Pukullah Isteri-Isterimu

Seluk beluk ttg hak/kewajiban wanita, pernikahan, waris, bentuk2 pelecehan hak2 wanita dlm Islam dll.
User avatar
zeba0th
Posts: 1402
Joined: Sat Sep 24, 2005 3:57 am

Post by zeba0th »

Mr.Keren Abizz
lebih teoritis dari pada hati nurani nya .. pantas dah

User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Post by Mr.Keren Abizz »

Domba Adadeh wrote:Ngejago banget nih orang (JelekAbizz). Kalau di FF International bahasa lu sopan yah, tapi kalo ngomong sama bangsa sendiri kasar sekali. Biar kelihatan beradab di mata bule, yah?
he he he begini2 dombaku, kenapa daku cukup sopan disana. Karena domba2 bule disana umumnya lebih beradab & sopan. Makanya daku mengimbanginya, sedangkan domba2 lokal yng ada FFI lokal disini. rata2 udah tolol, kurang ajar pula. Yaaah lebih mirip dengan sifat aslinya yaitu binatang, binatang DOMBA, kikikik. Makanya daku mengimbanginya dengan cara menggembalakan dikau2 semua dengan cara ini...terserah jika dikau anggap daku kasar, tapi maksud daku baik looooh. dan 1 lage daku memang jago loh, apalagi membuat domba2 terlihata makin tolol :wink:
Domba Adadeh wrote: JelekAbizz nulis: Siapa nih yang menentukan istri berontak, kurang ajar apa tidak? SUAMI
Siapa yang menentukan hukum pukulan itu? SUAMI
Siapa yang melaksanakan hukum pukulan itu? SUAMI
Jadi kalau elu seorang SUAMI Islam, wah enak banget deh luh. Nabokin istri tidak dipandang sebagai dosa, sebab diridhoi Nabimu.
Abu Dawood 11. 2142: "Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya."
nusyus itu sebuah kasus, wahai dombaku yng burig. Kasus dimana seorang istri menelantarkan suami n keluarganya. Dan tidak ada printah mukul memukul. Pan daku sudah jelaskan. Daraba berarti to beat, to hit and to leave , to apart. Do I make m'self crystal damn clear, DUMBASS?!!
Domba Adadeh wrote: Lalu ini apa?
http://www.mylinuxisp.com/~jrlaw/islam/ ... _women.htm
Muhammad beat his wives.

.... I said: Messenger of Allah, may my father and mother be ransom for you, and then I told him (the whole story). He said: Was it the darkness (of your shadow) that I saw in front of me? I said: Yes. He struck me on the chest which caused me pain, and then said: Did you think that Allah and His Apostle would deal unjustly? ... (Sahih Muslim, book 4, hadith 2127)
Again mistranslation my filhty sheep! Hadis ntu menggunakan kata lahaada, menurut kamus artinye to push not to struck

Dan dibwh ini daku ambil dari jawban sohib daku orok man:
oroks man wrote: Sebagai umat islam kami diwajibkan untuk mengikuti rasullah (yng sama sekali tidak pernah memukuli istrinya) dan ini tercantum didalam:[33:21]

Riyad as Salihin, Bab 34, "perlakukan wanita secara baik", nomor 278. Abu Huraira menyatakan, Rasullah, berkata, sebaik-sebaiknya orang beriman adalah orang yang memperlakukan wanita dengan baik" [Hr.Tirmidzi]

Riyad as Salihin, Bab 34,"perlakukan kaum wanita secara baik", nomor 273. Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulallah berkata, pria briman tidak diperkenankan membenci wanita beriman. Jika dia membenci salah satu sifat wanita tersebut, maka baiknya dia mengingat kebaikan wanita tersebut.[Hr.Muslim]


Riyad as Salihin, Bab 34, Perlakukan wanita secara baik", nomor 273. Abu Huraira melaporkan bahwa Rasullah berkata," perlakukan wanita secara baik. Wanita diciptakan dari tulang sulbi. Dan bagian (sulbi) yang paling bengkok adalah bagian paling atas. Jika kamu mencoba meluruskannya, kamu akan mematahkannya. Jika kamu meninggalkannya begitu saja, maka ia akan tetap bengkok. Maka dari itu perlakukan wanitamu dengan baik".

Aisyah berkata: nabi tidak pernah memukul dengan tangannya kecuali dalam berperang dijalan Allah, pula beliau tidak pernah memukul pembantu dan kaum wanita [Hr. Ibn Majah]
Pernyataan Rasullah bahwa sebaik2nya kaum beriman adalah yang terbaik dalam memperlakukan bininya, dan aku (nabi) adalah yang terbaik diantara dikau semua dalam hal itu.

Daku buat 2 kesimpulan dibawah ini dalam bhs.Ingris yah, dikau iso kan bhs Ingris? Kalau ora iso ciaaan deh loeeee :

(1) wife-beaters are the worst men and
(2) no Muslim wife-beater can possibly claim to imitate the Prophet , although Allah Most High said to imitate him : {Verily in the messenger of Allah ye have a good example for him who looketh unto Allah and the last Day, and remembereth Allah much}
(Quran 33:21). cappish dombaku?

Domba Adadeh wrote: Lalu ini:
: muwatta30.2.13. Di sini seorang wanita mencoba menipu suaminya agar dia berhenti meniduri pelayan mereka. Tapi Umar mengatakan pada sang suami untuk memukul istrinya dan tetapi meniduri budak wanitanya.
kalau ngasih hadis bok yng lengkap dombaku...jangan cuma spotong2. Apa dikau mau kalau daku kasih ee' cuma spotong..hihiihihi.
Domba Adadeh wrote: Bukan adribu tapi 'daraba'. Nih penjelasan eyang Ali Sina:
http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... .php?t=497
Daraba bukan berarti "tepukan ringan". Daraba berarti pukul. Kata ini maksudnya bukan seperti main musik dengan memukul drum, dikatakan pukullah istrimu. Kamu boleh menyangkal ini sekuat tenaga dan menyembunyikan kepalamu di bawah tanah, tapi kamu tidak bisa merubah kebenaran. Pemukulan didukung Hadis pula. Abu Dawood 11. 2142: "Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya."
Iya maksud daku juga DARABA, Daraba adalah akara katanya ***!. Itu sudah tertulis kok diartikel oroks man yng lalu yng daku posting, tapi karena didelete secara sepihak sama mod 3 yng tengik jadi ilang dech. Ini daku repost artikelnya.
oroks man wrote: Dalam surat 4:34 ditulis “idribuhunna”, asal kata dari “daraba” yang diterjemahkan menjadi “pukulah”. Padahal “daraba” tidak selalu dimaksudkan sebagai kata kerja “pukul”. Kata "idribuhunna"juga biasa dipakai untuk mengatakan “tinggalkan”,”pergi” (menjauhi, mengelak dsb) . Seperti mengatakan:
btw kata dikau hadis abu dawud tidak soheh kok sekarang dikau pake hadis dari dia seh?...standart domba [baca;ganda] ni yeeee :D

Domba Adadeh wrote: Itu memang extra information buat pembaca Muslim dan non-Muslim tentang keluarga nabimu. Kalau kau anggap data itu tidak benar, tunjukkan mana yang benar.
Mau OOT yah dombaku...memang domba doyan OOT tuk nutupin ketululannya kikikikik.

dalam keluarga nabi tidak ada tuch kata bogem bogeman :roll:

sekian dulu dombaku yng burig :wink:

spiderweb
Posts: 349
Joined: Sat Nov 05, 2005 4:29 am

Post by spiderweb »

Mr.Keren Abizz wrote: he he he begini2 dombaku, kenapa daku cukup sopan disana. Karena domba2 bule disana umumnya lebih beradab & sopan. Makanya daku mengimbanginya, sedangkan domba2 lokal yng ada FFI lokal disini. rata2 udah tolol, kurang ajar pula. Yaaah lebih mirip dengan sifat aslinya yaitu binatang, binatang DOMBA, kikikik. Makanya daku mengimbanginya dengan cara menggembalakan dikau2 semua dengan cara ini...terserah jika dikau anggap daku kasar, tapi maksud daku baik looooh. dan 1 lage daku memang jago loh, apalagi membuat domba2 terlihata makin tolol :wink:
nusyus itu sebuah kasus, wahai dombaku yng burig. Kasus dimana seorang istri menelantarkan suami n keluarganya. Dan tidak ada printah mukul memukul. Pan daku sudah jelaskan. Daraba berarti to beat, to hit and to leave , to apart. Do I make m'self crystal damn clear, DUMBASS?!!
Again mistranslation my filhty sheep! Hadis ntu menggunakan kata lahaada, menurut kamus artinye to push not to struck

Dan dibwh ini daku ambil dari jawban sohib daku orok man:
Pernyataan Rasullah bahwa sebaik2nya kaum beriman adalah yang terbaik dalam memperlakukan bininya, dan aku (nabi) adalah yang terbaik diantara dikau semua dalam hal itu.

Daku buat 2 kesimpulan dibawah ini dalam bhs.Ingris yah, dikau iso kan bhs Ingris? Kalau ora iso ciaaan deh loeeee :

(1) wife-beaters are the worst men and
(2) no Muslim wife-beater can possibly claim to imitate the Prophet , although Allah Most High said to imitate him : {Verily in the messenger of Allah ye have a good example for him who looketh unto Allah and the last Day, and remembereth Allah much}
(Quran 33:21). cappish dombaku?

kalau ngasih hadis bok yng lengkap dombaku...jangan cuma spotong2. Apa dikau mau kalau daku kasih ee' cuma spotong..hihiihihi.
Iya maksud daku juga DARABA, Daraba adalah akara katanya ***!. Itu sudah tertulis kok diartikel daku yng lalu, tapi karena didelete secara sepihak sama mod 3 yng tengik jadi ilang dech. Ini daku repost artikelnya.



btw kata dikau hadis abu dawud tidak soheh kok sekarang dikau pake hadis dari dia seh?...standart domba [baca;ganda] ni yeeee :D
Mau OOT yah dombaku...memang domba doyan OOT tuk nutupin ketululannya kikikikik.

dalam keluarga nabi tidak ada tuch kata bogem bogeman :roll:

sekian dulu dombaku yng burig :wink:
bro, ngerti gak sih kalau gak semua yang gak suka ama islam itu orang kristen? setahu gua sih domba itu kan istilah kristen. Kalau orangnya atheis atau buddha gimana?

itu cuman ngebuktiin kalau wawasan anda itu sempit sekali. Anda heran, mengapa agama islam yang begitu 'indah' dan 'sempurna' ini mendapat kritikan. Kok bisa?

ngaca bung, ngaca....jangan cuman ngebantah dengan 'domba'-'domba' aja...apalagi maksud domba ini, gua gak ngerti....hehehe...

User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Post by Mr.Keren Abizz »

zeba0th wrote:Mr.Keren Abizz
lebih teoritis dari pada hati nurani nya .. pantas dah
dombaku kalau *** shut up!

User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Post by Mr.Keren Abizz »

spiderweb wrote: bro, ngerti gak sih kalau gak semua yang gak suka ama islam itu orang kristen? setahu gua sih domba itu kan istilah kristen. Kalau orangnya atheis atau buddha gimana?

itu cuman ngebuktiin kalau wawasan anda itu sempit sekali. Anda heran, mengapa agama islam yang begitu 'indah' dan 'sempurna' ini mendapat kritikan. Kok bisa?

ngaca bung, ngaca....jangan cuman ngebantah dengan 'domba'-'domba' aja...apalagi maksud domba ini, gua gak ngerti....hehehe...
tapi mayoritas disini adalah domba2 burig ...adadeh adalah domba...jadi bener dong kalau daku tulis domba untk adadeh...dan satu2nya umat beragama yng paling *** dan kurang ajara cuma para domba....lagean umat agama laen...emang bencinya ama islam doang...ngaca lo mereka juga banyak yng jijik sama kristen siagama ***...sring2 ikutin diskusi. :wink:

daku pernah nemuin situs ateis yng habis2 an ngecengin kristen juga situs kaum hindu yng habis2 an ngecengin kristen..itu membuktikan tidak cuma islam yng dibenci kristen si agama *** juga tuch :wink:

User avatar
Adadeh
Posts: 8461
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Post by Adadeh »

he he he begini2 dombaku, kenapa daku cukup sopan disana. Karena domba2 bule disana umumnya lebih beradab & sopan. Makanya daku mengimbanginya, sedangkan domba2 lokal yng ada FFI lokal disini.
Bukan, bukan karena itu. Kamu sopan sama bule because you want to kiss their asses. Mau mendapat simpati mereka. Jawaban mereka padamu banyak yang kurang ajar dan sangat merendahkan tapi kamu mau tetap sopan sama mereka. Sudah berpuluh-puluh tahun merdeka, tapi mental budaknya sih tetap saja nempel sampai ke liang kubur.
Daku buat 2 kesimpulan dibawah ini dalam bhs.Ingris yah, dikau iso kan bhs Ingris? Kalau ora iso ciaaan deh loeeee :
Kesimpulan ini rupanya punyamu sendiri, dumber asshole.
Q33:21
Centainly you have in the Apostle of Allah an excellent example for him who hopes in Allah and the latter day and remembers Allah much.
Kesimpulan ayat ini adalah harus meniru excellent example nabimu, tidak ditulis sama sekali pria Muslim tidak boleh memukul istri. Mana ayatnya yang memerintahakn suami Muslim tidak boleh memukul istrinya?
Again mistranslation my filhty sheep!
Mistranslation? It's obvious that your filhty mind has successfully fooled you once again. Ini translation yang dibuat oleh Abdul Hamid Siddiqui (ilmuwan Islam). Terjemahannya reliable dan dicantumkan di berbagai website Islam dan bukan Islam, seperti this prestigious university like USC.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... ah/muslim/
Kasus dimana seorang istri menelantarkan suami n keluarganya. Dan tidak ada printah mukul memukul.
Silakan mau menyangkal sekuatnya. Ini terjemahan Qur'an bhs. Indonesia versi Department Agama.

(4:34)
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Jadi jika suami mengkhawatirkan nusyuz istrinya, maka dia bisa melakukan 3 hal:
1. Nasehati
2. Pisah ranjang
3. Pukul

Ada beberapa arti daraba, tapi terjemahan semua Qur'an bhs. Inggris atau Indonesia selalu pukul atau beat (memukuli). Gue ngerti kenape elu terus menyangkal sehebat itu. Setiap manusia waras juga tahu mukul orang itu salah, apalagi mukul bini sendiri.

User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Post by Mr.Keren Abizz »

[quote=”adadeh”]
Bukan, bukan karena itu. Kamu sopan sama bule because you want to kiss their asses. Mau mendapat simpati mereka. Jawaban mereka padamu banyak yang kurang ajar dan sangat merendahkan tapi kamu mau tetap sopan sama mereka. Sudah berpuluh-puluh tahun merdeka, tapi mental budaknya sih tetap saja nempel sampai ke liang kubur.[/qoute]

Domba burig, daku sebenarnya disana biasa2 aja sopan tidak, kasar pun juga tidak. Dan memang benar, jawaban bule2 disana sopan2. Yang kagak sopan pan cuma jawaban domba2 lokal yng nongkrong disana, macam dikau, dago dll. Disana pun daku beberapa kali memanggil sheep kepada domba2.

Coba dikau bandingkan tulisan domba bule disana dan domba lokal disini, bandingkan dengan mata domba burig mu! apakah tulisan domba lokal d’sini sopan? daku main di ffi bukan baru sebulan,2 bulan. Daku tahu kekurang ajaran domba2 burig lokal disini, maka itu daku tidak pernah bermanis kata dengan kalian. sedangkan di FFI sana, daku baru tahu. Dan setelah daku amati mereka tidak barbarian dan low-level macam dikau2 yng lokal bin burig.

Dikau ngomong begini agar daku bermanis kata ta? Jangan harap dombaku nan burig. Daku sekali2 tidak akan bermanis kata walau sepatah, kepada dikau2 yang burig.

User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Post by Mr.Keren Abizz »

adadeh wrote: Kesimpulan ini rupanya punyamu sendiri, dumber asshole.
Q33:21
Centainly you have in the Apostle of Allah an excellent example for him who hopes in Allah and the latter day and remembers Allah much.
Kesimpulan ayat ini adalah harus meniru excellent example nabimu, tidak ditulis sama sekali pria Muslim tidak boleh memukul istri. Mana ayatnya yang memerintahakn suami Muslim tidak boleh memukul istrinya?


Dasar *****! Konteksnya dilihat dong. Dari hadis lalu daku beri pernyataan aisah yng mengatakan nabi tidak pernah memukul isterinya dan nabi mengatakan jangan memukul istri mu dan sebaik2nya orang beriman adalah aku karena aku memperlakukan wanita paling baik…dst.

Jika digandengkan dengan ayat 33:21, lalu apa pula kesimpulannya kalau golongan wife-beater memang tidak termasuk golongan mengikuti suri tauladan nabi? Uuuh bener2 seperti diskusi sama orang telmi daku ini.he he he
adadeh wrote:Mistranslation? It's obvious that your filhty mind has successfully fooled you once again. Ini translation yang dibuat oleh Abdul Hamid Siddiqui (ilmuwan Islam). Terjemahannya reliable dan dicantumkan di berbagai website Islam dan bukan Islam, seperti this prestigious university like USC.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... ah/muslim/
Eh fuktard sheep! Dikau ora usah banyak tingkah, dikau tanya orang arab, apa arti lahada. Dan artian dari daku berdasarkan kamus Arab, GF.Haddad.
Juga hadis pengakuan aishah sendiri yang mengatakan nabi tidak pernah memukul.

Aishah berkata: Rasullah tidak pernah memukul dengan tangannya, kecuali ketika bertempur dijalan Allah. Juga tidak pernah memukul pembantunya atau wanita.[Sahih Ibn Maajah, Al-Albani]
Adadeh wrote: Silakan mau menyangkal sekuatnya. Ini terjemahan Qur'an bhs. Indonesia versi Department Agama.

(4:34)
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Jadi jika suami mengkhawatirkan nusyuz istrinya, maka dia bisa melakukan 3 hal:
1. Nasehati
2. Pisah ranjang
3. Pukul

Ada beberapa arti daraba, tapi terjemahan semua Qur'an bhs. Inggris atau Indonesia selalu pukul atau beat (memukuli). Gue ngerti kenape elu terus menyangkal sehebat itu. Setiap manusia waras juga tahu mukul orang itu salah, apalagi mukul bini sendiri.
Hai dombaku…kita bersama telah sadar, kalau punya daaba banyak arti…pukul, pergi dan memisahkan. Dan daku yakini kalau daraba dalam 4:34 adalah salah jika diartikan dengan pukullah, karena tidak pernah sekalipun terjadi kasus nusyus dirumah tangga zaman nabi, sang suami memukul isterinya.

Dan kebenaran argumen daku ditopang dengan ayat dan berapa hadis yng menyatakan tidak ada perkara pukul-memukul.

User avatar
Mr.Keren Abizz
Banned
Posts: 103
Joined: Thu Sep 22, 2005 12:34 pm

Post by Mr.Keren Abizz »

Mr.Keren Abizz
lebih teoritis dari pada hati nurani nya .. pantas dah
teori endasmu pitek!

User avatar
Adadeh
Posts: 8461
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Post by Adadeh »

KambingBurigAbizz nulis:
Yang kagak sopan pan cuma jawaban domba2 lokal yng nongkrong disana, macam dikau,
Saya hanya posting sekali saja di FFInternational, itu pun tanpa kata2 makian sama sekali. Memang saya tadinya kaget melihat kasarnya balasanmu, sebab saat itu saya baru saja bergabung dengan FF Indonesia. Tapi sekarang sih saya mengerti benar bahwa memang untuk bicara denganmu, saya harus pakai bahasa yang sama kasarnya dengan bahasamu sebab hanya itulah yang kau mengerti dan memang begitulah sifat aslimu.
Dikau ngomong begini agar daku bermanis kata ta? Jangan harap dombaku nan burig. Daku sekali2 tidak akan bermanis kata walau sepatah, kepada dikau2 yang burig.
Peduli apa saya dengan sikapmu? I don’t expect anything nice from an asswipe like you. Komentarmu itu mengingatkanku akan jawabanmu untuk barabaig di Forum Muhammad:
* menyebar damai dan keadilan, berkasih sayang kepada siapapun bahkan kepada kafir seperti dikau: [Qs 60:8]
Munafik atau memang hobinya suka menjilat ludah sendiri, nih?
Coba dikau bandingkan tulisan domba bule disana dan domba lokal disini, bandingkan dengan mata domba burig mu!
Ini hanya salah satu saja dari komentar2 sinis dari orang2 barat yang ngomong sama kamu di situ:
DonnieDarko:
I'm sorry to say, but Islam truly is the religion of stupidity.
Terjemahannya: Maaf ya, tapi Islam itu benar2 agama *****.
Apakah itu kedengarannya sopan? Butakah mata kambing burigmu itu Tapi karena ini komentar dari orang barat, maka kau pun menahan diri dan terus bersikap sopan padanya. Jijik saya melihatnya.
____________________________________________________
Dasar *****! Konteksnya dilihat dong.
Yang ***** siapa nih? Mari kita baca lagi Hadis Sahih Muslim yang panjang ini.

Intisari:
Ketika sedang tidur dengan Aisha, Muhammad diam2 meninggalkan tempat tidurnya dan pergi ke kuburan di Baqi. Aisha mengamat-amati dan mengikuti Muhammad. Ketika Muhammad mengetahui Aisha memata-matainya, dia memukul Aisha di dadanya sampai Aisha kesakitan.

Hadis Sahih Muslim, buku 004, nomer 2127:
Muhammad b. Qais berkata kepada orang2: Haruskah aku menceritakan padamu (sebuah hadis dari sang Nabi) berdasarkan wewenangku dan wewenang ibuku? Kami mengira dia mengatakan ibunya yang melahirkan dia. Dia (Muhammad b. Qais) lalu melaporkan bahwa Aisha-lah yang menceritakan ini: Haruskah aku menceritakan padamu tentang diriku dan Rasul Allah (SAW)? Mereka berkata: Ya. Dia (Aisha) berkata: Waktu itu adalah giliranku untuk menghabiskan malam hari bersama dengan sang Nabi. Dia membaringkan badannya, memakai baju hangatnya dan melepas sepatunya dan lalu berbaring sampai dia mengira aku tertidur. Dia memegang baju hangatnya perlahan dan pelan2 memakai sepatunya, dan membuka pintu dan ke luar dan menutup pintu sedikit. Aku menutupi kepalaku, mengenakan kerudungku dan mengencangkan kain pembungkus pinggangku, dan lalu ke luar mengikutinya sampai dia mencapai Baqi’. Dia berdiri di sana dan dia berdiri untuk waktu yang lama. Dia lalu mengangkat tangan2nya tiga kali, dan lalu kembali dan aku pun kembali. Dia mempercepat langkahnya dan aku pun mempercepat langkahku. Dia berlari dan aku pun berlari. Dia tiba (di rumah) dan aku juga tiba (di rumah). Akan tetapi aku datang lebih cepat dan aku masuk (rumah), dan selagi aku berbaring di tempat tidur, dia (sang Nabi) masuk (ke rumah), dan berkata: Mengapa, O Aisha, kau terengah-engah kehabisan nafas? Aku berkata: Tidak ada apa2. Dia berkata: Katakan padaku atau Sang Pengamat dan Sang Maha Tahu akan memberitahukan padaku. Aku berkata: Rasul Allah, semoga ayahku dan ibuku jadi tebusan bagimu, dan lalu kuceritakan padanya (semua hal). Dia berkata: Apakah itu gelapnya (bayanganmu) yang kulihat di mukaku? Aku berkata: Ya. Dia memukul dadaku sampai terasa sakit, dan berkata: Apakah kau pikir Allah dan RasulNya akan bertindak licik terhadapmu? Aku berkata: Apapun yang disembunyikan manusia, Allah akan mengetahuinya. Dia berkata: Gabriel datang padaku ketika kau melihatku. Dia memanggilku dan dia tak tampak bagimu. Aku menjawab panggilannya, tapi aku tidak memberitahumu (karena Gabriel tidak datang padamu), karena kamu tidak berpakaian lengkap. Kupikir kau sudah tidur, dan aku tidak suka membangunkanmu, khawatir kau akan takut ….


Dua versi Sahih Muslim bahasa Inggris (yang pertama oleh Abdul Hamid Siddiqui dan yang kedua oleh www.islamsoft.co.uk ) sama2 menerjemahkan bahwa Muhammad memukul Aisha di bagian dada sampai terasa sakit.

Kamu bilang:
(1) wife-beaters are the worst men
Kalau memang pemukulan thd. Istri dianggap sejelek itu, mana ayatnya yang memerintahkan suami Muslim tidak boleh memukul istrinya?
Dan daku yakini kalau daraba dalam 4:34 adalah salah jika diartikan dengan pukullah
Kalau ini keyakinanmu sendiri saja, ya terserah. Tapi Departemen Agama RI tidak menganggapnya begitu. Lalu terjemahan2 Qur’an dalam berbagai versi bahasa Inggris juga menerjemahkannya daraba sebagai memukul.

Hadis Sunan Abu Daud 11.2142 dikeluarkan untuk melindungi para pria yang melakukan pemukulan pada istri:
Narrated Umar ibn al-Khattab: The Prophet (peace_be_upon_him) said: A man will not be asked as to why he beat his wife.


Muhammad tidak hanya memerintahkan para pria untuk memukul istri2 mereka (Qur’an 4:34), tapi dia juga menasehati para pria untuk memperlakukan para wanita seperti binatang2 piaraan, jangan diberi makan (jika perlu untuk mendisiplinkan mereka) dan memukul mereka (sama seperti orang2 Bedouin Arab biasa memukuli ternak2 mereka).

Ini kutipan dari Tabari:
“Maka dari itu, wahai orang2, kau punya hak atas istri2mu dan mereka punya hak atas dirimu. Kau punya (hak) bahwa mereka tidak menyebabkan siapapun yang kau tidak sukai menginjak ranjangmu, dan mereka tidak boleh berbuat hal2 yang tidak senonoh (fahishah). Jika mereka melakukan itu, maka Tuhan mengijinkanmu untuk mengunci mereka di kamar lain dan untuk memukul mereka, tapi jangan terlalu keras. Jika mereka tidak melakukan kejahatan, mereka punya hak atas makanan dan baju mereka yang sesuai dengan aturan (bi’l-maruf). Perlakukan kaum wanita baik2, karena mereka (bagaikan) binatang2 piaraan (‘awan) padamu dan mereka tidak memiliki apapun bagi diri mereka sendiri. Kamu memiliki mereka hanya sebagai titipan dari Tuhan, dan kamu telah menikmati istri2mu itu secara sah sesuai dengan firman Tuhan, jadi mengertilah dan dengarlah kata2ku, wahai orang2. Aku telah menyampaikan Pesan, dan meninggalkan padamu sesuatu yang jika kau taati, maka kau tidak akan tersesat; yakni Buku Tuhan dan sunnah NabiNya. Dengarkan kata2ku, wahai orang2, karena aku telah menyampaikan pesan dan menjelaskannya. Ketahuilah dengan penuh kesadaran bahwa setiap Muslim adalah saudara Muslim yang lain, dan semua Muslim bersaudara satu sama lain. Tidaklah benar bagi seseorang (untuk mengambil) dari saudaranya kecuali jika dia telah memberikannya dengan sukarela, jadi jangan berbuat salah.
Reference:
Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir. The History of al-Tabari. Vol.IX:
The Last Years of the Prophet. Translated and annotated by Ismail K. Poonawala. State University of NewYork Press, Albany, 1990 (pages 112-114)

Bhs. Inggris untuk kalimat tentang pemukulan:
If they do, then God permits you to shut them in separate rooms and to beat them, but not severely.

Butuh contoh lagi? Lihat Hadis Sunan Abu Daud, volume 1, nomer 142: “Pukulah istrimu jika dia tidak sopan tapi jangan pukul dia seperti budak wanita.”
Hadisnya panjang sekali, tapi saya kutip bagian yang relevan:

Aku (penyampai cerita) lalu berkata: Rasul Allah, aku punya seorang istri yang berkata kasar, yakni dia tidak sopan. Dia (Muhammad) berkata: Maka ceraikanlah dia. Aku berkata: Rasul Allah, dia telah menikah denganku dan aku punya anak2 dari dia. Dia (Muhammad) berkata: Maka minta dia (untuk menaatimu). Jika ada sesuatu yang baik dari dirinya, dia akan berbuat begitu (taat); dan jangan pukul istrimu seperti kau memukul budak wanitamu. Aku berkata: Rasul Allah, terangkan padaku tentang pembersihan. Dia berkata: Lakukan pembersihan sepenuhnya dan dengan jarimu bersihkan janggutmu dan siram dengan air kecuali jika kau sedang puasa.

Dan masih banyak lagi contoh yang menunjukkan bagaimana Islam mengijinkan pemukulan atas wanita2 jika perlu (untuk mendisiplinkan dia).

I am
Posts: 3
Joined: Wed Feb 22, 2006 5:01 pm

Post by I am »

Waduh... koq ada yah agama yang memperbolehkan suami memukul istrinya??? saya gak setuju banget agama yang seperti itu!! Kalo di agama saya, justru Tuhan tuh mengajarkan untuk menyayangi istri, bukan malah memukulnya. Kalo di agama islam ada ajaran untuk suami memukul istrinya, ada gak ajaran untuk istri memukul suaminya???

I am
Posts: 3
Joined: Wed Feb 22, 2006 5:01 pm

Post by I am »

Waduh... koq ada yah agama yang memperbolehkan suami memukul istrinya??? saya gak setuju banget agama yang seperti itu!! Kalo di agama saya, justru Tuhan tuh mengajarkan untuk menyayangi istri, bukan malah memukulnya. Kalo di agama islam ada ajaran untuk suami memukul istrinya, ada gak ajaran untuk istri memukul suaminya???

Phoenix
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Post by Phoenix »

I am wrote:Waduh... koq ada yah agama yang memperbolehkan suami memukul istrinya??? saya gak setuju banget agama yang seperti itu!! Kalo di agama saya, justru Tuhan tuh mengajarkan untuk menyayangi istri, bukan malah memukulnya. Kalo di agama islam ada ajaran untuk suami memukul istrinya, ada gak ajaran untuk istri memukul suaminya???
Malahan ada ayat yang bilang kalau si suami mau ml si isteri harus nurut. Kalau nggak bakalan dikutuk sama malikat..ini ayatnya:

Bukhari Volume 7, Book 62, Number 121:
Narrated Abu Huraira:
The Prophet said, "If a man Invites his wife to sleep with him and she refuses to come to him, then the angels send their curses on her till morning."

User avatar
roh_baru
Posts: 86
Joined: Tue Apr 25, 2006 3:54 pm

Re: Pukullah Isteri-Isterimu

Post by roh_baru »

NoMind wrote:Ayat Al Quran berikut menjelaskan bahwa jika suami mencurigai isteri atau khawatirkan nusyuznya, maka nasehati mereka, pisah ranjang, DAN pukullah mereka. Apakah ini tidak menyebabkan kebebasan bagi pria untuk melakukan KDT (kekerasan dalam rumah tangga)? Adakah di forum ini isteri-isteri dengan rela di pukuli oleh suami? Untuk suami yang berpoligami bisa lebih leluasa melakukannya karena tidak perlu khawatir tidak mendapat pelayanan saat pisah ranjang, kan masih ada serap.

Quran 4:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

[289]. Maksudnya: Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.

[290]. Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.

[291]. Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.

[292]. Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.



With Best Regards,
NoMind
saya rasa anda memposting ini hanya didasari rasa iri anda krn dlm agama islam, hal-2 sekecil apapun ada aturannya, sedang dlm agama yg anda anut tidak demikian adanya. :lol: :lol: :lol: :lol:

apa yg aneh sih dengan perintah tsb? Islam itu agama fitrah kang.
dari tafsirnya khan udah jelas tahapan-2nya dlm usaha menjaga kehormatan keluarga :

mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

nah kalo sampai kyk di foto itu berarti sudah lari dari konteks ayat tsb donk. :P

gue malah mo balek nanya neh, gmn kalo istri ente (eh... ma'af... saya gak tau pasti neh apa anda menikah, atau (memang) gak menikah) tidak menjaga dgn baik kehormatan keluarga, apa yg akan anda lakukan?
dan atas dasar apa? tlg jawab jujur ya.... :? :? :?

User avatar
curious
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Post by curious »

oom roh baru. anda ini deluded ya? lucu banget kalau ADA orang umat agama lain yang IRI sama Islam... apa nya yang mesti diirikan ya?

Jelas jelas agama anda menganggap rendah wanita (baca istri) sampai perlu diNASEHATI, DIPISAHIN DARI TEMPAT DIRI, terus DIPUKULI.

Jika istri tidak patuh pada suami, pasti ada alasannya. sebagai equal partners, masalahnya perlu dibereskan oleh kedua pihak. bukan oleh suami yang merasa BENAR SENDIRI dengan melakukan hal-hal di atas. Cuma agama pembenci wanita (tapi suka bernafsu kalo lihat wanita, biar udah dipakaiin karung juga) yang mengajar begini.

Ali Shit Na
Banned
Posts: 358
Joined: Wed Mar 29, 2006 4:53 pm

Post by Ali Shit Na »

curious wrote:Jelas jelas agama anda menganggap rendah wanita (baca istri) sampai perlu diNASEHATI, DIPISAHIN DARI TEMPAT DIRI, terus DIPUKULI.
Apakah MENASIHATI isteri yang sudah melakukan kesalahan itu dianggap merendahkan wanita disisi ugama kamu ?

User avatar
curious
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Post by curious »

Ali sh!t Na wrote: Apakah MENASIHATI isteri yang sudah melakukan kesalahan itu dianggap merendahkan wanita disisi ugama kamu ?
tentu saja. emangnya istrimu anak mu / anak kecil yang perlu kamu nasehati? kalau kamu menganggap istrimu setara dengan kamu dan tidak memandang rendah, kamu TIDAK PERLU MENASEHATI. Kalau berunding, bertukar pikiran, itu wajar. MENASIHATI berarti kamu menganggap kamu yang benar dan tahu, dia yang salah dan perlu diberitahu. MENGERTI?

Ali Shit Na
Banned
Posts: 358
Joined: Wed Mar 29, 2006 4:53 pm

Post by Ali Shit Na »

curious wrote: tentu saja. emangnya istrimu anak mu / anak kecil yang perlu kamu nasehati? kalau kamu menganggap istrimu setara dengan kamu dan tidak memandang rendah, kamu TIDAK PERLU MENASEHATI. Kalau berunding, bertukar pikiran, itu wajar. MENASIHATI berarti kamu menganggap kamu yang benar dan tahu, dia yang salah dan perlu diberitahu. MENGERTI?
Didalam Islam saling nasihat-menasihati diantara ahli keluarga adalah salah satu amalan yang diwajibkan. Lebih2 lagi menasihati ahli keluarga yang telah melakukan kesalahan. Tanggungjawab ini sangat penting disisi Islam sebagai salah satu cabang ibadah dan akan dipersoalkan di akhirat. Ayat itu berkait dengan tanggungjawab seorang muslim dengan Tuhan, bukan sekadar diantara manusia2 sahaja.

Berbeda dengan doktrin agama kamu yang melarang menasihati yang bersalah kerana lebih mementingkan nilai2 yang ditentukan oleh manusia2 yang tidak terkait dengan Tuhan. Siapa bilang didalam hal "nasihat-menasihati" ini kami harus mengikut cara2 kamu itu ?

User avatar
curious
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Post by curious »

Ali sh!t Na wrote: Didalam Islam saling nasihat-menasihati diantara ahli keluarga adalah salah satu amalan yang diwajibkan. Lebih2 lagi menasihati ahli keluarga yang telah melakukan kesalahan.
very presumptious of you bahwa jika istri tidak taat kepada suami berarti dia telah melakukan kesalahan! mungkin saja suami yang telah bersalah dan karena itu istri pantaslah marah dan suamilah yang seharusnya DINASIHATI dan MINTA MAAF.
sekali lagi, agama mu itu berat sebelah terhadap lelaki. Mengapa tidak ada ayat yang mengatakan jika SUAMI TIDAK TAAT, istri boleh menasihati dan memukul suami?
Ali sh!t Na wrote: Berbeda dengan doktrin agama kamu yang melarang menasihati yang bersalah kerana lebih mementingkan nilai2 yang ditentukan oleh manusia2 yang tidak terkait dengan Tuhan. Siapa bilang didalam hal "nasihat-menasihati" ini kami harus mengikut cara2 kamu itu ?
jangan presume kamu tahu ajaran agama saya :D Tunjukkan ayat mana yang melarang manasihati yang bersalah. Jangan lari ya. Ditunggu!

User avatar
Adadeh
Posts: 8461
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Post by Adadeh »

Tul, Curious.
Yang menentukan istri tersebut bersalah siapa? Suami.
Yang menentukan istri harus dihukum itu siapa? Suami.
Yang melakukan penghukuman itu siapa? Suami.
Bahkan nabokin istri pun tidak akan dianggap dosa sama Awloh.

Abu Dawood 11. 2142:
“Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.”

Post Reply