18, 2013 8:02 pm

ali5196 wrote:DIDALAM KAMP2 DEMO IKHWANUL MUSLIMIN: PENYIKSAAN, PEMERKOSAAN & PEMBUNUHAN MASSAL
By Raymond Ibrahim
August 14, 2013
http://www.raymondibrahim.com/from-the- ... ss-murder/


Image
Korban IM yg disiksa, di-elektrokusi dan jarinya diputuskan dalam kamp2 demo IM

Anda sudah mendengar ttg kantor2 IM yg dijadikan kamar2 penyiksaan, bukan? Nah, ini lain lagi. Ini penyiksaan2 yg terjadi dlm tenda2 demo pro-Morsi yg barusan diberangus militer.

Lelaki dlm foto diatas ditutuh mencuri dan ia lalu disiksa dan jarinya dipotong sesuai syariah. Ia bukan pendukung IM dan ia juga bantah telah mencuri. Tapi pengikut2 pro-Morsi berkelakuan spt mafia dan bukannya menyerahkannya kpd polisi tapi, kata korban, mereka 'mengatakan akan menyerahkan saya kepada Allah.' Ia dibawa kesebuah ruangan dan disiksa selama 14 jam, termasuk disiram dgn air dan di-elektrokusi, ditusuk dan disilet. Di menit 3:47 ia menunjukkan dadanya yg dicabik2. Lalu penyiksa2nya mengucapkan BISMILLAH saat memulai memotong jarinya. INi videonya:


http://www.youtube.com/watch?v=J29WaUD5s5A

WANITA tidak luput menjadi target dlm kamp2 IM. Mereka dilecehkan kalau menolak nge-sex dgn pendukung2 IM. Seorang wanita disiksa sampai mati dan seorang lagi sedang di RS dgn luka2 parah. Salah satu organisasi pembela hak wanita Mesir mengatakan mereka akan ''segera meng-ekspos pelanggaran HAM ini yg dijalankan atas perintah Pengarah Umum IM, Muhammad Badie, utk memaksa wanita2 melakukan sex-jihad (jihad al nikah), dan yang menolak akan disiksa sampai mati.”

Dlm wawancara ini, seorang wartawati Mesir diculik di Rab‘a dipukuli dan dipaksa tinggal karena ''kami perlu wanita bagi sex.” Logika dibelakang jihad al-nikah ini adalah bhw bersenggama dgn lelaki IM perjaka membantu mrk menyalurkan frustrasi seksual mrk shg mrk bisa lebih berfokus memperkuat Islam, yg bagi IM berarti memberkuat IM.

Belum lagi dgn ditemukannya jenazah2. Menurut wartawan Ahmed Musa dr Tahrir TV channel, salah seorang pendemo pro-Morsi mengaku bahwa kepemimpinan IM telah membunuh lebih dari 80 orang yg mrk tuduh sbg informan polisi atau mencoba melarikan diri dari kamp2 IM. Jenasah2 mrk dikubur dlm kuburan massal di Rab‘a. Menurut sang pendemo, IM takut bahwa jika kamp2 mrk dibongkar, kejahatan2 mrk bisa terekspos dan Mendagri akan memfoto kuburan2 massal ini dan menyiarkannya ke dunia. Sejauh ini 28 jenasah sudah ditemukan dgn tanda2 penyiksaan pada tubuh mrk. :supz: :supz:



Info nya om Ali dalem bener.. diluar berita media2 mainstream. :supz:
Bayangkan bagaimana masa depan Mesir ditangan jihadis2 dgn moral spt ini.
:axe:
User avatar
sixpackguy
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby sixpackguy » Sun Aug 18, 2013 8:07 pm

Setelah Friday of Anger, ratusan korban jiwa kembali berjatuhan.

Total korban jiwa semenjak Morsi turun mencapai sekitar 900an jiwa dgn ribuan korban luka2...
Menurut sumber di website ini
http://www.usatoday.com/story/news/worl ... i/2666877/


:axe:
User avatar
sixpackguy
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Mesir Bergolak, 500+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby sixpackguy » Sun Aug 18, 2013 8:19 pm

Bigman wrote:Aje gile neh,,, binyun dah kita2 nyang kafirun.... :lol:

Arab saudi nyang rajanya eslaam,
malah ngebela Pemerintah Mesir nyang sekarang?#@%???

Koq eslaam2 di Indonesia ngga demo ke kedutaan arab saudi? :butthead:

Koq malah demonya ke Kedutaan Amerika? Ngga salah alamat neh slem?
:lol:

Mana berani budak2 muslim indo nge demo tuan arab nya... :turban:

Dan ga cuma arab saudi yg membela pemerintah Mesir, negara2 arab lain pun juga demikian...

Internasional
Negara-negara Arab Nyatakan Dukungan untuk Pemerintah Mesir
Minggu, 18 Agustus 2013 | 01:39 WIB

http://assets.kompas.com/data/photo/201 ... 80x390.jpg
Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz. | AP Photo


RIYADH, KOMPAS.com - Negara-negara Arab mendukung pernyataan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz yang mendukung pemerintah Mesir memerangi "terorisme".

Pemerintah Uni Emirat Arab mengatakan, pernyataan Arab Saudi datang di saat yang tepat dan pernyataan Saudi mendapat dukungan penuh UEA.

"Pernyataan Saudi mencerminkan kesadaran dan pendekatan yang sangat hati-hati terkait kondisi di Mesir," demikian pernyataan pemerintah Uni Emirat Arab yang dikutip kantor berita WAM.

"UEA menggarisbawahi bahwa pernyataan Saudi menunjukkan Raja Abdullah sangat peduli atas keamanan dan stabilitas Mesir," lanjut pernyataan itu.

Pemerintah UEA melanjutkan, posisi Saudi yang menentang kelompok yang memicu perpecahan dan kekacauan akan mendorong kemenangan Mesir, Islam dan dunia Arab.

"Posisi Saudi yang berani dan rasional ini memang diharapkan datang dari sang Penjaga Dua Masjid Suci," pungkas UEA.

Pemerintah Mesir juga memuji dukungan Raja Arab Saudi itu. Pemerintah Mesir mengatakan negeri itu tak akan pernah melupakan pernyataan bersejarah Raja Abdullah ini.

Dukungan juga datang dari Bahrain. Dalam sebuah pernyataan resmi Kerajaan Bahrain menyatakan Mesir memiliki hak untuk menegakkan peraturan di negerinya, memerangi terorisme dan kekerasan.

"Pemerintah Mesir juga berhak menghentikan penghancuran berbagai bangunan di negeri itu," demikian pemerintah Bahrain.

Sementara itu Kuwait menyatakan negara-negara Teluk memastikan dukungan untuk pemerintah Mesir yang mencoba mempertahankan keamanan dan stabilitas kawasan Afrika Utara.

Namun, pemerintah Kuwait juga menyesalkan jatuhnya banyak korban tewas dan penghancuran banyak properti negara. Demikian pernyataan pemerintah Kuwait seperti dilaporkan kantor berita KUNA.

Kerajan Jordania juga tak ketinggalan memuji Arab Saudi yang memilih posisi mendukung pemerintah Mesir.

Sumber : Al Arabiya
Editor : Ervan Hardoko


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Krisis Politik Mesir



http://internasional.kompas.com/read/20 ... ntah.Mesir


----


Turki dan Iran yg getol mendukung IM.
User avatar
sixpackguy
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Kelompok Ikhwanul Muslimin dibilang murtad?

Postby kotak pandora » Sun Aug 18, 2013 10:34 pm

qprim wrote:Majelis Ulama Syari’ah Al Azhar: Jamaah Ikhwanul Muslimin Telah Murtad
Masih menurut Karimah bahwa hadits tersebut shahih, bahwa Rasulullah melarang menggunakan senjata, bahkan mengisyaratkn senjata saja dilarang.

IM dengan sengit membalas : " justru menurut KAMI, hadistnya tidak sohih. Lah kalo tidak ada senjata, emang muhammad ame begundalnya pake apa nyebarin islam?"

Muslim kepo Insya olloh :" sohih tidak sohih hadisnye, nyang penting alloh swt gue tidak lahir dari vagine" «--------- kok jadi ngak nyambung ye...
kotak pandora
 
Posts: 313
Joined: Sat Jun 11, 2011 2:08 pm

Re: Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby Chunk » Mon Aug 19, 2013 1:43 am

Sepertinya muslim muslim pun bingung mau membela siapa tuh. Kalo kafir nyerang muslim, pasti muslim dengan membuta membela muslim ga perlu nanya persoalannya. tapi ini muslim vs muslim... :prayer: :prayer:

muslim yang sudah kehabisan ide paling paling bilang: ini konspirasi yahudi, zionis, amerika, iluminati, freemason.. :rolling:
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

Re: Mesir Bergolak, 100+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby Dreamsavior » Mon Aug 19, 2013 10:11 am

sixpackguy wrote:Video: Police van thrown off bridge
In one of the most dramatic events to take place in Cairo Wednesday morning, a group of protesters pushed and threw an armored police vehicle off a bridge, as intense clashes followed on the streets below.

Adel Abdel Ghafar tweeted the following image that shows the van in the air as it dropped down from the bridge.

Image

http://www.youtube.com/watch?v=6l7XeYdELNA



Saya mendengarkan seruan "allahuakbar" dengan lemparan-lemparan batu serta sebuah van yang dijatuhkan dari jembatan layang.

Pertanyaan saya, beginikah seharusnya agama damai?
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Re: Tulisan di media NU soal krisis Mesir

Postby qprim » Wed Aug 21, 2013 9:18 pm

Tulisan menarik dari Suara Muslim, medianya NU.

Mengapa Rakyat Mesir Mendukung Penumpasan Ikhwanul Muslimin?
Written by: Admin SM on 19 Agustus 2013 | 07:30

SUARA-MUSLIM.COM ~ Pembunuhan lebih dari 600 orang di Mesir pada “Rabu Berdarah” dan 150 orang pada “Jumat Kemarahan” telah mendorong kecaman dunia internasional, tetapi pemerintahan sementara Mesir yang didukung militer justru menikmati dukungan domestik yang luas untuk tindakan keras yang mereka lakukan terhadap Ikhwanul Muslimin (IM).
Media pro-pemerintah dengan tegas menggambarkan IM sebagai “teroris” yangkeberadaannya mengobarkan perpecahan sektarian. Aksi anarkisme dalam demo yang mereka lakukan juga membuat sebagian masyarakat Mesir menjadi tambah antipati. Bayangkan, dirundung dalam demo berhari-hari membuat rakyat Mesir tertekan dalam rasa tidak aman.
Faktanya, memang sejak IM naik ke panggung kekuasaan telah terjadi polarisasi yang luas di kalangan masyarakat Mesir. Polarisasi makin memburuk ketika Presiden Morsi digulingkan pendemo dengan dukungan militer dari kekuasaan. IM di sisi pendukung Morsi dan kelompok masyarakat sipil di sisi lain menentangnya. Kemudian militer turun tangan ketika pertentangan kedua kelompok makin meruncing.
Wawancara yang dilakukan The Guardian pada beberapa kelompok masyarakat menunjukkan bahwa semenjak aksi penumpasan pendemo anarkis oleh militer, dukungan pada pemerintah sementara Mesir justru meningkat. Ini memang fenomena yang agak aneh. Ketika masyarakat internasional mengutuk peristiwa tersebut, beberapa komponen masyarakat Mesir justru mendukung penuh tindakan pemerintahnya.
“Mereka layak mendapatkannya. Mereka ingin menghancurkan negara, jadi itu sebabnya militer harus turun tangan,” kata Salah Amin, seorang mahasiswa berusia 17 tahun dari Sharqiya, saat ditemui pada hari Jumat ketika kekerasan kedua meletus di Kairo. “Saya mendukung tindakan tentara dan polisi terhadap IM, mereka ingin merusak Mesir dengan cara mengelola negara seperti yang mereka inginkan.”
Pada hari Rabu penduduk daerah Rabaa di Kairo timur terlihat bersorak ketika pasukan keamanan bergerak untuk membubarkan enam minggu aksi demo di sana dan di Nahda Square. “Kami setuju dengan apa yang terjadi di Rabaa dan Nahda,” kata Mohamed Khamis, juru bicara Tamarod (Pemberontakan), yang memobilisasi opini publik untuk menjatuhkan Morsi yang terpilih secara demokratis tetapi sangat tidak populer. “Kami tidak menyukai apa yang IM lakukan,” katanya.
Beberapa orang lainnya membuat perbedaan antara perlawanan politiknya terhadap IM dengan perasaan mereka tentang begitu banyak orang Mesir yang terbunuh. “Bahkan orang-orang seperti saya yang memiliki posisi yang jelas bahwa kami sedang menghadapi entitas teroris, tidak bisa tidak merasa prihatin bagi semua korban yang terbunuh,” kata komentator liberal Hisham Kassem.
Analis politik sudah sedari awal melihat adanya pertumbuhan rasa permusuhan terhadap IM sejak revolusi 2011 dan terutama selama setahun pemerintahan Morsi berlangsung. “Saya memperkirakan bahwa 80% dari rakyat Mesir benar-benar kecewa dengan Islami politik yang diwakili oleh IM dan ingin melihatnya tercerabut dari kehidupan politik Mesir,” kata Hazem Kandil, seorang sosiolog politik Mesir di Universitas Cambridge.
Pendukung IM menuntut pemulihan Morsi di kursi keprisidenan dan menuduh tentara dan pemerintah sementara saat ini berusaha untuk kembali ke gaya diktator Hosni Mubarak, yang digulingkan pada bulan Februari 2011. Namun, penentang IM balik menuduh bahwa IM justru yang sedang melakukan hal tersebut.
Jurnalis veteran sayap kiri Hani Shukrullah mengahtakan bahwa intensitas kebencian terhadap IM benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan gelegaknya jauh melebihi saat rakyat Mesir melawan rezim Mubarak, justru karena IM saat berkuasa dianggap sedang berupaya untuk menciptakan kembali sistem otoriter seperti zaman rejim Mubarak.
Umumnya, para pejabat Mesir dan liberal menyalahkan media Barat karena melaporkan hanya dari satu sisi. Beberapa orang marah pada negara Barat karena begitu mudah percaya dengan informasi yang disampaikan IM, terutama pada AS dan Inggris. “Pertama diplomat mendapat sindrom Stockholm dan sekarang media,” gurau Kassem.
Orang-orang biasa menjadi sangat marah dengan sikap beberapa negara. “Saya di sini mendukung militer dan polisi,” kata ibu rumah tangga Hamidah Mohameda pada demonstrasi pro-pemerintah. “Kami tidak ingin Qatar atau Turki atau Amerika ikut campur. Kami tidak ingin bantuan mereka. Orang-orang Mesir harus mengatur diri mereka sendiri,” teriaknya lantang.
Banyak orang Kristen, khawatir dengan sifat sektarian dari IM dan oleh serangkaian serangan terhadap gereja-gereja, karena mereka secara terbuka mendukung Sisi. “Kristen seperti saya benar-benar takut pada apa yang IM lakukan.” kata Eman Said, seorang Koptik. Diberitakan bahwa terdapat empat gereja yang dibakar oleh demonstran pro-Morsi. Sumber di Gereja Koptik mengatakan bahwa tambahan 13 gereja diserang tapi tidak dibakar. Magda Haroun, presiden komunitas Yahudi Mesir, mengatakan: “[Dengan penumpasan demonstran pada hari Rabu] tentara dan polisi telah menyelamatkan Mesir dari perang saudara,” ujarnya tegas.
Satu-satunya stasiun TV yang pro IM di Mesir adalah Al-Jazeera, ditambah beberapa stasiun televisi dan media cetak kecil milik pribadi. Di sisi lain, media pro-pemerintah lebih banyak dan lebih mudah diakses masyarakat Mesir. Al Akhbar, salah satu surat kabar Mesir paling populer, melaporkan pembantaian Rabu di bawah judul: “Mesir Menghadapi Terorisme” dan menyoroti 43 korban jiwa yang diderita oleh pasukan keamanan serta klaim adanya penggunaan senjata api dan penyiksaan di Rabaa, di mana IM menyangkal dengan keras.
Al-Ahram membuat headline dengan judul: “Hari Keputusan” di dalamnya sama sekali tidak membahas tindakan aparat keamanan yang tidak proporsional dalam merespon pembubaran demo di Rabaa dan Nahda. Sorotan justru diarahkan pada penggunaan senjata api oleh IM dan penyiksaan di lokasi kerusuhan.
Berita terbunuhnya 43 polisi dan lebih dari 140 terluka memang cukup mengemuka. Diberitakan bahwa jumlah korban tersebut berasal dari 21 pos polisi yang diserang oleh pendukung IM. Bahkan, saat penyerbuan kantor polisi Kerdesa (tidak jauh dari piramida Giza), penyerbu tidak hanya membunuh polisi yang bertugas di sana tetapi tubuh mereka dimutilasi.
Lebih jauh, jurnalis veteran sayap kiri Hani Shukrullah, mengatakan: “IM tentu saja berhak melakukan demo, dan pemerintah berhak menertibkan suatu demo, tapi seandainya itu terjadi di China, kejadiannya akan jauh lebih buruk. Ini terjadi dalam semua revolusi. Dan kita akan sembuh. Masalahnya adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan.”

Penulis: Ar Kus / Kompasiana
Sumber: the guardian, detikom, dan kompas.


Sumber: http://www.suara-muslim.com/2013/08/mengapa-rakyat-mesir-mendukung.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+suara-muslim+%28Suara+Muslim%29

Dari dulu NU memang mengambil jarak dari gerakan islam transnasional kayak IM, hizbut tahrir, dll. Gak tau juga kenapa. Apa karena gerakan2x itu cenderung memusuhi NU karena NU dianggap kurang islami oleh mereka?

Jadi pengen tau, apa komentar orang2x PKS mengenai sikap NU ini? Sekali2x pengen tau juga, kalau muslim saling berdebat itu modelnya gimana siihhhh.... :rolleyes:

Mengapa Rakyat Mesir Mendukung Penumpasan Ikhwanul Muslimin?
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Postby ali5196 » Sun Aug 25, 2013 10:25 pm

qprim wrote:Majelis Ulama Syari’ah Al Azhar: Jamaah Ikhwanul Muslimin Telah Murtad


Image
Sang mufti menolak fatwa2 Ikhwan! Dalam pidato kpd seluruh Mesir, Shawqi Allam menolak fatwa2 Muslim Brotherhood dan menyerukan agar mrk menghentikan terorisme mrk. ''Kami sudah muak dengan pembunuhan dan fatwa2 kekerasanyang ditujukan kpd Muslim maupun non-Muslim, muak dengna serangan2 terhadap gereja2 dan stasiun2 polisi.'' Betapa anehnya kalau begitu, saat Al Azhar sendiri mengutuk Ikhwan, pemerintah AS malah menyatakan dukungan mrk kpd Ikhwan. :snakeman:

Majelis Ulama Syari’ah Al Azhar: Jamaah Ikhwanul Muslimin Telah Murtad
Mirror
Faithfreedom forum static
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Aug 25, 2013 10:32 pm

Dari FB Walid Phares, pengamat Timur Tengah FOX News.
https://www.facebook.com/photo.php?fbid ... permPage=1

Image
Syeik al Azhar, otoritas paling tinggi dlm Sunni Islam mengeluarkan pernyataan mengecam Ikhwan yg 'menggunakan kekerasan dan terorisme guna mencapai kekuasaan politik.' Selebihnya, tinggal baca artikel diatas. Sang syeik juga menentang ikut campur pengaruh asing (spt Obama) yg mendukung Ikhwan.

Artikel Faithfreedom Indonesia
Mirror
Faithfreedom forum static
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Aug 25, 2013 10:43 pm

Image
Pemimpin Tamarod, gerakan sekuler Mesir kpd TV Al Arabiya: "Kami memerangi kanker teror didalam negeri kita. Kaum Ikhwan memanfaatkan wanita dan anak2 sbg tameng utk menuntut dikembalikannya rejim fasis Islamis. Rejim macam itu akan menindas wanita, kaum liberal dan Kristen Koptik. Sayap bersenjata Ikhwan mengancam peradaban dan kebebasan kami. Mesir tidak akan pernah membiarkan teroris2 ini menguasai masa depan anak2 kami."
:finga: :finga: :finga:

SEMENTARA itu DI BARAT lewat AL Jazeera, Ikhwan menggalakkan propaganda mereka menampilkan wajah2 wanita2 imut2, menggambarkan diri mereka sbg 'pejuang2 yg menuntut hak azasi mrk, melawan kudeta ... '

Image
Ikhwan Propaganda Blitz: Dlm upaya utk meraih kembali kekuasaan, Ikhwan menggunakan segala taktik propaganda termasuk menunjuk jubir wanita yg fasih berbhs Inggris utk mengutuk 'kudeta militer' sambil menggunakan istilah 'junta' utk mencemarkan nama baik pemerintah interim. Kata pengamat di Kairo, ''ini pastilah junta yang sangat besar dan populer yg bisa memobilisasi 30 juta rakyat dlm satu hari utk mendemo melawan Islamis.'' :supz:

Artikel Faithfreedom Indonesia
Mirror
Faithfreedom forum static
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Aug 25, 2013 10:53 pm

https://www.facebook.com/photo.php?fbid ... permPage=1

Image
Pakar Mesir ttg Terorisme, Ahmad Ban, dlm wawancara dgn TV AL Arabiya: "Jihadi2 yg beroperasi di SInai berkolaborasi dgn al Qaeda DAN Ikhwannya Morsi. Dgn kata lain, mereka adalah sayap teror Ikhwan dan militer Me In a sense they are the terror Mesir kini sedang menghadapi mereka di lapangan.'' Kalau memang benar, sepatutnya Washington mulai mengusut Morsi.


HIJAB MERAH VS HIJAB HIJAU
Image
Dr Najla Makkawi dr the Nile Research center mengecam Ikhwan sambil mengenakan hijab merahnya. Ternyata hijab merah adalah tanda anti Ikhwan sementara hijab ijo adalah hijab tanda anggota/pendukung wanita Ikhwan. HIjab merah juga merupakan tanda wanita Muslim konservatif utk melawan simbol2 fasis Islam, demikian menurut Makkawi. BINGUNG GAK TUH?? Muslimah konservatif kok menentang simbol2 Islam 'fasis' IKhwan???? Wong Islam memang fasis, kok bu! :rolleyes: :rolleyes:

HIJAB MERAH VS HIJAB HIJAU
Mirror
Faithfreedom forum static
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby qprim » Mon Sep 02, 2013 10:10 pm

Egypt names key constitution panel with few Islamists

By Tom Perry and Shaimaa Fayed
CAIRO | Sun Sep 1, 2013 2:31pm EDT

(Reuters) - Egypt's army-backed government unveiled a constituent assembly on Sunday almost devoid of Islamists, and gave it 60 days to review amendments that would erase Islamic articles brought in by the Muslim Brotherhood and more hardline Islamic parties.
The constitutional review is part of a road map unveiled by the administration that took power after the army deposed President Mohamed Mursi on July 3.
Egypt will hold parliamentary and presidential elections only once the constitution is approved in a referendum.
Reflecting a power shift as the government cracks down on the Brotherhood, accusing it of terrorism, the changes proposed in a first draft of the constitution may open the way for a comeback by some members of the old order associated with Hosni Mubarak, who was toppled in a popular revolt in 2011.

The proposed amendments would remove Islamic articles - hotly disputed by secularists - that include one that gave Muslim scholars a say over some affairs of state, and also lift a ban on some Mubarak-era officials assuming public office.
Drawn up by a 10-member "committee of experts" appointed by decree, the draft preserves the privileged status of the military, which it effectively shields from civilian oversight.
Although Islamists won five popular votes held since 2011, the constituent assembly will have only two Islamists among its 50 members. One belongs to the hardline Salafi Nour party, the other is a former Brotherhood leader now harshly critical of the group he left last year.

PRO-DEMOCRACY MOVEMENT ABSENT
While the assembly includes the founders of the Tamarud petition campaign that galvanized support for protests that led to Mursi's downfall, there is no obvious place for the pro-democracy youth movements that ignited the 2011 revolt against Mubarak.
There are also places for Muslim scholars, representatives of the church, the arts, unions, members of secular parties and prominent figures such former Arab League chief Amr Moussa and renowned heart surgeon Magdi Yacoub.


Selengkapnya: http://www.reuters.com/article/2013/09/01/us-egypt-protests-constitution-idUSBRE9800C620130901

Semoga amandemen konstitusi ini bisa membawa Mesir bertransformasi jadi negara yang demokratis dan moderat.
Sayangnya peran dari kelompok moderat di sana belum terlalu terlihat sampai saat ini. Yang dominan berperan dalam proses transisi adalah kelompok militer.
Kalau kelompok moderat gagal berperan secara maksimal dalam proses transisi di Mesir, maka Mesir bisa kembali menjadi negara otoriter yang dikendalikan oleh rezim militer. Sama seperti jaman Nasser, Anwar Sadat, dan terakhir Husni Mubarak. Sangat disayangkan kalau itu terjadi.

Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Rombongan Mentri Dalam Negeri Mesir d Bom

Postby qprim » Thu Sep 05, 2013 9:45 pm

Egypt's Minister Mohammed Ibrahim survives bomb attack

5 September 2013 Last updated at 13:12 GMT

Image

Egypt's Interior Minister Mohammed Ibrahim has survived a bomb attack that targeted his convoy in Cairo. Hours later, he appeared unharmed on state TV to denounce the attack as a "cowardly assassination bid". Security guards and a child were among the injured in the attack, which took place near his home in Nasr City. No-one has yet claimed responsibility for the attack. Muslim Brotherhood leader Amr Darrag said the group "strongly condemned" what happened. Mr Ibrahim heads the police force, which has carried out a crackdown on Muslim Brotherhood protests in recent weeks. Two police officers in the convoy were in a serious condition, he added, and a child had suffered a serious leg wound.
This is the first attack targeting such a high-ranking government official as Egypt remains in turmoil over a showdown between the military-backed government and the Muslim Brotherhood.

Image
Nasr City is a stronghold of the Islamist Muslim Brotherhood group.
Nasr City was the site of the larger of the two protest camps based outside Rabaa al-Adawiya mosque, which was dismantled in the security operation that killed hundreds of Brotherhood supporters on 14 August. The BBC's Bethany Bell says there has been a lot of Muslim Brotherhood activity in the area over the last couple of weeks.


Selengkapnya: http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-23971239

Udah mulai pake bom nih :stun:. Moga2x Mesir tidak sampai berubah jadi seperti Irak atau Afganistan :(

Rombongan Mentri Dalam Negeri Mesir d Bom
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby sixpackguy » Fri Sep 06, 2013 12:51 am

qprim wrote:Muslim Brotherhood leader Amr Darrag said the group "strongly condemned" what happened.


Menyangkal boleh2 saja. Tapi IM lah yg paling punya kepentingan utk mengacaukan keadaan di Mesir.
Antara IM atau militan2 islamic yg memanfaatkan keadaan, mereka lah yg paling mungkin bertanggung jawab utk pengeboman ini.

IM sudah semakin terdesak. Pimpinan2 penghasut massa sudah pada ditangkap. Kekuatan demonstrasinya sudah jauh meredup. Organisasinya sudah dipertimbangkan utk di ban. Negara2 arab malah bnyk yg mendukung pemerintah.
Akhirnya hanya cara2 islami busuk dan pengecut yg bs mereka lakukan. Nyerang Kristen minoritas dan ngebom spt itu lah tindakan2 paling islami yg bisa dilakukan. Tapi semakin mrk pakai cara2 busuk begini, semakin dunia international bisa melihat spt apa IM ini, jadi simpati dunia semakin berpaling dr mereka.
User avatar
sixpackguy
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Draft amandemen konstitusi Mesir

Postby qprim » Thu Sep 26, 2013 9:23 pm

Egypt's new constitution to be completed before Eid: Moussa

In a plenary session held on Monday, Amr Moussa, chairman of the 50-member committee mandated with writing the final draft of Egypt's new constitution, said "the first stage of writing Egypt's new national charter will be completed before the holiday of Eid Al-Adha (the Bairam feast) - or before 14 October."
Moussa explained, "at the end of this stage, we will have the first draft of the new constitution, to be followed by the 50-member committee reviewing and holding public debate sessions on it."
Once these stages are complete, Moussa added, we will have a final draft, which will be subject to a vote by members and then put to a national referendum.

.........................

Abdel-Gelil Mostafa, Cairo university professor and chairman of the sub-committee entrusted with reviewing the language of initial drafts of the constitution's articles, said: "We received 91 articles – out of a total 198 – drafted by three sub-committees... We have finished re-writing half of the 91 articles, and by the end of next week we should have finished re-writing the rest of them."

Sameh Ashour, chairman of the National Dialogue sub-committee, said: "As many as 28 hearing sessions have been held and 1,356 public figures have delivered proposed amendments on the existing constitution."
"There is a sweeping majority in favour of issuing a new constitution for Egypt rather than polishing the image of the 2012 constitution, which was drafted by the deposed regime of the Muslim Brotherhood," he added.
Ashour asserted that representatives of all sectors of society insist the constitution should stress that "Egypt is a civilian democratic state."

According to Ashour, citizens also stressed that several articles should be changed to reflect the obligations of the state towards society, especially in terms of instituting a new health insurance system that covers all citizens, and ensures the protection of intellectual property and Egyptian artistic products.
Moussa said, "the 2012 constitution will never be back and there are guarantees that the anticipated 2013 constitution will not by negatively affected by any legal appeals."

Hoda Al-Sadda, chair of the Rights and Liberties sub-committee, said: "Most of the articles regulating the performance of political parties, NGOs and professional syndicates have already been drafted... We proposed setting up a commission to fight discrimination and ensure equal opportunities for all citizens."


Selengkapnya: http://english.ahram.org.eg/NewsContent/1/64/82496/Egypt/Politics-/Egypts-new-constitution-to-be-completed-before-Eid.aspx

Setelah konflik fisik mereda, keliatannya pemerintahan sementara Mesir bisa fokus untuk menyusun amandemen konstitusi. Semoga saja amandemen konsitusi tersebut bisa membuat Mesir menjadi negara yang benar-benar demokratis, anti diskriminasi, dan menjamin kesetaraan perlakuan dan kesempatan untuk semua warganya. :supz:

Draft amandemen konstitusi Mesir
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Mesir Bergolak, 900+Tewas, Morsi Ditangkap, Apa Kini?

Postby prisca » Wed Nov 06, 2013 10:42 am

User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: Draft Konstitusi Mesir Siap untuk Referendum

Postby qprim » Tue Dec 03, 2013 6:18 pm

Komite perumus draft konstitusi di Mesir berhasil mencapai langkah penting dengan menyepakati draft final konstitusi baru Mesir. Referendum yang melibatkan seluruh rakyat Mesir untuk mengesahkan draft tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

(Reuters) - A draft Egyptian constitution completed on Sunday opens the way for a presidential election to be held before parliamentary polls, potentially changing the transition plan outlined by the army when it ousted President Mohamed Mursi.
The original plan said a parliamentary election should take place before the presidential one. But the draft constitution avoids stipulating which vote should happen first.
The draft constitution says the "election procedures" must start within six months from the date of the constitution's ratification, meaning Egypt may not have an elected president or parliament until the second half of next year.

The change was announced by former Arab League secretary general Amr Moussa, chairman of the 50-member constituent assembly, as it completed its final draft on Sunday. The draft must now be put to a referendum this month or next.


Draft konstitusi ini memuat pasal-pasal yang menjamin hak minoritas, kebebasan beragama, hak bagi perempuan, toleransi, dan hal-hal lain yang lazim ditemui dalam konstitusi negara-negara sekuler.

The Associated Press
CAIRO — Egypt's draft constitution is made up of a four-page preamble and 247 articles. On Saturday, the country's 50-member constituent assembly voted on 138 articles, limiting the scope of Islamic law, or Shariah, in legislation and introducing new articles seen as victory to rights advocates.


Berikut adalah point-point penting dalam draft konstitusi Mesir:

CIVILIAN GOVERNMENT:
In the preamble, the draft states that the charter "continues to build a democratic, modern country with a civilian government." The word "civilian," which in Arabic indicates non-religious and non-military, has stirred anger among ultraconservative Islamists who consider it synonymous with "secularist."

ISLAMIC LAW:
The new charter retains Article 2, which says the "principles" of Islamic law, or Shariah, are the basis for legislation, a phrase that has been in all Egyptian constitutions since the 1970s. However, it removes a Morsi-era provision that gave a more precise definition for "principles" that could have been used to legislate stricter Islamic law. It also deletes a reference to a role for Al-Azhar, the country's main Islamic institution, in overseeing legislation.

FREEDOM OF BELIEF:
The draft says freedom of belief is "absolute." The 2012 Morsi-era constitution, said freedom of belief was "preserved," but the freedom of religious practice and the establishment of worship houses were restricted to "believers in heavenly religions" — Islam, Christianity and Judaism. Calls by rights groups to recognize the followers of any faith were turned down.

POLITICAL PARTIES:
The draft prohibits political activity or the establishment of political parties based on religion, dealing a blow to movements like the Muslim Brotherhood, its Freedom and Justice party, and Al-Nour, an ultraconservative Salafi party.

WOMEN'S RIGHTS:
The draft ensures equality between men and women, and says the state must take necessary measures to guarantee women have proper representation in legislative councils, hold senior public and administrative posts and are appointed to judicial institutions. It obligates the state to provide protection to women against "any form of violence."

INTERNATIONAL AGREEMENTS:
The draft says the state is bound to all international agreements, including human rights covenants, already signed by Egypt.

FORCED DISPLACEMENT:
The draft prohibits "forced displacement," which Coptic Christians and other minorities suffered as a result of sectarian tensions or government expansionist plans.

DISCRIMINATION:
Citizens are equal before the law; they are equal in rights, freedoms and public duties, without discrimination on the basis of religion, belief, gender, origin, race, color, language, disability, social status, political affiliation, geographical location or any other reason. Discrimination and inciting hatred is a crime punishable by law. The state is obliged to take necessary measures to eliminate all forms of discrimination, and the law regulates the establishment of an independent commission for this purpose.


Moga-moga mayoritas rakyat Mesir menyetujui isi draft konstitusi ini pada saat referendum nanti. Kalau draft ini bisa disahkan menjadi konstitusi, maka ini boleh dianggap sebagai pencapaian besar bagi Mesir dalam proses untuk berkembang menjadi negara yang demokratis, toleran, dan menghargai hak asasi manusia. :supz:

Sumber:
http://www.reuters.com/article/2013/12/01/us-egypt-politics-elections-idUSBRE9B00FE20131201
http://www.kansascity.com/2013/11/30/4660242/a-look-at-key-articles-in-egyptian.html
http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=248255733

Draft Konstitusi Mesir Siap untuk Referendum
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Rakyat Mesir setuju konstitusi baru

Postby qprim » Sun Jan 19, 2014 11:56 am

Egypt: 98.1 percent of voters approve military-backed constitution 

CAIRO (AP) — Voters overwhelmingly supported Egypt's military-backed constitution in a two-day election, with 98.1 percent supporting it in the first vote since a coup toppled the country's president, the election commission said Saturday.
The election was seen as key to legitimizing its military-backed interim government and wasn't a surprise, as authorities lobbied the public extensively to support it. But the turnout, only slightly higher than a referendum last year sponsored by the government of toppled Islamist President Mohammed Morsi, suggests a nation that is still deeply divided.

Egypt's High Election Commission said 38.6 percent of the country's more than 53 million eligible voters took part in the two-day poll Tuesday and Wednesday. Judge Nabil Salib, who heads the commission, said 20.6 million voters cast ballots, with some 20.3 million votes counted after eliminating those voided.
Salib called the vote an "unrivalled success" and "an unprecedented turnout." However, a similar referendum in 2012 supported by Morsi's government saw a 32.9 percent turnout.

This is the first vote since the military removed Morsi following massive protests in July. Officials view the vote as key in legitimizing the country's military-backed interim government and its plan for parliamentary and presidential elections.
Morsi's supporters and his outlawed Muslim Brotherhood group boycotted the vote and have alleged the results were forged. The Brotherhood has vowed to keep up their near-daily protests.


Selengkapnya: http://www.dallasnews.com/news/local-news/20140118-egypt-98.1-percent-of-voters-approve-military-backed-constitution.ece

Ternyata rakyat Mesir lebih suka konstitusi yang sekuler dan tidak berbau syariah seperti konstitusi bikinan rezim Mursi. Langkah berikutnya adalah pemilihan parlemen dan presiden. Moga-moga Mesir bisa punya pemerintahan yang sekuler, toleran, dan menghormati hak kelompok minoritas.

Egypt: 98.1 percent of voters approve military-backed constitution
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

PreviousNext

Return to Islam /Muslim dlm Gambar Dan Berita Internasional



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron