Page 1 of 4

PEMBODOHAN: Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Artinya...

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 6:54 am
by meskey
Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?
Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Qur’an di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?”

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”

dari: http://www.rileks.com/artikel/?act=deta ... 2006123588

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 11:22 am
by Tanpa Nama
:shock: Membaca tanpa mengerti apa artinya koq bisa membuat orang berubah luar dalam?:lol::lol:

Benar-benar sebuah pembodohan yang sangat luar biasa.:twisted:


Best regards,


Tanpa Nama

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 11:28 am
by Sashimi
emang manusia bisa di samain sama benda mati?

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 11:32 am
by Eneng Kusnadi
Sashimi wrote:emang manusia bisa di samain sama benda mati?

Bisa kalau udah mati kaleee! :lol: :lol: :lol:

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 11:38 am
by Luv_Pink
Benar2 suatu pembodohan.. lah si cucu mau aja dibegoin ama kakeknya, sama aja kaya muslim mau aja dibegoin ama muhamad hi3x

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 11:53 am
by Sashimi
lah, kan kakeknya udah tau kalo keranjang kotornya bisa jadi bersih kalo pake trik itu

kalo muhammad?, biar baca quran, sampe di doain malekat , tetep aja mokat dan ngga tau masuk kemana

hayo TS, jujur lo masih doain muhammad kan?

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 12:02 pm
by Horbo
cocok ini dongeng buat meninabobokan anjing gue, anjing gue jarang mandi sih

Re: PEMBODOHAN: Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Artiny

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 12:14 pm
by jj
Saya sangat setuju bahwa dengan hanya menghapal tanpa mengerti artinya adalah sama saja dengan pembodohan umat.

Quran diturunkan tujuannya bukanlah untuk dihafalkan, tapi dimengerti dan dijalankan isinya.

Salam,

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 12:19 pm
by elfwarrior
INI bukan cuman PEMBODOHAN TAPI PENCUCIAN OTAK

Bayangin kakeknya minta air satu keranjang itu kan mustahil, tapi liat efeknya batu bara itu ibarat otak yang sering direndam di dalam air pasti otaknya bersih karena sering dicuci pake al kutang

:shock: :shock: :shock: :shock:

SADARKAH KALIAN KAUM KAFIR BAHWA CERITA INI MENJELASKAN PROSES PENCUCIAN OTAK TERHADAP ANAK KECIL INI DAN BERLANJUT KELAK SAMPE ANAK KECIL INI PUNYA CUCU.

PROSESNYA PELAN TAPI PASTI


:twisted: :twisted: :twisted: :twisted:

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 12:23 pm
by menikq
jadi ingat ada yang ritualnya di rumah ibadah makan roti dan anggur dianggap....

:) :)

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 12:30 pm
by Horbo
OOT detected!

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 12:37 pm
by wahidin
inti dr cerita diatas adalah ketololan sang ayah, mau cuci keranjang kok di bikin repot segala ????

emang otak muslim ini aneh, masih aja cari alasan untuk setiap pembodohan

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 12:51 pm
by Luv_Pink
Horbo wrote:OOT detected!


dah cuekin aja yg OOT... mending mulai skrg kalo ada yg OOT dicuekin aja, ntar cape sendiri. lanjut terus...

ini cerita yang aneh, kalo aku jd si anak, mana mau disuruh ambil air pake keranjang, udh jelas2 keranjang itu berlubang, mana bisa dipake buat ambil air. Punya otak kok ga dipake, ya persis kata muslim :lol:

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 1:10 pm
by jayalah.indonesia
Sejujurnya, pernah saya baca artikel renungan harian buat para kafir kresten yang bunyinya lebih kurang begini:


Judul: Mengapa Kita Membaca Alkitab Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?


Seorang kakek tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?”

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Alkitab. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”



Terus terang, saya sangaaaaat curiga kalau kisah di atas betul-betul asli kisah islami, sebab (tolong dikoreksi jika kurang tepat) al kuran "haram" untuk dibaca-baca, lebih-lebih disimpan, di meja makan dapur.

Sbagai kafir kresten, saya tak mengingkari kalau ada juga tulisan dalam Alkitab yang makna/tafsiran/pesannya (bukan terjemahannya lho!) bisa dengan segera & mudah diterima & dipahami.

Himbauan bagi para kafir kresten:
Janganlah takut dan jemu membaca Alkitab. Selain memakai bahasa Ibu kita, kebanyakan bagian Alkitab itu mudah dipahami kok (nggak perlu tafsiran jelimet).

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 2:09 pm
by menikq
Luv_Pink wrote:
Horbo wrote:OOT detected!


dah cuekin aja yg OOT... mending mulai skrg kalo ada yg OOT dicuekin aja, ntar cape sendiri. lanjut terus...

ini cerita yang aneh, kalo aku jd si anak, mana mau disuruh ambil air pake keranjang, udh jelas2 keranjang itu berlubang, mana bisa dipake buat ambil air. Punya otak kok ga dipake, ya persis kata muslim :lol:


sepertinya hanya anda yang punya otak.... :) :)

Re: PEMBODOHAN: Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Artiny

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 3:25 pm
by moh_mad007
meskey wrote:Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?
Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Qur’an di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?”

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”

dari: http://www.rileks.com/artikel/?act=deta ... 2006123588


KALO ADA CERITA2 YANG BEGINI INI MUSLIM SUANGAT SENENG SKALI!!!GAK MERASA KALO DIBODOH_BODOH I!!!
PA LAGI YANG DICERITAKAN MENGENAI quran!!!
TELEN DAH BULAT_BULAT , SAMPE DUNIA KIAMAT GAK AKAN PERNAH ADA MUSLIM YANG MAU JADI PINTER!!!

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 8:36 pm
by Pembawa Pedang
PEMBODOHAN: Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Artinya...

Khan ade terjemahannye cing....

Masih lumayan baca yg asli..lihat terjemahan....

Dari pada baca terjemahan..tapi ngga lihat yg asli...kayak tetangga sebelah!

Re: PEMBODOHAN: Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Artiny

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 10:36 pm
by United Nation
meskey wrote:Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?
Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Qur’an di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?”

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”

dari: http://www.rileks.com/artikel/?act=deta ... 2006123588


Muslim kalau menjelaskan sesuatu selalu menggunakan gaya2 model ginian. Padalah kagak nyambung.

Cerita Abu Hanifah dan Atheist juga menggunakan pendekatan mirip spt ini:

Suparjo wrote:Pada suatu hari,orang-orang atheis meminta kepada Imam abu Hanifah untuk berdebat dengannnya.

Dan merekapun telah menentukan waktu yang tepat untuk mengadakan perdebatan tersebut.

Ketika waktu yang telah ditentukan tiba,orang-orang atheis itu berkumpul disuatu tempat yang telah dipadati oleh khalayak ramai.

Akan tetapi, Imam Abu Hanifah belum juga datang.

Merekapun terpaksa menunggunya hingga mereka merasa bosan.

Bahkan, orang-orang atheis itu mulai membanggakan dirinya dan pengingkarannya terhadap Allah Swt.

Karena mereka beranggapan bahwa ketidakhadiran Imam Abu Hanifah yang merupakan lawan debat mereka menunjukkan kelemahan pendapatnya.

Ketika rasa bangga mereka hampir mencapai puncaknya dan ketika rasa bosan para hadirin karena menunggu kedatangan
Imam Abu Hanifah hampir mencapai puncaknya juga, tiba-tiba datanglah sang Imam.

Ia langsung meminta ma'af kepada para hadirin karena keterlambatannya.

Ia menjelaskan bahwa ia sebenarnya telah berusaha untuk datang tepat waktu yang telah ditentukan.

Ia berkata : Saya berada diseberang sungai Dajlah.
Pada saat itu, saya tidak menemukan satu kendaraan pun untuk menyebrang sungai tersebut.
Maka sayapun terpaksa menunggu lama.
Akan tetapi, setelah lama menunggu saya belum juga menemukan kendaraan apapun.
Saya hampir putus asa karena tidak ada satu kendaraan pun yang datang untuk mengantarkanku keseberang sungai dan saya telah berniat untuk kembali ke rumah.
Pada sa'at itulah tiba-tiba saya melihat dari kejauhan ada beberapa potong papan dari kayu datang dengan sendirinya.
Dan ketika sudah sampai di dekatku, tiba-tiba papan dari kayu itu saling mengikat satu sama lainnya hingga menjadi sebuah perahu yang sangat bagus.
Maka, saya naik ke atas perahu itu hingga saya pun sampai di seberang sungai dan hadir dihadapan kalian.

Lalu, Orang-orang atheis itu bertanya,
"Apakah engkau ingin mengejek kami wahai Abu Hanifah?
Apakah mungkin papan-papan dari kayu itu datang dengan sendirinya lalu membentuk sebuah perahu seperti yang telah engkau katakan?"

Imam Abu Hanifah pun menjawabnya: "Inilah yang ingin saya perdebatkan dengan kalian.
Jika akal kalian tidak dapat menerima bahwa ada sebuah perahu yang terbentuk dengan sendirinya, maka mengapa kalian mengatakan bahwa alam semesta yang sangat rapi dan menakjubkan ini (termasuk segala macam isinya seperti langit, bumi, manusia dan hewan) terbentuk dengan sendirinya?
Dan mengapa kalian juga mengatakan bahwa segala peristiwa dan perubahan di alam semesta ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan?
"

Mendengar penjelasan itu, maka para atheis itu tercengang dan tidak bisa memberikan jawaban.
Mereka benar-benar menghadapi suatu dalil yang sangat kuat.
Akhirnya, mereka pun masuk islam dihadapan Imam Abu Hanifah.

PostPosted: Sat Aug 30, 2008 10:37 pm
by United Nation
menikq wrote:jadi ingat ada yang ritualnya di rumah ibadah makan roti dan anggur dianggap....

:) :)


@menikq, oot bentar yah...

photo avatar loe kok kecut banget?

PostPosted: Sun Aug 31, 2008 12:07 am
by moh_mad007
Pembawa Pedang wrote:
PEMBODOHAN: Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Artinya...

Khan ade terjemahannye cing....

Masih lumayan baca yg asli..lihat terjemahan....

Dari pada baca terjemahan..tapi ngga lihat yg asli...kayak tetangga sebelah!



Masih lumayan baca yg palsu...lihat terjemahan...

Dari pada baca yang asli...tapi dari setan...kayak tetangga sebelah!