.

Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Bintang

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby duren » Mon Oct 15, 2012 11:32 pm

Patah Salero wrote:
Ayat Quran An-Nazi'at (79): 27-33 dengan tegas menyatakan bahwa Langitlah yang diciptakan terlebih dahulu dari pada bumi.

Silahkan elo ngeless masalah langit

Namun BINTANG TETAP DICIPTAKAN Awlloh mu setelah Bumi
ITULAH poin TRIT INI ... akibatnya fatalll => Awlloh ga akan bisa bikin Hidrogen sulfida ato KENTUT
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby Mohmed Bin Atang » Mon Oct 15, 2012 11:41 pm

Captain Pancasila wrote:noh, di ujung kerucut tuh :

Image

masih bingung? :stun:


Kerucut? itu bangun ruang limas segiempat kalee..
Balik ke kelas 4 SD sono gih.. :lol:

Btw di limas segiempat itu, letak bumi dibagian mana?
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby JANGAN GITU AH » Tue Oct 16, 2012 12:21 am

@PS

saya mau bantu kamu untuk me-re-engineering :lol: ayat-ayat quran guna menghilangkan kontradiksi di dalamnya. Ayo kita mulai,

kita siapkan bahan bakunya,

bumbu pertama:

An-Nazi'at (79): 27-33

27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.


bumbu kedua:

Q 41. Fushshilat

9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam."
10. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."


kita racik sehingga akan terbentuk kisah yang utuh yang tidak saling berkontradiksi.

ini dia ...

9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam."
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
10. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya.
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya
dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."
27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,

kau lihat PS, segala kontradiksi yang saya katakan sekarang sudah diminimalisir dan alurnya sangat natural...

triknya adalah dengan memindahkan alur yang bersifat kilas balik kepada posisi yang wajar....

Nah setelah itu, apakah kau masih bisa ngotot bahwa tetap ada idiom "langit dan bumi" dalam satu paket di sana seperti ungkapan kitab sebelah?? baca dan simak yang benar...
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby JANGAN GITU AH » Tue Oct 16, 2012 12:33 am

keh..keh...keh....

memang si Uthman itu jagonya membuat muslim puyeng tujuh keliling agar dia dianggap hebat. Lalu setelah 14 abad kemudian datanglah kafir ffi melakukan proses re-engineering demi menghilangkan kekacauan quran dan kontradiksi yang timbul dari kekacauan itu!

hai moslem, di mana peran Allah swt dalam memelihara keutuhan tata letak ayat-ayatnya agar lebih mudah dipahami?
mengapa kafir ternyata lebih kampiun dalam melakukan proses pelurusan ayat buatan Allah swtmu?

satu hal, sesungguhnya proses re-engineering ini sudah menjawab tantangan quran untuk membuat ayat semisal quran. Katakanlah ayat re-engineering itu semisal quran. Ternyata hasilnya jauh lebih sempurna dibandingkan hasil maha karya Allah swt... :rolling:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby abubakar » Fri Oct 19, 2012 6:46 am

JANGAN GITU AH wrote:keh..keh...keh....

memang si Uthman itu jagonya membuat muslim puyeng tujuh keliling agar dia dianggap hebat. Lalu setelah 14 abad kemudian datanglah kafir ffi melakukan proses re-engineering demi menghilangkan kekacauan quran dan kontradiksi yang timbul dari kekacauan itu!

hai moslem, di mana peran Allah swt dalam memelihara keutuhan tata letak ayat-ayatnya agar lebih mudah dipahami?
mengapa kafir ternyata lebih kampiun dalam melakukan proses pelurusan ayat buatan Allah swtmu?

satu hal, sesungguhnya proses re-engineering ini sudah menjawab tantangan quran untuk membuat ayat semisal quran. Katakanlah ayat re-engineering itu semisal quran. Ternyata hasilnya jauh lebih sempurna dibandingkan hasil maha karya Allah swt... :rolling:


sekarang gelar menjadi JGA SAW. mantafff bung jga.

ps: baru nyadar rupanya ffi down empat hari.
abubakar
 
Posts: 531
Joined: Sun Jul 19, 2009 4:14 pm

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby Patah Salero » Fri Oct 19, 2012 9:46 am

JANGAN GITU AH wrote:@PS

saya mau bantu kamu untuk me-re-engineering :lol: ayat-ayat quran guna menghilangkan kontradiksi di dalamnya. Ayo kita mulai,

kita siapkan bahan bakunya,

bumbu pertama:

An-Nazi'at (79): 27-33

27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.


bumbu kedua:

Q 41. Fushshilat

9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam."
10. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."


kita racik sehingga akan terbentuk kisah yang utuh yang tidak saling berkontradiksi.

ini dia ...

9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam."
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
10. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya.
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya
dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."
27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,

kau lihat PS, segala kontradiksi yang saya katakan sekarang sudah diminimalisir dan alurnya sangat natural...

triknya adalah dengan memindahkan alur yang bersifat kilas balik kepada posisi yang wajar....

Nah setelah itu, apakah kau masih bisa ngotot bahwa tetap ada idiom "langit dan bumi" dalam satu paket di sana seperti ungkapan kitab sebelah?? baca dan simak yang benar...


xixixixi....
Jadi menurut loe Quran menyatakan Tumbuhan dan binatang ternak (79:31 dan 33) lebih dahulu tercipta dari pada adanya siang dan malam (79:29) ??
Loe mau menggunakan kitab kejadian untuk menafsirkan Quran ??

soal frase langit dan bumi udah jadi trade marknya Quran, brow..diulangi 121 kali.

menurut gw an-naziat lah yang disusun berdasarkan kronologi penciptaan. Oleh karena itu surat an-naziat yang harus jadi pedoman, sementara fushshilat menafsirkan apa yang dimaksud oleh an-naziat.

79:27 Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya.
79:28 Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
41:11 Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi (baca:Dia berkata kepada alam semesta): "Datanglah kamu keduanya (baca: alam semesta) menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya (baca:alam semesta) menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
41:12 Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.


41:9 Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam".
79:29 dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.
79:30 Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.


41.10 Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
79:31 Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
79:32 Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh
79:33 (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

Enggak ada yang kontradiksi, khan ????
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby CrimsonJack » Fri Oct 19, 2012 11:38 am

Kitab yang sangat terang dan jelas =D>
Sampe2 urutannya bisa jungkir balik begitu.
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby keeamad » Fri Oct 19, 2012 11:41 am

Kitab yang sangat JELAS AMBURADULNYA ....
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby CrimsonJack » Fri Oct 19, 2012 11:45 am

Captain Pancasila wrote:nggak bisa =; , yang itu bumi pasca big-bang, atau bumi masa ke-2 menurut :
41:9. Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.
36:33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

Jadi Bumi dulu baru bintang. Karena matahari itu bintang juga, yang menghasilkan cahaya sehingga terpisah pagi dengan malam. jadi pada masa ke-1 awloh menciptakan dl bumi baru bintang kemudian baru bumi masa ke-2 ?

Captain Pancasila wrote:Image

Terima kasih atas ilustrasinya memang maksud saya dari awal memang begini. Sehingga sekarang kita semua masih di dalam pusat alam semesta karena masih di dalam sebuah ruang.
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby walet » Fri Oct 19, 2012 2:12 pm

Patah Salero wrote:41:11 Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi (baca:Dia berkata kepada alam semesta): "Datanglah kamu keduanya (baca: alam semesta) menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya (baca:alam semesta) menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
41:12 Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.



Kurung dalam Quran masih kurang ya? Udah dikasih kurung masih belum jelas, masih ditambahin lagi. Emang benar2 kitab gak jelas, bisa ditafsirkan seenaknya sendiri.
Kalau salah tinggal kasih kurung lagi.

:goodman:
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby swatantre » Fri Oct 19, 2012 2:38 pm

AlQuran itu kitab yang TERANG2AN GAK JELAS

Kitab sialan ini bikin orang yang mempelajarinya jadi sakit...
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby Aku-Suka-Hujan » Fri Oct 19, 2012 2:49 pm

Ikutan ah.........
41:11 Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi (baca:Dia berkata kepada langit dan bumi): "Datanglah kamu keduanya (baca: langit dan bumi) menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya (baca:langit dan bumi) menjawab: "Kami datang dengan suka hati" (baca: "suka-suka lu lah Loh...).


Terbukti tanda kurung ( ) itu bisa menyesatkan............
User avatar
Aku-Suka-Hujan
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby BebasMungkin » Fri Oct 19, 2012 3:41 pm

Patah Salero wrote:xixixixi....
Jadi menurut loe Quran menyatakan Tumbuhan dan binatang ternak (79:31 dan 33) lebih dahulu tercipta dari pada adanya siang dan malam (79:29) ??
Loe mau menggunakan kitab kejadian untuk menafsirkan Quran ??

soal frase langit dan bumi udah jadi trade marknya Quran, brow..diulangi 121 kali.

menurut gw an-naziat lah yang disusun berdasarkan kronologi penciptaan. Oleh karena itu surat an-naziat yang harus jadi pedoman, sementara fushshilat menafsirkan apa yang dimaksud oleh an-naziat.

79:27 Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya.
79:28 Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
41:11 Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi (baca:Dia berkata kepada alam semesta): "Datanglah kamu keduanya (baca: alam semesta) menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya (baca:alam semesta) menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
41:12 Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.


41:9 Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam".
79:29 dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.
79:30 Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.


41.10 Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
79:31 Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
79:32 Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh
79:33 (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

Enggak ada yang kontradiksi, khan ????

Pertanyaan Sederhana yg dapat membuktikan bahwa Qur'an sebenarnya adalah Buku Ngabrullllll........

Apakah Langit yg dimaksud Qur'an termasuk ATMOSFER ??
Pada Tahap manakah Langit ATMOSFER di ciptakan ??
User avatar
BebasMungkin
 
Posts: 536
Joined: Thu Jun 23, 2011 1:50 pm

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby JANGAN GITU AH » Fri Oct 19, 2012 9:07 pm

JANGAN GITU AH wrote:@PS

saya mau bantu kamu untuk me-re-engineering :lol: ayat-ayat quran guna menghilangkan kontradiksi di dalamnya. Ayo kita mulai,

kita siapkan bahan bakunya,

bumbu pertama:

An-Nazi'at (79): 27-33

27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.


bumbu kedua:

Q 41. Fushshilat

9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam."
10. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."


kita racik sehingga akan terbentuk kisah yang utuh yang tidak saling berkontradiksi.

ini dia ...

9. Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam."
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
10. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya.
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya
dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."
27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,

kau lihat PS, segala kontradiksi yang saya katakan sekarang sudah diminimalisir dan alurnya sangat natural...

triknya adalah dengan memindahkan alur yang bersifat kilas balik kepada posisi yang wajar....

Nah setelah itu, apakah kau masih bisa ngotot bahwa tetap ada idiom "langit dan bumi" dalam satu paket di sana seperti ungkapan kitab sebelah?? baca dan simak yang benar...


Patah Salero wrote:xixixixi....
Jadi menurut loe Quran menyatakan Tumbuhan dan binatang ternak (79:31 dan 33) lebih dahulu tercipta dari pada adanya siang dan malam (79:29) ??
Loe mau menggunakan kitab kejadian untuk menafsirkan Quran ??


Kalau sesuatu diucapkan terburu-buru tanpa dipikirkan terlebih dahulu, hasilnya akan terlihat tak masuk akal...itulah pikiranmu yang telah kau ungkapkan di atas. Pada pikirmu di sana ada penciptaan tumbuhan dan binatang ternak? Sama sekali tidak, Patah. Kau saja yang menganggap penciptaan ternak terungkap di kedua surah. Padahal sama sekali ngawur pikiranmu.

Sekali pun disinggung dengan kata-kata "tumbuhan dan binatang ternak", bukan berarti pada ketika itu tumbuhan dan binatang ternak diciptakan. Tidak ada proses bagaimana menciptakan binatang ternak dan tumbuhan yang dapat kita simpulkan di situ. Tidak seperti penciptaan langit dan bumi. Pada tahap ini ada proses terjadinya bumi dan langit. Ada perbuatan Allah swt, ada perintah kepada bumi dan kepada langit untuk membentuk diri atau mengatur diri sesuai dengan perintah. Perintah itu dapat kita samakan dengan "kun fayakun", hanya redaksinya yang berbeda. Jadi paling tidak secara tersirat sudah ada perintah bermakna "kun fayakun". Dalam hal tumbuhan dan hewan ternak, ungkapan kun fayakun sama sekali sukar kita temukan.

Jika demikian, dimana sih posisi dari kata "tumbuhan dan binatang ternak" dalam hal ini? Seandainya kau mau menerima tawaran saya berkenan dengan istilah kilas balik, yang oleh wong londo disebut flash back, maka kau dapat menghindarkan diri terjebak dalam kontradiksi. Sayang, kau sendiri tak mengerti apa yang saya maksudkan dengan gaya kilas balik dan tak sanggup melihat adanya gaya kilas balik di sana.

Untuk mudahnya saya beri contoh cerita singkat seperti ini:

"Adalah seorang pemuda yang baik bernama Ahmad. Dia mendapat pendidikan yang sangat baik dan cukup tinggi. Sebagai pemuda yang terpelajar, Ahmad tentu saja memiliki cita-cita untuk meraih masa depan yang sejahtera. Oleh karenanya, sejak bekerja Ahmad sudah membiasakan diri menabung uang hasil gajinya setiap bulan. Ia berencana membeli rumah, kendaraan dan menyiapkan biaya pernikahan dengan gadis pujaan hatinya. Di samping itu Ahmad juga sudah mulai memikirkan biaya pendidikan bagi anak-anaknya kelak, mengingat biaya-biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin mahal. Apa lagi Ahmad berkeinginan agar anak-anaknya pun kelak harus mendapat pendidikan di luar negeri."

Pertanyaannya sekarang, apakah saat ini Ahmad sudah memiliki semua yang dicita-citakannya? Tentu saja tidak kecuali uang tabungan, karena konteksnya masih dalam cita-cita. Masih dalam rencana!

Ekuivalen dengan cerita itu, ketika quran menyinggung "tumbuhan dan binatang ternak" dalam kedua surah tersebut, sebenarnya kosa kata itu ditampilkan semata-mata bertujuan untuk menjelaskan fungsi siang dan malam yang diciptakan dalam konteksnya! Bukan berarti tumbuhan dan hewan sudah diciptakan sebelum siang dan malam terwujud.

Oleh karenanya, adalah pemikiran bijak jika kau mau menerima kilas balik (flashback) dalam hal ini, karena jika kau mau menerimanya, sesungguhnya tak ada kontradiksi dari apa yang saya sudah lakukan (me-reengineering ayat)!

Maaf, saya hanya membantumu saja untuk memahami esensi kisah ini! Lebih kurang terserah padamu....terserah juga jika kau mentertawakan saya...gak ada urusan dengan ketawa-ketiwimu yang tidak lucu!

Patah Salero wrote:soal frase langit dan bumi udah jadi trade marknya Quran, brow..diulangi 121 kali.

biarkan diulang 100,001 kali pun, sukar untuk menemukan adanya frasa itu!

Patah Salero wrote:menurut gw an-naziat lah yang disusun berdasarkan kronologi penciptaan. Oleh karena itu surat an-naziat yang harus jadi pedoman, sementara fushshilat menafsirkan apa yang dimaksud oleh an-naziat.

ya itu menurutmu....tetapi dari apa yang saya lakukan dalam memperbaiki alur kisah dengan penggabungannya menunjukkan riwayat yang lebih natural, minim dari kontradiksi...! Itu artinya, asumsi pribadimu sukar diterima nalar sehat!

Patah Salero wrote:79:27 Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya.
79:28 Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
41:11 Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi (baca:Dia berkata kepada alam semesta): "Datanglah kamu keduanya (baca: alam semesta) menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya (baca:alam semesta) menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
41:12 Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.


41:9 Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam".
79:29 dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.
79:30 Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.


41.10 Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
79:31 Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
79:32 Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh
79:33 (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

Enggak ada yang kontradiksi, khan ????


Siapa bilang tidak ada kontradiksi....sebab penempatan QS 79 : 27 itu sangat salah menurut urutan logisnya karena pada ayat itu sesungguhnya kalau kita perhatikan adalah kata akhir alias kesimpulan dari keseluruhan ayat yang terdapat pada Nazi'at dan fushilat...Allah swt hendak mengatakan "Jadi kalau langit dan bumi sudah diciptakan demikian mudah, maka manusia itu yang jauh lebih kecil dari keduanya tentu lebih mudah lagi, buktinya langit dan bumi itu sudah dibangunnya sedemikan rupa"

Frasa "Allah telah membangunnya" adalah petunjuk ke arah kesimpulan yang saya katakan....Sekali lagi...misalnya jika seseorang hendak berkata kepada temannya...."Bagi Allah tidaklah sulit menciptakan manusia, lihat saja alam semesta ini sebagai buktinya, Allah telah membangunnya, membangun sesuatu yang jauh lebih sulit dari sekedar menciptakan manusia mengingat luas dan tingginya alam semesta!"

Gimana, Patah?

Tolong dipikirkan dulu sebelum membantah :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby JANGAN GITU AH » Fri Oct 19, 2012 9:37 pm

Pertanyaannya masih sama. Ketika bumi diciptakan sebelum langit tercipta, di manakah bumi itu sementara ditempatkan ? :-k

PS: Alur penciptaan menurut bro Duren itu sudah sangat tepat jika kedua surah di-re-engineering....

oleh karena itu, Kompas harus murtad dari islam... :rolling:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby Utbahbinabuwaqqash » Sat Oct 20, 2012 9:44 am

An-Nazi'at 27:

Apakah kamu lebih SULIT penciptaanya ataukah langit?

@allah swt dan rasul cabulnya

Jadi yg lebih SULIT yang mana tho??
penciptaan manusia kah yg lebih SULIT?
Ato penciptaan langit yg lebih SULIT?
Kalo ngliat gaya ngomong dan redaksinya, kayaknya kamu pengen ngomong kalo penciptaan langit lebih SULIT dari penciptaan manusia..,
Begitukah menurutmu ya olloh...
SULIT ya nyiptain?
Mosok SULIT seeh...??
Berarti kamu itu pencipta abal2 bin ngaku2 pencipta! ato rasul cabulmu itu yg ga beres bikin ayat!
Ato kalo enggak, ayat itu muncul dari pengamatan manusia buta huruf abad 7, yg ngliat langit lebih besar dari manusia, trus dipikirnya yg lebih besar itu lebih SULIT
Masya ollooohhhh.....
Hi..hi..hi..hi..hi..
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby Patah Salero » Sat Oct 20, 2012 4:15 pm

JANGAN GITU AH wrote:Pertanyaannya masih sama. Ketika bumi diciptakan sebelum langit tercipta, di manakah bumi itu sementara ditempatkan ? :-k

PS: Alur penciptaan menurut bro Duren itu sudah sangat tepat jika kedua surah di-re-engineering....

oleh karena itu, Kompas harus murtad dari islam... :rolling:


Siapa bilang ayat fushshilat (79):11 berbicara tentang AWAL MULA penciptaan langit ??

Kalo gw bilang bahwa ayat itu menggambarkan apa yang terjadi saat ini, gimana ??
Bukan kah bintang-bintang akan terus tercipta bahkan bila bumi kita sudah hancur ??

Karena itu, bila Quran SELALU menyatakan bahwa penciptaan langit lebih dahulu dari pada penciptaan bumi, maka Quran hanya SETENGAH benar.
Quran baru sesuai dengan fakta bila menyatakan bahwa proses penciptaan benda langit akan terus menerus terjadi SEBELUM maupun SESUDAH bumi tercipta.

an-Naziat berbicara tentang awal mula penciptaan bumi.
al fushshilat menyatakan bahwa bintang-bintang akan terus tercipta bahkan setelah bumi tercipta.



TERUS, MASALAHNYA DIMANAAAAAAAAAA.......??????
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby duren » Sat Oct 20, 2012 5:20 pm

@PS

Sesuai dengan sains yang kebetulan sudah di bahas bersama si CP ... gimana klo kata " LANGIT " kita stop pemakaiannya .
Kita ganti aja dengan istilah RUANG !!!
Dan silahkan uji kecocokan dengan Quran ... apakah RUANG memang difahami oleh Quran .
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby JANGAN GITU AH » Sat Oct 20, 2012 8:02 pm

JANGAN GITU AH wrote:Pertanyaannya masih sama. Ketika bumi diciptakan sebelum langit tercipta, di manakah bumi itu sementara ditempatkan ? :-k

PS: Alur penciptaan menurut bro Duren itu sudah sangat tepat jika kedua surah di-re-engineering....

oleh karena itu, Kompas harus murtad dari islam... :rolling:


Patah Salero wrote:Siapa bilang ayat fushshilat (79):11 berbicara tentang AWAL MULA penciptaan langita??

Apakah maksudmu yang mengatakannya saya? Emangnya siapa saya sehingga bisa mengatur perkataan Allahmu yang disampaikannya 1400 tahun yang lampau? Bukankah Allah mu yang mengatakannya demikian? Kamu tak dapat melihatnya atau kamu malu mengakui setelah menyadari bahwa memang itulah faktanya. Saya sudah bantu kamu memperlihatkan hal itu melalui apa yang saya sebut re-enginering. Dan hasilnya fantastis dengan tetap berawal di bumi kemudian dilanjutkan dengan menyebut awal penciptaan langit yang bermula dari dukhan! Dengan tangannya sendiri Allah swt membentuk langit dan meninggikannya. Apa kau masih dapat berpura-pura tidak tahu dengan pertanyaan anehmu? Apakah kau ingin menyangkali fakta itu? Bagaimana kau sanggup menyatakan bahwa di situ Allah mu tidak memulai karyanya?

Atau kalau kau tidak puas juga dan ingin mencari bukti lain bahwa AWAL MULA penciptaan langit bukan pada ayat fushilat (seharusnya berkombinasi dengan An-Nazi'at), silakan cari ayat yang mendukung. Yaitu ayat lain yang menunjukkan bahwa di ayat lain yang kamu tunjukkan itu lah sesungguhnya AWAL MULA-nya!

Patah Salero wrote:Kalo gw bilang bahwa ayat itu menggambarkan apa yang terjadi saat ini, gimana ??
Bukan kah bintang-bintang akan terus tercipta bahkan bila bumi kita sudah hancur ??

Usulmu saya tolak! :green:
Karena yang terjadi saat ini bukan penciptaan tetapi reproduksi ulang dari pola yang sama... dalam terminologi sains pun tidak disebutkan bintang yang muncul adalah sesuatu yang tercipta, tetapi menggunakan terminologi lahir. Apakah kamu juga ingin mengatakan bahwa manusia dan makluk lain diciptakan hingga saat ini? Apakah anakmu kamu yang ciptakan di dalam rahim istrimu? Koq kedengarannya konyol ya? Manusia yang hadir kemudian bukan diciptakan melainkan dilahirkan menurut pola pertama. Oleh karenanya bintang baru pun lahir mengikuti pola awal penciptaan itu...

Patah Salero wrote:Karena itu, bila Quran SELALU menyatakan bahwa penciptaan langit lebih dahulu dari pada penciptaan bumi, maka Quran hanya SETENGAH benar.
Quran baru sesuai dengan fakta bila menyatakan bahwa proses penciptaan benda langit akan terus menerus terjadi SEBELUM maupun SESUDAH bumi tercipta

betul, bisa dibilang demikian....tentu dengan sisa yang ngawur. Oleh karena itu, tidak mungkin diproduksi oleh apa yang disebut sang Maha Pencipta..! Dengan kata lain quran hanyalah pemikiran manusia dengan pengetahuan abad 7. Jika Allah swt adalah benar sang pencipta itu, tentu Allah swt mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi sehingga Allah swt mampu memberitahukannya secara tepat sejak dahulu kala. Tidak perduli apakah manusia di jaman itu punya pandangan berbeda, ia akan tetap menuliskan yang sesungguhnya. Tidak akan mau mengikuti pandangan-pandangan manusia.

Patah Salero wrote:an-Naziat berbicara tentang awal mula penciptaan bumi.
al fushshilat menyatakan bahwa bintang-bintang akan terus tercipta bahkan setelah bumi tercipta.



TERUS, MASALAHNYA DIMANAAAAAAAAAA.......??????


Masalahnya sudah berulang-ulang saya tanyakan....silakan baca quote pertama di atas...jawablah pertanyaan saya di atas karena di situlah letak masalahnya!
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Duren - Kompas Debat ADU MURTAD : Bumi Duluan Baru Binta

Postby JANGAN GITU AH » Sat Oct 20, 2012 8:12 pm

duren wrote:@PS

Sesuai dengan sains yang kebetulan sudah di bahas bersama si CP ... gimana klo kata " LANGIT " kita stop pemakaiannya .
Kita ganti aja dengan istilah RUANG !!!
Dan silahkan uji kecocokan dengan Quran ... apakah RUANG memang difahami oleh Quran .


ketika CP memilih kata langit dipahami sebagai ruang, CP terhempas ke atas batu cadas yang keras. Ia tidak menemukan ruang itu pada ilustrasi gambar yang dia jadikan argumennya sebab pada pada gambar itu terdapat boundary antara langit dan bumi sehingga masih menyisakan masalah penempatan bumi itu sendiri. Di dalam ruang (langit) atau apakah masih simpan di saku Allah swt atau di arasy? :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

PreviousNext

Return to Quran & Hadist



Who is online

Users browsing this forum: No registered users