Page 1 of 1

Muslim & 'Sudden Jihad Syndrome'

PostPosted: Wed Aug 16, 2006 8:53 pm
by ali5196
http://www.news.faithfreedom.org/index. ... le&sid=367
Author: mumin salih on Tuesday, August 15, 2006 - 09:48 AM

Muslim dan Penerbangan Udara

Selama ribuan tahun, penerbangan udara adalah mimpi umat manusia, sampai the Wright menciptakan sejarah dgn penerbangan pertama mereka di thn 1904. Kini, penerbangan udara masih juga merupakan hasil ciptaan manusia yg paling jitu. Sejarah sudah mencatat sumbangan orang2 AS, Eropa dan Rusia ini. Namun adakah sumbangan Muslim bagi penerbangan udara ? Tentu ada ! Dalam bentuk penghancuran kapal terbang dan pembunuhan penumpangnya.

Muslim merupakan satu2nya kelompok yg menyempurnakan seni menjatuhkan pesawat komersial utk membunuh orang2 sipil dan tidak bersalah. Inilah daftar prestasi Muslim :

• Th 1967 mereka memperkenalkan penyanderaan professional pertama di dunia; kelompok Palestina menyandera Boeing 707 Israel ke Algeria.

• Th 1970 mereka memperkenalkan penyanderaan beberapa pesawat sekaligus dan lalu meledakkan 4 pesawat komersial dlm gurun pasir Yordania.

• Th 1980an mereka menyempurnakan seni menyembunyikan bahan peledak di barang elektronik spt radio kaset dan sukses meledakkan sebuah jumbo jet diatas Skotlandia membunuh ratusan orang sipil.

• Th 2001 seluruh dunia menyaksikan dgn tidak percaya bgm sebuah kelompok Muslim sejati dan berdedikasi menyandera 4 pesawat komersial dan menabrakkan mereka kpd dua gedung menara, menewaskan kira2 3000 penduduk.

2 tahun kemudian, seorang Muslim mencoba menyalakan bahan peledak dlm hak sepatunya ketika pesawat sedang diatas laut Atlantik. Namun, upayanya gagal karena kecepatan bertindak seorang stewardess kafir yg berani.

• Th 2006 mereka memperkenalkan bahan peledak berbentuk cair.

Sementara dunia terus memperbaiki design pesawat terbang, agar semakin canggih dan andal, Muslim sebaliknya bekerja keras dgn inovasi destruktif mereka. Baru2 ini, utk memaksimalkan inovasi terbaru mereka, mereka mencoba meledakkan sejumlah pesawat yg terbang di atas kota2 AS.

Upaya mereka yg gagal minggu lalu di Inggris merupakan sukses intel yg menyelamatkan ribuan nyawa.

Tapi yg tidak juga berhasil dicapai Barat adalah kemampuannya mengerti siapa sebenarnya musuh mereka. Barat masih saja dlm keadaan ‘in denial’ dan tidak mau mengerti apa yg menganga didepan mata mereka. Bahkan media Inggris enggan utk menyebut teroris itu sbg ‘Muslim,’ dan bahkan menayangkan acara2 yg menonjolkan ‘penderitaan’ yg dialami masy Muslim ‘moderat.’

Tidak peduli apakah seorang Muslim lahir di Eropa, AS atau dimanapun didunia, tidak peduli apakah ia sudah terintegrasi atau tidak. Kita tidak boleh lupa bahwa mereka yg melancarakan serangan2 biadab di Iraq, Pakistan, Afghanistan, London, Madrid, Mumbai, Turki dsb dsb sepenuhnya terintegrasi dlm masy. Kami juga tidak boleh lupa bahwa mereka yg masuk Islam dan menjadi Teroris sudah berintegrasi penuh dlm masy Inggris.

Hanya satu aspek yg perlu diingat : Islam. Masukkan ideology ini kedlm otak seorang jenius dan anda akan mendapatkan otak biadab dan penuh kebencian yg bersedia melakukan pembunuhan masal. Islam adalah factor umum yg menghubungkan kesemua teroris; sebuah penyakit mematikan yg menghancurkan sel2 otak dan membuat para penderita menjadi zombie yg ingin menjadikan dunia penuh dgn zombie2 lain. Islam adalah ancaman terhdp masy manapun dan HARUS DI-ERADIKASI. TITIK !

Banyak Muslim nampak moderat dan hidup normal; bahkan jarang berhubungan dgn Islam, tetapi mereka selalu menghadapi risiko tersedot kembali dlm ‘black hole’nya Islam. Setiap Muslim bisa tiba2 kena ‘sudden jihad syndrome’ (SJS), yaitu penyakit yg mengakibatkan perubahan drastic dlm karakter seseorang dan mengembangkan ciri2 seorang suicide bomber.

Karena sumbangan Muslim ini, sekarang perjalanan udara semakin sulit menjamin keamanan. Menurut poll terakhir, sekitar 25% orang2 Muslim Inggris (yi sekitar 300.000 !!) menganggap serangan teroris 7/7 PANTAS! Dgn begitu banyak Muslim yg mengamini kegiatan teroris, para teroris akan semakin mampu merencanakan serangan2 berikut mereka. Tinggal tunggu harinya saja !

[email protected]

PostPosted: Tue Jul 24, 2007 2:19 pm
by ali5196
UK : Muslim tiba2 bunuh orang utk menunjukkan 'DAMAInya Allah'
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 625#199625

PostPosted: Tue Jul 24, 2007 2:45 pm
by ali5196
Sudden Jihad Syndrome (in North Carolina)
http://www.danielpipes.org/article/3450

[NY Sun title: "The Quiet-Spoken Muslims Who Turn to Terror"]

"Muslim secara individual memang nampak sbg manusia2 yg patuh pada hukum setempat dan berotak logis dan malah berpendidikan. Namun mereka tetap merupakan bagian dari sebuah gerakan totaliter. Oleh karena itu mereka merupakan potential killers."
Saya menilis kata2 diatas setelah September 11, 2001, dan oleh karena itu dikritik habis. Namun sebuah insiden pd tgl 3 Maret di University of North Carolina di Chapel Hill membuktikan bahwa pernyataan saya diatas itu malah kurang keras.

Image
The Pit di the University of North Carolina di Chapel Hill, kawasan bebas mobil yg diserang Taheri-azar.

Image
Pada pagi ceria itu, tiba2 seorang siswa imigran Iran, Mohammed Reza Taheri-azar, 22, mengendarai mobilnya ke kawasan bagi pejalan kaki itu yg penuh sesak dgn manusia. Ia menabrak 9 orang, yg untungnya tidak kena luka2 berat.

Taheri-azar, siswa filosofi & psychologi, tadinya nampak sbg manusia normal dgn masa depan yg cerah. Di SMA, ia menjadi ketua dewan mahasiswa dan anggota the National Honor Society. The Los Angeles Times menulis bahwa sejumlah siswa UNC menganggapnya seorang siswa yg "serius, malu2 namun ramah." Malah temannya, Brian Copeland, "kagum dgn pengetahuannya akan pemikiran klasik Barat," sambil menambahkan, "Ia baik hati dan halus, tidak agresif dan kasar."

Kepala universitas, James Moeser, menyebutnya sbg 'good student,' walau "suka menyendiri dan introvert."

Tidak seorangpun yg mengenalnya mengira ia jahat. Ini menunjukkan bahwa ia bukan orang psikotik atau agresif. Ia disukai orang banyak karena perangainya yg ramah dan menyenangkan. Pertanyaannya adalah : mengapa ia tiba2 ingin membunuh sesama siswa yg juga ramah dan baik padanya ?

Taheri-azar meninggalkan sebuah surat sebelum insiden ini. Ia mengatakan bahwa ia ingin "menghukum pemerintah AS akibat kelakuannya diseantero dunia. Ia ingin membalas kematian Muslim diseluruh dunia. Mata dibalas dgn mata."

Bahkan ia mengatakan : "Saya bersyukur kpd Allah utk memberikan saya pengadilan ini dan utk belajar lebih mendalam lagi ttg keinginan Allah.

Ini lengkapnya suratnya :
Pengakuan Tertulis/Lisan Teroris yg membunuh demi ALLAH
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... taheriazar

Inilah mimpi ngeri yg menjadi warisan Islam : Muslim yg normal diinspirasi oleh agamanya dan tiba2 ingin membunuh non-Muslim. Taheri-azar mengakui bahwa jihadnya ini direncanakan selama lebih dari dua tahun. Dan tidak sulit membayangkan bgm ide2nya itu berkembang, mengingat jelasnya ideologi Islam dan cinta Muslim bagi agama mereka.

Pola kelakuan Muslim spt Taheri-azar tidak unik. Perangainya yg halus dan sopan santun juga ditunjukkan oleh para teroris 9/11, para suicide bomber di London (7/7) & para dokter yg ditangkap dlm serangan di Skotlandia baru2 ini.

Juga seorang Intel engineer yg ditahan sebelum ia bisa bergabung dgn Taliban di Afghanistan, Maher Hawash. Seorang Saudi yg tinggal di Houston, Mohammed Ali Alayed, menikam dan membunuh teman dekatnya, seorang lelaki Yahudi, Ariel Sellouk. Begitu pula mereka yg masuk Islam : wanita Belgia, Muriel Degauque, 38 thn, menjadi suicide bomber di Iraq dgn melemparkan diri sendiri pada sebuah gedung markas tentara AS.

Inilah mengapa saya menyebutnya sbg Sudden Jihad Syndrome, dimana Muslim2 yg nampak normal tiba2 menjadi biadab. Utk itu tidak ada salahnya kalau kita mencurigai SEMUA Muslim. Mereka semua memendam bibit2 jihadi.

----------------------
July 29, 2006 update: rayra.net menghasilkan sebuah daftar insiden2 Sudden Jihad Syndrome di AS sejak May 2002.
http://www.rayra.net/5th_Columnists/Jih ... drome.html

PostPosted: Tue Jul 24, 2007 2:49 pm
by ali5196
http://cfoiblog.blogspot.com/2007/02/su ... drome.html

Sudden Jihad Syndrome

It looks like the Muslim teen who opened fire on shoppers in a Salt Lake City mall is yet another case of “sudden jihad syndrome,” a condition in which normal-appearing American Muslims abruptly turn violent.

Sulejman Talovic, an 18-year-old Bosnian Muslim immigrant, was loaded with enough ammo to “inexplicably” kill dozens of victims and he would have, if an alert off-duty cop hadn’t returned fire and stopped him. Talovic still managed to methodically murder five and wound four others with a shotgun.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=12243
Witnesses say it was an act of coldblooded violence aimed at random victims something otherwise known as terrorism. According to the Salt Lake Tribune, Talovic attended Friday prayers at a mosque about a block from the mall.

• A 30-year-old Muslim man, Naveed Afzal Haq, who went on a shooting rampage at a Jewish community center in Seattle, announcing “I’m a Muslim-American; I’m angry at Israel.”

• An Egyptian national, Hesham Mohamed Hadayet, who shot two and wounded three at an Israeli airline ticket counter at LAX.

• A bearded 21-year-old student, Joel Hinrichs, who blew himself up with a backpack filled with TATP (the explosive of choice in the Mideast) outside a packed Oklahoma University football stadium not long after he started attending the local mosque.

• A 23-year-old student, Mohammed Ali Alayed, who slashed the throat of his Jewish friend in Houston after apparently undergoing a religious awakening (he went to a local mosque afterward).

• The D.C. snipers — John Muhammad and Lee Malvo, both black Muslim converts — who picked off 13 people in the suburbs around the Beltway as part of what Muhammad described as a “prolonged terror campaign against America” around the first anniversary of 9/11, which he had praised.

Omeed Aziz Popal of Fremont, Calif., who police said hit and killed a bicyclist there then took his SUV on a hit-and-run spree in San Francisco, mowing down pedestrians at crosswalks and on sidewalks before police caught up with him, whereupon the Muslim called himself a “terrorist.”

• A 22-year-old Muslim, Ismail Yassin Mohamed, who stole a car in Minneapolis and rammed it into other cars before stealing a van and doing the same, injuring drivers and pedestrians, while repeatedly yelling, “Die, die, die, kill, kill, kill” — all, he said, on orders from “Allah.”

• A 22-year-old Iranian honors student, Mohammed Reza Taheri-azar, who deliberately rammed his SUV into a crowd at the University of North Carolina to “punish the government of the United States” for invading Iraq and other Muslim nations.

This is not terrorism, the FBI said. Just some nutty kid. In all these cases, the feds’ first reaction was to shrug. They said the perps were lone individuals who just went ballistic after having a bad day, as if anyone could have done such crimes.

But they weren’t just anyone. They were all young Muslim men. Of course, the FBI can’t treat all law-abiding young Muslim men as potential killers. But neither should the agency ignore this trend.

We’re likely to see more of these seemingly random domestic attacks. They may seem isolated, but all have radical Islam at their nexus. They’re not “senseless” or “utterly inexplicable” or “impossible to rationalize,” as the media intone. They are purposeful. These men act as conscripts called up for a mission, sick as it is. :twisted:

PostPosted: Tue Nov 10, 2009 4:54 am
by ali5196
as-muslim-tembak-13-tentara-mati-di-fort-hood-t35968/

Image
Maj. Nidal Malik Hasan (foto atas), 39 thn, tiba2 melakukan pembunuhan massal di postnya di Texas. Penyidik sedang mempelajari alasan ia menembak mati kamerad2nya dlm insiden penembakan paling parah disebuah markas militer AS.

Salah seorang atas Hasan malah memuji kerajinannya dan keahliannya dlm memberikan perawatan mantap kpd pasien2nya. Ia seorang "pendiam yg tidak suka menonjolkan diri," kata Kol. Kimberly Kesling, deputy commander of clinical services at Darnall Army Medical Center.

Seorang IMAM dari mesjid yg sering didatangi Hasan, Muslim dari lahir, mengatakan bahwa ia seorang tentara yg bangga menjadi tentara AS dan tidak menunjukkan tanda2 pemikiran ekstrimis dan selalu mengenakan seragamnya saat solat.

TAPIIIii tetnara yg menyaksikan insiden pembunuhan massal ini melihatnya meneriakkan "ALLAHHHHHHU AKBARrrrr" sebelum memulai penembakan.

Motivasi penembakan ini tidak jelas, tapi koleganya megnatakan bahwa ia pernah menunjukkan kemarahannya ttg perang2 di Iraq & Afghanistan.

PostPosted: Tue Dec 13, 2011 5:48 am
by ali5196
Penusuk Kamerawan tvOne di Wisma Nusantara Berteriak takbir!
post811011.html#p811011

LA USA: Tembak Polisi kemudian Teriak "Allahu Akbar"
post811012.html#p811012

PostPosted: Tue Dec 13, 2011 5:54 am
by ali5196
London, 2nd November 2010: Muslimah Tiba2 Tusuk Anggota Parlemen, Stephen Timms, saat Temu Rakyat
http://www.dailymail.co.uk/news/article ... ation.html

Image
Karena tidak setuju dgn Perang Irak, Roshonara Choudhary, menusuk MP Stephen Timms dua kali. Timms untung selamat tapi harus lama di RS.

Image
Korban

PostPosted: Tue Dec 13, 2011 5:57 am
by ali5196

Re: Muslim & 'Sudden Jihad Syndrome'

PostPosted: Thu Dec 22, 2011 9:11 pm
by nadia ghazali
thanks om ali buat artikel ini
kadang2 geram banget dgn usefull idiot atau politically correctness barat yg tdk ngeh2 jg dgn racun islam
begitu banyak virus2 dan penyakit yg udah di research and berhasil ditemukan obatnya
eh koq tdk bisa menganalisa and mengenal jati diri virus islam ya..
padahal virus itu udah terang2an menampakan identitas asli dirinya..aneh