.

Jihad FINANSIAL

Informasi tentang masa pra-Islam dan perkembangan Jihad di seluruh dunia

Re: Jihad FINANSIAL****

Postby pod-rock » Sat Feb 21, 2009 6:01 am

Jihad Ekonomi dan Islamik Banking

Oleh Dr. Rachel Ehrenfeld dan Alyssa A. Lappen
http://www.analyst-network.com/article.php?art_id=2313

[From Armed Groups: Studies in National Security, Counterterrorism, and Counterinsurgency; Edited by Jeff rey Norwitz; U.S. Naval War College , June 2008, chapter 28.]

Amerika dan Barat tidak akan menang perang melawan Radikal Islam hanya dengan mengandalkan strategi militer canggih saja. Kemenangan membutuhkan pengertian akan peran Syariah dan persaudaraan Muslim (MB/Moslem Brotherhood) dalam mengembangkan gerakan global ideologis dan politis yang didukung oleh sistem keuangan paralel Islamis utk mengeksploitasi dan merendahkan ekonomi serta pasar barat.

Gerakan ini menjadi fondasi dan sumber dana utama bagi inisiatif politis, ekonomi dan militer dalam gerakan global islamis.

Keuangan Syariah adalah alat baru dalam persenjataan dari apa yang disebut sebagai Peperangan Generasi kelima. (5GW Fifth Generation War). Pelakunya adalah organisasi dan negara sekaligus, memunculkan ideologi global totalitarian yang menyamar sebagai sebuah agama. Tujuan akhirnya adalah memaksakan ideologi itu keseluruh dunia, membuat Islam menjadi “negara islam”, atau Ummat, yang tertinggi.

Pangeran2 minyak yang sedang naik daun dan ketergantungan barat akan minyak timur tengah, digabung dengan keinginan membuta serta political correctness, menyediakan banjirnya uang minyak (petrodollar), membuat jihad ekonomi serta keuangan menjadi begitu mudah dilaksanakan. Terlebih lagi, menurut Syariah, para muslim mendapat semua kepercayaan dari Allah. Dg demikian, dibawah hukum Syariah, semua akuisisi muslim baik dalam sejarah ataupun masa kini, dimana saja, termasuk diamerika, adalah milik ummat, yang dipercaya Allah.

Syariah adalah sumber krusial dan otoritas terakhir yang mendikte tindakan praktek2 individu dan juga pernyataan serta gerakan2 muslim. Gagal mengenali kegunaan politis dari Syariah menghambat kemampuan Amerika utk melancarkan kebijakan2 efektif, rencana2 dan strategi2 utk secara sukses melawan ancaman totalitarian yang cepat tumbuhnya ini.

Ketidak tahuan ini digambarkan dengan pernyataan perwakilan dari Massachusett Barney Frank dan Senator dari Utah, Bob Bennett. Merespon akuisisi yang diajukan Bourse Dubai mengenai 20% NASDAQ bulan September 2007, Frank menyindir, “Dipelabuhan, biasanya menyelundupkan sesuatu atau seseorang yang berbahaya.. kalian katakan disini – menyelundupkan seseorang kedalam Bursa efek?” Bennett juga berkata, “Dubai melakukan pembelian di pasar terbuka utk sebuah asset yg diperjual belikan. Apa masalahnya?”

Meski Senator Bennett betul – membeli sebagian atau seluruh NASDAQ adalah legal, dan aturan NASDAQ tidak bisa dirubah tanpa persetujuan SEC (Securities and Exchange Commission) – Syariah Bourse dari Dubai yg mempengaruhi jantung pasar dan ekonomi Amerika harusnya jadi kekhawatiran yang besar.

Syariah adalah sekumpulan aturan/hukum islam yang ditetapkan oleh para ahli hukum muslim, berdasarkan Quran dan Sunnah Muhammad, seperti telah tercatat lebih dari 1200 tahun lalu. Tujuan akhirnya, utk segala jaman, adalah mendirikan dunia sepenuhnya dikuasai oleh islam dan hukum Syariah yg kejam. Hukum ini mengatur segala aspek hidup keseharian dan melarang kebebasan individu, politik dan agama.

Jihad Harta

Jihad Harta atau Jihad Uang atau al Jihad bi-al-Mal, dimandatkan oleh banyak ayat2 dalam Quran, seperti Q61,10-11:

[61.10] Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?
[61.11] (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,


Surah 49 ayat 15:

[49.15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.

Ayat2 itu telah didengungkan pada sejarah2 islam dan juga jaman sekarang. “Jihad Harta adalah … lebih penting… dari pengorbanan diri,” menurut Pemimpin Persaudaraan Muslim dan Saudi, Hamud Bin Uqla al-Shuaibi [6]

Pemimpin Persaudaraan Muslim yang berbasis di Qatar, Yusuf al-Qardawi, salah seorang ulama Sunni terkenal didunia sekarang ini, mengulang2 pembenaran hukum utk “Jihad harta (al-Jihad bi-al-Mal)” dalam sebuah kuliahnya tanggal 4 Mei 2002 di United Arab Emirates (UAE). Menurut dia, “Mengumpulkan uang bagi para mujahidin bukanlah sumbangan atau pemberian tapi sebuah kewajiban bagi pengorbanan yang mereka lakukan demi negara muslim.”

Perkembangan Sejarahnya

Asal mula infrastruktur Jihad Harta, termasuk semua organisasi aturan keuangan dan ekonomi islam seperti AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) yang terdaftar di Bahrain tahun 1991, sebenarnya dimulai tahun 1920 dan diciptakan oleh pendiri Persaudaraan Muslim Hassan al-Banna. Dia mendesain dasar2 politik, ekonomi dan keuangan utk membuat para muslim bisa memenuhi dan melakukan bentuk jihad yang ditetapkan oleh Quran – yaitu Jihad Harta.

Dia memandang keuangan sebagai senjata utama utk mengalahkan kafir – dan “bekerja menuju pendirian kekuasaan islam dibumi.” Dia yang pertama mengerti bahwa utk mencapai dominasi dunia, muslim perlu sebuah sistem keuangan yang tidak tergantung, bebas, paralel dan nantinya menggantikan Ekonomi barat. Orang2 yg sejaman dengan al-Banna dan penerus2nya (seperti mendiang Sayed Qutb dan yang sekarang Yusuf al-Qardawi) mempraktekan teori2nya, mengembangkan mekanisme dan terminologi berbasis Syariah utk memajukan Jihad Harta – Finansial “Ekonomi Islam” dan Perbankan. [10]

Awal 1930 Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood/MB) berusaha mendirikan perbankan islamik di India, dan gagal. Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menghentikan usaha kedua, ditahun 1964 setelah MB berusaha selama satu tahun, lalu sang Presiden membubarkan MB dan menangkapi anggota2nya karena berusaha membunuh dia. [11]

Tapi Saudi Arabia menyambut para pembangkang ini, seperti yang juga dilakukan sebelumnya oleh Raja Saud bin Abdel Aziz tahun 1954 dan 1961 [12]. Ide2 mereka tersebut membuat sang raja dan para ulamanya terkagum2 hingga di tahun 1961, Saud mendanai pendirian Universitas Islam utk MB di Medina dg tujuan menarik masuk ideologi2 islam fundamental, khususnya pada pelajar2 asing [13]. Ditahun 1962, MB meyakinkan sang raja utk meluncurkan kerjasama keuangan global (Global Financial Joint Venture), yang mana menjadi fondasi dan mesin utk menyebar luaskan islam keseluruh dunia. Kerja sama ini menciptakan yayasan2 amal, dimana MB mengaturnya dan darimana kebanyakan kelompok2 teroris islam mendapat dana utk gerakan2nya. [14]

Yang pertama adalah Muslim World League (MWL) dan Rabitta al-Alam al-Islami, mereka menyatukan para radikal islam dari 22 negara dan menjaring banyak badan2 amal beserta ratusan2 kantornya diseluruh dunia [15]. Tahun 1978, Kerajaan Saudi mendukung inisiatif lain dari MB, International Islamic Relief Organization (IIRO), yang mana dari ‘amal zakat’ yang dikumpulkan berhasil mendanai al Qaeda, serangan 9/11, Hamas dan kelompok2 teroris lainnya [16]. Dana ‘amal’ ini dipakai utk memajukan kelompok MB dan agenda2 politis Saudi, memperkuat umat islam dan memaksakan syariah keseluruh dunia. “Saya tidak suka dengan sebutan ‘sumbangan’ ini,” kata al-Qaradawi pada BBC Panorama tgl 30 Juli 2006. “Saya lebih suka menyebutnya Jihad memakai uang, karena Allah telah memerintahkan kita utk memerangi musuh2 kita dengan nyawa dan harta kita.” [17]

Tahun 1969, Saudi memprakarsai pertemuan negara2 muslim utk menyatukan “perjuangan bagi Islam,” dan sejak itu selalu menjadi sponsor utama dari OKI (Organisasi Konferensi Islam). Anggota2 OKI ada 56 negara termasuk Iran, Sudan dan Syria. Bermarkas di Jedah, “menantikan kemerdekaan Yerusalem”, Piagam OKI memandatkan dan mengkoordinasi “dukungan perjuangan rakyat Palestina.. memulihkan hak2 mereka dan membebaskan daerah2 terjajah.” 18 dari isi piagam OKI termasuk semua prinsip2 MB. Tindakan internasional pertamanya adalah mendirikan IDB (Islamic Development Bank) “yang sesuai dengan prinsip2 Syariah,” [19] seperti yang diresepkan oleh MB – dan meluncurkan pasar keuangan islam memakai uang minyak yang tumbuh pesat. IDB, lebih berupa bank pengembangan daripada bank komersil, didirikan lebih bertujuan utk “mempromosikan islamik banking keseluruh dunia.” [20] “Organisasi islam harus melayani Allah.. dan pada akhirnya mendukung, menumbuhkan dan memajukan gaya hidup islami,” tulis Nasser M. Suleiman dalam tulisannya “Corporate Governance in Islamic Banking.” [21]

Dan IDB memang melakukan itu semua. Antara tahun 1975 sampai 2005, IDB menyetujui lebih dari 50 Milyar dollar pendanaan di negara2 muslim, 22 diantaranya seolah-olah ditujukan utk mengembangkan infrastruktur pendidikan dan ekonomi, padahal efek yang dihasilkan sangat kecil terhadap pendidikan dan ekonomi. Usaha2 pendidikan mereka memanen hasilnya lewat penyebaran islam radikal yang signifikan dan cepat ke seluruh dunia. Tahun 2001 saja, IDB mentransfer 538 Juta dollar [23] utk mendukung intifada di Palestina serta keluarga2 yang anggotanya menjadi pembom bunuh diri. IDB juga menyalurkan uang PBB ke Hamas, seperti yang didokumentasikan oleh catatan2 bank yang ditemukan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Tapi, meski demikian tetap saja IDB menerima status sebagai Bank Pengamat oleh PBB ditahun 2007 [24].

Menurut laporan Kongres Amerika tahun 1991 mengenai Sudan, IDB juga mendukung Faisal Islamic Bank, yang didirikan tahun 1977 dibawah Keputusan Pangeran Saudi Muhammad ibn Faisal al Saud dan dikelola oleh anggota2 MB beserta ormasnya, National Islamic Front. Segera setelah itu ormas2 lain membentuk bank mereka sendiri2. Bersamaan, bank2 islam Sudan ini lalu mengambil 20% dari uang simpanan Sudan utk “menyediakan basis keuangan dg tujuan mengubah sudan menjadi negara islam tahun 1983, dan mempromosikan kebijakan2 pemerintah yang islami.” [25] Sudan mengislamisasi perbankannya tahun 1989. Tapi, Pakistanlah negara pertama yang secara resmi mengislamisasi praktek perbankannya tahun 1979.

Meningkatnya pendapatan dari minyak mendorong para pemimpin BM utk mewujudkan visi al-Banna. Tahun 1977 dan 1982, mereka rapat di Lugano, Swiss, merancang Master Plan utk mengarahkan “fondasi, kapitalisme dan demokrasi” Ekonomi Barat agar menuju “Kebijakan Strategi dunia utk Islam” dalam sebuah perjanjian yang juga dikenal sebagai “THE PROJECT”. Ulama spiritual MB al-Qaradawi menulis dokumen yang jelas, bertanggal 1 Dec 1982 [26]. 12 poin strategi termasuk diktat utk mendirikan negara islam dan kerja paralel serta pelahan utk mengontrol pusat2 kekuasaan lokal.. memakai badan institusional utk mencapai tujuan utamanya. Institusi yang islami secara spesial, sosial, ekonomi dan penyedia dukungan dana ini dibutuhkan utk menyebarkan para islam fundamentalis. [27]

Akibatnya, IDB mendirikan AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) tahun 1990. Anggota2nya termasuk Dallah al-Baraka Group, dari Saudi; al-Rajhi Banking & Investment Corporation dan Kuwait Finance House [28] – semua terimplikasi mendanai kegiatan2 al-Qaeda dan ormas2nya MB, menurut Richard Clarke, bekas koordinator nasional utk keamanan, perlindungan infrastruktur dan counter-terorisme [29]. 18 dari anggota2 AAOIFI juga termasuk Iran dan Sudan, keduanya berada dalam daftar sanksi Departemen Keuangan Amerika, Office of Foreign Assets Control) OFAC; Iran adalah negara yg mensponsori teror juga. Bank2 di UAE mengirim sebagian besar dana utk kegiatan serangan 9/11. [30]

Ditambah lagi, Islamic Central Bank, berupa Islamic Financial Services Board (IFSB) [31] didirikan tahun 2002 di Kuala Lumpur “utk menyerap gejolak2 keuangan yang ditimbulkan setelah serangan 11 September dan menguatkan kembali stabilitas keuangan islami.” Ketua pertemuan itu adalah PM Mahathir Mohammed, yang menyatakan, “Sebuah sistem perbankan islam universal adalah sebuah jihad yang patut dicapai utk melenyapkan perbudakan barat.” Anggota2 IFSB termasuk bank2 central Iran, Sudan dan Syria (semuanya sponsor teroris) dan Palestinian Monetary Authority (PMA), yang telah terdokumentasikan karena sejak awal telah menjadi pendana teror. [32]

Menurut Presiden dari Dallah al-baraka Group dan Islamic Chamber of Commerce and Industry (ICCI), Saleh Kamel, [33], lebih dari 400 institusi keuangan islam [34] saat ini beroperasi di 75 negara [35]. Total menyimpan asset sebear 800 milyar dollar [36], dan tumbuh sebanyak 15 persen pertahun. HSBC, UBS, JP Morgan Chase, Deutsche Bank, Lloyds TSB dan BNP Paribas adalah beberapa institusi yang juga ikut-ikutan menawarkan perbankan islamik dan produk2 berbasis syariah pada klien2 baratnya – dan mengatakan bahwa semua itu adalah ‘investasi2 yang etis’. (penerjemah: etis my ass, uang hasilnya dipakai utk beli tali gantungan sang klien itu sendiri).

Bilionaire Sheikh Saleh Abdullah Kamel dan keluarganya, seperti juga orang2 kaya Saudi lainnya, membangun Dallah al Baraka Group utk melayani syariah lewat pendanaan 3.5 Milyar dollar utk gerakan2 teror diseluruh dunia [37] Bisnisnya melingkupi sektor2 media, incorporate agriculture, komunikasi, layanan kesehatan, real estate, turisme, perdagangan, transportasi dan perusahaan2 finansial – termasuk 10 bank dan banyak firma keuangan serta leasing, Arab Radio & Television dan Arab Digital Distribution, dan International Information & Trading Service Co., menghasilkan perusahaan yang berada dijajaran TOP 100 Perusahaan2 Saudi.

Lajunya kenaikan harga minyak mengisi pundi2 bank islam dengan cepat juga, menyulut percepatan pelebaran ekonomi syariah dan jihad harta – dan mengancam Amerika dan dunia non muslim pada umumnya. Segera setelah 9/11, Osama bin Laden menyeru pada para muslim “utk berkonsentrasi memukul ekonomi Amerika lewat segala macam cara… cari tiang2 utama/kunci dari ekonomi Amerika. Serang tiang2 itu lagi dan lagi dan mereka akan runtuh semuanya.” [38]

Akuisisi NASDAQ, pembelian lebih dari 52 persen LSE (London Stock Exchange) dan 47.6 persen dari OMX (Nordic Exchange), dan ekspansi besar2an keuangan syariah semuanya secara pasti mengimplementasikan rencana al-Banna utk menyebarkan dan pada akhirnya memaksakan syariah keseluruh dunia.

Bourse Dubai di bulan Desember 2006 secara lantang mengatakan perubahannya pada “praktek akunting dan compliance Syariah” [39] Tapi, menjawab pertanyaan spesifik dari Partnernya di New York City tg 22 Okt 2007 mengenai sifat2 islamiah dari ini, Bourse Dubai menyangkal perubahan menjadi islamik ini. [40] Ketidak tahuan dari para orang barat akan import keuangan syariah ini membuat banyak orang2 barat dg hasrat besar menghadiri even2 seperti Islamic Finance Summit di New York October 2007, yang memfokuskan pada “Inovasi dalam Syariah Compliant Finance.” Menurut seorang saksi mata, ketika salah seorang peserta bertanya, “Apa itu hukum Syariah?” mereka hanya menjawab, “Itu hal yang baik bagimu.”

Yang tidak mereka (para peserta) itu sadari adalah fakta tak terelakan bahwa syariah mewajibkan supremasi islam, dgn demikian menihilkan Konstitusi Amerika. [42]

Zakat

Zakat, katanya, adalah utk menolong mereka yang memerlukan atau kekurangan. Tapi seperti yang ditunjukkan oleh studi Janine A. Clark, zakat dipakai utk mendukung kelas menengah atas utk memperkuat loyalitas mereka pada pihak penguasa dan utk mendukung ideologi radikal mereka [43]

Pemimpin MB (Muslim Brotherhood) Yusus al-Qaradawi mendekritkan, “menyatakan perang suci adalah sebuah kewajiban islam, dan berperang adadalah cara Allah dimana didalamnya Zakat digunakan.” Dalam publikasinya tahun 1999, Fiqh az-Zakat, al-Qaradawi menambahkan, “bentuk paling penting dari Jihad jaman in adalah karya terorganisir, bertujuan dan serius utk membangun masyarakat dan negara islam dan utk mengimplementasikan gaya hidup islami secara politik, budaya dan ekonomi. Ini pastinya patut dizakati.” [44] Dan seperti telah ditunjukan berkali-kali, para organisasi teroris jihad muslim lah yang sebenarnya penerima zakat paling beruntung.

Pemakaian amal utk mendanai jihad tidak dibatasi pada orang2 Sunni Radikal saja. Pada hari Jerusalem, 5 Oktober 2007, TV Al-Manar menyiarkan pidato menggebu-gebu pemimpin Hisbulah, Hassan Nasrallah tentang pembenaran politis, religius dan moral dalam mendukung “perlawanan Pejuang Bersenjata Palestina” dan menyerukan dukungan finansial bagi organisasi2 teroris Palestina. Nasrallah “mengutip fatwa Khomeini [45], yang mengijinkan dana amal dan pajak 1/5 (khums) [46] utk ditransfer pada organisasi2 ini, utk mendanai kegiatan2 mereka.” [47]

Definisi zakat dalam ensiklopedi islam termasuk dalam kategori 7 dari penerima yang layak, yaitu “sukarelawan dalam jihad,” yg mana zakat meliputi “ongkos hidup dan ongkos2 gerakan militer jihad mereka (kendaraan2, senjata2 dll).” [48]

Studi dari Millard Burr dan Robert Collins tentang zakat utk Jihad menyatakan bahwa ketika zakat, yang adalah kewajiban bagi seluruh muslim, diberikan “dijalan Allah”, artinya diberikan utk mendanai Jihad. Ada tujuh (7) kategori penerima zakat yang dinyatakan layak: orang miskin, org yg pindah agama, pengelana, mereka yang berutang, mereka yang bekerja dijalan Allah demi menyebarkan islam, mualaf yang imannya lemah dan yang baru masuk islam (yang baru mendapat hidayah).” Terlebih lagi, zakat bisa dipakai utk mendukung mereka yang menjadi pengurus organisasi. [49]

Dalam kasus federal tahun 2006, pendukung al Qaeda Emadeddin Z. Muntasser dan Muhammed Mubayyid dituduh telah bekerja sama dan memakai “dana utk mendukung dan memajukan mujahidin dan jihad, termasuk distribusi publikasi pro-jihad,” lewat organisasi palsu berkedok amal, Care International. Organisasi yang berbasis di Boston ini mempublikasikan juga versi inggris dari tulisan Abdullah Azzam (pemimpin MB dan salah satu pendiri al-Qaeda), “Join the Caravan.”

Didalamnya dinyatakan, “sifat wajib Jihad tetap berlaku sampai tanah yang kita pijak disucikan dari polusi para kafir.” [50] mereka telah mengumpulkan lebih dari 1.3 juta dollar sumbangan. Dalam pembelaannya, Muntasser dan Mubayyid mengaku hanya menjalankan kebebasan dan kewajiban agama mereka yaitu memberi jakat sebagai bagian dari kebebasan yang dilindungi undang-undang Amerika. Mosi bebas mereka (yang ditolak pengadilan) mengutip bab 4, ayat 60 dari Quran yang menjelaskan bahwa zakat adalah “sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah” dan siapa saja yang berhak mendapatkannya.

Anehnya, tim pembela muslim juga berdebat bahwa pemberian zakat utk mendukung jihad dan mujahidin itu adalah hak penuh individu yang dilindungi undang2 dibawah kebebasan beragama. [51] Catatan pengadilan menunjukkan Care International mendepositkan cek2 pesan2 bertuliskan “For Jihad Only,” “Bosnia Jihad Fund”, dan “Chechen Muslim Fighters”. Undang2 Amerika memberikan perlindungan bagi kebebasan beragama tapi pastinya tidak pernah bermaksud utk melindung sangsi religius yang mendorong peperangan didalam atau terhadap amerika.

Amandemen Pertama dari kongres AS utk menegakan hukum adalah “menghormati keberadaan agama.” Tapi, undang2 ini tidak melindungi kelompok atau agama apapun yang mendukung atau menyerukan “perang suci” melawan Amerika sendiri atau warganegaranya.

Negara2 Agen Zakat

Arab Saudi

Tahun 2007, Arab mengumpulkan 18 milyar dollar dari zakat [52] – termasuk 20 persen pajak perusahaan asing. Saudi mengklaim bahwa uang yang dikumpulkan dipakai utk mengembangkan infrastruktur mereka. Tpai, 2/3 orang saudi ternyata pengangguran dan infrastruktur mereka porak poranda. [53]

Menggambarkan bagaimana dana2 itu digunakan, Sekjen Muslim World League Koran Memorization Commision (Komisi Penghafal Quran, Liga Muslim Dunia) di Arab menyatakan dalam Iqra TV tangal 29 Agustus 2005, “Nabi berkata: “Mereka yang memberi persiapan bagi para pejuang.. sama dengan mereka berjuang sendiri.” Kalian berbaring ditempat tidurmu, aman dirumahmu, dan sumbangkan uang dan Allah akan memberi pahala seakan kalian berperang langsung. Apakah ini? Ini keistimewaan.” [54]

Sejak tahun 1970, pemerintah Saudi menghabiskan lebih dari 100 Milyar dollar [55] untuk membangun ribuan mesjid, islamik center dan program2 studi islam diuniversitas2 dunia utk memajukan kekuatan ummatnya dan menihilkan ekonomi, politis, budaya, pendidikan dan struktur hukum negara2 barat. Dan menggantikannya dengan SYARIAH [56]. 13 tahun belakangan ini saja, saudi sudah menaburkan setidaknya 459 Juta dollar ke Universitas2 di Inggris utk Islamic Study Center, menurut Professor Anthony Glees dari Brunei University. [57]

Muslim seluruh dunia melakukan kerusuhan karena kartun Muhammad di Denmark, itu setelah Arab saudi memanggil duta besarnya utk Denmark; setelah Sheikh Osama Khayyat, Imam dari Mesjidil Haram Mekah, berdakwah di TV Nasional agar pemerintah Saudi bertindak; dan setelah Sheikh Ali Al-Hudaify, Imam dari mesjid Nabawi di Medina, menyerukan pada “semua pemerintah, organisasi dan akademisi didunia islam utk melakukan dukungan kampanye, protes atas serangan hujatan pada sang nabi.” [58] OKI yang dikontrol Arab mengawali dan mengoordinasi kerusuhan muslim diseluruh dunia setelah itu. [59]

Utk lebih bisa mengontrol komunitas muslim dunia, lebih baik dalam mengorganisir “demonstrasi2 spontan” dan lebih baik lagi dalam pengalokasian dana. OKI mendirikan ICZ (International Commison for Zakat) pada tgl 30 April 2007. Sebelumnya terdapat lebih dari 20.000 organisasi yang mengumpulkan zakat. Sekarang, seluruhnya terpusat pada ‘komite ahli’ yang bermarkas di Malaysia, yang juga mengawasi dan mendistribusikan dana zakat secara global. Komite baru ini pada Ramadhan tahun 2007 saja telah mendapat dan mendistribusikan sekitar 2 Milyar dollar dana zakat. [60]

Melihat persatuan ini, Pemimpin Hisbullah Shiah, Hassan Nasralah bergumam, “Jika saja ada seorang muslim yang melakukan fatwa Imam Khomeini utk membunuh Salman Rushdie, hujatan2 terhadap sang Nabi ini tidak akan terjadi, Denmark, Norway dan Perancis tidak akan berani sama sekali melakukan itu.” [61]

Peran Arab dalam finansial terorisme ini bukan rahasia lagi. Tapi administrasi US terus menerus bilang Arab adalah sekutu kita. 10 Desember 2002, mengkritisi laporan dari Joint Inquiry Staff (JIS) pada Senate Select Committee on Intelligence (SSCI) dan House Permanent Select Committee on Intelligence (HPSCI), Senator Jon Kyl dan Pat Roberts menyatakan, “penyebaran di Wahabisme Saudi Arabia akan jenis islam yang radikal dan anti Amerika telah dikenal baik jauh sebelum 9/11. JIS harusnya menyelidiki kenapa negara Arab Saudi diberikan perlakuan istimewa oleh Deplu dan apakah agen2 intelijen terlibat dalam kebijakan ini.” [62]

United Arab Emirates

Awal 2008, pemerintah Amerika secara resmi mempublikasikan catatan bahwa Arab Saudi terus menerus mendanai kelompok3 radikal [63]. United Arab Emirat seperti juga negara2 muslim lain, mengumpulkan zakat 2.5% sampai dengan 20% dari institusi2 muslim dan perusahaan2. Utk non msulim, bank2 asing dan perusahaan2 minyak secara teori tidak usah membayar zakat. Tapi mereka dipaksa setidaknya membayar 20% banyaknya dari keuntungan bersih mereka dalam bentuk pajak wajib bukannya disebut zakat. [64] Tahun 2003, UAE mendirikan agen federal independen yang mengumpulkan zakat pajak2 dari “perusahaan2 yang terdaftar di Dubai Financial Market dan Abu Dhabi Securities Market… Perusahaan2 minyak dan bank2 asing.” Tahun 2007 jumlah dana yang terkumpul mencapai 13.5 Milyar dollar. [65]

Meski pada barat menampilkan wajah moderat, sekutu, UAE secara konsisten mendukung penyebaran Syariah dan terorisme diseluruh dunia. Tahun 2006, utk mendukung pembom bunuh diri, UAE memberikan 100 Juta dollar pada otoritas Palestina agar membangun sebuah kota baru bernama Sheikh Khalifa City, utk menghormati presiden UAE. Kota ini ditinggali oleh keluarga para “syahid dan tawanan2 jihad” dan dibangun direruntuhan kota Morag, salah satu pemukiman Israel yang ditinggalkan utk diberikan pada Palestina di Jalur Gaza. [66]

27 July 2005, Palestinian Information Center membawa pernyataan HAMAS yang berterimakasih pada UAE atas “dukungan tak habis-habisnya”. Dinyatakan: “Kami menghargai setinggi-tingginya Yang Mulia Sheikh Khalifa Bin Zayed Bin Sultan Al-Nahyan (Presiden UAE) khususnya dan penduduk dan pemerintah UAE pada umumnya atas dukungan tiada batas.. yang menyumbang lebih dari sekedar mengkonsolidasi keteguhan hati rakyat Palestina dalam penjajahan Israel.”

Pernyataan HAMAS melanjutkan: “Saudara2 kita UAE telah.. tanpa ragu memberi pertolongan bagi para mujahid kita semuanya utk membangun rumah2 mereka yang dihancurkan oleh IOF…

UAE juga tidak tanggung2 memberi bantuan materi dan finansial bagi komunitas yayasan Palestina lainnya. [67]

Seperti didokumentasikan oleh Intelligence and Terrorism Information Center di Center for Special Studies (CSS) [68], Yayasan amal Hamas dikenal sebagai bagian tak terpisahkan dari infrastrukturnya dan dinyatakan terlarang oleh Amerika serta Israel.

Hamas juga menyertakan ungkapan terimakasih spesial, dan berjanji utk “tidak akan pernah lupa pada sumbangan yg sangat dermawan dari mendiang Sheikh Zayed Bin Sultan (al Nahayan dari Abu Dhabi).” [69] ayah dari presiden UAE sekarang. Multibilyuner ini awalnya adalah penyokong PLO dan dari tahun 1970 hingga meninggalnya tahun 2004, telah menyumbangkan milyaran dollar pada agenda2 teror PLO, Hamas dan Jihad Islam. [70]

Sheikh Zayed bin Sultan adalah penguasa Arab pertama yang mengerti akan pentingnya strategi Jihad ekonomi [71] melawan barat. Dia yang pertama memakai minyak sebagai senjata politik setelah perang Yom Kippur tahun 73 [72]. Dia juga yang menjadi sponsor utama dari bank Islam International pertama, Bank of Credit and Commerce International (BCCI). Bank ini dibuat agar menjadi jembatan dalam menolong dunia islam, dan menjadi alat terbaik melawan pengaruh jahat zionis [73]. BCCI, yang ditutup July 1991 oleh Jaksa Wilayah New York Robert Morgenthau [74] mendanai dan memfasilitasi organisasi dan negara teroris, termasuk Sandinista, Hisbulah, Abu Nidal, PLO, al Qaeda, Syria, Libya, Iran – juga Program Nuklir Pakistan, untuk menciptakan Bom Nuklir Islam [75].

Segera setelah perang Teluk 1991, Sheikh Zayed mencap Amerika sebagai “Musuh Muslim nomor Dua” setelah Israel. Sampai tulisan ini diturunkan, UAE memberikan 70% suara menentang dalam PBB mengenai apapun yang disetujui amerika. [76]

Human Appeal International (HAI), sebuah organisasi “amal” yang dijalankan pemerintah UAE, dimana jajaran direksinya termasuk presiden UAE sendiri [77] terus menerus mendanai Hamas, organisasi2 Palestina lainnya, martir dan teroris Palestina di penjara Israel serta keluarga2 mereka. Modus operasndi HAI termasuk mentransfer dana ke Bulan Sabit Merah Palestina, yang cabang Tepi Barat dan Jalur Gazanya dijalankan oleh Hamas, lalu mendistribusikan uang “zakat” ini kedalam Hamas itu sendiri. Orient Research Center, Toronto Kanada, melaporkan bahwa rencana kompensasi UEA utk intifada Palestina tahun 2001 termasuk uang US$3.000 utk setiap orang Palestina yang syahid, US$2.000 US utk keluarganya, US$1.500 untuk mereka yang ditangkap Israel, dan US$1.200 utk anak2 yang jadi yatim karenanya. Sebagai tambahan, keluarga2 teroris yang rumahnya dirusak Israel masing2 menerima US$10.000. Juga ditahun 2001, UAE mengadakan dua acara TV utk mendukung para keluarga sang Martir. Satu berjudul “We Are All Palestinians” mengumpulkan dana 135 Juta Dirham, atau US$36.8 Juta dan yang satunya lagi berjudul “For Your Sake Palestine” mengumpulkan dana 350 Juta Dirham atau US$95.3 Juta.

Tgl 15 Feb 2005, Situs Web Hamas melaporkan sejumlah dana ditransfer dari HAI ke dua organisasi ‘palsu’ Hamas di Tepi Barat, IQRA dan Firdah, keduanya dilarang oleh Israel [78]. Pada tgl 22 Maret 2005, koran Palestina al-Ayyam melaporkan bahwa ditahun 2004 Bulan Sabit Merah UAE telah mendonasikan 2 Juta dollar kepada dana “zakat” Hamas utk 3.158 anak yatim para teroris. [79]

Laporan yang lebih detil tgl 25 Maret 2005, pada harian Palestina Al Hayat al Jadeeda, mencatat bahwa UAE Friends Society mentransfer sebanyak US475.000 lewat Bulan Sabit Merah UAE ke Tepi Barat utk organisasi ‘zakat’ di Hebron, Jenin, Nablus dan Tulkarem agar didistrubisikan pada keluarga para martir, anak yatim pembom bunuh diri, orang2 Palestina yg ditahan israel dll.

Dan bulan Juli 2005, Osama Zaki Muhammad Bashiti dari Gaza Khan Younis ditangkap ketika kembali dari UAE [80], karena seringnya mentransfer sebesar US$200.000 setiap kali transfer ke cabang Hamas di Gaza.

Dukungan berkelanjutan UAE bagi Hamas ini mengikuti agenda dari mendiang Sheikh Zayed. Organisasinya Zayed Center for International Coordination and Followup, didirikan tahun 1999 sebagai Think Tank resmi dari Liga Arab [81] ditutup atas tekanan internasional tahun 2003. Organisasi ini mendukung dan mendanai para penyangkal Holocaust seperti Thierry Messan [82] dan Roger Garaudy [83] dan memberi platform bagi ekstremis anti-barat, anti-kristen dan anti-yahudi seperti ‘ahli’ ekonomi saudi Dr. Yussuf Abdallah Al Zamel, yang menyalahkan Perang Irak sebagai pengaruh dari “Radikal zionis dan Kristen sayap kanan”.

Bulan Oktober 2000, segera setelah dimulainya intifada terakhir melawan Israel, Pemimpin MB yang berbasis di Qatar Yusuf al-Qaradawi mendirikan “Union of Good,” [84] dioperasikan lewat organisasi muslim yang berbasis di London, Interpal. Union of Good adalah organisasi yang memayungi 50 “pengumpul zakat” islam termasuk Hamas dan organisasi yang berafiliasi ke Hisbullah. Harusnya organisasi ini hanya boleh mengumpulkan dana selama 101 hari saja, tapi kesuksesan awalnya membuat sang pendiri, yang kebanyakan anggota Hamas, terus mempertahankan operasinya hingga saat ini. Jutaan dollar didapatkan dari operasinya di Eropa dan negara2 lain lewat Union of Good – hasil partisipasi ‘zakat’ para muslim yang ‘membakar’ semua organisasi2 teror Palestina. Interpal disebut sebagai organisasi teroris oleh AS pada bulan Agustus 2003, tapi masih saja bebas beroperasi di Inggris dan negara2 lainnya.

Al-Qaradawi, yang mendirikan dan memimpin Departemen Hukum Islam di Universitas Qatar dan Institute for Sunah Research disana, juga menjadi direksi dari Bank al-Taqwa, dicap sebagai organisasi pendana teroris oleh Amerika pada bulan November 2001. Bulan Agustus 2004, al-Qaradawi mengeluarkan fatwa yang mengatakan “semua orang amerika yang ada di Irak adalah tentara, tidak ada perbedaan antara militer terdaftar dan orang sipil, dan mereka harus diperangi karena warga amerika datang ke Irak utk menjajah. Penculikan dan pembunuhan orang2 Amerika di Irak adalah kewajiban Muslim utk memaksa mereka meninggalkan tanah itu segera.” [85]

PM UAE Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahayan menyatakan bahwa emirat masih dan tetap sebagai sekutu Amerika dalam melawan terorisme, tapi dengan UAE mendukung Hamas serta organisasi teroris Islam lainnya membuktikan sebaliknya. Ini mengangkat keprihatinan yang sah bagi barat dalam hal mempercayai bank-bank UAE, institusi2 keuangan Syariah atau pengumpulan pajak dan zakat2 yang diatur pemerintah UAE. Terlebih lagi, ini juga membuat kita harus berhati-hati dalam hal pemberian kontrol legal atau pengaruh bagi UAE atas badan2 investment di barat, bank2 atau pasar2 uang [86]. Hal yang sama juga harus diterapkan pada setiap institusi keuangan atau pemerintahan islam lainnya.

Bourse Dubai memulai operasinya sebagai Pasar Saham yang full Syariah pada December 2006 [87]. Syariah compliance ini menuntut perusahaan2 yang bermain disana juga ikut-ikutan Syariah-compliant dan memberikan pajak khusus utk segala macam hal, istilahnya “memurnikan/mensucikan”. Kesucian Islami (Tazkiya) dari Bourse Dubay ini disetujui oleh Jajaran direksi Syariah AAOIFI [88]. AAOIFI menerapkan aturan2 utk jaringan finansial Global islami dan mengatur semua organisai2 finansial islami serta produk2nya, termasuk Bourse Dubai.

Bagaimana agar Barat bisa Menang

Keahlian musuh dalam memanipulasi media dan opini publik tidak bisa dianggap remeh. Propaganda menyerang mereka begitu suksesnya hingga penjelasan dari Kolonel Thomas X Hammes mengenai apa yang menyebabkan timbulnya Intifada Kedua saja adalah pengulangan dari karangan serta propaganda Palestina yang disponsori Saudi. Hammes mengklaim bahwa otoritas Palestina menamai Intifada yang baru ini sebagai “the Al Asa Intifada” utk mengesankan bahwa reaksi kekerasan Palestina ini hanyalah sebab langsung dari kunjungan Pemimpin Likud saat itu, Ariel Saharon ke mesjid al-Aqsa. Malah, Spekulasi Hammes bahwa Sharon jelas tahu bahwa tindakannya akan membakar dan menimbulkan kekerasan orang Palestina dengan memakai strategi Peperangan Generasi-Keempat membuat kesan adanya kesengajaan atas ribuan orang Israel dan Palestina yang meninggal karena kerusuhan itu.

Faktanya adalah, Sharon tidak pernah masuk ke mesjid al-Aqsa, tapi Cuma mengunjungi situs suci di Temple Mount (Bekas Bait Allah). Studi yang mendalam atas modus operandi Palestina ini membuat jelas bahwa kerusuhan yang timbul karena ‘kabar burung’ itu dilakukan sebagai kesempatan dalam kesempitan, dan sudah direncanakan dengan matang. Mad Al-Hifalutin, Mentri Komunikasi Palestina saat itu menyatakan dalam beberapa kesempatan: “Otoritas Palestina telah mulai menyiapkan kerusuhan Intifada saat ini sejak kembalinya mereka dari negosiasi Camp David, sesuai permintaan dari Presiden Yasser Arafat.” [89]

Amerika sekarang menerapkan doktrin defense dan militer baru utk memenangkan peperangan Generasi-Empat ini. Untuk memperbaharui teknologinya, difokuskan pada pengembangan tentara yang lebih fleksible dan lebih kecil, dengan pengertian yang dalam akan karakteristik individu musuh2nya. Dalam tulisannya akan strategi2 yang diperlukan utk memenangkan perang berikutnya, Kolonel Thomas X. Hammes menyatakan bahwa “Pesan paling Powerful Amerika ke dunia adalah KITA MENGHARGAI INDIVIDU.” [90]

Tapi kesuksesan musuh adalah keengganan kita utk mengenali Syariah dalam arti yang sesungguhnya. Nilai yang dianutnya hanya para ummat, dan mereka memperbudak individu2 utk mencapai tujuan mereka – DOMINASI GLOBAL. Selama para musuh – Syariah – tidak dikenali dan dimengerti, kita tidak akan menang. MENELANJANGI SYARIAH DAN SEMUA TURUNANNYA, APA ITU NEGARA, ORGANISASI, PRODUK ATAU INDIVIDU, ADALAH HAL PENTING UTK PEMBELAAN DIRI KITA SENDIRI, UNTUK KEMAMPUAN KITA MEMBELA DIRI SENDIRI. HAL ITU JUGA BISA MEMBUAT KITA MERUNTUHKAN STRUKTUR GLOBAL SYARIAH, MEMBALIKAN PARA PENGIKUTNYA UTK MENOLAKNYA, SEPERTI YANG KITA PERNAH LAKUKAN DENGAN KOMUNISME.

Catatan Kaki:
---------------
1. The failure to understand the role of shari'a financing and Islamic banking in the global effort for Islamic domination is illustrated in a monograph by Major Wesley J. L. Anderson, "Disrupting Threat Finances: Utilization of Financial Information to Disrupt Terrorist Organizations in the Twenty-first Century" (Fort Leavenworth, KS: School of Advanced Military Studies, United States Army Command and General Staff College, June 2007). "Islamic banking. is mentioned in passing as an alternative vehicle to fund Islamic terrorists"

2. Colonel Thomas X. Hammes, USMC, The Sling and the Stone: On War in the 21st Century (Zenith Press, 2006).

3. Ummah, in Arabic, means the "Community of the Believers" (summary al-mu'minin)---the Muslim world.

4. Qur'an 57:2: "To Him belongs the dominion of the heavens and the earth: It is He Who gives Life and Death; and He has Power over all things." Also see Sahih Bukhari, vol. 4, bk. 53, no. 392: Narrated Abu Huraira: "[The Prophet said to the Jews], 'If you embrace Islam, you will be safe. You should know that the earth belongs to Allah and His Apostle, and I want to expel you from this land. So, if anyone amongst you owns some property, he is permitted to sell it, otherwise you should know that the Earth belongs to Allah and His Apostle'...."

5. Stephen Labaton and Julia Werdigier, "Mild Reaction in Capitol on Dubai NASDAQ Acquisition," New York Times, 20 September 2007, available at http://www.nytimes.com/2007/09/21/busin ... ref=slogin (accessed 17 October 2007).

6. "Hamud bin Uqla al-Shuaibi is a prominent and influential Saudi scholar. His students included a number of important Saudi religious leaders, including the current grand mufti. Al-Shuaibi published religious edicts supporting the Taliban regime in Afghanistan, including the destruction of the Hindu statues, as part of jihad against the infidels. He religiously justified al-Qaeda's attack on the U.S. in September 2001 and gave religious legitimacy to the suicide attacks against Israel carried out by Palestinians. In October 2001, bin Laden cited al-Shuaibi when he spoke of his justification for killing Jews and Christians." Jonathan D. Halevi, "What Drives Saudi Arabia to Persist in Terrorist Financing? Al-Jihad bi-al-Mal. Financial Jihad against the Infidels," Jerusalem Viewpoints, no. 531, 1 June 2005, http://www.jcpa.org/jl/vp531.htm (accessed 24 October 2007).

7. "Appendix G: Profile of Sheikh Dr. Yussuf al-Qardawi, Chairman of the Board of the Union of Good," Intelligence and Terrorism Center at the Center for Special Studies, http://www.intelligence.org.il/Eng/sib/2_05/funds_g.htm.

8. Halevi, "What Drives Saudi Arabia to Persist in Terrorist Financing?"

9. Yousef Al-Qaradawi, "Towards a Worldwide Strategy for Islamic Policy" [a.k.a. The Project], full translation obtained from Swiss authorities by authors. See also Patrick Poole, "The Musl/im Brotherhood Project," FrontPage Magazine, 11 May 2006, http://www.frontpagemag.com/articles/Re ... A5E6DD3DC4 (accessed 8 September 2/007).

10. Timur Kuran, Islam and Mammon: The Economic Predicaments of Islamism (Princeton University Press, 2004), x, 3.14: "Islamic economics itself exemplifies what has been called an 'invented tradition'...; Neither classical nor medieval Islamic civilization featured banks in the modern sense, let alone "Islamic" banks. . . . Medieval Islamic civilization produced no organizations that could pool thousands of peoples. funds, administer them collectively, and then survive the death of their managers. The financial rules of Islam remained frozen up to modern times, precluding the formation, except outside Islamic law, of durable partnerships involving large numbers of individuals. It was the Europeans who... developed a complex financial system centered on banks."

11. "Past and Present of Political Islam," Al Ahram, 10.18 January 2006, available at weekly.ahram.org.eg/2006/

777/op2.htm (accessed 9 October 2007); .Muslim Brotherhood,. Encyclopedia of the Orient, i-cias.com/e.o/mus_br_egypt.htm (accessed 9 October 2007); "Muslim Brothers," Federation of American Scientists, http://www.fas.org/irp/world/para/mb.htm (accessed 9 October 2007).

12. Lorenzo Vidino, "The Muslim Brotherhood's Conquest of Europe" Middle East Quarterly, Winter 2005, available at http://www.meforum.org/article/687 (accessed 9 October 2007).

13. Rachel Ehrenfeld and Alyssa A. Lappen, "Ban the Brotherhood," FrontPage Magazine, 27 December 2005, http://www.frontpagemag.com/Articles/Re ... 33C788BDDB (accessed 9 October 2007).

14. Rachel Ehrenfeld and Alyssa A. Lappen, "Tithing for Terrorists," National Review Online, 12 October 2007, article.nationalreview.com/?q=MWEwMDg1ZThjM2FmYzU1MTU5Y2Q3MTBhY2I2YjM5NTc= (accessed 24 October 2007).

15. Ibid.

16. "Profile: International Islamic Relief Organization," Cooperative Research History Commons, http://www.cooperativeresearch.org/enti ... ganization (accessed 24 October

2007); "U.S. District Court Rules Saudi Charity to Remain in 9/11 Terrorist Lawsuit," PRNewsire, 22 September 2005, prnewswire.com/cgi-bin/stories.pl?ACCT=104&STORY=/www/story/09-22-2005/0004113679&EDATE= (accessed 24 October 2007).

17. BBC Press Office, "Panorama: Faith, Hate and Charity," British Broadcasting Corporation, press release, 30 July 2006, http://www.bbc.co.uk/pressoffice/pressr ... rama.shtml (accessed 8 October 2007).

18. Rachel Ehrenfeld and Alyssa A. Lappen, "The Egyptian Roots of Hatred," Washington Times, 6 July 2007, available at http://www.acdemocracy.org/article/inve ... php?id=380 (accessed 24 October 2007).

19. .Islamic Development Bank,. Organization of the Islamic Conference, http://www.oicun.org/articles/22/1/Isla ... Bank/1.htm (accessed 8 October 2007).

20. Prof. Rodney Wilson, "The Evolution of the Islamic Financial System," available at http://www.sc.com.my/eng/html/iaffairs/ ... neych2.pdf (accessed 8 October 2007).

21. Nasser M. Suleiman "Corporate Governance in Islamic Banking," Al-Bab, http://www.al-bab.com/arab/econ/nsbanks.htm (accessed 8 October 2007).

22. "IDB Launches $10b Fund to Tackle Poverty in Islamic World," Gulf News, 24 October 2007, available at http://www.zawya.com/Story.cfm/sidGN_24 ... 20Finance; "IDB Concludes Its 32nd Annual Meeting in Senegal," Business Life, 30 May 2007, available at http://www.thebusinesslife.com/finance.htm (accessed 24 October 2007).

23. Muhammad Saman, "Almost All Intifada Funds by Arab Donors Has Arrived," Arab News, 26 August 2001, available at http://www.arabnews.com/?page=4&section ... m=8&y=2001 (accessed 8 October 2007).

24. Ehrenfeld and Lappen, "Tithing for Terrorists."

25. Helen Chapin Metz, ed. "Finance," in Sudan: A Country Study (Washington: GPO, 1991), available at
countrystudies.us/sudan/62.htm (accessed 8 October 2007); see also "an-Nimeiri, Gafar Mohammad," Encyclopedia of the Orient, lexicorient.com/e.o/nimeiri_g.htm.

26. Al-Qaradawi, "Towards a Worldwide Strategy for Islamic Policy." See also Poole, "The Muslim Brotherhood Project."

27. Al-Qaradawi, "Towards a Worldwide Strategy for Islamic Policy."

28. "AAOIFI Board of Trustees," Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions, http://www.aaoifi.com/board-trustees.html (accessed 8 October 2007).

29. Richard A. Clarke, statement before the U.S. Senate Banking Committee, 108th Cong., 1st sess., 22 October 2003, available at http://www.senate.gov/~banking/_files/clarke.pdf (accessed 8 October 2007).

30. "Financing of the 9/11 plot," National Commission on Terrorist Attacks upon the United States, available at http://www.9-11commission.gov/staff/_st ... in_App.pdf.

31. "A Financial Jihad," Al-Ahram, 21.27 November 2002, available at weekly.ahram.org.eg/2002/613/ec2.htm (accessed 8 October 2007).

32. James Bennet, "Israelis, in Raid on Arab Banks, Seize Reputed Terrorist Funds," New York Times, 26 February 2004, available at query.nytimes.com/gst/fullpage.html?res=9B03EEDA133CF935A15751C0A9629C8B63

&sec=&spon=&pagewanted=print (accessed 8 October 2007); Farah Stockma/n, "Palestinian Authority's U.S. Assets Are Frozen," Boston Globe, 30 August 2005, available at http://www.boston.com/news/world/middle ... e_fro/zen/ (accessed 8 October 2007).

33. "Shift to shari'ah Based Financial Products," , 20 May 2006, available at http://www.menafn.com/

qn_news_story_s.asp?StoryId=1093113527 (accessed 8 September 2007); "Message of His Excellency Sheikh Saleh bin Abdullah Kamel," Islamic Chamber of Commerce and Industry, http://www.icci-oic/.org/ic//1.htm (accessed 8 October 2007).

34. "Shift to shari'ah Based Financial Products."

35. Mohammed El Qorchi, "Islamic Finance Gears Up," Finance and Development: A Quarterly Magazine of the IMF 42, no. 4 (December 2005), available at http://www.imf.org/external/pubs/ft/fan ... qorchi.htm (accessed 8 September 2007).

36. Landon Thomas, Jr., "Muslim Financiers Fight Suspicion in U.S.," International Herald Tribune, 8 August 2007; "Islamic Finance Prospers, Backed by Non-Muslims," Agence France-Presse, September 2006, available at findarticles.com/p/articles/mi_kmafp/is_200609/ai_n16929131 (accessed 8 September 2007).

37. Clarke, statement before the U.S. Senate Banking Committee; "The World's Billionaires," Forbes, 8 March 2007, available at http://www.forbes.com/lists/2007/10/07b ... en_16.html (accessed 26 October 2007).

38. Osama bin Laden, quoted in Geoff Shaw, "Knowledge Based Authentication: Is It Quantifiable?" (presentation, NIST-GSA Symposium, Gaithersburg, MD, 9 February 2004), csrc.nist.gov/archive/kba/

Presentations/Day%201/Shaw./pdf (accessed 8 September 2007).

39. "Dubai Financial Market Sharia Board to Set Standards for Classifying Listed Companies," AME Info, 24 June 2007, http://www.ameinfo.com/124491.html (accessed 24 October 2007).

40. Kathryn S. Wylde (president and CEO of Partnership for New York City), interview, Fox Business Network, 22 October 2007.

41. "Islamic Finance Summit," Financial Research Associates, http://www.frallc.com/conference.aspx?ccode/=b525 (/accessed 8 October 2007).

42. Commenting on the creeping shari'a in the West, Judge Michael Mukasey, in confirmation hearings before the Senate Judiciary Committee, said: "We live in this country under one system of laws. And whatever may be the religious requirements of any group, we don't create enclaves where a different law applies, a different law governs and people don't have the rights that everybody else has outside that enclave. I would resist that very firmly...the creation of any such enclave." "Senate Judiciary Committee Hearing for Nomination of Judge Mukasey as Attorney General," Washingtonpost.com, 17 October 2007, http://www.washingtonpost.com/wp-srv/po ... 01707.html.

43. Janine A. Clark, Islam, Charity, and Activism: Middle-Class Networks and Social Welfare in Egypt, Jordan, and Yemen (Bloomington, IN: Indiana University Press, 2004).

44 Douglas Farah, "Zakat and Jihad from the Words of the Master," Douglas Farah, posted 1 November 2006, http://www.douglasfarah.com/article/119 ... er#comment (accessed 8 October 2007); Ahmed Makhdoom, .Zakat for Education,. Makhdoom.s Quality Quest, pachome1.pacific.net.s/g/~ma/khdoo/m/zak/at2.html (accessed 8 October 2007); Douglas Farah, "Zakat and Jihad from the Words of the Master," Thoughts of a Conservative Ch/risti/an, posted 2 November 2006, bsimmons.wordpress.com/2006/11/02/zakat-and-jihad-from-the-words-of-the-master-2/.

45. Ayatollah Khomeini issued a fatwa "for transferring charity funds to support the armed Palestinian campaign against Israel. He thus paved the way for charitable societies operating in the Arab-Muslim world and the West to finance the activities of the Islamic terrorist organizations." "Iranian-Sponsored World Jerusalem Day Was Marked in Iran, Some Countries in the Arab-Muslim World, and Western Countries Such as Britain and Canada," Intelligence and Terrorism Information Center at the Israel Intelligence Heritage & Commemoration Center /(IICC), http://www.terrorism-info.org.il/eng/en ... m_d07e.htm.

46. Khums is another tax every Muslim merchant has to pay once a year. The money allegedly goes for public needs, and since jihad is on the march, Muslim religious leaders use the money for their own purposes. See ibid.

47. Ibid.

48. Aron Zysow, "Zakat," The Encyclopedia of Islam, new ed., vol. 11, 406.22, discussed in United States v. Mubayyid, 476 F.Supp.2d 46, n17 (D. Mass. 2007), available at http://www.slashlegal.com/showthread.php?t=133601.

49. J. Millard Burr and Robert O. Collins, Alms for Jihad: Charity and Terrorism in the Islamic World (New York: Cambridge University Press, 2006), 12.13. The book was pulped in 2007, in capitulation to mere threats of an expensive libel suit in the United Kingdom against the publisher by Saudi billionaire Khalid bin Mahfouz, who chose British libel laws as a vehicle for financial jihad, successfully silencing the Western media from exposing terror financiers. For more information about the case, see Rachel Ehrenfeld, "Fighting Financial Jihad," Pajamas Media, posted 23 September 2007, pajamasmedia.com/blog/financial_jihad_vs_the_first_a/.

50. Sheikh Abdullah Ibn Yusuf Azzam, "Join the Caravan," 10, available at http://www.worldofislam.info/ebooks/joincaravan.pdf, accessed from "Update on Care International Trial in Boston 'Seas of Blood for Jihad'." Miss Kelly, posted 1 December 2007, misskelly.typepad.com/miss_kelly_//2007//12/update-on-care.html

51. Rac/hel Ehrenfeld and Alyssa A. Lappen, "Jihadists and Jews," Washington Times, 16 October 2006, available at http://www.acdemocracy.org/article/inve ... hp?id=1/33 (accessed 25 October 2007).

52. Talal Malik, "GCC Can Rake Billions in Zakat, Income Tax," ArabianBusiness.com, 12 September 2007, http://www.arabianbusiness.com/500208-g ... ax-/?ln=en (accessed 8 Oct/ober 2007).

53. Jonathan Schanzer, "Saudi Squander," National Review Online, 3 October 2007, article.nationalreview.com/?q=ZGVhMmViODM0OGJlYzk1NmU0ZmQ1OGVhMmEwM2M4ZTU= (accessed 8 October 2007).

54. Rachel Ehrenfeld and Alyssa A. Lappen, "The Cure for the Wahabbi Virus," FrontPage Magazine, 17 October 2005, frontpagemagazine.com/Articles/Read.aspx?GUID=29BC8889-AFC0-4A2C-877F-/ABE26D80DB25/ (accessed 25 October 2007).

55. Amir Taheri, "Culture of Hate," Islam Review, 22 June 2004, http://www.islamreview.com/articles/cultureofhate .s/html (accessed 8 October 2007).

56. Rachel Ehrenfeld, "Saudi Dollars and Jihad," FrontPage Magazine, 24 October 2005, http://www.frontpagemag.com/Articles/Re ... C95BB1B%7D (accessed 8 /October 2007)/.

57. Ben Leach, "Extremism---Fear over Islam Studies Donations," The Telegraph, 14 April 2008, http://www.telegraph.co.uk/news/main.jh ... lam113.xml.

58. P. K. Abdul Ghafour, "Imams Back Call for Danish Boycott in Cartoons Row," CBS News, 28 January 2006, http://www.cbsnews.com/stories/2006/01/ ... 6K01.shtml (/accessed 26 October 2007); "The Clash to End All Clashes?" National Review Online, 6 February 2006, http://www.nationalreview.com/script/pr ... 070754.asp (accessed 26 October 2007).

59. "Statement of the OIC Ambassadorial Plenary Meeting," Organization of the Islamic Conference, 14 February 2006, http://www.oic-oci.org/press/english/20 ... atment.htm (accessed 8 September 2007; Nat Hentoff, "The Cartoons Conspiracy," Village Voice, 20 February 2006, http://www.villagevoice.com/news/0608,h ... 237,6.html (accessed 8 October 2007); Pete Baumgartner, "East: Islamic Officials, Journalists Reflect on Publication of Muhammad Cartoons," Radio Free Europe, 3 February 2006, http://www.rferl.org/featuresarticle/20 ... ed375.html (accessed 8 October 2007); Gil Kaufman, "Muslim Fury over Danish Cartoons Spurs Riots across the Globe.Why?" MTV, http://www.mtv.com/news/articles/152389 ... id_0.jhtml (accessed 8 September 2007/).

60. P. K. Abdul Ghafour, "Kingdom, 20 OIC Partners Support Global Zakah Fund," Arab News, 30 April 2007, available at http://www.arabnews.com/?page=1&section ... m=4&y=2007 (accessed 8 October 2007).

61. "Hezbollah: Rushdie Death Would Stop Prophet Insults," Yahoo News, 2 February 2006, http://www.natashatynes.com/newswire/20 ... killi.html (accessed 26 October 2007).

62. Senator John Kyl and Senator Pat Roberts, "Joint Inquiry Staff Report: Additional Views," Federation of American Scientists, available at http://www.fas.org/irp/congress/2002_rp ... berts.html (accessed 26 Octob/er 2007).

63. Josh Meyer, "Saudi Arabia Is Prime Source of Terror Funds, U.S. Says," Los Angeles Times, 2 April 2008, http://www.latimes.com/news/nationworld ... 1447.story.

64. Department of State, Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor, .United Arab Emirates,. Country Reports on Human Rights Practices, 2006, available at http://www.state.gov/g/drl/rls/hrrpt/2006/78865.htm. The government's respect for human rights remained problematic, and significant human rights problems reported included: no citizens. right to change the government and no popularly elected representatives of any kind; flogging as judicially sanctioned punishment; arbitrary detention and incommunicado detention, both permitted by law; questionable independence of the judiciary; restrictions on civil liberties, freedom of speech and of the press (including the Internet), and assembly; restrictions on right of association; restrictions on religious freedom; domestic abuse of women, sometimes enabled by police; trafficking in women and children; legal and societal discrimination against women and noncitizens; corruption and lack of government transparency; common abuse of foreign domestic servants; and severe restrictions on and abuses of workers. rights.

65. Malik, "GCC Can Rake Billions in Zakat, Income Tax."

66. Rachel Ehrenfeld and Alyssa A. Lappen, "The U.N. Gives Hamas a Raise," FrontPage Magazine, 6 January 2006, http://www.frontpagemag.com/Articles/Re ... 07661F5EF6 (accessed 26 October 2007).

67. Rachel Ehrenfeld and Alyssa A. Lappen, "Welcoming Terror to U.S. Ports," FrontPage Magazine, 24 February 2006, http://www.frontpagemag.com/Articles/Pr ... 00D6D9EDAA (accessed 26 October 2007).

68. "Spotlight on a Hamas Dawah Institution in the West Bank," Intelligence and Terrorism Information Center at the Center for Special Studies, http://www.terrorisminfo.org.il/malam_m ... N22_05.PDF (accessed 26 October 2007).

69. "Zayed bin Sultan al-Nahyan Sheik, United Arab Emirates 1966.2004," NameBase, http://www.namebase.org/main4/Sheik-Zay ... hyan./html (accessed 2/6 October 2007).

70. Ibid.

71. Rachel Ehrenfeld, "Saudi Interest in America," Washington T/imes, 15 J/anuary 2006, http://www.washtimes.com/op-ed/20060115 ... -3038r.htm.

72. Rachel Ehrenfeld, Evil Money (HarperBusiness, 1992), 164, 169.70.

73. Ibid., 169.

74. Ibid., 165.

75. Ibid, 163.210.

76. The UAE is no "ally" of the United States. See annual reports on voting patterns in the United States Department of State and United Nations records.

77. "Board Members of Human Appeal International," ArabDecision.org, http://www.arabdecision.org/list_cvs_3_ ... 3_4825.htm (accessed 26 October 2007.)

78. Item on Hamas Web site, http://www.palestine-info.inf/o/arabic/ ... tails6.htm, in the author's possession.

79. Article in Al-Ayyam, 22 March 2005, http://www.al-ayyam.com/znews/site/default.aspx (accessed 26 October 2007), in the author's possession.

80. Ehrenfeld and Lappen, "Welcoming Terror to U.S. Ports."

81. "ADL Backgrounder: The Zayed Center," Anti-defamation League, 15 September 2003, available at http://www.adl.org/Anti_semitism/zayed_center.asp (accessed 26 October 2007).

82. "Media's Take on the News 6-2-03 to 7-14-03," History News Network, hnn.us/articles/1601.html (accessed 26 October 2007).

83. Jonathan Jaffit, "Fighting Sheikh Zaeyd's Funding of Islamic Studies at Harvard Divinity School: A Case Study," Maccabean Online, January 2006, http://www.freeman.org/MOL/pages/january-2006.php (accessed 26 October 2007).

84. Rachel Ehrenfeld, "The 'Union of Good' and the Lost Peace," FrontPage Magazine, 7 March 2005, http://www.frontpagemag.com/Articles/Read.aspx?GUID={B01DD54B-AEA5-4A10-881E-649249DDBD42}.

85. "Appendix G."

86. Ehrenfeld and Lappen, "Welcoming Terror to U.S. Ports."

87. Sohall Zubair, "Islamic Conversion Boosted DFM IPO," Gulf News, 2 December 2006, available at archive.gulfnews.com/articles/06/12/02/10086533.html (accessed 8 October 2007).

88. Ibid.

89. Hammes, The Sling and the Stone, 119. Regarding this particular incident, Imad Al-Faluji has said, "The PA had begun to prepare for the outbreak of the current Intifada since the return from the Camp David negotiations, by request of President Yasser Arafat, who predicted the outbreak of the Intifada as a complementary stage to the Palestinian steadfastness in the negotiations, and not as a specific protest against Sharon's visit to Al-Haram Al-Qudsi [Temple Mount]." Moreover, "The Intifada was no surprise for the Palestinian leadership... The PA instructed the political forces and factions to run all matters of the Intifada." See "PA Minister: The Intifada Was Planned from the Day Arafat Returned from Camp David; Special Dispatch Series No. 194, March 21, 2001," Middle East Media Research Institute, available at http://www.memri.org/bin/articles.cgi?A ... ID=SP19401.

90. Hammes, The Sling and the Stone, 291.


Dr. Rachel Ehrenfeld adalah direktur dari American Center for Democracy (http://www.acdemocracy.org) di New York

Alyssa A. Lappen adalah kolega senior di American Center for Democracy (ACD)

Dr. Rachel Ehrenfeld penulis buku: How Terrorism is Financed and How to Stop It (Bagaimana Terorisme didanai dan bagaimana menghentikannya).
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Return to Resource Centre Serba-serbi Jihad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron