.

Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim

Postby JANGAN GITU AH » Sat Oct 26, 2013 1:49 pm

Wahai kaum muslim, marilah kita telaah sedikit bagaimana Al-Quran dalam menggambaran proses Ibrahim menjadi seorang Muslim. Ini perlu mengingat berbagai klaim Islam yang mengatakan bahwa semua nabi-nabi sebelum Muhammad sesungguhnya adalah penganut Islam dan keseluruhan pewartaan mereka semua bernafaskan dan diperuntukkan bagi Muhammad dan Islam.

Ayo kita cek ayat Quran ini:

QS 6 :
74
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".

75
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

76
Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".

77
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".

78
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

79
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

80
Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku". Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?"

Ada pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijelaskan muslim dari ayat-ayat tersebut untuk mengclearkan isi ayat yang menjelaskan proses Ibrahim memilih menjadi muslim. Pertanyaannya adalah ini:

1. Umur berapakah pertama kali Ibrahim melihat bintang?
2. Umur berapakah pertama kali Ibrahim melihat bulan?
3. Umur berapakah pertama kali Ibrahim melihat matahari?
4. Ke arah manakah Ibrahim menghadapkan dirinya?
5. Siapakah Rabb yang dimaksud?
6. Adakah Ibrahim menjelaskan siapa Rabb?
7. Adakah Ibrahim ketemu Rabb yang dia maksud?

Semuanya tidak jelas, namun apa yang dituliskan oleh ayat 75 ujuk-ujuk Allah swt mengklaim memperlihatkan tanda-tanda kekuasannya. Pertanyaan berikutnya adalah...
8. Apakah tanda-tanda kekuasaan yang dimaksud (bintang, bulan dan matahari) tidak tampak bagi orang lain selain Ibrahim?
9. Mengapa Ibrahim merasa tanda-tanda kekuasaan tersebut (bintang, bulan dan matahari) sebagai bukti absah atas kekuasaan terebut sementara yang lain tidak melihatnya?

Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim


FFI Alternative
Faithfreedompedia
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim

Postby JANGAN GITU AH » Sat Oct 26, 2013 2:15 pm

Surah JGA : 1

"Sesungguhnya ayat-ayat al-quran adalah ayat-ayat konyol, dipenuh halusinasi Muhammad"

Surah JGA : 2

"Sesungguhnya muslim-muslim dimana saja mereka berada ibarat ternak kerbau yang dicocok hidung mengikuti, menelan semua halusinasi Muhammad dan Allah swt"

Surah JGA : 3

"Apabila muslim dalam keraguan akan apa yang Kami sampaikan dari bukti-bukti kekonyolan ayat-ayat Al-Quran di atas, janganlah mereka menanyakannya."

Surah JGA : 4

"Apa yang Kami sampaikan kepadamu wahai muslim maka terimalah ia, dan apa yang Kami larang padamu jauhilah."

Surah JGA : 5

"Sesungguhnya barangsiapa diantara muslim yang tidak taat kepada apa yang telah Kami wahyukan maka laknat Kami akan menjadi pengiring langkah mereka dan meraka akan merasakan azab dan siksa yang pedih dari Kami."

Surah JGA : 6

"Demikianlah tanda-tanda kekuasaan Kami dalam hal siksa menyiksa, dalam hal hina-menghinakan, dalam hal sesat-menyeatkan, dalam hal mengirim setan-setan kepada setiap muslim penelan ayat-ayat al-quran maha konyol itu."

Wassalam.... :rolling:

Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim

Postby JANGAN GITU AH » Sun Oct 27, 2013 11:17 pm

di surat tersebut Muhammad berlagak seperti Ibrahim. Semua nabi lain pun dia anggap seperti dirinya. Tujuannya tidak lain untuk mencari pengesahan terhadap klaimnya sebagai nabi. Maka Muhammad mengarang kisah-kisah absurd tentang para nabi seperti ibrahim agar cocok/sesuai dengan dirinya sendiri. Muhammad lupa atau tidak tahu bahwa setiap nabi memiliki karakter berbeda serta kisah perjalanan hidup berbeda pula. Dengan menyamakan karakter dirinya sendiri, Muhammad menyusun ulang kisah mereka memakai gaya khas dirinya. Apabila kita mencermati karakter para nabi yang disusun ulang Muhammad, maka kita dapat menyimpulkan bahwa ternyata semua sifat-sifat, perilaku, sikap dan hampir boleh dikatakan pengalaman Muhammad dicerminkan kepada mereka. Jadi jika anda membaca kisah para nabi karangan Muhammad, anda sebenarnya sedang membaca kisah kehidupan Muhammad. :-k

Di kisah Ibrahim di atas, apa yang tersirat menunjukkan pengalaman Muhammad dalam pencarian identitas keagamaan. Ada proses dari pengalaman seorang polytheistic mencari bentuk yang pas bagi dirinya, kemungkinan berasal dari ketidakpuasan spiritual dari hanya sebagai orang biasa dengan kebiasaan lama sebagai penyembah berhala kemudian mulai melirik pada sesuatu yang secara kebetulan muncul di jamannya oleh kaum-kaum yang menyebut diri mereka Hanif. Dari kaum Hanif ini ia menerima penjelasan bahwa ilah-ilah yang biasa dia sembah sesungguhnya bukan ilah sebenarnya. Nalar kaum Hanif ini terbaca dari bagaimana Muhammad menyebut Ibrahim mempertanyakan ilah-ilah Bapaknya, Izar. Bagaimana Ibrahim mula-mula menyatakan Bintang sebagai tuhannya lalu kemudian berubah setelah melihat bahwa bintang itu lenyap di siang hari. Dilanjutkan kepada bulan dan terakhir kepada Matahari, kesemuanya menjadi semu dalam pandangan Ibrahim. Kesemuan memunculkan kesimpulan akhir bahwa apa yang sudah dilihatnya itu adalah bukan tuhan. Jelas ini adalah pengalaman Muhammad sendiri ketika melakukan tanya jawab dengan para ahli Hanif (mengutib gaya Quran dalam menyebut kaum Yahudi dan Nasrani sebagai ahli kitab). Bukan Ibrahim yang mempertanyakan kepercayaan ayahnya, tetapi Muhammad lah yang sebenarnya menggugat kepercayaan keluarganya.

Dikisahkan lagi setelah itu, Ibrahim berkata: "Aku berlepas diri dari ....mempersekutukan....". Dari sini lagi-lagi kita dapat melihat gaya khas Muhammad. Gaya ini berceceran di banyak tempat di dalam Al-Quran. Gaya seseorang yang tidak mampu menjelaskan secara lebih detil argumen-argumen dalam kepalanya. Berakhir dalam kebuntuan nalar dalam memberikan penjelasan siapa sebenarnya tuhan yang dia percaya itu! Tanpa basa-basi tiba-tiba menyelinap sosok misterius membuat pernyataan bombastis dengan ketiadaan bukti apapun sambil berseru: "Demikianlah Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami bagi orang yang berfikir!". Kecuali orang kurang waras, siapapun membaca kisah ini pasti akan mentertawakannya sebab terasa aneh dan diluar kewajaran. Ibrahim sendiri belum menemukan sosok tuhan pilihan hatinya dalam kisah tersebut. Artinya Ibrahim belum dapat membuat suatu kesimpulan pasti siapa yang akan dia sembah kecuai tidak akan menyembah berhala ayahnya, namun sosok misterius itu sudah mengklaim bahwa dirnya lah yang memperlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda kuasanya. Dengan kata lain sebenarnya Alquran masih menyatakan Ibrahim sebagai penyembah berhala karena belum menemukan sesuatu yang istimewa.

Kesemerawutan logika terbentang luas dalam kisah ini. Sesuai dengan butir-butir pertanyaan di sub post di atas, tentu akan menjadi tanda keheranan mendadak bagi kita manakala kisah melhat bintang, bulan dan matahari dikaitkan dengan proses pencarian tuhan. Selama Ibrahim belum tiba pada kehendak untuk mencari tuhan, apakah Ibrahim sebelum itu tidak pernah melihat objek langit tadi sampai-sampai sosok misterius itu harus mencelikkan mata Ibrahim agar dapat melihat bintang, bulan dan matahari yang katanya sebagai tanda kekuasan sang sosok misterius? Aneh bukan? Tampak sekali suasana kebatinan Muhammad yang diliputi nuansa isme-isme astral warisan moyangnya. Mengapa? Sudah jelas tanpa diragukan lagi bahwa tiada seorang pun dari kaum Astral Arabia yang akan menggugat keberadaan dewa-dewi mereka karena mereka percaya hal itu adalah ilah-ilah pemberi anugrah dan perlindungan. Apabila ada seseorang mulai mempersoalkannya tidak salah lagi ini dianggap sebagai proses pencelikan (melek kesadaran) bahwa yang dipuja selama ini diragukan keabsahannya oleh orang itu. Ini yang terjadi dalam diri Muhammad saat bersentuhan dengan paham baru milik ahli Hanif.

Kejadian tiba-tiba dimana muncul seruan: "Demikianlah kami perlihatkan tanda-tanda kekuasan Kami..." adalah kesimpulan Muhammad yang merasa menemukan gagasan baru yang beda dari kaumnya. Padahal Muhammad belum menentukan siapa tuhan itu, sosoknya bagaimana, bahkan bertemu pun belum. Muhammad hanya berkesimpulan bahwa ada ilah lain yang mengatasi para ilah astral sebagaimana informasi yang ia dapatkan dari ahli Hanif. Itu sebabnya Muhammad tidak secara jelas menyebut siapa Kami yang berseru dengan cara menyelinap diantara pertanyaan-pertanyaan Ibrahim. Konon katanya Allah swt, itu pun baru menemukan wujudnya ketika Muhammad telah tiba di Medinah.

Kesimpulan Ibrahim sendiri bagaimana? Tidak ada selain berlepas diri! Arti berlepas diri dapat disimpulkan keluar dari zona kepercayaan berhala tetapi tanpa status yang jelas. Dan pada akhirnya kesimpulan yang diberikan Ibrahim sama tidak jelasnya dengan pertanyaan-pertanyaan di dalam pikiran Ibrahim. Bahwa ia harus keluar dari isme astral ayahnya, itu saja. Tidak dijelaskan bagaimana Ibrahim menemukan tuhan/agama barunya tetapi dengan sembarangan muslim menyebut Ibrahim sebagai penganut Islam. Apakah itu berarti Islam adalah agama berlepas diri sesuai dengan kisah Ibrahim ini ?

Disamping pencerminan pribadi Muhammad, kisah ini kosong dari makna spiritual sama sekali. Bagaimana Ibrahim bisa disimpulkan sebagai bapak kaum beriman jika tidak memiliki bukti apapun tentang pola hubungan inter-personal antara Ibrahim dengan sosok misterius itu. Beriman terhadap sosok hayalan Ibrahim sendiri, itu lebih mungkin barangkali. Sama seperti muslim beriman kepada sesuatu yang tidak pernah dapat dibuktikan eksistensinya oleh muslim.

Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim

Postby kufirandproud » Wed Nov 27, 2013 1:48 pm

nyimak.nandain trit :drinkers:
kufirandproud
 
Posts: 528
Joined: Tue May 26, 2009 1:41 pm

Re: Quran: Cara Ibrahim Menjadi Muslim

Postby SetanKesurupan » Sun Dec 22, 2013 10:32 pm

pembahasan yg menarik bang JGA...

ijin bookmark dulu :supz:
SetanKesurupan
 
Posts: 12
Joined: Tue May 14, 2013 1:39 pm


Return to Quran & Hadist



Who is online

Users browsing this forum: No registered users