Page 6 of 7

PostPosted: Thu Mar 25, 2010 4:22 am
by ali5196
tokoh-muslim-uk-islam-bukan-agama-damai-t37952/

Image
Anjem Choudary, pemimpin al-Muhajroun & Islam4UK, keduanya dilarang dibawah UU ANti TEROR UK, tapi anehnya Choudary tidak pernah dipenjara krn tuduhan terorisme.

choudary wrote:Anda tidak dapat mengatakan bahwa Islam adalah agama damai," kata Choudary.
"KARENA ISLAM TIDAK BERARTI DAMAI. ISLAM BERARTI TUNDUK. JADI SEORANG MUSLIM ADALAH SESEORANG YANG TUNDUK. ADA TEMPAT BAGI KEKERASAN DALAM ISLAM. ADA TEMPAT BAGI JIHAD DALAM ISLAM."

"JIHAD adalah kewajiban yang paling sering dibicarakan Quran selain tauhid," katanya. "Tidak ada yg lebih sering disebut selain topik bertempur."

PostPosted: Sun Mar 28, 2010 9:38 pm
by FFI Admin

PostPosted: Tue Jul 20, 2010 5:29 am
by ali5196
http://missioneuropakmartell.wordpress.com/2010/01/

Beberapa Muslim berpengaruh baru2 ini malah mengakui bahwa TERORISME MEMANG SEBUAH PERINTAH BAGI MUSLIM. Pada bulan January 2006, seorang anggota parlemen Mesir, Ragab Hilal Hamida, mengatakan dalam parlemen bahwa “Quran secara langsung memerintahkan kami untuk melakukan terorisme, jadi kenapa kita takut (melakukannya) ?”

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Mon Sep 20, 2010 7:35 pm
by permox
:yawinkle:

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Tue Nov 02, 2010 3:22 am
by Dorama
Fatwa Mui: Terorisme dan Bunuh Diri Diharamkan Agama

Kapanlagi.com - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'aruf Amin, menegaskan kembali fatwa majelis tersebut bahwa terorisme dan bunuh diri merupakan tindakan yang diharamkan oleh agama Islam dan tindakan serangan dengan cara bunuh diri yang dilakukan di Indonesia tidak dapat digolongkan sebagai 'jihad'.

"Apa yang dilakukan di Indonesia adalah terorisme dan bunuh diri...bunuh diri itu haram," kata Ma`aruf, usai melihat rekaman video pengakuan tiga pelaku bom bunuh diri Bom Bali II seperti yang ditayangkan di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta pada Kamis malam.

Sehari setelah mengundang 12 orang kiyai dari Jawa Timur, Wakil Presiden Jusuf Kalla Kamis malam kembali mengundang pimpinan Ormas-Ormas Islam di kediamannya Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat untuk berdiskusi dan menyaksikan pemutaran video pengakuan tiga pelaku pembom bunuh diri di Pulau Bali pada 1 Oktober 2005.

Di antara para tokoh Muslim yang hadir itu adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr.Din Samsyuddin, pimpinan PB Nahdlatul Ulama, Rozi Munir dan Ahmad Bagja, pimpinan Majelis Ulama Indonesia, seperti Umar Sihab, KH Ma'ruf Amin, Amidhan, dan Ichwan Sam, serta cendekiawan Musliam Azyumardi Azra, Syafii Ma'arif dan Komaruddin Hidayat.

Juga hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Maftuh Basyuni dan tokoh pendidik Arif Rahman.

Dalam rekaman VCD, para pelaku menyatakan alasan mengapa mereka melakukan bom bunuh diri, juga menyampaikan pesan-pesan kepada keluarga mereka, serta menyatakan bahwa mereka akan masuk syurga dengan melakukan aksi yang mereka sebut sebagai 'jihad'.

Ma'aruf mengungkapkan, MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan perbuatan terorisme, yaitu pada akhir tahun 2003.

Indonesia, kata Ma'aruf menekankan, bukanlah wilayah perang, melainkan daerah aman, damai dan wilayah dakwah, yang karena itu tidak ada alasan untuk mendapat serangan bom bunuh diri.

Sasaran pemboman bunuh diri juga tidak jelas, ujarnya, karena korbannya bukan pihak-pihak yang dianggap musuh, melainkan orang-orang yang tidak berdosa.

Ketika ditanya mengapa serangan bunuh diri masih terjadi padahal fatwa haram sudah dikeluarkan, Ma'aruf mengatakan bahwa sebenarnya fatwa berfungsi sebagai kaidah atau pegangan bagi pemerintah untuk melakukan upaya-upaya penegasan pemahaman bahwa tindakan para teroris yang mengatasnamakan 'jihad' adalah keliru.

Sedangkan para teroris itu sendiri dinilainya sebagai insan-insan yang memang tidak mau mendengarkan fatwa.

"Ya tentu saja karena teroris itu kan bukan anak baik-baik, bukan santri yang baik, yang begitu mendengarkan fatwa langsung patuh," tukasnya.

Fatwa juga, katanya, dikeluarkan dengan maksud untuk memagari umat agar tidak terpengaruh dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok teroris dan karena itu MUI terus melakukan penyadaran kepada umat Islam melalui berbagai bentuk sosialisasi.

Sekretaris Umum MUI, Ichwan Sam, menambahkan bahwa MUI telah melakukan rapat kerja internal untuk membahas masalah terorisme.

Ia mengungkapkan bahwa pada 2-4 Desember mendatang, MUI akan mengundang para pengurus MUI seluruh Indonesia, pimpinan Ormas Islam dan pimpinan pondok pesantren untuk membicarakan upaya-upaya meluruskan pemahaman tentang ajaran Islam dan mencegah tindakan-tindakan terorisme.

Sementara itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafi'i Ma'arif, menganggap konsep jihad seperti yang dinyatakan oleh para pelaku pemboman bunuh diri Bom Bali II merupakan salah satu kenyataan bahwa ada krisis yang sangat dalam yang dialami oleh umat Islam.

Tindakan serangan bunuh diri sebagai jihad, tegasnya, merupakan pemahaman yang sangat keliru tentang ajaran Islam dan justru menodai Islam.

Ia juga menyatakan merasa kasihan terhadap para pelaku bom bunuh diri yang menyatakan bahwa mereka akan masuk syurga.

Syafi`i menganggap pernyatan tersebut sama saja dengan telah mengambil peran Tuhan, satu-satunya pihak yang berhak menentukan apakah seseorang berhak masuk syurga atau tidak.

"Islam ditafsirkan secara nekad oleh mereka (teroris, red)," katanya.

Bom bunuh diri yang dilakukan para teroris, menurutnya, juga tidak jelas tujuannya seperti kenapa dilakukan di Indonesia dan korbannya juga umat Islam.

Ia membandingkan dengan di Palestina, yang musuh bagi pelaku "bom syahid" sudah jelas.

"Mereka (teroris, red), berani mati, tetapi tidak berani hidup," kritiknya lagi terhadap para teroris.

Sementara itu ia menyatakan keinginannya agar pihak kepolisian RI semakin meningkatkan komunikasi untuk saling bertukar informasi dalam upaya untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindakan terorisme.

"Kadang-kadang polisi juga tidak mau mengajak kita bicara," keluhnya.

Menyusul keberhasilan kepolisian RI membekuk kelompok teroris di Malang, Jawa Timur, pada 9 November lalu yang berakhir dengan kematian pimpinannya, Dr Azahari, Syafi`i menyatakan harapannya agar teroris-teroris lainnya dapat ditangkap dalam keadaan hidup-hidup.

Aparat keamanan, ujarnya, harus bekerja lebih keras agar dapat mengorek informasi tentang maksud dan tujuan sebenarnya dari tindakan-tindakan terorisme yang dilakukan para teroris. (*/lpk)

http://www.kapanlagi.com/h/0000091167_print.html

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Tue Nov 02, 2010 11:40 am
by truthneverchange
antara mui dan hadist sahih, mana yang lebih pantas untuk dipercaya?

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Wed Nov 03, 2010 7:36 am
by doramma
MUI membuat fatwa tdk sembarangan,dengan dasar ayat-ayat quran dan hadist-hadist sahih,justru para teroris dan kafirun itu sama,sama-sama suka salah tafsir,error otaknya.

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Wed Nov 03, 2010 7:41 am
by Akukomkamu
doramma wrote:MUI membuat fatwa tdk sembarangan,dengan dasar ayat-ayat quran dan hadist-hadist sahih,justru para teroris dan kafirun itu sama,sama-sama suka salah tafsir,error otaknya.


Hehehe... :lol:

Kalo gw bilang sih...cuman takut kelihatan jelek alias biadab , sudahlah kotoran bau itu ga bisa ditutup-tutup i !!!





Pisss... :heart:

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Wed Nov 03, 2010 4:27 pm
by doramma
yg bau itu otak kamu yg bususk itu,krn kebodohannya lantas memfitnah nabi,manusia termulia. gila loe,kitan kamu yg palsu nan porno pun tak tahu,kafir pikir bumi datar spt meja dg keempat ujungnya, matahari dikira mengelilingi bumi spt pengantin lelaki girang...gila tuh kafirun!

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Wed Nov 03, 2010 9:54 pm
by bigkong
mau di fatwa sepeti apa juga tidak dapat merubah fakta kalo islam itu agama teroris, surga islam saja ada di bawah naungan pedang....( kebahagiaan islam ada di atas teror dan penindasan terhadap para kafir )

Image

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Thu Nov 18, 2010 3:41 am
by harahap
BD : salam kenal semua
Numpang ya, Gue barusan baca bukunya G.J.O. MOSHAY, ada yg ttg bisnis jihad :

Surah: Ash-Shaff (Barisan) http://www.alquran-indonesia.com/index. ... &surano=55

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu hal adullukum 'alaa tijaaratin tunjiikum min 'adzaabin aliimin
10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

tu/minuuna biallaahi warasuulihi watujaahiduuna fii sabiili allaahi bi-amwaalikum wa-anfusikum dzaalikum khayrun lakum in kuntum ta'lamuuna
11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

ha ha. entah sdh dibahas atau belum tp gue ketawa aja dulu....... PERNIAGAAN itu apaan ??
gue jadi berkhayal, awoh itu direkturnya surga, dan mahamad kepala marketing wilayah arab, mereka tawar2in dagangannya yg mereka sebut 'surga', dan ternyata mahamad sukses, ayat diatas adalah salah satu Campany Profilenya,

kalo loe mati krn jihad loe masuk surga gue....
kalo loe untung, loe gak mati, ya dapat barang jarahan !!!


syiabh woh !!

BD:all

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Wed Dec 22, 2010 5:30 am
by nababan
Dan yang lebih gilanya lagi muslim menganggap kelompok manusia lain selain kelompok muslim adalah lebih "rendah" dari kelompok mereka. Muslim menganggap merekalah yang lebih tinggi. Sungguh sikap yang sombong dan takabur.

PostPosted: Sun Feb 27, 2011 2:08 am
by ali5196

PostPosted: Tue Jun 21, 2011 8:20 pm
by ali5196
kesaksian-mementomorime-t25699/

Begitulah Islam. Muslim memang pertama-tama wajib mengajak kafir memeluk Islam. Kalau tidak mau ya harus diperangi sampai mati:

Dictionary of Islam
halaman 243-248

JIHAD Lit. "An effort, or a striving." A religious war with those who are unbelievers in the mission of Muhammad.. It is an incumbent religious duty, established in the Qur’an and in the Traditions as a divine institution, and enjoined specially for the purpose of advancing Islam and of repelling evil from Muslims.
When an infidel’s country is conquered by a Muslim ruler, its inhabitants are offered three alternatives:--
(1) The reception of Islam, in which case the conquered become enfranchised citizens of the Muslim state.
(2) The Payment of a poll-tax (Jizyah), by which unbelievers in Islam obtain protection, and become Zimmis, provided they are not the idolaters of Arabia.
(3) Death by the sword, to those who will not pay the poll tax.

terjemahan:
JIHAD berarti “usaha” atau “perjuangan.” Jihad adalah perang agama dengan orang2 yang tidak percaya pada pesan Muhammad. Jihad adalah kewajiban agama, yang ditetapkan dalam Qur’an dan ahadis sebagai perintah illahi, dan dilakukan terutama untuk menyebarkan Islam dan mengenyahkan kejahatan dari diri Muslim.
Jika negara kafir telah dikuasai pemimpin Muslim, maka penduduk kafir ditawari tiga pilihan:
1. Menerima Islam, dan kalau mau maka kafir yang jadi mualaf akan diterima sebagai warga negara Islam.
2. Bayar pungutan liar Jizya, dan kafir boleh hidup tapi jadi dhimmi (warga negara kelas kambing), asalkan tidak beragama pagan (non-Kristen atau Yahudi).
3. Mati dibunuh pedang bagi kafir yang ogah bayar pungutan liar Jizya.


Kondisi perang dalam Islam (Jihad) berdasarkan buku The Distinguish Jurist's Primer: A Translation of Bidayat Al-mujtahid

Image

Lihat nih keterangan di halaman 463 dan 464 tentang kondisi yang memungkinkan diumumkannya Jihad bunuh kafir:
Image
Gue terjemahin yang digarisi merah ya:
Kondisi untuk mengumumkan perang, seperti yang disetujui, adalah ajakan untuk menerima Islam, yakni, Muslim tidak boleh memerangi kafir jika ajakan masuk Islam belum disampaikan pada kafir. Hal ini disetujui para ahli Islam karena firman yang Maha Kuasa, "Kami tidak pernah menghukum sampai Kami mengirim seorang utusan." [320]

Q 17:15
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Mon Aug 15, 2011 5:41 am
by ali5196

PostPosted: Mon Aug 15, 2011 5:45 am
by ali5196
qaradawi-beda-muslim-moderat-dan-ekstrimis-t45699/
Siapapun yang membaca pendapat kaum moderat akan menemukan bahwa mereka (kaum moderat) menerima jihad ofensif dengan cara menyerang kafir di tanah mereka, karena beberapa alasan, termasuk yang berikut:

1 - Untuk memastikan kebebasan untuk menyebarkan panggilan Islam, untuk mencegah fitnah dalam agama (Islam), dan untuk menghilangkan hambatan fisik yang menghambat panggilan islam untuk mencapai banyak orang. Ini adalah alasan penaklukan sesuai panduan (khalifah) dan para sahabat (dari Nabi), serta yang mengikuti mereka dalam kebenaran. (Mereka berjuang) untuk menghilangkan kekuatan tiranis yang menguasai jiwa manusia, dan yang mengatakan apa yang dikatakan Firaun kepada orang-orangnya yang percaya (dalam Islam): "Apakah engkau telah percaya sebelum aku memberi izin kepadamu untuk percaya? " Ini adalah perwujudan dari tujuan yang dinyatakan dalam ungkapan Allah ta'ala: "Perangilah mereka sampai tidak ada fitnah lagi."

2 - Untuk menjamin keamanan negara Islam dan perbatasannya, ketika mereka terancam oleh musuh (dari negara Islam) yang menunggu dan bersekongkol melawannya. Ini adalah apa yang disebut sekarang sebagai "pre-emptive war." Ini adalah salah satu hak prerogatif penguasa, dan sesuai dengan hak untuk membela diri. Sebagian besar dari penaklukan Islam dilakukan dengan model perang pre-emptive, setelah negara Islam diserang pada awal masa pemerintahan Nabi oleh dua kerajaan besar Persia dan Byzantium. Konflik dengan Byzantium dimulai dengan pertempuran Mu'ta dan Tabuk, dan konflik dengan Persia dimulai dengan Chosroes merobek Kitab Nabi (saw) [yaitu Al Qur'an], dan dengan demikian mengancam, seperti yang diancamkan.

3 - Untuk menyelamatkan tahanan muslim yang tertindas, atau mereka yang hidup dalam status minoritas, yang menderita kesengsaraan, penganiayaan, dan penyiksaan di tangan para penindas sombong yang berkuasa semena2 atas mereka. Seperti yang dikatakan Allah swt: Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang dzalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!" (sura 4:75)

Jika masyarakat tertindas dan dianiaya, bahkan jika mereka bukan muslim, mencari bantuan dari negara Islam, dan jika negara Islam memiliki kemampuan untuk menyelamatkan mereka, maka harus menjawab teriakan mereka dan datang untuk membantu mereka. Untuk menaklukkan penguasa tidak adil, membantu yang lemah, dan menghalangi penindas dari yang tertindas adalah kewajiban agama di bawah syariah. Ini juga merupakan kewajiban moral dalam setiap agama. Setiap masyarakat melindungi kebajikan, dan nilai-nilai moral yang tinggi, tanpa memandang apakah tertindas adalah Muslim atau non-muslim.

4 - Untuk menghapus semua kemusyrikan (politheisme) dari Semenanjung Arab, yang dianggap sebagai wilayah yang merdeka dan murni untuk Islam dan warganya. Oleh karena itu (Arab) adalah benteng khusus untuk Islam, yang perlindungannya tidak dibagi dengan siapapun. Demi Allah, ada kebijaksanaan didalam ini: Hijaz dan Semenanjung Arab sekitarnya adalah surga dan inkubator dari agama ini. Islam mewadahi perlindungan pada yang menderita. Sejarah telah mensahihkannya sepanjang zaman.

Pada ayat-ayat dari surat al-Taubah yang diturunkan untuk menyatakan imunitas dari (kontrak dengan) orang musyrik dan memberi mereka/kaum musyrikun waktu empat bulan, dimana mereka mengembara [lihat Al-Qur'an 9:1-3 ]. Setelah itu mereka harus memilih: menerima Islam, pergi dari tanah ini [yaitu Semenanjung Arab], atau melawan. Masa empat bulan adalah yang disebut sebagai pelarangan, karena itu dilarang untuk menyerang mereka. Yang Mahakuasa berkata: Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (sura 9:5) Allah menginginkan orang-orang Arab untuk memilih masuk Islam sebelum masa empat bulan berakhir, dan dengan demikian membuat semenanjung murni untuk Islam, dan membuat orang-orang Arab sebagai komunitas islam dan pasukannya, untuk membawa pesan kepada dunia.

Ini adalah nikmat Allah bagi bangsa Arab, dengan mengistimewakan mereka: Al-Qur'an dikirim dalam bahasa mereka, Rasul itu dikirim dari mereka, dan Ka'bah dan Masjid Al-Haram dan Masjid al-Nabui ada di tanah mereka. Mereka telah menjadi penjaga Islam, dan para pengkhotbah untuk membawa panggilan bagi penduduk dunia.

Allah Maha Tahu

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Mon Aug 15, 2011 9:57 am
by Captain Pancasila
kepada ali5194, silahkan Anda bawa kemari ayat2 Al-Qur'an yang berisi tentang jihad...
...akan saya tunjukkan, bahwa jihad dalam arti perang pun, tidaklah ditujukan untuk mengislamkan orang... :rock:

PostPosted: Wed Aug 17, 2011 8:35 pm
by ali5196
Captain Pancasila wrote:kepada ali5194, silahkan Anda bawa kemari ayat2 Al-Qur'an yang berisi tentang jihad...

Semuanya sudah dimuat dalam post ini secara panjang lebar. Cari sendiri!

...akan saya tunjukkan, bahwa jihad dalam arti perang pun, tidaklah ditujukan untuk mengislamkan orang... :rock:

Jihad perang tidak ditujukan untuk mengislamkan orang tapi ... untuk apa dong? Oh ini kali:
1) untuk rampok kekayaan orang, spt yg dicontohkan Muhamad yg tuntut 1/5 dari harta jarahan
2) untuk mengambil tahanan perang: lelaki dewasa dibunuh, wanita dan anak2 dijadikan budak sex
3) untuk bisa menguasai negara itu tanpa megnislamkan mereka? Lucu! :rolleyes:

Tolong jabarkan disini biar anda bisa dimasukkan dalam Cara Berpikir Muslim. \:D/

Re: Meluruskan MAKNA JIHAD

PostPosted: Wed Aug 17, 2011 10:51 pm
by Captain Pancasila
ali5196 wrote:Jihad perang tidak ditujukan untuk mengislamkan orang tapi ... untuk apa dong? Oh ini kali:
1) untuk rampok kekayaan orang, spt yg dicontohkan Muhamad yg tuntut 1/5 dari harta jarahan
2) untuk mengambil tahanan perang: lelaki dewasa dibunuh, wanita dan anak2 dijadikan budak sex
3) untuk bisa menguasai negara itu tanpa megnislamkan mereka? Lucu! :rolleyes:

TUJUAN JIHAD PERANG :
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Q.S. At Taubah: 29)

membayar jizyah ---> berarti dijadikan penduduk sipil/rakyat non-muslim dan dijaga keamanannya... :supz:

PostPosted: Mon Oct 03, 2011 9:38 pm
by ali5196
WASPADA!! JIHAD PUBLIC RELATIONS!! TAPI sekali jihadi, tetap jihadi. Nasir Abas, mantan kepala Jemaah Islamiah, kini melancarkan jihadnya utk 'menghentikan para pemuda pemudi terlibat teror dan suicide bombings.'
nasir-ahmad-mantan-teroris-terbitan-komik-saingan-adadeh-t46237/