.

DEBAT: Apakah Qur'an Memerintahkan Kekerasan?

Sejarah penulisan Qur'an & Hadis, ayat2 Mekah & Medinah, kontradiksi Qur'an, tafsir Qur'an, dan hal2 yang bersangkutan dengan Qur'an.

DEBAT: Apakah Qur'an Memerintahkan Kekerasan?

Postby Adadeh » Tue Feb 24, 2009 3:18 am

Apakah Qur’an Memerintahkan Kekerasan?
Debat M.A.Khan vs Mike Ghouse – Bagian 1
oleh MA Khan
17 Feb, 2009

Pak Mike Ghouse (MBA, Mcom) menyebut diri di websitenya sebagai Pembicara, Pemikir dan Penulis tentang Pluralisme/Antar Agama, Terorisme, Islam, India, dan perdamaian. Dia adalah aktivis Muslim terkenal yang berbasis di Dallas dan merupakan penyumbang produktif bagi banyak website. Aku telah menyanggah pendapatnya (juga mengetahui dia pun menyanggah pendapat orang lain) di beberapa perjumpaan bahwa Qur’an adalah buku damai dan tiada ayat keras apapun dalam Qur’an.

Baru² ini, seorang penulis Hindu (Dr R Brahmachari), di sebuah group e-mail, menulis komentar mengapa teroris Muslim melakukan pemboman dan kekacauan di berbagai kota² di India – seperti Bangalore, Ahmedabad, Mumbai, dll – inilah salah satu alasannya:
“Di mata Allâh, para kafir Hindu ini tidak lebih baik daripada binatang dan karenanya Dia memerintahkan Muslim untuk melakukan berbagai penyiksaan dan penindasan terhadap mereka, membunuh, membakar mereka dan sekaligus rumah²nya, menawan para wanita dan anak², memperkosa kaum wanitanya, dll.”
Beginilah kata Qur’an:

Q 7:179
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Q 4:56
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Q 3:85
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Q 8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

Q 8:13
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.

Q 3:56
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

Q 3:77
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

Q 9:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Untuk membantahnya, Mike Ghouse seperti biasa melemparkan tantangannya:
Sudah waktunya lho untuk menghilangkan propaganda yang telah dibantah selama bertahun-tahun. Tidak ada ayat² seperti itu dalam Qur’an, dan jika kamu punya, silakan tunjukkan daftarnya padaku. Jangan tunjukkan dari buku Qur’an yang kau miliki. Ingat ya, sudah jadi kewajiban kita untuk mencari kebenaran. Aku tantang kau secara terbuka, nih. Marilah berbicara dan masing² hidup dengan damai.

Terorisme itu dilakukan oleh masing² individu dan bukan karena perintah agama. Orang² tersebut melakukan perbuatan keji dengan kedok Muslim, Kristen, Yudaisme, Hindu, dall. Mereka melakukannya untuk menimbulkan kebencian diantara manusia.


Meskipun aku membahas masalah kekerasan dalam Qur’an di websiteku, aku dulu tidak sempat menanggapi tantangan Ghouse karena tidak punya cukup waktu. Tapi sekarang aku terima tantangannya. Ghouse bersedia melakukan debat terbuka denganku, dan kami setuju untuk menayangkannya dalam berbagai website.
Ini bagian pertama perdebatan:

Wahai Mike Ghouse,
Aku menerima tantanganmu untuk melakukan perdebatan terbuka di sini. Penulis India tersebut (Dr R Brahmachari) telah menunjukkan ayat² Qur’an yang jelas menunjukkan kekerasan. Kau bisa membacanya sendiri, tapi kau tetap menyangkal itu sebagai ayat² keras dalam Qur’an. Berdasarkan pemeriksaanku, ayat² ini jelas telah diambil dari Qur’an dari enam terjemahan yang berbeda. Sekarang aku ingin bertanya ini padamu:

1. Mengapa kau menganggap ayat² ini tidak ada dalam Qur’an?
2. Jika kau menganggap ayat² ini memang ada dalam Qur’an, mengapa kau tidak menganggapnya sebagai perintah melakukan kekerasan?
3. Nabi Muhammad juga berkata: “Aku telah dimenangkan melalui teror.” Mengapa kau tidak setuju dengan Nabi Muhammad? Apakah karena kau ini lebih tahu daripada sang Nabi? Mengapa kau beranggapan sang Nabi berdusta?


Perdebatan kita dimulai dari sini. Kutunggu jawabanmu.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: DEBAT: Apakah Qur'an Memerintahkan Kekerasan?

Postby Adadeh » Tue Feb 24, 2009 3:22 am

Mike Ghouse:

Aku senang menanggapi ayat² di atas satu per satu:
Q 7:179
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia … Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Sebagai kebiasaan, aku mengutip setidaknya satu kalimat (ayat) di bagian awal dan juga akhir untuk menjelaskan isi ayat tersebut.


Q 7:178
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.

Mike Ghouse:
Sudah jadi kepercayaan semua agama bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan, begitu pernyataan Bhagavad Gita, bahkan sehelai rumput juga tumbuh atas kehendak Tuhan. Di sini, Tuhan adalah alam, enerji sang Pencipta yang membuat segalanya terjadi.

Q 7:179
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. [144] Mereka itulah orang-orang yang lalai.
[144] – pengertian harafiah; “mereka lebih sesat lagi” – hal ini karena binatang hanya mengikuti naluri dan kebutuhan alami mereka saja dan tidak dapat menentukan pilihan moral (Q 7:179)

Mike Ghouse:
Semua buku suci dan buku hukum ditetapkan sebagai konsekuensi atas tindakan seseorang. Sama seperti pengertian Karma, barangsiapa yang tidak melakukan hal yang baik dalam hidupnya, akan terlahir kembali sebagai makhluk yang lebih rendah daripada manusia. Meskipun mereka punya mata, hidung, dll, tapi mereka tidak mampu hidup bermoral sebagai manusia. Neraka melambangkan tempat hidup yang tidak menyenangkan. Aku akan mengutip beberapa ayat Hindu karena orang itu beragama Hindu.

Aku tidak melihat hubungan antara ayat ini dengan yang dinyatakan penulis sebagai “Di mata Allâh, para kafir Hindu ini tidak lebih baik daripada binatang dan karenanya Dia memerintahkan Muslim untuk melakukan berbagai penyiksaan dan penindasan terhadap mereka, membunuh, membakar mereka dan sekaligus rumah²nya, menawan para wanita dan anak², memperkosa kaum wanitanya, dll.”

Aku sungguh tidak mengerti apa sih yang ada dalam pikirannya sewaktu menulis pernyataan **** seperti itu.

Q 7:180
Hanya milik Allah asmaulhusna, [145] maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. [146] Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
[145] Ayat ini berhubungan dengan kalimat terakhir di ayat sebelumnya tentang “orang² sesat” yang tidak menggunakan akal budi karunia Tuhan, dan tetap jauh dari Tuhan yang mengandung semua hal kesempurnaan dan kenyataan yang sejati. Tuhan adalah asma’ al-husna (yang Maha Sempurna), dan julukan ini muncul 4 kali dalam Qur’an, di ayat di atas, dan juga Q 17:110, 20:8 dan 59:24, kata ini terutama untuk menjelaskan sifat² suatu benda, sedangkan istilah al-husna merupakan kata plural dari ahl-ahsan (“yang terbaik” atau “yang illahi”). Karenanya kombinasi al-asma’ al-husna layak untuk menjabarkan sifat² sempurna - istilah yang hanya digunakan dalam Qur’an bagi Allâh saja (Referensi Qur’an 7:180).
[146] Dengan menerapkan mereka pada makhluk atau obyek lain, atau dengan cara menjabarkan Allâh dalam pengertian dan hubungan anthromorfik, seperti “ayah” atau “putra” (Razi). (Refensi Qur’an 7:180)
~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-

Q 4:55
Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, [72] dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahanam yang menyala-nyala apinya.
[72] yakni Abraham – menyatakan mereka setia pada pesannya. Harap diingat bahwa Nabi Muhammad juga, adalah keturunan langsung Abraham, dan pesan Abraham dinyatakan dan diteruskan dalam Qur’an.(Referensi Qur’an 4:55).

Q 4:56
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab (secara penuh) [73]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
[73] Keterangan luarbiasa tentang penderitaan hidup di akherat sudah nyata untuk menjelaskan sifat alamiah abadi akan penderitaan itu (Razi). (Referensi Qur’an 4:56)

Mike Ghouse:
Konsep pahala dan hukuman terdapat dalam semua usaha manusia; Surga dan Neraka merupakan bagian dari sistem agama Hindu. Neraka bukanlah tempat di mana manusia ingin hidup. Surga dan neraka muncul dalam segala bentuk hukum, apakah itu dalam literatur agama ataupun buku hukum kriminal. Akan selalu ada konsekuensi mengerikan atau kebebasan. Apakah sebenarnya pesan Allâh? Apakah sebenarnya maksud Krishna ketika berkata “Menyerahlah padaku?” dan juga apakah yang Yesus atau Allâh maksud ketika mereka berkata “ikut aku” atau “tunduk pada kehendakku?”

Hal ini tidak berarti manusia lalu harus rebah di atas lantai dan bersikap bagaikan mati. Tapi manusia hendaknya mengikuti jalan kebenaran, yakni dharma – yang merupakan hukum emas setiap agama; memperlakukan orang lain seperti kau sendiri ingin diperlakukan. Rasa takut akan hukuman mencegah orang melakukan tindakan jahat, dan ini menghasilkan perdamaian. Ayat Qur’an di atas akan tampak salah, JIKA hukum kriminal kita menyatakan tiada hukuman bagi pembunuh, pemerkosa, atau pencuri. Bayangkan bagaimana keadaan suatu masyarakat tanpa hukum!

Untuk kedua kalinya, aku tidak melihat hubungan antara ayat Qur’an di atas dengan pernyataannya “Di mata Allâh, para kafir Hindu ini tidak lebih baik daripada binatang dan karenanya Dia memerintahkan Muslim untuk melakukan berbagai penyiksaan dan penindasan terhadap mereka, membunuh, membakar mereka dan sekaligus rumah²nya, menawan para wanita dan anak², memperkosa kaum wanitanya, dll.”

Dari mana dia menyimpulkan hal seperti itu? Dan berapa banyak orang lain yang dia cekoki dengan keterangannya itu? Aku harap dia berusaha mengikuti pesan Bhagavad Gita “Mencari kebenaran merupakan kewajiban orang.”

Q 4:57
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. [74]
[74] Makna utama zill adalah “naungan”, dan kata zill zalil dapat bermakna “naungan yang paling teduh.” Akan tetapi dalam bahasa Arab kuno, kata zill juga berarti “tempat yang beratap” atau “sebuah naungan” dan, secara figuratif, bisa berarti “perlindungan” (Raghib); dan akhirnya “perasaan yang nyaman, senang, dan melimpah” (cf. Lane V, 1915 f.), atau secara sederhana bisa berarti “kebahagiaan” – dalam kombinasi zill zalil, kata itu bermakna “kebahagiaan yang melimpah” (Razi) – dan ini cocok untuk menggambarkan istilah “surga”
(Referensi Qur’an 4:57)
~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-

Q 3:84
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka [68] dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."
[68] Para nabi.

Q 3:85
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Mike Ghouse:
Sama seperti yang dikatakan Betara Krishna “tatkala adharma menguasai masyarakat, aku akan muncul kembali untuk menegakkan kembali dharma,” Allâh berkata dalam Qur’an bahwa “bagi setiap negara, setiap suku, dan setiap masyarakat, dia telah mengirim seorang utusan untuk menegakkan kembali kebajikan di saat masyarakat jadi sesat.”

Lalu Qur’an, Al-Hujurat, Sura 49:13 menyatakan:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dharma berlangsung tatkala masyarakat berbuat baik dan memperlakukan orang lain sebagaimana diri mereka ingin diperlakukan. Inilah saat di mana Satya (kebenaran) menang.

Jika kau tidak mengikuti apa yang dikatakan Betara Krishna atau Allâh, maka hasilnya akan sama: adharma-lah yang akan menang.

Qur’an lebih jauh menambahkan “Karma dirimulah yang memenangkan tempatmu di surga, bukan hanya sholat²mu dan kekayaanmu.” Nabi Muhamad memberitahu putrinya bahwa anak itu haru berjuang mendapatkan tempatnya di surga dengan Karmanya sendiri dan dia tidak akan dapat karcis gratis hanya karena dia adalah anak sang Nabi. Hal ini sudah menjadi kewajiban setiap orang.

Untuk ketigakalinya, aku tidak melihat hubungan antara ayat Qur’an di atas dengan pernyataannya “Di mata Allâh, para kafir Hindu ini tidak lebih baik daripada binatang dan karenanya Dia memerintahkan Muslim untuk melakukan berbagai penyiksaan dan penindasan terhadap mereka, membunuh, membakar mereka dan sekaligus rumah²nya, menawan para wanita dan anak², memperkosa kaum wanitanya, dll.”

Dari mana dia menyimpulkan hal seperti itu? Dan berapa banyak orang lain yang dia cekoki dengan keterangannya itu? Aku harap dia berusaha mengikuti pesan Bhagavad Gita “Mencari kebenaran merupakan kewajiban orang.”

Q 3:86
Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? [69] Allah tidak menunjuki orang-orang yang lalim.
[69] Kaum yang dimaksud di sini adalah kaum Yahudi dan Kristen. Penerimaan mereka akan Alkitab yang meramalkan kedatangan Nabi Muhammad, telah membuat mereka menjadi “saksi” pada kebenaran kenabiannya. Juga lihat ayat 70 dan 81.
(Referensi Qur’an 3:86)
~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-

Kutipan:
Q 8:12
Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

Aku akan berhenti di sini … Aku berani bertaruh ada salah informasi di sini, karena ayat ini membangkitkan kebencian diantara masyarakat Hindu terhadap para Muslim. Informasi yang benar seperti karma yang benar akan menolong orang sembuh dari rasa benci dan menciptakan kebajikan.

Jika kau mau aku meneruskan perdebatan ini, aku akan bersedia. Tapi aku kira cukup sampai di sini saja, aku telah menjawab tuduhan² yang salah berkali-kali.

Silakan periksa Qur’an yang diterjemahkan oleh Muhammad Asad, atau yang lainnya, dan periksa langsung isinya. Aku tidak mengarang segala tafsir Qur’an yang kucantumkan. Semua terdapat dalam Qur’an.

Orang² Eropa telah membayar orang untuk menerjemahkan Qur’an secara salah dan bahkan menyebut Islam sebagai agama Mohammad. Hal ini diterangkan di sini: http://quraan-today.blogspot.com/ :shock:

Mike Ghouse
~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-
...maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.
(Q 8:12-13)
~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. (Q 3:56)
~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (Q 3:77).
~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (Q 9:111).
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: DEBAT: Apakah Qur'an Memerintahkan Kekerasan?

Postby Adadeh » Tue Feb 24, 2009 5:36 am

Apakah Qur’an Memerintahkan Kekerasan?
Debat M.A.Khan vs Mike Ghouse – Bagian 2
oleh MA Khan
22 Feb, 2009

Aku menjawab jawaban Mike Ghouse di Bagian 1 debat ini.

Mari kita mulai dengan menjabarkan argumen favorit Ghouse tentang Qur’an, yang kudapatkan dalam e-mai² dan posting²nya di berbagai website. Dia seringkali berkata bahwa di jaman penjajahan atau sebelum jaman penjajahan, orang² Barat sengaja salah menerjemahkan Qur’an untuk menjelek-jelekkan Islam. Katanya, “Qur’an itu diterjemahkan secara salah (oleh orang² Eropa).” Jadi melalui pengertian Ghouse, para pemimpin Muslim (bahkan yang tersaleh seperti orang² Saudi, yang merupakan pendana utama penerjemahan Qur’an) juga melakukan hal yang sama yakni salah menerjemahkan Qur’an, dan sudah jelas tujuannya adalah untuk menjahati Islam dan Muslim. Dia berarti menyatakan, “Para Raja tanah Arabia harus menipu rakyat mereka pula untuk mendapat dukungan dari mereka.”

Menurut Ghouse, para penerjemah ini sangat mengacaukan makna Qur’an sedemikian rupa, sehingga dengan membaca Qur’an, para Muslim menjadi teroris di seluruh dunia dalam nama Islam – agama yang sangat damai dan tenteram. Tanya nih:

1. Pertama-tama, apa sih latar belakang pendidikan dan keahlianmu dalam bahasa Arab sehingga kau berani menghakimi penerjemah² Qur’an termasyhur seperti Abdullah Yusuf Ali, Dr. Muhshin Khan, dll? Apakah Ghouse, yang kemungkinan adalah mahasiswa jurusan ekonomi dari India, sangat mahir berbahasa Arab atau mengerti akan bahasa Arab?

2. Kedua, apakah Ghouse berani tinggal di Arabia sambil melakukan distorsi terang²an terhadap Qur’an? Ghouse menuduh para penerjemah Qur’an berani melakukan “distorsi besar²an.” Jika dia melakukan hal yang sama di Saudi Arabia, nyawanya tidak akan lebih dari sehari. Tidak usah Saudi Arabialah, tapi coba lakukan hal itu di Islamabad, Khartoum, Kairo atau Kabul. Di tempat² itu pun nyawanya tidak akan tinggal lama. Perkenankan aku memberitahu para pembaca bahwa Khan dan pembantu penerjemahnya, Muhammad Taqi-ud-Din Al-Hilali, belajar di Universitas Islam Medinah, kotanya Muhamad, di mana Islam lahir. Abdullah Yusuf Ali, penerjemah hebat lainnya, juga didanai oleh Pemerintah Saudi.

3. Ketiga, Ghouse telah menemukan penerjemah yang tepat dalam diri Muhammad Asad (1990), yang adalah orang Yahudi Austria-Hungaria, yang mualaf dan lalu hidup di India, dimana dia belajar Islam dari Muslim fanatik Allama Iqbal, dan dia lalu jadi ahli Islam. Pesan Ghouse “Silakan periksa Qur’an yang diterjemahkan oleh Muhammad Asad, karena itu merupakan terjemahan Qur’an yang paling diterima.” Malah seakan terjemahan Asad itu tidak cukup baik baginya, dia pun menambahkan: “Jika aku hidup panjang, Insya Allâh, aku akan membuat terjemahan Qur’an untuk menunjukkan maksud Qur’an yang sebenarnya.” Meskipun pengetahuan Asad akan bahasa Arab sudah tentu baik, dia tidak pernah mendapatkan pendidikan bahasa Arab di pusat² Islam seperti Baghdad, Kairo, Saudi Arabia, di mana ahli² Islam seperti Muhshin Khan dan Muhammad Taqi-ud-Din Al-Hilali belajar Islam. Terlebih lagi, Asad itu lahir dari keluarga rabi Yahudi dan dia sangat akrab bergaul dengan budaya Eropa abad ke-20. Silakan para pembaca sendiri menilai latar belakang budayanya yang mempengaruhi terjemahan Qur’an bahasa Inggrisnya dan membuat Ghouse lebih memilih terjemahan dari Asad dibandingkan ilmuwan Islam Arab lainnya yang lebih bisa dipercaya.

4. Keempat, apakah sebenarnya Ghouse ini ingin memberitahu kita bahwa SEMUA Imam, ulama – dari Saudi Arabia, Pakistan, dll dari dunia Muslim – yang terus² mengkhotbahkan ayat² kebencian dari Qur’an, membaca Qur’an dalam terjemahan bahasa Inggris? Apakah para Arab seperti Osama bin Laden, Ayman al-Zawahiri, al-Zarqawi almarhum dan berbagai teroris Muslim lainnya membaca Qur’an dalam bahasa Inggris? Ghouse ini mau kita percaya begitu.

Aku juga ingin menyampaikan hal lain dari ilmuwan hebat Islam Mike Ghouse. Universitas Kalifornia Selatan [mungkin punya hubungan dengan CAIR, MSA (Muslim Students of America = Mahasiswa Muslim Amerika), dll] menyusun Kumpulan Literatur Islam, yang menyatakan:
Terdapat 360 patung berhala di sekitar Ka’bah. Dia menebas patung² itu dengan pedangnya sampai rubuh sambil mengatakan: “katakan: ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (Q 17:81). Juga Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi". (Q 34:49). Patung² berhala runtuh jatuh di atas muka² mereka.

Berdasarkan keterangan ini, Wikipedia menyatakan:
Di tahun 630, Muhammad dan pengikutnya kembali ke Mekah sebagai penguasa, dan dia menghancurkan 360 patung berhala di dalam dan di sekitar Ka’bah. [28][29] Saat menghancurkan masing² patung, Muhammad melafalkan [Q 17:81] yang menyatakan ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.[28][29]

Tapi menurut Ghouse, keterangan ini semua salah. Dengan begitu, ini berarti organisasi² Islam di Amerika, seperti CAIR dan MSA, sebenarnya berniat mengkhianati Islam dan Muslim. Bahkan ahli² Islam klasik terbesar yang menyatakan begitu juga salah semua menurut Ghouse. Ibn Ishaq [Karachi, hal. 552], yang adalah penulis Muslim biografi sang Nabi yang pertama, menyatakan bahwa setelah Muhammad menaklukkan Mekah, dia memerintahkan penghancuran semua patung berhala di Ka’bah, sambil berseru: ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Tapi menurut Ghouse, para ilmuwan besar Islam ini ngawur atau berniat mengkhianati Islam dan umat Muslim. Jadi sekarang yang benar yang mana nih? Siapakah yang benar² mengetahui kebenaran Islam? Apakah Michael Wolfe, pembuat film kafir di jaman kita yang memproduksi film “The Message” ? Ketika Ghouse bertanya pada Wolfe, Wolfe menjawab (ini ditulis oleh Ghouse): “Dari pengertian Wolfe, patung² berhala itu hanya dipindahkan, dan tidak dihancurkan. Keterangan penghancuran berhala itu jelas² salah.”

Allâh atau Muhammad barangkali telah mengunjungi Wolfe untuk memberinya firman yang benar. Jika tidak, bagaimana mungkin Wolfe dapat tahu hal itu? Aku heran mengapa ya Ghouse tidak bertanya darimana Wolfe mengetahui akan hal itu?

Meskipun tidak jelas dari mana sumber Islamnya, pokoknya pesan utama Ghouse adalah:
Kau boleh menguasai kuil tempat ibadah dan menyingkirkan patung² berhala di sekitarnya dan tapi tidak
menghancurkannya. Emangnya para penyembah berhala di dunia bisa menerima pesan Ghouse ini ?

Sekarang mari kita bahas ayat² Qur’an yang dijabarkan Ghouse. Aku tidak akan berkomentar tentang ayat² dari kitab suci lain (Hindu), karena keahlianku tidak terletak di situ. Aku telah menghabiskan 5-6 tahun mempelajari Islam secara intensif, sehingga aku yakin untuk memberi komentar tentang Islam. Jika kitab suci non-Islam berisi kekerasan, sudah tentu ini berarti perintah melakukan kekerasan pula.

Dalam penjelasan tentang Q 7:179, diluar segala tetek-bengek yang ditulisnya, terjemahan Assad tetap menyatakan bahwa kafir, seperti umat Hindu, “sama seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi dibandingkan hewan ternak.” Ini jelas berarti non-Muslim, menurut fiman Allâh, adalah lebih jelek, lebih jahat, dibandingkan binatang, seperti hewan ternak, dan dinyatakan “bagaikan hewan buas.” Apa sih bedanya “lebih jelek daripadan hewan ternak” dan “binatang buas”? Karena itu pernyataan “Di mata Allâh, para kafir Hindu ini tidak lebih baik daripada binatang” adalah benar adanya. Malah sebenarnya bisa dikatakan lebih tepat lagi “kafir² Hindu adalah lebih jelek daripada binatang ternak.” Itulah yang diterjemahkan oleh Assad dan disetujui oleh Ghouse.

Mengapa ya Ghouse tidak menerapkan perintah Islam pada tetangga² kafirnya yang layak diperlakukan bagaikan binatang ternak, tepatnya lebih jelek daripada binatang ternak? Aku dulu dibesarkan di luar kota dan kami punya binatang² ternak. Yang lebih jelek daripada binatang² ternak di daerah kami adalah binatang rubah yang suka mencuri ayam² atau merusak kebun tebu kami. Kami biasa membunuh binatang² itu jika melihatnya. Harimau, hyena, srigala juga lebih jelek daripada binatang² ternak. Jadi sebenarnya perlakuan gimana sih yang harus diterapkan Muslim jika mereka bertemu dengan binatang² ini di daerah mereka? Tampaknya kepala² kafir bakal menggelinding nih.

Tentang kutipanku akan Q 4:56, terjemahan Asad juga menyatakan hal yang sama:
Bagi mereka yang menolak Islam, “Kami (Allâh, atau tampaknya beberapa Allâh), akan, pada waktunya, menjatuhkan hukuman api; [dan] setiap kali kulit mereka terbakar, Kami akan menggantinya dengan kulit baru, sehingga mereka akan merasakan penderitaan sepenuhnya …”

Hukuman terus-menerus yang mengerikan ini – yang layak dijatuhkan pada para Hindu, Kristen, dan Yahudi – akan berlangsung secara abadi; begitulah jahatnya para kafir sampai layak menerima hukuman itu. Tidak dapat disangkal lagi bahwa hukuman xintink Allâh jauh berkali-kali lipat tak terhingga melebihi kebiadaban Hitler. Sekali lagi, penulis Dr R Brahmachari memang menjabarkan secara tepat kebencian Allâh terhadap manusia kafir.

Mari kita bahas tiga ayat yang tidak dibahas Ghouse. Ayat pertama adalah Q 3:56
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

Pertanyaannya adalah bagaimana Allâh akan menghukum para kafir di dunia baka? Ternyata Allâh menggunakan tangan para pengikutnya, yakni Muslim. Para Muslim harus melaksanakan peperangan Jihad terhadap para kafir najiz dan melaksanakan hukuman mengerikan bagi mereka; dan Muslim yang mati dalam proses Jihad ini, akan menerima janji Allâh masuk surga (yang sarat dengan para perawan surgawi) seperti yang dinyatakan di Q 47:4
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allâh menghendaki niscaya Allâh akan membinasakan mereka tetapi Allâh hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allâh, Allâh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Ayat berikut adalah Q 8:12-13
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allâh dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allâh dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allâh amat keras siksaan-Nya.


Pesan di ayat ini sungguh jelas. Hal ini berarti para Musli harus berjuang untuk menaklukkan kafir, yang menentang Allâh dan missi Muhammad (artinya menolak Islam) dan “penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” Pesan Allâh sudah jelas, dan tidak perlu penjelasan apapun lagi.

Mari bahas ayat selanjutnya Q 9:111
Sesungguhnya Allâh telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allâh; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allâh di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allâh? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Ayat ini jelas mewakili serangan 9/11. Hidup para Muslim telah dibeli Allâh untuk melakukan Jihad di jalan Allâh, di mana mereka harus membunuh dan terbunuh. Tepatnya, mereka harus melakukan jihad dan melakukan usaha terbaik untuk dapat membunuh kafir. Sudah tentu akan ada Jihadis yang mati dalam perang Jihad ini. Tapi mati syahid dalam Jihad, bukanlah kekalahan bagi Muslim; malah sebaliknya, hal ini merupakan hal yang terbaik terjadi pada diri Muslim; karena mati syahid ini merupakan jaminan masuk surga Allâh langsung. Muslim percaya bahwa dapet tiket ke surga merupakan tujuan utama segala perbuatan mereka di bumi.

Sebagian tukang tipu Islam akan mengakali kita dengan mengatakan bahwa Jihad berarti perjuangan melawan diri sendiri, dalam usaha masuk surga Islam. Kuharap mereka ini bisa maju ke depan dan menjelaskan pada kita semua bagaimana Jihad terhadap diri sendiri bisa mengakibatkan pembantaian terhadap kafir dan terbunuh dalam proses tersebut? Mungkin Ghouse bisa menerangkan hal ini pada kita.

Aku ingin menegaskan bahwa Ghouse tidak banyak mempelajari Qur’an. Tampaknya dia itu orang yang berhati baik tapi tidak tahu banyak tentang Islam atau, kemungkinan lain, dia ber tujuan menipu kafir yang mudah dikibuli. Dia berkata, “Akan tetapi ayat² ini telah dikutip dari Qur’an dan sebenarnya ditulis 1000 tahun yang lalu dan para penipu telah menyebarkannya untuk merusak agama, itulah usaha dan mata pencaharian mereka. Pernyataannya ini sudah jelas bertujuan untuk mengelabui pendengarnya yang cepat percaya.

Apakah Ghouse telah membuang halaman² Qur’an yang berisi ayat² brutal yang menurut dia disalahkan artinya?

Berdebat dengan penipu seperti Ghouse tidak memberi pencerahan apapun tentang Islam. Karena itu, aku akan mengakhiri perdebatan sampai di sini saja, kecuali jika Ghouse mampu menampilkan tulisan yang solid, hasil penelitian seksama, dan argumen yang layak mendapat jawaban.

Pembaca yang ingin mendapatkan gambaran penuh akan kekerasan (yakni Jihad) dalam Islam, silakan baca Dr Ali Sina’s Understanding Muhammad viewtopic.php?f=123&t=14106 atau bukuku Islam Jihad: A Legacy of Forced Conversion, Imperialism and Slavery viewtopic.php?f=123&t=31240 .

Aku yakin buku² ini akan mendatangkan pengaruh kemanusiaan kuat dalam pikiran Muslim yang radikal. Selain itu, buku² ini akan menolong orang untuk mengetahui dengan jelas mengapa dunia sekarang sarat dengan berbagai serangan terorisme.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am


Return to Resource Centre: Quran & Hadits



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron