Makam keramat jadi tempat pelarian para wanita Maroko

Seluk beluk ttg hak/kewajiban wanita, pernikahan, waris, bentuk2 pelecehan hak2 wanita dlm Islam dll.
Post Reply
User avatar
DHS
Posts: 4378
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm
Contact:

Makam keramat jadi tempat pelarian para wanita Maroko

Post by DHS »

Makam keramat jadi tempat pelarian para wanita Maroko

Image

Manal Wehbi, Rabat –

Para wanita korban kekerasan di Maroko banyak yang melarikan diri ke kuburan keramat dari para orang kudus dalam mencari mujizat untuk menyembuhkan carut luka psikologis mereka.
Menurut laporan HAM, 74% dari segala bentuk kekerasan yang terjadi dalam rumah-tangga terhadap para wanita Maroko, jelas merupakan pelanggaran terhadap hak-hak wanita dan keamanan fisik mereka.

Kekerasan fisik, termasuk pukulan, tamparan dan perantaian menyebabkan wanita-wanita ini mengembangkan trauma dan ketidakstabilan jiwa. Kurangnya konseling yang memadai membuat mereka berjalan menurut jejak leluhur dengan cara mendatangi makam-makam keramat untuk mencari penghiburan.

Raqiya, 40 tahun, memutuskan untuk mendatangi makam “Moulay Abdullah bin Hassoun” di Sala, sebuah kota dekat Ibukota Rabat, dalam mencari kesembuhan dan bimbingan terhadap suaminya yang menurutnya menikmati penganiayaan atas dirinya dan bukannya memenuhi kewajiban sebagai suami dan ayah bagi anak-anaknya. Dia menggambarkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh suaminya itu “tidak umum”, maksudnya bahwa tidak ada kekuatan dunia yang sanggup mengubah suaminya. Dia mengklaim bahwa suaminya kemasukan setan.
Raqiya mengatakan bahwa dia merasakan “keheningan batin” manakala dia mengunjungi tempat suci dari orang kudusnya. Di sana dia dapat menangis, menyentuh makamnya, memohon agar suaminya dibalikkan ke jalan yang benar.

Oum Kalthoum, wanita lain, mengatakan bahwa dia merasa “gembira” manakala dia datang ke makam “Sidi Baliyout” di Casablanca. Dia meyakini “tindakan baik dari arwah Sidi dalam menyelamatkannya dari ketakutan yang mempengaruhi kehidupan perkawinannya”. Tanpa “mujizat” dari orang kudus ini pasti dia sudah lama cerai. Wanita ini berharap bahwa permohonannya bakal terjawab yaitu agar tercapai keharmonisan antara dia dengan suaminya, dimana menurutnya hal ini tidak dapat dilakukan oleh ahli jiwa.
“Saya tau bahwa Sidi Baliyout hanyalah seorang manusia biasa namun kita tidak dapat mengabaikan kebaikan dan mujizatnya karena dia adalah orang kudus”, katanya.

Kareema al-Wodgheiry, pengamat sosial, menggambarkan tradisi berziarah ke makam-makam suci seperti ini adalah bagian dari perjalanan “pencarian jiwa”. Dia mengatakan bahwa wanita yang datang ke tempat-tempat tersebut sebagai tanda kebodohan dan kurangnya pendidikan (buta huruf).

Maroko merupakan satu dari negara-negara yang berperingkat tertinggi di Afrika Utara dalam bidang buta huruf, 56% warga yang buta huruf adalah wanita, sisanya 31% laki-laki.

--------
Tanggap:
Bangsa yang terbelakang ini hanya dibatasi oleh selat Gibraltar dengan Eropa.
Mengapa keterbelakangan ini sampai sekarang masih juga terpelihara?
Dengan gamblang saya dapat menunjuk ISLAM sebagai penyebabnya!
Tidak terima? Silahkan ajukan seribu-satu dalih dan pembenarannya.

Makam keramat jadi tempat pelarian para wanita Maroko
FFI Alternative
Faithfreedompedia

Post Reply