.

Muhammad doyan darah nifas..... and fun fact about muhammad

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Postby ali5196 » Thu Jan 04, 2007 4:26 pm

Yususf roni wrote:Biasanya lagu lama para kafirin nggak bisa menampilkan sosok pemimpin yg bisa di banggakan, terus menjelek-jelekan pimpinan umat Islam. Persis penjajah Belanda yg waktu itu menjajah Indoesia dan umat Islam yg melakukan perlawanan terhadap Belanda dikatakan ektrimis, padahal si Bule kafir itu yg biangnya ekrimis. Dasar kafir kerjanya cuma menjajah dan mengambil hak orang.


lim ... muslim ... jangan sedih gitu dong !! TANGGAPIN DONG !! BENAR NGGAK TUH HADIS2 DIATAS SALAH. Kok OOT ke Belanda lagi sih ???

Untung Belanda menguasai indonesia selama 350 tahun, mereka menunda Islam dari menghancurkan tanah air kita. Begitu Belanda cabut, liat aja mana yg ekstrimis ... dasar muslim culun ... :lol: :lol:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Kristen_pusing » Thu Jan 04, 2007 4:50 pm

Hahaha dasar dajjal, makanya ngambil hadist itu perlu ngerti maksudnya.
Ilmu hadist sangat sulit dipelajari oleh para ulama mulai dari meneliti para perawi (periwayat) dan sebagainya.

Jadi diskusi semacam itu gak perlu ditanggapi hahaha. Buat yang muslim boleh ini kan buat dajjal.

Yang pasti Islam mengajari segala sesuatu tentang akhlak, adab dan itu dicontohkan Nabinya. Hadist yang menunjukkan waktu wanita haid/mens tidak perlu disingkirkan itu merupakan bentuk pengajaran Islam bahwa wanita haid bukan najis. Jadi mendengar bacaan Al Qur'an ya gak dilarang toh, berdzikir atau mengingat Allah ya gak dilarang. Hanya sholat gugur kewajibanya tapi kalau puasa gak gugur harus diganti hadist2 yg anda kutib ada maksudnya tapi bagi yang sudah ditutup mata hatinya jadi cemooh dan dianggap lucu hahaha dajjal sungguh lucu.
Kristen_pusing
 
Posts: 273
Joined: Thu Aug 24, 2006 1:43 pm

Postby Rebecca » Thu Jan 04, 2007 4:53 pm

ali5196 wrote:WOOOOOWWW !!! BOLEH JUGA NIHHHH !! Thanks sashimi !!! =D> =D>
Akan gua masukkan ke Resource Centre !!
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 725#114725

BTW: ini kok aneh yah ... MAY THE PRAYERS OF ALLAH BE UPON HIM ??? Jadi Allah berdoa toh ??? Berdoa pada siapa yah ????


wuah info baru yang menambah menarik credentials muhammad SUCKER...he...he...he
User avatar
Rebecca
 
Posts: 3107
Joined: Mon Nov 20, 2006 6:20 pm
Location: muhammad's Phallus RESEARCH HUB

Postby Sashimi » Thu Jan 04, 2007 7:18 pm

sorry broer, ini thread buat ngasih inpo, bukan ngebahas..., tapi kalo mau juga boleh deh, katanya quran itu terang bahasanya, tapi kok hadits susah di mengerti?, toh ngga perlu penjelasan atau perhalusan panjang lebar buat membela muhammad...., tinggal pake common sense masing2 aja
Sashimi
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Sashimi » Thu Jan 04, 2007 7:42 pm

bagi yang ngga seneng sama hadits yang gue sodorin ..., silahkan tabok si pembuat hadits..., jangan salahin konsumen...

dan bagi yang merasa terbuka setelah melihat dan mengerti hadits yang gue sodorin, silahkan sebarkan ke semua orang......
Sashimi
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Kristen_pusing » Thu Jan 04, 2007 7:58 pm

Hahaha posting gua dimasukin keranjang hahaha, sashimi ternyata moderator juga.

Belajar dulu hadist mas umat Islam yang ngerti tertawa saja dengan posting seperti itu. Hadist ada berbagai jenis hadist palsupun banyak.

Ini cuplikan sekilas bagaimana Hadist itu silahkan masukkan juga sebagai referensi heheheh

Penghimpunan Hadis


--------------------------------------------------------------------------------
Sebenarnya, pertentangan politik yang terjadi sesudah permulaan sejarah Islam, telah menimbulkan lahirnya cerita-cerita dan hadis-hadis bikinan untuk mendukung maksud tersebut. Sampai pada saat-saat terakhir zaman Bani Umayyah penulisan hadis belum lagi dilakukan orang.
Khalifah Umar Bin Abdul Aziz pernah memerintahkan supaya hadis-hadis itu dihimpun.
Namun baru dikumpulkan pada zaman Ma'mun, yaitu sesudah terjadi "Hadis yang shahih dalam hadis yang palsu itu seperti rambut putih pada kerbau hitam", seperti kata Ad-Daruqutni.

Dan mungkin tidak dikumpulkannya hadis pada masa permulaan Islam karena seperti diberitakan bahwa Nabi berkata

"Janganlah kamu tulis sesuatu yang telah kamu terima dariku selain AlQur'an.
Barang siapa menuliskan yang dia terima dariku selain AlQur'an, hendaklah ia hapus. Ceritakan saja yang kamu terima dariku, tidak mengapa. Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dineraka." (Riwayat Imam Muslim)

Akan tetapi pada waktu itu Hadist-hadist Nabi sudah beredar dari mulut kemulut dan penceritaannya pun berbeda-beda. Keadaan demikian mengingatkan kita kepada perbedaan redaksi tentang sesuatu kejadian yang berlaku dijaman kenabian Isa Almasih untuk Bani Israel yang sekarang dikumpulkan dalam The Bible pada St. Matthew, St. Luke, St. Mark dan St. John.

Pada salah satu kitab hadits yang tergolong tua yang sampai ke tangan kita pada zaman ini, yaitu Al Muwath-tho, kebetulan kitab itu di-syarah (diberi penjelasan) oleh Jalaluddin As-Suyuthy.
Pada pengantar syarahnya Jalaluddin As-Suyuthy membawakan riwayat tentang niat Khalifah 'Umar Bin Khatab yang ingin mengumpulkan sunnah Rasulullah saw, tapi setelah sholat istikharah sekian lama akhirnya Khalifah 'Umar membatalakan niatnya tersebut.

"Kalau aku tidak teringat akan apa yang menimpa Ahli Kitab tentu aku akan mengkitabkan sunnah di samping mengkitabkan AlQuran. Tapi aku teringat bahwa Ahli Kitab menulis kitab lain disamping menulis Kitab Allah, akhirnya mereka lebih mengikuti kitab tersebut dan meninggalkan Kitab Allah."

Jelas bahwa Khalifah Umar Bin Khatab, salah seorang sahabat paling dekat dengan Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya, tidak berani menulis hadits hingga akhir hayatnya untuk mencegah pendistorisan AlQur'an dengan hal-hal lainnya sebagaimana yang terjadi pada kitab-kitab suci Allah sebelumnya, sekaligus juga memikirkan akan adanya bahaya prioritas. Bahaya prioritas yaitu jika umat lebih menyukai hadits dari pada kitabullah adalah jauh lebih berbahaya.

200 tahun kemudian, setelah semakin menjamurnya pemalsuan atas Sunnah Nabi, orang mulai kembali berpikir untuk melestarikan Sunnah yang dianggap shahih/otentik kedalam satu kumpulan agar dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Jadi pembukuan Sunnah ini berlangsung setelah lebih kurang masa 200 tahun AlQur'an dibukukan pada jaman Khalifah Abu Bakar r.a. yang keseragaman bacaannya ditetapkan pada jaman Khalifah Usman Bin Affan r.a., sehingga keduanya tidak bercampur menjadi satu.

Tercatatlah nama-nama para perawi Hadist ini seperti


Bukhari, yang meninggal tahun 256 Hijriah atau 870 Masehi
Abu Daud, meninggal tahun 275 Hijriah atau 888 Masehi
Masa'i, meninggal tahun 303 Hijriah atau 915 Masehi
Muslim, meninggal tahun 261 Hijriah atau 875 Masehi
Tarmidzi, meninggal tahun 279 Hijriah atau 892 Masehi
Ibnu Majah, meninggal tahun 279 Hijriah atau 892 Masehi

Dan masih terdapat sejumlah nama-nama besar para pakar Hadist lainnya, seperti Ahmad Bin Hambal dkk. Maka dari itu tidaklah aneh jika terdapat perbedaan dalam masalah redaksi atau periwayatan Hadist, dan malah cenderung ada yang saling bertolak belakang. Dengan segala usaha penelitian yang sudah tentu dilakukan oleh para penghimpun hadis itu, tapi masih banyak juga hadis-hadis yang oleh mereka sudah dinyatakan shahih, oleh beberapa ulama lain dinyatakan tidak otentik.
Dalam "Syarah Muslim" Imam Nawawi menyebutkan
"Ada golongan yang membuat koreksi terhadap Bukhari dan Muslim mengenai hadis -hadis itu sehingga syarat-syarat mereka tidak dihiraukan dan mengurangi pula arti yang menjadi pegangan mereka, yaitu para penghimpun itu, yang sebagai kriterium mereka hanya berpegang pada sanad (askripsi) dan pada kepercayaan mereka kepada sumber cerita sebagai dasar Menerima atau menolak hadis itu."

Ini memang suatu kriterium yang berharga, tetapi itu saja tentu tidak cukup.
Bagi saya pribadi khususnya dan kita umat Islam secara umumnya, kriterium yang baik dalam mengukur hadis -dan mengukur setiap berita yang berhubungan dengan Nabi- ialah seperti yang pernah diceritakan orang tentang Nabi Saw ketika menyatakan

"Kamu akan berselisih sesudah kutinggalkan. Maka apa yang dikatakan orang tentang diriku, cocokkanlah dengan Qur'an. Mana yang cocok itu dari aku, mana yang bertentangan, bukan dariku."

Kriterium yang sebenarnya tentang hadis


--------------------------------------------------------------------------------
Dalam pengumpulan hadis-hadis shahih, umumnya dipakai ukuran sebagai berikut
* Hadis itu isinya tidak bertentangan dengan isi ayat Al-Qur'an, sebab mustahil Nabi menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaranAlQur'an.

* Perawi (orang yang meriwayatkan hadis itu) haruslah dapat dipercayai kejujurannya.
* Rantai riwayat dari satu perawi kepada perawi lainnya haruslah bersambungan, tidak terputus.
* Tidak ada cela dan cacat lain yang merendahkan nilai lafal atau riwayat hadis itu.

Tetapi Ibnu Khaldun juga pernah berkata
"Saya tidak percaya akan kebenaran sanad sebuah hadis, juga tidak percaya akan kata-kata seorang sahabat terpelajar yang bertentangan dengan Qur'an, sekalipun ada orang-orang yang memperkuatnya. Beberapa pembawa hadis dipercayai karena keadaan lahirnya yang dapat mengelabui, sedang batinnya tidak baik. Kalau sumber-sumber itu dikritik dari segi matan (teks), begitu juga dari segi sanadnya, tentu akan banyaklah sanad-sanad itu akan gugur oleh matan.

Orang sudah mengatakan Bahwa tanda hadis maudhu' (buatan) itu, ialah yang bertentangan dengan kenyataan AlQur'an atau dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh hukum agama (syariat) atau dibuktikan oleh akal atau panca indera dan ketentuan-ketentuan axioma lainnya."

Kriterium inilah yang terdapat dalam hadis Nabi tersebut. Dan apa yang dikatakan oleh Ibnu Khaldun tadi cukup sesuai dengan kaidah kritik ilmiah modern sekarang.

Saya kira, sudah cukup lama dunia Islam tenggelam dalam kisah-kisah agama yang dipenuhi oleh berbagai mistikisme, takhayul, Israiliyat dan penuh kedustaan, baik mengenai sejarah hidup Nabi Muhammad Saw, para Nabi dan Rasul sebelumnya serta berbagai kisah-kisah para sahabat dan orang-orang shaleh lainnya.

Mari kita kembalikan Islam kepada porsi yang benar, Umat Islam bukan penggemar cerita mitos atau legenda yang penuh kehebatan pengumbaran mistikisme, Umat Islam terlahir dan diutus sebagai umat pertengahan yang sebaik-baiknya. Yaitu yang menggunakan fitrah kemanusiaannya untuk melakukan pengkajian benar-salah dengan berlandaskan wahyu Allah yang abadi.
Kristen_pusing
 
Posts: 273
Joined: Thu Aug 24, 2006 1:43 pm

Postby sang MU'ALAF » Thu Jan 04, 2007 8:01 pm

ACH..ELU...
SAPA NAMALU...SASHIMI.
HEEEE.....DAPET DR MANA BUKU LU.....
User avatar
sang MU'ALAF
 
Posts: 30
Joined: Tue Jan 02, 2007 7:18 pm

Postby KELIHGO » Thu Jan 04, 2007 8:15 pm

Lagian Hadist itu Lemah kok,hanya satu Orang yang meriwayat kalau Nabi Muhammad doyan Darah Nifas dan Fun,kalau mau Kuat cari Hadist yang sama dengan itu dengan saksi lebih dari 10 orang periwayat yah :lol:
KELIHGO
 
Posts: 816
Joined: Thu Jan 04, 2007 2:08 pm

Postby ali5196 » Fri Jan 05, 2007 6:45 am

Mungkin ini bisa membantu : foto orang yg mencontoh mohamad. Nggak perlu dia pakai nunggu pembuktian kuatnya isnad/perawi hadis tsb. Di-embat juga bocah tsb !

http://www.faithfreedom.org/Gallery/mollah.JPG
Image

DAN TERNYATA sesuai juga dgn Quran tuh !

Q 52:24 Round about them will serve, (devoted) to them, young male servants (handsome) as Pearls well-guarded.

Also in Surah 76:19 Allah promises fresh youths to Muslim men.
And round about them shall go youths never altering in age; when you see them you will think them to be scattered pearls
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Kristen_pusing » Fri Jan 05, 2007 3:00 pm

[color=blue]Hahahaha kelakuan kayak itu banyak yang pake sorban ada yang gak pake apa2 juga banyak hahahaha.

Kehabisan akal ya
[/color]
Kristen_pusing
 
Posts: 273
Joined: Thu Aug 24, 2006 1:43 pm

Postby sang MU'ALAF » Fri Jan 05, 2007 6:30 pm

pada kurang berbobot nich........
pa bener tuch si author jg moderator.......
HAHHAHAHAAAAHHAAAAA.....

DIA PASTUR BUKAN?....
JANGAN2 DIA PAUS LG....SANG NABI....JANGAN MACEM2 LUCH SAMA DIA.....
HAHAHHAHAAHAAHAAAA.....
AHHAAHAHAAAHAAAAAAHAHAHAHAHAHAA..
WAKAKAKAKAWAKAAAAKAKA....
User avatar
sang MU'ALAF
 
Posts: 30
Joined: Tue Jan 02, 2007 7:18 pm

Postby Sashimi » Fri Jan 05, 2007 8:22 pm

so what?, kalo lah emang palsu..., jangan kegerahan kayak pengikut muhammad dunk, sampe kencing unta pun di embat......, ngga usah hadits, quran aja elu gak bisa ngerti2
Sashimi
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Sashimi » Fri Jan 05, 2007 8:44 pm

karena sashimi sedang senang habis new year, sashimi kasih bonus, sahih bhukari, ini mengenai muhammad yang kelakuannya ga jauh kayak shoko asahara..., eww......, orang lain di suruh minum air bekas wudhunya...

Sahih Al-Bukhari: Volume 1, Book 4, Number 187:

Narrated Abu Juhaifa: di kisahkan abu juhaifa

Allah's Apostle came to us at noon and water for ablution was brought to him. After he had performed ablution, the remaining water was taken by the people and they started smearing their bodies with it (as a blessed thing).

sang rasulluah datang pada pagi hari dan air wudhu di bawakan kepadanya. setelah berwudhu, sisa air di pakai orang2 dan mereka mencurahkannya ke seluruh tubuh (bagaikan membawa keberuntungan )

The Prophet offered two Rakat of the Zuhr prayer and then two Rakat of the 'Asr prayer while an 'Anza (spear-headed stick) was there (as a Sutra) in front of him.

sang nabi membacakan 2 rakaat doa zuhr dan 2 rakaat doa asr, yg dimana sebuah anza di pakai dan kitab di hadapannya

Abu Musa said: The Prophet asked for a tumbler containing water and washed both his hands and face in it and then threw a mouthful of water in the tumbler and said to both of us (Abu Musa and Bilal), "Drink from the tumbler and pour some of its water on your faces and chests."

Abu Musa berkata

nabi meminta guci air dan membasuh kedua tangan dan wajah di dalamnya dan meludahkan air kumurannya kedalam guci itu, dan berkata kepada kami berdua (Abu Musa and Bilal)


minumlah air dari guci dan percikan sebagian airnya ke muka dan dadamu

habis kencing onta aja halal, palagi bekas kumurannya...., lebih mantap
bau busuknya.......
Sashimi
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Rebecca » Fri Jan 05, 2007 8:55 pm

air bekas kumur-kumur muhammad membawa berkah bagi umat muslims! he...he...he...thanx banget buat info hadist terkininya!
User avatar
Rebecca
 
Posts: 3107
Joined: Mon Nov 20, 2006 6:20 pm
Location: muhammad's Phallus RESEARCH HUB

Postby Sashimi » Fri Jan 05, 2007 9:03 pm

tak tambahin....

hanya muhammad yg bisa habis ciuman langsung solat ga pake lama alias no wudhu


Sayyida A’isha (Allah be pleased with her) narrates that the Messenger of Allah (Allah bless him & give him peace) would kiss one of his wives and then leave for prayer (salat) without performing ablution (wudu). Urwa says that I asked A’isha: “It must have been you?” (Upon hearing this) A’isha (Allah be pleased with her) smiled.” (Sunan al-Tirmidhi, no. 86, Sunan Abu Dawud, no. 181 & Sunan al-Nasa’i, no. 170))

Sayyida A’isha (Allah be pleased with her) says: “The Messenger of Allah (Allah bless him & give him peace) would kiss me before leaving for prayers, and he would not perform an ablution.” (Sunan al-Darqutni, 1/49 and others)
Sashimi
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby KELIHGO » Fri Jan 05, 2007 9:07 pm

:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: Foto aja kok dipercaya,kagak yakin gue sama Foto itu,mungkin aja tuh Orang Majusi di Iran hehehehehehehe.makanya buktikan dengan Hadist minimal 10 orang yang mengatakan itu,adilkan :P
KELIHGO
 
Posts: 816
Joined: Thu Jan 04, 2007 2:08 pm

Postby Valkyrie » Sat Jan 06, 2007 10:36 am

mungkin iya, tapi mungkin juga tidak.

cukup 1 saja, sebab hadits dipegang oleh mayoritas moslem sebagai salah satu sumber iman, kalau ada 1 saja yang nggak beres pada hadits, bukankah itu sudah menunjukkan kelemahan iman Islam?
Valkyrie
 
Posts: 1106
Joined: Thu Sep 28, 2006 9:59 am

Postby Kristen_pusing » Sat Jan 06, 2007 11:12 am

Hahaha Sushimi eh sama kan?? keluarkan aja semua hadistmu biar tau kelakuan dajjal. Eh muslim ketawa aja gak ngaruh hahaha.

Ini panduan kaum muslim dalam melihat hadist.

Istilah Hadits

1. Hadits Mungkar

Hadits Mungkar adalah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang saja dan dia adalah perawi yang dhaif (lemah) dan berlawanan dengan yang disampaikan oleh perawi yang tsiqah (dipercaya).

Diantara contoh hadits yang masuk dalam kategori ini adalah hadits berikut:
Siapa yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mengerjakan haji, berpuasa dan menjamu tamu, masuk surga.

2. Hadits Matruk

Hadits Matruk adalah hadits yang ditinggalkan atau tidak dipedulikan. Para ahli hadist mengatakan bahwa hadits ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang tertuduh berdusta. Atau perawi itu pernah berdusta meski bukan pada masalah hadits, atau tertuduh mengerjakan maksiat, lalai atau banyak wahm-nya.

Derajat hadits ini masih sedikit lebih baik dari hadits maudhu’ (palsu), yaitu hadits paling rendah sebelum selangkah lagi menjadi hadits palsu.

Diantara salah satu contoh hadits ini adalah:
Rasulullah SAW melarang kita memotong roti dengan pisau dan beliau bersabda,”Muliakanlah roti, karena Allah telah memuliakannya.”

Ad-Daruquthuny menyatakan bahwa hadits ini hanya diriwayatkan oleh Nuh, dan Nuh ini orang yang matruk atau ditinggalkan perkataannya oleh para ahli hadits.

“Seandainya tidak ada wanita, pastilah Allah disembah dengan sebenar-benarnya.”
Hadits in juga hadits yang matruk, karena diriwayatkan oleh Abduurahiem dan ayahnya yang keduanya memang termasuk dalam daftar perawi matruk, tidak boleh diambil riwayatnya.

3. Hadits Mursal

Haidts Mursal adalah hadits yang diriwayatkan oleh perawi dari kalangan tabi’in, baik besar atau kecil, dengan tidak menyebut siapa yang menceritakan kepadanya hadits itu dari kalangan shahabat.

Diantara contoh hadits mursal adalah:
Perbedaan antara kami dan orang-orang munafiqin adalah menghadiri jamaah ‘Isya dan Shubuh. Mereka tidak sanggup menghadirinya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Malik dari Abdurrahman dari Harmalah dari Said bin Al-Musayyib, tanpa menyebutkan dari shahabat yang nama, langsung saja Said menyebutkan bahwa nabi SAW berkata ini dan itu. Hadits ini dikatakan mursal, karena tidak jelas siapa yang merawikan dari level shahabat. Sebab seorang tabi’in tidak pernah bertemu dengan shahabat, jadi bagaimana bisa dipastikan kejelasan periwayatan hadits itu.

4. Hadits Maudhu’ (palsu)

Hadits Maudhu’ adalah hadits palsu yang dikarang-karang dan dikatakan bahwa ucapan ini datang dari nabi SAW. Dalam hal ini tidak ada periwayatan kecuali seseorang yang mengaku-ngaku sebagai perawi mengarang sebuah hadits palsu.

Contohnya antara lain apa yang dilakukan oleh Ghiyats untuk menjilat penguasa, Khalifah Al-Mahdi. Saat Ghiyats datang ke istana, didapatinya Al-Mahdi sedang main burung merpati. Lalu Ghiyats mengarang hadits yang bunyinya:
Tidak boleh ada lomba (taruhan) kecuali pada memanah, balapan unta (kuda) dan burung.

Untungnya Al-Mahdi tahu bahwa itu bukan hadits dan sebenarnya Ghiyats hanya mencari muka saja, maka Al-Mahdi pun menyembelih merpatinya itu.

Ternyata Sa’ad bin Dharif entah karena saking sayangnya pada anaknya, pernah juga membuat hadits paslu. Ketika suatu hari anaknya pulang sambil menangis karena dimarahi gurunya, maka dia membuat hadits palsu berikut ini:
Dari Ikrimah dari Ibni Abbas ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Guru-guru anak kecil adalah orang yang paling jahat di antara kamu. Mereka itu kurang sayangnya kepada anak yatim dan paling kesat hatinya kepada orang miskin.

Sa’ad bin Dharief ini adalah pemalsu hadits yang amat dikenal di kalangan ahli hadits. Ancaman buat mereka yang mengarang hadits palsu adalah neraka, sebagaimana sabda beliau SAW:
Siapa yang berbohong tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.(HR Bukhari dan Muslim).

Untuk mengetahui kondisi suatu hadits, tentu dengan bertanya kepada para ahli hadits. Sebab mereka-lah yang tahu keadaan suatu hadits. Atau dengan membuka syarah (penjelasan) tentang dari kitab-kitab hadits. Misalnya, untuk mengetahui keadaan sebuah haditsy yang diriwayatkan oleh At-Tirmizy, kita bisa membuka kitab Tuhfatul Ahwazi. Sedangkan hadits yang terdapat di dalam susunan Abu Daud, kita bisa membuka kitab ‘Aunul Ma’bud.

Khusus untuk hadits-hadits maudhu’, banyak disusun kitab khusus yang memuatnya. Sehingga dari situ kita bisa tahu, hadits apa saja yang berstatus maudhu’.

Namun masalah hadist ini perlu dilandasi dengan pemahaman tentang ilmu-ilmu yang terkait dengan hadits. Dan tentunya juga bahasa arab, sebab kitab-kitab itu semua tertulis dalam bahasa arab.
Kristen_pusing
 
Posts: 273
Joined: Thu Aug 24, 2006 1:43 pm

Postby Valkyrie » Sat Jan 06, 2007 11:23 am

well, semenjak islam mengijinkan bohong putih, tentu sulit mempercayai ahli2 hadits bukan (bisa saja mereka berbohong demi Islamisasi)?
Valkyrie
 
Posts: 1106
Joined: Thu Sep 28, 2006 9:59 am

Postby sang MU'ALAF » Sat Jan 06, 2007 11:49 am

hahaahhahaaa
wkakakaaa..

dear,sashimi sang paus

baru kli inii..gw puas ketawa...
punya koleksi hadist berapa luch......
krena dengan hadist itu lu jadi sang kafir....
hahahhahahaaahahhaaa....


AL-QUR'AN NULKARIIM LAH yg paling penting....itu yang WAJIB di kaji.......
klo hadistnya ga sesuai dengan AL-QUR'AN NULKARIIM....yach tidak di pakailah tuch hadist!.

lagipun berapa banyak sich lu punya koleksi hadist.


KUASA TUHANMU BERADA DI DALAM DIRIMU...BUKAN DIDALAM GEREJA ATAUPUN DI DALAM SE ONGGOK KAYU.

KATA2 ITU..LU PASTI GA TAUKAN?....
TANYA KE PATIKAN.....
KENAPA...FIRMAN ITU DI SOBEX.....
SAMPE DEWAN INJILPUN DI BUBARKAN...

KLO LU MANG PINTER...
CARI JAWABANNYA SENDIRI......
tp..klo lu emang belet....lu boleh tanya gw apa artinya.....

heee....paus sang nabi....
heeee...

THANKS FRIEND 4 KRISTEN_PUSING.
PENJELASANLU DACH LENGKAP TUCH.
JD GW GA PERLU NULIS LG...DECH...
KPAN KITA BISA KETEMUAN...

YESUS NIIIEEE YEEEEEEEEECHH....

sang mu'alaf
JL.OTTO ISKANDARDINATA NO.168 A
JAKARTA-TIMUR
User avatar
sang MU'ALAF
 
Posts: 30
Joined: Tue Jan 02, 2007 7:18 pm

PreviousNext

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users