.

A SINA : perampokan/penjarahan atau bela diri ?

Informasi tentang masa pra-Islam dan perkembangan Jihad di seluruh dunia

A SINA : perampokan/penjarahan atau bela diri ?

Postby Adadeh » Thu Nov 24, 2005 2:30 pm

lihat juga terjemahan versi podrock disini :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 613#164613


http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/looting.htm

Perampokan
---------------------------------------------------------------------- ----------
Perampokan dalam Islam tidak dapat diterima, kecuali kalau itu dilakukan terhadap non-Muslim. Nah, kalau itu sih boleh.

Setelah menikahi Khadijah yang kaya raya, Muhammad berhenti bekerja. Untuk mengurus keenam anak mereka berdua dan ketiga anaknya sendiri dari perkawinan sebelumnya, Khadijah tidak bekerja lagi. Muhammad tidak menjaga anak2. Dia menghabiskan hari2nya berkeliaran dalam gua2 untuk melamunkan dunia angan2nya sendiri. Karena tidak bekerja, Khadijah kehilangan kekayaannya. Ketika Muhammad hijrah ke Medina, dia adalah orang yang miskin. Semua pengikutnya juga miskin. Mereka adalah para budak atau pemuda2 yang tak puas dengan keadaan mereka sendiri. Pengikut2nya di Medina juga kebanyakan buruh2 kasar yang bekerja bagi para Yahudi dan mereka bukan orang mampu. Akan tetapi beberapa tahun kemudian, Muhammad jadi orang yang terkaya di Arabia, punya banyak sekali unta2, ternak2, budak2, istri2 dan segala harta benda. Dari mana dia bisa menjadi kaya dalam waktu yang sangat singkat? Dari perampokan dan penjarahan.

Dia pertama-tama mulai menyerang kafilah2 pedagang Mekah dan lalu mengasingkan dan membantai suku2 Yahudi dan merampas barang kekayaan mereka. Akhirnya dia memerintah agar setiap orang bayar upeti atau uang perlindungan, kalau tidak akan dihukum keras.

Beberapa ayat Qur’an menganjurkan Muslim untuk menyerang orang2 tak bersalah dan mengatakan pada mereka bahwa menjarah kekayaan korban adalah hadiah mereka di bumi dan nanti di surga mereka akan terima hadiah yang lebih banyak lagi.

Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mu'min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus. [al-Fath 48:20]

Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [al-Hashr 59:6]

Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Anfal 8:69]

Ayat2 ini dinyatakan untuk mendorong Muslim mengambil bagian dalam peperangan. Ayat2 ini menunjukkan orang2 seperti apakah Muslim2 pertama pada saat itu. Bagaimana mungkin orang yang meskipun hanya punya sedikit rasa kemanusiaan sekalipun dapat menerima bahwa Tuhan telah memberinya hak untuk menyerang orang2 tak berdosa, membunuhnya dan merampas istri2 dan harta bendanya sebagai jarahan perang? Tapi Muhammad tidak merasa malu untuk menjanjikan para pengikutnya jarahan perang yang dirampas dengan kekerasan dan cara yang sangat brutal. Awalnya, para pengikutnya ragu2, tapi lama kelamaan mereka kehilangan rasa sesalnya dan lalu menyerang, merampok dan membunuh dan akhirnya mendirikan suatu kerajaan yang seluruhnya semata-mata dibiayai oleh harta rampokan. Ayat2 di atas adalah perkataan2 kepala perampok dan bukan utusan Tuhan, kecuali kalau tuhan itu Setan.

Para pengikut Muhammad tidak cukup cerdas untuk mempertanyakan moralitas dari tindakan pembunuhan orang2 tak berdosa dan merampok harta bendanya. Atau mungkin juga mereka terlalu puas dengan jarahan perang yang mereka dapat sehingga tidak merasa perlu lagi memikirkan moralitasnya. Tapi pertanyaan ini tentunya muncul dalam pikiran mereka yang punya susila. Mereka pasti telah bertanya bagaimana mungkin seseorang yang mengaku utusan Tuhan dapat dengan sah merampas barang milik orang lain. Bagi orang2 seperti ini, Muhammad punya jawaban yang sering digunakannya: itu adalah kehendak Tuhan.

Jabir b. 'Abdullah al-Ansari melaporkan: Sang Nabi (SAW) berkata: Aku telah dianugerahi lima hal yang tidak diberikan pada siapapun sebelumnya (yakni): Setiap nabi dikirim khusus bagi masyarakatnya, sedangkan aku dikirim bagi semua yang merah dan yang hitam jarahan perang telah dibuat sah bagiku dan ini belum pernah disahkan sebelumnya bagi siapapun sebelum aku, dan bumi telah dijadikan suci dan murni dan mesjid bagiku, jadi kapanpun waktu sembahyang tiba bagi siapapun dari antaramu maka dia harus sembahyang di mana pun dia berada, dan aku telah dibantu oleh khidmat (yang membuat para musuh kewalahan) dari jarak (yang dibutuhkan seorang) sebulan untuk ditempuh dan aku telah dikaruniai perantaraan. Sahih Muslim 4:1058

Dibantu oleh khidmat berarti oleh teror! Di hadis yang lain dia berkata: “Aku telah dimenangkan oleh teror (yang dimasukkan ke dalam hati para musuh), Bukhari 4:52:220

Pernyataan bahwa dia menang karena khidmat dan teror juga ditulis di Bukhari 1:7: 331.

Hadis Sahih Bukhari 4:53:370
Dikisahkan oleh Abu Qatada:
Kami berangkat bersama rombongan Rasul Allah di hari (perang) Hunain. Ketika kami bertemu musuh, kaum Muslim mundur dan aku melihat seorang pagan (penyembah berhala) meloncat menyergap seorang Muslim. Aku membalik dan mendekatinya dari belakang dan menebas bahunya dengan pedang. Dia (orang pagan itu) mendekatiku dan menyergapku begitu kuat sehingga aku merasa disergap kematian, tapi dia lalu mati dan melepaskanku. Aku mengikuti 'Umar bin Al Khattab dan bertanya (padanya), “Mengapa orang2 melarikan diri?” Dia menjawab,”Ini adalah kehendak Allah,” Setelah orang2 kembali, sang Rasul duduk dan berkata,”Barang siapa yang telah membunuh seorang musuh dan dapat membuktikannya, dia akan dapat barang rampasannya (barang milik orang pagan yang dibunuh).” Aku berdiri dan berkata,”Siapa yang akan jadi saksiku?” dan lalu duduk.

Sang Nabi berkata lagi,”Barang siapa yang telah membunuh seorang musuh dan dapat membuktikannya, dia akan dapat barang rampasannya.” Aku berdiri (lagi) dan berkata,”Siapa yang akan jadi saksiku?” dan lalu duduk. Lalu sang Nabi mengatakan hal yang sama untuk ketiga kalinya. Aku bangkit lagi dan Rasul Allah berkata,” O Abu Qatada! Apakah kisahmu?” Lalu aku menceritakan semua kisahku padanya. Seorang berdiri dan berkata,” O Rasul Allah! Dia mengatakan yang sebenarnya, dan barang orang yang dibunuhnya ada padaku. Jadi mohon bayarlah dia atas namaku.” Mendengar itu Abu Bakr As-Siddiq berkata,”Tidak, demi Allah, dia (Rasul Allah) tidak akan setuju untuk memberimu barang rampasan yang didapat oleh satu dari singa2 Allah yang bertempur demi Allah dan RasulNya.” Sang Nabi berkata,”Abu Bakr mengatakan yang benar.” Lalu Rasul Allah memberikan barang rampasan padaku. Aku jual peralatan perang (barang rampasan) dan uangnya kupakai membeli sebuah taman di Bani Salima, dan ini adalah milikku yang pertama, yang kuperoleh setelah aku memeluk Islam.


Begitulah caranya Islam berkembang. Dengan membunuh, merampok dan menjarah. Apakah bedanya antara pertemuan di atas yang dipimpin Muhammad dengan segerombolan pencuri berkumpul untuk membagi-bagi barang jarahan mereka? Dalam hal apa Muhammad lebih hebat daripada seorang kepala perampok? Dalam hal apa dia lebih unggul daripada kepala gangster mafia? Marilah kita pikirkan dulu. Marilah kita gunakan otak yang Tuhan karuniakan bagi kita. Apakah ini orang yang ingin kau ikuti? Dapatkah Tuhan membuat keputusan yang salah untuk memilih orang serendah Muhammad untuk jadi utusanNya? Dapatkah orang dengan moral dan nilai2 etika yang sedemikian rendah menjadi pedoman kemanusiaan? Dapatkah seorang pencuri mengajari kita kejujuran? Dapatkah seorang pembunuh menasehati kita tentang martabat dan kesucian hidup? Dapatkah seorang penindas wanita melindungi hak2 kaum wanita?

Tidak heran jika dunia Islam kacau balau. Tidak heran mengapa semua negara2 Islam terbelakang, tak berbudaya, tak produktif dan miskin (minyak bukanlah kekayaan hasil kerja keras Muslim).

Lihat bantahan Muslim atas tuduhan ini di DEBAT: Penjarahan atau Tidak ?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

A SINA : perampokan/penjarahan atau bela diri ?

Postby Adadeh » Sat Nov 26, 2005 9:34 am

Debat ttg perampokan penjarahan (Looting)

Saya melemparkan sejumlah tuduhan terhadap Muhamad dan menantang setiap Muslim utk membuktikan saya salah.
Ini tantangan saya :

Buktikan forum ini SALAH dan dapatkan US$50.000
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... .php?t=333

Bassam Zawadi di answering-christianity.com membantah tuduhan2 saya. Saya akan menanggapi semua bantahannya, satu per satu dan akan menunjukkan bahwa, selain ia tidak dapat membantah, ia malah membenarkan tuduhan saya. Dalam bagian ini saya menanggapi bantahannya bahwa Muhamad seorang penjarah/perampok.

Ini tuduhan saya bahwa Muhamad seorang perampok.
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/looting.htm
(Lihat terjemahan diatas)

Bassam Zawadi bukannya membantah tuduhan saya tetapi mengumpulkan beberapa pendapat berbagai Muslim apologis yg menulis ttg topik Perampokan ini utk membuktkan bahwa Islam melarang Perampokan. Namun, seperti anda akan lihat, para pakar ini tidak hanya mengaku bahwa Islam meridhoi perampokan, mereka juga membelanya. Saya akan mengutip tanggapan Zawadi per paragraf dan menjawabnya. Kau juga dapat membaca tanggapannya ini dari situsnya :

http://www.answering-christianity.com/b ... isina7.htm

Zawadi menulis:
Kalau tentara turun perang, satu pihak kalah dan satunya lagi menang. Ini jelas. Pihak kalah tidak hanya kalah perang tetapi juga kehilangan harta milik mereka. Rumah, persenjataan, makanan, kekayaan dsb dsb.

Sekarang saya akan tunjukkan apa yang dilakukan Muslim dgn hasil perang. Mereka tidak merampok, menjarah, seperti dikatakan Ali Sina.
Muslim mengambilnya secara sah (karena diambil sbg hasil perang) dan menggunakannya secara sah. Saya akan menyampaikan perspektif dan peraturan Islam ttg hal ini.


Jika Zawadi tidak menyebut nama saya di situsnya itu, saya akan menyangkanya jihadi yang turut serta dgn pasukan Umar 1400 thn lalu dan bukan seseorang yg hidup di abad 21 ini. Di jaman sekarang ini, saat dua pasukan berperang, pemenang tidak boleh merampas rumah2 pihak yang kalah.

Dalam Konvensi Internasional th 1949 di Jenewa, korban perang harus mendapatkan perlindunganj. Konvensi ini melarang kekerasan terhadap nyawa/badan, termasuk penyanderaan terhdp pihak kalah dan pembunuhan dgn cara mutilasi dan bentuk2 siksaan lainnya. Dikatakan bahwa korban luka2 dan sakit harus dipisahkan dan dirawat. Mereka yang melanggar ketentuan ini akan dituduh sbg penjahat perang dan harus dibawa ke pengadilan.

Jadi menurut Konvensi ini; Muhamad adalah penjahat perang. Ia menyandera tawanan perang dan menuntut pembayaran dan mengancam akan membunuh mereka. Ia memotong2i tubuh mereka, menyiksa dan membunuh tawanan perang. Kenyataannya, kata "perang" sebenarnya salah kaparah. "Perang2" Muhamad faktanya adalah qazwah (serangan ofensif). Korban2nya tidak mendapat peringatan. Sering tidak ada permusuhan antara keduanya. Mereka tidak menyangka dan tidak siap menghadapi serangan Muslim. Mereka dirampok dan sbg orang2 tidak bersenjata (unarmed civilians) dan bukan tentara dalam medan perang(combatants) mereka tetap dibunuh.

Muslim akan mengatakan Konvensi Jenewa ditandatangani abad terakhir ini. Bgm Muhamad bisa dianggap bersalah melanggar UU yang belum ada pada jamannya ? Jawabannya adalah walaupun UU ini baru ditulis, mereka didasarkan pada etika abadi. Mengurusi tahanan perang secara manusiawi tidak ada urusan dengan UU. Ini urusan kesadaran dan keadilan (conscience and fairness). Dapatkan kita katakan bahwa Genghis Khan ataupun Hitler tidak bersalah karena pada saat mereka melakukan pembunuhan dan kekejaman masal mereka, Konvensi Jenewa belum eksis? UU memang bisa baru tetapi moralitas eksis sejak penciptaan manusia.

Pertanyaannya adalah apakah Muhamad benar secara etika ? Jelas tidak !
Apakah Muhamad senang diperlakukan dgn cara sama ia memperlakukan orang lain? Jelas tidak! Saat sekelompok Bedouin mencuri beberapa dari "onta curiannya" dan membunuh sang gembala, Muhamad menemukan mereka, memotong kemaluan mereka dan membiarkan mereka dijemur matahari sampai mati dgn sengsara dan pelan2. Jika pencurian barang (onta) begitu parah sampai diganjar dgn pembunuhan, mengapa pula Muhamad ikut2an mencuri, menyerang orang tidak bersenjata, membunuh mereka dan merampas harta mereka ?

Ternyata orang pemuja berhala tidak separah Muslim. Mereka lebih beradab dan berperikemanusiaan.

Saat Nadr ibn Harith--sepupu Muhamad yang suka mengoloknya--ditangkap dalam Pertempuran Badr, Musab--anak buah Muhamad-- mengikat tangan Nadr dan membawanya kehadapan Muhamad. Musab mengingatkan nabi bahwa Nadr menolak Islam dan menghina Muhamad. “Ah” kata Nadr, “pun jika kaum Quraish menjadikan anda tawanan, mereka tidak akan pernah meghukum mati anda !”
“Sekalipun begitu”, jawab Musab, “Saya tidak seperti anda; Islam menghapuskan segala hubungan (Islam has rent all bonds asunder)”.
“Idrab anqihu !! ” (pancung lehernya !!) teriak Muhamad dengan nafsu darah di matanya setelah melihat Nadr yang naas itu. Dan kepalanyapun mental... tubuhnya dilemparkan kedalam sumur dgn korban2 lainnya.

Tawanan lain dalan pertempuran itu adalah Oqba. Ketika ia dibawa utk eksekusi, ia bertanya mengapa ia harus diperlakukan lebih kejam dari tawanan lain. "Karena permusuhan anda terhadap Allah dan RasulNya," jawab Muhamad. "Dan bgm dgn anak gadis saya ?? (And my little girl!)"
teriak Oqba, "siapa yang akan mengurusnya ? " - "API NERAKA!"
kata penjajah biadab itu; dan seketika itu pula korbannya dibanting ke tanah dan darah mengalir dari tenggorokannya. Lalu Muhamad MEMUJI ALLAH “SAYA BERSYUKUR KPD ALLAH YANG MEMBUNUHMU, DAN DGN DEMIKIAN MEMBUAT NYAMAN MATA SAYA." [Waqidi, p108]

Ini jelas kelakuan seorang psychopath narsistik. Ia tidak rela memaafkan mereka yang menghinanya dan melukai ego raksasanya.

Alasan mengapa non-Muslim kalah adalah karena mereka terlalu manusiawi dan tidak mau memakai kekerasan terhadap Muslim. Mereka percaya kepada kemerdekaan beragama dan “multi-kulturalisme”. Mereka tidak menyangka Islam begitu biadabnya dan akibat kelengahan ini, mereka kalah. Inilah kelemahan non-muslim sekarang. Jika Muslim tidak dihentikan, Muslim akan menang dan non-Muslim akan dibantai dgn kebiadaban mirip yg terjadi di Nadr dan Oqba, atau korban2 Islam yang dibantai akhir2 ini seperti Daniel Pearls dan Margaret Hasan.

Nah, katakanlah kita percaya kebohongan Muslim bahwa orang2 jaman dulu memang tidak beradab. Tetapi apakah itu cukup alasan utk merampok, membunuh, memperkosa orang dgn membabi buta ? Apakah Muhamad datang untuk menunjukkan jalan benar bagi manusia ataukah ia korban tradisi jelek jamannya ? Bukankah ia menyebut orang2 jamannya jahilyah ? Kalau gitu mengapa ia mengikuti contoh mereka ?

Orang yang mengajarkan pengikutnya utk membersihkan bagian bawah tubuh sehabis buang air dengan jumlah batu tertentu tidak tahu bahwa perampasan dan pencurian adalah pekerjaan setan ? Ia tidak tahu bahwa ia tidak boleh memberi contoh buruk ? Dan kita harus percaya bahwa ia nabi ?

Logika Muslim memang berputar2. Mereka menganggap Muhamad mengantar jahiliyah ke jalan yang benar. Tapi ketika ditunjukkan kejahatan2 yang dilakukan Muhamad, mereka mengatakan bahwa dia adalah orang jamannya dan melakukan tradisi orang2 pada jaman itu. Kita tidak bicara tentang tradisi berpakaian atau tradisi membersihkan be'ol (maaf). Yang kita bicarakan adalah perampokan, pemerkosaan, penjarahan dan pembunuhan terhadap orang2 tak berdosa.

Jangan biarkan kata2 menipu kita. “Jalan yang benar” bagi orang2 Muslim mempunyai arti yang sangat berbeda. Bagi mereka istilah ini berarti mengikuti perintah Muhammad dan berkelakuan seperti dia. Ini bukan jalan benar dan kelakukan benar yang umumnya kita kenal. Malah sebenarnya kebanyakan “jalan2 benar” dalam Islam sangatlah jahat – seperti membunuh non-Muslim dan merampok harta bendanya. Dalam Islam, inilah jalan2 yang benar karena Muhammad melakukannya dan meminta pengikutnya menirunya.

Meskipun pernyataan bahwa orang2 berhala lebih jahat daripada orang Muslim adalah dusta belaka, ini pun tidak bisa mensahkan kejahatan2 Muhamad. Orang ini mengaku sebagai nabi Tuhan, “contoh terbaik untuk ditiru”, “orang yang terhormat” dan “ciptaan terbaik.” RAHMATAN LIL'ALAMIN, singkatnya.

Dalam Hadis Qudsi ia memakai Allah-nya untuk berkata padanya: “Jika tidak karenamu, aku tidak akan membuat jagad raya.” Bayangkan betapa sintingnya! Dan orang 'sehebat' itu bertingkah seperti penjahat murahan? Jika orang lain berlaku seperti Muhamad, kau pasti akan menuduhnya kriminil? Lalu kenapa seorang utusan Tuhan, orang yang berpikir jagad raya diciptakan bagi dia, bertingkah laku seperti kriminil?

Mari kita selidiki pikiran sinting narsisis psikopat dan lihat apa lagi yang dia katakan tentang dirinya:

”Yang pertama-tama diciptakan Allah Yang Maha Agung adalah jiwaku.”

”Yang pertama dari segalanya, Tuhan menciptakan pikiranku.”

“ Aku dari Allah, dan orang2 percaya adalah dari padaku.”

Tapi orang ini, dengan angan2 megalomaniaknya yang begitu muluk, sebenarnya hanyalah seorang kriminal. Hey orang2!! Di mana otakmu? Seberapa banyak lagi kau harus mengibuli dirimu sendiri dan kenapa?

Pak Zawadi sekarang mulai mengutip dari situs Islam lain:
Diambil dari http://www.jamaat.org/islam/HumanRightsEnemies.html

5. Tidak diperkenankan merampok dan merusak cdi daerah musuh

Orang2 Muslim telah diperintahkan oleh sang Nabi untuk tidak menjarah atau merampok atau menghancurkan rumah2 tempat tinggal, atau merusak harta2 orang2 yang tidak berperang. Ini dikisahkan di Hadis: Sang Nabi melarang orang2 Muslim untuk menjarah dan merampok” (Bukhari, AbuDawood). Perintahnya adalah: “Barang jarahan tidaklah lebih baik daripada bangkai binatang” (AbuDawood). AbuBakr Siddeeq biasa mengatakan pada para prajurit sebelum maju perang: “Jangan hancurkan desa2 dan kota2, jangan rusak ladang2 pertanian dan taman2, dan jangan membantai ternak.”

Dan Muslim tahu, jika sebuah Hadis bertentangan dengan Qur’an, maka Qur’an lah yang lebih sah dan Hadisnya salah. Muhamad memperkaya dirinya lewat penjarahan.


Dan ketahuilah dari semua barang jarahan yang kau dapat (dalam perang), seperlima bagian adalah untuk Allah, dan RasulNya, Q8:41
"Allah dan RasulNya"? Apa yang akan dilakukan Allah dengan barang jarahan itu?

Apakah alasan menyerang Khaibar? Apakah orang2 Khaibar itu ancaman bagi Muslimin ? Di tahun keenam Hijrah, Muhamad menjanjikan kemenangan atas Mekan pada pengikutnya yang gampang dikibuli itu. Tapi ketika Muhammad melihat bahwa dia hanya punya 1.500 tentara dan tentunya akan kalah berperang melawan orang Mekah, dia lalu menandatangani perjanjian dengan orang2 Mekah. Para pengikut Muhammad sangat merasa terhina dgn perjanjian ini. Untuk mengangkat semangat pengikutnya, Muhammad lalu memimpin mereka ke Khaibar dan mereka tiba di waktu subuh ketika orang2 baru saja ke luar rumah untuk berladang dan pergi kerja.

Dia berkata Q48:18-20:
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya);
Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana;
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mu'min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.


Apakah salah orang2 Khaibar terhadap orang2 Muslim? Tidak ada! Mereka sedang menjalani hidup mereka sendiri. Alasan Muhammad menyerang mereka, menghancurkan kota2 mereka dan merampoki mereka adalah karena mereka kaya raya.

Muhammad ingin memuaskan para pengikutnya yang lapar dengan kemenangan mudah dan barang2 jarahan. Mereka lapar karena Muhammad telah membuat kota mereka miskin dengan membunuh dan mengasingkan semua orang Yahudi yang merupakan tenaga2 kerja ahli, petani2 dan para pedagang yang dulu biasa memperkerjakan orang2 Arab tersebut. Dengan lenyapnya dan terbunuhnya orang Yahudi, para pengikut Muhammad jadi tergantung sepenuhnya dari perampokan untuk menafkahi hidupnya.

Ada sebuah sura yang bernama Anfal (jarahan perang). Sura ini dimulai dengan perkataan “rampasan seperti itu pemberian Allah dan RasulNya”. Tentu saja Tuhan tidak butuh barang2 milik ciptaanNya. Sudah jelas yang untung dari barang jarahan ini adalah Muhammad sendiri. Dan hanya kriminal yg tak tahu malu yg berani memakai Tuhan sebagai pembantunya untuk mensahkan perbuatan jahatnya. Hanya orang **** yang masih tetap percaya bahwa orang palsu ini adalah utusan Tuhan.

Lupakan semua bukti yang telah diberikan sejauh ini. Ayat ini saja sudah cukup untuk melihat bahwa orang ini pembohong. Pencipta jagad raya tidak butuh barang2 milik manusia. Jika Dia ingin menghancurkan atau menghina mereka, andaikata dia sesadis Muhammad, maka Dia tidak butuh segerombolan perampok dan gangster untuk melakukan pekerjaanNya yang kotor.

Apakah arti “rampasan perang” (spoils of war)? Bukankah ini berarti merampas?

Jarahan perang (booty of war) dari medan perang pun berbeda artinya. Jarahan terdiri dari barang2, perlengkapan dan peralatan yang diambil dari pusat2 pertahanan militer dari para tentara yang berperang dan mungkin ini lebih tampak sah untuk diambil.

Muslim apologis ini menginginkan kita untuk percaya bahwa yang Muhammad ambil saat merampok hanyalah peralatan militer belaka. Ini sungguh kebohongan yang memalukan. Muhammad mengambil gerombolan unta2, ternak, peralatan sehari-hari, tanah pertanian dan rumah2 para korban. Dia bahkan juga mengambil banyak sandera atau menggunakan mereka sebagai budak.

Di tahun ke delapan Hijrah, setelah orang2 Mekah menyerah, Muhammad menyerang suku besar Hawazin yang hidup di lembah Hunain. Dia menangkap kaum wanita dan anak dan semua harta-benda mereka setelah kaum prianya melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Ibn Ishaq menulis:

Lalu seorang utusan Hawazin datang padanya di al-Ji’rana di mana dia menahan 6.000 wanita dan anak2, dan domba2 dan unta2 yang tak terhitung banyaknya.

Untuk melembutkan hatinya, utusan ini yang datang bersama Shima, saudara perempuan angkat Muhammad, mengingatkan dia bahwa dia dulu tumbuh besar diantara mereka selama lima tahun pertama hidupnya dan bagaimana dulu mereka mengurusnya dan sekarang seharusnya dia tidak membalas jasa mereka dengan cara menyerang dan menahan para wanita dan anak2 mereka. Salah seorang dari mereka berkata:

Kasihanilah kami, rasul Allah, dengan murah hati, sebab kaulah kami berharap dan memohon belas kasihan. Kasihanilah orang2 yang nasibnya telah disengsarakan, keadaan diri mereka hancur oleh penderitaan.

Muhammad memerintahkan mereka untuk menerima Islam dan memberi mereka dua pilihan:

”Yang mana yang paling kau sayangi? Anak2mu dan istri2mu atau ternakmu?’ Mereka menjawab,’Kamu beri kami pilihan antara ternak kami dan kehormatan kami? Tidak, serahkan kembali istri2 dan anak2 kami, karena itulah yang paling kami kasihi.’

Sungguh dia binatang yang menjijikan!

Muhammad meninggalkan Hawazin dan membagi-bagikan seluruh harta benda rampasan yang besar diantara para pemuka Mekah untuk “membuat Islam terasa lebih manis dalam mulut2 mereka.”

Islam apologis ini menulis seakan dia tahu benar akan Islam. Jadi waktu dia berkata bahwa barang jarahan hanyalah perlengkapan militer belaka, dia sebenarnya melakukan taqiyyah atau seni tipu ilahi gaya Islam. Dia semata-mata berbohong demi kepentingan Allah. Dia akan bertemu Allah dan utusannya di neraka.

______________________________________
http://www.faithfreedom.org/debates/looting51122p3.htm
Diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Prophet_Muhammad

Perang

Hubungan antara Mekah dan Medina dengan cepat memburuk (lihat surat al-Baqara). Orang2 Mekah mengambil semua harta benda yang ditinggalkan kaum Muslim di Mekah. Di Medina, Muhammad menandatangani perjanjian sekutu dan saling tolong dengan suku2 di sekitarnya.

Muhammad lalu menyerang kafilah2 yang menuju Mekah. Penyerangan kafilah adalah tradisi lama Arab; kemudian para apologis Muslim mensahkan penyerangan2 ini karena adanya perang diantara orang2 Mekah dan Muslim.


"Penyerangan kafilah adalah tradisi lama Arab?” Sungguh suatu alasan yang dibuat-buat! Aku telah mendiskusikan penyimpangan moral relatif ini. Bahkan jikalau menyerang kafilah merupakan “tradisi” Arab, dan ini sebenarnya adalah pernyataan konyol, apakah seorang yang mengaku sebagai nabi Tuhan dan “ciptaan terbaik” diperbolehkan untuk meniru tradisi jahat ini? Orang Muslim ini membahas penjarahan seakan seperti festival rakyat. “Tradisi!?” … Sungguh suatu cara yang licik untuk menjelaskan suatu tindakan kejahatan! Jika mencuri merupakan suatu “tradisi”, mengapa Muhammad sedemikian marah jika orang lain mencuri barangnya? Mengapa dia melarang para pengikutnya untuk mencuri barang jarahan? Menjarah barang non-Muslim diperbolehkan, tapi mencuri barang jarahan itu dihukum api neraka? Ini adalah cara pemikiran moral relatif yang khas dari Muhammad dan dengan sendirinya begitu pula cara pemikiran para pengikutnya.

Ilmuwan2 sekuler akan menambah bahwa ini adalah usaha untuk hidup bagi para Muslim. Mereka tidak punya tanah di Medina dan jika mereka tidak merampok, mereka harus hidup mengemis dan melakukan pekerjaan kasar apapun yang dapat mereka temukan.

Siapakah “ilmuwan2 sekuler” ini? Apakah dia ini ngomong tentang orang2 idiot seperti Noam Chomsky, Karen Armstrong dan John Esposito?

Sungguh alasan belaka! Karena orang2 Muslim tidak punya tanah, mereka harus melakukan pembersihan ras Yahudi dan merampas tanah mereka. Ah, sungguh suatu jawaban yang logis dan memuaskan! Bagaimana mungkin tadinya aku tidak melihat logika ini?

Bagaimana dengan tempat2 lain? Muhammad dan gerombolannya menyerang banyak kota2 dan desa2 yang bahkan tidak dekat dengan Medina dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang2 Muslim. Satu2nya dosa mereka adalah mereka kaya dan orang2 Muslim menginginkan duit mereka.

Haruskah semua yang tak punya uang menyerang yang punya uang, membunuh dan menjarah mereka untuk dapat hidup? Atau apakah ajaran “ilahi” ini khusus bagi Muslim? Meskipun sangat mengagetkan, tapi memang beginilah cara pikir orang Muslim dan karena hal itulah mereka sekarang berada di Eropa dan dunia Barat. Mereka pikir dunia Barat milik mereka. Jika mereka mencapai impian mereka, mereka akan memperlakukan non-Muslim sama seperti Muhammad dan gerombolannya memperlakukan non-Muslim di jaman mereka. Sungguh **** kalau orang2 Barat tidak memperhatikan apa yang orang2 Muslim katakan. Yang harus kau (orang Barat) lakukan adalah mendengarkan mereka. Mereka menginginkan negara2mu dan mereka siap untuk membunuhmu karenanya. Jika bukan kau, maka anak2mulah yang haru membayar dengan nyawa mereka jika kau tidak menghiraukan apa yang mereka katakan. Jangan khawatir tentang cucu2mu karena jika kaum Muslim tidak dihentikan sekarang, kau mungkin tidak akan punya cucu.

___________________________________________

Diambil dari:
http://www.islamonline.net/surah/englis ... SurahID=18
Berbagai Hal dan Hubungannya Satu Sama Lain

Bagian ini berhubungan dengan masalah2 “Jarahan Perang”. Qur’an berkata bahwa ini bukanlah barang2 jarahan perang tapi “Hadiah dari Allah” dan membuktikan ini dengan kemenangan di Badr (dan di semua pertempuran pula) terjadi atas kehendakNya dan tidak oleh usaha kaum Muslim. Ini juga menyatakan (di v. 40) bahwa tujuan perang bagi Muslim adalah untuk menghilangkan segala keadaan yang menghalangi berdirinya Islam dan bukan untuk mendapat jarahan perang. Lagi pula, barang2 jarahan, karena merupakan hadiah dari Tuhan, adalah milik Allah dan RasulNya dan mereka sendiri yang berhak untuk membagi-baginya. Lalu setelah Muslim menerima barang jarahan, dilakuan pembagian yang sesuai. v. 41. 1 - 41

Apa kubilang? Yang perlu kau lakukan adalah mendengar orang Muslim. Yang Muslim curi dari kamu bukanlah barang jarahan perang, tapi “Hadiah dari Allah”.

Mengapa Allah ini tidak memberikan hadiah2nya pada para pembantunya melalui sains, industri, teknologi dan kemajuan? Mengapa hadiah ini harus selalu datang pada mereka dalam bentuk harta benda non-Muslim? Pertanyaan ini bahkan tidak pernah muncul dalam benak Muslim. Kenapa? Karena mereka tidak punya hati nurani. Mereka yang punya tidak lagi mau memanggil diri mereka sendiri dengan nama yang memalukan ini.
_____________________________________________

Diambil dari:
http://www.irfi.org/articles/articles_2 ... y_in_islam .htm
Departemen Dana Masyarakat

Penghasilan Negara adalah hal yang paling penting untuk mengadakan keamanan sosial bagi suatu negara. Di jaman Kalifah of ‘Umar ibn al-Khattab, uang penghasilan departemen keuangan meningkat berkat kebijaksanaan administrasinya yang bijaksana dan tegas. Zakah (setoran wajib bagi Muslim sebanya 2 ½% dari penghasilan), ‘ushr (pajak tanah pertanian), Sadaqah (memberi untuk menyenangkan Allah), jizyah (pajak keamanan yang harus dibayar non-Muslim) dan khums (20% dari barang jarahan perang) adalah setoran keuangan yang digunakan untuk Muslim secara umum. Contohnya, setelah pertempuran2 Yarmouk dan Qãdisiyyah, kaum Muslim mendapat banyak sekali jarahan. Dana keuangan di Madinah al-Munawwarah jadi penuh sekali.

Tujuan sistem keamanan sosial Islam adalah untuk memenuhi segala keperluan manusia. Kebutuhan ini dapat digolongkan ke dalam dua kelompok: (1) Kebutuhan utama, yakni makanan, baju, rumah, dan kesehatan, dan (2) kebutuhan sekunder yakni pendidikan, pernikahan, pensiun dan pelayanan sosial.

Kalifah 'Umar ibn al-Khattab menggunakan dana keamanan sosial:

- untuk menyediakan makanan di masa kekeringan atau kelaparan bagi orang2 tergantung dari besar keluarga mereka
- untuk kaum papa dan cacat
- untuk menyediakan pendidikan bagi anak2
- untuk membiayai perkawinan bagi kaum miskin yang belum menikah atau orang2 yang membutuhkan
- untuk menyediakan uang pensiun bagi orang2 berumur
- untuk memberi pinjaman dana bagi kegiatan ekonomi
- untuk memberi pinjaman bebas bunga
- untuk membayar pinjaman uang bagi orang2 yang wajib membayar
- sebagai insuransi sosial untuk membayar uang darah bagi yang tidak sengaja melakukan pembunuhan
- untuk membayar tunjangan keuangan bagi para janda, wanita2 yang menikah dan tidak menikah, anak2 muda dan para imigran

Site ini mengatakan “Di jaman Kalifah of ‘Umar ibn al-Khattab, uang penghasilan departemen keuangan meningkat berkat kebijaksanaan administrasinya yang bijaksana dan tegas.”

Bagaimana dana itu meningkat? Apakah Umar menganjurkan pertanian, kesenian, industri, perdagangan? Dari manakah datangnya kekayaan ini? Tentu saja dari merampok. Penulis itu cukup jujur untuk mengakui: “setelah pertempuran2 Yarmouk dan Qãdisiyyah, kaum Muslim mendapat banyak sekali jarahan. Dana keuangan di Madinah al-Munawwarah jadi penuh sekali.” dan mengakui bahwa kekayaan datang dari jizyah (pajak keamanan yang dipungut dari non-Muslim) dan khums (20% jarahan perang).

Selama perampokan terus berlangsung, orang2 Muslim makmur tapi begitu mereka kalah perang dan penaklukan daerah baru berhenti, maka berakhir pula yang dinamakan sebagai “Jaman Keemasan” (Islam).

Jasa keamanan apakah yang disediakan orang2 Muslim bagi non-Muslim? Jasa keamanan yang sama dengan yang dilakukan para gangster dan Mafia untuk menjalankan bisnis mereka di Chicago tahun 1930-an. Jizya adalah uang pemerasan. Non-Muslim harus kerja dan menyokong para Muslim atau menghadapi kematian. Lihat Hadis ini:

Menurut perkataan sang Nabi (SAW): Allah telah meletakkan kebenaran pada lidah dan hati Umar. Dia membenahi pembiayaan bagi orang2 Muslim, dan menyediakan perlindungan bagi orang2 dari agama lain dengan menarik Jizya (pajak) dari mereka, tanpa pemotongan seperlima bagian atau mengambilnya sebagai jarahan. [ Sunan Abu Dawud 19.2955]

Orang2 Barat harus tahu bahwa uang bantuan sosial yang diberikan pada Muslim bagi Muslim adalah Jizya yang seharusnya kau (orang2 Barat) bayar. Mereka sama sekali tidak merasa bersyukur dan mereka tidak punya hasrat untuk cari kerja dan berhenti menerima Jizya ini yang sepenuhnya jadi hak mereka. Akan tetapi jumlahnya tidak cukup. Mereka harus menerima sebagian besar uang yang kau dapatkan. Rumah2 mereka harus lebih besar dan bagus dari punyamu. Selama ini tidak tercapai, mereka terus merasa tertekan dan akan melawanmu sampai tekanan ini berakhir.
_____________________________________________

http://www.faithfreedom.org/debates/looting51122p4.htm
Diambil dari
http://islamic-world.net/economics/publ ... istory.htm
Kasus keenam adalah menyewa sejumlah uang dari seorang Muslim untuk membiayai peperangan.

“Ismail anak Ibrahim anak Abdullah, anak dari Abu Rabi'ah al-Makhzumi telah melaporkan padaku dari ayahnya yang menceritakan tentang kakeknya bahwa ketika sang Nabi (SAW) hendak menyerang Hunayn dia (Muhammad) meminjam uang tiga puluh atau empat puluh ribu dari dia. Muhammad mengembalikan uang itu ketika kembali. Lalu Nabi berkata padaku:’Semoga Allah memberkati kamu dengan kemakmuran dalam keluarga dan barang millikmu. Upah yang layak untuk meminjamkan (uang) adalah pembayaran kembali dan terima kasih’. Di versi lain yang ditulis oleh Nasa’i, jumlah pinjaman adalah persis empat puluh ribu. Hal yang sama dikisahkan oleh Ahmad ibn Hanbal di Musnadnya. Tentang sumber uang untuk membayar utang, kedua versi Hadis mengatakan uang yang nantinya dikumpulkan pada sang Nabi. Pertempuran Hunayn terjadi di tahun ke delapan Hijrah seketika setelah Mekah dikalahkan. Ini adalah masa2 yang makmur, banyak uang. Uang yang dikumpulkan yang diceritakan di Hadis itu mungkin diambil dari jarahan perang sesuai dengan kemenangan perang Hunayn. Hadis di atas adalah contoh jelas meminjam uang untuk kepentingan pertahanan. Juga jelas bahwa uang yang dibayarkan sesuai dengan uang yang dipinjam dan tidak ada uang lebih yang diperhitungkan.
Site ini menjelaskan bagaimana Muhammad meminjam uang untuk mempersiapkan tentaranya dan membayar utang setelah menjarah korbannya. Ini memperkuat pernyataan bahwa Muhammad mendapatkan kekayaannya dari merampok. Saya heran mengapa Pak Zawadi menggunakan bagian ini yang menegaskan tuduhanku bahwa Muhammad adalah seorang perampok. Apakah dia sekarang mau berpihak padaku? Kukira tadinya dia akan menentangku.
_____________________________________

Diambil dari http://www.islamonline.net/english/intr ... s/article0 3.shtml

Kala sang Nabi (SAW) datang ke Medina, dia menganjurkan pengikutnya yang lebih kaya untuk membantu keuangan pengikut lain yang miskin. Lalu, setelah jarahan perang dirampas oleh para Muslim, Muhammad membagi-bagi kekayaan tergantung dari keadaan ekonomi masing2 – kaum Muslim miskin akan menerima porsi yang lebih besar. Dengan begini, dia mengurangi jurang perbedaan yang miskin dan kaya.

Sekali lagi, hal ini membenarkan tuduhanku. Muhammad merampok orang2 tak bersalah dan membagi-bagikan barang jarahan diantara pengikut2nya. Bukankah ini yang biasa dilakukan oleh godfather pada para gangsternya?

Ini kata2 Zawadi sendiri:
Kesimpulan

Orang2 Muslim tidak berperang dan mengambil jarahan perang bagi kepentingan diri mereka sendiri. Mereka menggunakan itu untuk menolong orang yang membutuhkan dan yang miskin dan untuk mendirikan sistem (Islam). Mereka melakukan ini saat perang. Mereka tidak menyerang pihak lain dengan sengaja untuk menjarah kota2 dan desa2 dan merampas harta bendanya. Ini hanya terjadi di masa perang. Karena itu jelas mereka akan mengambilnya (jarahan perang). Mereka tentunya tidak akan membiarkan barang2 itu tergeletak begitu saja. Jadi yang mereka lakukan sah saja. Kenyataannya, tidak ada tentara di dunia yang menikmati jarahan perang sebijaksana dan seindah cara2 yang dilakukan tentara2 Muslim.


Kau juga bisa baca http://www.studying-islam.org/articletext.aspx?id=679

Meskipun dengan begitu banyaknya bukti yang Pak Zawadi sendiri tunjukkan bahwa para Muslim menjarah harta non-Muslim dan Muhammad membagi-bagikan barang jarahan diantaranya pengikutnya, dia masih saja tanpa rasa malu mengatakan “Orang2 Muslim tidak berperang dan mengambil jarahan perang bagi kepentingan diri mereka sendiri.”

Pemikiran yang tidak masuk akal ini sungguh membuat terperangah orang manapun yang bisa berpikir logis. Aku tahu bagaimana jalan pikiran Muslim bekerja. Orang2 Muslim secara tulus tidak bisa melihat bahwa jalan pikirannya jahat. Selama bertahun-tahun aku mendengar pemikiran2 yang tidak masuk akal ini dan tidak sekalipun aku mengira pemikiran ini jahat. Hati nuraniku kebas (mati rasa). Hati nurani orang Muslim kebas. Mereka benar2 tidak sanggup berpikir secara rasional atau tidak punya perasaan2 belas kasihan manusiawi. Mereka telah kehilangan kemanusiaannya. Tidak ada yang dapat kita katakan untuk mengembalikan rasa kemanusiaan mereka itu. Tidak ada yang dapat membuat mereka menimbang secara rasional. Ini terjadi pada diriku dan juga terjadi pada banyak orang lain tapi ini sungguh amat susah. Orang2 Muslim bagaikan dirasuki roh jahat yang membuat otaknya lumpuh. Kau tahu apa yang akan mereka tulis setelah membaca ini? “Iman Islamku bertambah”. Sedemikian parahnyalah jiwa2 mereka yang sesat, tanpa kemampuan berpikir.

Pak Zawadi menulis:
Mereka tidak menyerang pihak lain dengan sengaja untuk menjarah kota2 dan desa2 dan merampas harta bendanya. Ini hanya terjadi di masa perang.”

Tidak, tentu saja tidak sengaja. Orang2 Muslim tertiup angin ke kota2 para korban mereka dan secara tak sengaja pedang2 mereka membunuh kaum pria di kota itu. Karena itulah orang2 Muslim yang tak berdosa ini tidak punya pilihan selain membersihkan kota itu dan membawa para istri dan anak korban mereka sebagai budak2. Semuanya ini kan adalah “Hadiah Allah”. Bagaimana mungkin mereka dapat menolaknya?

Ini terjadi di masa perang”. Ini adalah logika khas yang menyesatkan yang sering sekali digunakan orang Muslim. Siapa yang mulai perang2 itu? Pertama-tama, ini bukan perang, tapi penyerangan. Muhammad menyerang kafilah2, desa2 dan kota2 tanpa tanda peringatan. Dia menyergap mereka diam2. Tentu saja kau hanya bisa menjarah setelah kau menyerang dan membunuh orang2nya. Bagaimana lagi caranya orang bisa menjarah? Apakah orang2 akan memberimu uang mereka jika kau tidak menyerangnya, dan tidak “memasukkan rasa teror dalam hati mereka”, seperti yang seringkali Muhammad bualkan? Ini berarti bahwa berdasarkan kenyataan Muhammad menyerang dan membunuh orang2 sipil tak bersenjata, dia berhak memperkosa istri2 dan anak2 perempuan mereka dan mencuri harta bendanya. Logika ini tidak dapat diterima oleh manusia normal. Tapi jalan pikiran orang Muslim tidak bekerja dengan cara yang sama. Mereka adalah para pengikut Setan. Celakalah kau tidak menanggapi peringatanku dengan serius. Celakalah anak2mu jika kau tidak menghentikan orang2 Muslim secepatnya. Setiap perdebatan dan silang pendapat yang diajukan para penyembah setan ini menunjukkan kerusakan pikiran mereka dan menyatakan dengan jelas hati mereka yang jahat.

Pak Zawadi mengakhiri argumennya: “Mereka tentunya tidak akan membiarkan barang2 itu tergeletak begitu saja. Jadi yang mereka lakukan sah saja.

Tentu saja! Sekalinya kau menyerang orang2 tak berdosa dan membunuh mereka, mengapa membiarkan saja harta benda mereka? Itu kan milikmu, ambillah. Itu kan “Hadiah dari Allah” sebagai upah karena telah menjadi budak Allah yang baik. Bagaimana dengan para istri dan anak2 mereka? …. Mereka juga budak2 dan pemuas nafsu seksmu. Semuanya milikmu.

Nikmatilah rampasan perang, halal dan baik. 8:69

Apa yang kita dapatkan dari debat ini? Kita belajar bahwa Islam tidak hanya sama sekali bukan merupakan suatu agama tapi malah merupakan sebuah organisasi gangster yang menafkahi dirinya dengan cara merampok. Orang Muslim tidak mampu menghasilkan apapun. Mereka harus merampok untuk bisa menghidupi diri sendiri. Muhammad mendirikan kerajaannya melalui perampokan dan dengan menyebarkan teror. Orang2 Muslim juga melakukan hal yang sama sepanjang sejarah. Kau sungguh **** jika kau pikir mereka telah berubah atau mereka akan berubah. Selama mereka memanggil diri mereka Muslim dan mengikut Muhammad, mereka akan melakukan yang dia lakukan. Mereka adalah gangster, perampok dan teroris. Kau tidak percaya padaku? Dengarkan saja apa yang mereka katakan.

Dan jangan pikir karena Muslim tidak melakukan hal itu sekarang berarti mereka tidak akan melakukannya begitu mereka berkuasa. Jika mereka tidak melakukannya sekarang itu adalah karena mereka takut akan kekuasaan yang lebih besar. Begitu rasa takut hilang, mereka dijamin akan menunjukkan sifat barbar mereka yang asli dan mengikuti Qur’an dan sunnah secara harafiah.

Simaklah terus karena kami disini akan membahas semua hal yang diajukan Islamis ini. Seperti biasa, saya janjikan hiburan dan kembang api pd setiap pertunjukan saya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Mon Dec 26, 2005 11:01 pm

http://www.faithfreedom.org/debates/looting51122.htm
Debat ttg Penjarahan (BAGIAN II)

Jangan lewatkan kesimpulan debat ini.

Mr. al Zawadi menulis:
Islam hanya mengajarkan kebaikan kepada tahanan perang. Bacalah artikel ini sbg bukti: http://www.answering-christianity.com/p ... of_war.htm.

Link diatas bukti dari Quran dan Hadis bahwa tahanan perang harus diperlakukan dgn baik. Kalau ada insiden Muhamad yg melawan Quran, maka itu harus diacuhkan. Bahkan Ali Sina setuju dgn saya. Komentarnya atas artikel ini ...


Saya tidak mengerti apa arti "kebaikan" bagi Muslim. Menjarah penduduk sipil, tiba2 membunuh orang2 tidak bersenjata, melakukan pembunuhan masal atas warga lelaki dan memperbudak wanita dan anak2, bahkan memperkosa mereka bukanlah tindakan "kebaikan". Pernyataan bahwa Islam mengajarkan kebaikan adalah suatu penghinaan. Ini spt mengatakan Nazisme mengajarkan kebaikan. Islam maju karena teror dan bukan karena kebaikan.

Perintah utk melancarkan teror di hati musuh dimandatkan Quran dlm
3.151, 8.12. Musuh berarti siapapun yg dipilih Muhammad. Bahkan orang2 yg tidak pernah memusuhi Muhammad. Ia memutuskan bahwa mereka yg tidak tunduk pada cult-nya atau mereka yang kaya adalah musuh dan harus ditundukkan. Muhammad menyombongkan diri : "SAYA DIBUAT JAYA lewat TEROR." (I have been made victorious with terror" Bukhari 4:52:220)

Ya, jika peraturan dlm Hadis berlawanan dgn Quran, maka Quran yg menjadi kata akhir. Tetapi kita tidak berbicara ttg peraturan, melainkan kelakuan Muhammad. Quran adalah koleksi pernyataan Muhammad yg 'diwahyukan' Allah dan Hadis adalah koleksi pernyataan dan kelakuan Muhammad spt dilaporkan oleh sahabat2nya. Kadang pernyataannya baik, tetapi sering tindakannya tidak sebaik kata2nya. Penjahat manapun tahu bahwa melakukan kejahatan adalah salah. Pernyataan 'baik2' tidak membuat seseorang menjadi baik. Muhamad adalah orang yg pernyataan dan kelakuan saling bertentangan.

Kalau Muhamad dlm Quran menyerukan bagi dibebaskannya budak, tetapi lalu anda membaca dlm Hadis bahwa ia sendiri menjarah, merampok dan menjual ribuan orang kedlm perbudakan, apa itu artinya ? Hadis tidak semudah itu dapat ditolak HANYA KARENA DLM QURAN MUHAMAD MENGATAKAN LAIN. Kesimpulannyha : Muhamad adalah orang yg kata2 dan tindakannya tidak selaras.


Mr. al Zawadi : “Perang Uhud bukan perampokan. Perang Khandaq bukan perampukan. Perang Badr bukan perampokan.”

Menurut Tabari, Muhammad melancarkan 60 peperangan. Kecuali Perang Uhud dan Khandaq, kesemuanya adalah ofensif dan merupakan perampokan. Perang Badr dimaksudkan sbg penyerangan terhdp karavan kaum Quraish. Abu Sufyan, sang pemimpin karavan, menghindari serangan ini dgn mengubah rutenya. Orang2 Mekah mendengar akan maksud kriminil Muhammad dan datang utk membela karavan mereka. Perang Uhud dan Khandaq adalah perang sah. Setelah bosan dgn agresi Muhammad, orang Mekah datang utk menghajarnya. Dan berbeda dgn serangan2 Muhammad yg selalu tiba2, orang Mekah mengumumkan kpd musuh mereka akan kehendak mereka, memberikan mereka banyak waktu utk bersiap2. Perang Khandaq tidak jadi dan orang Mekah kembali.

Memangnya mengapa kalau 2 dari 67 perang yg dilancarkan Muahamd bukan perampokan ? Ini tetap tidak membebaskannya dari tuduhan bandit dan gangster jalanan. Ini spt pelaku pidana yg dituduh melakukan lebih dari 3 perampokan bersenjata dan pembunuhan menyatakan diri tidak bersalah karena 2 dari 3 tindak kejahatan itu merupakan tindakan bela diri terhdp korban yg ingin membalas.


Mr. al Zawadi wrote:
"Satu2nya peristiwa dimana Muhammad menyerang musuhnya secara tiba2 adalah Banu Mustaliq.”

Kalau begitu Mr. al Zawadi harus membaca ulang Sirat tsb. Kecuali Khandaq and Uhud, semua perang Muhammad bersifat menyerang dan merusak. Serangan terhadap Mekah secara teknis juga merupakan serangan tiba2 karena seluruh penduduk kaget dibuatnya.

Abu Sufyan, melihat adanya 10,000 tentara Muhamad diambang gerbang Mekah, sadar ia tidak dapat memenangkan perang. Ia mengadakan perjanjian di tenda Muhamad diluar kota itu. Ketika Abu Sufyan bercerita kpd isterinya bahwa kota itu harus menyerah guna menghindari pertumpahan darah, isterinya mengutuknya. Penduduk Mekah kaget. Abu Sufyan kaget. Mereka sudah menandatangani perjanjian dgn Muhamad dan tidak menyangka ia akan menyerang. Muhammad tiba2 mencabik2 kota itu, menuntut agar orang menyerah atau mati.

Pembunuhan kaum Yahudi di Medinah secara teknis bukan penyerangan. Ia tidak menyerang mereka tetapi memutuskan suplai air mereka sampai mereka menyerah dan lalu ia mengusir atau membantai mereka.

Muslim, dlm koleksi Sahih Hadis meriwayahkan:
Kata Ibn 'Aun: Saya menulis kpd Nafi' menanyhakan apkah perlu menyerahkan undangan (kpd kafir) agar menerima Islam sebelum bertemu dlm pertempuran. Dlm jawabannya ia menulis bahwa ini perlu dalam masa2 permulaan Islam. Rasulullah (saw) mengadakan serangan terhdp Banu Mustaliq saat mereka lengah .... ia membunuhi mereka yang bertempur dan ia memenjarakan lainnya. Pada hari yangg sama juga ia menahan Juwairiya bint al-Harith.

Nafi' mengatakan bahwa riwayah ini disampaikan kpdnya oleh Abdullah b. Umar yg sendirinya terlibat dlm serangan.” Muslim 19, 4292


Disini kata2 "ia membunuh mereka yg bertempur" disalah-artikan. Ini seolah2 memberi kesan bahwa orang2 ini bersenjata dan siap tempur.
Bukan begitu ! Mereka kaget dan tidak bersenjata. Ini merupakan aksi terorsime. Ini bukan perang.



1 | 2 | 3 | 4 | 5 next >
Last edited by ali5196 on Sun Feb 11, 2007 8:04 pm, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Dec 27, 2005 1:51 am

http://www.faithfreedom.org/debates/looting51223p2.htm

Sebenarnya, bahkan pd jaman permulaan Islam-pun, Muslim tidak pernah mewanti2 korban. Di Nakhlah, Muhamad memerintahkan serangan terhdp karavan tanpa peringatan dan malah serangan itu terjadi selagi bulan suci, yg sebenarnya waktu haram utk berperang. Cerita serangan terhdp benteng Khaibar adalah salah satu contoh yg dicatat secara mendetil. Bacalah TABARI dan anda akan menjadi muak dgn kesaksian mendetil ttg pembunuhan dan penjarahan.

Contoh hadis: Muslim 19, 4345

Diriwayahkan atas otoritas Salama (b. al-Akwa') yg mengatakan: Kami bertempur melawan kaum Fazara dan Abu Bakr adalah panglima kami.
Ia ditunjuk Rasulullah (saw). Saat kami hanya berjarak satu jam dari sumber air musuh, Abu Bakr memerintahkan penyerangan. Kami berhenti pd malam hari dan lalu kami menyerang dari semua arah dan sampai pada sumber air tempat berlangsungnya pertempuran.

Beberapa musuh tewas dan beberapa ditahan. Saya melihat sekelompok orang yg terdiri dari wanita dan anak2. Saya khawatir mereka melarikan diri ke gunung sebelum saya bisa meraih mereka, shg saya menembakkan panah antara mereka dan gunung tsb. Ketika merkea melihat panah itu, mereka berhenti. Shg saya menangkapi mereka. Diantara mereka ada wanita dari Banu Fazara. Ia mengenakan mantel kulit. Puterinya, gadis yg paling cantik di Arabia, berada didekatnya.

Saya membawa mereka ke Abu Bakr yg memberikan gadis itu kpd saya sbg hadiah. Jadi kami tiba di Medinah. Saya belum menelanjanginya ketika Rasulullah (saw) melihat saya di jalanan dan mengatakan: BERIKAN GADIS ITU (kpd saya), O Salama. Saya mengatakan: Rasulullah, ia membuat saya terkagum. Saya belum menelanjanginya.

Hari berikutnya, Rasulullah (saw) berpapasan kembali dgn saya di jalanan. Katanya: O Salama, BERIKAN SAYA GADIS ITU, semoga Allah memberkati ayahmu. Saya katakan: GADIS ITU UNTUKMU, Rasulullah ! Demi Allah. Saya belum menelanjanginya. Rasulullah (saw) mengirimkan gadis itu ke Mekah dan menjadikannya tebusan bagi sejumlah Muslim yg ditahan sbg tawanan di Mekah."


Ini merupakan SERANGAN TERHDP KAUM SIPIL, WANITA DAN ANAK2. Salah anda kalau menyebutnya serangan2 ini perang bela diri. MUHAMAD SENDIRI MENAMAKAN MEREKA QAZWAH DAN TEROR.


MENYALAHKAN KORBAN:

Penantang saya, Ibn Hisham, menulis :

Nabi (saw) mendpt berita ... bahwa kepala Bani Al-Mustaliq, Al-Harith bin Dirar mengarahkan tentaranya, bersama dgn beberapa Arab, utk menyerang Medinah. Buraidah bin Al-Haseeb Al-Aslami segera dikirim utk mengkonfirmasi berita ini. Katanya, ia berbicara kpd Abi Dirar, yg mengkonfirmasikan keinginannya utk berperang. Ia kemudian mengirimkan mata2 utk mempelajari posisi Muslim tetapi ia ditangkap dan dibunuh. Nabi (saw) memanggil orang2nya dan memerintahkan agar merkea siap perang. ... Mendengar kedatangan Muslim, para kafir ketakutan dan orang2 Arab yg ikut dgn mereka melarikan diri.

Abu Bakr diberikan bendera para Emigran dan bendera para Pembantu diberikan kpd Saa‘d bin ‘Ubada. Kedua pasukan dipusatkan kpd sebuah sumur yg disebut Muraisi. Tembak panah berlangsung selama satu jam, dan pihak Muslim bertempur dgn musuh dlm perang yg berakhir dgn kemenangan penuh Muslim. Beberapa lelaki tewas, dan para wanita dan anak2 kafir ditangkap dan banyak hasil jarahan didapatkan Msulim. Hanya satu Muslim terbunuh karena kesalahan seorang Pembantu. Diantara para tahanan adalah Juwairiyah, puteri Al-Harith, ketua para kafir. Nabi (saw) menikahinya dan, sbg kompensasi, Muslim harus membebaskan 100 tahanan musuh yg memeluk Islam dan lalu dinamakan para besan Nabi. [Za'd Al-Ma'ad 2/112,113; Ibn Hisham 2/289,290,294,295]


Penting dicatat disini bahwa Muhamad membuat2 alasan bagi serangannya. Ia sering menyalahkan korban. Contohnya, ketika menyerang Bani Qaynuqa alasannya adalah bahwa beberapa dr mereka tidak menghormati seorang Muslimah. Ketika ia menyerang Bani Nadir, alasannya adalah malaikat Jibril-lah yg membisik ditelinganya bahwa Bani Nadir ssedang merencanakan utk membunuhnya. Ketika ia menyerang Bani Quraiza alasannya adalah karena mereka kasak-kusuk dgn kaum Mekah. Ini jelas cara berpikir seorang narcissist (pencinta diri sendiri). Narcissists selalu punya alasan bagi kelakuan biadab mereka.

Pengakuan bahwa Muhamad berhasil mencegah serangan Bani Mustaliq adalah isapan jempol Muhamad sendiri. Ini bohong. Mengapa ? Karena Bani Mustaliq TIDAK memiliki alasan utk menyerang Medinah. Bani Mustaliq tidak memiliki interes dlm Islam DAN PERANG AGAMA DI ARABIA TIDAK EKSIS SEBELUM ISLAM. Banu Mustaliq adalah Yahudi. Mereka terdidik dan berbudaya. Mereka petani, pemilik ternak dan pekerja tangan. Mereka kaya karena dagang dan industri, bukan karena merampas kekayaan orang lain. Alasan apa yg mereka miliki utk menyerang Medinah, sebuah kota yg dibuat miskin oleh Muhamad yg menjadikan penduduknya maling dan bandit ? Ini hanyalah kebohongan yg dikarang Muhamad utk meyakinkan pengikut bodohnya.

Muhamad harus memberikan mereka alasan. Kalau kau menyerang seseorang, kau harus memiliki alasan. Bahkan Hitler memiliki alasan bagi serangannya. Alasannya adalah "membawa keberadaban kpd bangsa2 yg kurang berkembang". Begitupun dgn Muhamad.


Inilah apa yg ditulis penantang saya sbg alasan menyerang Khaibar:

Yahudi Khaybar bertanggung jawab atas terbentuknya pasukan melawan Muslim dalam pertempuran terdahulu, Pertempuran Parit/Selokan (Perang Khandaq). Mereka akan pergi ke Mekah dan mendorong mereka utk berperang melawan Muslim. Yahudi2 ini bersembunyi dalam benteng2 mereka di Khaybar. Jadi jelas mereka perlu diberesi. JADI MUHAMAD MENGINVASI KHAYBAR. Jika nabi sendiri mampu menghukum orang2 ini satu per satu, ia pasti akan melakukannya. Tetapi mereka mengunci diri sendiri shg nabi tidak punya pilihan. Ia bahkan mencoba membakari pohong2 mereka utk menakut2i mereka shg ia tidak perlu memasuki benteng itu utk menangkap mereka. Tetapi mereka tidak memberinya pilihan. Ya, Nabi orang penuh ampun, tetapi ia juga orang yg ingin keadilan. Apakah Ali Sina mengharapkan Muhamad mengampuni mereka2 yg mau memeranginya ? Jika ya, maka siapapun akan mencoba menyerang Muhamad dan mereka tidak perlu takut hukuman nanti jika mereka kalah. Jadi Muhamad perlu menunjukkan contoh kpd siapa saja yg berani memerangi ataupun melukainya. INI BELA DIRI. Ini prinsip2 universal.

Nah, anda dapat melihat sendiri jalan pikir seorang 'psychopathic narcissist'. Narcissists selalu menyalahkan korban guna mensahkan kelakuan biadab mereka. Para pengikut Muhamad telah memasuki dunia narcissistic-nya sampai merekapun mengikuti contohnya. Mereka membantah kelakuan biadab nabi mereka dan mensahkan tindak pidana sang nabi secara sepihak.

Pembela Muhamad ini mengatakan bahwa Muhamad tidak memiliki pilihan, SELAIN MENYERANG, MEMBUNUH, MENYIKSA, MEMPERKOSA DAN MEMPERBUDAK KORBAN2NYA. Caranya ia menyampaikan pembelaan diatas seakan2 Muhamad-lah yg menjadi korban.

...

Katakanlah, para pemimpn Khaibar memang bertanggung jawab "atas pembentukan pasukan melawan Muslim dalam Pertempuran Parit".

(Inipun bohong karena Muhamad sudah MEMBUNUH MASAL semua lelaki Bani Quraiza dan memperbudak isteri2 dan anak2 mereka dgn alasan yg sama. Khaibar tidak ada hubungannya dgn Pertempuran Parit/Khandaq. Orang Yahudi tidak pernah memusuhi Muslim di Medina atau dimanapun di Arabia dan mencoba utk netral. Ini tentu salah besar yg harus mereka bayar dgn nyawa mereka.)

Tapi Apakah ini cukup alasan utk menginvasi kota dan membunuh masal penduduknya ? Apakah ini cukup alasan utk memperbudak wanita mereka sbg budak sex dan memaksa penduduk jompo dan wanita2 yg tidak mereka inginkan utk mempekerjakan ladang mereka sendiri dan memberikan setengah dari hasilnya kpd Muslim/penjajah ?


berlanjut
Last edited by ali5196 on Wed Dec 28, 2005 5:59 am, edited 8 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Dec 27, 2005 2:01 am

BAGIAN INI (IV) BELUM DITERJEMAHKAN. SAYA MAU LONCAT keBAGIAN BERIKUTNYA (BAGIAN V) DULU.

http://www.faithfreedom.org/debates/looting51223p3.htm

Mudah2an sudah diterjemahkan podrock disini :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 164613#164 613
Last edited by ali5196 on Wed Dec 28, 2005 6:21 am, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Dec 27, 2005 2:02 am

http://www.faithfreedom.org/debates/looting51223p4.htm

Ketika saya mengatakan Muhamad mencabik2 wilayah Arab, menghapuskan nilai2 saling mengasihi dan menetapkan balas dendam sbg norma, Mr. al Zawadi menjawab :

Dalam Perang Badr, Muslim menangkap 70 tawanan perang dan hanya 3 dari mereka dihukum mati: Uqba ibn Abi Ma’it, An-Nadr ibn Al-Harith dan Tu`aymah ibn `Udday. Jika nabi memang psychopath ia pasti memerintahkan eksekusi ke 70 tawanan.

Nabi tidak hanya menghukum mereka karena mereka menghinanya. Ketika Nabi masih di mekah, mereka menghina dan melecehkannya dan ketika ia menginvasi Mekah beberapa waktu kemudian, ia memaafkan mereka. Ia bisa saja membunuh mereka semua tetapi tidak, tuh.
Alasan eksekusi Nadr ibn Al Harith dan Oqba adalah alasan yg sama bagi perintah pembunuhan Kab bin Ashraf. Penghinaan mereka dan pelecehan umum terhdp Nabi membuat rakyat berontak dan berperang melawan Nabi. Jadi, kata2 mereka sangat merugikan nabi.


Anda lihat bgm al Zawadi meng-kontradiksi diri sendiri ? Tadinya ia mengatakan, Muhamad mengampuni mereka yg menghinanya, kemudian ia mengatakan dalam kalimat berikutnya bahwa alasan orang2 ini dieksekusi adalah karena "Penghinaan mereka dan pelecehan umum terhdp Nabi ...". Ternyata ini normal saja bagi lawan bicara saya ini.

Muhamad seorang psychopath. Ini bukan berarti ia bertindak secara serampangan. Psychopath sering licik dan penuh perhitungan. Hitler seorang psychopath. Tetapi ia bukan orang ****. Saddam Hussein juga seorang psychopath, tetapi ia sangat lihai. Kebanyakan psychopath tidak membunuh tanpa alasan. Memang kadang anda tetapoi psychopath membunuh karena ini membuat mereka merasa spt tuhan yg bisa seenaknya mencabut nyawa.
...


Apa yg akan dicapai Muhamad dgn menbunuhi tawanan Badr? Kebanyakan tahanan adalah anggota keluarga pengikutnya sendiri. Malah, salah seorang adalah Abul Aas, suami Zeinab, puterinya sendiri yang tertua. Muhamad meminta pengikutnya agar membayar tebusan bagi pembebasan anggota keluarga mereka. Kalau tidak mereka akan dibunuhnya. Ia meloloskan nyawa sebagian penduduk karena alasan rakus, bukan karena alasan cinta kasih !

Cerita interesan:
Zainab mengirimkan kalung emas yg ia terima dari ibunya, Khadijah, pada pernikahannya, sbg tebusan bagi suaminya. Muhamad mengenali kalung itu dan tergugah shg setuju utk segera membebaskan Abul Aas tanpa tebusan DGN SYARAT ZAINAB MENINGGALKANNYA dan bergabung dgn Muhamad di Medinah. Disinipun Muhamad tidak mampu memberikan sesuatu tanpa mengharapkan balasan. Bahkan terhdp puterinya sendiri.

Jadi, mengapa ia meng-eksekusi ketiga orang diatas itu dan tidak meminta tebusan bagi mereka ? KARENA MEREKA MENGHINANYA. Sekali anda menghina seorang narcissist ia tidak akan pernah mengampunimu.
Ia tidak akan berisitirahat sebelum ia berhasil balas dendam.

¨
Saya menuduh Muhamad karena menjadikan Allah sbg kaki tangan dlm tindak pidananya. Contoh; ia memerintahkan pengikutnya agar menyerang dan merampok orang2 tidak bersalah dan meminta mereka agar menyerahkan 1/5 dari hasil rampasan itu kpdnya dgn mengatakan,
"ini adalah bagi Allah dan rasulNYA". Pertanyaan saya, mengapa Allah memerlukan rampasan perang itu ?

Lawan saya menjawab: Jika dikatakan bahwa rampasan perang adalah bagi Allah dan rasulNya itu hanya berarti bahwa ini adalah bagi kepentingan Islam. Ini tidak berarti bahwa Allah akan mengkonsumsi rampasan perang tsb.

TAPI MENGAPA KEPENTINGAN ISLAM HARUS MELIBATKAN HARTA RAMPASAN/HARTA CURIAN ???
INI PERTANYAAN YANG SANGAT PENTING ! ISLAM MAJI KARENA DANA RAMPASAN PERANG DAN DARAH ORANG2 TIDAK BERSALAH. MENGAPA AGAMA TUHAN DIDIRIKAN ATAS MAYAT2 DAN KESENGSARAAN MANUSIA ?

Rampasan perang ini HANYA UTK MUHAMAD. ALLAH CUMA ALASAN. Kalau memang Allah benar2 Tuhan, IA tidak perlu mencuri. INI JELAS2 SHIRK, HINAAN/BLASPHEMY. Kecuali Allah = SETAN, IA tidak akan pernah memerintahkan orang utk membunuhi sesama. Utk mengabsahkan tidnakan biadabnya gangster tidak tahu malu ini menjadikan pencipta alam semesta sbg kaki tangan pidana (partner in crime).

¨

Saya mengatakan bahwa pada tahun ke 6 Hijrah, Muhammad menjanjikan kemenangan kpd pengikutnya terhdp Mekah. Penantang saya menulis:

Ini tidak benar. Nabi menjanjikan pengikutnya agar bisa umroh. Bukan kemenangan atas Mekah. Apakah ini menunjukkan keinginan mereka utk berperang ? Saya rasa tidak. Bacalah setiap buku sejarah Islam dan kau akan melihat bahwa mereka ke Mekah dgn maksud damai.

Lawan saya memang benar. Maksud mereka yg mereka umumkan adalah 'hanya melakukan Umroh.' TAPI maksud Muhamad sebenarnya adalah ... tahu sendiri ! Mengapa Muhamad berumroh dgn 1500 ORANG BERSENJATA ??????????????

¨

Anda bisa lihat sendiri ! Apakah perang yg dilancarkan Muslim hanya karena bela diri ? 65 dari 67 perang yg dilancarkan Muhammad adalah penjarahan dan Muslim masih juga tidak tahu malu dan mengatakan bahwa perang2 itu semuanya adlaah bela diri ????

Penyerangan atas Persia, Egypt, Yemen, Syria, Spanyol ... semuanya perang bela diri ? Bukannya Muhammad menandatangani perjanjian Hudabiyah dgn orang Mekah ? Mengapa ia memutuskan perjanjian tsb dan menyerang mereka ? Ia tidak mengalami bahaya apapun dari orang Mekah. Ia menyerang mereka karena ia haus kekuasaan. Ia tidak lain dari Hitler, Genghis Khan, Napoleon atau Attila the Hun.

Agama dan Allahnya hanyalah alasannya. Alasan utk membangkitkan semangat pengikutnya utk membunuh, menjarah, memperkosa dan bahkan mati demi dirinya.

Ajaran Kebencian QURAN

Muslim sering mengatakan :
Kaum Kafir berkomplot melawan Muslim di malam hari dan mengkhianati mereka dipagi hari. Permusuhan kafir terhdp Muslim sudah jelas nampak dlm wajah dan ucapannya. Ia (kafir) menggigit ujung jarinya dlm kemarahan besar terhdp Muslims dan jiwanya penuh dgn rencana2 jahat terhdo Muslim. Kafir berpura2 bisa dipercaya dan berkelakuan sopan, padahal ia hanya mengejar kepentingannya sendiri. Allah meng-ekspos mereka saat Ia mengatakan : .... blabla ...

Pernyataan2 spt ini yg selalu didukung oleh ayat Quran jelas menunjukkan ajaran kebencian Quran, membuat Muslim mencurigai non-Muslim seakan mereka ular beracun. Muslim merasa berhak dan sah2 saja utk membencimu dan anak2mu.

Jangan salahkan Muslim. Mereka korban racun yg sudah mengakar dan merasuk selama ribuan tahun. Salahkanlah dirimu karena membiarkan otak mereka diisi dgn racun spt ini.

...

Masalah Islamic terrorism, bukan hanya politis tetapi juga religius dan sbg konsekwensinya, emosional dan psychologis. Kami perlu ahli2 psikologi, persisnya mereka yg memiliki pengalaman dgn 'cult' utk mengerti otak Muslim dan menyelamatkan kita semua dari keadaan ini.
Last edited by ali5196 on Sat Jun 09, 2007 1:10 am, edited 3 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Dec 27, 2005 2:04 am

http://www.faithfreedom.org/debates/looting51223p5.htm

Ketika saya mengatakan bahwa Muhammad menjarah suku Hawazin, mengambil 6.000 wanita dan anak2 sbg tawanan perang dan mengambil seenak udelnya onta dan domba dlm jumlah yg besar, lagi2 penantang saya menulis:

Lagi2 kalian harus melihat mengapa nabi menginvasi suku Hawazin. Kalian harus membaca bahwa ini karena SALAH HAWAZIN, karena merekalah yg membawa wanita2 dan anak2 mereka ke medan perang.

Nah, anda lihat sendiri polanya bukan ? Semuanya selalu salahnya sang korban.

Sejarawan Muslim bersikeras bahwa pemimpin Hawazin menuntut agar para wanita dan anak2 dibawa agar para lelaki "semakin semangat dlm perang". Ini konyol. Kami sedang membahas sebuah suku yg berjumlah sebanyak lebih dari 10.000 orang. Apakah semua orang ini akan setuju dgn keputusan se-gila ini ?

Apa alasan mereka menyerang pasukan tentara Muslim ? Apa untngnay bagi mereka ? Tuduhan ini tidak masuk akal. Anda tidak perlu punya ijazah PhD utk melihat bahwa sejarawan Muslim berbohong saat mereka memindahkan kesalahan pada korban mereka.

Ini semua alasan2 utk mensahkan kriminalitas Muhamad. Lagipula, apakah perang bisa dijadikan alasan utk menawan wanita dan anak2 dan memperbudak mereka ? Mana nurani Muslim ???? Macam nilai2 apa yg akan mereka wariskan kpd dunia ini ? Muslim memang milik dunia lain. Dunia setan dan demon. :evil:
Last edited by ali5196 on Sat Jun 09, 2007 12:44 am, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Feb 11, 2007 8:39 pm

SUMBANGAN BAGUS DARI fEODOR FATHON (forum Muhamad, 'Di Penghujung Nabi Mengubah pandangan ttg Rampasan Perang')

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 8030#58030

    ‏حدثني ‏ ‏حرملة بن يحيى التجيبي ‏ ‏أخبرنا ‏ ‏عبد الله بن وهب ‏ ‏أخبرني ‏ ‏يونس ‏ ‏عن ‏ ‏ابن شهاب ‏ ‏أخبرني ‏ ‏أنس بن مالك ‏
    ‏أن أناسا من ‏ ‏الأنصار ‏ ‏قالوا يوم ‏ ‏حنين ‏ ‏حين ‏ ‏أفاء ‏ ‏الله على رسوله من أموال ‏ ‏هوازن ‏ ‏ما ‏ ‏أفاء ‏ ‏فطفق ‏ ‏رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يعطي رجالا من ‏ ‏قريش ‏ ‏المائة من الإبل فقالوا يغفر الله لرسول الله يعطي ‏ ‏قريشا ‏ ‏ويتركنا وسيوفنا تقطر من دمائهم قال ‏ ‏أنس بن مالك ‏ ‏فحدث ذلك رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏من قولهم فأرسل إلى ‏ ‏الأنصار ‏ ‏فجمعهم في ‏ ‏قبة ‏ ‏من ‏ ‏أدم ‏ ‏فلما اجتمعوا جاءهم رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقال ما حديث بلغني عنكم فقال له فقهاء ‏ ‏الأنصار ‏ ‏أما ذوو رأينا يا رسول الله فلم يقولوا شيئا وأما أناس منا حديثة أسنانهم قالوا يغفر الله لرسوله يعطي ‏ ‏قريشا ‏ ‏ويتركنا وسيوفنا تقطر من دمائهم فقال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فإني أعطي رجالا حديثي عهد بكفر ‏ ‏أتألفهم ‏ ‏أفلا ترضون أن يذهب الناس بالأموال وترجعون إلى ‏ ‏رحالكم ‏ ‏برسول الله فوالله لما ‏ ‏تنقلبون ‏ ‏به خير مما ‏ ‏ينقلبون ‏ ‏به فقالوا بلى يا رسول الله قد رضينا قال فإنكم ستجدون ‏ ‏أثرة ‏ ‏شديدة فاصبروا حتى تلقوا الله ورسوله فإني على الحوض قالوا سنصبر ‏
    ‏حدثنا ‏ ‏حسن الحلواني ‏ ‏وعبد بن حميد ‏ ‏قالا حدثنا ‏ ‏يعقوب وهو ابن إبراهيم بن سعد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أبي ‏ ‏عن ‏ ‏صالح ‏ ‏عن ‏ ‏ابن شهاب ‏ ‏حدثني ‏ ‏أنس بن مالك ‏ ‏أنه قال ‏ ‏لما ‏ ‏أفاء ‏ ‏الله على رسوله ما ‏ ‏أفاء ‏ ‏من أموال ‏ ‏هوازن ‏ ‏واقتص الحديث بمثله غير أنه قال قال ‏ ‏أنس ‏ ‏فلم نصبر وقال فأما أناس حديثة أسنانهم ‏ ‏و حدثني ‏ ‏زهير بن حرب ‏ ‏حدثنا ‏ ‏يعقوب بن إبراهيم ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ابن أخي ابن شهاب ‏ ‏عن ‏ ‏عمه ‏ ‏قال أخبرني ‏ ‏أنس بن مالك ‏ ‏وساق الحديث بمثله إلا أنه قال قال ‏ ‏أنس ‏ ‏قالوا نصبر كرواية ‏ ‏يونس ‏ ‏عن ‏ ‏الزهري


    Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
    Bahwa pada waktu perang Hunain, ketika Allah menganugerahkan fa'i jarahan kepada Rasulullah saw., berupa harta-harta kabilah Hawazin, ketika Rasulullah saw. mulai membagikan para pemuka Quraisy seratus ekor unta, orang-orang Ansar berkata: Semoga Allah mengampuni Rasulullah saw., beliau memberikan para pemuka Quraisy dan meninggalkan kami (tidak memberi kami), sedangkan pedang-pedang kami masih meneteskan darah mereka.

    Anas bin Malik berkata: Rasulullah saw. diceritakan tentang ucapan mereka. Lalu beliau memanggil orang-orang Ansar. Beliau mengumpulkan mereka dalam sebuah kemah dari kulit yang disamak. Setelah semua berkumpul, Rasulullah saw. datang dan bertanya: Pembicaraan apa yang sampai kepadaku dari kalian? Orang Ansar yang paham menjawab: Orang-orang yang paham di antara kami wahai Rasulullah, tidak mengatakan apa-apa. Sedangkan orang-orang yang masih muda di antara kami mengatakan: Semoga Allah mengampuni Rasul-Nya, beliau memberi orang Quraisy dan meninggalkan kami, sedangkan pedang-pedang kami masih meneteskan darah mereka. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh, aku memberikan (harta rampasan) kepada orang-orang yang baru saja meninggalkan kekafiran adalah untuk mengokohkan hati mereka. Tidakkah kalian rela jika mereka pergi mendapatkan harta, sedangkan kalian kembali ke rumah kalian bersama Rasul (utusan Allah)? Demi Allah, apa yang kalian bawa pulang itu lebih baik dari apa yang mereka bawa.

    Mereka berkata: Ya, wahai Rasulullah, kami rela. Beliau bersabda: Sungguh, kalian akan mendapati pilihan berat, maka bersabarlah kalian hingga kalian bertemu Allah dan Rasul-Nya (sampai mati) dan berada di telaga. Mereka berkata: Kami akan bersabar (tetap bersama baginda)



SUMBANGAN BAGUS DARI CHOIRON
Image
Al Anfaal 8 Ayat 1
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman".


Image
Al Anfaal 8 Ayat 41
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnusabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Image
Al Anfaal 8 Ayat 69
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kalau ada pertanyaan acungkan tangan! :supz:---end of Quote

Sekarang, tidak ada lagi muslim disini yg berani mengatakan bahwa Islam TIDAK menghalalkan penjarahan/perampasan perang.
heheheheheeeee .... :wink:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sat Jun 09, 2007 12:02 am

Diskusi, with thanks to MSAW :
PERANG BADR atau PERAMPOKAN ?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... sc&start=0

Sumber : sirah nabawiyah ibnu hisyam jilid 1 hln :582
BAB: 115

PERANG BADAR TERBESAR ??

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka.

...

Rasulullah SAW Mengajak Kaum Muslimin keluar. Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengaiak-kaum Muslimin keluar. Rasujullah SAW bersabda,"Inilah kafilah dagang Quraisy. Didalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka ! Mudah-mudahan_Allah memberikan kekayaan kepada kalian".

Kaum Muslimin merespon ajakan Rasulullah SAW. Sebagian kaum Muslimin merasa ringan tanpa beban untuk berangkat, dan sebagian lain merasa berat hati untuk berangkat, karena mereka tidak menyangka kalau Rasulullah SAW mendapatkan perlawanan."

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir yang berkata kepadanya, ''Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah dagangmu".
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: A SINA : perampokan/penjarahan atau bela diri ?

Postby ali5196 » Sat Jun 09, 2007 12:24 am

PERANG ISLAM = BELA DIRI ??
http://www.faithfreedom.org/faq/70.htm

You Quote the Quran Out of Context/ Anda mengutip Quran diluar konteks

Pertanyaan 70
A Sina, anda mengutip surah 2:191

“Dan bunuh mereka dimanapun kau temui mereka”.

Tetapi ... jika anda melihat konteksnya dan membaca surah selanjutnya, disitu ditulis juga ; PERANGILAH MEREKA YANG MEMERANGIMU, DAN JANGAN MEMULAI AGRESI (fight those who fight you and not to initiate aggression).

Begitu... mudah2an jelas.


_____________________________________________________________
JAWAB A SINA

Selamat datang !

Ini yang dikatakan Quran :
Terjemahan Yusuf Ali
002:190
Bertempurlah dalam jalan Allah mereka yang memerangimu, tetapi janganlah melewati batas; karena Allah tidak menyukai mereka yg melanggar batas.

002:191
Dan bunuh mereka dimanapun kau menangkap mereka dan keluarkan mereka dari tempat mereka sebgm mereka mengeluarkanmu; karena perlawanan dan penindasan lebih parah dari pembunuhan; tapi jangan memerangi mereka di Mesjid Suci, kecuali mereka (terlebih dahulu) memerangimu disana; namun jika mereka memerangimu, bunuh mereka. Itulah ganjaran bagi mereka yang menekan agama.

002:192
Tetapi jika mereka berhenti, Allah Maha Pemaaf.

002:193
Dan perangilah mereka sampai tidak lagi ada kerusuhan atau penindasan, dan yang ada adalah keadilan dan kepercayaan kpd Allah; tetapi jika mereka berhentik, janganlah ada permusuhan kecuali terhadap mereka yg mempraktekkan opresi.

002:194
The prohibited month for the prohibited month, - and so for all things prohibited, - there is the law of equality. If then any one transgresses the prohibition against you, Transgress ye likewise against him. But fear God, and know that God is with those who restrain themselves.
------------------------------------------------------------------------------------

Membaca surah dalam Quran sesuai dengan konteksnya bukan saja membaca surah sesudahnya. Tetapi anda juga harus mengerti konteks sejarahnya (sha’ne nozool), mengapa dan pada kesempatan apa diumumkannya sebuah surah. Karena itulah kita memiliki TAFSIR. Tafsir adalah interpretasi Quran. Menginterpretasi dan menjelaskan.

Kata "Ta-ir" berarti menginterpretasi, menjelaskan. Kata ini berasal dari kata “fasara”, yang artinya "menjelaskan, membuka”.

Ada banyak buku tafsir. Ini karena Quran adalah buku yang tidak mudah dimengerti, jadi diperlukan penjelasan. Konteks sejarah harus dijelaskan sehingga arti sebenarnya menjadi jelas.

Ibnu Khathir, mofasir (komentator/peng-interpretasi Quran) ternama
menulis: http://www.tafsir.com/default.asp?sid=2&tid=5008

Musyrik lebih parah dari membunuh. Allah menegaskan bahwa orang2 ini tidak bersedia percaya kpd Allah dan menghalangi orang lain dari jalanNya. Dan ini adalah kejahatan yang lebih besar dari pembunuhan.

Abu Malik mengomentari pernyataan Allah ini :
[وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ]
(Dan Al-Fitnah lebih parah dari membunuh) berarti "anda (kafir) sudah melakukan kejahatan yang lebih parah dari membunuh.''

Abu Al-`Aliyah, Mujahid, Sa`id bin Jubayr, `Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak and Ar-Rabi` bin Anas menafsirkan apa yang dikatakan Allah:

[وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ]
(Dan Al-Fitnah adalah lebih parah dari membunuh.)
"Shirk (polytheism/penyembah berhala) adalah lebih parah dari membunuh.''

Allah mengatakan:
[وَلاَ تُقَـتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ]
(Dan jangan berperang dgn mereka di Al-Masjid Al-Haram (tempat perlindungan di Mekkah))

Dilaporkan dalam 2 Sahih bahwa nabi mengatakan :

«إنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّموَاتِ وَالْأَرْضَ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللهِ إِلى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَمْ يَحِلَّ لِي إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ، وَإِنَّهَا سَاعَتِي هذِهِ حَرامٌ بحُرْمَةِ اللهِ إِلى يَوْمِ الْقِيامَةِ، لا يُعْضَدُ شَجَرُهُ، وَلَا يُخْتَلىَ خَلَاهُ، فَإِنْ أَحَدٌ تَرَخَّصَ بِقِتَالِ رَسُولِ اللهِصلى الله عليه وسلّم، فَقُولُوا: إنَّ اللهَ أَذِنَ لِرَسُولِهِ وَلَمْ يَأْذَنْ لَكُم»

(Allah membuat kota ini tempat perlindungan (sanctuary) sejak hari Ia menciptakan langit dan bumi. Jadi, ini merupakan perlindungan karena perintah Allah sampai Hari Kiamat. Pertempuran hanya sah untuk satu jam pada siang hari. Jadi, Mekah adalah tempat perlindungan, dengan perintah Allah, dari hari ini sampai Hari Kiamat. Pohon2nya tidak boleh ditebang dan rumputnya tidak dicabut. Jika ada yang menyebut terjadinya pertempuran oleh Rasulullah, maka katakan bahwa Allah mengijinkan rasulNya, tapi tidak mengijinkanmu.)

Dalam hadis ini, Rasulullah menyebut perang dengan rakyat Mekah saat ia menguasainya lewat kekerasan, mengakibatkan kematian orang2 polytheis di area Khandamah. Ini terjadi setelah nabi mengatakan:

«مَنْ أَغْلَقَ بَابَهُ فهُوَ آمِنٌ،وَمَنْ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَهُو آمِنٌ، ومَنْ دَخَلَ دَارَ أَبِي سُفْيَانَ فَهُوَ آمِن»

(Siapapun yang menutup pintunya aman. Siapapun yang memasuki Mesjid (Suci) aman. Siapapun yang memasuki rumah Abu Sufyan juga aman.)

Allah mengatakan :

[حَتَّى يُقَـتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَـتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَآءُ الْكَـفِرِينَ]

(... kecuali mereka (terlebih dahulu) memerangimu disana. Jika mereka menyerangmu, maka bunuh mereka. Itulah ganjaran kafir.)

Allah mengatakan: `Jangan memerangi merek di sekitar Mesjid Suci kecuali mereka yang mulai perang. Dalam hal ini, kau boleh memerangi mereka dan membunuh mereka dan menghentikan agresi mereka.'

Lalu, nabi menerima janji dari Sahabatnya dibawah pohon (di area
Al-Hudaybiyyah) untuk memerangi (polytheis), setelah suku2
Quraysh dan sekutu2 mereka, Thaqif dan kelompok2 lainnya, berkolaborasi melawan Muslim (untuk menghalangi Muslim memasuki Mekah dan mengunjungi Rumah Suci). Lalu, Allah menghentikan
pertempuran sebelum dimulai dan mengatakan:

[وَهُوَ الَّذِى كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُم بِبَطْنِ مَكَّةَ مِن بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ]

(Dan IA adalah yagn menahan tangan mereka darimu dan tanganmu dari mereka ditengah2 Mekah, setelah IA memenangkan kalian.

Inggrisnya: And He it is Who has withheld their hands from you and your hands from them in the midst of Makkah, after He had made you victors over them.) (48:24) dan:

[وَلَوْلاَ رِجَالٌ مُّؤْمِنُونَ وَنِسَآءٌ مُّؤْمِنَـتٌ لَّمْ تَعْلَمُوهُمْ أَن تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكمْ مِّنْهُمْ مَّعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ لِّيُدْخِلَ اللَّهُ فِى رَحْمَتِهِ مَن يَشَآءُ لَوْ تَزَيَّلُواْ لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَاباً أَلِيماً]

(Kalau diantara mereka ada wanita dan pria Muslim yang kalian tidak tahu dan kalian bunuh, dan dengan demikian tanpa sepengetahuan kalian, kalian telah berdosa, semoga Allah mengampuni kalian-- jika mereka (Muslim dan polytheis) terpisah, Kami akan menghukum polytheis dengan siksaan luar biasa) (48:25)

Pernyataan Allah:

[فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ]

(Jika mereka berhenti, Allah penuh maaf) yang berarti, `Jika mereka (polytheis) berhenti berperang di daerah Suci, dan memeluk Islam dan meminta ampun, maka Allah akan mengampuni dosa mereka, bahkan jika mereka membunuh Muslim di Area Suci milik Allah ini.' Memang, Allah memaafkan dosa manapun, sebesar apapun, kalau sang pendosa mengakuinya.

Allah lalu memerintahkan perang dengan polytheis ketika IA mengatakan:

[حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ]

(... sampai tidak ada lagi Fitnah) berarti, Shirk. Ini pendapat Ibn `Abbas, Abu Al-`Aliyah, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Ar-Rabi`, Muqatil bin Hayyan, As-Suddi dan Zayd bin Aslam.

Pernyataan Allah:

[وَيَكُونَ الدِّينُ للَّهِ]

(... DAN PEMUJAAN ADALAH BAGI ALLAH SEMATA) berarti, `Sehingga agama Allah menjadi dominan diatas segala agama lain.' …

Sbg tambahan, dilaporkan dalam 2 Sahih:

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلهَ إلَّا اللهُ، فَإِذَا قَالُوهَا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُم وَأَمْوَالَهُمْ إلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى الله»

(Saya diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang sampai mereka mengatakan, `Tidak ada yang patut dipuja selain'. Siapapun yang mengatakannya, ia akan menyelamatkan jiwa dan hartanya, kecuali
... dan tanggung jawab mereka adalah pada Allah.)

Allah berkata lagi :

[فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَنَ إِلاَّ عَلَى الظَّـلِمِينَ]

(Namun jika mereka berhenti, jangan ada pembalasan kecuali terhadap para pelaku kesalahan) menunjukkan bahwa, `JIka mereka menghentikan tradisi Shirk mereka dan tidak lagi memerangi Muslim, maka hentikan perang melawan mereka. Siapapun yang memerangi mereka setelah itu melakukan ketidakadilan. Wahai, agresi hanya bisa dimulai oleh yang bersalah.' Ini arti pernyataan Mujahid bahwa hanya tentara yang boleh diperangi. Atau, arti Ayat ini menunjukkan, `jika mereka meninggalkan ketidakadilan mereka, yaitu dalam hal ini
Shirk, maka jangan memulai agresi melawan mereka sesudahnya.'

Agresi disini berarti pembalasan dan perangi mereka, sebagaimana
Allah mengatakan:

[فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُواْ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ]

(Siapapun melakukan pelanggaran terhadapmu, kau juga melakukan pelanggaran setimpal terhadapnya.) (2:194)

`Ikrimah dan Qatadah mengatakan, "Orang tidak adil/orang tidak benar adalah ia yang menolak untuk menyatakan, `tidak ada Allah yang patut dipuja selain Allah'.''

---------------------------------------------------------------------------------

Nah, keterangan Ibnu Khathir diatas jelas. Menurut Quran, shirk (polytheism) lebih parah dari pembunuhan. Karena hukuman bagi pembunuhan dalam Islam adalah mati, hukuman bagi shirk juga lebih parah, yaitu tidak kurang dari mati.

Surah2 tsb ditulis saat pasukan Muhamad bersiap2 untuk menyerang Mekah. Perang ini tidak terjadi. Ia menandatangani perjanjian Hudaibiyyah yang mengatakan bawha selama 10 tahun Muslim harus menghentikan permusuhan dengan Mekah, dan sebagai gantinya, Mekah mengijinkan Muhamad cs untuk memasuki kota itu untuk ritual haji.

Dalam waktu kurang dari 2 tahun MUHAMAD MELANGGAR PERJANJIAN TERSEBUT saat berhasil mengumpulkan kekuatan yang lebih besar.
Dalam surah2 diatas, Muhamad mensahkan tindakannya kepada pengikutnya yang kebanyakan imigran Mekah agar mereka mau menyerang kota mereka sendiri dan MEMBUNUH SAUDARA2 MEREKA SENDIRI. Mekah suci bagi Arab dan bertempur didalamnya adalah hinaan. Muhamad mengatakan, WALAUPUN PERANG DI MEKAH DILARANG, ALLAH MEMBERIKANNYA IJIN KHUSUS UNTUK PERANG DI MEKAH.

Tapi mana bukti itu dari Allah dan bukan dari Muhamad sendiri ?
Muhamad bisa melakukan apapun dan melanggar norma manapun dan Allah manggut2 saja memberi restu. TIdak ada seorangpun yang dapat mendengar Allah kecuali Muhamad. Orang tentu curiga, tetapi karena ia berhasil menciptakan suasana teror diantara pengikutnya sehingga tidak seorangpun berani bertanya. Semua pengikutnya tahu bahwa bertanya atau protes bisa berarti mati.

(Saya meminta agar para pembaca mempelajari CULT modern untuk mengerti bgm sang pemimpin cult mengontrol jalan pikir pengikutnya.)

Dalam serangan selanjutnya di Mekah, ia mengatakankepada orang Mekah untuk berdiam di rumah dan menutup pintu mereka jika ingin aman. JIKA MEREKA KELUAR UNTUK BERTEMPUR DAN MEMBELA KOTA MEREKA, MEREKA AKAN DIBUNUH. Ini seperti garong2 FPI mengancam anda dgn pedang dan berteriak : elu ikut perintah gua ! Hentikan kumpul2 Kristen di rumah elu. Kalau berani ngelawan, rumah elu gua BAKAR !

Kalau kau membaca Quran dan hanya membaca kata2 “kecuali mereka memerangimu (terlebih dahulu) disana” kau akan berpikir : musuh2 menyerang Muslim. Kalau begitu ayat ini jelas ayat bela diri.

Perhatikan bagaimana sang penerjemah dengan licik menempaktkan kata2 "terlebih dahulu" yang sebenarnya tidak eksis dalam tanda kurung untuk MENIPU PEMBACA dan memberi kesan bahwa surah ini hanya utk bela diri. Ini tipuan namanya !

Muslim-lah yang menginvasi, dari dulu sampai sekarang dan selama2nya. Muhamad menuntut penyerahan penuh (baik jiwa maupun raga) dan jika mereka menolak MEREKA HARUS DIBUNUH.

Muhamad mengatakan, jika mereka berhenti perang, hentikan pula
agresi karena Allah tidak suka agresi. Arti sebenarnya adalah; JIKA MEREKA MENYERAH, JANGAN BANTAI MEREKA. Logis ? Tunggu penjelasannya !

Beberapa tahun yang lalu, Bani Quraiza menyerah tanpa melawan ataupun membunuh seorang Muslim-pum, DAN TETAP JUGA MEREKA DIBANTAI ! Membunuh tawanan perang setelah mereka menyerah bukan barang aneh bagi Muhamad sang nabi yang rahmat bagi umat manusia itu. Ini terjadi di BADR, KHAIBAR dan MEKAH dimana terlepas dari janji amnesti orang tetap ditusuk, dipenggal, dipotong2.

Tetapi Muhamad tidak sampai membunuhi semua orang Mekah. Bukan
karena kasih sayang, tapinya. Nadir Ibn Harith, sepupunya yang tertangkap di Badr, dipenggal. Dosanya terlalu besar untuk dimaafkan. Apa dosanya ? Ia seorang yang LEBIH SUKSES DARI MUHAMAD (hartanya halal pula) dan sering mengejek sang nabi. Nah, ini dosa besar dimata Muhamad.

Bagi Muhamad, kepuasan melihat musuh2nya sujud kepadanya jauh lebih besar dari membunuh mereka. Lagipula ia tidak ingin para pengikutnya terlalu membencinya dgn suruhan membunuh keluarga, saudara2 dan teman2 para pengikutnya itu.

Setelah Mekah menyerah, ia menyerang suku Hawazin yagn terdiri dari 10.000 orang dan memberikan harta mereka kepada kepla2 suku di Mekah. Pameran gembar gembor dgn harta (curian) itu dimaksudkan
untuk membuktikah kehebatan Muhamad pada musush2 lamanya.
Kau harus mengerti seluk beluk berpikir seorang narsisis (orang yang mencintai diri sendiri) agar mengerti tingkah laku Muhamad.

Sangat penting utnuk mengerti terminologi Islam jik akau ingin mengerti Quran atau bahasa Muslim. Jadi yang dimaksud Muslim dgn "ketidakadilan/injustice”, maksud mereka adalah "shirk", atau tidak percaya kepada Allah dan rasulnya. Jadi kalau Muslim di TV sekarang mengeluh adanya “injustice” oleh non-muslim, maksud mereka adalah
"disbelief", "ketidakpercayaan" kpd Allah mereka, bukan ketidakadilan dalam arti sebenarnya. Jadi, hanya kenyataan bahwa kau BUKAN MUSLIM, ITU SUDAH CUKUP UNTUK MEMBUATMU "TIDAK ADIL" (unjust) dan "PENINDAS" (oppressor) DIMATA MEREKA.

INI YANG DISEBUT FITNAH, dan ingat, FITNAH LEBIH PARAH DARI PEMBUNUHAN, bukan ? Oleh karena itu, kau: kafir, polytheis, atheis, murtad lebih parah dari seorang pembunuh dan DARAHMU HALAL !

TIdak percaya ? Baca Quranmu lagi !

----------------------------------------------------------------------------------
Saya barusan download berikut ini dari irf.net, situs resmi Dr. Zakir Naik. Ini yang diajarkannya kepada murid2nya :

(diterjemahkan di http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... .php?t=694)

“5. Every Muslim should be a terrorist

Every Muslim should be a terrorist. A terrorist is a person who causes terror. The moment a robber sees a policeman he is terrified. dst...
Last edited by ali5196 on Sat Jun 09, 2007 12:47 am, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby charles-mattel » Fri Jun 15, 2007 1:25 pm

islam perang buat "bela diri"? dasar pengikut tukang mimpi basah di siang bolong...
wong boleh perang, nyuri, rampok, bohong, dst kalau kepepet...
zaman susah macam sekarang, semua jadi "kepepet", jadi boleh aja perang, nyuri, rampok, bohong, nggak dilarang awloh.
teroris di indonesia nge-bom pake duit hasil ngerampok, soalnya katanya kepepet...
charles-mattel
 
Posts: 850
Joined: Fri Jun 15, 2007 12:13 pm

Postby ali5196 » Fri Jun 29, 2007 8:50 pm

Perang atau Perampokan BADR? Baca Penjelasan MontirKepala (alias Feodor Fathon)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=14202
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby moslem » Tue Apr 08, 2008 6:33 pm

User avatar
moslem
 
Posts: 441
Joined: Fri Oct 13, 2006 3:13 pm
Location: antah berantah, small village

Postby OLLOH » Fri Apr 25, 2008 1:13 pm



mo nanya nih ama moslem, gw kebetulan browsing dikit2 di link yg loe kasi & masuk ke picture section, disitu ada tulang manusia raksasa yg loe claim spt quran bilang, tp stlh gw search mastodon ternyata itu binatang jaman purba yg mirip kaya gajah tp tanduknya panjang hahahhahahha...

coba liat ini
http://www.priweb.org/mastodon/HP_mast/ ... _main.html

bandingin loe punya
http://muslim-christianity.webs.com/pict.htm

HAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHA

TAQIAAAA TAQIAAAAA mulu


dpt gbr dr mana loe???hasil photoshop ya wakkkakakakakak
OLLOH
 
Posts: 470
Joined: Fri Apr 04, 2008 9:51 am

Re: A SINA : perampokan/penjarahan atau bela diri ?

Postby iluvboy.blogspot » Wed Oct 06, 2010 9:42 am

:heart:
iluvboy.blogspot
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Postby ali5196 » Tue Apr 05, 2011 5:44 am

Seperti diberitakan, dalam dakwaan, Ba'asyir disebut melakukan hasutan saat memberikan ceramah di rumah Alex alias Asep, ketua Asykari (militer) Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) wilayah Sumatera Utara. Saat itu, Ba'asyir mengatakan fa'i dibenarkan dalam Islam.

"Sebelum melakukan fa'i, terlebih dulu harus membunuh orangnya agar hartanya bisa dikuasai, bukan semata-mata mengambil hartanya saja. Fa'i ini ditujukkan kepada semua orang kafir yaitu orang-orang di luar Islam dan penguasa yang tidak menjalankan syariat Islam yang diistilahkan sebagai thogut atau setan," kata jaksa.

merampok-non-islam-halal-t43837/
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Thu Jun 02, 2011 9:23 pm

sheik-mesir-kemiskinan-dunia-islam-atasi-dgn-rampok-kafir-t44737/

"Egyptian Shaykh Al Huwayni: Jihad Is Solution to Muslims' Financial Problems,"
from Translating Jihad, May 31:

Dalam audio file pendek ini, tokoh prominen Salafi Mesir, Shaykh Abi-Ishaq al-Huwayni menjelaskan bahwa kesulitan finansial Muslim adalah karena mereka meninggalkan jihad. [...]

Kami berada dalam era jihad. Era jihad datang kepada kami dan jihad pada jalan Allah (jihad sabilullah) adalah sebuah kenikmatan. Benar2 suatu kenikmatan. Para sahabat nabi sering berkompetisi (dalam melakukan jihad). Kemiskinan kami ini—apalagi kalau bukan karena kami meninggalkan jihad? Tapi jika kami melakukan satu, dua atau tiga operasi jihadi setiap tahun, banyak orang diseluruh dunia akan menjadi Muslim. Dan siapapun yang menolak dakwah ini, atau menghalangi jalan kami, kami akan perangi dan penjarakan dan MENYITA KEKAYAANNYA, ANAK2NYA DAN WANITA2NYA—semua ini berarti UANG. [...]
Last edited by ali5196 on Mon Nov 11, 2013 7:06 am, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: A SINA : perampokan/penjarahan atau bela diri ?

Postby Bigman » Thu Jun 02, 2011 9:38 pm

via ali5196 wrote:Kami berada dalam era jihad. Era jihad datang kepada kami dan jihad pada jalan Allah (jihad sabilullah) adalah sebuah kenikmatan. Benar2 suatu kenikmatan. Para sahabat nabi sering berkompetisi (dalam melakukan jihad). Kemiskinan kami ini—apalagi kalau bukan karena kami meninggalkan jihad? Tapi jika kami melakukan satu, dua atau tiga operasi jihadi setiap tahun, banyak orang diseluruh dunia akan menjadi Muslim. Dan siapapun yang menolak dakwah ini, atau menghalangi jalan kami, kami akan perangi dan penjarakan dan MENYITA KEKAYAANNYA, ANAK2NYA DAN WANITA2NYA—semua ini berarti UANG. [...]








Bener2 dah ntuh ugama eslaam, mang bener neh seruan!
Image
PESAN SUAMI MURTAD:
SUAMI MURTAD wrote:Wahai Umat MUSLIM INDONESIA, sadarlah..... ISLAM adalah AGAMA BERBAHAYA....!
TINGGALKAN ISLAM, SONGSONGLAH KEDAMAIAN & KEMAKMURAN.
User avatar
Bigman
 
Posts: 3240
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm


Return to Resource Centre Serba-serbi Jihad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron