.

KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby noah » Fri Dec 09, 2011 10:42 am

InsyaAllah dan alhamdulillah, saya muslim dan mukmin yang tidak memberhalakan sebuah "kitab yang konon maha sempurna".
:lol:


mukmin ? beriman itu apa sih. :lol:


Selamat berangan-angan loh ya ..
noah
 
Posts: 307
Joined: Mon Aug 16, 2010 3:32 pm

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby HILLMAN » Fri Dec 09, 2011 2:16 pm

Beriman itu artinya tidak ikut-ikutan memberhalakan "sebuah buku maha sempurna", tidak ikut-ikutan mencium "sebuah batu yang maha esa" dan yang penting tidak ikut-ikutan "menyalah-gunakan Asma Allah menjadi pembenaran prilaku bathil" saya. :green:

Salam bagi semua orang yang mau berpikir.
User avatar
HILLMAN
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby OttoVonBismarck » Mon Oct 22, 2012 8:04 pm

Om hillman,

Ngaco deh baca Qur'an-nya. Kalo ga bisa baca Qur'an yg bener mending belajar dulu, jangan asal Copy Paste text dari antah berantah.

Al Maidah 69: .....وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَ ..... (wash-shaabi-uuna wannash-shooro => arti: (orang) Sabiun dan Nasrani.

Al Baqarah 62: ....وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ ..... (wannashooroo wash-shaabiina => arti: (orang) Nasrani dan Sabiin (/Sabiun).

Jadi, ga ada kata tambahan Inna seperti yang elu bilang di Kesimpulan 1 seperti ini:
Hilman wrote: "1. Surat Al Maeda ayat 69 adalah salah secara tata bahasa Arab karena bentuk “raf’a”, وَالصَّابِئُونَ “waalssabioona” , tapi mendapat kata إِنَّ Inna, yang menjadi tanda bentuk kategori “nasb”. Sebuah kesalahan yang sangat jelas terlihat. "

Cuma NGACO dan ASAL BUNYI aja loe!
OttoVonBismarck
 
Posts: 1
Joined: Mon Oct 22, 2012 7:40 pm

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby HILLMAN » Sat Nov 24, 2012 10:46 pm

Baca dulu saja dari halaman awal ... :lol:

HILLMAN wrote:Alquran adalah buatan manusia, bukan buatan Allah yang maha sempurna.
Dengan kesempurnaan Allah, mustahil membuat kesalahan dalam susunan kata dan tata bahasa dalam sebuah bentuk kalimat yang serupa satu sama lain.

Alquran di klaim oleh penganut ajaran Islam sebagai sebuah kitab yang sempurna dan terjaga dari awal hingga akhir, kita akan mulai membahas beberapa ayat yang memiliki susunan yang serupa, dalam surat yang berbeda, yang membuktikan bagaimana sang “Allah” salah dalam ber-tata bahasa Arab, mari kita mulai dari yang pertama:

Saya akan tuliskan bentuk kalimat per kalimat agar mudah di pahami.

KITA BACA

Surah Al Maeda ayat 69

إِنَّ

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وعَمِلَ صَالِحًا فَلاَ خَوْفٌ

عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ


Inna
allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabioona waalnnasara
man amana biAllahi waalyawmi alakhiri waAAamila salihan fala khawfun
AAalayhim wala hum yahzanoona

= Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

PERHATIKAN KALIMAT INI

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabioona waalnnasara


DAN PERHATIKAN DUA KATA INI

وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

waalssabioona waalnnasara

SEKARANG KITA BACA

Surah Al Baqara ayat 62

إِنَّ

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ

أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ

يَحْزَنُونَ


Inna
allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabieena
man amana biAllahi waalyawmi alakhiri waAAamila salihan falahum ajruhum AAinda rabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum
yahzanoona

= Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.


PERHATIKAN KALIMAT INI

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabieena


DAN PERHATIKAN DUA KATA INI

وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

waalnnasara waalssabieena

TERAKHIR KITA BACA

Surah Al Hajj ayat 17

إِنَّ

الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

وَالْمَجُوسَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا إِنَّ اللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ

يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ


Inna
allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabieena waalnnasara
waalmajoosa waallatheena ashrakoo inna Allaha yafsilu baynahum
yawma alqiyamati inna Allaha AAala kulli shayin shaheedun

= Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabiiin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.


PERHATIKAN KALIMAT INI

الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabieena waalnnasara


DAN PERHATIKAN DUA KATA INI

وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

waalssabieena waalnnasara


PEMBAHASAN

Mari kita bandingkan ketiga ayat tersebut:


Surah Al Maeda ayat 69

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabioona waalnnasara


Surah Al Baqara ayat 62

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabieena


Surah Al Hajj ayat 17

الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabieena waalnnasara


LALU BANDINGKAN


Surah Al Maeda ayat 69

وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

waalssabioona waalnnasara


Surah Al Baqara ayat 62

وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

waalnnasara waalssabieena


Surah Al Hajj ayat 17

وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

waalssabieena waalnnasara


TERAKHIR BANDINGKAN


Surah Al Maeda ayat 69

وَالصَّابِئُونَ

waalssabioona


Surah Al Baqara ayat 62

وَالصَّابِئِينَ

waalssabieena


Surah Al Hajj ayat 17

وَالصَّابِئِينَ

waalssabieena

Kita teliti, bagaimana sebuah kerangka kalimat yang serupa dalam ketiga ayat tersebut membuat sebuah kata yaitu وَالصَّابِئِين menjadi berbeda, yang didalam tata bahasa Arab, pengucapan sebentuk kata mempengaruhi arti, kategori tenses dan fungsi nya.

Bentuk kata “waalssabioona” ini adalah sebuah kesalahan tata bahasa Arab yang sangat jelas terlihat, karena pemberian tanda “waw” sehingga dengan pengucapan “oo” dalam bahasa Indonesia dibaca “uu” dalam kata “waalssabioona” menjadikan kalimat dalam surat Al Maeda ayat 69 masuk kategori "raf'a”.

Sedangkan kata waalssabieena mendapat pemberian tanda “yeh” sehingga diucapkan “ee” dalam bahasa Indonesia dibaca “ii”, dalam kata waalssabieena menjadikan kalimat dalam surat Al Baqara ayat 62 dan surat Al Hajj ayat 17 masuk kategori “nasb”.


Yang terpenting adalah makna dan bentuk kategori-kategori diatas:

Dan bentuk kategori “raf’a” ini adalah “ism” (kata benda) yang menjadi subjek dari sebuah fi’il (kata kerja). Kalimat kategori “raf’a” tidak dapat digabungkan dengan kata إِنَّ , Inna yang penggunaanya dalam sebuah awal kalimat membentuk kategori “nasb”, dimana “ism” (kata benda) adalah objek dari sebuah fi’il (kata kerja).



KESIMPULANNYA

1. Surat Al Maeda ayat 69 adalah salah secara tata bahasa Arab karena bentuk “raf’a”, وَالصَّابِئُونَ “waalssabioona” , tapi mendapat kata إِنَّ Inna, yang menjadi tanda bentuk kategori “nasb”. Sebuah kesalahan yang sangat jelas terlihat.

2. Surat Al Baqara ayat 62 adalah salah secara tata bahasa Arab karena telah berbentuk kategori “nasb”, وَالصَّابِئِينَ waalssabieena , tetapi kata tersebut menjadi subjek dari sebuah kata kerja, yaitu “beriman kepada Allah”, sedangkan bentuk kategori “nasb” yang seharusnya adalah kata tersebut menjadi objek dari sebuah kata kerja.

3. Surat Al Hajj ayat 17 adalah bentuk kategori “nasb” yang benar.


Demikian, insyaallah bermanfaat.

Wassalam.

Btw. Thanks, mr. pod-rock :)


Salam untuk anda kalau masih mau mikir.
User avatar
HILLMAN
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby gabrielnotjibril » Sun Aug 04, 2013 1:57 pm

Apakah MMI lebih pintar dari Depag atau sebaliknya ?

Akhirnya mereka bingung sendiri, untuk memoles, menutupi bau busuk kitabnya :rock:

http://www.arrahmah.com/news/2013/08/03 ... roris.html

Ustadz Arifin Ilham: "Amalkan terjemah Qur'an Kemenag, umat Islam bisa jadi teroris" Ukasyah Sabtu, 26 Ramadhan 1434 H / 3 Agustus 2013 05:02 SENTUL (Arrahmah.com)

- Masjid Az-Zikra memutuskan untuk mengganti semua Al Qur’an terjemahan Kementerian Agama dengan Al Qur’an Tarjamah Tafsiriyah hasil publikasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). MMI menemukan 3229 kesalahan penerjemahan di antara 6236 Ayat Al Qu’ran dalam terjemah Qur’an Kemenag. Beberapa contoh tarjamah harfiyah Qur’an Kemenag: “Dan bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah)..” (QS Al-Baqarah, 2: 191) Versi Qur’an Tarjamah Tafsiriyah MMI: “Wahai kaum Mukmin, perangilah musuh-musuh kalian dimanapun kalian temui mereka di medan perang dan dalam masa perang. Usirlah musuh-musuh kalian dari negeri tempat kalian dahulu diusir.” Ustadz Arifin Ilham menegaskan upaya koreksi ini harus terus disuarakan dan digulirkan tanpa maksud memusuhi Kemenag. “Perbaikilah terjemahan itu,” himbaunya. Contoh kekeliruan lainnya dari terjemah Qur’an Kemenag ada pada surat Al Ahzab ayat 51 yang berbunyi: “Kamu boleh manangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa saja yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu…” Sedangkan versi Al Qur’an Tarjamah Tafsiriyah MMI: “Wahai Nabi, engkau boleh menangguhkan giliran bermalam bagi istrimu mana saja yang engkau kehendaki. Engkau boleh mendahulukan giliran bermalam bagi istrimu mana saja yang engkau kehendaki. Kamu tidak berdosa meminta penukaran jadwal giliran bermalam kepada siapa saja diantara istrimu. Kebebasan yang Allah berikan kepadamu untuk mendahulukan atau mengakhirkan giliran bermalam bagi istri-istrimu lebih dapat menenangkan hati mereka dan tidak membuat mereka sedih…” Selain itu, ustadz Arifin Ilham juga mengatakan lahirnya Tarjamah Tafsiriyah adalah sengatan bagi umat Islam agar gigih kembali mentadaburi Al Qur’an. “Semuanya selamat karena ummat Islam Indonesia tidak mau mengamalkanya. Kalau mengamalkan Qur’an Tarjamah Depag bisa jadi teroris semua, mestinya negara terimakasih kepada MMI,” ujarnya. Dalam dialog MMI dan Tim Kemenag tgl 16 Ramadhan 1431H, Tim Kemenag mempersilahkan pihak MMI supaya segera menerbitkan Terjemah Tafsiriyah Al-Quran yang telah disusun. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang menilai dan memilih sendiri, benar atau tidaknya terjemahan Al-Quran yang ada. (islampos.com/Hardjito/arrahmah.com) - See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/08/03 ... eBmz9.dpuf

KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN
Mirror
Faithfreedom forum static
gabrielnotjibril
 
Posts: 406
Joined: Sat Jan 03, 2009 7:34 pm

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby keeamad » Sun Aug 04, 2013 6:38 pm

Siapa suruh menerjemahkan quran,
akhirnya tiap pihak dan golongan,
punya terjemahan masing2x sesukanya sendiri,
sesuai kebutuhan syahwatannya ... :prayer: :butthead: :toimonster:
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby wedew » Mon Aug 19, 2013 2:52 pm

Maaf saya newbie dalam diskusi ini, saya kresten kafirun dan hanya bisa berpikir secara sederhana saja mengenai AQ :

1. apakah memang benar AQ yg diturunkan oleh Olloh n sangat sempurna itu benar2 diturunkan utk semua makhluk (termasuk jin) dan semua bangsa di seluruh alam semesta?
2. Kalo benar mengapa harus diturunkan dalam bahasa arab, dan mengapa harus membutuhkan ilmu2 ato tools lain utk bisa memahami perintah Nya?sehingga disini tampaknya AQ menjadi kitab yg khusus dibuat utk orang2 yg betul2 paham dan memahami artinya secara literal...dmana itu saja sdh sulit, dtambah harus paham pula tools lain utk bisa mengerti secara benar2, walaupun itu jg bukan jaminan benar...karena bisa saja orang lain pny tafsir dan pemahaman berbeda. kalo begitu dari sisi ini saja kita itu sdh tidak sempurna, karena rumit dan membingungkan awam. Utk bisa memahaminya kita harus tergantung pada orang2 yg dianggap ahli kitab, bukankah ini ciri ajaran Gnostik, ajaran yg kebenarannya hanya diketahui oleh orang2 tertentu yg dianggap bisa memahami misteri?
3. Mengapa terjemahan AQ selalu disebut tafsir?bukankah arti tafsir adalah berdasarkan pemahaman masing2, yang bisa penuh ketidakpastian karena bersifat subyektif? Jika demikian berarti AQ tidaklah mutlak, karena bisa ditafsirkan berbeda2...seperti sekarang timbul keinginan Depag utk memperhalus bahasa tafsir dalam AQ utk mengurangi radikalisme dalam islam.
4. Saya berpikir, jika AQ diturunkan dalam bahasa arab dan berlatar belakang budaya mereka tentu bisa dianggap yg lebih memahami dan mengamalkan AQ dengan benar mendekati yg di inginkan olloh adalah orang2 arab...jadi manakah yang paling benar? Islam versi arab ato Islam versi Indonesia....Islam yang keras, radikal ato islam yg lemah lembut?

terimakasih.

KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN
Mirror
Faithfreedom forum static
wedew
 
Posts: 1
Joined: Mon Aug 19, 2013 10:13 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby yusuf tauziri » Wed Aug 21, 2013 4:22 pm

Bahasa arab itu punya beberapa dialek.dialek yg dipake sekarang dialek quraisy...kasiannya ini orang atheis baru tahu sedikit ilmu nahwu sdh berkesimpulan ngawur
yusuf tauziri
 
Posts: 3
Joined: Mon Aug 19, 2013 7:54 pm

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby Mahasiswa98 » Wed Aug 21, 2013 4:45 pm

Bagian ini saja sudah membuat perut saya mulas karena tertawa :rofl:

Dalam dialog MMI dan Tim Kemenag tgl 16 Ramadhan 1431H, Tim Kemenag mempersilahkan pihak MMI supaya segera menerbitkan Terjemah Tafsiriyah Al-Quran yang telah disusun. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang menilai dan memilih sendiri, benar atau tidaknya terjemahan Al-Quran yang ada.


MMI VS KEMENAG kalian memang luar biasa :lol:
trus kira kira akan ada bunuh bunuhan gak yah karena yang satu dianggap sesat dan yang lain tidak sesat? betul betul rahmatinlilalamin :lol:
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby Lo-Sheker » Wed Aug 21, 2013 11:59 pm

yusuf tauziri wrote:Bahasa arab itu punya beberapa dialek.dialek yg dipake sekarang dialek quraisy...kasiannya ini orang atheis baru tahu sedikit ilmu nahwu sdh berkesimpulan ngawur

oh gitu ya bro Yusuf??? :stun:
kalo begitu tolong dong anda luruskan semua atau setidaknya beberapa postingan bang Hilman ini, tentu anda seorang muslim yang tahu banyak ilmu nahwu.. =D>
User avatar
Lo-Sheker
 
Posts: 1106
Images: 0
Joined: Tue Oct 04, 2011 12:15 am
Location: Yerusalem Baru

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby Dreamsavior » Thu Aug 22, 2013 11:25 am

wedew wrote:Maaf saya newbie dalam diskusi ini, saya kresten kafirun dan hanya bisa berpikir secara sederhana saja mengenai AQ :

1. apakah memang benar AQ yg diturunkan oleh Olloh n sangat sempurna itu benar2 diturunkan utk semua makhluk (termasuk jin) dan semua bangsa di seluruh alam semesta?

Sepertinya tidak... sebab, salah satu muslim di forum ini pernah mengakui bahwa ayat-ayat dalam quran itu sifatnya kondisional :

Kre-setan wrote:Biasanya netter FFI ngototnya minta ampun kalau islam itu agama teroris, meskipun sudah berulang kali di jelaskan kalau ayat ayat keras dalam Quran itu sifatnya kondisional, tapi kapir TETAP NGOTOT kalau itu ayat nyuruh mbantai kapir kapan saja dan di mana saja. kengototan kapir ini tentu menjadi tanda tanya, MAUNYA KAPIR ITU APA SIH ?? pengen di bantai atau mau hidup damai, karna sepertinya kapir pengenya muslim mbantai kapir kapan saja dan di mana saja.

lah kalau memang kapir pengenya di bantai, terus kenafa kapir seperti malu malu kucing, beraninya cuma menggonggong di internet..bukankah dengan menggonggong di dunia nyata keinginan kapir bisa terlaksana ? atau apakah cuma bisa menggonggong saja tapi nyalinya kurang alias NAFSU BADAK TENAGA KURANG

Mental FFI : nafsu badak tenaga kurang
FFI Alternative
Faithfreedompedia


Kondisional itu artinya, hanya bisa diterapkan di saat tertentu, oleh orang-orang tertentu, pada latar kebudayaan tertentu.
Misalnya... ada ayat-ayat quran yang hanya cocok diterapkan oleh orang-orang yang sedang berperang ... dan bukan oleh orang-orang yang hidup dalam keadaan damai.
Itu saja sudah membuat jelas bahwa ayat Quran secara kolektif tidak diturunkan untuk semua umat manusia.


wedew wrote:2. Kalo benar mengapa harus diturunkan dalam bahasa arab, dan mengapa harus membutuhkan ilmu2 ato tools lain utk bisa memahami perintah Nya?sehingga disini tampaknya AQ menjadi kitab yg khusus dibuat utk orang2 yg betul2 paham dan memahami artinya secara literal...dmana itu saja sdh sulit, dtambah harus paham pula tools lain utk bisa mengerti secara benar2, walaupun itu jg bukan jaminan benar...karena bisa saja orang lain pny tafsir dan pemahaman berbeda. kalo begitu dari sisi ini saja kita itu sdh tidak sempurna, karena rumit dan membingungkan awam. Utk bisa memahaminya kita harus tergantung pada orang2 yg dianggap ahli kitab, bukankah ini ciri ajaran Gnostik, ajaran yg kebenarannya hanya diketahui oleh orang2 tertentu yg dianggap bisa memahami misteri?

Saya setuju dengan pendapat anda...
Agama yang ajarannya hanya diketahui oleh orang-orang tertentu selalu menjadikan agamanya sebagai komoditas untuk mengendalikan orang lain.... dan hal itu adalah bagian paling berbahaya apabila muncul tokoh-tokoh agama yang tidak bertanggung jawab. Mungkin kelompok-kelompok teroris yang terkoordinasi adalah salah satu contoh yang paling mudah diberikan mengenai betapa berbahayanya metode teologi semacam ini.


wedew wrote:3. Mengapa terjemahan AQ selalu disebut tafsir?bukankah arti tafsir adalah berdasarkan pemahaman masing2, yang bisa penuh ketidakpastian karena bersifat subyektif? Jika demikian berarti AQ tidaklah mutlak, karena bisa ditafsirkan berbeda2...seperti sekarang timbul keinginan Depag utk memperhalus bahasa tafsir dalam AQ utk mengurangi radikalisme dalam islam.

Seorang yang percaya diri dapat secara leluasa menyatakan kebenaran dengan gamblang dan straight forward!
Bagi saya, terjemahan alquran yang disebut tafsir ... lebih terlihat sebagai manifestasi ketidaksanggupan alquran menyajikan kebenaran secara apa adanya!
Mereka ingin membuka banyak "pintu" untuk melarikan diri ... apabila muncul masalah yang kontroversial dengan cara melemparkan kesalahan pada terjemahan dan tafsirnya.
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby pusing » Sat Aug 24, 2013 11:47 pm

Lo-Sheker wrote:
oh gitu ya bro Yusuf??? :stun:
kalo begitu tolong dong anda luruskan semua atau setidaknya beberapa postingan bang Hilman ini, tentu anda seorang muslim yang tahu banyak ilmu nahwu.. =D>


Hillman Wrote Sun Oct 10, 2010 1:20 pm:
Saya tidak dapat membantu "daya serap" anda, hanya nada sendiri yang dapat membuat anda (maaf) lebih pandai memahami sebuah sumber yang telah diberikan.


:lol:
User avatar
pusing
 
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby Lo-Sheker » Sun Aug 25, 2013 12:20 am

Lo-Sheker wrote:
oh gitu ya bro Yusuf??? :stun:
kalo begitu tolong dong anda luruskan semua atau setidaknya beberapa postingan bang Hilman ini, tentu anda seorang muslim yang tahu banyak ilmu nahwu.. =D>


Hillman Wrote Sun Oct 10, 2010 1:20 pm:
Saya tidak dapat membantu "daya serap" anda, hanya nada sendiri yang dapat membuat anda (maaf) lebih pandai memahami sebuah sumber yang telah diberikan.


pusing wrote: :lol:

Maksudnya bro "Pusing" ???? :stun:
User avatar
Lo-Sheker
 
Posts: 1106
Images: 0
Joined: Tue Oct 04, 2011 12:15 am
Location: Yerusalem Baru

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby pusing » Sun Aug 25, 2013 12:03 pm

Silahkan anda keliling di thrad ini. disana ada tulisan saya yang meluruskan dan Hillman tidak menyalahkan juga tidak meluruskan kembali. Bila tidak ketemu atau pun anda malas mencari bilang saja insya Allah saya ulang kembali. itupun kalo waktu saya tersedia untuk orang seperti anda.
User avatar
pusing
 
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby hahi » Fri Feb 20, 2015 3:30 am

mohon maaf agan2 sekalian yg ada di sini, saya numpang sebentar nih.,,, saya hanya mau bertanya dengan muslim2 di sini, karena ada hal yang saya anggap sanggat kontradiksi di dalam quran tentang isa almasih,.....

Dalam quran dan hadist sahih (Muslim dan Bukhari) Isa Almasih di beri gelar Kalimattulah, Rohulallah, Al-haqq, Suci dari segala dosa, Hakim hari akhir (kiamat), Raja yg di urapi, Terkemuka di dunia dan di akhirat, Dia Yang Menyelamatkan, dll.... Tentunya dari gelar-gelar yang di sandang oleh Isa Almasih tersebut di atas, mestinya umat muslim dapat melihat KONTRADIKSI yang telah terjadi di quran, sebab, mengapa Isa Almasih yang katanya (quran) adalah makhluk ciptaan yang bersifat fana tetapi di beri gelar-gelar yang hanya boleh di miliki dan adalah hak sepenuhnya Sang Maha Kekal / Sang pencipta ? bukankah quran sangat2 mengecam dgn sebutan musyrik kalau makhluk ciptaan di samakan dengan Sang Pencipta ? kalau sudah begitu, SIAPAPUN ( baik malaikat, nabi, manusia ) yang adalah makhluk ciptaan TANPA TERKECUALI, TIDAK BERHAK DENGAN ALASAN APAPUN untuk memakai gelar-gelar kemuliaan ini.

Di satu sisi quran mengatakan nabi Isa Almasih adalah makhluk ciptaan yang bersifat fana, tapi di sisi lain quran memberikan Isa Almasih gelar kemuliaan yang hanya milik Allah Sang Pencipta, bukankah dua hal ini sangat-sangat KONTRADIKSI, dan dengan demikian secara tidak sadar bukankah quran sendiri telah membuat musyrik dengan menyetarakan atau menyekutukan Isa Almasih dengan Allah Sang pencipta ?

Sedangkan dalam alkitab Perjanjian Lama, di dalam kitab nabi Yesaya dikatakan Tuhan YHWH tidak akan memberikan KEMULIAANNYA kepada yang lain, ( Yesaya 42 :8 "Aku ini YHWH, itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan KEMULIAAN-KU kepada yang lain. " )

Coba muslim menjawab (jgn oot) tentang KONTRADIKSI ini. Terima kasih.
Mirror 1: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
hahi
 
Posts: 14
Joined: Fri Jul 31, 2009 3:46 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby pusing » Sun Jul 26, 2015 10:42 pm

Image
Hillman telah tiada...situs pun nyaris tiada...bertobatlah sebelum dipanggil yang kuasa dengan cara membikin situs jadi tiada.. :lol:
User avatar
pusing
 
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby NYFGbY » Mon Jul 27, 2015 9:16 pm

[email protected]
Hilman dan netter2 senior memang sudah sangaaaaaaaat lama gak nongol, bahkan situs inipun sudah sangaaaaaaaaat sepi, tapi kita semua tau (aku yakin anda jg tau) apa penyebab itu semua.

Sekedar mengingatkan sedikit,
Diawal awal situs ini sangat populer, hingga akhirnya membuat membuat gerah para muslim, termasuk pejabat muslim.
Alih alih membantah tulisan tulisan disini, muslim justru berusaha membungkam situs ini, mulai dari serangan hacker sampai akhirnya sang mentri turun tangan dgn dalih memblokir situs porno. Tapi kita semua tau, itu hanya alasan.

Dan akhirnya usaha muslim utk membungkam situs ini berhasil,
Diawal awal gue tau ffi, kalo ngetik ffi di google, langsung muncul situs ini didaftar teratas, lalu setelah itu tak ada lagi ffi di google.
Diawal awal, masuk kesini mudah, sekarang harus pake proxy, bahkan beberapa provider juga memblokir proxy, jadi bisa dibayangkan betapa susahnya utk masuk ke situs ini.
Jadi intinya, situs ini nyaris ditinggalkan bukan karena kebenaran islam terbukti, atau karena kekuasaan Alloh swt, tapi karena muslim gak sanggup mematahkan argumen yg dipaparkan disini dan memilih utk membungkan situs ini dgn cara yg kotor.

Kalo menurut saudara @pusing, begitulah cara Alloh utk menunjukkan kekuasaannya, yaitu dgn bergeraknya muslim utk membungkam kala islam di kritik, maka aku ucapkan : inilah islam yg sebenarnya.
User avatar
NYFGbY
 
Posts: 658
Joined: Thu Mar 01, 2012 12:30 am
Location: Di puncak Jayawijaya, menjaga agar salju tidak mencair.

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby pusing » Tue Jul 28, 2015 6:41 pm

andai saja anda menguasai tata bahasa yang digunakan alquran, tentu anda menyadari bahwa berikut ini adalah bantahan yang mematahkan argument Hillman.
User avatar
pusing
 
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby pusing » Tue Jul 28, 2015 6:44 pm

Ups, sayangnya saya coba beberapa kali tetap saja ketika disubmit tampil seperti ini dan seterusnya:

[phpBB Debug] PHP Notice: in file [ROOT]/includes/functions_posting.php on line 1675: Undefined variable: c
Last edited by pusing on Tue Jul 28, 2015 7:21 pm, edited 1 time in total.
User avatar
pusing
 
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN

Postby pusing » Tue Jul 28, 2015 7:14 pm

atau setidaknya anda bisa baca posting halaman 50 dan 51
lihat di halaman 50 Postby pusing » Mon Apr 25, 2011 4:03 pm
Last edited by pusing on Tue Jul 28, 2015 7:39 pm, edited 2 times in total.
User avatar
pusing
 
Posts: 659
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

PreviousNext

Return to Quran & Hadist



Who is online

Users browsing this forum: No registered users