.

Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby Captain Pancasila » Tue Feb 21, 2012 4:23 pm

Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga aku mengira bahwa surat Bara'ah termasuk surat Al-Anfal. Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut.

Oleh karena itu aku menggandengkan kedua surat tersebut dan tidak mencantumkan basmalah di antara keduanya dan menempatkannya dalam As-Sab’u Ath-Thiwal. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali As-Syaukani II/415-416).
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby Captain Pancasila » Tue Feb 21, 2012 4:32 pm

karena itulah Penerapan Surat Al-Anfal tidaklah bisa dilepaskan dari ketentuan2 dalam Surat At-Taubah, seperti :
9:4. kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian) mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby keeamad » Tue Feb 21, 2012 5:24 pm

Captain Pancasila wrote:Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga aku mengira bahwa surat Bara'ah termasuk surat Al-Anfal. Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut.

Oleh karena itu aku menggandengkan kedua surat tersebut dan tidak mencantumkan basmalah di antara keduanya dan menempatkannya dalam As-Sab’u Ath-Thiwal. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali As-Syaukani II/415-416).


Ooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,
makanya quran banyak yang gak bisa dijelaskan,
sehingga perlu buanyak tafsir yg membuat quran makin gak jelas .....................................................

Ternyata banyak yg belum sempat momad kerjakan untuk quran,
berarti momad benar2x sama sekali tidak tahu kapan dia akan wafat ......................................................,
bahkan ancer2x dan/atau petunjuk sedikitpun dari owlo ttg kapan kematian momad,
TIDAK DIMILIKI OLEH MOMAD YANG KATANYA NABI SUCI DAN RASUL TERKASIH OWLO INI ...........................................

EDITED ; MUNGKI OWLO MAU NGASIH KADO SURPRIZE



Tapi ibaratnya : Tukang Kecap yang kagak tahu kapan KECAPNYA EXPIRE,
itu tukang MASIH BISA LAKU JUALAN DAN BANYAK JUGA YANG BODO MO BELI TU KECAP,
SELAIN EXPIRED, APA GAK TAHU ISI KECAPNYA CUMA RACUN DAN TIPUAN DOANG SLIM ............................................. ?????
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby Rosul » Thu Feb 06, 2014 6:25 pm

Captain Pancasila wrote:Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga AKU MENGIRA BAHWA SURAT BARA'AH TERMASUK SURAT AL-ANFAL. Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut.

OLEH KARENA ITU AKU MENGGANDENGKAN KEDUA SURAT TERSEBUT DAN TIDAK MENCANTUMKAN BASMALAH DI ANTARA KEDUANYA dan menempatkannya dalam As-Sab’u Ath-Thiwal. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali As-Syaukani II/415-416).


FAKTA&KESIMPULAN : AKIBAT TEBAKAN USMAN YG SALAH, MAKA AYAT SUCI KALIMAT BISMILLAH TIDAK JADI MASUK DALAM SURAT AT-TAUBAH DALAM QURAN =D>
User avatar
Rosul
 
Posts: 308
Joined: Thu Jan 23, 2014 5:22 pm

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby fire » Thu Feb 06, 2014 10:33 pm

si CP ini mouslem atau "kafir" sih...???

masak alasan yang dikemukakannya justru malah menampar hajar sawat (aouwloh) sendiri... seolah2 si auwloh kagak mampu menjaga firmannya sendiri hanya karena " AKU MENGIRA BAHWA SURAT BARA'AH TERMASUK SURAT AL-ANFAL "

itu anak buah si mamat bener2 deh.... gemesi sekali.....
User avatar
fire
 
Posts: 708
Joined: Sat Apr 10, 2010 11:59 am

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby gema » Fri Feb 07, 2014 6:01 pm

Di dalam At-Taubah tanpa Bismillah karena Tabiat olloh swt dah beda. Bukan lagi Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi dah Maha Sadis dan Maha Pemurka.
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby JANGAN GITU AH » Fri Feb 07, 2014 10:40 pm

Si CuPu bikin malu Owo ajah nih... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby Rosul » Wed Feb 12, 2014 4:42 pm

gema wrote:Di dalam At-Taubah tanpa Bismillah karena Tabiat olloh swt dah beda. Bukan lagi Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi dah Maha Sadis dan Maha Pemurka.


Jngan salahkan Allah swt, kasihan janganlah menghina Allah swt yg sudah MAHA HINA

Surat Al-Baqara juga mengandung ayat2 pembanataian tetapi tetap memakai ayat Bismillah

Yg salah itu si Usman karena Allah swt tidak bisa melawan kehendak Usman

Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga AKU MENGIRA BAHWA SURAT BARA'AH TERMASUK SURAT AL-ANFAL. Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut.

OLEH KARENA ITU AKU MENGGANDENGKAN KEDUA SURAT TERSEBUT DAN TIDAK MENCANTUMKAN BASMALAH DI ANTARA KEDUANYA dan menempatkannya dalam As-Sab’u Ath-Thiwal.


Waktu Quran disusun Usman tak ada yang tahu pasti quran asli versi muhamad seperti apa, itu sebabnya Quran sekarang terbukti hanyalah hasil tebak2an Usman saja
User avatar
Rosul
 
Posts: 308
Joined: Thu Jan 23, 2014 5:22 pm

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby gema » Fri Feb 14, 2014 8:03 am

gema wrote:Di dalam At-Taubah tanpa Bismillah karena Tabiat olloh swt dah beda. Bukan lagi Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi dah Maha Sadis dan Maha Pemurka.



Rosul wrote:Jngan salahkan Allah swt, kasihan janganlah menghina Allah swt yg sudah MAHA HINA

Surat Al-Baqara juga mengandung ayat2 pembanataian tetapi tetap memakai ayat Bismillah

Yg salah itu si Usman karena Allah swt tidak bisa melawan kehendak Usman


Roger Bro.. tapi ane lihat dari sisi rekam jejak si rosul saw ketika permulaan eslam cupu tetapi ketika eslam dah besar berubah jadi bengis.
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby Rosul » Fri Feb 14, 2014 11:22 am

gema wrote:Di dalam At-Taubah tanpa Bismillah karena Tabiat olloh swt dah beda. Bukan lagi Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi dah Maha Sadis dan Maha Pemurka.

Rosul wrote:Jngan salahkan Allah swt, kasihan janganlah menghina Allah swt yg sudah MAHA HINA

Surat Al-Baqara juga mengandung ayat2 pembanataian tetapi tetap memakai ayat Bismillah

Yg salah itu si Usman karena Allah swt tidak bisa melawan kehendak Usman


gema wrote:Roger Bro.. tapi ane lihat dari sisi rekam jejak si rosul saw ketika permulaan eslam cupu tetapi ketika eslam dah besar berubah jadi bengis.


Jangan-Jangan pernah membaca penjelasan muslim yg ini ya ?

-----------------------------------------------------------------
1.Pendapat Pertama Pendapat Al-Mubarrid bahwa merupakan kebiasaan orang Arab apabila mengadakan suatu perjanjian dengan suatu kaum kemudian bermaksud membatalkan perjanjian tersebut, maka mereka menulis surat dengan tidak mencantumkan basmalah di dalamnya. Maka ketika turun surat baro’ah (At-taubah) yang memutuskan perjanjian antara Nabi SAW dengan orang-orang musyrik, beliau mengutus Ali bin Abi Thalib ra. kemudian membacakan surat tersebut tanpa mengucapkan Basmalah di permulaannya. Hal ini sebagaimana kebiasan yang berlaku di bangsa Arab.

2. Pendapat Kedua Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas ra. bahwa ia pernah bertanya kepada Ali bin Abi Thalib tentang sebab basmalah tidak ditulis di permulaan surat Baro’ah. Ali bin Abi Thalib ra. menjawab, "Basmalah adalah aman (mengandung rasa aman) sedangkan Baro’ah turun dengan pedang (berkaitan dengan peperangan)."
-------------------------------------------------------------
Sumber : http://www.fikihkontemporer.com/2012/07 ... surat.html

Setelah ane baca ketahuan penjelasan tersebut rada mengada-ada, karena penjelasan bahwa ayat Bismillah tidak ditaruh di at-taubah hanya kerana Allah swt telah berubah menjadi kejam bukanlah penjelasan yg berdasar Sunnah Rosul namun hanyalah pendapat para sahaba dan ulama



Sumber website yg sama juga mencantumkan Pendapat lainnya :

3. Pendapat Ketiga : mengatakan bahwa surah at-Taubah berdekatan dengan surah al-Baqoroh dan mempunyai kesamaan antara keduanya, maka tidak dituliskan basmalah di awal surat tersebut

4.Pendapat Keempat : Pendapat Ketiga Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga aku mengira bahwa surat Bara'ah termasuk surat Al-Anfal. Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali As-Syaukani II/415-416).


Namun yg diakui secara Ijma(konsensus) adalah Point 4 yaitu tidak dicantumkannya ayat Bismillah justru karena dulu sewaktu Quran disusun Kalifah Usman dianggap Surat at-Taubah adalah bagian dari Sura al-Anfal yang SUDAH mencantumkan ayat Bismillah.

Kalo anda berpendapat lain no problem, namun ane lihat kenyataan dari ijma para ulama bersandar pada hadits ini

____________________________
Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga AKU MENGIRA BAHWA SURAT BARA'AH TERMASUK SURAT AL-ANFAL. Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut.

OLEH KARENA ITU AKU MENGGANDENGKAN KEDUA SURAT TERSEBUT DAN TIDAK MENCANTUMKAN BASMALAH DI ANTARA KEDUANYA dan menempatkannya dalam As-Sab’u Ath-Thiwal. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali As-Syaukani II/415-416).

___________________________________

FAKTA&KESIMPULAN : AKIBAT TEBAKAN USMAN YG SALAH, MAKA AYAT SUCI KALIMAT BISMILLAH TIDAK JADI MASUK DALAM SURAT AT-TAUBAH DALAM QURAN
User avatar
Rosul
 
Posts: 308
Joined: Thu Jan 23, 2014 5:22 pm

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby gema » Fri Feb 14, 2014 10:20 pm

Wuidiihhh... lengkap banget bro Rosul referensinya. =D> =D>

Ane hanya membaca topic-topic yang ada di ffi mengenai at-Taubah dan memang cenderung mengubah paradigma eslam menjadi lebih ekstrim bro..

salah satu topicnya, http://indonesia.faithfreedom.org/forum/eksposisi-at-taubah-t31490/
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Alasan At-Taubah tanpa Bismillah

Postby Dreamsavior » Tue Mar 04, 2014 9:04 pm

Captain Pancasila wrote:Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga aku mengira bahwa surat Bara'ah termasuk surat Al-Anfal. Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut.

Oleh karena itu aku menggandengkan kedua surat tersebut dan tidak mencantumkan basmalah di antara keduanya dan menempatkannya dalam As-Sab’u Ath-Thiwal. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali As-Syaukani II/415-416).


:stun:
Jangan jangan CP sudah murtad nih... =D>
Terang-terangan membuat posting yang mencantumkan bukti ketidakterandalan dan ketidak-jelasan ayat Quran.
Ternyata ayat-ayat quran berisi interpolasi, asumsi dan penggabungan ayat-ayat yang tidak jelas asal-usulnya.
Bahkan para "pakar" Quran generasi pertama pun kebingungan ... nha bagaimana dengan yang ada di jaman sekarang?

Kalau para pakar Quran generasi pertama pun kebingungan dengan isi Quran... bagaimana kamu bisa mendesak para kafir di sini untuk meyakini Quran?

Seperti yang pernah kukomentari sebelumnya ... Kitab suci pada hakekatnya adalah sebuah buku, dan buku pada prinsipnya adalah sarana komunikasi...
Dengan gagalnya para pakar Quran memahami apa yang dikatakan Muhammad guna menuliskan "ayat-ayat" yang jelas dan bermanfaat, maka pada dasarnya awloh swt telah gagal "mengkomunikasikan" kehendaknya dengan jelas.... kalau informasi yang tidak jelas itu dikompilasi menjadi sebuah buku atau kitab, apakah buku tersebut bisa menjadi sebuah alat komunikasi yang baik dari awloh swt kepada umatnya? Tidak dipungkiri bahwa buku itu gagal sebagai alat komunikasi, gagal sebagai sebuah buku, gagal sebagai sebuah kitab, apalagi sebagai sebuah kitab suci yang isinya seharusnya adalah petunjuk yang JELAS dari sang pencipta.

Btw, terimakasih atas informasinya.
Akan kami ingat baik-baik.
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am


Return to Quran & Hadist



Who is online

Users browsing this forum: No registered users