.

Islam itu Indah T*ransTV

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby jonieh » Mon Sep 23, 2013 3:50 pm

Baitul Makmur wrote:Puyeng gua baca tulisannya si nyonya pendeta, suer.
Ada yg bisa tolong translate-in ?


cuma mau bantu.....singkatnya :

Baitul Makmur wrote:Yang beg0 ya orang yg masih baca budaya jaman dulu dan menerapkannya pada kehidupan masa kini.

Gua muslim, tapi gua muslim yg berfikir.


prisca wrote:
bagaimana ingin mengabaikan kejadian ribuan tahun yg lalu, jk tindakan2 nabi anda ribuan tahun yg lalu saja masih diterapkan sampai hari ini, yg sering anda sebut dengan sebutan "sunah"..
dan bagaimana ingin emngabaikan kejadian ribuan tahun yg lalu, jk hanya agama anda saja yg menekankan untuk tetap memeliharanya tetap sama dengan ribuan tahun yg lalu, tanpa elastisitas..


so....... jadi yang mengikuti sunnah adalah orang beg0 ? betul ? :-k
ingat : dari jawabanmu akan dapat dilihat apakah kamu muslim yang berfikir ? :yawinkle:
jonieh
 
Posts: 184
Joined: Sun Jun 09, 2013 5:03 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby johnaputra » Mon Sep 23, 2013 4:09 pm

Agan Baitul Makmur,

gimana sih aturan atau caranya berpikir muslim? maksud ane bertanya bgini... bagaimana cara temen2 muslim membagi atau memilih aturan2 apa yang udah ngga cocok sama zaman ini?
kira2, kalau beli mobil kan pasti ada manual book nya ntuhh.. kalau di Islam kira2 penerapan manual book nya seperti apa? maaf ya gan kalau saya pakai perumpamaan nya seperti ini, saya ngga ada maksud untuk menjelekan atau mengdegradasi agama lain..
User avatar
johnaputra
 
Posts: 4
Joined: Mon Sep 23, 2013 3:42 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby usmanabdullah » Mon Sep 23, 2013 4:41 pm

Brothers pelan-pelan menterjemahkan kepada Bung BM...

Mungkin maksud bung BM baik supaya mouselem tidak memperlakukan istri istri mereka seturut dengan sunnah quran yaitu bila istri tidak nurut maka istri tidak perlu di gampar. Namun, apakah mungkin ayat2 gampar (dan ayat2 darah? dikeluarkan dari quran? Apakah masih dapat disebut quran?

Disinilah permasalahannya, ayat gampar menggampar itu kontradiksi dengan hukum positif. Seharusnya sebagai orang yang berpikir kita dapat menyadari bahwa aulo salah menurunkan ayat gampar menggampar itu tadi karena ternyata di kemudian hari tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan dalam rumah tangga. Tidak perlu lah kita sebagai orang yang berpikir membandingkan dengan perkataan Isa Al Masih yang mengatakan "Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri" terlalu jauh jika kita harus kembali dari abad 7 ayat gampar diturunkan dan bandingkan ke abad permulaan... Nanti ada tuduhan2 yang yang muncul mengatakan bahwa itukan kitab yg sudah di rubah... Jadi kita hormati saja pemikiran bung Baitul Makmur bahwa aulo menurunkan ayat gampar untuk tidak ditaati...

Bener demikian kan bung BM?

Islam itu Indah T*ransTV
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
usmanabdullah
 
Posts: 1212
Images: 2
Joined: Thu Nov 08, 2012 2:31 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby rahimii » Mon Sep 23, 2013 5:21 pm

Baitul Makmur wrote:Jadi disini gua mau mengajarkan sama elu dan kawan2 elu yg udah terlanjur ngolok2 Islam.
Engga ada faedahnya sedikit pun kalian menjelek2kan Islam, para jihadist tidak akan berhenti untuk mengangkat pedang melawan kalian.
Berhentilah berusaha menghancurkan Islam, tunjukkan apa menurut kalian yg lebih baik dari Islam, ingat phrase Survival of the Fittest.


Menurut anda, sebagai muslim yang "berfikir", jika seandainyapun tidak ada yang mengolok-olok dan menjelek-jelekkan islam, apakah muslim serta islam akan menjadi jinak dan toleran,tidak akan mengangkat pedang melawan kafir dan menjadi agama yang dapat hidup berdampingan secara damai dengan berbagai kepercayaan lainnya didunia ini? Islam tidak perlu menjadi dominan sesuai perintah quran?

Baitul Makmur wrote:Dengan kalian membuat tulisan2, video2, gambar2 bahkan membuat forum2 semacam ini, kalian hanya membuat "orang2 b0doh yg tidak befikir" utk merasa semakin yakin bahwa kalian tampil semata2 sebagai musuh bagi mereka, semakin kalian "menyerang", semakin keras mereka melawan, takkan habis api disiram oleh bensin. Tidak semua muslim seperti itu, kami memilih Islam dengan banyak alasan, karena pada prinsipnya Islam tidak mengajarkan kekerasan.


Statement anda sendiri saling tumpang tindih. Kalau islam memang tidak mengajarkan kekerasan, apalah artinya olok-olok dibandingkan nyawa manusia? Mengapa tidak membalas olok-olok dengan cara yang lebih intelek, misalnya? Jika "orang b0doh yang tidak berfikir" ini adalah bagian dari umat islam yang universal, mengapa sebagian lain umat islam yang mampu "berfikir" seperti anda tidak memberikan pencerahan ke saudara-saudara anda itu? Sehingga pernyataan anda islam bukanlah agama kekerasan benar-benar tidak sekedar ucapan indah dibibir, tapi mewujud dalam kenyataan. Faktanya, bagian terbesar dari umat islam berkubang dalam kebodohan, kemiskinan dan penyelewengan. Tidakkah anda perlu 'berfikir" sedikit apa faktor yang menyebabkan semua hal itu terjadi ditengah-tengah masyarakat muslim?

Baitul Makmur wrote:Puyeng gua baca tulisannya si nyonya pendeta, suer.
Ada yg bisa tolong translate-in ?


Anda kan termasuk didalam orang yang "berfikir" tadi, masa baca begitu saja sudah puyeng? Berfikirlah, lebih cerdas lagi..jangan buang angin melulu..
rahimii
 
Posts: 311
Joined: Sun Mar 06, 2011 6:33 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby Dreamsavior » Tue Sep 24, 2013 3:58 pm

Baitul Makmur wrote:Jaman dulu tentu beda dengan jaman sekarang, terutama budaya dan tradisinya.
Salah satu ajaran Sidharta ada yg nyuruh umatnya rajin2 mengunjungi para pertapa, jaman sekarang lu mau cari pertapa kemana, ke diskotik?
Salah satu perintah Yesus juga ada yg menganjurkan umatnya door-to-door nyebarin agama sambil numpang makan ke tiap kampung,
jaman sekarang yg ada lu ditendang sama satpam komplek.
Hal yg sama bisa terkorelasi dalam tingkatan sosial, politik, bahkan fashion,
jaman emak lu dulu pan kagak ada itu yg namanya g-string, coba bayangin kalo jaman sekarang perempuan kagak boleh pake g-string.

Jangan ditelen bulet2 setiap tulisan yg terdapat dalam sebuah buku, kecuali elu2 semua emang diajarin begitu sama bapak lu,
maka di dalam Islam ada sebuah idiom yg mengatakan : "Bahwasanya ada tanda2 bagi ummat yang BERFIKIR."
bukan tanda2 bagi ummat yg lebih suka nelen bulet2 setiap informasi yg dibaca, itu polo lebih baik copot aja dulu sebelum komentar.

Sekarang udah abad ke-21, jaman henpon udah pake deteksi suara, masih aja ngebahas budaya jaman dulu,
kalo ayam lu ternak bisa bikin restoran, ini beg0 diternak, mau bikin apaan lu ?

tanda2
Mirror
Faithfreedom forum static


Apakah maksud anda, Quran sudah ketinggalan jaman, begitu?
Dulu awloh swt menurunkan wahyunya langsung bahwa halal hukumnya bagi suami tabok istri ... Sekarang karena kemajuan peradaban, dekrit awloh SWT menjadi kadaluarsa dan tidak berlaku lagi, begitukah maksud anda??


Nb.
Sampai sekarang ada lho orang kristen yang sampai sekarang masih menginjil door to door, dan mereka tidak minta di beri makan. Mereka tetap melakukannya meskipun menghadapi resiko diusir satpam ;)

Namun menurutku hanya Islam yang inkonsistensinya luar biasa ... firman seorang ustad bisa membuat firman awloh SWT yang konon maha besar itu menjadi kadaluarsa.


Baitul Makmur wrote:Gua muslim, tapi gua muslim yg berfikir.

Setelah ku renung-renungkan ... ada makna yang dalam dari perkataanmu ini.
Dari perkataanmu tersirat bahwa ... sebagian besar muslim tidak menggunakan daya pikirnya.... well, terimakasih atas keterusterangannya. Namun bagiku, itu pernyataan yang kelewatan, karena untuk menandaskan bahwa anda lebih unggul daripada yang lainnya, anda merendahkan hampir semua rekan seiman anda di seluruh bumi. ... Dan ... hal itu terlebih lagi sangat berlebihan karena Anda mengaku "muslim yang berfikir" kesulitan memahami tulisan Prisca:

Baitul Makmur wrote:Puyeng gua baca tulisannya si nyonya pendeta, suer.
Ada yg bisa tolong translate-in ?

Menurutku Prisca menulis opininya dengan bahasa Indonesia yang lugas.
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby iamthewarlord » Tue Sep 24, 2013 4:30 pm

Mas BM tau kalau ada yang salah dalam ajaran Islam makanya dia mengklaim diri sendiri sebagai "muslim yang berpikir".
Jika Muhammad ada dihadapannya saat ini, saya tidak yakin predikat "muslim yang berpikir" ini akan berani dipakai untuk berargumen dengan aturan yang dibuat oleh Muhammad, seperti muslim lainnya, otaknya akan disimpan dahulu didalam laci.
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby Dreamsavior » Tue Sep 24, 2013 5:27 pm

Baitul Makmur wrote:Gua muslim, tapi gua muslim yg berfikir.
Semua ajaran ideologi pasti ada blind spotnya, dimana ajaran2 pada masa itu sudah tidak relevan lagi dgn kondisi masa kini.
Seperti yg gua tulis sebelumnya, apa mesti kita menelan bulet2 semua perintah di kitab suci tanpa merenungkannya lebih dahulu?
gua rasa kecuali kerbau, cuma manusia yg defisit akal sehat yg menjalankan semua ajaran secara frontal.

Saya kristen ...
Dan seperti hampir semua rekan seiman saya... saya suka berpikir.

Saya memilih agama yang saya anut sekarang, karena saya merasa tidak ada blind spotnya. Karena ajaran dari tuhan haruslah sempurna sebagai pegangan hidup manusia dalam hal akhlak, moral ... apalagi sosial dan budaya.
Begitu saya menemukan yang anda sebut "blind spot" dalam sebuah doktrin kitab suci, ... yang pertama kali saya lakukan adalah mencoba mencari kebenaran (red. bukan pembenaran). Kalau saya gagal mendapatkan penjelasan yang rasional dan mendatangkan manfaat (bagi masyarakat) ... saya tidak segan-segan angkat kaki dari organisasi agama tersebut.

Baitul Makmur wrote:Dalam konteks yg udah gua sebutin sebelumnya (sosial, budaya, dll dll) iya.
Itu sebabnya kenapa seorang muslim diWAJIBkan untuk berfikir, itu ada tertulis jelas di dalam ajaran kami, mbuh dengan ajaran kalian.
Ngomong2 elu tau engga yg namanya Blind Spot ? bukannya Pispot yah, jangan salah lu.

Anda sendiri mengakui bahwa Islam memiliki banyak blind spot.
Jadi, kami punya banyak alasan untuk menjauh dari Islam bukan?

Baitul Makmur wrote:Gua kasih contoh dari kitab kalian orang Kristen yah, ada tertulis kira2 seperti ini: "Bila ditampar pipi kiri, maka berilah pipi kanan".
Saat mengucapkan kalimat tsb seperti apa kondisi Yesus pada saat itu?
Apakah saat itu ada yg namanya polisi pelindung rakyat? ada yg namanya Komnas HAM? atau ada yg namanya hukum azas praduga tak bersalah?
Yesus mengucapkan kalimat tsb tentu lantaran setidaknya karena pada posisi yg lemah, melawan kalah tidak melawanpun salah.
Sekarang, iya taun 2013 sekarang, kira2 ada engga diantara kalian yg mau gua tabok pipinya kiri kanan ? sukarela yah.

Eh, siapa bilang tidak ada polisi, tidak ada HAM, tidak ada azas praduga tidak bersalah?
Coba anda baca-baca referensi bagaimana pengadilan dan pelaku pelanggaran hukum diproses pada abad pertama dalam wilayah kekaisaran Roma, mungkin anda akan terkejut.

Siapa bilang Yesus dalam posisi tidak berdaya?
(Matius 26:53) Atau apakah engkau pikir bahwa aku tidak dapat memohon kepada Bapakku untuk menyediakan bagiku pada saat ini lebih dari dua belas legiun malaikat?

Bukan hal yang sulit bagi Yesus untuk meminta bapaknya mengirimkan pasukan malaikat guna menghabisi pasukan romawi.... lalu, siapa yang sebenarnya dalam posisi tidak berdaya, coba?

Mengenai kata-kata Yesus tentang "Bila ditampar pipi kiri, maka berilah pipi kanan" ... semua pendengarnya pada waktu itu tahu bahwa Yesus sedang menggunakan gaya bahasa hiperbolis. Sesuai dengan tujuannya, gaya bahasa tersebut menandaskan satu aspek yang belakangan melekat di benak para pengikutnya... mengenai tidak menuntut pembalasan.

Silahkan kalau anda lebih suka balas dendam seperti yang diajarkan oleh nabi anda. Namun saya yakin dunia ini lebih membutuhkan orang-orang yang suka mengampuni ketimbang individu-individu yang cenderung marah dan haus pembalasan dendam. Saya sangat yakin sifat suka membalas dendam itu epitome dari Iblis, bukan Tuhan.

Anda bisa saja menampar pipi saya sekarang, saya tidak akan membalas. Namun tidak ada larangan untuk melaporkan pelaku penganiayaan ... bukan karena saya membenci atau ingin membalas dendan pada anda. Namun karena saya membantu pemerintah untuk mengamankan orang-orang yang berbahaya bagi masyarakat.

Baitul Makmur wrote:Jangan merasa ajaran kalian lebih baik drpd ajaran orang lain, lantas kalian pikir punya hak untuk mengolok2.
Ini masalah keyakinan, pegangan hidup yg dibutuhkan manusia saat tidak ada seorangpun yg bisa/mau menolong, bahkan saat ajal menjelang.
Bimbing dan berilah contoh yg benar bila kalian pikir ada yg salah, bukannya mengolok2, bukannya mencaci-maki,
apa itu yg diajarkan dalam agama kalian?
saat manusia sudah kehilangan segala2nya, cuma harga diri yg dia perjuangkan,
dan pada saat itu bahkan binatang sekalipun lebih berperasaan drpd manusia.

Saya kira, setiap orang yang serius pada agama yang dianutnya pasti merasa bahwa ajaran yang dipeluknya adalah yang terbaik. Anda juga merasa begitu bukan?

Memang ada beberapa netter di forum ini yang kurang bijaksana dalam menggunakan pilihan kata. Dan kadang kala ada juga yang terbawa emosi sehingga menggunakan kata-kata yang tidak sepantasnya digunakan. ... saya pribadi mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang menyinggung anda.... Saya pribadi tidak ada tujuan untuk memaki-maki dan mengolok-olok.
Namun terlepas dari itu, hampir semua pernyataan yang diungkapkan rekan-rekan kafir adalah fakta ... fakta yang terlalu panas, terlalu pahit untuk dibaca oleh rekan-rekan muslim yang relatif mudah tersinggung. Kalau pernyataan-pernyataan berupa fakta inilah yang anda maksud sebagai olok-olok ... anda salah besar. Saya pikir ... inilah saatnya anda perlu berbesar hati untuk menerima fakta yang anda sebut sebagai "blind spot" dalam agama Islam... pernyataan atau pertanyaan-pertanyaan kritis tersebut perlu dijawab... dan itulah peran anda di forum ini sekaligus tugas anda sebagai pemeluk agama Islam, bukan?

Namun jangan khawatir, sebenarnya para kafirlah yang selalu menjadi potential victim caci maki dan olok-olok ... bahkan kekerasan, berikut kutibannya dalam Quran :

Quran wrote:[8.12] .. akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

[8.55] Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

Kami bisa mengeluh karena Quran menuding kami sebagai binatang yang paling buruk derajadnya. Kami sih cuek-cuek saja selama itu tidak membahayakan kehidupan dan masyarakat.... namun sebagian besar dari kami ... sudah mati rasa dan kebal terhadap perlakuan seperti itu dari Muslim. Namun untungnya Alkitab memerintahkan kami untuk selalu mengampuni dan tidak menuntut balas. Seperti yang anda kutib : "Bila ditampar pipi kiri, maka berilah pipi kanan"

Baitul Makmur wrote:Tidak semua muslim seperti itu, kami memilih Islam dengan banyak alasan, karena pada prinsipnya Islam tidak mengajarkan kekerasan,

Ironisnya, pada prinsipnya Islam mengijinkan penganiayaan pasangan hidup (yang merupakan hal yang tabu pada banyak agama lain)... dan itulah yang sedang kita bahas di thread ini!

Bagaimana anda bisa mengatakan "pada prinsipnya Islam tidak mengajarkan kekerasan" sedangkan kitab suci anda menganjurkan untuk memukul istri dan memerangi kafir?



Baitul Makmur wrote:orang2 yg melakukan kekerasan bisa dengan sesuka mereka memakai Islam sebagai alasan, alasan yg sama dipakai jg oleh ummat Buddha di Myanmar.

Itu artinya, ajaran Islam sangat rentan disusupi dengan kekerasan .... sehingga banyak orang bisa dengan mudah melakukan kekerasan dengan bersembunyi dibalik naungan Islam.
Bisa dikatakan kekerasan merupakan "blind spot" dari Islam.

Contohnya : FPI
Anda tahu sendiri khan bagaimana oknum-oknum ini memanfaatkan label Islam guna melancarkan aksi anarkis dan kekerasan?

Anda boleh juga mengikutkan "partner in crime" anda ... berupa agama-agama lainnya yang melegitimasi perbuatan kekerasan ... namun itu sama sekali tidak akan membuat Islam menjadi kelihatan lebih unggul daripada mereka.


Baitul Makmur wrote:Kekerasan bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak bisa dihilangkan karena itu sudah bagian dari sifat manusia, apapun agamanya,
tapi kita bisa mempersempit ruang dan memperkecil kekerasan terjadi dalam masyarakat kita,
itulah gunanya Hukum, Undang2, Aparat dan Semua Orang yg ingin terlibat aktif menjauhkan kekerasan dari kehidupan kita.

Disinilah pemikiran yang menurutku sangat keliru. "Dari buahnya-lah kualitas pohon dapat dinilai" (Mat 7:16) dari kualitas jemaat-lah suatu agama dapat dinilai. Seharusnya, agama yang benar sanggup mentransformasi seseorang yang dulunya garang ... menjadi ramah. Yang dulunya suka kekerasan ... menjadi pengasih. Bukan malah sebaliknya.

Agama harus bisa bekerja lebih baik daripada undang-undang sekuler dalam hal mendisiplin moral dan akhlak!
Apakah agama anda mengajarkan hal yang lebih baik daripada peraturan undang-undang RI dalam hal kekerasan rumah tangga? Tidak bukan!?

Asal kamu tahu. Ajaran agama yang kupeluk saat ini, sangat tidak menganjurkan kekerasan. Tidak terhitung banyaknya contoh yang saya dengar, orang-orang dari latar belakang yang penuh kekerasan ditransformasi menjadi orang-orang berkepribadian lembut setelah mendapatkan pengajaran Alkitab. Sampai saat ini saya tidak pernah mendengar ada anggota jemaat kami terlibat kasus kekerasan rumah tangga. Apabila ada anggota jemaat yang mempraktekkan kekerasan, ia akan segera dikeluarkan dari organisasi agama kami. Bagaimana dengan organisasi agama anda?


Baitul Makmur wrote:Kita mulai dari yg kecil, dari yg sederhana, jangan jauh2 ngurusin kejadian ribuan taun yg lalu,

Nha... sekali lagi ... apakah berarti kejadian ribuan tahun yang lalu yang anda singgung sudah tidak relevan lagi dengan kemajuan jaman?
Apakah standard moral Quran sudah ketinggalan jaman?

Baitul Makmur wrote:apakah kita bisa mendidik anak2 dan keluarga kita untuk tidak melakukan tindakan yg berpotensi menciptakan kekerasan ?

Sekarang tunjukkan dan berikan bukti pada kami, bahwa pilihan kalian lebih baik dari pilihan kami.

Tidak!
Orang tua yang mempraktekkan kekerasan tidak akan memberikan contoh yang baik bagi anak dan keluarga mereka!
Sikap suka membalas dendam juga tidak akan menghentikan siklus kekerasan yang terjadi di masyarakat!

Sekarang, masalahnya ... Alkitab tidak mengajarkan suami memukul Istri... Ajaran Islamlah yang melegitimasinya.
Alkitab tidak mengajarkan pembalasan dendam ... Islamlah yang melegitimasinya....


Silahkan anda simpulkan, mana ajaran agama yang terbaik untuk dipeluk?


OK, saya sudah panjang lebar memberikan bukti kepada anda.
Sayangnya, sepertinya post ini jauh lebih panjang daripada postnya Prisca... saya harap anda bisa memahaminya.
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby simplyguest » Tue Sep 24, 2013 10:19 pm

simplyguest wrote:Ooo... jadi ustad2 yang menghalalkan memukul istri itu menurut anda adalah ustad beg0.
Berarti muslim2 yang menganggap bahwa memukul istri itu tidak haram, mereka adalah muslim2 beg0 yang tidak berpikir.
Sip deh kalo gitu....
Baitul Makmur wrote:yaelah nih si ableh, udah gua jelasin dgn kalimat yg panjang masih aja kaga ngarti.
Nih baca lagi : Yang beg0 ya orang yg masih baca budaya jaman dulu dan menerapkannya pada kehidupan masa kini.
Ngarti ga maksud gua? tapi kalo lu kaga ngarti gua maklum sih. Itulah gunanya pendidikan non formil.

Hihihi... ane ngerti banget kok, bleh.
Nih baca lagi : Yang beg0 ya muslim2 yg masih baca budaya jaman dulu dan menerapkannya pada kehidupan masa kini.
Betul kan bleh?

Btw, anda panjang lebar curhat soal olok2, eh tapi ternyata anda mengolok2 saudara seukuwah anda sendiri dengan mengata-ngatai mereka "beg0", "b0d0h" dan "tidak berpikir".
Benar2 tipikal muslim...

Baitul Makmur wrote:Urusan ada ustadz yg mau mukulin bininya itu bukan urusan gua, itu urusan komnas perempuan, polisi dan hukum yg berlaku di negara ini.
Bini bini dia, ngapa elu yg ribet ?
Kalo bininya pinter pan masa iya diem aja ditabokin sama suami. Sekali lagi, itulah gunanya pendidikan non formil.

Yang ribet itu sapa cuy?
Ane kan cuma mau nunjukin, bahwa ustad2 yang menganggap sah untuk mukulin bininya itu adalah ustad beg0 sesuai tulisan anda sendiri.
Betul kan ustad itu adalah ustad beg0? :lol:

Ooo... jadi maksud anda adalah ajaran muhammad itu "pasti ada blind spotnya, dimana ajaran2 pada masa itu sudah tidak relevan lagi dgn kondisi masa kini"
Betul?
Baitul Makmur wrote:Dalam konteks yg udah gua sebutin sebelumnya (sosial, budaya, dll dll) iya.
Itu sebabnya kenapa seorang muslim diWAJIBkan untuk berfikir, itu ada tertulis jelas di dalam ajaran kami, mbuh dengan ajaran kalian.
Ngomong2 elu tau engga yg namanya Blind Spot ? bukannya Pispot yah, jangan salah lu.

Lah iya, jadi ajaran muhammad yang berkaitan dengan sosial, budaya, dll, dll itu memang "sudah tidak relevan lagi dgn kondisi masa kini" kan?
Nih saya ulang lagi dari sdr. jonieh
jonieh wrote:so....... jadi yang mengikuti sunnah adalah orang beg0? betul ?
ingat : dari jawabanmu akan dapat dilihat apakah kamu muslim yang berfikir ?


Sebaiknya anda belajar dulu deh apa yang dinamakan dengan 'perumpamaan', sebelum membandingkannya dengan hukum islam.
Baitul Makmur wrote:Maksud lu belajar pegimana nih?
Elu boleh bikin kesimpulan dari ajaran orang lain sementara orang lain kaga boleh nyomot tulisan di buku elu, begitu?

Lah, membandingkan hukum islam kok dengan perumpamaan, dari kitab sebelah lagi... Itu kan d0g0l namanya.
Kalo mau juga, ya bandingkan dengan hukum lagi dong, bukannya dengan perumpamaan atau metafora #-o

Hihihi... anda tidak sadar bahwa kata2 anda di atas ini justru lebih tepat ditujukan ke nabi besar anda dan para pengikut ajarannya?
Bukankah nabi besar anda dan pengikut ajarannya (termasuk anda) itu melakukan hal yang jauh lebih parah daripada sekadar mengolok-olok?
Baitul Makmur wrote:Komentar yg bawa2 ayat engga perlu gua geret lagi kesini yah, karena elu sifatnya mau menang sendiri, ribet kalo urusan sama orang model kaya elu.

Nah, "Nabi melakukan hal yg parah" maksud elu membunuh gitu ?
yaela cuplis, elu mikir dong .. dikiit aja.
Jaman itu pan jaman peperangan, kalo dalam masa perang konsepnya kalo engga ngebunuh ya dibunuh,
kebetulan Nabi gua pada masa itu punya pasukan dan senjata untuk membela diri, masa iya kudu diem aja nunggu dipancung sama musuh ?

Yaelah usro.... elu mikir dong... seupil aja.
Bukan cuma waktu perang jaman dulu tong, tapi harus membenci dan membunuh orang yahudi sampai hari kiamat datang.
Membenci dan membunuh kok terus2an sampe hari kiamat? Sampe semua orang yahudi harus dibunuh sampe abis?
Orang gila haus darah yang mengajarkan kebencian gitu kok disembah-sembah sebagai nabi.

Baitul Makmur wrote:Coba gua tanya sama elu,
kalau seandainya saat di taman Getsemani Yesus punya pasukan yg lengkap dgn senjatanya, kira2 mereka membela diri engga ?
Atau pasrah aja pura2 culun terus minta disalib dengan sukarela ?
Kalo engga salah salah satu muridnya ada yg melawan yah (cmiiw), pake piso kecil kalo engga salah,
nah, punya piso dapur aja masih nekad kok ngelawan, apalagi kalo punya pasukan perang ratusan atau ribuan.

Yaelah cuplis, untuk apa Yesus mempersenjatai murid2nya? Emangnya kayak muhammad yang haus darah dan hobi ngerampok? :lol:
Dari awal Yesus sudah tahu mau dibunuh, tapi sama sekali tidak berusaha untuk mempersenjatai murid2nya atau mempersiapkan mereka untuk berperang melindungi Yesus.
Beda dong sama muhammad. Pasti udah keluar teriakan2 histeris "olohku barbar!!, olohku barbar!!", sambil ngajarin pengikut2nya cara memotong leher yang baik dan benar.
Ya kan?

Baitul Makmur wrote:Jadi disini gua mau mengajarkan sama elu dan kawan2 elu yg udah terlanjur ngolok2 Islam.

Ente mau mengajarkan apa? Mau ngajarin kalo saudara2 seukuwah ente yang mengikuti sunah nabi itu adalah orang beg0? Ane udah tau dari dulu.

Baitul Makmur wrote:Engga ada faedahnya sedikit pun kalian menjelek2kan Islam, para jihadist tidak akan berhenti untuk mengangkat pedang melawan kalian.

Hihihi... akhirnya keluar juga kan sifat asli muslimnya. Langsung keluar pedang, golok, dan sejenisnya . SubhonolLOL :lol:

Baitul Makmur wrote:Berhentilah berusaha menghancurkan Islam, tunjukkan apa menurut kalian yg lebih baik dari Islam, ingat phrase Survival of the Fittest.

Justru itu, dari dulu kami di sini sedang berusaha menunjukkan apa yang lebih baik dari islam, dengan cara menunjukkan terlebih dulu apa2 saja keburukan dari islam.
Anda sebagai muslim, silakan buktikan sebaliknya. Bukannya malah mewek2 sambil ngata2in "beg0" ke saudara seukuwah sendiri :lol:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby simplyguest » Wed Sep 25, 2013 7:48 am

Baitul Makmur wrote:Tidak semua muslim seperti itu, kami memilih Islam dengan banyak alasan, karena pada prinsipnya Islam tidak mengajarkan kekerasan,


Eh, kok sebelumnya bilang gini :
Baitul Makmur wrote:Engga ada faedahnya sedikit pun kalian menjelek2kan Islam, para jihadist tidak akan berhenti untuk mengangkat pedang melawan kalian.


Para jihadist tidak akan berhenti mengangkat pedang, tapi dibilang islam tidak mengajarkan kekerasan?
PREEEETTT.... :butthead:
Image
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby Joe Andmie » Wed Sep 25, 2013 1:51 pm

Wow ada ulama baru, punten........silakan rombak aturan islam ,pasti banyak muslimah yang
mendukung, ditunggu gebrekannya uztad Baitul Makmur.... :-"
Mimie.
User avatar
Joe Andmie
 
Posts: 1761
Images: 1
Joined: Mon Jul 04, 2011 6:48 pm
Location: DIBAWAH POHON KELAPA SAWIT

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby johnaputra » Mon Sep 30, 2013 10:52 am

Dear FFI Friends..

Hari ini Islam itu indah di T*ransTV Membahas mengenai Takdir dan Nasib..
Saya mau nanya2 nih, mudah2an bisa menambah ilmu teman2 muslim yang ada di forum ini... apasih Takdir dan nasib?
sang Ustad mengajarkan bahwa Takdir sudah diatur oleh Aulloh dan Nasib itu kita yang tentukan.. betul ga yah pemikiran itu.. kalau betul., dasar quran dan hadis nya ada ngga? karena sepengetahuan saya, nasib memang kita yang menentukan, dan tidak ada itu namanya takdir yang sudah di tentukan.. kita sebagai manusialah yang menetukan itu semua karena sudah di berikan akal budi dan pikiran dan bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

mohon ilmu nya ya

trima kasih
User avatar
johnaputra
 
Posts: 4
Joined: Mon Sep 23, 2013 3:42 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby Utbahbinabuwaqqash » Mon Sep 30, 2013 10:04 pm

@Atas
Nurut konsep islam
Takdir maupun nasib
Proses maupun hasil final
Klasemen sementara maupun klasemen akhir
Semuanya wis tertulis di buku induk lauh mahfudz sebelum manusia ada
Ga ada ruang utk manusia ''menentukan nasib''
ga ada gunanya muslim berdoa utk sesuatu
K
E
C
U
A
L
I
allah swt mencoret bin menghapus bin nip-ex tulisannya sendiri di buku induk lauh mahfudznya ha...ha...ha....ha...ha...ha...
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby Garem » Mon Sep 30, 2013 10:37 pm

"Indah"nya agama islam???????????? :stun:

Para Pria di Iran Kini Dapat Menikahi Puteri Angkat Mereka

MONDAY, 30 SEPTEMBER 2013

Image

Anggota parlemen Iran kini telah membebaskan UU yang mengijinkan para pria di negara tersebut menikahi putri angkat mereka yang berusia 13 tahun ke atas.

Menurut UU yang baru diluluskan Minggu lalu (22/9), wali atau orangtua dapat memilih untuk menikahi puteri angkatnya apabila hal tersebut sudah disetujui oleh seluruh anggota keluarga.

Shadi Sadr, seorang pengacara yang mengurusi masalah keadilan dan HAM masyarakat Iran dan berdomisili di London ini menuding bahwa apa yang disahkan parlemen Iran dianggap telah melegalkan pedophilia.

"Ini bukanlah bagian dari budaya di Iran yang memperbolehkan menikahi puteri angkatnya," kata Sadr kepada The Guardian.

"Incest memang terjadi di Iran lebih kurang sama dengan apa yang terjadi di negara lain di dunia tetapi UU ini sedang melegalkan pedophilia dan membahayakan anak-anak kita dan juga sedang membuat kejahatan di budaya kita terlihat normal," tambahnya.

Anak perempuan di republik Islam dapat menikah di usia 13 selama mereka mendapat ijin dari ayah biologis mereka. Sementara itu, di Iran anak perempuan yang berusia di bawah 13 tahun dapat menikah asal mendapat ijin dari hakim. "Anda seharusnya tidak dapat menikahi putri angkat kalian, titik," kata Sadr. "Jika seorang ayah menikahi puteri angkatnya yang masih kecil dan telah berhubungan seksual, maka hal itu tergolong pemerkosaan," tambahnya.

Shiva Dolatabadi, ketua komunitas Iran untuk perlindungan hak anak berpendapat bahwa UU tersebut sama dengan melegalkan incest. "Anda tidak dapat menemukan cara dimana peran ayah atau ibu dapat digabung dengan peran pasangan. Anak-anak tidak dapat diselamatkan dalam keluarga yang seperti itu," kata Dolatabadi.

The Guardian menambahkan bahwa banyak ahli percaya bahwa UU baru ini bertolak belakang dengan kepercayaan Muslim dan mereka berharap bahwa UU ini tidak akan diluluskan wali dewan.


klik


Alangkah indahnya agama islam, mengangkat perempuan jadi anak angkat,
Kalau sudah berumur 13 tahun dapat dikawini sebagai isteri yang ke-----???
Memang ajaran agama islam sangat indah untuk laki², tetapi sangat buruk untuk wanita², terlebih lagi untuk anak² perempuan.
#-o

"Indah"nya agama islam????????????
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
Garem
 
Posts: 284
Joined: Tue Oct 21, 2008 9:15 pm

Re: Islam itu Indah T*ransTV

Postby simplyguest » Tue Oct 01, 2013 7:26 am

Kemane nih si bahlul makmur? Pertanyaan ini belum dijawab neh :
jonieh wrote:so....... jadi yang mengikuti sunnah adalah orang beg0? betul ?
ingat : dari jawabanmu akan dapat dilihat apakah kamu muslim yang berfikir ?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Previous

Return to Quran & Hadist



Who is online

Users browsing this forum: No registered users