Page 1 of 1

Jihad di JERMAN, SWISS

PostPosted: Fri Apr 03, 2009 1:27 am
by ali5196
Jaksa Penuntut Utama Jerman Mendakwa Para Pemimpin Muslim Melakukan Korupsi dan Mendanai Organisasi² Militan Islam
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 56&t=31755" onclick="window.open(this.href);return false;

Muslim Jerman khotbah Islam penuh damai di hadapan para kafir, tapi dihadapan Muslim mereka berkhotbah untuk
mengobarkan tindakan kekerasan. Para pemimpin Muslim di Jerman melakukan korupsi. Mereka menyalahgunakan dana bantuan dari para pembayar pajak dan telah menyelundupkan jutaan euro bagi para Jihadis di seluruh dunia.

Akhirnya, Pemerintah Jerman mengambil tindakan untuk mengatasi para Muslim radikal di Jerman. Media Jerman melaporkan pada tanggal 20 Maret, 2009 bahwa Jaksa Penuntut Umum mengajukan dakwaan terhadap Oguz Ücüncü, sekjen "Islamische Gemeinschaft Milli Görüs" IGMG (Islamic Community of Milli Görüs = Komunitas Islam Milli Görüs), yang adalah organisasi Turki Islam, dan juga terhadap Ibrahim el Zayat, ketua “Islamische Gemeinschaft Deutschlands (IGD) (Islamic Community of Germany = Komunitas Islam Jerman). Kedua orang ini lahir di Jerman dan adalah warganegara Jerman.

Untuk menambah garam pada luka, kedua orgnasasi ini menerima uang negara Jerman, yakni uang dari para pembayar pajak, yang jumlahnya lebih dari 470.000 Euro setiap tahun sebagai organisasi non-profit. Menurut perkiraan kantor Jaksa Penuntut Umum di Munich, Jerman, IGMG dan IGD menyelundupkan lebih dari 3 juta euro untuk berbagai organisasi radikal di seluruh dunia Muslim di tahun 2008.

Tiga orang bekas pekerja (yang namanya dirahasiakan demi keamanan) bagi Aiman Mazyek, sekjen Znetralrat der Muslime in Deutschland (ZMD) (Konsul Pusat Muslim di Jerman) mengatakan padaku bahwa Mazyek menggelapkan lebih dari seperempat juta euro. Dia menggunakan uang itu sebagai investasi di tempat² hiburan di Turki. Dua dari kawan²nya yang melaksanakan bisnisnya di Turki digaji melalui ZMZ.

Juga Ali Kizilkaya, ketua “Islamrat für die Bundesrepublik Deutschalnd” (IR) (Konsul Islam Jerman), menggelapkan uang masyarakat dengan cara menggunakan uang itu untuk membeli gedung² apartemen di Aachen dan Dortmund melalui bank akunnya di Swiss. Harian surat kabar Jerman FAZ melaporkan di tanggal 27 Desember, 2008, bahwa Kizilkaya ditangkap beberapa kali karena menyelundupkan uang ke Swiss. Dia di bawah pengawasan polisi karena melanggar Konstitusi Jerman dan karena hubungannya dengan organisasi² radikal Muslim.

Lamya Kaddor, ustad Islam dan bekas asisten Sven Kalisch, profesor Islam di Münster University, juga telah melakukan korupsi uang. Dia (wanita) mencuri lebih dari 120.000 euro. Kasus ini sedang menunggu keputusan pengadilan.
Selain melakukan korupsi, para Islamis dan pemimpin Muslim di Jerman dengan giat melakukan hubungan dengan masyarakat Muslim, yang adalah masyarakat mereka sendiri. Hampir semuanya menolak UU Jerman – tapi ini hanya berani mereka lakukan jika tiada media lokal yang merekam ucapan mereka – dan membujuk Muslim untuk menerapkan Syariah Islam.

Lale Akgün, keturunan Turki yang gencar melakukan kritik terhadap Islamisasi di Jerman, dan juga ketua Social Democratic Party (SPD), membujuk Menteri Dalam Negeri Wolfgang Schäuble dari Christian Democratic Party (CDU) untuk “berhenti bicara dengan para pemimpin Muslim di Jerman.” Akgün berkata, “Para pemimpin Muslim itu mengelabui Schäuble, dan keduanya mengelabui kita semua. Percuma bicara dengan para fanatik. Mereka harus diawasi dan diterapkan hukuman tegas bagi mereka, sebelum terlambat.”

PostPosted: Thu May 30, 2013 6:44 pm
by ali5196
Image