Page 2 of 8

PostPosted: Thu Jun 28, 2007 5:56 pm
by M-SAW
Basman wrote:"Perbedaan adalah Rahmat"

hi...hi....

Gua taunya cuman itu ...islam.

kekekeke..taukah dikau kalau kata2 itu pun TERNYATA dari HADITS yang diragukan??
silahkan baca buku islam ini atau anda beli aja :)

Perbedaan Pendapat adalah Rahmat ?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=9571&highlight=

Mari kita lihat dari 2 buku islam berikut ini :
Lansung saja ya ...
Dari buku pertama :

138.Perbedaan Pendapat adalah Rahmat?
Tanya:
Saya ingin bertanya tentang hadits yang berbunyi "perbedaan pendapat itu adalah rahmat". Apakah hadits itu benar-benar dhaif dan palsu? Dapatkah pengasuh rubrik ini menunjukkan pada kitab hadits mana, perawinya siapa, sanadnya, dan pendapat para ulama hadits tentang kuat atau tidaknya hadits ini untuk dijadikan sebagai hujjah. Bukankah hadits ini, menurut saya, sangat masyhur dan sering kita dengar dari para ustadz?

M. Said B-Berau Kalimantan Titaur



Jawab:
Hadits yang dimaksud berbunyi: "perbedaan di antara umatku adalah rahmat". Hadits ini dinyatakan oleh dan al-Muhaddits Syekh Nashiruddin al-Albani dan Dr Yusuf al-Qaradhawi, LMa ash/a lahu (tidak ada dasarnya, sumbernya).

Dengan demikian, dapat disebut hadits maudhu' (palsu). Maudhu' adalah tingkatan tertinggi dari hadits dba'if (lemah). Bahkan, sebagian ulama menempatkannya secara tersendiri, mengingat betapa besarnya
kelemahannya.

Selain itu, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, riwayat ini bertentangan dengan firman Allah, "Berpeganglah kamu pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai," (QS Ali Imran: 103).
Semata-mata terkenal (masyhur), tidak menentukan shahih tidaknya suatu hadits.

Baik masyhur secara istikh ilmu hadits (hadits yang sanadnya diriwayatkan oleh minimal 3 s/d 10 rawi pada setiap tingkatan), maupun secara non istilah ilmu hadits (sekadar terkenal di kalangan masyarakat), tidak memengaruhi shahih tidaknya sebuah hadits. Begitu banyak hadits yang terkenal di tengah masyarakat, ternyata setelah diteliti, terbukti lemah atau palsu.
Note : jangan2 yang malsuin kristen dan yahudi ..xixixi

Karena itu, selayaknya para mubaligh tidak menyebutkan riwayat ini sebagai hadits dari Rasulullah saw, karena terbukti lemah dan palsu. Dengan menyebutkan ungkapan ini sebagai hadits, kita khawatir termasuk dalam larangan Rasulullah, "Siapa yang berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya dari api neraka," (HRBukbari, No. 107).Wallahu a'lamM

Dari buku ke dua :

[8] Perkataan:
"Perbedaan pendapat umatku adalah sebuah rahmat."129
Penutur maqalah ini adalah Qasim bin Muhammad.130

129 Ibnu Hazm berkata, "(Ini hadits) batil lagi dusta." Al-lhkam ( 5/642); Muhammad Shiddiq AI-Ghimari, AI-Mughir 'a/a Al-Jami' Ash-Shaghir, hal. 16; Az-Zarkasyi, At-Tadzkirah, hal. 64; As-Suyuti, Ad-Durar, hal. 28; AI-Qari, AI-Asrar, hal. 51; AI-Albani, As-Silsilah Ahadits Adh-Dha'ifah (1/76, hadits no. 57). la berkata, " Laa ashla lahu." Ulama hadits berusaha mencari isnad-nya, tetapi tidak berhasil."

130[i] AI-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, seorang imam, teladan dan terpercaya. Lahir pada pemerintahan Ali ra. Ulama terbaik di zamannya. Wafat tahun 107 H.

Ibnu Hazm mengomentari pernyataan di atas, "Ini ungkapan yang amat tak bermoral. [size=18]Alasannya, jika perbedaan pendapat merupakan rahmat, berarti kesepakatan mendatangkan kemurkaan[/size]. Sebagai orang Islam tidak akan mengatakannya, sebab hanya (ada dua kemungkinan); satu kata dalam mufakat atau beda pendapat, rahmat atau kemurkaan Allah swt. Adapun hadits di atas adalah batil dan dusta, bersumber dari manuver orang yang fasik."131.
131 Al-lhkam fi Ushulil Ahkam (5/642).

PostPosted: Tue Aug 07, 2007 7:36 pm
by mr. Hercule Poirot
supercabe wrote:sekedar pengen tau aja, perayaan ashura itu untuk memperingati apa?
saya awam, dan sekedar ingin tau, salam


Dari ensiklopedi islam PT. Ichtiar Baru van Hoeve buku 1 (ringkasannya aja ya…)

Asura
(ar: ‘asyura). Hari kesepuluh bulan Muharam. Di dalam Islam hari Asura dipandang sebagai hari yang mempunyai keutamaan karena pada hari tersebut Allah SWT twlah mwnwntukan banyak peristiwa terjadi di muka bumi yang menyangkut pengembangan agama tauhid.

Hadist nabi Muhammad SAW:
1. Barang siapa yang melapangkan keluarga dan familinya pada hari Asura, niscaya Allah melapangkannya sepanjang tahun (HR. Al Baihaki)
2. Puasa pada hari Asura menghapuskan dosa satu tahun yang lewat (HR Muslim dari Abu Qatabah)
3. Sesungguhnya hari ini adalah hari Asura, tidak diwajibkan kamu melakukan puasanya, tetapi saya berpuasa, barang siapa yang ingin berpuasa, berpuasalah, dan barang siapa yang tidak ingin berpuasa, hendaklah ia berbuka (Muttafaq ‘alaih/shahih menurut Bukhari dan Muslim)

Disamping keutamaan-keutamaan diatas, ada pula peristiwa penting dalam sejarah Islam pada hari asura, yaitu peristiwa pembantaian Husein bin Ali bin Abi Talib, cucu Muhammad SAW dari puterinya Fatimah, bersama keluarganya di Karbala oleh pasukan Yazid bin Muawiyah, putera Muawiyah bin Abu Sufyan.
Peristiwa ini ternyata membawa dampak yang amat besar dalam sejarah perkembangan Islam. Di satu sisi, hati umat islam tersayat oleh perbuatan Yazid. Di sisi lain rasa kagum terhadap Husein semakin meluas, terutama dari kalangan keluarga Alawiyin dan simpatisan mereka. Rasa haru dan kagum itu akhirnya menumbuhkan hasrat untuk menjadikan hari asura itu menjadi hari yang diperingati, tambahan pula hari itu memang hari yang dimuliakan oleh Allah. Pada mulanya peristiwa itu diperingati secara sederhana, yaitu dengan berziarah ke tempat yang berdarah itu terjadi. Namun lama kelamaan peringatan itu membudaya dan menjadi suatu peringatan yang di lakukan secara besar-besaran.

Dari buku 5 (mengenai syiah)
Asura
Asura berasal dari kata ‘syarah, yang berarti sepuluh. Maksudnya adalah hari kesepuluh dalam bulan Muharam yang diperingati kaum syiah sebagai hari berkabung umum untuk memperingati wafatnya Imam Husein bin Ali dan keluarganya di tangan pasukan Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 61 H di Karbala, Irak. Pada upacara peringatan Asura tersebut, selain mengenang perjuangan Husein bin Ali dalam menegakkan kebenaran, orang-orang Syiah membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW dan keluarganya, mengutuk pelaku pembunuhan terhadap Husein dan keluarganya itu, serta memperagakan berbagai atraksi (seperti memukul-mukul dada dan mengusung-ngusung peti mayat) sebagai lambang kesedihan terhadap wafatnya Husein bin Ali. Di Indonesia upacara Asura di lakukan di berbagai daerah seperti di bengkulu dan di Padang Pariaman Sumatra Barat dalam bentuk arak-arakan Tabut.

PostPosted: Tue Aug 07, 2007 7:53 pm
by mr. Hercule Poirot
saya pernah baca sebuah novel mengenai kisah cinta sih, tapi dlam kerangka budaya islam syiah. disana di gambarkan ketika upacara asura, yang mengikuti serenoninya terbagi dalam beberapa kelompok dan mereka memang udah bersiap untuk menyakiti diri mereka sendiri. ada kelompok yang membawa rantai untuk mencambuki punggungnya, ada yang hanya menggunakan tangannya memukuli dadanya (perempuan ikut yang ini) trus ada yang membawa belati untuk dipukulkan di kepalanya. kelompok yang terakhir ini disebut syuhada muharram dan mereka memang udah siap untuk mati. mungkin terdiri dari orang-orang yang merasa banyak berdosa.. lalu ketika berlangsung, mereka bernyanyi dan bergumam-gumam "haa shee..haee she...' menyakiti diri mereka masing-masing dalam keadaan semacam ekstase begitu. setengah sadar dan tidak.

tapi itu adalah tradisi syiah, bukan bagian dari ibadah. umat syiah dewasa ini gak semuanya melaksanakan tradisi ini..karena ini semua adalah ungkapan kesedihan yang berlebih-lebihan
APALAGI YANG ANAK KECIL ITU, GAK WARAS EUY!!!!

PostPosted: Tue Aug 07, 2007 8:23 pm
by Alibaba
Oh islam yang asli kek gini toh?

PostPosted: Tue Aug 07, 2007 10:19 pm
by NoeMoetz
ASli deh.... Serem.....Image

PostPosted: Tue Aug 07, 2007 11:40 pm
by Valkyrie
Alenezi wrote:lebih serem mana ama yang diatas???.

tuhan loh......


sereman Asyuralah, anak2 juga disiksa sama adat itu---> penyiksaan masal.

PostPosted: Wed Aug 08, 2007 3:33 pm
by NoeMoetz
Betul juga....
Kecil2 sudah dikenalin ama Darah....
Kalo gedhenya haus darah.... Wajar aja....
Hiiyyy Syerem....

PostPosted: Wed Aug 08, 2007 6:20 pm
by Valkyrie
disamping itu:

1. menurutmu orang apa yang menyiksa diri malah ketawa ketiwi?
2. orang apa yang tersenyum penuh kebanggan melihat orang yang dicintainya melukai diri sendiri?

Jawabanku sih: orang sakit jiwa.

PostPosted: Wed Aug 08, 2007 7:15 pm
by Alibaba
Bukan kesurupan Val?

PostPosted: Wed Aug 08, 2007 8:04 pm
by arman
Bisa minta sumber yang mengajarkan perintah merayakan as-syura kayak gitu ga???
adadeh wrote: Bohong semua ternyata. Nasib umat Hindu dan Buddha di Indonesia tidak berbeda dengan umat Hindu dan Buddha di India. Dihajar habis semua oleh Islam.
Minta buktinya dunk! :D

PostPosted: Thu Aug 09, 2007 6:30 pm
by Valkyrie
Alibaba wrote:Bukan kesurupan Val?


rasanya mereka sadar melakukannya kok (coba kalau ada perayaan Ashura kita tanya mereka besoknya apa mereka ingat saat merekamenyiksa diri), kalau kesurupankan orangnya nggak bakalan sadar.

PostPosted: Fri Aug 10, 2007 2:08 am
by rockbebeh
Dengan bermodalkan pembunuhan cucu Rasulullah s.a.w. yg telah dizalimi, segolongan umat islam telah cuba membawa masuk bidaah2 yg tiada asasnya didalam islam... dengan bermodalkan peristiwa zalim di Karbala maka emosi umat islam yg mencintai Allah dan Rasul Allah cuba dimainkan untuk menerima dakwah bidaah mereka yg aneh tentang kewujudan imam 12 yg ghaib yg wajib diyakini kewujudannya yg malangnya tiada asasnya didlm al-quran apabila diselidiki... seolah-olah tidak menerima dakyah aneh tersebut maka boleh dianggap turut sama mengzalimi cucu Rasul Allah s.a.w.

kononnya atas nama mencintai ahlulbait dan membela cucu Rasul Allah s.a.w. maka mereka merasakan mereka boleh mencaci cerca golongan2 Muhajirin dan Ansar yg telah dididik & ditarbiah oleh Rasul Allah s.a.w....dan DIJANJIKAN SYURGA OLEH ALLAH... maka itu semua adalah **** sekali... semua itu adalah bidaah.

yang mengzalimi cucu Rasul Allah s.a.w. semestinya akan dibalas dgn sewajarnya oleh Allah samada didunia atau diakhirat.. biarlah Allah yg menentukan segala.. tapi adakah wajar apabila kezaliman di Karbala cuba dijadikan modal untuk menerbitkan bidaah-bidaah didalam islam..????

cubalah saudara-saudara sekalian perhatikan..... kezaliman di Karbala adalah modal untuk menyebarkan dakyah-dakyah bidaah didalam islam...

kesimpulannya : mereka itu tidak tahu apa yang sebenarnya tentang islam... jika kamu pergi menunjuk ajar yang sebetulnya pasti mereka mendengarnya... agar mereka tahu apa itu islam yang sebenar... ini berlaku di web ffi juga... yang mana.. saya dan rakan2 yang lainnya dah memberitahu kamu semua tentang kebenaran... malah kamu gak mau dengar... saya doakan kamu sentiasa terpilih dalam mendapat hidayah dari allah... amin....

PostPosted: Sun Aug 12, 2007 1:59 pm
by mr. Hercule Poirot
Valkyrie wrote:
Alibaba wrote:Bukan kesurupan Val?


rasanya mereka sadar melakukannya kok (coba kalau ada perayaan Ashura kita tanya mereka besoknya apa mereka ingat saat merekamenyiksa diri), kalau kesurupankan orangnya nggak bakalan sadar.


kalo di buku yang saya baca, mereka sadar ketika memutuskan ikut ambil bagian dalam prosesi, tapi ketika jalannya prosesi itu, mereka setengah sadar. semacam ekstase gitu.. tapi besoknya ketika ditanya, ya mereka inget. tapi ketika mukul-mukul diri sendirinya sampe jatuh pingsan mereka gak sadar.

rockbebeh:
dalam syiah memang ada sekte yang percaya bahwa setelah muhammad wafat, ada 12 orang imam yang diyakini sebagai pengganti kepemimpinannya. namun, itu adalah kepercayaan salah satu sekte itu. syiah secara garis besar adalah suatu pemikiran islam yang berpusat meneladani dan memuliakan Ahlul Bait. dan tidak melulu orang syiah itu menghina sahabat nabi, hanya sekte Imamiyah saja yang melakukan hal itu. beberapa sekte malah mengakui kepemimpinan Abu Bakr, Umar, Ustman, dan dalam batas-batas tertentu mengakui masa daulah Umayah (walaupun kaum syiah tertindas pada masa Umayah). dalam kepercayaan syiah juga Imam bukanlah hanya keturunan Muhammad ajah, namun juga orang yang memang betul-betul dianggap mampu menjadi seorang Imam.

Syiah memang tidak berkiblat pada satupun dari 4 mahdzab Fiqh. karena mereka percaya bahwa suatu penafsiran qur'an maupun hadist dapat saja salah. jadi sangat beresiko jika penafsiran itu dibakukan. Dalam memutuskan urusan Fiqh, mereka melakukan Ijtihad berdasarkan 4 alat yaitu: Qur'an, Hadist, Ijma dan Akal.

TAPI PAS TRADISI ASURA-NYA, KAGAK PAKE AKAL. GAK WARAS EUY!!!!

PostPosted: Fri Aug 24, 2007 3:05 pm
by Nurman Numeiri
Aku sebenarnya sedikit banyak tahu tradisi ini karena beberapa kali ikut peringatanny di Indonesia (Bandung, Jakarta). ..
Tapi .. mau menjelaskan di forum ini rasanya malaaaaaaaassss banget ... belum2 udah disemprot sana sini pastinya ...

Yang jelas .. tradisi ini yang sanggup mengusir Amerika dari Iran ..
Amerika lari terbirit-birit, membawa Saddam Husein menyerang Iran di perang Irak-Iran 1988-1988 ... dan .. akhirnya kalah juga dan sampai sekarang pun ndak berani nyerang ...
Paling2 pake serangan intelijen seperti demo2 mahasiswa ..pasti kerjaaannya CIA tuh ...

Rgds,
Nurman Numeiri

PostPosted: Fri Aug 24, 2007 6:56 pm
by Valkyrie
Halo Nurman, kamu orang Syiah?

PostPosted: Fri Aug 24, 2007 7:36 pm
by mr. Hercule Poirot
wah asiiik.. ada orang syiah disini....
jangan males donk jelasinnya.. aku lagi tertarik banget sama syiah...

PostPosted: Sun Aug 26, 2007 12:58 pm
by Nurman Numeiri
Valkyrie wrote:Halo Nurman, kamu orang Syiah?


Bkn. Saya cuman salah satu
Pencinta keluarga Rasulullah
Muhammad SAW.

Rgds,
Nn.

PostPosted: Sun Aug 26, 2007 1:06 pm
by Nurman Numeiri
mr. Hercule Poirot wrote:wah asiiik.. ada orang syiah disini....
jangan males donk jelasinnya.. aku lagi tertarik banget sama syiah...


Search aja di google dg kt kunci "tragedi karbala".
Bnyk resource di intrnt njelasin
Hal ini.
Kalo ada yg blm jelas, boleh
Ditanyain di forum ini.

Rgds,
Nn.

PostPosted: Sun Aug 26, 2007 1:17 pm
by Mademoiselle
Oooo di Jakarta ada peringatannya ya?

PostPosted: Sun Aug 26, 2007 1:21 pm
by Valkyrie
Nurman wrote:Bkn. Saya cuman salah satu
Pencinta keluarga Rasulullah
Muhammad SAW.

Rgds,
Nn.


Syiah dan Sunni----> sama2 pecinta keluarga Muhammad

Syiah----> pihak yang merayakan Ashura

Sunni---->pihak yang menolak Ashura (bahkan menolak keras sehingga kelompok Syiah di Iran mengamankan jalannya perayaan Ashura dari ancaman terror Sunni)

Kamu yang mana: Syiah atau Sunni?