Page 1 of 38

Kesurupan Masal akibat pembacaan AlQuran

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 9:03 am
by hambrah
Jawapos, 7 Desember 2005

100 Lebih Siswi Kesurupan

SMA Negeri 3 Bangkalan gempar. Gara-garanya, 100 lebih siswi kesurupan masal ketika pelajaran baru dimulai kemarin. Mereka berteriak-teriak histeris dan meronta-ronta.

Para Sekolah kelabakan. Sebab, makin siang siswi yang kesurupan makin banyak. Demikian banyaknya siswa yang berteriak-teriak histeris dan meronta-ronta, sesama siswa terpaksa ikut turun tangan menangani korban.

Beberapa guru juga mendatangkan “orang pintar” membantu memulihkan korban. Bahkan, karena khawatir korban makin banyak, sekolah akhimya memulangkan siswa lain.

Peristiwa berawal saat jam pelajaran pertama dimulai puku 07.00. Siswa dipandu membaca ayat suci Aiquran. Tiba-tiba, terdengar teriakan histeris da beberapa kelas. Beberapa siswi juga tampak meronta-ronta.

Suasana langsung geger. Apa lagi jumlah siswi yang kesurupan terus bertambah. “Kebetulan saya yang memimpin pembacaan ayat suci Alquran. Ketika membaca Surat Yasin, yang kesurupan makin banyak. Semua siswi. Saya terpaksa menghentikan pembacaan surat Yasin di pertengahan,” kata Dra Rohidah, guru agama SMAN 3 Bangkalan, saat dikonfirmasi kemarin.

Perkiraan Rohidah, siswi yang kesurupan 100 lebih. Sebab, korban ditemukan di ke-23 ruang kelas yang ada. (tra/jpnn)


=========================================


Berita di atas adalah cuplikan dari koran Jawa Pos Rabu, 7 Desember 2005 tentang kesurupan masal di sebuah SMA Negeri di Bangkalan, Madura.

Kejadian di atas adalah sebagai kasus studi dari banyaknya kejadian kesurupan akibat pembacaan ayat-ayat Alquran.

Kesucian ALQURAN dari kejadian tersebut dipertanyakan.

Apakah Alquran itu ayat suci ?

Jika ayat suci mengapa kerapkali para pembacanya kerasukan?

Mengapa ayat Alquran itu tidak bisa menghindarkan pembacanya terkena rasukan roh-roh dan malahan menambah jumlah orang yang kerasukan semakin banyak ketika ayat-ayat itu dilanjutkan pembacaannya ?

Jika ayat alquran itu ayat suci seharusnya bisa menghalau, menghindarkan para pengamalnya dari jamahan setan, jin, iblis.

Fakta dan fenomena ini menunjukkan ALQURAN semakin jelas asal-usulnya, belangnya, pohonnya, yaitu SATANIC VERSES.

Alquran bukan buku suci, tapi buku yang berisi ajaran kekerasan, teror, pembunuhan, dan penyembahan berhala.

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 9:23 am
by betsyII
Marilah kita tidak secepat itu menilai, tapi menyelidikinya dengan seksama. Apabila hal itu terjadi, tentu fenomena yang menarik untuk dicari sebab2nya.

Kalau boleh, bisakah rekan muslim memberitahu saya apa sebetulnya isi dari Surat al Yassin? Kalau ada terjemahannya maka lebih baik lagi.

Bisakah pemosting berita ini memberikan demografi dan kondisi lain yg menyangkut pada siswa2 sekolah itu?

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 10:02 am
by ali oncom
betsyII wrote:Kalau boleh, bisakah rekan muslim memberitahu saya apa sebetulnya isi dari Surat al Yassin? Kalau ada terjemahannya maka lebih baik lagi.

panjang euyy.. ntar gua coba

[36.1] Yaa Siin.

[36.2] Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,

[36.3] sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

[36.4] (yang berada) di atas jalan yang lurus,

[36.5] (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

[36.6] agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

[36.7] Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

[36.8] Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.

[36.9] Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

[36.10] Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

[36.11] Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

[36.12] Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz).

[36.13] Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;

[36.14] (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".

[36.15] Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

[36.16] Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.

[36.17] Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

[36.18] Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".

[36.19] Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas".

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 10:03 am
by ali oncom
[36.20] Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,

[36.21] ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

[36.22] Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

[36.23] Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

[36.24] Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

[36.25] Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

[36.26] Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

[36.27] apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".

[36.28] Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

[36.29] Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

[36.30] Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

[36.31] Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

[36.32] Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

[36.33] Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

[36.34] Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

[36.35] supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

[36.36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

[36.37] Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,

[36.38] dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

[36.39] Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

[36.40] Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 10:07 am
by ali oncom
[36.41] Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,

[36.42] dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

[36.43] Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

[36.44] Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

[36.45] Dan apabila dikatakan kepada mereka:
"Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).

[36.46] Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

[36.47] Dan apabila dikatakan kepada mereka:
"Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".

[36.48] Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"

[36.49] Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

[36.50] Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

[36.51] Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

[36.52] Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

[36.53] Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

[36.54] Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

[36.55] Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

[36.56] Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

[36.57] Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

[36.58] (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

[36.59] Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir):
"Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.


PostPosted: Fri Dec 09, 2005 10:08 am
by ali oncom
[36.60] Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",

[36.61] dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

[36.62] Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

[36.63] Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

[36.64] Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

[36.65] Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

[36.66] Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

[36.67] Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

[36.68] Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

[36.69] Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,

[36.70] supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

[36.71] Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?

[36.72] Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.

[36.73] Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

[36.74] Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.

[36.75] Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

[36.76] Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

[36.77] Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

[36.78] Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"

[36.79] Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

[36.80] yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."

[36.81] Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

[36.82] Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:
"Jadilah!" maka terjadilah ia.

[36.83] Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 10:13 am
by kamen Rider
Kasus kesurupan ini merupakan fenomena yang hampir ada di seluruh sekolah di Indonesia.Jadi nggak ada hubungannya dengan Al-Qur'an.

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=224960&kat_id=23
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0304/26/0105.htm
http://www.indomedia.com/bernas/052001/19/UTAMA/19mgl2.htm
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=224931&kat_id=23
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Metropolis&id=7122

BetsyII wrote:Marilah kita tidak secepat itu menilai, tapi menyelidikinya dengan seksama. Apabila hal itu terjadi, tentu fenomena yang menarik untuk dicari sebab2nya.


Menurut saya,fenomena ini terjadi karna masih banyaknya masyarakat Indonesia yang terlalu percaya dengan takhayul.Contohnya baru-baru ini ada isu yang mengatakan adanya "HANTU CEKIK".Akhirnya setelah menyebar menimbulkan ketakutan massal,padahal hantu itu tidak pernah ada (sama dengan kasus KOLOR IJO).Sama halnya denga kasus kesurupan tersebut,yang sebenarnya ditimbulkan oleh perasaan takut.

BetsyII wrote:Kalau boleh, bisakah rekan muslim memberitahu saya apa sebetulnya isi dari Surat al Yassin? Kalau ada terjemahannya maka lebih baik lagi.


Nggak ada yang aneh dengan surat yasiin.surat yasiin hanya menceritakan tentang orang-orang masa lalu yang jika dikirimkan utusan,selalu menolak ajakan utusan tersebut.Dan di ayat ini juga dikatakan bahwa tugas pembawa utusan (Nabi dan Rasul) itu hanyalah menyampaikan.

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 10:47 am
by bakayaro
Prof,
Islam di Indo terutama di Jawa memang tidak terlepas dari budaya animisme model penggunaan kemenyan dan mantera.

akibatnya banyak yang menggunakan ayat2 alQuran dengan tidak sebagaimana mestinya.... malahan dijadikan mantera yang dianggap dapat mengusir "setan".... kacaulah jadinya!!!

Coba perhatikan ayat2 yasin sebagaimana dikutip sdr ali oncom diatas.... kira2 nyambung nggak kalo dipake untuk ngusir "setan" atau tahlilan orang yang baru aja meninggal?

repotnya banyak yang menggangap isapan jempol beginian model sinetron mistik sebagai kenyataan..... :oops: :oops: :oops:

Prof.... Tolong dikupas dong masalah kesurupan ini dari sisi ilmiahnya. Soale aku juga pernah nyaksiin kejadian begini.... tapi nggak perlu dimacem-macemin juga sembuh sendiri kok.

Di forum buddha aja.... biar agak bebas gangguan.... :wink:

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 12:22 pm
by betsyII
Dear rekan2 muslim,
Melihat fenomena ini, saya cukup tertarik, karena memang minat saya pada bidang psikologi. Walaupun sekedar utk mengisi waktu luang. Ditambah dengan sedikit bekal dari pengalaman dan teori Buddhism, maka ijinkan saya memberi tanggapan dan analisa menurut pemahaman saya , yang tentu saja bukan merupakan suatu kata final.

Pertama,
Kalau menurut saya, benar seperti yang dikatakan oleh kamen dan bakarayo bahwa pola pikir masyarakat Indonesia masih dalam tataran ungu dalam kategori teori Spiral Dynamics (TM) (magickal thinking, adanya kekuatan2 luar diri yg mempengaruhi, struktur kemasyarakatan berdasarkan ikatan keluarga dan tokoh paternalistik, dsb).
Pola pikir demikian merupakan level meme-nya yang menyebabkan proses keberadaannya menjadi sangat suggestive in nature.

Dari pengalaman saya menghipnotherapy orang, ternyata ada indikator2 tertentu dalam struktur demografi spt status sosial, ekonomi dan belief yang menyebabkan orang itu menjadi sangat sugestive.
Kesugestivan itu menjadi semakin kuat apabila ditambah dengan simbol-simbol agama dan nuansa2 kerohanian. Seringkali hal ini digunakan oleh orang2 tertentu utk memanipulasi.

Mengenai adanya roh2 yg masuk, hal itu perlu ditinjau secara batin. Dan memang saya merasakan bahwa ada faktor2 tersebut, tetapi penyebaran menjadi banyak orang tersebut adalah lebih karena faktor psikologis, yang orang sering menggebyah uyah menjadi 'mahluk halus'.
Sebagai catatan: saya pernah eksperimen menghipnotis seorang beragama X untuk bertemu dengan junjungannya. Ia sempat menangis nangis dan menyembah2 pada kursi kosong (dia melihat bahwa si X duduk di kursi itu). Jelas bahwa hal itu adalah manipulasi pikiran belaka.

Akan tetapi, menurut Buddhism memang dikatakan bahwa dalam kasus2 tertentu memang bisa jadi mahluk dari alam lain yang berperan serta. Tapi konklusinya sama dengan teori psikologi, yaitu mereka hanya dapat berperan hanya apabila kesadaran kita lemah, dan tendensi sugestible yg tinggi.

Perlu diteliti lebih lanjut dalam kasus itu, apakah memang sebelumnya para siswa itu telah dikondisikan bahwa surat Al Yassin itu berkaitan dengan roh2 halus? Kita perlu juga mempelajari persepsi mereka tentang: si guru -- apakah mereka memandang si guru adalah orang yg 'sakti'. Kemudian persepsi mereka tentang 'kebersihan' dari tempat sekolah itu. Apakah memang sebelumnya sudah sering terjadi kasus2 kesurupan2 kecil dan 'penampakan'2. Faktor rumor, ketakutan2 dan gosip2 seperti itu sangat berpengaruh dalam mengkondisi batin seseorang untuk bertindak dalam pola tertentu.

Melihat bahwa berita2 seperti ini banyak disebarkan melalui media massa, maka sebetulnya sudah 'mendidik' masyarakat utk menerima fenomena seperti itu.
Stress, tekanan ekonomi, emotional bondage antar murid, hubungan guru-murid yg buruk dsb kondisi yg menekan mungkin merupakan reason d'etre bagi para siswi itu untuk menjadikan 'kesurupan massal versi media' itu menjadi suatu sarana pelepasan atau protes terselubung thd kondisi yg menghimpitnya.

Meningkatkan level meme itu memang bukan pekerjaan yang mudah atau pun pekerjaan yg dapat dilakukan dalam waktu 1-2 hari. Kondisi patologis maupun lingkunganlah yang membentuk, memodifikasi dan merangsang perubahan2 level meme tersebut.

Yang jelas, fenomena semacam ini harus ditanggapi oleh para pemuka agama dengan memberikan suatu edukational kepada para umatnya, dan bukannya justru kemudian membuat suatu cerita2 khayal yang menakut-nakuti yg spt biasanya digunakan dalam perang dingin agama.
Saya kasih contoh ya, misal : (tadi kepikiran untuk sekedar guyonan kpd kristen) : kesurupan itu karena meningkatnya penginjilan dan pemurtadan Kristen yang sebetulnya menggunakan roh2 gentayangan sbg 'roh kudus'. Mereka sengaja mencobai dan menumbuhkan keraguan di hati muslim.

Bila saya berkomentar demikian di atas kepada siswi2 itu, tentu mereka bisa jadi akan percaya begitu saja, dan dengan demikian maka secara tidak langsung saya sudah memprogram pikiran mereka untuk terus hidup bahkan menguatkan level meme ungu tersebut. Kalau sudah demikian maka tinggal menunggu saat yang tepat untuk menangkap 'mangsa' tersebut guna dicuci otaknya.

Perang psikologis demikian banyak terjadi dan digunakan di Indonesia ini. Saya sangat sedih sekali, karena bukan pendidikan ke arah rasionalitas dan kedewasaan yg diberikan, tetapi justru ke arah2 negative yang melemahkan batin kita sendiri.

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 1:27 pm
by kamen Rider
Zaman gwa sekolah dulu,pernah terjadi kesurupan di sekolah gw.Hari pertama hanya 2,3 orang yang kesurupan.Di hari kedua ada yang meng-isukan bahwa yang bisa kesurupan adalah cewek yang masih perawan,akhirnya makin banyak yang kesurupan :lol:

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 1:39 pm
by betsyII
Oya, tambahan:
Pemahaman atas isi surat Al Yassin dan konteksnya dalam pengembangan sikap kedewasaan mental , saya rasa perlu diberikan kepada siswi2 tersebut.

PostPosted: Fri Dec 09, 2005 2:15 pm
by bakayaro
betsyII wrote:Dear rekan2 muslim,
Melihat fenomena ini, saya cukup tertarik, karena memang minat saya pada bidang psikologi. Walaupun sekedar utk mengisi waktu luang. Ditambah dengan sedikit bekal dari pengalaman dan teori Buddhism, maka ijinkan saya memberi tanggapan dan analisa menurut pemahaman saya , yang tentu saja bukan merupakan suatu kata final.

TQ prof....you are very welcome.

betsyII wrote:Kesugestivan itu menjadi semakin kuat apabila ditambah dengan simbol-simbol agama dan nuansa2 kerohanian. Seringkali hal ini digunakan oleh orang2 tertentu utk memanipulasi.
Ini bener sekali.... masih banyak bahkan dukun memakai gelar keagamaan seperti Kyai.... dll. Dalam islam sendiri bahkan banyak aliran yang masih menganggap kesaktian sebagai bukti kesuksesan pembelajaran rohani.

betsyII wrote:Mengenai adanya roh2 yg masuk, hal itu perlu ditinjau secara batin. Dan memang saya merasakan bahwa ada faktor2 tersebut, tetapi penyebaran menjadi banyak orang tersebut adalah lebih karena faktor psikologis, yang orang sering menggebyah uyah menjadi 'mahluk halus'.
Nah ini yang menarik untuk kita diskusikan prof.... sebab banyak yang menggunakan hal ini untuk kepentingan "penyesatan". Tidak sedikit kita temui orang yang kesurupan mengaku-ngaku kemasukan roh dari orang yang sudah meninggal...

Kejadian nyata: Saya mendapati seorang rekan wanita yang lemah lembut tiba-tiba menjadi beringas. Kekuatannya berlipat karena mampu membanting seorang laki-laki dengan satu tangannya. Kemudian suaranya berubah menjadi suara laki-laki berumur 50thn-an. kemudian minta agar dilakukan "selamatan" dengan upacara2....

Untuk menyadarkannya dipanggil seorang kyai.... lalu sang kyai merapal mantera (baca ayat2 al Quran) sampai akhirnya dia sadar.
----------------------------------------------

Nah.... kenapa saya bilang penyesatan?

Begini prof.... saya melihat dua hal. Pertama sisi ruhaniah keagamaan dan yang kedua sisi psikologinya.

Dari alasan yang pertama -keagamaan.
Ini merupakan bentuk penyesatan, karena jelas sekali sang "kyai" membaca "mantera" sehingga sebagaimana berita diatas, surat yaasin digunakan tidak sebagaimana mestinya.
Sulit untuk menjelaskan pada anda karena kita berbeda keyakinan. Dalam keyakinan kami memang ada mahluk lain selain manusia yang biasa kita namakan jin. Dari golongan jin sesat ini (kita namakan setan) ini ada yang "menyamar" menjadi roh dari orang yang sudah mati dengan tujuan menyesatkan manusia supaya berpikir diluar tuntunan kitab sucinya dimana dikatakan bahwa ruh2 dari orang yang sudah mati tidaklah bergentayangan.

Nah kemungkinan kedua, dari sisi psikologinya.... saya lebih tertarik untuk mendengar lebih banya dari anda, karena ini nampaknya jauh lebih masuk akal dan lebih bisa diterima oleh akal sehat, sebagaimana anda katakan:

betsyII wrote:Akan tetapi, menurut Buddhism memang dikatakan bahwa dalam kasus2 tertentu memang bisa jadi mahluk dari alam lain yang berperan serta. Tapi konklusinya sama dengan teori psikologi, yaitu mereka hanya dapat berperan hanya apabila kesadaran kita lemah, dan tendensi sugestible yg tinggi.
Ini kok mirip sekali dengan pesan-pesan keagamaan dari para ustad yang "waras". Jangan biarkan benak anda kosong karena bisa "diisi" apa saja dan bisa menjadi berbahay....
Kalo gw sih, seringnya diisi ngelonjor.... alias ngelamun jorok... :lol: :lol:

Nah prof.... bisa nggak jelasin lagi lebih dalam maksud anda dengan tendensi sugestible yg tinggi
Soalnya saya curiga kelakuan si dago yang katanya punya pengalaman spiritual mirip dukun ini adalah karena faktor ini...

betsyII wrote:Perang psikologis demikian banyak terjadi dan digunakan di Indonesia ini. Saya sangat sedih sekali, karena bukan pendidikan ke arah rasionalitas dan kedewasaan yg diberikan, tetapi justru ke arah2 negative yang melemahkan batin kita sendiri

ANDA BENER 100% ...........

PostPosted: Thu Dec 15, 2005 11:47 am
by hambrah
kamen Rider wrote:Kasus kesurupan ini merupakan fenomena yang hampir ada di seluruh sekolah di Indonesia.Jadi nggak ada hubungannya dengan Al-Qur'an..


Bung KamenRider, dari cuplikan berita ini dituliskan:

"Peristiwa berawal saat jam pelajaran pertama dimulai puku 07.00. Siswa dipandu membaca ayat suci Alquran. Tiba-tiba, terdengar teriakan histeris da beberapa kelas. Beberapa siswi juga tampak meronta-ronta.

KONTEKS berita di atas disebutkan kesurupan itu diakibatkan ketika para siswa membaca ayat-ayat Alquran. Seharusnya sudah jelas hubungannya.



kamen Rider wrote:
BetsyII wrote:Marilah kita tidak secepat itu menilai, tapi menyelidikinya dengan seksama. Apabila hal itu terjadi, tentu fenomena yang menarik untuk dicari sebab2nya.


Nggak ada yang aneh dengan surat yasiin.surat yasiin hanya menceritakan tentang orang-orang masa lalu yang jika dikirimkan utusan,selalu menolak ajakan utusan tersebut.Dan di ayat ini juga dikatakan bahwa tugas pembawa utusan (Nabi dan Rasul) itu hanyalah menyampaikan.


Fenomena kerasukan roh jin islam, juga ditemukan pada peristiwa kerusuhan para muslim meneriakkan allohuoaokbar dimana para perusuh muslim islam demikian kerasukan sehingga dengan beringasnya membunuh, memperkosa dalam aksi-aksi kerusuhan. Tatapan massa yang kerasukan jin islam itu merah melotot, berdasarkan kesaksian saksi-saksi mata, para perusuh tidak terkontrol seperti gejala umum kerasukan. Akibat kerasukan roh jahat dari islam mereka sudah kehilangan rasa takut, beringas, kejam dan keji membunuh rakyat tak berdosa.

Dan memang ini disebabkan para perusuh sebelum bergerak telah diisi oleh para ustad, kiayi mereka dengan jin-jin melalui doa ayat-ayat Alquran agar mereka berani.

Yang menjadi observasi adalah roh apa yang berada di balik ayat-ayat Alquran tersebut?
Bagaimana sebenarnya ayat-ayat alquran tsb tercipta?

Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Dari buahnya kamu bisa mengetahui pohonnya.

PostPosted: Thu Dec 15, 2005 12:07 pm
by hambrah
Senin, 22 Agt 2005
Ruqyah di Al Akbar

Di masjid terbesar dan termegah itu memang sedang diadakan Ruqyah Massal yang dipimpin sejumlah peruqyah. Di antaranya adalah Ustadz Ahmad Mudhoffar Zufri, MA dan HM. Syamsuri, LC.

Menurut ustadz Mudhoffar, ruqyah memang salah satu bentuk terapi pengobatan untuk gangguan jin atau makhluk halus lainnya yang masuk ke tubuh manusia. Caranya dengan membaca ayat-ayat suci Alquran. Selain itu, ruqyah juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang bersifat fisik.

Terapi ruqyah ini, kata dia, harus dibedakan dengan pengobatan yang dilakukan oleh paranormal, dukun, atau orang pintar. "Perbedaannya terletak pada media yang digunakan. Ruqyah tidak menggunakan jimat, pisau, garam maupun benda-benda lainnya," kata Mudhoffar.

Ruqyah ini, lanjutnya, sebenarnya sudah digunakan sejak zaman Rosulullah. Dulu, lanjutnya, Rosul sering membacakan ayat-ayat suci untuk mengobati kerabatnya yang sedang sakit. Cara inilah yang kemudian ditiru dalam pengobatan ruqyah.

Bacaan ayat-ayat suci seperti surat Al-Baqoroh, Al-Fatihah, An-Nash, Al-Ikhlas dan Al-Falaq diyakini sebagai ayat yang bisa menolak dan mengusir jin yang memasuki tubuh manusia.

Selama pelaksanaan ruqyah, tak sedikit pasien yang mengalami gangguan, sempat membuat panitia kerepotan. Sebab, mereka kebanyakan merasa pusing, mual, kemudian pingsan setelah di-ruqyah.

Di ruang pengobatan, berbagai reaksi ditunjukkan pasien. Seorang ibu berteriak histeris sambil memegangi kepalanya. Salah seorang peruqyah langsung menghampiri dan memegang kepala si ibu itu sambil membaca Al-Fatihah dan shalawat Nabi.

Keringat dingin membasahi wajah ibu itu. Nafasnya pun terengah-engah. Tak berapa lama, dia berusaha mengatur nafasnya sambil berkali-kali beristighfar. "Saya datang ke sini untuk meruqyah anak saya yang sering kesurupan, namun entah mengapa kok ternyata saya yang selama ini dimasuki jin," ujar Widia Nuryanti, 33, seolah-olah tidak percaya dengan apa yang baru dialaminya.(kit)

==================================

Kasihan para jamaah sudah mengalami penipuan dengan pengisian jin-jin islam. Bukannya mengusir jin-jin tapi justru menambah jin-jin lebih banyak. Melalui pembacaan ayat-ayat Alquran jin-jin diundang untuk masuk ke dalam diri jamaah.

PostPosted: Thu Dec 15, 2005 12:39 pm
by NoMind
hambrah wrote:
kamen Rider wrote:Kasus kesurupan ini merupakan fenomena yang hampir ada di seluruh sekolah di Indonesia.Jadi nggak ada hubungannya dengan Al-Qur'an..


Bung KamenRider, dari cuplikan berita ini dituliskan:

"Peristiwa berawal saat jam pelajaran pertama dimulai puku 07.00. Siswa dipandu membaca ayat suci Alquran. Tiba-tiba, terdengar teriakan histeris da beberapa kelas. Beberapa siswi juga tampak meronta-ronta.

KONTEKS berita di atas disebutkan kesurupan itu diakibatkan ketika para siswa membaca ayat-ayat Alquran. Seharusnya sudah jelas hubungannya.

Saat Al Quran di manterkan, banyak gerombalan jin2 yang ikut mendengarkannya dan ikut bersujud, makanya tidak heran banyak yang kesurpan.

Quran 72:1
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur'an), lalu mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan,


Quran 46:29
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan


Sahih Bukhari. Vol 6, Book 60. Hadith 385.
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas,
Nabi melakukan sujud ketika dia selesai melafalkan Sura An-Najm, dan semua Muslims dan penyembah berhala dan Jin dan manusia bersujud bersama dengan dia.




With Best Regards,
NoMind

PostPosted: Thu Dec 15, 2005 10:27 pm
by ali18115
NoMind wrote:Saat Al Quran di manterkan, banyak gerombalan jin2 yang ikut mendengarkannya dan ikut bersujud, makanya tidak heran banyak yang kesurpan.


Bagaimana cara "Al-Quran dimanterkan" seperti kata kamu itu?

PostPosted: Thu Dec 15, 2005 10:34 pm
by ali18115
hambrah wrote:Bacaan ayat-ayat suci seperti surat Al-Baqoroh, Al-Fatihah, An-Nash, Al-Ikhlas dan Al-Falaq diyakini sebagai ayat yang bisa menolak dan mengusir jin yang memasuki tubuh manusia.


Bisakah kamu tunjukkan dari ayat Al-Quran yang mana ada mengatakan jin bisa "memasuki tubuh manusia" ?

PostPosted: Fri Dec 16, 2005 3:04 am
by wachdie.jr
PUSING KARENA KESAMBET JIN????
ImageImage

Untuk mengusir para Jin yang membuat kesurupan para manusia nan Islami
ImageMaka pada saaat nyang bae ini ana mo tawarkan pada ente-ente semua alat-alat yang bisa dipakai ngusir Jin-JIn itu..


a. Kalung Jimat dengan ayat Kursi dan Zembut Muhammad
Image
Untuk mengusir segala macam jin yang berdiam di leher, supaya mereka menyingkir jauh-jauh.... termasuk diantara nya : Jin Cupang, Jin Panu serta Jin Kartubi...

b. Kertas Jimat (Toilet Paper) dengan ayat Kursi dan quran
Image
Yang digunakan setelah buang aer, dan juga untuk para wanita hamil...supaya para Jin-jin yang bersarang di kemaluan serta lobang kotoran pada ngilang..sesuai dengan haditz!!! termasuk diantaranya : Jin Sodomi, Jin Sex, Jin Orgy, Jin IhPrit dan Jin Tomang

c. Kayu keras Kursi Jati
Image
Jika ternyata jimat-jimat diatas tidak manjur.. gunakan senjata terakhir...KURSI JATI..senjata pamungkas masal... berguna untuk memusnahkan segala macam jin,,,dari jin buto ijo sampe jin kolor ijo...

Penggunaan nya cukup di "KEPRUK" kan saja ke kepala orang-orang yang kesambet Jin tersebut!!!! gebuk berkali-kali hingga Jin yang mendiami orang tersebut paga ngacir semuaaah.

Termasuk diantara nya : Jin Levis, Jin Lee Cooper, Jin Biru (blue Jeans) Jin Tonic....serta Jin Travolta


PS:
Hati-hati jika menggunakan alat nomor 3, seperti Muhammad yang kesambet Jin Jibril di gua Hira...
Maka dia juga mencoba menggunakan kursi arab untuk mengusir nya.. karena salah menggunakan maka akhirnya ia menjadi sedeng dan miring...serta ERROR. Ini tercermin dari ajaran yang diturunkan nya.

PostPosted: Fri Dec 16, 2005 8:30 am
by ali18115
wachdie.jr wrote:PS:
Hati-hati jika menggunakan alat nomor 3, seperti Muhammad yang kesambet Jin Jibril di gua Hira...
Maka dia juga mencoba menggunakan kursi arab untuk mengusir nya.. karena salah menggunakan maka akhirnya ia menjadi sedeng dan miring...serta ERROR. Ini tercermin dari ajaran yang diturunkan nya.


Didalam Gua Hira' ada kursi arab???

PostPosted: Fri Dec 16, 2005 8:59 am
by wachdie.jr
ali18115 wrote:Didalam Gua Hira' ada kursi arab???


Emangnya di dalam gue Hira ada malaikat Jibril datang?
heheheh

(bukannya semua itu ilusi ama halusinasi nya Mohammad saja???)