.

Kesurupan Masal akibat pembacaan AlQuran

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Postby ali5196 » Tue Feb 14, 2006 12:08 am

tolong jangan menghina keledai liar. Keledai khan nggak pernah ngebunuh atau membenci siapa2.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Adadeh » Tue Feb 14, 2006 1:30 am

Tidak heran kalau mengucapkan ayat2 Qur'an, para Muslim lalu jadi kerasukan. Muhammad pun menerimanya dengan cara kerasukan pula.
Image
Image
Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby hambrah » Tue Feb 14, 2006 9:36 am

ck.. ck... sekarang ada tambahan bukti literatur bagaimana proses penerimaan ayat-ayat Alquran dari bacaan hadits di atas seperti yang diposting Om Adadeh. Melalui kesurupan Muhammad mendapat inspirasi ayat-ayat Alquran. Karena yang merasuk Muhammad adalah roh jahat (demon) maka produk ayat-ayat yang dihasilkan adalah ayat-ayat setan.

Memang dari fenomena-fenomena kesurupan masal yang sedang marak terjadi di banyak daerah menunjukkan orang-orang muslim kesurupan yang sebelum tidak bisa baca Alquran secara mendadak bisa melafalkan ayat-ayat Alquran secara fasih ketika kesurupan (baca berita ini di bagian cuplikan berita di atas). Ini disebabkan orang kesurupan tersebut telah dikuasai oleh roh jahat yang mengucapkan ayat-ayat buatan roh-roh jahat itu sendiri.

Itulah sebabnya ajaran Islam menghasilkan buah-buah pembunuhan, kekacauan, perbudakan, kebodohan.
hambrah
 
Posts: 131
Joined: Mon Nov 21, 2005 4:59 pm

Postby wachdie.jr » Wed Feb 15, 2006 5:28 am

Question...
1. Aulloh islam maha kuasa...maha mengetahui dan maha bijaksana
tapi kenapa dia menunjuk muhammad yang buta huruf, yang doyan perang sebagai pesuruh bagi ajarannya???

2. Apa aulloh tidak mengetahui jika dimasa depan pesuruhnya ini bahkan di puja-puji lebih dari dia??? bahkan dikultuskan melebihi namanya???

3. Jika aulloh islam maha bijaksana, apa dia ndak bisa liat..?? manusia berteriak mengtasnamakan nama aullloh untuk membunuh manusia lain..yang notabene ciptaanya sendiri?

:roll:
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby hambrah » Wed Feb 15, 2006 9:22 am

wachdie.jr wrote:Question...1. Aulloh islam maha kuasa...maha mengetahui dan maha bijaksana
tapi kenapa dia menunjuk muhammad yang buta huruf, yang doyan perang sebagai pesuruh bagi ajarannya???

2. Apa aulloh tidak mengetahui jika dimasa depan pesuruhnya ini bahkan di puja-puji lebih dari dia??? bahkan dikultuskan melebihi namanya???

3. Jika aulloh islam maha bijaksana, apa dia ndak bisa liat..?? manusia bertiriak mengtasnamakan nama aullloh untuk membunuh manusia lain..yang notabene ciptaanya sendiri?


Pertanyaan yang bagus dan kritis mbah wachdie.jr!
Seharusnya muslim harus berfikir kritis, menguji, mempelajari kebenaran islam secara kritis, terbuka, jujur, sesuai dengan asas-asas kemanusiaan universal.
hambrah
 
Posts: 131
Joined: Mon Nov 21, 2005 4:59 pm

Postby hambrah » Thu Feb 16, 2006 11:04 am

Suara Merdeka, Jumat, 30 Desember 2005

Ruqyah, Dampak dan Bahayanya


* Oleh Muhammad Luthfi Ghozali

BELAKANGAN ini di sebagian masyarakat marak dilakukan ruqyah. yaitu dengan membaca ayat-ayat suci Alquran al-Karim oleh pelaku, kemudian para pendengarnya seketika menjadi bergelimpangan tidak sadarkan diri. Bahkan ada yang muntah dan kencing di tempat.

Para pendengar yang khusuk itu bareng-bareng kesurupan makhluk jin, lupa ingatan dan berteriak-teriak bagaikan orang gila.Para pelaku rugyah mengatakan bahwa apa yang dilakukan adalah sarana untuk mengeluarkan jin dari tubuh manusia.


Penulis berpendapat, apakah benar pelaksanaan yang tersebut di atas itu dikatakan ruqyah. Beberapa buku tentang ruqyah menuliskan bahwa ruqyah itu adalah sarana untuk mengobati orang sakit supaya menjadi sembuh.

Yang sering kita lihat belakangan ini, mengapa orang yang semula sadar, setelah dibacakan ayat-ayat suci Alquran menjadi hilang kesadarannya atau kesurupan setan jin, dan kemudian jin itu dikeluarkan lagi oleh para ustad yang katanya menggunakan tenaga dalam.

Mengeluarkan jin dari dalam tubuh manusia? Apakah itu tidak salah dalam pelaksanaan?

Bagaimana logikanya orang yang semula sadar menjadi tidak sadar dan bahkan dapat berakibat sakit yang berkepanjangan malah dikatakan ruqyah, yang artinya menyembuhkan orang sakit ?

Barangkali masih ada yang perlu diteliti lagi, bahwa pelaksanaan tersebut boleh jadi justru telah menyimpang dan menyalahi dari apa yang dimaksud dengan ruqyah itu sendiri. Marilah direnungkan. Seandainya kesadaran manusia yang sedang terganggu akibat dikuasai makhluk jin setelah diruqyah itu tidak dapat dipulihkan kembali sebagaimana semula, sehingga menjadi seperti orang gila dalam waktu yang berkepanjangan, berteriak-teriak sepanjang jalan seperti saat pertama kali dia kesurupan jin pasca diruqyah; maka apa jadinya dan siapa lagi yang dapat menolongnya serta bertanggung jawab atas semua itu?. Apakah para ahli rugyah itu mampu memberikan jaminan untuk selalu dapat memulihkan kembali kesadaran manusia yang sedang dikuasai makhluk jin.

Pelaku ruqyah selalu dengan bersusah payah memulihkan kesadaran itu, dan yang berhasil dipulihkan kemudian menjadi lemas seperti orang yang sedang sakit keras. Apakah pelaku ruqyah tidak berfikir bahwa orang itu memang sedang sakit keras akibat terluka, lebih-lebih luka itu berada di wilayah kesadarannya ?.

Penulis merasa perlu menanggapi kejadian seperti itu sebagai bentuk pengabdian yang hakiki seorang hamba yang dhoif kepada Tuhannya, demi keselamatan anak-anak cucu kita semua dari tipudaya dan gangguan setan jin yang terkutuk.

Penulis berpendapat bahwa yang dikatakan ruqyah tersebut bukanlah mengeluarkan jin dari tubuh manusia, akan tetapi justru membantu memasukkan jin untuk menguasai kesadarannya.

Mantra

Ruqyah menurut bahasa artinya mantra atau jampi - jampi. Sedangkan yang dimaksud menurut istilah ialah cara penyembuhan terhadap orang yang sedang sakit sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang zaman dahulu, yang kemudian sesuai dengan cara yang islami telah dibenarkan dan diperbolehkan oleh Baginda Nabi saw; sebagaimana contoh kejadian yang pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw. yang tersebut di dalam hadis yang artinya di bawah ini:

Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a ," Sesungguhnya beberapa orang dari kalangan Sahabat Rasulullah saw sedang berada dalam perjalanan. Mereka pergi ke salah sebuah kampung Arab dan mereka berharap agar boleh menjadi tamu kepada penduduk kampung tersebut. Namun ternyata penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka. Tetapi ada yang bertanya: Apakah ada di antara kamu yang bisa menjampi?, Karena ketua atau penghulu kampung kami terkena sengat. Salah seorang dari para Sahabat menjawab: Ya, ada. Lalu beliau menemui ketua kampung tersebut dan menjampinya dengan surat Al-Fatihah.

Kemudian ketua kampung tersebut sembuh, maka Sahabat tersebut diberi beberapa ekor kambing. Beliau tidak mau menerimanya dan mengajukan syarat: Aku akan menyampaikannya kepada Nabi s.a.w, beliau pun pulang menemui Nabi s.a.w dan menyatakan pengalaman tersebut.

Beliau berkata: Ya Rasulullah! Demi Allah, aku hanya menjampi dengan surat Al-Fatihah. Mendengar kata-kata itu, Rasulullah saw tersenyum dan bersabda: Tahukah engkau, bahwa Al-Fatihah itu memang merupakan jampi (ruqyah).

Kemudian baginda bersabda lagi: Ambillah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan bagian bersama kamu. (Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5295, Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4080, Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Sholat hadis nomor 1989.)


Maka menurut hadis Nabi saw. di atas - dan hadis-hadis lain yang tidak mungkin dapat disampaikan di dalam pembahasan yang singkat ini, yang dimaksud ruqyah adalah membacakan mantra atau jampi-jampi, baik dengan ayat-ayat Alquran al-Karim maupun dengan kalimat doa kepada orang yang sakit, supaya sakitnya menjadi sembuh. Bukan kepada orang yang sehat wal afiat dan sadar - karena alasan-alasan tertentu - kemudian menjadi hilang ingatan atau hilang kesadarannya karena dikuasai makhluk jin, sebagaimana yang setiap saat dapat kita lihat dari apa yang ditayangkan oleh televisi pada akhir-akhir ini.

Barangkali kita perlu bertanya; mengapa orang - dibacakan ayat-ayat Alquran al-Karim - bisa kehilangan kesadaran dan kesurupan jin, dan yang dikatakan oleh para pelaku Rugyah tersebut malah mengeluarkan jin? Benarkah itu?

Makhluk jin adalah makhluk yang notabene lebih kuat dari manusia. Mereka diciptakan dari api sedang manusia diciptakan dari debu. Mereka dapat melihat manusia dari dimensi yang manusia tidak dapat melihat mereka. Mereka bisa dengan leluasa memasuki tubuh manusia akan tetapi manusia tidak dapat memasuki tubuh mereka, bahkan iblis dan balatentaranya yaitu para setan jin yang terkutuk telah ditetapkan oleh Allah Ta'ala sebagai musuh utama manusia.

Allah SWT. berfirman,"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuhmu ". QS Fathir ayat 6.

Supaya setan jin dapat melancarkan tipudayanya dengan mudah maka manusia harus dikuasai melalui wilayah kesadarannya, seperti sering terjadi belakangan ini.

Wilayah kesadaran manusia adalah bagian yang paling utama yang harus mendapatkan perhatian dan penjagaan dengan bersungguh-sungguh. Ia jangan dipertaruhkan dengan apa pun, lebih-lebih dengan alasan yang belum pasti dan dibuat - buat serta ditakut-takuti dengan tanpa alasan yang masuk akal.

Karena yang pasti adalah kesadaran itu, apabila dirasakan sehat, berarti sehat dan tidak ada jin di dalamnya. Kalau ada jin di dalamnya, berarti manusia itu sedang kesurupan.

Dengan kesadaran itu, supaya manusia - di dalarn keadaan yang bagaimanapun - tetap selalu dapat ingat kepada Allah Ta'ala dan selanjutnya supaya dapat bersyukur atas segala anugerah dan kenikmatan yang telah diturunkan kepadanya. Supaya manusia dapat melaksanakan pengabdian dengan sebaik-baiknya.

Barangkali banyak kalangan kurang memahami, sesungguhnya makhluk jin itu dapat bebas keluar masuk ke dalam tubuh manusia, serta untuk memberi informasi dan mengadakan tipudaya kepada manusia bahkan langsung melalui hatinya (QS. An-Nas ayat 5-6) (11)

- Muhammad Luthfi Ghozali, pengasuh Ponpes Al Fithrah, Gunungpati Semarang.


========================

Dari artikel di atas disebutkan fenomena kesurupan yang diakibatkan oleh pembacaan ayat-ayat Alquran, hal ini telah diakui oleh pihak ulama islam dan tentu mereka telah menyaksikan sendiri.

Nah sekarang bisa ditarik kesimpulan bahwa ayat-ayat Al Quran adalah ayat-ayat Setan, jika ayat-ayat itu diucapkan (dilafalkan) akan mengundang roh-roh jin setan datang masuk ke dalam orang tersebut.
Sehingga pelakunya menjadi kesurupan.

Seharusnya seorang ulama seperti Muhammad Luthfi Ghozali yang sudah mengetahui hal tersebut di atas bisa menyadari, bisa berfikir betapa berbahayanya ayat-ayat AlQuran itu.
Dan fikirannya bisa terbuka, kembali menguji kebenaran ajaran Islam, Alquran, Aulloh, Muhammad. Menggali, mengobservasi, menguji islam, alquran, aulloh itu.

Seharusnya logika muslim berkenaan study case ini mempunyai pertanyaan apakah Alquran itu benar-benar kitab suci, apakah alquran itu benar berasal dari Tuhan? Logika yang sehat bisa menyimpulkan alquran bukan kitab suci tapi kitab najis karena mengundang jin setan, selanjutnya kesimpulannya karena alquran itu tidak suci dan sesat berarti Aulloh di dalam kitab itu juga bukanlah Tuhan yang sebenarnya, berarti aulloh adalah tuhan palsu, yaitu dari iblis itu sendiri menyamar, menyebut dirinya tuhan, selanjutnya berarti ajaran Islam, Aulloh, alquran, nabi muhammad itu semuanya sesat, jahat, dan najis.

Ujilah setiap ajaran, ajaran yang benar itu boleh dan bisa diuji dari segala sisinya. Ajaran yang benar sejati itu tidak takut untuk diuji.
hambrah
 
Posts: 131
Joined: Mon Nov 21, 2005 4:59 pm

Postby wachdie.jr » Thu Feb 16, 2006 11:35 am

good point Kang Hambrah..
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby MuridMurtad » Thu Feb 16, 2006 1:16 pm

Berita Ustad Arifin mengadakan zikir di mesjid, banyak jemaah histeris, kehilangan kontrol. Untuk lebih jelasnya lihat acara zikir di tv swasta.

Sayangnya karena asal-usul nama Aulloh itu sendiri berasal dari dewa bulan bukan Tuhan yang sejati, mereka disesatkan. Yang masuk ketika memanggil Aulloh adalah jin-jin islam.

Hati nurani dan akal sehat mereka telah dibutakan oleh ajaran palsu dan sesat. Dan plus jiwa dan roh mereka sudah dikuasai oleh jin-jin islam sehingga mereka menjadi buta sama sekali dengan kebobrokan islam.
Jadi seburuk apapun islam itu dalam praktiknya mereka tidak pernah sadar dan selalu mengaku islam itu benar, damai dan adil, dasar bebal.
Makanya ketika ada gambar kartun nabi muhammad para muslim sedunia marah besar, kalap, dan anarkhis. Persis seperti keledai liar.



Dzikir itu jelas praktek hipnotis, seperti definisi dari Encarta dibawah ini :

Hypnosis also may be self-induced, by trained relaxation, concentration on one's own breathing, or by a variety of monotonous practices and rituals that are found in many mystical, philosophical, and religious systems.

Sekarang ini masyarakat Indonesia sedang dihipnotis dengan berbagai sinetron religius dengan cerita konyolnya yang diulang-ulang, seperti contohnya sinetron Hidayah. Dan diharapkan rakyat Indonesia tetap ****, tidak kritis, pasrah, tetap manjadi budak Aulloh, menerima Aulloh sebagai penyelesai masalah, menerima Quran sebagai buku Sains, dsb.dsb.

Dan kalo dzikir hanya unutk masyarakat muslim saja, sinetron religius itu kelihatannya ditujukan untuk non muslim juga ??
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby barabaig » Thu Feb 16, 2006 2:01 pm

MuridMurtad wrote:Dzikir itu jelas praktek hipnotis, seperti definisi dari Encarta dibawah ini :

Hypnosis also may be self-induced, by trained relaxation, concentration on one's own breathing, or by a variety of monotonous practices and rituals that are found in many mystical, philosophical, and religious systems.

Sekarang ini masyarakat Indonesia sedang dihipnotis dengan berbagai sinetron religius dengan cerita konyolnya yang diulang-ulang, seperti contohnya sinetron Hidayah. Dan diharapkan rakyat Indonesia tetap ****, tidak kritis, pasrah, tetap manjadi budak Aulloh, menerima Aulloh sebagai penyelesai masalah, menerima Quran sebagai buku Sains, dsb.dsb.

Dan kalo dzikir hanya unutk masyarakat muslim saja, sinetron religius itu kelihatannya ditujukan untuk non muslim juga ??


tayangan-tayangan sok religius itu mestinya juga dilarang
mungkin sama tingkatannya dg tayangan yg diprotes rame-rame
tayangan pornoaksi dan pornografi

gile coy
User avatar
barabaig
 
Posts: 356
Joined: Wed Sep 21, 2005 2:16 pm
Location: jakarta

Postby hambrah » Fri Feb 17, 2006 1:54 pm

barabaig wrote:
tayangan-tayangan sok religius itu mestinya juga dilarang
mungkin sama tingkatannya dg tayangan yg diprotes rame-rame
tayangan pornoaksi dan pornografi

gile coy


Memang akhir-akhir semua stasiun TV swasta Indonesia menayangkan sinetron-sinetron tentang setan, jin dengan kiayi, ulama islam sebagai jagoannya. Sudah jelas kelihatan dibuat-buat, film fiksi tidak sesuai fakta, mengkhalayal. Terbukti para ulama muslim islam tidak mampu mengusir jin setan dalam rukyah atau membaca ayat-ayat Alquran yang katanya bisa mengusir setan. Malahan kenyataannya korban menjadi kerasukan jin setan setelah dibacakan ayat-ayat Alquran.

Memang muslim islam pandainya cuma membual, berkhayal dan bermimpi. Kalau melihat tayangan sinetron religius islami membuat kita muak, karena itu pembodohan masyarakat.
hambrah
 
Posts: 131
Joined: Mon Nov 21, 2005 4:59 pm

Postby hambrah » Fri Feb 17, 2006 2:34 pm

Rabu, 26 Februari 2003 Suara Merdeka.

Laporan dari Makah (1)
Stres, Menanti Hari-hari Kepulangan



Image


DI ARAFAH: Jamaah haji asal Jateng ketika wukuf di Arafah. (Foto:Suara Merdeka/B13-55e)

Wartawan Suara Merdeka Ragil Wiratno, pada musim haji 2003 ini berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Prosesi ritual haji telah dilalui. Sambil menunggu waktu kepulangan ke Tanah Air, dari Makah dia mengirimkan laporannya yang dimuat bersambung.

Saya masih berada di Makah ketika menulis laporan ini (20/2), bersama ribuan haji dari Indonesia setelah menyelesaikan prosesi ibadah haji, mulai wukuf di Arafah, melempar jumrah di Mina, tawaf, dan sai di Masjidil Haram, Makah.

Kebetulan kami jamaah gelombang dua. Jamaah gelombang pertama sebagian sudah sampai di Tanah Air.

Bagi jamaah gelombang dua, inilah hari-hari penantian, menunggu jadwal pemulangan ke Tanah Air yang cukup membosankan.

Hari-hari efektif beribadah haji cuma sekitar 13 hari. Selebihnya, kira-kira hampir 25 hari tanpa ada kegiatan.

Tidak sedikit anggota jamaah yang mulai terusik pikirannya, kangen ingin segera pulang ke Tanah Air. Perasaan itu berbeda dari saat kami baru tiba di Makah, yang disibukkan dengan berbagai aktivitas ritual haji mulai wukuf, melempar jumrah sampai tawaf dan sai. Saat itu padat dengan jadwal kegiatan.

Pada saat menanti giliran jadwal pemulangan, praktis aktivitas mereka hanyalah shalat fardu, berdoa, dan berdiam di maktab masing-masing.

Memang akhirnya banyak kloter yang berinisiatif mengadakan kegiatan untuk mengisi waktu senggang. Misalnya, mengadakan pengajian atau piknik ke tempat-tempat bersejarah. Tak terkecuali KBIH Al-Madina, KBIH Wahid Hasyim dan KBIH Al-Mufti, semuanya dari Semarang.

KBIH Al-Mufti pimpinan KH Syarief Hidayatullah, setiap malam seusai shalat isya, mengadakan siraman rohani di aula maktab. Mereka mengajak jamaah shalat bersama di Masjidil Haram. Ini dilakukan sebagai geladi bersih saat berada di Madinah nanti, untuk melakukan shalat arbain (40 waktu/delapan hari) di Masjid Nabawi Madinah.

Meskipun demikian, banyak pula enggota jamaah ynag mulai risau, karena jenuh menunggu. Kadang-kadang waktu luang digunakan untuk berbelanja. Selebihnya, mereka mulai teringat keluarga di Tanah Air. Tak sedikit ibu-ibu yang bolak-balik ke wartel untuk menelepon anaknya di rumah. Ujung-ujungnya, air mata mereka meleleh. Mereka menangis karena kangen. Repotnya, bapak-bapak juga terhanyut oleh suasana haru tersebut. Bahkan, ada seorang anggota rombongan yang satu kloter dengan saya, belakangan ini sakit tidak mau makan. Menurut pengakuannya, dia selalu teringat cucu di rumah.

Dokter Aminuddin mengingatkan, saat-saat penantian merupakan hari-hari yang rawan bagi para haji terserang penyakit kelainan jiwa. Gangguan kejiwaan itu biasa menyerang pada awal kedatangan dan pada saat menunggu pemulangan seperti sekarang.

Terpaksa Dirawat

Sudah ada puluhan anggota jamaah yang terpaksa dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan kejiwaan, di Balai Pengobatan Haji Indonesia yang menempati Gedung Wisma Haji di Aziziyah. Setidaknya sampai sekarang ada 40 pasien yang dirawat satu hingga dua minggu.

Kalau masih tahap stres, mungkin pasien masih beruntung. Namun, pasien-pasien tersebut menderita psikotis akut, yaitu penderita tidak lagi menyadari derita yang dialami, tapi perilaku mereka sangat mengganggu lingkungan. Misalnya, mereka berteriak-teriak dan mengamuk. Kondisi itu berbeda dari penderita neorotik (stres) yang masih menyadari penderitaan mereka.

Selain membahayakan, gangguan psikotik akut sangat mengerikan. Seorang haji wanita asal Semarang yang satu kloter dengan saya, barangkali termasuk penderita penyakit jenis ini. Saya masih ingat adegan yang cukup mendebarkan. Ketika itu, tengah malam menjelang pelaksanaan wukuf oleh sekitar tiga juta orang dari berbagai negara di Arafah.

Waktu itu menunjukkan pukul 23.00. Suasana Arafah tintrim. Anggota jamaah bersimpuh di tenda masing-masing beralas karpet. Sayup-sayup terdengar suara zikir dan doa. Di tempat itulah mereka memasrahkan diri kepada Sang Pencipta, memohon ampun dan memuji-Nya. Suasananya benar-benar khidmat dan khusyuk.

Pada saat itulah, tiba-tiba seorang wanita yang satu kloter dengan saya, menjerit sejadi-jadinya. Tentu teriakan itu mengejutkan anggota jamaah yang lain. Wanita berusia sekitar 50-an tahun tersebut dengan mata melotot, tangan bergetar, seolah menerkam tubuh suaminya yang di sampingnya. Teriakannya semakin kuat. Wanita tersebut berkesan sangat ketakutan.

Akhirnya, para anggota jamaah sadar apa yang telah menimpa wanita tersebut. Mereka segera memberi pertolongan. Ada yang mencoba menyadarkan wanita itu dengan cara memeluknya. Namun, wanita tersebut bagaikan kesurupan setan. Teriakannya semakin melengking dan kencang mencengkeram suaminya. Sang suami sendiri semakin panik dan tak berdaya.

Dokter Retno Indratiti dari Semarang segera menyuntikkan obat penenang di tubuh wanita tersebut. Namun, wanita itu tetap dalam kondisi semula.

Sejumlah kiai mencoba mendekat sambil membaca doa-doa. Teriakan wanita itu belum juga mereda. Datanglah seorang Arab yang dikenal sebagai imam masjid. Lelaki itu segera mengusap wajah wanita tersebut dengan air Zamzam. Dia lantas membisikkan ayat-ayat suci Alquran di telinga wanita tersebut.

Alhamdulillah, wanita tersebut bisa dituntun mengucapkan kata-kata Allah.

''Allah, Allah...!'' pekiknya. Imam masjid tersebut kembali mencoba mengeraskan suaranya, tapi suara wanita itu justru semakin bertambah keras.

Orang-orang di sekitar itu semakin cemas. Teriakan wanita tersebut semakin keras memecah kekhusyukan padang Arafah. Klimaksnya, orang Arab tersebut mengaku menyerah. Katanya, wanita itu kemasukan jin dari Indonesia. Dia tidak sanggup mengusir karena tidak tahu bahasanya.


Diundanglah beberapa kiai dari Indonesia. Ada kiai dari Banten, Semarang, dan Purwodadi yang tendanya kebetulan berdekatan. Doa-doa kemudian kembali dikumandangkan diiringi oleh sejumlah anggota jamaah. Perlahan-lahan kondisi wanita tersebut agak membaik, teriakannya melemah. Dokter Retno segera memutuskan wanita itu dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Esok harinya, wanita tersebut sembuh. Kata suaminya, waktu itu wanita tersebut tidak menyadari apa yang dia alami.

Menurut dr Aminuddin SpKJ dari Rumah Sakit Jiwa Umum Bogor yang bertugas di balai pengobatan haji, wanita asal Semarang itu masih beruntung. Sebab, ada pasien lain yang berkondisi lebih parah.

Bunuh Diri

Yang sangat tragis dialami Rusli (28), haji asal Kloter 82 Embarkasi Makassar. Lelaki asal Bulukumbu, Sumsel, tersebut bunuh diri dengan melompat dari lantai IX di maktabnya, yakni di Maktab 35 Sektor VI, kawasan Hafair, sekitar 1,5 km dari Masjidil Haram.


Sebelum kejadian, korban masih berbincang-bincang dengan istrinya, Jumiati di tempat tidur. Namun, entah bagaimana, Rusli tiba-tiba berjalan mendekati jendela kamar sambil berujar, ''Neraka atau surga... neraka atau surga.'' Dan, lelaki itu terjun ke bawah. Tubuhnya menimpa sebuah mobil yang diparkir di sebelah jalan maktab.

Belum ada yang tahu kenapa Rusli mengalami stres dan berbuat senekat itu. Cuma, belakangan dia mengaku panik karena ada anggota jamaahnya yang tersesat. Padahal, dia ketua regu. Sampai-sampai saat tawaf, baru dapat tiga putaran, dia mengajak berhenti istrinya. Dia mengaku bingung memikirkan anggota jamaah yang belum ditemukan tersebut.

Kisah yang lain dialami seorang anggota jamaah dari Aceh. Lelaki itu mengamuk dan memukul rekan-rekannya dengan pentungan. Akibatnya, dua rekannya luka parah dan harus dirawat di rumah sakit. Kelainan jiwa juga dialami seorang anggota jamaah dari luar Jawa. Dia berteriak-teriak minta diantarkan ke DPR untuk mengadu. Bayangannya mungkin dia berada di Tanah Air. Oleh rekan-rekannya, lelaki tersebut dibawa ke balai pengobatan dan dirawat dengan kaki dan tangan diikat.

Menurut dr Aminuddin, jamaah memang rentan terhadap gangguan kelainan jiwa. Sebab, secara mental, ternyata banyak anggota jamaah yang belum dipersiapkan secara matang dari Tanah Air. Bahkan, kadang-kadang mereka hanya diiming-imingi hal-hal yang menyenangkan selama di Tanah Suci. Karena itu, begitu menyaksikan kondisi yang tidak sesuai dengan seleranya, bisa saja mereka stres.

Ada beberapa penyebab jiwa para anggota jamaah terganggu. Misalnya, kondisi alam yang berbeda, lingkungan yang tidak sama, budaya yang berbeda, dan jenis makanan yang tidak sama dengan di Tanah Air. Perbedaan kondisi dan suasana itu bisa memicu psikotik akut. Biasanya, orang yang terserang gangguan jiwa adalah berjiwa labil, tidak mandiri, dan selalu menuntut perhatian orang lain. Mereka biasanya tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, mereka yang mudah beradaptasi terhindar dari gangguan jiwa.

''Memang kalau tidak terbiasa tidur bersama lima orang dalam satu kamar dengan perilaku berbeda, bisa bikin stres,'' katanya.

KH Syarief Hidayatullah, ketua KBIH Al-Mufti Semarang jauh hari sudah mengingatkan kepada anggota jamaahnya agar hati-hati selama di Tanah Suci. Mereka diminta pasrah, tawakal, dan selalu berzikir. Hanya ada kata alhamdulillah dan istigfar setiap kali menjumpai masalah selama beribadah haji.

Selama beribadah haji, kita harus menghindari rafas (berbicara kotor), fusuuk (perbuatan yang merusak amal ibadah haji), dan jidaal (bertengkar). Di Tanah Suci, kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang suci dan tidak syirik.

''Soalnya, di tempat suci itulah, Allah sering melehke (memperingatkan) kita,'' katanya. Kalau ada yang takabur, bisa jadi dia tertimpa malapetaka. Tidak tertutup kemungkinan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan itu memendam kesalahan waktu di Tanah Haram Makah.

Makah adalah nama kota yang kali pertama ada di bumi. Ketika Nabi Adam berdiam di sini, dia minta kepada Allah agar diselamatkan dari godaan iblis. Allah lantas memerintah malaikat menjaga agar iblis tidak dapat mencapainya. Karena itu, tempat para malaikat berjaga itulah yang kemudian menjadi batas Tanah Haram Makah. Meski Kota Makah mengalami perluasan, Tanah Haram tidak ikut berkembang. Batasnya ditetapkan dari utara Masjidil Haram 7 km, selatan 13 km, barat 25 km, dan timur masjid 25 km.

Di situlah Kakbah dan Masjidil Haram ditetapkan Allah. Di situ pula nabi akhir zaman dilahirkan. Di sinilah binatang buruan tidak boleh diburu, pepohonan tidak boleh dirusak, tanah dan batu tidak boleh dibawa keluar dan orang nonmuslim tidak boleh masuk. (29e)

=====================================

Duh kasihan sekali kaum muslim yang ibadah haji ke Makkah, yang katanya tanah suci tapi umat Aulloh pada kerasukan jin setan, sehingga banyak yang pada gila, kesurupan, dan bunuh diri.

Tanah suci bagi orang islam tapi kenyataannya adalah ladang pengorbanan manusia terbesar di dunia, dimana roh jahat Aulloh minta tumbal nyawa manusia, baik lewat kecelakaan-kecelakaan yang kerap terjadi maupun kerasukan jin-jin seperti diceritakan laporan di atas.

Cuplikan dari tulisan muslim di atas adalah:

"Allah swt lantas memerintah malaikat menjaga agar iblis tidak dapat mencapainya. Karena itu, tempat para malaikat berjaga itulah yang kemudian menjadi batas Tanah Haram Makah."

sangat kontradiktif dengan kenyataan:

"Teriakan wanita tersebut semakin keras memecah kekhusyukan padang Arafah. Klimaksnya, orang Arab tersebut mengaku menyerah. Katanya, wanita itu kemasukan jin dari Indonesia. Dia tidak sanggup mengusir karena tidak tahu bahasanya."


Katanya Aulloh SWT menjaga tanah 'suci'nya agar iblis tidak dapat mencapainya, kenyataannya banyak jamaah yang kesurupan jin-jin.

Dan konyolnya:

"Datanglah seorang Arab yang dikenal sebagai imam masjid. Lelaki itu segera mengusap wajah wanita tersebut dengan air Zamzam. Dia lantas membisikkan ayat-ayat suci Alquran di telinga wanita tersebut.

Alhamdulillah, wanita tersebut bisa dituntun mengucapkan kata-kata Allah.
''Allah, Allah...!'' pekiknya. Imam masjid tersebut kembali mencoba mengeraskan suaranya, tapi suara wanita itu justru semakin bertambah keras.

Orang-orang di sekitar itu semakin cemas. Teriakan wanita tersebut semakin keras memecah kekhusyukan padang Arafah. Klimaksnya, orang Arab tersebut mengaku menyerah. Katanya, wanita itu kemasukan jin dari Indonesia. Dia tidak sanggup mengusir karena tidak tahu bahasanya.


ternyata imam masjid Arab tidak bisa mengusir jin-jin yang merasuk orang kesurupan karena perbedaan bahasa. Hahahaha....
Sudah jelas Aulloh bukan tuhan yang sejati, hanyalah kedok iblis setan menyamar sebagai tuhan. Lihat topic salat berbahasa Indonesia dimana Aulloh tidak mengerti bahasa selain bahasa arab.
Dan kelihatan juga betapa orang Arab itu dengan konyolnya membodohi orang-orang Indonesia katanya karena beda bahasa maka imam Arab itu tidak bisa mengusir jin dari Indonesia. Wakakakakak....

:lol:
hambrah
 
Posts: 131
Joined: Mon Nov 21, 2005 4:59 pm

Postby wachdie.jr » Mon Feb 20, 2006 10:09 am

hambrah wrote:Rabu, 26 Februari 2003 Suara Merdeka.
Laporan dari Makah (1)
Stres, Menanti Hari-hari Kepulangan

ternyata imam masjid Arab tidak bisa mengusir jin-jin yang merasuk orang kesurupan karena perbedaan bahasa. Hahahaha....
Sudah jelas Aulloh bukan tuhan yang sejati, hanyalah kedok iblis setan menyamar sebagai tuhan. Lihat topic salat berbahasa Indonesia dimana Aulloh tidak mengerti bahasa selain bahasa arab.
Dan kelihatan juga betapa orang Arab itu dengan konyolnya membodohi orang-orang Indonesia katanya karena beda bahasa maka imam Arab itu tidak bisa mengusir jin dari Indonesia. Wakakakakak.... [/size]
:lol:


Image
maka si aulloh :roll: pun ikut tersenyum:lol: :lol: :lol: .
User avatar
wachdie.jr
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby hambrah » Mon Feb 20, 2006 12:02 pm

wachdie.jr wrote:maka si aulloh :roll: pun ikut tersenyum:lol: :lol: :lol:


Tertawa jingkrak-jingkrak karena berhasil menipu menyesatkan umat manusia untuk menjadi teman-teman mereka di akhirat.
hambrah
 
Posts: 131
Joined: Mon Nov 21, 2005 4:59 pm

Postby hambrah » Mon Feb 20, 2006 12:10 pm

Kamis, 08 Juli 2004
Ibu Aniaya Dua Anak

Gunakan Pisau Dapur, Diduga Kesurupan


SIDOARJO - Masih segar dalam ingatan kita kasus penganiayaan hingga meninggal terhadap Alvina oleh ibunya sendiri. Dini hari kemarin, kasus yang hampir sama terjadi di RT 26 RW 27 Dusun Sungon, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo Kota. Seorang ibu 38 tahun bernama Rumaiyah tiba-tiba membabatkan pisau dapur ke arah kedua anaknya, Nurlaili (17 tahun) dan Rudi (11 tahun).

Hingga kemarin, berita penganiayaan ini masih menjadi obrolan warga, setempat. Mereka banyak yang berkumpul rumah keluarga Slamet Mulyono itu. Beberapa diantara mereka sangat antusias menceritakan kronologis terjadinya peristiwa kekerasan terhadap anak itu.

Ceritanya, Selasa dini hari lalu sekitar pukul 02.30, Rumaiyah yang juga Slamet mendadak kalap. Tanpa diketahui sebabnya menyabetkan pisau ke arah Nurlaili dan Rudi.

Akibatnya, Rudi mengalami luka sayat pada bagian leher dan pundak kanannya. Sedang kakaknya, Nurlaili, luka pada dahi kanan dan lengan kanan. "Tapi kata dokter lukanya nggak terlalu parah. Makanya, saya rawat saja di rumah," tutur Slamet, kemarin.

Lelaki 40 tahun yang bekerja sebagai tukang becak itu mengaku kaget dengan tingkah istrinya. Malam itu, dia, Rudi, dan Rumaiyah tidur bersama di ruang tamu. Sedangkan Nurlaili tidur sendirian di kamar depan.

Sekitar pukul 01.30, bapak dua anak itu terbangun dan melaksanakan shalat malam. Ketika sedang berdzikir, dia mendengar Rudi berteriak minta tolong. Betapa terkejutnya Slamet ketika melihat istrinyasedang mencekik leher Rudi.


"Ketika saya tanya, istri saya malah bilang kalau dirinya sedang berusaha menolong Rudi. Katanya, saat itu ada dua orang tinggi besar hendak mengganggu Rudi," imbuh Slamet.

Demi menjaga keselamatan Rudi, Slamet menyuruh anaknya itu pindah tidur ke dalam kamar Nurlaili. Setelah itu, Slamet melanjutkan dzikirnya. Namun, sekitar pukul 02.30, dia kembali mendengar teriakan histeris dari dalam kamar tempat kedua anaknya tidur.

Ketika dia memeriksa, pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam. Slamet pun berusaha membukanya. Saat pintu terbuka, Nurlaili berlari keluar dengan baju penuh darah.

Sementara di dalam kamar, dia melihat Rumaiyah tengah menghunus pisau dapur dan Rudi memegangi lehernya yang juga berdarah. "Saya lihat, saat itu mata istri saya seperti orang kesurupan. Langsung saja saya tendang dia sambil teriak Allahu Akbar," kata Slamet.

Akibat tendangan suaminya itu, Rumaiyah langsung pingsan. Slamet kemudian melarikan kedua anaknya ke RSUD Sidoarjo dan melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat.(sat)

======================================


Akibat kesurupan jin-jin islam, seorang ibu berusaha mencekik dan menghunus pisau kepada anak-anaknya. Kejadian ini sudah sering terjadi. Dan setiap usaha untuk mengusir jin-jin itu dengan berteriak aullouhuakbar atau ayat-ayat alquran tidak mengusir tapi menambah jin-jin islam merasuk korban.
hambrah
 
Posts: 131
Joined: Mon Nov 21, 2005 4:59 pm

Postby Adadeh » Wed Feb 22, 2006 7:52 am

Hambra,
Terima kasih banyak atas artikel2 surat kabarnya. Ini juga membuat kita berpikir siapakah Jibril yang selalu disebut-sebut Muhammad pada waktu dapat inspirasi 'ilahi'. Non-Muslim yang mengenal Muhammad saat itu mengomentari Jibril sebagai setan.
Sahih Bukhari Volume 2, Book 21, Number 225:
Dikisahkan oleh Jundab bin 'Abdullah :
Jibril tidak datang kepada Muhammad (untuk beberapa saat) sehingga salah satu dari para wanita Quraish berkata, "Setannya telah meninggalkannya."

Orang2 Quraish pada saat itu beragama politheis (pagan).

Berdasarkan Hadis2 disebut bahwa istri2 Muhammad (Aisha dan Khadija) dan para Muslim pengikutnya tidak ada yang bisa melihat Jibril. Muhammad juga berkata bahwa Jibril tidak bisa masuk rumah yang ada anjingnya. Banyak yang percaya anjing bisa melihat makhluk halus. Mungkin karena ini pula Muhammad memerintahkan pembunuhan atas anjing2 (Bukhari IV, no. 540) agar Jibril dapat masuk rumahnya.

Juga suara dering bel yang berkumandang di kepalanya saat menerima inspirasi 'ilahi'.
Sahih Bukhari Volume 1, Book 1, Number 2:
Dikisahkan 'Aisha:
Al-Harith bin Hisham bertanya kepada Rasul Allah, " O Rasul Allah! Bagaimana caranya inspirasi illahi diturunkan padamu?" Rasul Allah menjawab, "Kadang2 terasa seperti deringan bel (lonceng), inspirasi seperti ini adalah yang paling kuat terasa dibandingkan inspirasi yang lain ... "


Nah, ini komentar Muhammad tentang bel:
Sahih Muslim Book 024, Number 5279:
Abu Huraira mengisahkan bahwa Rasul Allah berkata, "Bel adalah alat musik setan."

Ini secara tidak langsung merupakan pengakuan Muhammad sendiri dari mana inspirasi 'illahi'nya berasal dan siapakah Jibril sebenarnya. Apalagi lalu ditambah bukti nyata berita2 kesurupan gara2 zikir atau baca ayat2 Qur'an.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Yususf roni » Wed Feb 22, 2006 10:28 am

Hambra,
Terima kasih banyak atas artikel2 surat kabarnya. Ini juga membuat kita berpikir siapakah Jibril yang selalu disebut-sebut Muhammad pada waktu dapat inspirasi 'ilahi'. Non-Muslim yang mengenal Muhammad saat itu mengomentari Jibril sebagai setan.
Sahih Bukhari Volume 2, Book 21, Number 225:
Dikisahkan oleh Jundab bin 'Abdullah :
Jibril tidak datang kepada Muhammad (untuk beberapa saat) sehingga salah satu dari para wanita Quraish berkata, "Setannya telah meninggalkannya."
Orang2 Quraish pada saat itu beragama politheis (pagan).

Kalo anda baca dengan jeli mengenai hadist tsb justru, karena si wanita Quraish tsb tidak mengetahui bahwasan Jibril itu sebenarnya sehingga terlontar kata-kata yang sangat jauh dari makna yg sesunguhnya.Apalagi pada waktu itu suku Quraish sangat membencinya sehingga terlontar kata-kata tersebut dan tuduhan-tuduhan yang tak berdasar hingga masa kini.

Berdasarkan Hadis2 disebut bahwa istri2 Muhammad (Aisha dan Khadija) dan para Muslim pengikutnya tidak ada yang bisa melihat Jibril. Muhammad juga berkata bahwa Jibril tidak bisa masuk rumah yang ada anjingnya. Banyak yang percaya anjing bisa melihat makhluk halus. Mungkin karena ini pula Muhammad memerintahkan pembunuhan atas anjing2 (Bukhari IV, no. 540) agar Jibril dapat masuk rumahnya.

Anda sangat keliru dalam memahami makna hadist tsb, justru nabi tak pernah menyuruh pembunuhan atas anjing-anjing. Makna filosofinya anjing disini adalah jika didalam sebuah rumah masih ada penghuninya memiliki sifat seperti anjing yang mungkin anda tahu sendirikan bahwa anjing itu memiliki sifat-sifat tak terpuji maka disitu tak akan turun rahmat Allah.Sedangkan mengenai masalah memelihara anjing bagi muslim itu mubah saja jika memang ada keperluannya seperti untuk menjaga kebun,berburu dll.Sedangkan kalo tidak ada keperluan semacam itu maka selayaknya muslim tak memelihara anjing.
Juga suara dering bel yang berkumandang di kepalanya saat menerima inspirasi 'ilahi'.
Sahih Bukhari Volume 1, Book 1, Number 2:
Dikisahkan 'Aisha:
Al-Harith bin Hisham bertanya kepada Rasul Allah, " O Rasul Allah! Bagaimana caranya inspirasi illahi diturunkan padamu?" Rasul Allah menjawab, "Kadang2 terasa seperti deringan bel (lonceng), inspirasi seperti ini adalah yang paling kuat terasa dibandingkan inspirasi yang lain ... "

Nah, ini komentar Muhammad tentang bel:
Sahih Muslim Book 024, Number 5279:
Abu Huraira mengisahkan bahwa Rasul Allah berkata, "Bel adalah alat musik setan."

Hadist mengenai kedatangan wahyu ketika nabi Muhammad seperti deringan bel tidaklah sama dengan ungkapan nabi mengenai "bel adalah alat musik setan".Karena ketika wahyu datang seolah-olah seperti seperti bunyi deringan bel dan tidak sama dengan bel alat masuk tsb.
Ini secara tidak langsung merupakan pengakuan Muhammad sendiri dari mana inspirasi 'illahi'nya berasal dan siapakah Jibril sebenarnya. Apalagi lalu ditambah bukti nyata berita2 kesurupan gara2 zikir atau baca ayat2 Qur'an.

Kalo seandainya Al Quran itu ayat-ayat berasal dari syetan bukan dari Allah mungkin isinya tak menakjubkan dan juga penuh dengan kontradisi.Tapi nyata isinya sangat menyejukkan berbeda dengan kitab-kitab suci agama lain yang bukan dari Allah.
User avatar
Yususf roni
 
Posts: 437
Joined: Thu Sep 15, 2005 3:53 pm
Location: Bumi Indonesia

Postby DARAH DAN DOA » Wed Feb 22, 2006 12:40 pm

Serem ah, masih mendingan juga Playboy kemana2 :oops: :P

**HORNY MODE : ON**
DARAH DAN DOA
 
Posts: 191
Joined: Mon Feb 20, 2006 6:06 pm
Location: U.I.S.R

Postby ali5196 » Wed Feb 22, 2006 8:33 pm

Yususf roni wrote:Anda sangat keliru dalam memahami makna hadist tsb, justru nabi tak pernah menyuruh pembunuhan atas anjing-anjing. Makna filosofinya anjing disini adalah jika didalam sebuah rumah masih ada penghuninya memiliki sifat seperti anjing yang mungkin anda tahu sendirikan bahwa anjing itu memiliki sifat-sifat tak terpuji maka disitu tak akan turun rahmat Allah.Sedangkan mengenai masalah memelihara anjing bagi muslim itu mubah saja jika memang ada keperluannya seperti untuk menjaga kebun,berburu dll.Sedangkan kalo tidak ada keperluan semacam itu maka selayaknya muslim tak memelihara anjing.


ANDA sudah berapa lama di FFI ? MASIH NGALOR NGIDUL juga ? ANJING DLM ISLAM ADALAH HEWAN NAJIS. TITIK. NIH, BACA SITUSNYA AYATOLAH ALI SISTANI:
http://www.sistani.org/
http://www.sistani.org/html/eng/main/in ... eng&part=3

84. The following ten things are essentially najis:

Urine
Faeces
Semen
Dead body
Blood
Dog = ANJING !
Pig
Kafir
Alcoholic liquors
The sweat of an animal who persistently eats najasat.


Silahkan anda berdebat dgn Ayatolah Sistani bahwa anjing bukan hewan najis, kalau anda berani ! Anda tahu artinya NAJIS nggak sih ? Kalau anjing dianggap najis itu berarti: tidak boleh dilihat/disentuh/apalagi dipiara.

Seandainya Al Quran itu ayat-ayat berasal dari syetan bukan dari Allah mungkin isinya tak menakjubkan dan juga penuh dengan kontradisi.Tapi nyata isinya sangat menyejukkan berbeda dengan kitab-kitab suci agama lain yang bukan dari Allah.


BANG YUSUF, QURAN MEMANG PENUH DENGAN KONTRADIKSI, INI SUDAH DIBAHAS BERKALI2 DISINI. LIHAT SAJA KONTRADIKSI AYAT2 MEKAH DAN MEDINAH DI QURAN.

QURAN ISINYA TIDAK MENAKJUBKAN PULA. MUNGKIN MENAKJUBKAN BAGI MUSLIM, TETAPI TIDAK BAGI NON-MUSLIM.

DAN HATI2 MENYATAKAN KITAB SUCI AGAMA LAIN BUKAN DARI ALLAH. BISA ANDA BUKTIKAN INI ? TIDAK KHAN ? HANYA KARENA MUHAMAD YANG BILANG, LALU ANDA PERCAYA ? INI SAJA ARGUMEN ANDA ? MUHAMAD YANG BILANG, SO IT MUST BE OKAY ???

ANDA TERNYATA MEMANG BENAR2 BUDAK ALLAH .
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Adadeh » Thu Feb 23, 2006 5:01 am

YusufRoni:
Karena ketika wahyu datang seolah-olah seperti seperti bunyi deringan bel dan tidak sama dengan bel alat masuk tsb.

Ini hanya pendapatmu pribadi saja tanpa referensi yang dapat dipercayai. Kalau tidak sama, mengapa pakai kata benda yang sama? Kamu baca keterangan ini dari tafsir mana?

Tapi nyata isinya sangat menyejukkan berbeda dengan kitab-kitab suci agama lain yang bukan dari Allah.

Bikin sejuk atau malah bikin kesurupan nih? Apa Anda tidak baca tuh artikel2 koran di Forum ini?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Yususf roni » Thu Feb 23, 2006 4:40 pm

Buat : ali5196
ANDA sudah berapa lama di FFI ? MASIH NGALOR NGIDUL juga ? ANJING DLM ISLAM ADALAH HEWAN NAJIS. TITIK. NIH, BACA SITUSNYA AYATOLAH ALI SISTANI:
http://www.sistani.org/
http://www.sistani.org/html/eng/main/in ... eng&part=3

84. The following ten things are essentially najis:

Urine
Faeces
Semen
Dead body
Blood
Dog = ANJING !
Pig
Kafir
Alcoholic liquors
The sweat of an animal who persistently eats najasat.

Eh orang Islam juga udah pada tahu bahwa anjing itu najis. Yang dalam istilah hukumnya najis mughaladah. Yang apabila kita terkena najisnya harus dibersihkan 7x yg salah satunya dengan debu.
Silahkan anda berdebat dgn Ayatolah Sistani bahwa anjing bukan hewan najis, kalau anda berani ! Anda tahu artinya NAJIS nggak sih ? Kalau anjing dianggap najis itu berarti: tidak boleh dilihat/disentuh/apalagi dipiara.

Ini adalah pandangan yg keliru alias **** kuadrat (istilah betawi) udah **** sok tahu. Masa anjing nggak boleh dilihat dan di pelihara, makanya kalo nggak tahu bertanya Bung,jangan membuat kesimpulan sendiri.Nah kalo menyentuhnya memang tidak dibolehkan.
BANG YUSUF, QURAN MEMANG PENUH DENGAN KONTRADIKSI, INI SUDAH DIBAHAS BERKALI2 DISINI. LIHAT SAJA KONTRADIKSI AYAT2 MEKAH DAN MEDINAH DI QURAN.

QURAN ISINYA TIDAK MENAKJUBKAN PULA. MUNGKIN MENAKJUBKAN BAGI MUSLIM, TETAPI TIDAK BAGI NON-MUSLIM.

Itukan menurut rekan-rekan nasrani. Coba di Kristen aja mereka berbeda kitab suci antara Khatolik dan Protestan.Dalam mempercayai alkitab saja berbeda, seperti katolik dengan 46 sedangkan Protestan 39 saja.Pada Protestan pun masih beragam pendapat mengenai kitab suci. Semua sekte sudah mengakui agama dan gerejanya sendiri-sendiri. Seperti Agama Khatolik,Protestan,Anglikan,Saksi Yehovah.Dan dalam masalah anak saja anatara gereja barat dan timur berbeda jauh.
DAN HATI2 MENYATAKAN KITAB SUCI AGAMA LAIN BUKAN DARI ALLAH. BISA ANDA BUKTIKAN INI ? TIDAK KHAN ? HANYA KARENA MUHAMAD YANG BILANG, LALU ANDA PERCAYA ? INI SAJA ARGUMEN ANDA ? MUHAMAD YANG BILANG, SO IT MUST BE OKAY ???

[qoute]
ANDA TERNYATA MEMANG BENAR2 BUDAK ALLAH [/quote]
Oh itu lebih sangat terhormat buat saya dari pada saya menjadi budak manusia.

Buat : Adadeh
Ini hanya pendapatmu pribadi saja tanpa referensi yang dapat dipercayai. Kalau tidak sama, mengapa pakai kata benda yang sama? Kamu baca keterangan ini dari tafsir mana?

Masa sih anda tidak bisa membedakan kata seolah-olah seperti bel tidak sama dengan bel itu sendiri.
User avatar
Yususf roni
 
Posts: 437
Joined: Thu Sep 15, 2005 3:53 pm
Location: Bumi Indonesia

PreviousNext

Return to Quran & Hadist



Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot]