Tentang argumen pro-poligami...

Seluk beluk ttg hak/kewajiban wanita, pernikahan, waris, bentuk2 pelecehan hak2 wanita dlm Islam dll.
Post Reply
Akirako
Posts: 2
Joined: Sun May 13, 2012 1:33 pm

Tentang argumen pro-poligami...

Post by Akirako »

Sebelumnya salam kenal buat forum FFI, aku newbie (soon to be ex-muslimah) disini ^^ Aku nggak ngelihat ada thread khusus pengenalan anggota baru, jadi kenalan sekaligus nanya deh. Maaf kalau isu ini udah dibahas sebelumnya. Cmiiw yah ^^'

Jadi aku selalu denger kalau di Islam (mungkin tepatnya pemahaman pihak tertentu akan islam), kalau poligami itu dibolehin karena alasan tertentu. Yang paling sering dikumandangkan biasanya:

1. Jumlah wanita yang lebih banyak dibanding pria (entah karena perang, entah karena alasan sistem imun wanita yang lebih kuat jalani kehidupan, dll), dan kesian kalau ada wanita yang nggak nikah (he? emang cewek cuma bisa survive kalau nikah? mendingan ngejomblo daripada nikah sama suami yang bikin stress :-s ). Aku pernah lihat statistik demografi yang di CIA factbook sama statistik lain tentang kependudukan dunia, kalau emang bener cewek lebih banyak, tapi hanya setelah >65 tahunan. Tapi kita tahulah kalau poligamers maunya embat yang muda, seger dan fresh. kemana prinsip 'membantu wanita2 yang benar2 memerlukan bantuan seorang pendamping hidup'? :-s Sono nikahin nenek2 yang minta2 di emperan toko kalau beneran mau 'ibadah'... poligamers kebanyakan mau kagak tuh?

2. Ada pria yang nggak bisa dipuasin cuman dengan 1 istri, jadi lebih baik poligami daripada zina. enak bener bisa selingkuh terselubung dengan embel2 nikah dan poligami? kenapa nggak belajar buat kontrol diri dan libido daripada langsung embat istri baru? (segitu lemahnyakah kontrol diri pria? dan banyak cewek yang juga bosen kemonotonan, tauk :p ) lagipula standar nggak bisa dipuasin dengan 1 istri ini subjektif banget, tiap muslim bisa tinggal bilang kalau mereka gila seks terus langsung menuhin 'syarat' ini, kan? :-s (btw, argumen ini juga sering kudenger kalau ada yang mati2an dukung nikah siri/mut'ah, tuh). terus gimana kalau istri nggak bisa puas dengan 1 suami? giliran ini, istri langsung dihujat "nggak tahu terima kasih/gila seks/istri baik2 harus nerima apapun keadaan suami" atau semacamnya :-s

3. Boleh poligami kalau istri nggak bisa punya anak/cacat berat/ dll. menurutku rendah banget kalau langsung poligami hanya gara2 istri nggak bisa punya anak. emang tujuan nikah cuma buat bikin anak (untuk membuat rasul bangga di hari akhirat nanti akan jumlah kaum muslim dibanding yang lain, kah?). apalagi kalau hanya gara2 istri dapet cacat badan, dimana kesakralan pernikahannya? :-s (gimana kalau yang mandul tahunya suaminya, hayo)

4. (yang ini buat para istri) Poligami bisa nambah pahala karena ngelatih kesabaran, kerjasama dengan istri lain suami, dll... Wth? aku selalu heran dengan konsep 'pahala' dalam ibadah muslim, yang biasanya ngutamain 'ngelakuin ini dapat pahala nih...'. kesannya bukan bertujuan untuk membangun hubungan dengan Tuhan, tapi murni cuma buat dapet pahala biar bisa masuk 'surga'. Lagian apa ibadah sama Tuhan itu hanya dengan ngorbanin diri dimadu? ibadah lain kan banyak, ngapain ini juga dijadiin argumen pro-poligami? kesannya maksain gara2 nggak punya alasan atau dasar lain yang kuat, gitu :-s

Aku juga bingung tentang syarat poligami yang katanya hanya boleh kalau adil. Nah adil ini kan subjektif, dan apa yang adil menurut satu orang belum tentu adil buat orang lain? Gimana kalau suami berkeras kalau pembagian dia baik dalam hal giliran, nafkah, dll itu udah adil tapi istri2 merasa tersakiti karena 'keadilan' suaminya itu? (yang ada istri ditonjok kali, eh, dipukul 'ringan' gara2 dikhawatirkan nusyuz) Bahkan ada pendapat yang kubaca di satu thread poligami di forum ini (hngg lupa yang mana, banyak sih :p ), kalau muslim sudah pasti bisa adil hanya karena standar adilnya itu hanya masalah pembagian nafkah (kalo nggak salah giliran juga) dan nggak masalah cinta atau hati, jadi cincai lah... dilandasi pula dengan pendapat "rasul aja punya istri favorit (Aisha) dan nggak bisa adil, apalagi kita? jadi adil masalah cinta & kasih sayang bukan syarat poligami dooong".

Wth? :-s aku tahu dan ngerasa kalau argumen2 seperti itu ngaco dan lahir cuma untuk memuaskan selangkangan pria dan tak satupun memperhatikan kondisi, kebutuhan, dan keadaan pihak perempuan (istri). oke, mungkin alasan aslinya sih baik untuk miara anak yatim dan beneran ngurus janda korban perang, tapi apa sekarang memang itu alasan poligami yang ada? yang ada justru agama dipaksain buat menuhin kepentingan pihak tertentu, menurutku ya.

Btw aku juga agak bingung, hanya gara2 nggak ada syarat poligami yang eksplisit di Quran (/hadis), ada banyak pihak yang bilang bahwa menetapkan syarat poligami lebih daripada 'rasa bisa adil' seperti pada An-Nisa (4:3) itu nggak boleh (haram, bahkan)... yang ini: "Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya".

Dari ayat itu, aku nyimpulin bahwa kalau ada muslim yang poligami hanya karena ngerasa bisa adil terus akhirnya nelantarin & nyakiti perasaan para istri, dia nggak bisa dipersalahkan menurut Islam, karena bukannya syaratnya yang eksplisit di Quran (sebagai sumber tertinggi hukum islam) cuma itu aja dan dia udah yakin pasti bisa adil, nggak peduli kenyataannya gimana? :-s

Nah, aku pingin tahu pendapat temen2 FFI tentang hal ini... tahu sendirilah, masih sulit nanya hal seperti ini di Indo dan nggak dihujat ad hominem/dikucilin/ditereakin buat pergi ke 'orang yang lebih pinter' aka ustadz (yang biasanya sih masih tekstualis dan misoginis) :-#

Post Reply