.

Meluruskan MAKNA JIHAD

Informasi tentang masa pra-Islam dan perkembangan Jihad di seluruh dunia

Postby ali5196 » Mon Mar 05, 2007 12:32 am

NONIE DARWISH : puteri jihadi ttg JIHAD
http://www.youtube.com/watch?v=yRa-Y0Jp ... ed&search=

Image

Di sekolah, kami diajarkan bahwa jihad adalah PERANG SUCI ( HOlY WAR) utk Allah : utk merebut dunia bagi Allah. ITULAH Jihad.
Setiap hari teman2 sekelas saja membacakan sajak. Temanya ?
JIHAD.
Last edited by ali5196 on Sun Jul 01, 2007 10:24 pm, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby taksanggup » Thu Mar 15, 2007 7:42 pm

bung... dari awal thread ini hanya menampilkan sebagian kecil orang-orang yang kurang tepat memahami ajaran atas nama islam khususnya mengenai Jihad, coba dong tampilkan sanggahan dari tokoh yang lain yang menyatakan kalo pemahaman mereka tentang jihad tuh salah, supaya fair.
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby ali5196 » Mon Mar 19, 2007 3:20 pm

MAU FAIR ??? NIH, KALAU KAU MAU FAIR !!

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 617#150617

Pembunuhan di UTAH = JIHAD !

March 17, 2007 -- Imigran Muslim dari Bosnia yg menembaki orang2 di sebuah shopping mall di UTAH, dan menewaskan lima orang AS, sambil berteriak 'Allahu Akbar' ditembak mati oleh polisi. Peristiwa ini merupakan tindakan jihad sesuai dgn "textbook serangan jihadis" kata PipeLineNews.org.

Image
Muslim2 Bosnia sedih atas kematian Sulayman Talovic, sang pembunuh orang tidak bersalah di UTAH.

Pada malam sebelum pembunuhan itu, sang penembak, Sulejman Talovic, mengatakan kpd pacarnya bahwa "Besok akan ada kejadian yg akan membuat hari itu hari yg paling membahagiakan dlm hidup saya, dan ini hanya akan terjadi sekali dlm hidup."

Islam menganggap mati demi Allah sbg bentuk pengorbanan spiritual tertinggi dan akan mendpt penghargaan berlimpah oleh tuhan Islam yg disebut Allah.

"Ekspresi Talovic kpd pacarnya ini, bahwa hari itu akan menjadi hari paling bahagia dlm hidupnya, KONSISTEN dgn pengertian akan fungsi sentral jihad dlm Islam," tulis Beila Rabinowitz & William A. Mayer.

"Pacarnya sendiri mengatkan bahwa sang pembunuh berhubungan dgn seseorang di mesjid setempatnya yg berlokasi persis diseberang shopping mall tempat ia merencanakan pembunuhan masalnya ini."
kata Rabinowitz.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Apr 06, 2007 2:11 am

http://www.indonesiawatch.org/jihad.php?news_id=333
PELAKSANAAN JIHAD DENGAN HARTA

“Artikel ini dikutip dari halaman 71-84 dari buku Panduan Jihad tulisan DR. Hilmy Almascatty. Buku ini diperoleh di toko-toko buku umum di Jakarta seperti Gramedia.” IW

Dr. Said Hawwa dalam bukunya Jundullah menulis tentang jihad harta ini, “Sebenarnya jihad dengan harta (jihad bil-mal) ini merupakan bagian vital dari jihad-jihad yang lain. Risalah dakwah tidak akan berjalan dengan sempurna tanpa adanya bantuan logistik dan dana yang kuat, lebih-lebih ketika sedang mempersiapkan kekuatan dalam rangka menghadang ke- kuatan musuh. Setiap gerak dakwah tidak bisa terlepas dari masalah dana, sebab dalam pelaksanaannya, dakwah memerlukan sarana dan prasarana, apalagi untuk berdakwah di zaman sekarang ini.

Jihad lisan memerlukan banyak dana guna mencetak buku, surat kabar, pamflet, majalah, dan sebagainya, sedangkan jihad pendidikan memerlukan banyak dana untuk membiayai pembentukan lembaga-lembaga pendidikan dan pengajaran representatif yang ditunjang peralatan secara memadai serta tenaga-tenaga pendidik yang profesional.

Jihad fisik dengan berbagai macamnya memerlukan banyak dana untuk pengadaan senjata, peralatan tempur yang canggih, logistik, dan biaya tunjangan untuk para syuhada.


Nah, masih ada yg bersikeras bahwa Islam adalah 'religion of peace' ?

Peace MY ARSE !
Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Apr 11, 2007 9:25 pm

http://www.jihadwatch.org/archives/016011.php
April 10, 2007
Qur'an-reading man tries to hijack Turkish plane with 178 passengers aboard

But he failed. "Turkish commerical plane with 175 passengers hijacked," from EITB, with thanks to Marked Manner, who has details on the press coverage:
Police on Tuesday detained a man who tried to hijack a plane and divert it to Iran by threatening to blow it up, CNN-Turk television reported.

Turkish authorities on Tuesday detained a man who threatened to blow up a passenger plane to divert it to Iran, officials said.

The man, identified as Mehmet Goksen Gol, entered the cockpit and threatened to blow up the plane, claiming to have an explosive device on board, Ankara Deputy Governor Hayati Soylu said. The man was not armed and did not have explosives.

He was detained at Ankara's Esenboga airport where pilots landed the Pegasus airline flight, which was going from Diyarbakir to Istanbul.

There were 178 passengers on board, including three babies, the airline said. None of the passengers were hurt.

There was no information as to why the man wanted to divert the plane to Iran.

Firat Keles, a passenger on board, told CNN-Turk television that the man could be seen reading the Quran during the flight. There was no panic on board, he said.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby taksanggup » Fri Apr 13, 2007 7:55 am

ali5196 wrote:MAU FAIR ??? NIH, KALAU KAU MAU FAIR !!

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 617#150617

Pembunuhan di UTAH = JIHAD !

March 17, 2007 -- Imigran Muslim dari Bosnia yg menembaki orang2 di sebuah shopping mall di UTAH, dan menewaskan lima orang AS, sambil berteriak 'Allahu Akbar' ditembak mati oleh polisi. Peristiwa ini merupakan tindakan jihad sesuai dgn "textbook serangan jihadis" kata PipeLineNews.org.
ya.. jelas.. bukan menurut keterangan AlQur'an.


ali5196 wrote:Muslim2 Bosnia sedih atas kematian Sulayman Talovic, sang pembunuh orang tidak bersalah di UTAH.

Pada malam sebelum pembunuhan itu, sang penembak, Sulejman Talovic, mengatakan kpd pacarnya bahwa "Besok akan ada kejadian yg akan membuat hari itu hari yg paling membahagiakan dlm hidup saya, dan ini hanya akan terjadi sekali dlm hidup."

Islam menganggap mati demi Allah sbg bentuk pengorbanan spiritual tertinggi dan akan mendpt penghargaan berlimpah oleh tuhan Islam yg disebut Allah.

"Ekspresi Talovic kpd pacarnya ini, bahwa hari itu akan menjadi hari paling bahagia dlm hidupnya, KONSISTEN dgn pengertian akan fungsi sentral jihad dlm Islam," tulis Beila Rabinowitz & William A. Mayer.

"Pacarnya sendiri mengatkan bahwa sang pembunuh berhubungan dgn seseorang di mesjid setempatnya yg berlokasi persis diseberang shopping mall tempat ia merencanakan pembunuhan masalnya ini."
kata Rabinowitz.
itulah bukti kalo masih saja banyak orang yang kurang paham pengertian/pemahaman tentang jihad yang sesungguhnya, jadi ya bikin tafsir sendiri sesuai dengan kapasitas yang menyertainya. Gak menggali lebih dalam. jadi jangan sama kan antara pribadi yang menafsirkan jihad dengan pengertian jihad yang sebenarnya juga dengan ISLAM.. beda lho mas..
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby Adadeh » Fri Apr 13, 2007 8:15 am

tak sanggup wrote:itulah bukti kalo masih saja banyak orang yang kurang paham pengertian/pemahaman tentang jihad yang sesungguhnya, jadi ya bikin tafsir sendiri sesuai dengan kapasitas yang menyertainya.

Silakan tampilkan tafsirmu sendiri tentang makna jihad. Aku tampilkan tafsir jihad berdasarkan ayat pedang dari Ibn Kathir:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 019#105019

kutipan:
Kathir 9:5 wrote:
Tjmh:
Kathir 9:5 menyatakan:

This is the Ayah of the Sword
Tjmh:
Ini adalah Ayat Pedang

Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said that the four months mentioned in this Ayah are the four-month grace period mentioned in the earlier Ayah,
Tjmh:
Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam berkata bahwa empat bulan yang disebutkan dalam ayat ini adalah bulan2 suci yang disebut di ayat sebelumnya,

﴿فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ﴾
(So when the Sacred Months have passed... ), meaning, `Upon the end of the four months during which We prohibited you from fighting the idolators, and which is the grace period We gave them, then fight and kill the idolators wherever you may find them.' Allah's statement next,
Tjmh:
(Kemudian apabila habislah (masa) bulan-bulan yang dihormati itu… ), berarti, ‘Pada akhir empat bulan di mana Kami melarangmu untuk memerangi kaum pagan, dan ini adalah waktu suci yang Kami berikan pada mereka, maka perangi dan bunuh kaum pagan di mana pun kau jumpai mereka.’ Pernyataan Allah selanjutnya,

﴿فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ﴾
(then fight the Mushrikin wherever you find them), means, on the earth in general, except for the Sacred Area, for Allah said,
Tjmh:
(bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu menemuinya), berarti, umumnya di atas tanah, kecuali di Tempat Suci, karena Allah berkata,

﴿وَلاَ تُقَـتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَـتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَـتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ﴾
(And fight not with them at Al-Masjid Al-Haram, unless they fight you there. But if they attack you, then fight them.) 2:191Allah said here,
Tjmh:
(dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar Masjidilharam sehingga mereka memerangi kamu di situ. Oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka.) (2:191) (Allah berkata,

﴿وَخُذُوهُمْ﴾
(and capture them), executing some and keeping some as prisoners,
Tjmh:
(dan tangkaplah mereka), bunuh sebagian dan tangkap sebagian sebagai tawanan perang,

﴿وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ﴾
(and besiege them, and lie in wait for them in each and every ambush), do not wait until you find them. Rather, seek and besiege them in their areas and forts, gather intelligence about them in the various roads and fairways so that what is made wide looks ever smaller to them. This way, they will have no choice, but to die or embrace Islam,
Tjmh:
(juga kepunglah mereka, serta tunggulah mereka di tiap-tiap tempat mengintipnya), jangan tunggu sampai mereka menemukanmu. Tapi serang dan kepung mereka di daerah dan benteng2 mereka, cari keterangan tentang mereka di berbagai jalan dan tempat sehingga mereka tidak leluasa lagi. Karena itu, mereka tidak punya pilihan kecuali mati atau masuk Islam,

﴿فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلَوةَ وَءاتَوُاْ الزَّكَوةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾
(But if they repent and perform the Salah, and give the Zakah, then leave their way free. Verily, Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.) Abu Bakr As-Siddiq used this and other honorable Ayat as proof for fighting those who refrained from paying the Zakah. These Ayat allowed fighting people unless, and until, they embrace Islam and implement its rulings and obligations. Allah mentioned the most important aspects of Islam here, including what is less important. Surely, the highest elements of Islam after the Two Testimonials, are the prayer, which is the right of Allah, the Exalted and Ever High, then the Zakah, which benefits the poor and needy. These are the most honorable acts that creatures perform, and this is why Allah often mentions the prayer and Zakah together. In the Two Sahihs, it is recorded that Ibn `Umar said that the Messenger of Allah said,
Tjmh:
(Kemudian jika mereka bertaubat dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.) Abu Bakr As-Siddiq menggunakan ayat ini dan ayat terhormat lainnya sebagai alasan memerangi mereka yang tidak mau bayar Zakah. Ayat ini menginjinkan memerangi orang lain sampai orang tersebut memeluk Islam dan melaksanakan hukum dan kewajiban Islam. Allah menyatakan hal2 yang paling penting dalam Islam, dan juga yang hal penting lainnya. Sudah jelas bahwa hal2 terpenting dalam islam setelah Shahadah (pengakuan) adalah sembahyang bagi Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, lalu Zakat bagi yang miskin dan yang membutuhkan. Hal2 ini merupakan perbuatan yang paling terhormat yang dapat dilakukan manusia, dan karena itulah Allah seringkali mengatakan tentang sembahyang dan Zakat secara bersamaan. Dalam dua Shahih dinyatakan bahwa Ibn ‘Umar berkata bahwa Rasul Allah berkata,

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاة»
(I have been commanded to fight the people until they testify that there is no deity worthy of worship except Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah, establish the prayer and pay the Zakah.) This honorable Ayah (9:5) was called the Ayah of the Sword, about which Ad-Dahhak bin Muzahim said, "It abrogated every agreement of peace between the Prophet and any idolator, every treaty, and every term.'' Al-`Awfi said that Ibn `Abbas commented: "No idolator had any more treaty or promise of safety ever since Surah Bara'ah was revealed. The four months, in addition to, all peace treaties conducted before Bara'ah was revealed and announced had ended by the tenth of the month of Rabi` Al-Akhir.''
Tjmh:
(Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan sembahyang dan membayar Zakat). Ayat 9:5 yang terhormat ini disebut sebagai Ayat Pedang, dan tentang ini Ad-Dahhak bin Muzahim berkata,”Ayat ini membatalkan semua perjanjian damai antara Sang Rasul dan kaum pagan, semua persetujuan, dan semua keadaan.” Al-`Awfi berkata bahwa Ibn `Abbas menyatakan: “Tidak seorang pun kaum pagan yang berada di bawah perjanjian damai atau janji keselamatan sejak Surah Bara’ah dinyatakan. Masa empat bulan di mana semua perjanjian damai ditetapkan sebelum Bara’ah diwahyukan dan diumumkan sudah berakhir pada tanggal sepuluh bulan Rab’ Al-Akhir.”

Surah 9:5 berlaku sepanjang masa sampai semua kafirun mengaku Allah adalah satu2nya Tuhan yang harus disembah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Jika ini belum terlaksana, maka Ayat Pedang masih terus berlaku. Karena itulah Jihad terus berlangsung sampai semua kafirun jadi Muslim atau lenyap habis.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ferdyrkg » Fri Apr 13, 2007 11:59 am

ceceps01 wrote:ferdyrkg,

Kelihatannya anda bingung sendiri dgn peristiwa2 jihad yg terjadi, apalagi kami yg non muslim.

Anda juga sudah cukup lama di forum ini, mungkin anda juga melihat rekan2 muslim anda berjuang sedemikian rupa utk menutupi fakta2 kejanggalan tsb., terlepas dr cara penyampaian netter2 kafir yg kadang2 keras atau kasar.

Anda melihat peristiwa2 tsb. bertentangan dgn hati nurani anda (hati nurani anda rupanya belum tercemar oleh indoktrinasi2).

Saran saya jagalah kebersihan pikiran dan hati nurani anda!

Salam.


Rekan Cecep,

Terima kasih atas saran anda. Membaca berbagai komentar dari rekan di topik ini membuat saya mengurut dada. Dan apa yang terjadi di luar sana dan di depan mata saya sendiri baik di Indonesia maupun di negara tempat saya bekerja ( salah satu negara muslim di Afrika tengah) membuat saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa mereka meng"halal" kan berbagai bentuk pembunuhan, penculikan warga negara asing termasuk warga negara indonesia dengan alasan Jihad atau berperang di jalan Allah. Contoh penggorokan leher jurnalis lokal yang membahas tentang silsilah nabi muhammad dan terdapat kesalahan dalam penyampaiannya sehingga terjadilah hal yang sangat mengerikkan bagi saya. Saya benar benar merindukan kedamaian di muka bumi ini. Kebaikan dalam arti sesungguhnya tidak perlu di bahas lagi karena jika tulus pasti akan menghasilkan buah yang baik pula. Namun kejahatan juga tidak tidak terlepas dari sifat manusia dengan kadar yang berbeda-beda. Aturan penegakan hukum baik negara atau pun daerah belum dapat diterima masyarakat kita karena di pandang masih banyak titik kelamahannya sehingga jalan yang di "anggap" benar adalah bertindak sendiri bertameng membawa unsur-unsur agama. Unsur agama adalah kaitannya dengan dosa. Dan dosa adalah bentuk pelanggaran terhadap hukum Tuhan. Berarti Tuhan lah yang berhak menghukumnya bukan manusia dengan alasan demi agama.
ferdyrkg
 
Posts: 75
Joined: Thu Feb 15, 2007 8:33 pm
Location: Indonesia

Postby taksanggup » Fri Apr 13, 2007 12:15 pm

Adadeh wrote:
tak sanggup wrote:itulah bukti kalo masih saja banyak orang yang kurang paham pengertian/pemahaman tentang jihad yang sesungguhnya, jadi ya bikin tafsir sendiri sesuai dengan kapasitas yang menyertainya.

Silakan tampilkan tafsirmu sendiri tentang makna jihad. Aku tampilkan tafsir jihad berdasarkan ayat pedang dari Ibn Kathir:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 019#105019

ya itulah tafsir jihad dari Ibn Kathir yang katanya berdasarkan ayat pedang. memang itulah yang tiba pada Ibn Kathir, kapasitas pemahamannya memang sampai disitu..

setiap manusia disertai ilmu dan akal, namun kapasitas untuk memahami sesuatu pada setiap orang berbeda-beda, termasuk saya, dan juga anda yang sepertinya "gak percaya" pada ajaran atas nama islam, tapi banyak banget kutipannya tentang terjemahan AlQur'an dan Hadis. jadi bingung juga.. ini orang tuh percaya atau nggak??
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby M-SAW » Fri Apr 13, 2007 6:44 pm

Nah ini yang jadi maslah
Di dunia muslim, TAFSIT itu DI AKUIn sbg TAFSIR yang bagus,DIANJURKAN utk baca tafsir tsb utk memhami ISLAM.utk di indoesia..anda bisa lihat..hanya tafist ibnu kathir dan jalaluddin dan Quthb yg selalu di DISPLAY MENONJOL,,,supaya muslim gampang membelinya.

nah...klo rata2 muslim MEMPERCAYAI tafsir ibnu kathir tsb... ini yang berabe ..inilah yang MEMBUAT banyak MUSLIM bringas..karna emang begitulah hasil PEMAHAMAN mereka.

kamu mungkin ga setuju,,tapi siapa sih kamu,,sanggupkah KAMU MEMBUAT TAFSIR KAMU SEndiri ?? yg diakui muslim UMUMNYA???

ayolah liat realitanya

lebih banyak MUSLIM yang percya IBNU kathir daripada percaya celotehan kamu.INI FAKTA.gak bisa dibantah.


nb : adadeh bukan tidak percya AJARAN islam, adadeh sangat2 percaya AJARAN ISLAM,saking percayanya sampai2 dia TIDAK MENYETUJUI AJARAN islam.
anda paham kan bedanya PERCAYA dgn TIDAK setuju.
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby Adadeh » Fri Apr 13, 2007 11:56 pm

Betul sekali anggapanmu di atas, Mamat. Buat "tak sanggup", silakan tunjukan tafsirmu sendiri tentang jihad dan juga referensi Islamnya, ya? Pengen tau gue.

taksanggup wrote:memang itulah yang tiba pada Ibn Kathir, kapasitas pemahamannya memang sampai disitu..

Ibn Kathir itu ilmuwan Islam ternama yang sudah diakui oleh dunia Islam internasional, sedangkan kau ini siapa seeeh? Tafsir Ibn Kathir memang sesuai dengan ucapan Muhammad SAW di
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”


setiap manusia disertai ilmu dan akal, namun kapasitas untuk memahami sesuatu pada setiap orang berbeda-beda, termasuk saya, dan juga anda yang sepertinya "gak percaya" pada ajaran atas nama islam, tapi banyak banget kutipannya tentang terjemahan AlQur'an dan Hadis. jadi bingung juga.. ini orang tuh percaya atau nggak??

Justru dengan banyak membaca Al-Qur'an dan Hadis, maka aku yakin "gak percaya" 100% bahwa Muhammad SAW itu adalah utusan tuhan. Tuhan kok begitu **** memerintah Muslim membunuhi kafir agar Islam bisa ditegakkan? Ngapain tuhan menciptakan dan memelihara kafir kalau akhirnya mereka harus dipaksa masuk Islam kalau tidak bakal dibunuh? Logikanya di mana neeeh? Banjir darah terus-menerus dong dunia ini kalau Muslim mengikuti perintah sadis tuhan dan rasulnya itu. Sekarang aja jumlah kafir di dunia lebih dari 6 kali lipat jumlah Muslim. Bayangkan berapa banyak tuh yang harus dibunuhi dan diperangi Muslim jikalau Muslim menuruti perintah Allah dan Muhammad SAW untuk menegakkan Islam.

Kau sendiri percaya atau tidak dengan isi Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2 di atas dan makna Q 9:5 itu? Kalau tidak, apa tafsirmu terhadap isi hadis dan ayat tsb.?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby taksanggup » Sat Apr 14, 2007 7:46 am

Justru itulah ... kalo pemahaman tentang ajaran islam di ambil dari terjemahan, ya segitu-gitunya. di ambil pemahaman secara "mentah" ya "mentah" juga hasilnya, Garbage in garbage out. gold in gold out. gitu kata para praktisi sistem informasi mah.

Ibnu Kathir ialah manusia biasa, yang juga disertai ilmu dan akal, kapasitas nya ya memang sampai segitu, saya gak bisa memaksakan agar ibnu Kathir harus begini atau begitu, saya juga begini bukan kemauan saya.

Ilmu pengetahuan milik Tuhan itu gak ada mahluk yang tau seberapa banyaknya. makanya makna dari ayat per ayat / lafad per lafad pada Kitab Alqur'an tidak hanya yang di ungkap oleh Ibnu Kathir atau oleh anda saja, masih banyak orang yang disertai dengan ilmu dan akal milik Tuhan.

untuk mengerti lebih dalam ayat per ayat / lafad per lafad pada AlQur'an, anda harus terbuka, bukan hanya pemahaman yang menyertai anda saja yang anda anggap benar, "dunia tak selebar daun kelor" kata orang tua mah, ilmu tidak yang menyertai ibnu kathir saja, masih banyak lagi yang disertai dengan ilmu milik Tuhan yang bisa menjabarkan makna sebenar-benarnya dari kandungan pada ayat 5 surat 9 itu, bukan berarti saya tau yang sebenarnya, minimal saya tidak membatasi pengertian akan "sesuatu" itu cukup sampai "disitu". karena bisa saja ketika melihat seekor burung merpati saya akan sangat menyukainya dan anda akan membencinya karena takut flu burung, atau sebaliknya, bisa saja kan?
apakah anda tidak merasa disertai ilmu milik Tuhan??
meskipun pemahaman yang anda dapat berbeda dengan yang saya dapat, tapi itu adalah ilmu milik Tuhan, ilmu yang beraneka ragam, ilmu yang bisa menyertai siapa saja.
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby Adadeh » Sat Apr 14, 2007 11:00 pm

taksanggup wrote:Justru itulah ... kalo pemahaman tentang ajaran islam di ambil dari terjemahan, ya segitu-gitunya. di ambil pemahaman secara "mentah" ya "mentah" juga hasilnya, Garbage in garbage out. gold in gold out. gitu kata para praktisi sistem informasi mah.

Well, in that case, let's get straight to the point and show us whatever garbage/gold comes out from your brain. Silakan tunjukan tafsirmu tentang Q 9:5 dan Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24 di atas.

Paling2 kagak bisa ngejawab.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby taksanggup » Mon Apr 16, 2007 11:37 am

judulnya aja... kurang pas.. "Meluruskan Makna Jihad", sebenarnya makna jihad gak perlu diluruskan.. makna jihad sudah pasti. yang perlu kita ketahui yaitu makna jihad yang sebenarnya, karena makna jihad gak pernah "bengkok", yang "bengkok" mah yang menginterprestasikan dari makna jihad tersebut dengan menambah nambah sesuai keinginan/harapan yang menyertainya. pengetahuan yang kurang mendalam untuk memahami nya banyak terjadi di kebanyakan para penganut "yang katanya" beragama islam.


secara bahasa Jihad >> Berjuang, Fisabilillah >> di jalan milik Allah.
Jihad Fisabillah >> berjuang dijalan Allah.
Kita lihat rukum islam yang 1, yaitu Syahadat:
bersaksi atas diri yang telah disertai berbagai nikmat milik Allah, apakah diri banyak berbuat kebaikan atau kejelekan? jadi yang lebih utama beribadah ialah ditujukan ke dalam diri terlebih dulu. misalnya berjuang di Jalan Allah, bagai mana diri melaksankannya untuk diri yang lebih utama?
Bujukan Atas nama setan tak hentinya menggoda atas nama manusia untuk berbuat kesesatan, Kalolah memang diri pribadi sangat menyayangi diri ini, maka akan berusaha keras berjuang agar diri tak tergoda bujukan atas nama setan, meskipun atas nama setan tak henti-hentinya menggoda.
illustrasi sederhana:
seseorang ibu rumah tangga sedang membersihkan lantai dengan kain pel, namun tanpa diduga anaknya yang baru bermain tanpa alas kaki masuk ke rumah tanpa membersihkan kakinya. kontan saja lantai yang sudah kinclong berubah menjadi kotor kembali seperti sebelum di pel.

atas nama setan akan membujuk kepada si ibu kira-kira begini:
"Wah.. wah wah.. dasar anak gak tau diri... bikin pekerjaanmu sia-sia, coba marahin biar gak lagi-lagi... biar tau kebersihan... kan kebersihan sebagian dari iman", bujuk rayu atas nama setan memang begitu halusnya, bisa-bisanya ia membawa pelajaran kebaikan dibalik kesesatan yang ia bujukan.

atas nama kebaikan(Muhammad) akan membujuk nya begini:
"Jangan Marah... namanya juga anak kecil.. belum mengerti benar arti kebersihan... kasihan juga kan kalo di marahain ia gak tau kamu baru mem pel lantainya... mendingan sekalian aja anaknya di mandiin biar lantai juga anaknya jadi bersih juga sekalian"

jika seorang yang jadi ibu ini berjihad fisabillah ia akan sayang pada dirinya, gak akan ia marah pada anaknya karena ia yakin dengan mengasihi anaknya berarti ia juga mengasihi dirinya. berjuang disini, ibu ini harus rela tidak tergoda oleh halusnya bujuk rayu atas nama setan... yang kadang bisa menggunakan bahasa yang bagus.. namun nilainya negatif.

ilustrasi sederhana di atas hanya satu contoh yang bisa dialami oleh banyak orang. karena dari hal yang sederhana ini lah kita sering bertemu.

kalo "jihad" yang ujung-ujung nya merugikan orang lain/ misal menewaskan orang lain, meneror , itu mah bukan yang sesungguhnya.. itu mah rekayasa.. karena bujuk rayu atas nama setan begitu halus.. yang bisa membengkokan prilaku yang sedang mecari makna jihad yang sesungguhnya.
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby ali5196 » Mon Apr 16, 2007 1:38 pm

taksanggup wrote:judulnya aja... kurang pas.. "Meluruskan Makna Jihad", sebenarnya makna jihad gak perlu diluruskan.. makna jihad sudah pasti.


Judulnya merupakan kesimpulan dari sebuah artikel ttg jihad dari majalah ISLAM sendiri, bukan dari Harry Potter, bu ! Elu silahkan debat sama mereka ! Muslim vs Muslim !! :lol: :lol: NONMUslim tinggal nonton aja !! Siapa dari kalian yg paling tahu Islam ...

http://www.indonesiawatch.org/islam.php?news_id=65

Hentikan Manipulasi Makna Jihad!

Kutipan2 yg dicuplik Indonesia Watch dari Edisi 80, Al-Islam On Line

“Kini ada banyak pembahasan tentang makna jihad. Sungguh kita harus mengerti arti yang sebenarnya, khususnya karena buku-buku yang beredar di Indonesia mengajarkan bahwa ada tiga langkah untuk Islam mendominasi seluruh bumi:
i. Langkah dakwah yaitu mengajak orang masuk Islam
ii. Langkah jizyah yaitu membayar pajak perlindungan supaya yang non-Muslim boleh hidup di bawah perlindungan pemerintahan Islam
iii. Langkah jihad yaitu penggunaan paksaan secara militer untuk membunuh semua orang yang menolak langkah dakwah dan langkah jizyah.

Oleh karena itu, hal ini harus benar-benar dimengerti sementara terjadi pembahasan tentang perubahan makna jihad masa kini.”
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Moderator 3 » Mon Apr 16, 2007 3:08 pm

Resource Centre bukan tempat utk berdiskusi. Obrolan diatas masih saya ijinkan karena mengundang informasi. Selebihnya akan saya buang. Terima kasih.
Moderator 3
 
Posts: 572
Images: 1
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:53 pm

Postby Moderator 3 » Wed May 02, 2007 4:41 pm

Diskusi antara Muhamad SAW dgn taksanggup saya pindahkan ke Ruang Bedah Islam :

Lanjutan diskusi ttg Makna Jihad:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=13202
Moderator 3
 
Posts: 572
Images: 1
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:53 pm

Postby ceceps01 » Wed May 02, 2007 6:10 pm

ferdyrkg wrote:
Rekan Cecep,

Terima kasih atas saran anda. Membaca berbagai komentar dari rekan di topik ini membuat saya mengurut dada. Dan apa yang terjadi di luar sana dan di depan mata saya sendiri baik di Indonesia maupun di negara tempat saya bekerja ( salah satu negara muslim di Afrika tengah) membuat saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa mereka meng"halal" kan berbagai bentuk pembunuhan, penculikan warga negara asing termasuk warga negara indonesia dengan alasan Jihad atau berperang di jalan Allah. Contoh penggorokan leher jurnalis lokal yang membahas tentang silsilah nabi muhammad dan terdapat kesalahan dalam penyampaiannya sehingga terjadilah hal yang sangat mengerikkan bagi saya. Saya benar benar merindukan kedamaian di muka bumi ini. Kebaikan dalam arti sesungguhnya tidak perlu di bahas lagi karena jika tulus pasti akan menghasilkan buah yang baik pula. Namun kejahatan juga tidak tidak terlepas dari sifat manusia dengan kadar yang berbeda-beda. Aturan penegakan hukum baik negara atau pun daerah belum dapat diterima masyarakat kita karena di pandang masih banyak titik kelamahannya sehingga jalan yang di "anggap" benar adalah bertindak sendiri bertameng membawa unsur-unsur agama. Unsur agama adalah kaitannya dengan dosa. Dan dosa adalah bentuk pelanggaran terhadap hukum Tuhan. Berarti Tuhan lah yang berhak menghukumnya bukan manusia dengan alasan demi agama.


Tidak banyak muslim yg berpikiran terbuka seperti anda,
banyak yg membabi buta membela sesuatu yg nyata2 salah hanya karena pelakunya sesama muslim.

Saya tidak tahu pemahaman anda sejauh apa tentang agama anda sendiri,
tapi dari artikel2 yg saya baca ternyata memang dalam ajaran yg sesungguhnya terdapat anjuran2 teror.
Apakah ini fitnah atau bukan, kita bisa mendapatkan konfirmasinya dari diskusi2 dng netter muslim, pernyataan2 yg dikeluarkan ulama, kegiatan2 yg dilakukan ormas2 Islam, dan tanggapan2 ormas2 Islam atas aksi2 teror yg terjadi.

Jadi saya tidak mengkritik tanpa bukti, karena bukti2nya banyak dan dapat dilihat disekeliling kita.
User avatar
ceceps01
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby ali5196 » Wed Jun 27, 2007 10:04 pm

Abu Dujana: Darah Bakal Terus Mengalir
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 283#188283
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Jul 01, 2007 10:05 pm

with thanks to fren:

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=12500
LANGSUNG DARI SUMBER ISLAMMMM SENDIRI!!
Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id

JIHAD OFENSIF
(Tafsir QS at-Taubah [9]: 123)
Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.


]يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قَاتِلُوْا الَّذِيْنَ يَلُوْنَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوْا فِيْكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ[
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kalian itu, dan hendaklah mereka merasakan kekerasan dari kalian. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS al-Taubah [9]: 123)

Ayat ini terdapat dalam surat at-Taubah. Dalam surat ini, dalam beberapa ayatnya, kaum Muslim diperintahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrik. Ayat ini termasuk di antaranya.

Ketika ayat ini diturunkan, perintah memerangi kaum musyrik langsung bisa dijalankan. Pasalnya, saat itu Daulah Islamiyah sudah berdiri kokoh (comment: kondisi ini yang muslim mimpi2kan di wilayah2 yang sekarang bukan wilayahnya (terutama Barat)). Surat ini termasuk yang terakhir diturunkan kepada Rasulullah saw. 1

Tafsir Ayat

Allah Swt. berfirman: Yâ ayyuhâ alladzîna âmanu qâtilû al-ladzîna yalûnakum min al-kuffâr (Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kalian itu). Kata qâtilû merupakan fi'l al-amr dari mashdar kata al-qitâl atau al-muqâtalah. Secara bahasa, kata al-muqâtalah berarti al-muhârabah (peperangan).2 Pengertian peperangan yang dimaksud tentulah perang fisik.3

Adapun kata yalûna merupakan bentuk mudhâri dari al-waly yang berarti al-qurb wa al-dunuw (dekat).4 Kata yalûnakum pun dapat dimaknai dengan yaqrubûna minkum (yang dekat dari kalian).5 Bertolak dari makna-makna tersebut, ayat ini dapat dipahami sebagai perintah terhadap kaum Mukmin untuk memerangi kaum kafir yang dekat dengan mereka.6

Beberapa ayat dalam QS at-Taubah di atas (yakni ayat 5, 29, dan 36) memang memerintahkan kaum Muslim memerangi kaum kafir secara keseluruhan. Akan tetapi, untuk bisa memerangi mereka dalam waktu bersamaan tentu tidak mungkin. Yang mungkin bisa dilakukan adalah memerangi sekelompok di antara mereka terlebih dulu. Karena harus dipilih, maka kaum yang paling dekat dengan merekalah harus didahulukan.7 Inilah skala prioritas yang ditetapkan ayat ini.

Ar-Razi, az-Zuhayli, dan ash-Shabuni menuturkan, ketika Allah Swt. memerintahkan kaum Mukmin untuk memerangi kaum kafir secara keseluruhan. Dia pun mengajarkan metode yang paling tepat dan cocok untuk ditempuh, yakni mereka harus memulai dari yang dekat-dekat, lalu beralih kepada yang jauh-jauh.8 Dengan metode ini, kewajiban untuk memerangi kaum kafir secara keseluruhan dapat tercapai.9

Metode inilah yang ditempuh Rasulullah saw. dan para Sahabat ra. Pada awalnya beliau memerangi kaumnya, lalu bangsa Arab di Hijaz, kemudian Syam.10 Dari Madinah, Syam memang lebih dekat dibandingkan dengan Irak, Persia, atau Mesir. Setelah Syam dapat dikuasai pada masa Sahabat, kaum Muslim baru beralih ke Irak, berikutnya ke wilayah-wilayah lain.11

Selanjutnya Allah Swt. berfirman: Walyajidû fîkum ghilzhah (dan hendaklah mereka merasakan kekerasan dari kalian). Makna ghilzhah adalah dhidd ar-riqqah (lawan dari halus);12 bisa juga berarti syiddah (keras), quwwah (kuat), dan hamiyyah (gagah berani).13 Menurut al-Andalusi dan al-Baqa'i, dalam ayat ini, kata ghildhah digunakan untuk menunjukkan syiddah li al-harb (kerasnya peperangan).14

Menurut lahiriah ayat ini, yang diperintah untuk merasakan sifat ghilzhah adalah kaum kafir. Akan tetapi, perintah itu sebenarnya ditujukan kepada kaum Mukmin. Mereka diperintahkan memiliki sifat-sifat yang disebutkan itu, yakni sifat ghilzhah dengan segala makna yang tercakup di dalamnya.15 Dengan demikian, ayat ini menggunakan musabab untuk menyatakan sebab. Artinya, jika kaum kafir bisa merasakan kerasnya kaum Muslim, hal itu disebabkan oleh kerasnya kaum Muslim terhadap mereka.16

Perintah untuk memiliki segala sifat yang tercakup dalam kata ghilzhah itu amat tepat. Sebab, demikianlah tabiat dan kemaslahatan dalam peperangan.17 Untuk bisa memenangkan peperangan, sifat tersebut harus dimiliki kaum Muslim (Lihat juga: QS at-Taubah [9]: 73).

ISLAM = AGAMA DAMAI DENGAN IDEOLOGI PERANG!!!

Ayat ini ditutup dengan firman-Nya: Wa'lamû anna Allâh ma'a al-muttaqîn (Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa). Di akhir ayat ini Allah Swt. mengingatkan bahwa Dialah Penolong hamba-hamba-Nya yang bertakwa.18

Beberapa Pelajaran
Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari ayat ini. Di antaranya:

1. Jihad ofensif.

Menurut ayat ini, jihad yang diwajibkan terhadap kaum Muslim tidak hanya bersifat difâ'î (defensif, membela diri), namun juga ibtidâ'i (ofensif, memulai perang terlebih dulu). Ayat ini jelas memberikan kesimpulan demikian.

Patut dicatat, jihad ibtidâ'i ini harus dilakukan di bawah komando Daulah Islamiyah. Pasalnya, jihad ini dilancarkan dalam kerangka futûhât, yakni upaya memperluas wilayah kekuasaan Daulah Islamiyah dengan cara menaklukkan wilayah-wilayah lain yang sebelumnya dikuasai penguasa kafir dan sistem kufur. Selanjutnya, wilayah yang telah ditaklukkan tersebut diintegrasikan dengan Daulah Islamiyah. Bertolak dari fakta ini, jihad futûhât tidak bisa dilakukan jika tidak ada Daulah Islamiyah.

Inilah yang dikerjakan Rasulullah saw. dulu. Ketika Rasulullah saw. berhasil mendirikan negara di Madinah, beliau pun mengirim banyak detasemen dan pasukan perang ke wilayah-wilayah lain. Tidak jarang, beliau memimpin langsung pasukan tersebut. Selama Rasulullah saw. hidup, beliau telah memimpin 27 kali peperangan. Adapun jumlah utusan dan ekspedisi militer yang tidak beliau pimpin langsung mencapai 60 kali.19

Dengan jihad ibtidâ'i inilah wilayah kekuasaan Islam terus mengalami perluasan. Jika di awal berdirinya, luas wilayah Daulah Islamiyah sekitar 274 mil persegi (kota Madinah), maka sepuluh tahun kemudian-ketika Rasulullah saw. menghadap Tuhannya-luas wilayah Daulah mencapai lebih dari 1.000.000 mil persegi.20

(hehehehhe .... Islam disebarkan lewat pedang bukan ? :twisted: :twisted: :twisted: Siapa lagi yg berani menolak kenyataan ini ?)

Kewajiban jihad ibtidâ'i ini juga tidak terlepas dari konteks dakwah. Disebutkan bahwa tatkala Rasulullah saw. memberangkatkan pasukan perang, beliau menyampaikan beberapa pesan kepada panglimanya. Di antara pesan beliau:


«وَإِذَا لَقِيْتَ عَدُوَّكَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلاَثِ حِصَالٍ أَوْ خِلاَلٍ, فَأَيَّتَهُ مَا أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ, اُدْعُهُمْ إِلىَ اْلإِسْلاَمِ فَإِنْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ … فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَسَلْهُمُ الْجِزْيَةَ, فَإِنْ هُمْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ, فَإِنْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَقَاتِلْهُمْ»


Jika kalian bertemu dengan musuh kalian dari kalangan kaum musyrik maka serulah mereka pada tiga pilihan, mana saja di antara ketiganya, selama mereka bersedia memenuhi seruanmu, maka terimalah dan tahanlah dirimu dari menyerang mereka. Ajaklah mereka memeluk Islam. Jika mereka memenuhi seruan kalian, terimalah dan tahanlah dirimu untuk menyerang mereka….Jika mereka enggan (memenuhi seruan kalian), mintalah mereka membayar jizyah. Jika mereka memenuhi seruan kalian, terimalah dan tahanlah diri kalian untuk menyerang mereka. Jika mereka enggan juga, mintalah perlindungan kepada Allah, kemudian perangilah mereka. (HR Muslim).


2. Keharusan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban jihad.
Dalam ayat ini, kaum Muslim diperintahkan agar memiliki sifat ghilzhah dalam perang menghadapi kaum kafir. Ini berarti, mereka harus menyiapkannya secara sungguh-sungguh sehingga kaum kafir bisa merasakan kerasnya pasukan kaum Muslim dalam pertempuran.

Prinsip ini patut dicamkan dalam diri kaum Muslim. Kendati jihad terkategori tindakan menolong agama-Nya, dan bagi siapapun yang menolong agama-Nya dijanjikan memperoleh pertolongan-Nya (QS Muhammad [47]: 7), kaum Muslim tidak boleh meninggalkan faktor-faktor sababiyyah yang bisa mengantarkan kemenangan. Mereka harus mengerahkan segala kemampuan sehingga menjadi pasukan yang kuat dan handal. (Lihat juga: QS al-Anfal [8]: 60).

Jika kaum Muslim bisa menunjukkan keperkasaan kekuatan militernya, jelas setiap musuh akan merasa gentar menghadapi kaum Muslim. Rasa gentar ini akan menyebar luas kepada musuh-musuh yang nyata maupun yang potensial, sehingga dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencegah kemunculan pihak-pihak yang hendak melakukan makar. Pasukan Islam pun tidak perlu menemui banyak perlawanan. Dengan begitu, pertumpahan darah pun dapat dihindari. Inilah yang terjadi pada masa Rasulullah saw. Amat sering pasukan Islam memperoleh kemenangan tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti dan tertumpahnya darah. Di antaranya adalah peristiwa dibebaskannya Makkah. Makkah dapat dikuasai pasukan kaum Muslim tanpa harus menumpahkan darah. Demikian juga pada saat Perang Tabuk. Ketika pasukan Islam yang berjumlah 30.000 personel sampai di Tabuk, pasukan Romawi-negara adidaya saat itu-sudah pergi meninggalkan daerah itu. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda:


«نُصِرْتُ بِالرَّعْبِ شَهْرًا يَرْعَبُ مِنِّي الْعَدُوَّ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ»
Aku dimenangkan dengan rasa takut (yang dialami pasukan musuh) sepanjang satu bulan perjalanan. (HR al-Bukhari).

3. Resep memperoleh pertolongan.

Dalam ayat ini ditegaskan, Allah Swt. bersama orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana dijelaskan para mufassir, ma'iyyah dalam ayat ini bermakna pertolongan dan perlindungan Allah Swt. Itu berarti, siapapun yang ingin mendapatkan pertolongan Allah Swt., dia harus mengikatkan dirinya dengan semua perintah dan larangan-Nya, termasuk kewajiban jihad dengan segala ketentuannya.

Bertolak dari prinsip tersebut, kaum Muslim tidak perlu takut, cemas, ragu, dan khawatir terhadap kekuatan musuh-musuhnya dalam menjalankan jihad, karena Allah Swt. bersama mereka. Jika Allah Swt. telah menjadi Penolong mereka, tentu tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan mereka. Jadi, masih takutkah kaum Muslim mengibarkan bendera jihad melawan musuh-musuh mereka?

Wallâh a'lam bi ash-shawâb. []

====================

Catatan Kaki :
Ash-Shabuni, Shofwat al-Tafâsîr, vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr, 1996), 421.

Ar-Raghib al-Ashfahani, Mu'jam Mufradât Alfâzh al-Qur'ân (Beirut: Dar al-Fikr, tt), 407.

Zahid Ivan Salam, Jihad dan Kabijakan Luar Negeri (terj. Abu Faiz, dkk) (Bogor: Pustaka Thariqul Izzah, 2003), 58.

Abd al-Qadir al-Razi, Tartîb Mukhtâr al-Shihah (Beirut: Dar al-Fikr, 1993), 879.

Az-Zamakhsyari, al-Kasysyâf, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 312; al-Nasafi, Madârik al-Tanzîl wa Haqâiq al-Ta'wîl, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2001), 525; al-Baqa'i, Nazhm Durar fî Tanâsub al-Ayât wa al-Suwar, vol. 3 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 403; al-Qasimi, Mahâsin al-Ta'wîl, vol. 5 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1997), 530.

Ath-Thabari, Jâmi' al-Bayân fî Ta'wîl al-Qur'ân, vol. 6 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1992), 517; Abu Ali al-Fadhl, Majmû' al-Bayân fî Tafsîr al-Qurân, vol. 5 (Beirut: Dar al-Ma'rifah, tt), 127; al-Alusi, Rûh al-Ma'ânî, vol. 9 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 47.

Al-Jashash, Ahkâm al-Qur'ân, vol. 3 (Beirut: Dar al-Fikr, 1993), 230.

Fakhruddin al-Razi, al-Tafsîr al-Kabîr Aw Mafâtîh al-Ghayb, vol. 15 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1990), 181; al-Qinuji, Fath al-Bayan, vol. 5, 427; al-Zuhayli, al-Tafsîr al-Munîr, vol. 11, 80; al-Shabuni, Shafwat al-Tafâsîr, vol. 1, 529.

Al-Khazin, Lubâb al-Ta'wîl fî Ma'ânî al-Tanzîl, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 423; Sulaiman al-'Ajili, al-Futuhât al-Ilâhiyyah, vol. 3 (Beirut: Dar al-Fikr, 2003), 239.

Al-Zamakhsyari, al-Kasyâf, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 312.

Sulaiman al-'Ajili, al-Futûhât al-Ilâhiyyah, vol. 3, 240.

Al-Qasimi, Mahâsin al-Ta'wîl, vol. 5, 531; Fakhruddin al-Razi, al-Tafsîr al-Kabîr, vol. 15, 182; al-Khazin, Lubâb al-Ta'wîl fî Ma'ânî al-Tanzîl, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 423.

Al-Quthubi, al-Jâmi' li Ahkâm al-Qur'ân, vol. 5 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 189; al-Shabuni, Shofwat al-Tafâsîr, vol. 1, 529.

Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsîr al-Bahr al-Muhith, vol. 5 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 118; al-Baqa'i, Nazham Durar, vol. 3, 403.

Al-Qinuji, Fath al-Bayan, vol. 5, 426- 427

Sulaiman al-'Ajili, al-Futuhât al-Ilâhiyyah, vol. 3, 240.

Al-Zuhayli, al-Tafsîr al-Munîr, vol. 11, 80

Abu Ali al-Fadhl, Majmû' al-Bayân, vol. 5, 127; al-Alusi, Rûh al-Ma'ânî, vol. 9, 47.

Abu al-Hasan Ali al-Nadwi, Sirah Nabaiyyah, terj. Muhammad Halabi dkk. (Yogyakarta: Mardiyah Press, 2005), 454.

Abu al-Hasan Ali al-Nadwi, Sirah Nabaiyyah, 456.
:twisted: :twisted: :twisted: :twisted: :twisted: :twisted: :twisted: :twisted:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

PreviousNext

Return to Resource Centre Serba-serbi Jihad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron