.

QS 21:06 , Kaum-kaum yang dimusnahkan Allah SWT

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

QS 21:06 , Kaum-kaum yang dimusnahkan Allah SWT

Postby fayhem_1 » Tue Aug 05, 2014 10:04 pm

Diambil dari alquran Depag :

QS 21:6. Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebeIum mereka; maka apakah mereka akan beriman[952]?


[952]. Maksudnya: umat-umat yang dahulu telah meminta kepada rasul-rasulnya mukjizat dan Tuhan telah mendatangkan mukjizat itu, tetapi mereka juga tidak beriman, lalu Tuhan menghancurkan mereka. Orang musyrikin itupun kalau diberi mukjizat yang mereka minta itu, mereka juga tidak akan beriman, karena mereka lebih keras kepala lagi dari umat-umat yang dahulu itu.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/24/m64nts-inilah-12-kaum-yang-dibinasakan-allah
Inilah 12 Kaum yang Dibinasakan Allah

Sunday, 24 June 2012, 22:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Syahruddin El-Fikri

Dalam Alquran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang. Berikut adalah kaum-kaum yang dibinasakan.

Kaum Nabi Nuh
Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut : 14).

Kaum Nabi Hud
Nabi Hud diutus untuk kaum 'Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13).

Kaum Nabi Saleh
Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12).

Kaum Nabi Luth
Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu'araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).

Kaum Nabi Syuaib
Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).

Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu'araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14).

Firaun
Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).

Ashab Al-Sabt
Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-A'raaf: 163).

Ashab Al-Rass
Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).

Ashab Al-Ukhdudd
Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9).

Ashab Al-Qaryah
Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).

Kaum Tubba'
Tubaa' adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37).

Kaum Saba
Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma'rib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19).

------------------------------------------
Ternyata yahudi tidak ada dalam daftar , bukankah mereka telah membunuhi rasul2 alohswt ?
Ada kaum firaun ternyata :D
Mirror: QS 21:06 , Kaum-kaum yang dimusnahkan Allah SWT
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Cerita tentang Anthakiyah

Postby fayhem_1 » Tue Aug 05, 2014 10:14 pm

Barnabas dan Paulus dikirim alohswt ke anthakiyah (Antiokh) ?
:stun:

http://wanda-yulianto.blogspot.com/2011/10/semalam-malam-jumat-saya-mencoba.html

Detil kisah ini saya kutip dari tiga kitab tafsir :
1. Tafsir an Nasafiy, karya imam an Nasafiy
2. at tahrir wa at tanwir karya Ibnu ‘Asyur
3. at Tafsir al Munir karya Dr Wahbah az Zuhaily

Kisah ini terjadi sesudah nabi Isa‘alaihi as salaam diangkat ke langit, Nabi Isa berpesan kepada para Hawariyyin untuk mencegah manusia dari menyembah patung.

Maka dikirimlah Barnabas dan Paulus ke anthakiyah (Antiokh), kota ini sekarang masuk wilayah selatan negara Turki.

Penduduk Anthakiyah saat itu terdiri dari kalangan Yunani penyembah berhala dan Bani Israel.

Barnabas dan Paulus gigih menyeru, adapun penduduk anThakiyah mendustakan mereka, Penduduk dari Kalangan Yunani memegang teguh paganisme mereka dan kalangan Bani Israel mencegah manusia mengimani Isa.

Lalu Allah mewahyukan pada kalangan Hawariyyin untuk memperkuat dakwah di Anthakiyah, maka dikirimlah Syam'an, Menyeru untuk menyembah Allah.
Penolakan pada dakwah tauhid ini sangat kencang. Diantara syiar utama paganisme adalah manusia itu sama dan para dewa tidak mewahyukan perintah pada manusia, yang ada adalah para dewa itu turun ke bumi lalu menyerupai manusia untuk menyampaikan risalah pada manusia.

Penduduk anThakiyah berkata bahwa “ar Rahman” tidak mewahyukan.
Penggunaan kata ar Rahman dalam ayat 15, memiliki beberapa urgensi, pertama bahwa penduduk anthakiyah dari kalangan Yunani mengagungkan Zeus yang diyakini sebagai sumber kasih sayang.
Dan penduduk dari kalangan Bani israel sangat menghindari penggunaan kata Allah, mereka mengganti kata Allah dengan menyebutkan satu sifatnya saja, terutama satu kata ini yang berarti kasih sayang.

Ketiga utusan ini menyampaikan hujjah yang kuat sehingga menyebabkan populernya doktrin-doktrin yang disampaikan, perbedaan pendapat dan sikap mulai terdapat diantara penduduk anthakiyah, Dan selain itu hujan pun tidak turun.

Kondisi ini menyebabkan keputusasaan dikalangan pemimpin penduduk Anthakiyah, mereka berpendapat penyebab kondisi sial tersebut adalah dakwah para Rasul.
Ketiga Rasul menyampaikan bahwa kondisi sial itu disebabkan tidak berimannya mereka kepada risalah tauhid.


Penduduk Anthakiyah kemudian mengusir para Rasul.
Para Rasul itu kemudian mengembara ke berbagai kota, Dalam pengembaraan itu ada beberapa hal yang terjadi :
1. Beberapa keajaiban ditunjukan Paulus dan Barnabas
2. Bani Israel selalu memprovokasi agar para Rasul diusir. Dan dalam riwayat disebutkan bahwa Paulus dirajam di kota Listra


Dalam selang waktu dakwah para Rasul ini, ada seorang tukang kayu, bernama Habib, ia telah beriman sejak lama dan mengasingkan diri ke pinggiran kota. Ketika mendengar kedatangan para Rasul, ia bersegera datang ke kota. Ia ingin memberikan nasihat kepada kaumnya agar jangan berbuat dzalim kepada para Rasul, apalagi merajam mereka.
Dalam Nasihat kepada kaummnya sang tukang kayu menyampaikan beberapa point:

1. Ia mengetahui dengan pasti bahwa kaumnya sangat materialis, maka pendekatan yang ia pakai adalah bahwa para Rasul itu adalah penyeru yang tidak meminta upah
2. Sang tukang kayu menegaskan bahwa kaumnya telah memahami konsep ketuhanan, bahwa ada Tuhan yang Menciptakan. Dan ketika datang keterangan yang jelas tentang siapa pencipta, ia mempertanyakan : adakah alasan untuk tidak beriman kepada Sang Pencipta
3. Konsep ketuhanan tidak akan menunjukkan jalan yang benar jika tidak dibarengi konsep ibadah atau konsep penyembahan atau sistem ritual yang benar
4. Menegaskan bahwa para dewa dan patung-patungnya yang disembah bukanlah Tuhan yang Penuh Kasih Sayang yang memberikan manfa'at dan mudharat
5. Seruan tegas untuk menyembah Tuhan yang sesungguhnya

Atas nasihat-nasihat yang diberikan ini, tukang kayu tersebut dibunuh.
Kemudian di ayat 26 disebutkan bahwa tukang kayu tersebut masuk ke dalam surga, dan mengingat kerugian yang dialami kaumnya, dan betapa Ampunan Allah menyebabkannya mendapat tempat terbaik.


Dengan kejadian-kejadian tersebut, Allah tidak mengadzab kota itu dengan bala tentara malaikat, tetapi cukup dengan mengirimkan satu malaikat saja yang melaksanakan perintah Allah dengan satu kali teriakan saja, dan kebudayaan kota tersebut menjadi kebudayaan yang mati.

Penyesalan terbesar atas sikap manusia adalah sikap mengolok-olok para utusan Tuhan.

Kisah ini, diantara sekian kisah yang diperintahkan Allah agar diceritakan nabi Muhammad pada ummatnya,

Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah ini :

1. Konsep Allah memberikan wahyu pada manusia pilihan dan mengutus mereka untuk menyeru pada bangsa-bangsa adalah konsep utama yang sangat mendasar, Tatkala siklus para nabi ini telah ditutup, maka Rasulullah menyebutkan dua konsep manusia pilihan, pertama adalah para ulama pewaris nabi-nabi, dan para Mujaddid yang terlahir setiap 100 tahun.
Lawan dari konsep utama ini diantara nya adalah konsep mythologi dewa-dewa, dimana para dewa-dewa tersebut hidup di bumi di tengah-tengah manusia, adapun manusia adalah sama, tidak ada manusia penerima wahyu, yang ada adalah dewa jika menikahi manusia maka ia manusia setengah dewa. Turunan dari konsep ini adalah meyakini Tuhan dapat bersatu dengan jiwa manusia, atau konsep new age misalnya.
Konsep mythologi dewa-dewa dewasa ini kembali melakukan kampanyenya, cobalah tengok toko-toko buku, mulai dari buku yang ditujukan untuk anak-anak hingga dewasa.

2. Kita akan selalu mendapati suatu masa dimana pendukung kebenaran berasal dari kalangan yang lemah. Kalangan lemah ini baik perorangan maupun suatu kelompok bangsa.
Dalam kisah ini seorang tukang kayu yang dengan mudah dapat dibunuh.

Dalam dakwah nabi Muhammad, maka penyambut pertama adalah kaum arab Hijaz yang paling sederhana sistem hidupnya jika dibanding negeri-negeri arab lainnya dari mulai Saba, Himyar, Lakhmid, Ghassan, Kindah, dll. Hal ini bisa kita baca dalam surat Muhammad ayat 13:
وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً مِنْ قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَ أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ (13)

“Bagaimanakah dengan suatu kampung yang lebih kuat dari kampung halaman mu (Mekkah) yang mengusirmu. Kami membinasakan penduduk kampung-kampung yang kuat itu, maka mereka tidak memiliki penolong”

Keimanan pada Allah adalah sesuatu yang diganjar dengan pahala besar, dimana dengan keimanan pada Allah, juga kesabaran dalam memperjuangkan kebenaran, maka Allah meneguhkan dan memperkuat posisi orang-orang beriman.

Semua persfektif perbaikan dalam ranah kehidupan dunia maupun yang ditujukan untuk keabadian akhirat, harus dilandasi motivasi keyakinan pada Allah dan Allah maha melihat maha mengetahui.
Niat dan motif selain pada Allah adalah tertolak.

Betapa kita sering mendengar ungkapan “negara A yang penduduknya kafir, tetapi lebih islami dari negeri Islam, negeri tersebut bersih kota-kotanya, pemerintahannya bersih dari korupsi, industrinya maju, dll, dll

Ungkapan demikian sekilas tampak benar namun sesungguhnya sangat berbahaya. Ungkapan ini menyandarkan pada parameter-parameter “duniawi”. Padahal sesungguhnya persfektif muslim adalah “keyakinan akan keesaan Allah dan beramal shaleh, memohon kebaikan akhirat baru dunia atau mengedepankan akhirat tanpa melupakan bagian dunia”

Dan masih banyak pelajaran lain yang dapat kita ambil, mudah-mudahan setiap ayat yang dibaca selalu menjadi inspirasi bagi kita untuk semakin dekat berinteraksi dengan al Qur'an
Mirror 1: Barnabas dan Paulus dikirim alohswt ke anthakiyah (Antiokh) ?
Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm


Return to Quran & Hadist



Who is online

Users browsing this forum: No registered users