.

Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Informasi perkembangan hardware dan software yang berkaitan dengan komputer, internet, dan sarana-sarana yang menyangkut teknologi informasi lainnya.

Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby walet » Mon Feb 10, 2014 5:25 am

Image
M. Yamin (46), orang yang memblokir Website FFI

M. Yamin (46) terkaget-kaget saat mengetahui salah seorang putrinya yang masih kecil membuka laman situs porno di internet. “Ayah, ini apa?” Yamin pun bingung menjelaskan. Padahal anaknya ketika itu bermaksud mencari gambar tokoh kartun idolanya, tapi yang muncul di mesin pencari malah situs-situs dewasa. “Saya tidak bisa menerangkan, karena gambarnya ya... seperti itu. Nyesel sekali saya, karena trauma di anak itu cukup lama lho,” kata ayah dengan dua putri ini. Kejadian itu membuat Yamin yang juga pengurus AWARI (Asosiasi Warung Internet Indonesia) langsung berpikir keras, bagaimana caranya memblokir situs porno dan menjadikan internet bersih dan aman bagi anak-anak.

Image
Irwin Day

Yamin membagi kegelisahannya bersama tiga orang kawan sesama pengurus AWARI, yaitu Irwin Day (40), Bill Fridini (42), dan Aditantra Adiyoso (42). Dari perbincangan itulah tercetus ide membuat sebuah sistem DNS (domain name system) filtering yang dapat memblokir situs internet yang mengandung konten pornografi, perjudian, serta konten-konten berbahaya seperti malware, phishing (penyesatan), dan sejenisnya.
“Basic kita kan AWARI, memang kita adalah pengusaha warnet. Kita ingin menghapus stigma negatif orang tentang warnet. Dulu 'kan warnet dianggap tidak bersih, tempat akses situs porno, dan tidak aman dari malware, virus, phising, dan sebagainya. Kita ingin menghilangkan stigma seperti itu,” jelas Yamin yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Nawala Nusantara.

Image
Aditantra Adiyoso

https://plus.google.com/114575982064518128780/videos
Sebetulnya kalau hanya untuk warnet-warnet milik mereka, para pengurus AWARI tersebut bisa dengan mudah memblokir situs-situs dengan konten negatif di internet. Namun bagi mereka itu tidak cukup. Yamin dan kawan-kawan menginginkan sistem filtering yang mereka gunakan bisa dipakai juga di warnet seluruh Indonesia. “Bukan hanya di warnet, kita ingin layanan DNS filtering ini bisa digunakan secara luas dan gratis oleh lembaga, keluarga, atau siapapun yang ingin berinternet dengan bersih dan aman,” tambahnya.

Akhirnya pada tahun 2007, tercetuslah nama DNS Nawala. Nama “Nawala” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti “pesan yang baik”. Yamin menjelaskan, melalui Nawala ia ingin menyampaikan pesan untuk para pengakses situs-situs negatif, bahwa sebenarnya banyak situs lain yang lebih bermanfaat di internet. Yamin bersama ketiga kawannya pun didaulat untuk menjadi pengurus layanan cuma-cuma tersebut.

“Kantor kami sebetulnya masih numpang sama AWARI. Ya, di sinilah,” kata Yamin sambil menunjuk ke sekeliling. Sebuah ruangan berukuran sekitar 5x7 meter, yang dinding-dindingnya ditempeli poster-poster yang mendukung internet bersih. Lima unit komputer, sebuah server, dan tumpukan buku serta berbagai dokumen turut memenuhi ruangan tersebut. “Kami nggak setiap hari ketemu di sini. Kami kerjanya remote, ya namanya juga ngurus internet, kan bisa dari mana aja,” ujar Yamin.

Pasca Kedatangan RIM
Kendati ide awalnya hanyalah bentuk obligasi moral para pengusaha warnet, DNS Nawala kini semakin dikenal luas, terutama semenjak perusahaan Research in Motion (RIM) menggunakan layanan mereka untuk menyaring akses internet Blackberry di Indonesia. Diakui Deputi Humas Yayasan Nawala Nusantara, Irwin Day, ketika RIM menggunakan layanan DNS Nawala memang ada keuntungan, yakni nama Nawala yang semakin dikenal orang. Namun di sisi lain, masuknya jutaan pengguna Blackberry ke kanal data Nawala sedikit banyak berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna lain.

“Analoginya, kita punya sebuah taman, ruang terbuka publik. Masyarakat luas, siapapun boleh main di taman kita, gratis. Tapi tiba-tiba ada sebuah geng yang anggotanya banyak ikutan masuk taman, dan “mendominasi” taman tersebut. Yang tadinya orang bisa jogging, bersepeda, sekarang tamannya jadi sempit dan dipenuhi orang. Sedikit banyak, kenyamanan pasti terganggu,” jelas Irwin.

Ia menambahkan, Nawala adalah sebuah layanan sosial yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh publik, dan sama sekali bukan lembaga yang mengejar keuntungan bisnis. Karenanya, Nawala tidak mengharapkan kompensasi dalam bentuk uang dari RIM. Lalu, yang diinginkan seperti apa? “Ya, Anda bikin taman sendiri dong, jangan pakai taman publik. Kalau Anda punya kepentingan, ya Anda beli server sendiri dong, jangan ganggu kanal untuk publik. Harusnya kan seperti itu, kalau memang dia (RIM) mau serius,” tukas Irwin.

Digunakan Hingga ke Luar Negeri
Halaman blokir DNS Nawala ternyata tak hanya muncul di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara seperti Mesir, Aljazair, dan Tunisia. “Tapi belakangan ini suasana lagi genting, akses internet pun sempat mati di Mesir, jadi kanal kami memang sedang longgar,” kata Irwin.

Awalnya, para pengurus DNS Nawala hanya menitipkan ke kawan-kawan mereka yang berada di negara-negara tersebut, untuk menggunakan layanan DNS Nawala. Dan ternyata, DNS Nawala disukai oleh pengakses internet di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim tersebut. Pemahaman mereka tentang konten negatif internet rupanya sama dengan batasan-batasan Nawala, yang berasal dari Indonesia. “Karakteristik kita dirasa cocok dengan mereka, seperti pornografi, judi, SARA, dan sebagainya,” kata Irwin.

Sebetulnya tak sedikit pula sistem DNS filtering buatan Eropa maupun Amerika Serikat, tapi toh belum tentu efektif digunakan di Indonesia dan negara-negara muslim. Sebabnya menurut Irwin, karakteristik pornografi orang Eropa dan Amerika berbeda dengan karakteristik pornografi yang ada dalam pikiran orang Indonesia.

“Misalnya begini, di Indonesia, lebih ngetop mana artis porno Jepang atau artis porno AS? Lebih ngetop Jepang kan? Misalnya kita pakai sistem filtering dari luar yang kebanyakan buatan US, padahal yang disenangi orang Indonesia adalah artis dan situs porno Asia. Apa yang diakses oleh masyarakat Amerika dan Eropa tidak sama dengan yang diakses oleh masyarakat Indonesia maupun Asia,” jelas Irwin panjang lebar.

Dengan jangkauan seluas itu, Yamin dan kawan-kawannya belum berniat untuk menjadikan layanan ini sebagai lahan bisnis mereka. Cukup dengan empat orang pengurus saja, DNS Nawala melayani pelanggannya di mana-mana. Namun mereka tidak bekerja sendirian. Secara informal, anggota komunitas Nawala adalah seluruh pengguna internet yang menginginkan internet bersih dan aman. Diakui Yamin, ada ratusan orang relawan yang setiap harinya membantu mengirimkan update. Relawan-relawan dari berbagai penjuru inilah yang membantu mereka mendapatkan update daftar situs-situs yang mengandung konten pornografi, judi, malware, dan phising yang harus diblokir (situs blacklist).

“Kita tidak hanya membuat sebuah sistem, tapi juga komunitas, lingkungan. Inilah nilai plus kita,” kata Yamin bangga.

Kerja Nawala memang bukan memblokir situs porno semata. Mereka juga kerap diundang untuk melakukan sosialisasi, pendidikan, dan seminar tentang mewujudkan internet bersih dan aman. Semua kegiatan tersebut didukung oleh dana yang berasal dari kantong-kantong pribadi para pengurusnya, serta donasi yang sifatnya tidak mengikat dari pihak-pihak yang peduli akan apa yang dilakukan Nawala selama ini. "Ada orang besar, ada orang kecil. Ada juga dari lembaga atau perusahaan tertentu, tapi masih ngantri! Mau bagaimana, kami ini rekening saja belum punya," ujar Yamin sambil tertawa.


Respon Negatif
Meski didirikan dengan tujuan positif, tak berarti jalan DNS Nawala lancar-lancar saja. Tak sedikit pula orang yang melayangkan protes gara-gara tak bisa lagi mengakses situs-situs tertentu yang diblokir Nawala. Hal itu terjadi lantaran banyak penyedia jasa internet (PJI) yang telah menggunakan pengaturan default DNS Nawala, namun tidak menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada para pelanggannya.

“Para pengguna mereka, suka ataupun tidak suka, dipakein Nawala. Banyak yang protes, kenapa Nawala blokir-blokir situs ini, padahal saya nggak merasa pakai Nawala? Nah di sinilah ada yang miss dari para PJI tersebut, mereka tidak melakukan sosialisasi kepada pelanggannya, bahwa mereka telah menggunakan Nawala untuk memfilter situs-situs tertentu. Akhirnya, banyak pelanggan provider tersebut yang malah protes keras ke Nawala,” keluh Irwin. Padahal, lanjut Irwin, pada dasarnya penggunaan DNS Nawala bersifat optional, pilihan. Bisa juga digunakan secara mandatory, wajib. Namun diakuinya, penggunaan DNS Nawala secara mandatory kepada pelanggan PJI tertentu dapat menjadi masalah. “Sekarang ini sudah banyak yang protes keras ke Nawala. Bahkan ada juga yang mau menuntut.”

Tentang isu peretas yang katanya bisa menembus sistem DNS Nawala, Irwin menjawab ringan, “Isu itu sebenarnya lucu, karena DNS manapun punya potensi yang sama ditembus hacker,” katanya sambil tersenyum.

Apakah tidak terpikir untuk mengkomersialisasikan layanan ini? “Kita bicara di Indonesia ya. Kalau berbayar siapa yang mau pakai? Orang gratis aja masih banyak yang marah-marah kok!” seloroh Yamin, yang disambut tawa kawan-kawannya. Kita nggak mau terikat dengan company policy, biarlah kita tetap jadi layanan sosial. Kalau seperti ini kan, nothing to lose buat kita,” sambungnya.

Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala


FFI Alternative
Faithfreedompedia
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby gema » Mon Feb 10, 2014 10:16 am

fatutlah fula ffi diblokir. ketiganya kadal gurun smua.
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby 12345678901 » Mon Feb 10, 2014 10:59 am

memang muslim dengkulnya cuman mentok di urusan fornograpi

ngurusin bokep ... semanget banget deh ntuh muslim

tapi ngurusin muslim ngebom ... langsung bengek dan picek semua

bagi muslim ... nyang fenting keliatan alim n ngga katauan ngebokef .... ngebom sih ga fafa
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby buncis hitam » Mon Feb 10, 2014 1:44 pm

Cuiihhhh......!!! situs porno diblokir??? Apaaaannnnnnnnn!!!!! Kagak tuh. Gw masih buka situs2 porno seperti xtokyo, maucrot, animehentai, dsb, malah yang kena blokir noh situs FFI dkk yang membeberkan aib eslam. Trus kalo misalkan buat ngilangin virus dalam warnet itu omong kosong pula. Tiap kali gw masukin flashdisk ke warnet kena virus melulu ampe trauma gw kalo ke warnet buat nge-net. Omong kosong, ngilangin situs porno dan virus pada warnet. Yang ada tuh sistem tujuannya cuma satu yaitu supaya gak ada yang membeberkan aib eslam tapi gagal total.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby believe^^ » Tue Feb 11, 2014 12:11 am

Waaahh paraah yach... FFI juga ampe skarang susah di akses pake blackberry...

Ini juga gua bisa akses karna pake android ...

Anehhh yaah emang ini situs menyesatkan ?? ?

Ini situs Pencerahan harusnya di sebar luaskan biar banyak org gak ketipu ama eslam dan nabinya yg tak lebih dari seorang pedopil... =P~

Maju terus FFI

^^
User avatar
believe^^
 
Posts: 226
Joined: Fri Jul 09, 2010 9:17 am
Location: heaven on earth

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Tue Feb 11, 2014 12:24 am

Lah trus yg katanya proyek menkominfo seharga milyaran itu bukannya nawala ya? Kok ini katanya proyek pribadi?
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby buncis hitam » Tue Feb 11, 2014 1:55 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:Lah trus yg katanya proyek menkominfo seharga milyaran itu bukannya nawala ya? Kok ini katanya proyek pribadi?

Astaga...........!!!!!!!!!!! beneran tuh??? Dan mengetahui kenyataan seperti itu, si menkominfo masih dengan pinternya ngomong "internet cepet buat apa?".
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby neonr4in » Sat Mar 15, 2014 10:27 am

Blokir saja asal-asalan, situs-situs meme jepang diblokir tapi porn lolos

memang susah sih proyek asal-asalan begini
neonr4in
 
Posts: 12
Joined: Sun Dec 08, 2013 5:21 pm

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby swatantre » Sun Mar 16, 2014 12:06 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:Lah trus yg katanya proyek menkominfo seharga milyaran itu bukannya nawala ya? Kok ini katanya proyek pribadi?


bukan trilyunan ya? Kemana tuh duit sisanya? Ga puas ya korupsi sapi - dan akhirnya ketahuan pulak?
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sun Mar 16, 2014 3:40 am

@swatantre

Setelah baca2 lagi ternyata proyek menkominfo dan nawala itu berbeda, si tifatul cuma diundang waktu launching nawala.

Nah soal proyek menkominfo yg sejenis dgn nawala itu berakhir dgn ketidakjelasan, terbukti yg lebih populer dan dipercaya khalayak luas justru nawala yg notabene proyek pribadi sekelompok kecil orang.

Aneh...pemerintah dgn anggaran luar biasa tapi tetep kalah ama proyek indie semacam nawala. Seharusnya proyek menkominfo tsb diusut KPK krn patut dicurigai banyak penyimpangan.
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby 12345678901 » Sun Mar 16, 2014 10:19 am

froyek pilter bokefnya farte safee ya duitnya dimasukin ke kandang safee :green:
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby Pororo » Tue Mar 18, 2014 9:56 am

Pengalamanku: tidak bisa membuka website ffi lewat telkom speedy, karena yang muncul malah warning "INTERNET-POSITIF". Untung saya pake browser firefox, hanya perlu install add-ons 'AnonymoX" sudah bisa bypass cegatan itu.

Kalo koneksinya pake indosat masih bisa.
User avatar
Pororo
 
Posts: 26
Joined: Mon Mar 10, 2014 11:39 am

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby gema » Wed Mar 19, 2014 9:38 pm

Pororo wrote:Pengalamanku: tidak bisa membuka website ffi lewat telkom speedy, karena yang muncul malah warning "INTERNET-POSITIF". Untung saya pake browser firefox, hanya perlu install add-ons 'AnonymoX" sudah bisa bypass cegatan itu.

Kalo koneksinya pake indosat masih bisa.


Jadi ente pake speedy or indosat bro..? Kl boleh ane tahu install add-ons 'AnonymoX' itu proxy yaa.. free or premium.
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Orang-Orang Dibelakang Sistem Bloking Website Nawala

Postby Pororo » Thu Mar 20, 2014 11:36 am

Add-ons "AnonymoX" itu bisa install free, tp ada juga very premium-nya. Saya pake versi free doang
User avatar
Pororo
 
Posts: 26
Joined: Mon Mar 10, 2014 11:39 am


Return to Teknologi Informasi



Who is online

Users browsing this forum: No registered users