MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Seluk beluk ttg hak/kewajiban wanita, pernikahan, waris, bentuk2 pelecehan hak2 wanita dlm Islam dll.
User avatar
HILLMAN
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by HILLMAN »

Anggaplah saya "setuju" dengan isapan jempol anda di atas...... :lol:

Dengan demiikan apakah anda dapat menjawab pertanyaan saya di bawah ini ?
HILLMAN wrote: Thu Nov 24, 2011 9:11 am

Saya kutipkan dulu awal tulisan saya di halaman 1 untuk anda dan "btw" janganlah anda merasa terancam dengan buku saya... :lol:
HILLMAN wrote: Fri Apr 17, 2009 8:59 am

Tertulis di dalam Al Qur’an sebuah ayat mengenai pasangan suami istri, yaitu :

Surah Al Baqarah ayat 35

Image

waqulnaa yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa minhaa raghadan haytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina

= Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini.yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

Kita perhatikan pada hal dibawah ini.

Kata زَوْجُكَ – zawjuka = your couple = pasanganmu, ini berasal dari kata زوج = zawaja = pair couple two opposites male or female = pasangan bertautan dari dua jenis kelamin berlawanan pria atau wanita.

Bermakna sangat jelas pasangan satu suami dengan satu istri yaitu Nabi Adam dan istrinya.
.
HILLMAN wrote: Thu Nov 24, 2011 9:11 am

Sekarang, saya jadi ingin tahu, menurut ilmu "bahasa Quran bukan bahasa Arab" ( maaf.... :lol: ) yang anda yakini, apa makna kata زَوْجُكَ – zawjuka dalam ayat tersebut ?

Salam bagi semua orang yang berpikir.
Saya ulangi pertanyaan saya .... :lol:

Menurut ilmu "bahasa Quran bukan bahasa Arab" ( maaf.... :lol: ) yang anda yakini, apa makna kata زَوْجُكَ – zawjuka dalam ayat tersebut ?

Salam bagi semua orang yang berpikir.

User avatar
pusing
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by pusing »

Terima kasih atas jawaban berupa anggapannya. :stun:
Anggap saja dulu kata زَوْجُكَ-zaujuka berarti = istrimu tapi jangan dilepas dari keterkaitan ayat ayat yang sudah anda anggap setuju ya. :lol:

Albaqarah ayat 31 + arrahman 2 + 3 + 4 + albaqarah 35 = menjadi 2 pilihan tafsir dibawah ini:

1. وَقُلنَا يٰـٔادَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ وَزَوجُكَ بِعِلْمِنَا الأَسْمَاءُ الْجَنَّةَ-waqulnaa yaa aadamuskun anta wazaujuka bi`ilminal-asmaau ljannata

2. وَقُلنَا يٰـٔادَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ عِلْمِنَا الأَسْمَاءُ الْجَنَّةَ-waqulnaa yaa aadamuskun anta wa`ilminal-asmaau ljannata

Tafsir ini sederhana tanpa ada unsur subjectif dan kepentingan bawah perut. Saya yakin anda langsung dapat memahaminya.
sok atuh dicerna dulu ibarat makanan jangan terburu buru nanti keselek. :lol:

Kalau anda kesulitan mengalihbahasakan tafsir diatas, katakan..nanti saya bantu mengalih bahasakannya.

Jadi beban dipundak anda menjadi bertambah yaitu:
ini
pusing » Thu Nov 24, 2011 11:03 am
silahkan kembali ke uraian saya diatas, anda sanggup menyanggahnya?
dan ini:
Apakah anda setuju??? kalau tidak, silahkan anda sanggah tafsir 1 ataupun 2 diatas.
:lol:

User avatar
HILLMAN
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by HILLMAN »

Tadinya, saya berharap anda menulis sesuatu yang memang pantas untuk ditunggu. Sayang sekali saya harus kecewa rupanya..... ( maaf .... :lol: )

Baiklah, agar jelas, saya rela mengutipkan bagi semua pembaca mengenai upaya (maaf) cocok men-cocok sejumlah ayat-ayat demi dalil pembenaran perilaku “nabi” yang dibawa oleh bung Pusing pada thread ini.

Di bawah ini adalah ayat-ayat yang di cocok-cocok kan tersebut :

Image
'allama alqur-aana

[55:2] Yang telah mengajarkan al Quraan.

Image
khalaqa al-insaana

[55:3] Dia menciptakan manusia.

Image
'allamahu albayaana

[55:4] Mengajarnya pandai berbicara.

Image
wa'allama aadama al-asmaa-a kullahaa tsumma 'aradhahum 'alaa almalaa-ikati faqaala anbi-uunii bi-asmaa-i haaulaa-i in kuntum shaadiqiina

[2:31] Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

Image
waqulnaa yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa minhaa raghadan haytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina

[2:35] Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isteri (tunggal) mu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini. yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

Dan di”tafsir”kan oleh bung Pusing menjadi :
pusing wrote:
Albaqarah ayat 31 + arrahman 2 + 3 + 4 + albaqarah 35 = menjadi 2 pilihan tafsir dibawah ini:

1. وَقُلنَا يٰـٔادَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ وَزَوجُكَ بِعِلْمِنَا الأَسْمَاءُ الْجَنَّةَ-waqulnaa yaa aadamuskun anta wazaujuka bi`ilminal-asmaau ljannata

2. وَقُلنَا يٰـٔادَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ عِلْمِنَا الأَسْمَاءُ الْجَنَّةَ-waqulnaa yaa aadamuskun anta wa`ilminal-asmaau ljannata

Tafsir ini sederhana tanpa ada unsur subjectif dan kepentingan bawah perut. Saya yakin anda langsung dapat memahaminya.
sok atuh dicerna dulu ibarat makanan jangan terburu buru nanti keselek. :lol:

Kalau anda kesulitan mengalihbahasakan tafsir diatas, katakan..nanti saya bantu mengalih bahasakannya.
Apanya yang sulit ? Bahkan kaitan antara "ilmu" dan "istri" saja tulisan anda tidak mampu menunjukan pada saya.... :lol:

Dengan panjang lebarpun, sampai saat ini tidak ada kesalahan saya yang dapat anda tunjukan mengenai makna kata زَوْجُكَ - zawjuka = istri(TUNGGAL)mu.

Ingat ..... kata زَوْجُكَ - zawjuka istri-istri(JAMAK)mu.

Sebab itu, maka prilaku “sang nabi” tentunya sudah terbukti melanggar hukum Allah dengan beristri lebih dari satu orang.

pusing wrote: Jadi beban dipundak anda menjadi bertambah yaitu:
ini

pusing » Thu Nov 24, 2011 11:03 am
silahkan kembali ke uraian saya diatas, anda sanggup menyanggahnya?

dan ini:

Apakah anda setuju??? kalau tidak, silahkan anda sanggah tafsir 1 ataupun 2 diatas.
:lol:
Apa yang anda urai, sehingga menjadi beban saya dan perlu saya sanggah ? :lol:

Malah saya jadi ingin tertawa melihat upaya anda cocok men-cocok antara "ilmu" dan "istri" demi pembenaran prilaku "nabi" yang beristri banyak.

Dimanakah relevansinya isapan jempol anda dengan makna kata زَوْجُكَ - zawjuka = istri(TUNGGAL)mu yang menjadi salah satu point pembahasan thread ini ?

Anda baca saja baik-baik tulisan saya dari halaman 1 sampai halaman ini..... dan bantahlah.

Salam bagi semua orang yang berpikir.

User avatar
pusing
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by pusing »

HILLMAN wrote:
Tadinya, saya berharap anda menulis sesuatu yang memang pantas untuk ditunggu. Sayang sekali saya harus kecewa rupanya..... ( maaf .... :lol: )

Baiklah, agar jelas, saya rela mengutipkan bagi semua pembaca mengenai upaya (maaf) cocok men-cocok sejumlah ayat-ayat demi dalil pembenaran perilaku “nabi” yang dibawa oleh bung Pusing pada thread ini.
Anda memang tidak pantas menunggu post saya karena ilmu hanya saya berikan untuk muslim muslim di PM saya. :rofl:
Yang diatas inilah yang saya dari awal sangat senang berdiskusi dengan anda dan sampai saat ini saya semakin suka dengan anda. :finga:
Sudah pernah saya kemukakan kalau saya sangat berterima kasih kepada anda yang selalu membantu saya membuktikan betapa benarnya kebenaran alquran.
dalam tulisan anda diatas saya sangat cocok karena memang cucok dengan maunya rasul dan Allah dan memang benar dikatakan mencocokkan ayat yang satu dengan ayat lainnya. tapi anda salah. :lol: seharusnya bukan demi dalil pembenaran perilaku “nabi” melainkan demi dalil kebenaran perilaku “nabi”. perhatikan betapa cocoknya klaim anda dengan hadits dan ayat berikut:
اَلْقُرْاٰنُ يُفَسِّرُ بَعْضُهُ بَعْضًا-alqur-aanu yufassiruhuu ba`dhuhu ba`dhan.
Alqur-an itu saling mengolah tafsir / menafsirkan bagian yang satu oleh bagian lainnya.

وَلاَ يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلاَّ جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا-walaa ya-tuunaka bimatsalin illaa ji-naaka bilhaq wa ahsana tafsiiran
dan tidaklah mereka mendatangkan berbagai ungkapan kecuali Kami telah datangkan pada mu(rasul) yang objectif(benar) yaitu alquran sebaik baik tafsir.(25;33)
اَتٰى-ataa = datang.
اَتٰى بِ-ataa bi=mendatangkan.
مَثَلٌ-matsalun=misal;perumpamaan;ungkapan
kata hubung وَ-wa berfungsi sebagai penghubung kata/kalimat didepannya oleh yang dibelakangnya.
artinya menjadi bisa=yaitu.

وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلاَّ الْفَاسِقُونَ-walaqd anzalnaa ilaika aayaatin bayyinaatin wamaa yakfuru bihaa illaalfaasiquun.
sungguh telah Kami turunkan kepada mu(rasul) ayat ayat yang saling menjelaskan dan tidaklah bersikap negatif dengannya kecuali para pelaku yang keluar dari jalan haq.(2;99)
اٰيَاتٌ-aayaatun=ayat ayat
بَانَ-baana=menjelaskan;menerangkan
بَيَّنَ-bayyana= saling menjelaskan
بَيِّنَاتٌ -bayyinaatun=yang saling menjelaskan.
فَسَقَ=خَرَجَ عَنْ طَرِيْقِ الْحَقِّ-fasaqa=kharaja `an thariiqilhaq=keluar dari jalan/tatanan yang haq.

Bukti kalau bung Hillman setuju dengan alquran isinya saling menafsirkan seperti yang dikemukakan sunnah rasulNya dalam hadits sebagai berikut(saya kutip teksnya saja karena saya tidak mengalih bahasakannya belum tentu seperti itu):
Hillman wrote:
Di bawah ini adalah ayat-ayat yang di cocok-cocok kan tersebut :

Image
'allama alqur-aana

Image
khalaqa al-insaana

Image
'allamahu albayaana

Image
wa'allama aadama al-asmaa-a kullahaa tsumma 'aradhahum 'alaa almalaa-ikati faqaala anbi-uunii bi-asmaa-i haaulaa-i in kuntum shaadiqiina


Image
waqulnaa yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa minhaa raghadan haytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina
Dan hasil dari آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ=اَلْقُرْاٰنُ يُفَسِّرُ بَعْضُهُ بَعْضًا-aayaatin bayyinaatin=alqur-aanu yufassiruhuu ba`dhuhu ba`dhan yang Diakui Bung Hillman sebagai berikut:
Hillman wrote:
Dan di”tafsir”kan oleh bung Pusing menjadi :

Albaqarah ayat 31 + arrahman 2 + 3 + 4 + albaqarah 35 = menjadi 2 pilihan tafsir dibawah ini:

1. وَقُلنَا يٰـٔادَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ وَزَوجُكَ بِعِلْمِنَا الأَسْمَاءُ الْجَنَّةَ-waqulnaa yaa aadamuskun anta wazaujuka bi`ilminal-asmaau ljannata

2. وَقُلنَا يٰـٔادَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَ عِلْمِنَا الأَسْمَاءُ الْجَنَّةَ-waqulnaa yaa aadamuskun anta wa`ilminal-asmaau ljannata

Tafsir ini sederhana tanpa ada unsur subjectif dan kepentingan bawah perut. Saya yakin anda langsung dapat memahaminya.
sok atuh dicerna dulu ibarat makanan jangan terburu buru nanti keselek. :lol:

Kalau anda kesulitan mengalihbahasakan tafsir diatas, katakan..nanti saya bantu mengalih bahasakannya.
dikarenakan Bung Hillman tidak mengerti tafsir ayat bil ayat, jadi bingung deh :lol:
Hillman wrote:
Apanya yang sulit ? Bahkan kaitan antara "ilmu" dan "istri" saja tulisan anda tidak mampu menunjukan pada saya.... :lol:
sudah saya bilang seperti yang anda bilang juga. anggap saja زَوْجُكَ - zawjuka = istri(TUNGGAL)mu.
kalau anda bingung kaitannya, belajar dulu memahami fungsi isteri dan fungsi ilmu. Nanti anda akan paham kaitan keduanya adalah sama sama yang menasehati, mendampingi, merawat, membimbing, memberi petunjuk dan lain sebagainya dikala anda bingung tidak ada pegangan hidup seperti saat ini. :lol: :rofl:
Memangnya anda tidak punya pasangan hidup(isteri) seperti itu ya?? :rofl:
Hillman wrote:
Dengan panjang lebarpun, sampai saat ini tidak ada kesalahan saya yang dapat anda tunjukan mengenai makna kata زَوْجُكَ - zawjuka = istri(TUNGGAL)mu.

Ingat ..... kata زَوْجُكَ - zawjuka istri-istri(JAMAK)mu.

Sebab itu, maka prilaku “sang nabi” tentunya sudah terbukti melanggar hukum Allah dengan beristri lebih dari satu orang.

Makna itu tidak salah. yang salah adalah kerdilnya otak anda yang hanya sebatas kemampuan bertata bahasa arab, anda menangkap secara bahasa dan langsung mengkonotasikan mengarah ke bawah perut. :rofl: Apa perlu saya kemukakan?? :lol:

Saya sudah menyanggah apa adanya sekarang giliran anda menyanggahnya. Sanggupkah?? :lol:

User avatar
HILLMAN
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by HILLMAN »

Lah.... malah semakin ngawur upaya cocok men-cocok ayat-nya, apa yang saya tanyakan "timur" anda jawab "barat" .... saya jadi ingat upaya anda dalam menghindari batu uji tatabahasa Arab untuk Al Quran dengan isapan jempol "bahasa Al Quran bukan bahasa Arab" .... ( maaf... :lol: )

Sudah saya katakan, anggaplah saya "setuju" dengan apa yang anda tulis mengenai ayat-ayat yang saling menjelaskan. Bukan hanya pada Al Quran, sebuah buku Harry Potter pun demikian adanya. Tetapi apa kaitannya dengan pertanyaan saya mengenai "istri" yang tunggal menjadi jamak ?

Oleh sebab itu, saya ulangi sekian kali pada anda untuk menjelaskan dalil dari Al Quran mengenai makna kata زَوْجُكَ - zawjuka = istri(TUNGGAL)mu, yang berubah makna menjadi kata زَوْجُكَ - zawjuka istri-istri(JAMAK)mu, agar "sesuai" dengan prilaku “sang nabi” yang sudah melanggar hukum Allah dengan beristri lebih dari satu orang.

Salam bagi semua orang yang berpikir.

User avatar
pusing
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by pusing »

HILLMAN wrote:Lah.... malah semakin ngawur upaya cocok men-cocok ayat-nya, apa yang saya tanyakan "timur" anda jawab "barat" .... saya jadi ingat upaya anda dalam menghindari batu uji tatabahasa Arab untuk Al Quran dengan isapan jempol "bahasa Al Quran bukan bahasa Arab" .... ( maaf... :lol: )

Sudah saya katakan, anggaplah saya "setuju" dengan apa yang anda tulis mengenai ayat-ayat yang saling menjelaskan. Bukan hanya pada Al Quran, sebuah buku Harry Potter pun demikian adanya. Tetapi apa kaitannya dengan pertanyaan saya mengenai "istri" yang tunggal menjadi jamak ?

Oleh sebab itu, saya ulangi sekian kali pada anda untuk menjelaskan dalil dari Al Quran mengenai makna kata زَوْجُكَ - zawjuka = istri(TUNGGAL)mu, yang berubah makna menjadi kata زَوْجُكَ - zawjuka istri-istri(JAMAK)mu, agar "sesuai" dengan prilaku “sang nabi” yang sudah melanggar hukum Allah dengan beristri lebih dari satu orang.

Salam bagi semua orang yang berpikir.

Anda sering mengatakan ngawur, isapan jempol dan lain sebagainya tapi tidak pernah membuktikan dengan menunjukkan tulisan yang mana yang ngawur dan mana yang benar. :lol:
saya bertanya tapi tidak pernah anda mampu menjawabnya. Tapi anda bertanya selalu saya jawab.
Saya belum pernah menghindar dari anda. hanya saja anda tidak paham ketika berbicara suatu masalah dan saya mengajaknya ke dasar terlebih dahulu. Ibarat anda menanyakan binatang apa itu, saya menjawab dengan memperkenalkan mulai dari kakinya atau ekornya dulu. tapi anda selalu menarik saya ke masalah binatang apa itu. Paham?? :lol:

Maksud saya berbuat begitu bukan berarti menghindar melainkan jangan sampai anda memegang ekor gajah dan mengklaim inilah gajah. Paham!! :lol:

yang saya heran..lama lama anda kalau berdiskusi dengan saya pelit sekali memberikan ilmu. Lain terhadap yang lainnya walaupun saya dan mereka sama sama anda anggap tidak menghargai ilmu anda.

Apakah anda tidak sanggup membantahnya dan hanya sanggup ngoceh dan bertanya tanya saja?? :lol:

walet
Posts: 5973
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by walet »

pusing wrote: Makna itu tidak salah. yang salah adalah kerdilnya otak anda yang hanya sebatas kemampuan bertata bahasa arab, anda menangkap secara bahasa dan langsung mengkonotasikan mengarah ke bawah perut. :rofl: Apa perlu saya kemukakan?? :lol:

Saya sudah menyanggah apa adanya sekarang giliran anda menyanggahnya. Sanggupkah?? :lol:
Kan pernyataan Mas Hillman bener? Apanya yang salah. Kok strateginya bukan benar salah lagi tp standar khas muslim yang salah menjadi seolah2 bener.
Mana ada istri banyak adalah sesuatu yang baik.

User avatar
Momad Narsis
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by Momad Narsis »

@Bung Hillman
Baiklah bung Hilman saya akan mengalih bahasakan maksud dari bung Pusing..
Pusing : "Begini loh bung Hilman..gimana kalau kita damai aja ya bang..kan bisa di kompromikan tuh..jadi jangan di bongkar di sini ya..saya malu ada upaya membongkar prilaku nabi di sini yg banyak bini entar di baca muslim,lagian ulama tafsir sudah setuju kok terjemahannya kaya gitu bang..gimana bang?
damai aja ya?"
kira2 begitulah maksud bung Pusing.
Apakah bang Hilman bisa mengerti & mau berbelaskasihan?
Salam Damai

User avatar
pusing
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by pusing »

walet wrote:
Kan pernyataan Mas Hillman bener? Apanya yang salah. Kok strateginya bukan benar salah lagi tp standar khas muslim yang salah menjadi seolah2 bener.
Mas walet sebaiknya kalau tidak mengerti apa apa duduk saja di pojok dan pelajari baik baik diskusi saya dengan Hillman karena anda juga tidak mampu mengisi titik titik dibawah ini. oh ya sekalian buat bung Hillman juga kalau mampu silahkan di isi dulu yang benar ya setelah itu baru kita lanjutkan diskusinya dan jangan mengulangi hal yang sama ketika anda tidak mengisi titik titik tentang fi`il amr dan mudhari: :lol:
زَوْجٌ-zaujun = ........

زَوْجَانِ-zaujaani = ........

اَزْوَاجٌ-azwaajun = .........

kembali kepada mas walet. kalau bung Hillman dapat mengisi titik titik diatas dengan benar, anda pantas mengatakan kalau pernyataan Bung Hillman benar. soalnya kalau dia sanggup mengisinya dengan benar saya akan menghubungkannya dengan ayat ayat lainnya dan perjalanan ini masih panjang sebelum dikatakan benar atau salah. Paham?? :lol:
jadi jangan dulu merasa benar sebelum melewati batu uji.
walet wrote:
Mana ada istri banyak adalah sesuatu yang baik.
Mas walet tolong dewasalah sedikit. :lol:
saya belum menuliskan tolak ukur baik atau tidaknya sesuatu karena melihat jumlah isteri banyak atau satu. Paham?? :green:

User avatar
pusing
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by pusing »

Momad Narsis wrote:@Bung Hillman
Baiklah bung Hilman saya akan mengalih bahasakan maksud dari bung Pusing..
Pusing : "Begini loh bung Hilman..gimana kalau kita damai aja ya bang..kan bisa di kompromikan tuh..jadi jangan di bongkar di sini ya..saya malu ada upaya membongkar prilaku nabi di sini yg banyak bini entar di baca muslim,lagian ulama tafsir sudah setuju kok terjemahannya kaya gitu bang..gimana bang?
damai aja ya?"
kira2 begitulah maksud bung Pusing.
Apakah bang Hilman bisa mengerti & mau berbelaskasihan?
Salam Damai
Apakah memang begini ya sikap murid murid Hillman ketika beliau menghilang? :rofl:
Kenapa anda memfitnah menuliskan sesuatu yang orang tidak menuliskannya? :lol:

User avatar
HILLMAN
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by HILLMAN »

HILLMAN wrote:Lah.... malah semakin ngawur upaya cocok men-cocok ayat-nya, apa yang saya tanyakan "timur" anda jawab "barat" .... saya jadi ingat upaya anda dalam menghindari batu uji tatabahasa Arab untuk Al Quran dengan isapan jempol "bahasa Al Quran bukan bahasa Arab" .... ( maaf... :lol: )

Sudah saya katakan, anggaplah saya "setuju" dengan apa yang anda tulis mengenai ayat-ayat yang saling menjelaskan. Bukan hanya pada Al Quran, sebuah buku Harry Potter pun demikian adanya. Tetapi apa kaitannya dengan pertanyaan saya mengenai "istri" yang tunggal menjadi jamak ?

Oleh sebab itu, saya ulangi sekian kali pada anda untuk menjelaskan dalil dari Al Quran mengenai makna kata زَوْجُكَ - zawjuka = istri(TUNGGAL)mu, yang berubah makna menjadi kata زَوْجُكَ - zawjuka istri-istri(JAMAK)mu, agar "sesuai" dengan prilaku “sang nabi” yang sudah melanggar hukum Allah dengan beristri lebih dari satu orang.

Salam bagi semua orang yang berpikir.

pusing wrote: Anda sering mengatakan ngawur, isapan jempol dan lain sebagainya tapi tidak pernah membuktikan dengan menunjukkan tulisan yang mana yang ngawur dan mana yang benar. :lol:
saya bertanya tapi tidak pernah anda mampu menjawabnya. Tapi anda bertanya selalu saya jawab.
Saya belum pernah menghindar dari anda. hanya saja anda tidak paham ketika berbicara suatu masalah dan saya mengajaknya ke dasar terlebih dahulu. Ibarat anda menanyakan binatang apa itu, saya menjawab dengan memperkenalkan mulai dari kakinya atau ekornya dulu. tapi anda selalu menarik saya ke masalah binatang apa itu. Paham?? :lol:

Maksud saya berbuat begitu bukan berarti menghindar melainkan jangan sampai anda memegang ekor gajah dan mengklaim inilah gajah. Paham!! :lol:

yang saya heran..lama lama anda kalau berdiskusi dengan saya pelit sekali memberikan ilmu. Lain terhadap yang lainnya walaupun saya dan mereka sama sama anda anggap tidak menghargai ilmu anda.

Apakah anda tidak sanggup membantahnya dan hanya sanggup ngoceh dan bertanya tanya saja?? :lol:


"Gajah"nya saja sudah di depan mata, mengapa harus pegang ekornya untuk mengatakan itu "gajah" ....... atau memang anda bermaksud menghisap jempol lagi untuk mengatakan itu adalah "gajah" yang bukan "gajah" ? .... Paham ? :lol:

Saya ikuti "gajah" anda..... :lol:

Pada awal dan sampai saat ini, "gajah Zawjuka" itu sudah saya terangkan dan saya berikan dalil-dalil pendukungnya yang menguatkan bahwa itu adalah seekor "gajah Zawjuka", kakinya hanya 4, bukan 8 atau 16 apalagi 48.

Kemudian, apakah tujuan anda dengan ngalor ngidul membicarakan kaki "ayam", anda ingin menggambarkan bahwa "gajah Zawjuka" itu memiliki kaki 8 atau 16 atau bahkan 48 kaki "ayam" ...... ? :lol:

Jadi, tidak perlu ngalor ngidul.... buktikan saja jika anda mampu bahwa makna "Zawjuka" itu BUKAN 1 laki-laki dengan pasangan yang diciptakan Allah 1 perempuan.

Juga, pertanyaan anda di atas telah saya tuliskan di halaman awal.... apakah anda memang malas membaca sehingga mengulang pertanyaan yang sudah terjawab ? :lol:


Salam bagi semua orang yang berpikir.

Btw... apakah bung Pusing sengaja "meninggalkan" thread ini http://indonesia.faithfreedom.org/forum/post807616.html

iluvboy.blogspot
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by iluvboy.blogspot »

dasar pussy :lol:

User avatar
pusing
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by pusing »

HILLMAN wrote:

"Gajah"nya saja sudah di depan mata, mengapa harus pegang ekornya untuk mengatakan itu "gajah" ....... atau memang anda bermaksud menghisap jempol lagi untuk mengatakan itu adalah "gajah" yang bukan "gajah" ? .... Paham ? :lol:
Sudah saya tebak sebelumnya anda tidak mampu mengisi titik titik diatas. :lol:
Baiklah kalau begitu saya ringan kan beban anda dengan saya bantu memberikan beberapa pilihan arti berikut ini dan anda hanya tulis nomer berapa yang benar ya. mudah bukan ?:lol: diantara point dibawah ini mana gajah yang menurut anda sudah didepan mata anda sebenarnya?? :rofl:
1. زَوْجٌ-zaujun = (satu) pasangan--->mufrad(tunggal)

زَوْجَانِ-zaujaani = (dua) pasangan--->(mutsanna)

اَزْوَاجٌ-azwaajun = (banyak) pasangan.---->(jamak)


3. زَوْجٌ-zaujun = (satu) pasang---->mufrad(tunggal)

زَوْجَانِ-zaujaani = (dua) pasang---->(mutsanna)

اَزْوَاجٌ-azwaajun = (banyak) pasang.-->(jamak)


4. زَوْجٌ-zaujun = (satu) isteri-->mufrad(tunggal)

زَوْجَانِ-zaujaani = (dua) isteri---->(mutsanna)

اَزْوَاجٌ-azwaajun = (banyak) isteri.-->(jamak)


5. زَوْجٌ-zaujun = (satu) isteri-->mufrad(tunggal)

زَوْجَانِ-zaujaani = (dua) isteri---->(mutsanna)

اَزْوَاجٌ-azwaajun = (satu) isteri.-->mufrad(tunggal)


6. زَوْجٌ-zaujun = (satu) ikatan pernikahan-->mufrad(tunggal)

زَوْجَانِ-zaujaani = (dua) ikatan pernikahan---->(mutsanna)

اَزْوَاجٌ-azwaajun = (banyak) ikatan pernikahan.-->(jamak)


7. زَوْجٌ-zaujun = (satu) isteri-->mufrad(tunggal)

زَوْجَانِ-zaujaani = (dua) isteri---->(mutsanna)

اَزْوَاجٌ-azwaajun = (satu) ikatan pernikahan.-->mufrad(tunggal)

Mana diantara point point diatas yang benar??
kalau semuanya salah, apakah yang benar dibawah ini??
Hillman wrote:
Kata أزَوْجُكَ – zawjuka = your couple = pasanganmu, adalah bentuk kata ganti orang, sehingga dapat dituliskan menjadi = your wife (singular) = istrimu (tunggal).

Kemudian kata أَزْوَاجَكَ = azwaajaka, adalah bentuk kata keadaan dari kata زوج = zawaja, sehingga maknanya dituliskan menjadi = your marriage (singular) = ikatan pernikahanmu (tunggal).
Jadi menurut pengakuan anda sendiri saya mencocokkan ayat dengan ayat lainnya bukan?? :lol:

nah kalau tulisan anda diatas ini mencocokkan ayat pada kata أَزْوَاجَكَ = azwaajaka dengan apa? atau dengan siapa? :rolling:

Dijamin dweh Hillman tidak sanggup menjawabnya. :lol:


NOTE: INGAT BUNG HILLMAN!! ANDA DALAM POSISI TS YANG DIMINTA TANGGUNG JAWABNYA. KONSISTEN DONK!!

User avatar
pusing
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by pusing »

iluvboy.blogspot wrote:dasar pussy :lol:
bantuin jawab yang benar noh GURU MU PROF. HILLMAN?? :rofl:

User avatar
HILLMAN
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by HILLMAN »

Sudah saya katakan, apa yang anda tuliskan sudah saya jelaskan pada halaman awal thread ini, demikian pula halnya mengenai kata أَزْوَاجَكَ azwaajaka, sudah saya terangkan dengan jelas pada halaman awal thread ini. Sayangnya anda terlalu malas untuk membaca selain "ber-syahwat" menuding kesalahan saya dengan amarah... :lol:


Dipersilahkan anda baca di link ini http://indonesia.faithfreedom.org/forum ... age20.html

Tetapi karena saya sudah tahu anda sangat malas untuk membaca, maka saya kutipkan untuk anda quote "diskusi"nya yang telah saya tulis sejak tanggal Fri May 15, 2009 6:05 pm di halaman 2.

gaston31 wrote:Bung Hillman, anda ingin saya berijtihad tanpa ilmu?
saya ga ada maasalah dgn kata dasarnya, sepakat. tapi ketika mendapatkan imbuhan tentu bisa saja artinya lain..

anda belum tegas menjawab ini, apakah para penterjemah kompak menutupi perilaku Rasul?
HILLMAN wrote: Mas Gaston, salah satu makna ijtihad adalah upaya segenap kemampuan menggali ilmu. Apakah anda sudah memulai mencari ilmu mengenai bahasa Arab ini?

Terima kasih kita sudah sepakat bahwa ZAWAJA = PASANGAN. Thread saya dengan jelas menyatakan "manipulasi" itu.
gaston31 wrote: coba liat pendapat sdr abdurochman berikut:
abdurochman wrote:
Mmmmmhhhh sepertinya dalam kata

أزوجك

sebelumnya jamak di bedakan menjadi dua :

1.jamak salim = yang memiliki pemalingan kata yang mempunyai kaidah baku
Contoh : يَدْخُلُونَهَا

2.jamak taksir = yang memiliki pemalingan kata yang tidak beraturan sehingga diperlukan adanya pola wazan(timbangan).
أزوجك

dalam tatanan bahasa arab adalah memang benar kata أزوجك tersebut menjadi jamak...artinya istri-istrikamu....masuk ke dalam jamak taksir...

ك
Huruf Kaf tersebut sebagai bentuk nashob kepada Mukhtob

Sehingga menjadi (azwajuka)artinya menjadi istri-istri kamu

Lihat Surah ar-rad 23:
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

Disitu ada kata yang sama yaitu :

أَزْوَاجِهِمْ artinya adalah istri-istrinya..adapun nashob Hum (هِمْ menjadi bagi dhomirnya bagi kata ganti ketiga(ghoib) pada dhomirnya ...

yang artinya istri-istrinya...

untuk lebih gamblangnya jamak taksir atau disebut juga dengan (jama'ul mukassar),Yaitu :The broken plural memang cara pembutukan jamak ini tidak begitu segampang dengan jamak salim...

Karena sesuai dengan bentuknya yang tidak beraturan,makanya untuk mengetahui jamak taksir lebih dalam perlu di ketahui pola wazan..tersebut...
HILLMAN wrote: Ya, mari kita telaah tulisan mas abdurochman. Dan dalam sebuah bahasa Arab yang terang tentunya tidak akan ada kalimat seperti "Yaitu :The broken plural memang cara pembutukan jamak ini tidak begitu segampang dengan jamak salim..."

Maaf kalau saya katakan “seperti orang yang memakai kacamata kuda”.
Mengapa saya katakan demikian? Karena sesungguhnya jika kita benar ber-ijtihad, dalam satu ayat ini saja sudah menguatkan apa yang saya maksud.

Saya coba tuliskan sesederhana mungkin agar mudah dipahami.

Pertama.
Kita sepakat bahwa ZAWAJA = PASANGAN (DUA MENJADI SATU), jadi AZWAJUKA = PASANGANMU, adalah bukan khusus bermakna ISTRIMU, tetapi dapat juga berarti SUAMIMU. Tentunya anda sepakat bukan?

Kedua.
Kita telaah surah Ar Rad ayat 23 dengan terjemahan dalam berbagai bahasa.

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ

jannaatu 'adnin yadkhuluunahaa waman shalaha min aabaa-ihim wa-azwaajihim wadzurriyyaatihim waalmalaa-ikatu yadkhuluuna 'alayhim min kulli baabin

= (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

Dan saya kutipkan salah satu terjemahan dari bahasa lain:

Yusuf Ali = Gardens of perpetual bliss: they shall enter there, as well as the righteous among their fathers, their spouses, and their offspring: and angels shall enter unto them from every gate (with the salutation):

Kata yang penting dalam ayat ini:

Kata آبَائِهِمْ - aabaa-ihim = bapak-bapaknya, = their fathers,.

Dan

أَزْوَاجِهِمْ - azwaajihim = isteri-isterinya, = their spouses,

Mari kita lihat makna kedua kata ini:


Bapak = Orang tua laki-laki
Ibu = Orang tua perempuan
Pasangan = Jodoh dari seseorang dalam pernikahan
Istri = Jodoh dari seorang laki-laki dalam pernikahan
Suami = Jodoh dari seorang perempuan dalam pernikahan

Father = A male parent.
Mother = A female parent.
Spouse = A person’s partner in marriage
Wife = A man’s partner in marriage
Husband = A woman’s partner in marriage


SEKARANG KITA TELAAH DENGAN PERBANDINGAN DI ATAS

Pada Surah Al Azhab ayat 50, tertulis kata أَزْوَاجَكَ azwaajaka, yang BERBENTUK SERUPA dengan آبَائِهِمْ aabaa-ihim dan أَزْوَاجِهِمْ azwaajihim.

PERHATIKAN PENGGUNAAN HURUF YANG SAMA ANTARA أَزْوَاجَكَ azwaajaka DENGAN أَزْوَاجِهِمْ azwaajihim.

Dengan demikian JIKA kata أَزْوَاجَكَ azwaajaka dimaknakan SEORANG PRIA DENGAN BEBERAPA ISTRI.

MAKA kata أَزْوَاجِهِمْ - azwaajihim., dalam Surah Ar Rad ayat 23 diartikan ISTRI_ISTRI DARI SEORANG PRIA,

AKIBATNYA kata آبَائِهِمْ aabaa-ihim, diartikan menjadi BAPAK-BAPAK DARI SEORANG PRIA.

Mas Gaston, tentu anda menangkap maksud saya, SEORANG PRIA DENGAN BAPAK YANG LEBIH DARI SATU ORANG.

Anda sepakat sampai titik ini ?

Sebagai bahan pemikiran mas Gaston dan juga saya, Jika ALLAH yang berkehendak, tentunya Al Quran diturunkan bukan hanya untuk “nabi”, tetapi untuk semua manusia bukan? Dan ingat “nabi” hanya pembawa berita.

Apakah menurut anda kata “kamu” dalam Surah Al Azhab ayat 50 ini tidak untuk semua umat manusia ?.


Apakah anda masih belum paham mengenai seekor "gajah berkaki 4 bukan 8, bukan 12 atau bukan 48" ? :lol:

Salam bagi semua orang yang berpikir.

User avatar
HILLMAN
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by HILLMAN »

Oleh-oleh dari seorang sahabat FFI yang merantau di forum masturba** islam, dan membawakan (konon) "tanggapan" thread ini agar saya "service" dengan ramah... :lol:

Oleh karena itu, meskipun "tanggapan" ini sudah terjawab oleh tulisan di atas, saya tambahkan sedikit saja.... :lol:

أزوجك

dua macam Jamak :

1.jamak salim = yang memiliki pemalingan kata yang mempunyai kaidah baku
Contoh : يَدْخُلُونَهَا

2.jamak taksir = yang memiliki pemalingan kata yang tidak beraturan sehingga diperlukan adanya pola wazan(timbangan).
أزوجك

.

ك

Huruf Kaf tersebut sebagai bentuk nashob kepada Mukhtob

Sehingga menjadi (azwajuka)artinya menjadi istri-istri kamu

Lihat Surah ar-rad 23:
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

Disitu ada kata yang sama yaitu :

أَزْوَاجِهِمْ
artinya adalah istri-istrinya..adapun nashob Hum هِمْ menjadi bagi dhomirnya bagi kata ganti ketiga(ghoib) pada dhomirnya ...

yang artinya istri-istrinya


betul apa ngga tuh, pendapat saya yah?????????
silahkan2....

:lkj:
Lalu yang lapar nasi dan bubur ini ..... :lol:
tetapi hilman tak “berani” menyajikan utuh apa yg dikamsut dg TITIPAN.
Dia hanya merubah TERJEMAHAN tanpa menunjukkan bahasa aseli.

Kemudian……..
Cukup satu kata untuk menunjuk kesalahan fatal ala hilman.
َ أَزْوَاجَكَ
merupakan bentuk jamak yg tidak teratur yang oleh kang Hasan disebut “jamak taksir”.beda istilah tetapi berarti sama bahwa jamak tak teratur seperti ini mengunakan bentuk feminin baik untuk kata kerjanya atau kata sifatnya.


يَاآدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ..

Wa zawjuka/ وَزَوْجُكَ ,meskipun berakar sama dengan أَزْوَاجَكَ tetapi keduanya berbeda dalam jumlah.


وَزَوْجُكَ
= abaikan kata waw yg kata sandang.perhatikan ZAWJAKA.kata itu (zawjaka/زَوْجُكَ) menunjukkan jumlah 1-satu-one.bukan jamak alias tunggal.

Berbeda dengan AZWAAJA yg uda dari sono/arabnya berarti JAMAK.


ilustrasinyah antara azwaaja dan zawjaa;
azwaaja adalah bubur
zawjaa adalah nasi
kedua jenis makanan itu berasal dari padi (za waw jim)

lha si hilman maksain pengertian bubur = nasi....atow nasi = bubur....walah jaka sembung neh jagoan ffi..hahahaha....

selebihnyah dari hilman sayah serahkan kepada yg laen karena hilman terbukti abal dot botol
Maaf..... bwhahahaha.... :lol:

Saya menanggapi tulisan-tulisan di atas, cukuplah hanya dengan mengutip sebuah surat dalam Al Quran, yaitu Surah Al Baqarah ayat 232, lalu berdasarkan dengan dalil tulisan "beliau-beliau" tersebut di atas, maka makna kalimat أَزْوَاجَهُنَّ - azwaajahunna = suami-suaminya memiliki arti “satu wanita dengan banyak pasangan pria” seperti halnya “satu pria dengan banyak pasangan wanita” dalam pengertian mereka...... akibatnya.... pasti prilaku poliandri, seperti halnya poligami diperbolehkan dalam Islam.... :lol:

Inilah ayat yang saya maksud....

Image

wa-idzaa thallaqtumu alnnisaa-a fabalaghna ajalahunna falaa ta'dhuluuhunna an yankihna azwaajahunna idzaa taraadaw baynahum bialma'ruufi dzaalika yuu'azhu bihi man kaana minkum yu/minu biallaahi waalyawmi al-aakhiri dzaalikum azkaa lakum wa-athharu waallaahu ya'lamu wa-antum laa ta'lamuuna

[QS 2:232] Apabila kamu mentalak perempuan, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suami-suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Jadi menurut beliau-beliau ini, apakah kalimat أَزْوَاجَهُنَّ - azwaajahunna = suami-suaminya memiliki arti “satu wanita dengan banyak pasangan pria” seperti halnya “satu pria dengan banyak pasangan wanita” ?

Demikian sedikit tambahan dari saya.... insyaAllah bermanfaat.

Salam bagi semua orang yang berpikir.

User avatar
betdaniel99
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by betdaniel99 »

<Muslim mode=ON>Pokoknya Pak HILLMAN salah ajah.. hehehee..<Muslim mode=OFF>

Terus berjuang bang HILLMAN.. Tuhan menyertai.

Shukran.

User avatar
Mohmed Bin Atang
Posts: 2339
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari
Contact:

Re: MENUTUPI PRILAKU "SANG NABI"

Post by Mohmed Bin Atang »

betdaniel99 wrote:<Muslim mode=ON>Pokoknya Pak HILLMAN salah ajah.. hehehee..<Muslim mode=OFF>
Muslimnya udah begini duluan soalnya:

Image

kasian ya.. :turban:

Post Reply