Page 1 of 1

Ini Dia, Menkominfo Ideal Menurut Penyedia Data Center

PostPosted: Thu Aug 14, 2014 12:30 pm
by gema
Ini Dia, Menkominfo Ideal Menurut Penyedia Data Center

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dalam waktu dekat akan memiliki Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) baru setelah pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memenangkan Pemilu Presiden 2014. Banyak masukkan dari berbagai pihak soal figur yang mereka percaya dapat menjalankan amanat industri teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di masa depan.

KompasTekno turut meminta pendapat dari para pebisnis dan pengamat industri TIK soal Menkominfo baru.

Kami meminta pendapat tentang masalah TIK terbesar yang perlu segera diatasi dan kriteria Menkominfo mendatang. Tak lupa, kami juga meminta pendapat mereka tentang figur yang layak menjabat sebagai Menkominfo untuk melakukan tata kelola TIK, menciptakan ekosistem digital yang sehat, dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Pada kesempatan ini, kami bertanya kepada 10 narasumber yang terdiri dari para penyedia data center, pendiri perusahaan rintisan (startup) berbasis digital, akademisi, jurnalis, blogger, hingga aktivis di bidang TIK.

Ada narasumber yang berharap Menkominfo baru fokus pada infrastruktur, regulasi, hingga mengembangkan industri TIK dalam negeri agar tak bergantung pada produk TIK asing. Menariknya, ada pula yang berpendapat agar kementerian ini tak lagi urus penyiaran, media massa, dan publikasi, sehingga kementerian fokus pada TIK serta aplikasinya. Berikut pendapat mereka:

Berikut adalah pendapat narasumber dari kalangan penyedia data center dan jaringan yang kami hubungi:

Adi Kusma
(Presiden Direktur Biznet Networks)

Masalah TIK yang perlu segera diatasi
Permasalahan utama dalam industri infrastruktur adalah masalah perizinan yang tidak terkoordinasi dari pemerintah pusat & pemerintah daerah. Setiap operator memiliki komitmen pembangunan jaringan, apabila kita tidak bangun juga maka akan didenda oleh pemerintah pusat, akan tetapi di pemerintah daerah tidak mengizinkan pembangunan jaringan karena masih banyak yang menyamakan jaringan fiber optik dengan tower BTS.

Selain itu, banyak pihak properti swasta yang tidak membolehkan pembangunan jaringan di situ karena alasan monopoli jaringan dari operator/provider tertentu. Kalau memang seperti ini semua ekosistemnya, nama layanan broadband internet murah di seluruh Indonesia hanya bisa menjadi impian karena faktor-faktor di atas.

Kriteria yang harus dimiliki Menkominfo
Yang pasti beliau harus benar mengerti pemasalahan utama di industri telekomunikasi di Indonesia, mendukung “net neutrality/open internet” sehingga seluruh stakeholder (pengguna internet, penyedia konten, penyelenggara jaringan & data center) mendapatkan manfaatnya yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan ide-ide bisnis/layanan baru karena infrastruktur sudah baik.

Beliau harus berpihak kepada kenyamanan pengguna Internet supaya pelayanan bisa lebih baik, bukan ke satu atau beberapa operator tertentu yang mendapatkan eksklusifitas/benefit tertentu. Beliau jg dapat mengkomunikasikan peraturan-peraturan ini ke pemerintah daerah sehingga semua infrastruktur dapat dibangun di seluruh Indonesia dengan cepat.

Siapa tokoh yang kira-kira bisa menjalankan amanat TIK di Indonesia?
Mohon maaf, saya tidak punya nama-nama untuk ini.

Johar Alam Rangkuti
(Chairman IDC Indonesia)

Masalah TIK yang perlu segera diatasi
Ketidak pahaman pemerintah mengenai perbedaan jauh antara Industri Telekomunikasi, Industri Internet, dan Industri Konten/Aplikasi.

Dalam UU No. 36 tahun 1999 dengan jelas mengatur tata kelola industri telekomunikasi, dimana industri internet sama sekali tidak disebutkan. Dalam hal itu internet diasumsikan sebagai "jasa nilai tambah" (value added service) dari telekomunikasi. Maka segala hal dalam UU ini selayaknya berlaku untuk pemain Telekomunikasi dan bukan pelaku industri internet.

Artinya:
1. Infrastruktur adalah area telekomunikasi
2. USO/BHP hanya berlaku terhadap perusahaan telekomunikasi
3. Menteri hanya dapat mengatur tata kelola telekomunikasi dan sama sekali tidak campur tangan dalam industri internet.

Karena ketidakpahaman tersebut maka terjadi kelambatan pembangunan infrastruktur akibat dipaksakannya pendapatan dan pembiayaan infrastruktur kepada pengusaha internet. Karena hal ini pula maka segala perencanaan internet dari pemerintah menjadi seperti "jalan di tempat". Segala pembangunan internet di Indonesia sampai saat ini adalah murni hasil kerja swasta.

Di sisi lain pembangunan infrastruktur yang seharusnya bisa cepat menjadi sangat lambat karena tidak fokusnya pemerintah. Yang diperlukan adalah pemerintah dan perusahaan telekomunikasi membangun infrastruktur, bila ada infrastruktur maka internet akan masuk/berjalan dengan sendirinya.

Dalam lisensi ISP (Internet Service Provider) yang diterbitkan pemerintah dengan jelas dituliskan bahwa ISP tidak mempunyai hak membangun infrastruktur.

Kriteria yang harus dimiliki Menkominfo
Non partai, mengerti telekomunikasi (spektrum telekomunikasi, signaling), mengerti bahwa internet dunia diatur oleh RFC dan bukan UU.

Siapa tokoh yang kira-kira bisa menjalankan amanat TIK di Indonesia?
Onno W. Purbo

Mirror: Ini Dia, Menkominfo Ideal Menurut Penyedia Data Center
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Ini Dia, Menkominfo Ideal Menurut Penyedia Data Center

PostPosted: Thu Aug 14, 2014 12:37 pm
by gema
Masuk Bursa Menkominfo, Ini Kata Onno W. Purbo

Image
Onno W. Purbo (paling kanan) sedang menjelaskan cara mengoperasikan OpenBTS kepada pengunjung Internet Governance Forum (IGF) 2013 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (22/10/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Onno Widodo Purbo masuk dalam daftar kandidat menteri komunikasi dan informatika yang dibuat oleh Jokowi Center, bersama nama lainnya seperti Ferry Mursyidan Baldan dan Nezar Patria.

Kepada KompasTekno, Onno mengaku belum memikirkan untuk menduduki posisi menteri karena pada dasarnya ia tidak menyukai birokrasi. Onno bilang lebih suka mengajar.

"Dari dulu guru adalah cita-cita saya. Saya lebih senang kalau lihat orang jadi pintar," ucap Onno dalam percakapan di e-mail.

Di media sosial, Onno berkata ia mendapat banyak pertanyaan, apakah ia mau menjabat sebagai menteri komunikasi dan informatika? Kepada para penanya, Onno hanya menjawab: "Pening."

Onno, yang lahir di Bandung pada 17 Agustus 1962, dikenal sebagai aktivis yang punya misi memperluas penggunaan internet dan peranti lunak terbuka (open source).

Onno turut mengembangkan inovasi antena nirkabel dari material wajan dan paralon, yang disebut Wajanbolic, sebagai media koneksi internet murah dalam sebuah lingkungan masyarakat.

Sekarang, Onno turut mengembangkan teknologi OpenBTS. Ini merupakan sebuah teknologi alternatif untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) sendiri dalam telekomunikasi GSM berbasis software open source.

Onno berharap, OpenBTS membuka peluang bagi masyarakat di daerah pedesaan agar tidak tergantung pada operator selular yang jaringannya tak merambah wilayah terpencil.

Ponsel yang telah menggunakan kartu SIM bisa terhubung ke OpenBTS ini. Mereka dapat mengirim pesan, melakukan panggilan telepon, dan terkoneksi dengan internet GPRS, tanpa menggunakan jaringan operator seluler komersial, alias gratis.

Jangan-jangan fengikut jalur si bekatul sembring :green:
Mirror 1: Masuk Bursa Menkominfo, Ini Kata Onno W. Purbo #JokowiPresidenRI
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir