Page 4 of 8

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 12:34 pm
by Valkyrie
Nurman wrote:Dari link: http://en.wikipedia.org/wiki/Saddam_Hussein
A leading member of the revolutionary Ba'ath Party, which espoused secular pan-Arabism, economic modernization, and socialism.

Disebut sebagai secular pan-arabisme .. jadi ya jelas bukan sunni.
Sunni ndak kenal arabisme .. Sunni beranggapan ndak ada
pembedaan urusan akhirat dan dunia (please refer ke orang2 sunni
di Indonesia) ... sedangkan saddam hussein menurut link yang
Anda kasih adalah secular ... yang memisahkan urusan akhirat dan
dunia ..

Kalau sunni menikmati penindasan di jaman saddam hussein terhadap
shiah (jk memang begitu) .. ya itu politik tho ya? ndak ada yang aneh kan .. kalau
Shiah mayoritas . saddam hussein akan menjadi shiah untuk
melanggengkan kekuasaan ... gampang kan?

Kalau akhirnya dikubur di Sunni, apakah dengan begitu jadi bener2
Sunni ..? banyak oang ndak beragama di jawa yang dikuburkan
di kuburan muslim ....

Rgds,
Nurman Numeiri


Benarkah klaimmu ini?

Baca lagi Wikipedia dengan benar (lihat di bawah foto Saddam):

Religion Sunni Muslim


And check this out:

Ketika Saddam digantung, Kelompok Sunni menganggap dia sebagai Jihadist, tetapi kelompk Syiah menari senang

Kutipan:

Di Bagdad, kaum Syiah menari gembira di jalan-jalan mendengar mantan orang nomor satu Iraq ini digantung. Sementara warga Syiah lainnya menembakkan senjata ke udara menandai kegembiraanya.
.......

Berbeda dengan warga Sunni, menganggap kematian Saddam adalah sebuah martir. “Presiden Saddam Hussein adalah martir dan Tuhan akan menempatkan bersama pahlawan lainnya”, ujar Syeikh Yahya al-Attawi.


Dari Suara Merdeka

Kutipan:

AS) ... Bath adalah 84,9% Arab Sunni, 5,7% Syiah, dan 7,5% Kurdi. ...

Ternyata Partai Bath mayoritas Arab Sunni!!!! hal yang berusaha dibantah oleh nurman awalnya:

Nurman wrote:Saddam Hussein mah Arabisme, Partai Bath = sosialis, jd dimana sunni-nya?


Yup, wikipedia yang sama ditulis Fakta sangat jelas (Lihat foto Saddam di Wikipedia): Saddam's religion: Sunni Muslim

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 12:46 pm
by Valkyrie
Ups, rupanya kutipanku mengenai 84,9% Sunni itu sudah out to date (maaf ya), yang benar:

Setelah kudeta kedua Partai Bath (1968) sampai 1977, tidak seorang Syiah pun yang disertakan dalam Dewan Komando Revolusi (RCC), yang merupakan badan pembuat keputusan tertinggi di Irak era Saddam.
.....
Di kalangan elite politik Irak, pada 1978-1991 hanya dua orang Syiah yang menjadi anggota RCC dan menduduki posisi cukup penting, yaitu Deputi PM Saadon Hamadi dan Menteri Pertahanan Tuma Abbas. Memang, sejak masa pemerintahan Ahmad Hasan al-Bakr (1968-1979) dan Saddam Hussein (1979 - 2003), panggung politik Bagdad justru didominasi kelompok minoritas Arab Sunni, khususnya Partai Bath, lebih khusus lagi keluarga Saddam dan "klan" al-Takriti. Dominasi kelompok minoritas Arab Sunni atau -meminjam istilah Chibli Mallat (1988)- "Sunnisasi" serta "Bathisasi" panggung politik Bagdad inilah yang menjadi sumber utama penentangan kaum Syiah terhadap rezim Saddam di Irak.


Yah, fakta antara Syiah dan Sunni memang menyakitkan...

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:00 pm
by M-SAW
Nurmen
kamu jangan JAHIL gitu dong
liatlah gak ada temenmu yang dukung teorimu

betul Saddam sosialis,tapi dia TETAP seorang SUNNI,kamu gak bisa bantah itu atau pura2 **** nanya..mana bukti saddam SUNNI.

MUSLIM SYIAH selama sadddam berkuasa SELALU menderita,karena KE SUNNIAN saddam.

gini aja deh..kamu ke tetangga atau situs islam lain,.,tanya aja ke mereka.. SADDAM itu apa sih?? sunni bukan

jangan permalukan dirimu disini..liat lah TIDAK ada REKAN MUSLIM ffi satupun yang MEMBANTI anda. KNP???
krn mrk tau kalau kamu itu SALAH BESAR

Salam

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:02 pm
by Valkyrie
Setelah melihat fakta jelas ke-Sunni-an Saddam, Kita kembali ke perayaan Ashura, Ini Aku ambil dari laporan VOA tahun 2006:

Para pejabat Pakistan mengatakan, bentrokan antara kaum muslim Syiah dan muslim Sunni Kamis malam kemarin menewaskan sedikitnya 2 orang di Pakistan barat-laut.

Para pejabat lokal mengatakan, meskipun pengamanan diperketat, tembak-menembak terus berlanjut di sekitar kota Hangu Jumat ini, di mana pengebom bunuh-diri meledakkan dirinya dan menewaskan 23 orang dan melukai lebvih dari 40 orang lainya pada saat perayaan Asyura Kamis kemarin.

Menteri Dalam Negeri Aftab Shepao mengatakan, ketegangan tetap tinggi, tetapi ulama Shiah dan umat Sunni telah menyerukan ketenangan. Ia mengatakan, larangan keluar rumah telah diberlakukan dan pos-pos didirikan.

Bala bantuan tentara dikerahkan setelah kaum Shiah mengamuk dengan membakar mobil-mobil dan toko-toko.

Asyura memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad pada abad ke-7, yang mengakibatkan perpecahan antara umat muslim Syiah dan muslim Suni.
Mayoritas warga Pakistan muslim Sunni.


Aku jadi ingat pernyataan Nurman mengenai hubungan Sunni-Syiah-Ashura:

Nurman wrote:Masak memperingati meninggalnya
Cucu Rasul ditolak, dg keras lg.
Ah msk Sunni kyk gt?

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:09 pm
by Valkyrie
Dari Tabloid Kapan lagi

Kutipan:

Festival tahun ini dianggap sebagai sasaran yang mungkin diserang gerilyawan Sunni, khususnya setelah kemenangan politisi Syiah dalam pemilihan umum Irak bulan lalu. Maksud serangan-serangan terbaru ini jelas untuk mengobarkan perpecahan antara warga Syiah dan Sunni.

Ternyata yang dicurigai lagi2 Sunni! Kalau Sunni tidak ada masalah dengan perayaan Ashura, lalu kenapa sampai Sunni menjadi tersangka?

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:26 pm
by Nurman Numeiri
Valkyrie wrote:Dari Tabloid Kapan lagi

Kutipan:

Festival tahun ini dianggap sebagai sasaran yang mungkin diserang gerilyawan Sunni, khususnya setelah kemenangan politisi Syiah dalam pemilihan umum Irak bulan lalu. Maksud serangan-serangan terbaru ini jelas untuk mengobarkan perpecahan antara warga Syiah dan Sunni.

Ternyata yang dicurigai lagi2 Sunni! Kalau Sunni tidak ada masalah dengan perayaan Ashura, lalu kenapa sampai Sunni menjadi tersangka?


Kan udah aku bilang itu masalah foolitik ...

*nurman

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:32 pm
by Valkyrie
Nurman wrote:Kan udah aku bilang itu masalah foolitik ...

*nurman


Yup, fakta politik jelas sekali bahwa Sunni bermusuhan dengan Syiah.

Oh iya, apakah kamu tahu kalau Islam itu Integrated (juga mencakup Politik)?

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:42 pm
by Valkyrie
Tepatnya masalah politik yang timbul akibat perselisihan kepercayaan antara Sunni dan Syiah, terutama menyangkut pengakuan Imam Hussein (Cucu Nabi Muhammad) dimaan penyakuan atas Imam Husein oleh Syiah ditandai dengan perayaan Ashura.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:43 pm
by Nurman Numeiri
Valkyrie wrote:
Nurman wrote:Kan udah aku bilang itu masalah foolitik ...

*nurman


Yup, fakta politik jelas sekali bahwa Sunni bermusuhan dengan Syiah.

Oh iya, apakah kamu tahu kalau Islam itu Integrated (juga mencakup Politik)?


Yup ..
But in this case, it;s quite different ...
That's the situation we want to resolve ..
basically sunni and shiah came from the same root,
the political issue which make it confronted.
This is the victim of history ..

*nn

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 1:51 pm
by Valkyrie
Yup ..
But in this case, it;s quite different ...
That's the situation we want to resolve ..
basically sunni and shiah came from the same root,
the political issue which make it confronted.
This is the victim of history ..


"History" bahwa Sunni menolak keras kepercayaan Syiah?

Silahkan selesaikan masalah Syiah-Sunni, itu urusan kalian para Muslim.

Namun fakta jelas: permasalah Syiah-Sunni adalah masalah politis

Dan karena Islam itu Integrated (Politik adalah bagian dari Islam), maka masalah Politik Syiah-Sunni praktis dipicu oleh kepercayaan/ Agama, maka masalah Syiah-Sunnipun adalah maslah agama

kalau toh Islam itu agama yang tidak terintegrated (yang tidak akan diakui oleh para Muslim), Sejarah masalah Sunni-Syiah tidak akan pernah dapat dilepaskan dari keagamaan (perpecahan bukan dipicu oleh ras, ideology, atau kasta, melainkan oleh klaim "kemurnian Islam").

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 2:09 pm
by Valkyrie
Syiah mengklaim bahwa golongannyalah yang Murni dari Allah

Sementara Sunni menjelaskan mengapa Syiah wajib ditolak!

Juga lihat Klaim Sunni ini atas kesesatan Syiah

Tidak bisa disangkal masalah Syiah dan Sunni bukan cuma sebatas Politik (kalau mau "disekulerkan" oleh Nurman), melainkan memang berakar dari keagamaan.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 2:18 pm
by Nurman Numeiri
Valkyrie wrote:
Yup ..
But in this case, it;s quite different ...
That's the situation we want to resolve ..
basically sunni and shiah came from the same root,
the political issue which make it confronted.
This is the victim of history ..


"History" bahwa Sunni menolak keras kepercayaan Syiah?

Silahkan selesaikan masalah Syiah-Sunni, itu urusan kalian para Muslim.

Namun fakta jelas: permasalah Syiah-Sunni adalah masalah politis

Dan karena Islam itu Integrated (Politik adalah bagian dari Islam), maka masalah Politik Syiah-Sunni praktis dipicu oleh kepercayaan/ Agama, maka masalah Syiah-Sunnipun adalah maslah agama

kalau toh Islam itu agama yang tidak terintegrated (yang tidak akan diakui oleh para Muslim), Sejarah masalah Sunni-Syiah tidak akan pernah dapat dilepaskan dari keagamaan (perpecahan bukan dipicu oleh ras, ideology, atau kasta, melainkan oleh klaim "kemurnian Islam").


OK .. thanks for your suggestion .

Rgds,
Nn.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 2:33 pm
by Nurman Numeiri
Valkyrie wrote:Syiah mengklaim bahwa golongannyalah yang Murni dari Allah

Sementara Sunni menjelaskan mengapa Syiah wajib ditolak!

Juga lihat Klaim Sunni ini atas kesesatan Syiah

Tidak bisa disangkal masalah Syiah dan Sunni bukan cuma sebatas Politik (kalau mau "disekulerkan" oleh Nurman), melainkan memang berakar dari keagamaan.


yang link http://syiahimamiah.wordpress.com/2007/ ... ang-syiah/ cukup bagus, fair dan berimbang ...

Menurut saya sih, masalah keagamaan selesai setelah Rasul Muhammad SAW meninggal dunia. setelah itu urusan tafsir masing2 ... dan di sini
sangat berperan masalah politik.
Politik adalah siapa mendukung siapa ...

Yang Bahasa malaysia .. ndak ngerti aku ...

Rgds,
Nn.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 2:33 pm
by aljazeera
Yang jelas perayaan Ashura bukan merupakan bagian dr ibadat kaum muslim.

Perayaan ini sama halnya dengan adat penyiksaan diri pada perayaan paskah di pilipina.


http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=14758

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 2:42 pm
by Valkyrie
yang link http://syiahimamiah.wordpress.com/2007/ ... ang-syiah/ cukup bagus, fair dan berimbang ...

Menurut saya sih, masalah keagamaan selesai setelah Rasul Muhammad SAW meninggal dunia. setelah itu urusan tafsir masing2 ... dan di sini
sangat berperan masalah politik.
Politik adalah siapa mendukung siapa ...

Yang Bahasa malaysia .. ndak ngerti aku ...

Rgds,
Nn.


tidak bisa disederhanakan seperti itu,
Masalah tafsir adalah masalah keagamaan.

Misalnya
Ahmadiyah, sekte sholat 2 bahasa di Lawang dikecam bukan karena politis, melainkan karena agama (yang bersumber dari perbedaan masalah tafsir Alquran)

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 2:53 pm
by Nurman Numeiri
aljazeera wrote:Yang jelas perayaan Ashura bukan merupakan bagian dr ibadat kaum muslim.

Perayaan ini sama halnya dengan adat penyiksaan diri pada perayaan paskah di pilipina.


http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=14758


Yak betul, Mas Aljazeera ...
Mungkin dipandang dari segi ibadah .. Asyura sama dengan peringatan
Maulid Nabi. Di jaman Nabi SAW kan ndak ada Maulid ...

Rgds,
Nn.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 3:48 pm
by Nurman Numeiri
Valkyrie wrote:tidak bisa disederhanakan seperti itu,
Masalah tafsir adalah masalah keagamaan.

Misalnya
Ahmadiyah, sekte sholat 2 bahasa di Lawang dikecam bukan karena politis, melainkan karena agama (yang bersumber dari perbedaan masalah tafsir Alquran)


Yang untuk urusan politik/kenegaraan maksudku ...
yang urusan shalat mah itu urusan ibadah maghdah ...
Tidak boleh melakukan ibadah maghdah kecuali yang dicontohkan
oleh Rasulullah SAW.

Dalam Islam,
Tidak boleh melakukan ibadah maghdah kecuali yang dicontohkan,
Dalam hal ibadah goiru maghdah boleh melakukan apa saja, kecuali
yang dilarang ...

rgds,
Nn.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 3:55 pm
by Valkyrie
yang aku tekankan adalah "perbedaan tafsir"

Nurman wrote:Menurut saya sih, masalah keagamaan selesai setelah Rasul Muhammad SAW meninggal dunia. setelah itu urusan tafsir masing2 ... dan di sini
sangat berperan masalah politik.
Politik adalah siapa mendukung siapa ...




Masalah Syiah-Sunni adalah masalah perbedaan tafsir.
Masalah Islam mainstream dengan ISlam Sholat 2 bahasa maupun Ahmadiyah juga dikarenakan perbedaan tafsir

Kamu bilang kalau urusan politik adalah urusan tafsir, konsekuensinya seharusnya masalah Ahmadiyah inipun juga seharusnya diperlakukan sebagai urusan politik, tetapi ternyata tidak oleh masyarakat Muslim Mainstream yang menganggap masalah ini adalah masalah doktrinal keagamaan.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 4:08 pm
by Nurman Numeiri
Untuk yang Shalat 2 bahasa beda tafsir di mana?
I don't get it yet, Sir ...

Rgds,
Nn.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 4:48 pm
by Nurman Numeiri
Valkyrie wrote:And check this out:

Ketika Saddam digantung, Kelompok Sunni menganggap dia sebagai Jihadist, tetapi kelompk Syiah menari senang

Kutipan:

Di Bagdad, kaum Syiah menari gembira di jalan-jalan mendengar mantan orang nomor satu Iraq ini digantung. Sementara warga Syiah lainnya menembakkan senjata ke udara menandai kegembiraanya.
.......

Berbeda dengan warga Sunni, menganggap kematian Saddam adalah sebuah martir. “Presiden Saddam Hussein adalah martir dan Tuhan akan menempatkan bersama pahlawan lainnya”, ujar Syeikh Yahya al-Attawi.


Dari Suara Merdeka

Kutipan:

AS) ... Bath adalah 84,9% Arab Sunni, 5,7% Syiah, dan 7,5% Kurdi. ...

Ternyata Partai Bath mayoritas Arab Sunni!!!! hal yang berusaha dibantah oleh nurman awalnya:

Nurman wrote:Saddam Hussein mah Arabisme, Partai Bath = sosialis, jd dimana sunni-nya?


Yup, wikipedia yang sama ditulis Fakta sangat jelas (Lihat foto Saddam di Wikipedia): Saddam's religion: Sunni Muslim


Coba diperinci anggota partai Golkar ...
Apakah kalao 80 persen orang Islam lantas Partai Golkar jadi
partai Islam???

Anda pernah dengar Islam KTP?
Nah Saddam itu Sunni KTP .. :D

Rgds,
Nurman Numeiri