.

BUKTI KUAT QUR'AN KARANGAN MUHAMMAD

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Postby taksanggup » Wed Nov 15, 2006 2:07 pm

Adadeh wrote:Kau ulang2 isi postingmu yang itu2 saja agar dirimu tampak tidak kalah berdebat, padahal tidak sekatapun kau bisa membantah semua keterangan2 dan fakta2 yang saya cantumkan tentang bagaimana Muhammad mencontek isi kitab2 suci agama lain.

Gak mau di ulang-ulang ya?? gak mau ketauan apa yang saya tulis sampai anda menjawab demikian.
Adadeh wrote:
katanya gak yakin sama ajaran agama islam, tapi kok masih copy paste & pake hadis dan Qur'an???

Justru isi Qur'an dan Hadis itulah yang mengungkapkan kebenaran Islam yang sejati

tuh.. ngaku.... :)
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby taksanggup » Wed Nov 15, 2006 2:42 pm

Adadeh wrote:
sadarku wrote:Mengapa yang tiga tak pernah bersengketa keras dengan yang lain?

Apakah maksudmu dengan kata tiga itu adalah: Yudaisme, Kristen, dan Islam? Kalau iya, maka kau jelas tidak tahu sejarah perkembangan agama Islam di dunia.

Siapakah yang menghabisi agama2 pagan dan mengobrak-abrik tempat2 ibadah pagan di Jazirah Arabia?
Siapakah yang menghabisi kaum Yahudi yang beragama Yudaisme di Jazirah Arabia?
Siapakah yang menghabisi agama Budha dan seluruh umatnya di India?
Siapakah yang memerangi dan membantai umat Hindu selama 800 tahun di India?
Siapakah yang memerangi agama Kristen dan umatnya di seluruh Jazirah Arabia, Timur Tengah, Afrika Utara?
Siapakah yang memerangi agama Zoroastria dan umatnya di Persia?
Siapakah yang memerangi agama Bath dan umatnya di Iran?
Siapakah yang paling giat memberantas agama2 Kristen, Kejawen, KongHucu, Buddha, Hindu, animisme di tanah air? Belon lagi membakar sekalian tempat ibadahnya.

Dan adalah sifat dasar manusia yang berusaha mencari Tuhannya

Silakan cari Tuhan sampai kiamat. Saya tidak peduli. Tapi begitu tuhan/nabimu memerintahkanmu untuk membunuhku karena tidak seiman denganku, maka tentunya aku harus bereaksi.


katanya sudah serba tau & banyak ilmunya, masa yang gitu ditanyain juga, coba deh dipikir dulu pertanyaannya kalo mau dijawab!! apakah salah ketik atau memang gitu pertanyaannya, itu juga kalo mau
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby RainHart » Wed Nov 15, 2006 2:53 pm

Ulangan 18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Seseorang bisa dikatakan nabi kalau dia mengatakan sesuatu hal yg akan terjadi di masa depan dan hal itu kemudian digenapi. Kalau yg dikatakannya tdk terjadi maka dia adalah nabi palsu.

Bagi umat muslim, coba katakan suatu ramalan yg dikatakan Muhammad yg sudah terjadi.Kalau ada,maka saya percaya dia nabi asli.Tapi syaratnya ramalan yg dikatakannya ga boleh jiplak dari taurat atau injil, hrs dia yg pertama kali mengatakannya.
RainHart
 
Posts: 191
Joined: Mon Nov 13, 2006 5:51 pm

Postby taksanggup » Wed Nov 15, 2006 3:36 pm

RainHart wrote:Ulangan 18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Seseorang bisa dikatakan nabi kalau dia mengatakan sesuatu hal yg akan terjadi di masa depan dan hal itu kemudian digenapi. Kalau yg dikatakannya tdk terjadi maka dia adalah nabi palsu.

Bagi umat muslim, coba katakan suatu ramalan yg dikatakan Muhammad yg sudah terjadi.Kalau ada,maka saya percaya dia nabi asli.Tapi syaratnya ramalan yg dikatakannya ga boleh jiplak dari taurat atau injil, hrs dia yg pertama kali mengatakannya.

dalam ajaran agama islam tidak diperbolehkan meramal, karena mendahului ketentuan milik Tuhan termasuk perbuatan syirik, baik yang sudah, yang sedang atau yang akan terjadi.
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby RainHart » Wed Nov 15, 2006 4:08 pm

Sebenarnya yg mau saya gunakan bukan kata "ramalan", tapi "nubuatan".Tapi karena saya pikir kalian ga ngerti apa itu nubuat makanya saya pake arti ramalan. Kristen dan Yahudi juga ga boleh meramal. Nubuatan adalah perkataan dari Tuhan yg disampaikan melalui mulut nabi ttg suatu hal yg akan terjadi di masa mendatang. Meramal bisa salah,tapi nubuat tidak bisa salah(kalau dari Tuhan).Contohnya ramalan cuaca, bisa aja diramal besok hujan tapi ternyata bsknya cerah.

Salah satu contoh nubuatan di kitab Taurat oleh nabi Yeremia yg sudah digenapi adalah Israel bangkit kembali sbg suatu bangsa setelah ribuan tahun terpencar ke seluruh dunia tanpa negara sendiri.Dan tahun 1948 itu sudah tergenapi.

Jadi..adakah nubuat dari Muhammad yg udah terjadi?Atau pernahkah muhammad bernubuat?Kalau tidak pernah maka dia bukanah nabi.
RainHart
 
Posts: 191
Joined: Mon Nov 13, 2006 5:51 pm

Postby taksanggup » Wed Nov 15, 2006 5:39 pm

RainHart wrote:Sebenarnya yg mau saya gunakan bukan kata "ramalan", tapi "nubuatan".Tapi karena saya pikir kalian ga ngerti apa itu nubuat makanya saya pake arti ramalan. Kristen dan Yahudi juga ga boleh meramal. Nubuatan adalah perkataan dari Tuhan yg disampaikan melalui mulut nabi ttg suatu hal yg akan terjadi di masa mendatang. Meramal bisa salah,tapi nubuat tidak bisa salah(kalau dari Tuhan).Contohnya ramalan cuaca, bisa aja diramal besok hujan tapi ternyata bsknya cerah.

Salah satu contoh nubuatan di kitab Taurat oleh nabi Yeremia yg sudah digenapi adalah Israel bangkit kembali sbg suatu bangsa setelah ribuan tahun terpencar ke seluruh dunia tanpa negara sendiri.Dan tahun 1948 itu sudah tergenapi.

Jadi..adakah nubuat dari Muhammad yg udah terjadi?Atau pernahkah muhammad bernubuat?Kalau tidak pernah maka dia bukanah nabi.


oh gitu...
dalam salah satu hadis qudsi pernah saya baca, nabi Muhammad mengatakan bahwa pada suatu saat yang akan datang, akan tiba suatu masa dimana banyak mesjid akan di ukir-ukir/diperbagus tapi sunyi dari petunjuk kebenaran, juga dikatakan akan datang kurang lebih 14 abad lagi seorang penerus fatrah ke nabian yaitu seseorang yang berada disebuah negeri yang siang malamnya seimbang, penduduknya padat, ia ada bersembunyi dibalik keramaian.

jika melihat saat ini banyak sekali mesjid-mesjid yang bagus malah dalam satu kota banyak sekali mesjid yang dibuat dengan aneka macam desain yang diklaim sebagai masjid yang paling bagus, namun sunyi dari petunjuk kebenaran maksudnya banyak orang yang ikut menjadi jamaah sebuah masjid namun jarang yang mendapatkan petunjuk tentang kebenaran, namun penjelasan di atas terlalu jauh karena hanya melihat ke arah luar, yang lebih utama adalah melirik diri,ketika diri baru mempercantik lahiriah apakah sudah mendapat petunjuk kebenaran? sudahkah memakai aturan milik Tuhan(sesuai keyakinan dari masing-masing) ??

Masjid>> masajida >> tempat sujud
pribadi bersujud di tempat bersujud, dimana kah tempat bersujud itu?setiap diri disertai oleh atas nama masjid, yaitu berupa jasad lahiriah,
mungkinkah isi dari hadis diatas telah terjadi sekarang ?? banyak orang yang cantik lahiriahnya tetapi belum mendapat petunjuk kebenaran

14 abad telah berlalu dari waktu Nabi Muhammad berkata tentang hadis diatas, sudahkah kita bertemu dengan yang dimaksud dalam hadis tadi?
ia bersembunyi dikeramaian, salah satu ciri orang yang berilmu, ia tidak akan menonjolkan diri, tidak menyombongkan diri akan ilmu yang menyertainya, tetap belajar dari mana saja datangnya pelajaran, namun banyak orang yang mencarinya.

mungkin itu salah satu pengetahuan yg pernah diterima.
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby Trully_78 » Wed Nov 15, 2006 11:40 pm

Dongeng sebelum tidur....
..............zzzzzzzZZZZZZZZZZ
User avatar
Trully_78
 
Posts: 411
Joined: Thu Oct 19, 2006 9:59 pm
Location: Black Forest

Postby Yususf roni » Thu Nov 16, 2006 10:18 am

To:Adadeh
Jika sumbernya berasal dari tuhan yang sama, maka tidak akan terjadi perubahan apapun. Tapi Muhammad mengubah cerita, mengubah nama tokoh utama dalam cerita, meninggalkan pesan2 penting dalam cerita, salah dalam menyebutkan kronologi cerita, salah dalam mengungkapkan umur nabi Nuh, tertukar nama tokoh Saul dan Gideon dalam menggambarkan peristiwa yang sama, salah kronologi sejarah dengan mengatakan Nimrod dan Ibrahim hidup di jaman yang sama, dll

Sebutkan sumbernya dong?
Yusuf roni wrote

contoh seperti di Talmud yang mengatakan bahwa Yesus itu tukang sihir, masuk neraka, dan pantas di rajam dengan kotoran manusia dan cerita-cerita lain yg tak pantas untuk seorang nabi/rasul.

Adadeh wrote
Mana sumbernya? Tidak ada bukti apapun bahwa kaum agama Yudaisme merubah kisah2 Injil. Sebaliknya, Muhammad melakukannya terang2an, tanpa malu, dan, lebih edan lagi, menuntut pengakuan kenabian dari kaum Yahudi, Kristen, dan umat agama lainnya.


Nih sumber dari talmud :
" Pada malam kematiannya , Yesus di gantung dan empat puluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karea ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)........Dia adalah seorang pemikat dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihinya atau memaafkan kelakuannya " ( Sanhedrin 43a)

" Yesus di dalam neraka,direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a)

" Umat Kristiani (yang disebut minnim) dan siapapun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukumkan disana bersama seluruh keturunannya" ( Ros Hashanah 17a)

"Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian di hari kemudian (akhirat) dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru" (Shabbath 116a)

Jadi dengan fakta ini tak terbukti nabi Muhammad mencotek kitab Yahudi yang bernama Talmud. Sebab dengan jelas-jelas sekali di ayat yg saya sebutkan di atas Talmud menuduh Yesus tukang sihir, masuk neraka dan lain sebagainya. Justru Alquran meluruskan pemahaman Talmud bahwa Yesus itu adalah bukanlah tukang sihir dan Yesus itu tak pernah masuk neraka apalagi di rajam.

Coba jelaskan: bagaimana konsep penghapusan dosa dalam Islam?
Bagaimana Muslim yakin bahwa dosa memang benar2 sudah diampuni oleh Allah sehingga Muslim bisa masuk surga setelah mati?


1. Surat Al Baqarah, ayat 286: "Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan." Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.
2. Surat Al Baqarah, ayat 123: "Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain." Maksudnya, kelak dihari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat
3. Surat Al Ankabut, ayat 6: "Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri."
4. Surat Yaasiin, ayat 54: "Maka pada hari kiamat, tidak seorangpun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan."
5. Surat Al Isra', ayat 15: "Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain."
6. Surat An Najm, ayat 38 dan 39: "Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorangpun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri."
7. Surat Luqman, ayat 33: "Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya."
Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya . Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya.
User avatar
Yususf roni
 
Posts: 437
Joined: Thu Sep 15, 2005 3:53 pm
Location: Bumi Indonesia

Postby Adadeh » Thu Nov 16, 2006 12:45 pm

Yusuf Roni wrote:Nih sumber dari talmud :

Sudah kuduga kau akan mengajukan ayat2 itu. Tapi itu pun sudah disangkal baik dari pihak Yahudi maupun dari pihak Kristen. Yang disebutkan dalam Talmud adalah Yeshu dan ini bukanlah Yesus dalam Injil.
http://talmud.faithweb.com/articles/jesusnarr.html
Talmud Sanhedrin 43a
Image
It is taught: On the eve of Passover they hung Yeshu and the crier went forth for forty days beforehand declaring that "[Yeshu] is going to be stoned for practicing witchcraft, for enticing and leading Israel astray. Anyone who knows something to clear him should come forth and exonerate him." But no one had anything exonerating for him and they hung him on the eve of Passover.
Ulla said: Would one think that we should look for exonerating evidence for him? He was an enticer and G-d said (Deuteronomy 13:9) "Show him no pity or compassion, and do not shield him."
Yeshu was different because he was close to the government.


Summary
Here we have the story of the execution of Yeshu. Like Ben Stada, he was also executed on the eve of Passover. Before executing him, the court searched for any witnesses who could clear his name, as was normally done before any execution. Ulla, however, questioned this practice. An enticer, due to the biblical mandate not to be merciful, should not be afforded this normal consideration. The Talmud answers that Yeshu was different. Because of his government connections, the court tried to search for any reason not to execute him and upset the government.

Proof
Again we see Yeshu. All of the proofs from above connecting Yeshu to Jesus apply here as well. Additionally, the execution on the eve of Passover is another connection to Jesus as above with Ben Stada.

Problems
1. As mentioned above with Ben Stada, the Synoptic Gospels have Jesus being executed on Passover itself and not the eve of Passover.
2. As above, Yeshu lived a century before Jesus.
3. Yeshu was executed by a Jewish court and not by the Romans. During Yeshu's time, the reign of Alexander Janneus, the Jewish courts had the power to execute but had to be careful because the courts were ruled by the Pharisees while the king was a Sadducee. It seems clear why the courts would not want to unneccesarily upset the monarch by executing a friend of his. During the Roman occupation of Jesus' time, there is no indication that the Jewish courts had the right to execute criminals.
3. There is no indication from the New Testament that Jesus had friends in the government.


Jadi dengan fakta ini tak terbukti nabi Muhammad mencotek kitab Yahudi yang bernama Talmud.

Kamu tidak mengajukan fakta apapun untuk membuktikan hal itu. Tidak ada satu pun kata bantahanmu yang membuktikan Muhammad tidak mencontek dari Talmud, Mishnah, Taurat, dan Injil.

Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya.

Ini membenarkan pendapat saya sebelumnya bahwa memang konsep agama Islam sangatlah berbeda dengan agama Yudaisme dan Kristen. Contoh paling jelas adalah dalam konsep penghapusan dosa. Jadi sudah tentu tuhan dalam Qur'an bukanlah tuhan yang sama seperti Tuhan dalam Yudaisme atau Kristen.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Yususf roni » Thu Nov 16, 2006 3:34 pm

It is taught: On the eve of Passover they hung Yeshu and the crier went forth for forty days beforehand declaring that "[Yeshu] is going to be stoned for practicing witchcraft, for enticing and leading Israel astray. Anyone who knows something to clear him should come forth and exonerate him." But no one had anything exonerating for him and they hung him on the eve of Passover.
Ulla said: Would one think that we should look for exonerating evidence for him? He was an enticer and G-d said (Deuteronomy 13:9) "Show him no pity or compassion, and do not shield him."
Yeshu was different because he was close to the government.

Summary
Here we have the story of the execution of Yeshu. Like Ben Stada, he was also executed on the eve of Passover. Before executing him, the court searched for any witnesses who could clear his name, as was normally done before any execution. Ulla, however, questioned this practice. An enticer, due to the biblical mandate not to be merciful, should not be afforded this normal consideration. The Talmud answers that Yeshu was different. Because of his government connections, the court tried to search for any reason not to execute him and upset the government.

Proof
Again we see Yeshu. All of the proofs from above connecting Yeshu to Jesus apply here as well. Additionally, the execution on the eve of Passover is another connection to Jesus as above with Ben Stada.

Problems
1. As mentioned above with Ben Stada, the Synoptic Gospels have Jesus being executed on Passover itself and not the eve of Passover.
2. As above, Yeshu lived a century before Jesus.
3. Yeshu was executed by a Jewish court and not by the Romans. During Yeshu's time, the reign of Alexander Janneus, the Jewish courts had the power to execute but had to be careful because the courts were ruled by the Pharisees while the king was a Sadducee. It seems clear why the courts would not want to unneccesarily upset the monarch by executing a friend of his. During the Roman occupation of Jesus' time, there is no indication that the Jewish courts had the right to execute criminals.
3. There is no indication from the New Testament that Jesus had friends in the government.


Terus bagaimana keterangan anda dengan:
" Yesus di dalam neraka,direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a)
" Umat Kristiani (yang disebut minnim) dan siapapun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukumkan disana bersama seluruh keturunannya" ( Ros Hashanah 17a)
"Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian di hari kemudian (akhirat) dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru" (Shabbath 116a).

Kamu tidak mengajukan fakta apapun untuk membuktikan hal itu. Tidak ada satu pun kata bantahanmu yang membuktikan Muhammad tidak mencontek dari Talmud, Mishnah, Taurat, dan Injil.

Ya, kalo seandainya nabi Muhammad mencotek pada Talmud maupun kitab lainnya, tapi kenapa ayat-ayat yg tsb di atas tidak di contek oleh nabi Muhammad. Ini membuktikan bahwa Alquran bukanlah karangan nabi Muhammad. Justru Alquran menempat Yesus sebagaimana mestinya. Berlainan dengan bangsa Yahudi hingga kini tak mengakui Yesus sebagai utusan untuk mereka.Bahkan Siti Maryam dituduh sebagai wanita sundal.

Ini membenarkan pendapat saya sebelumnya bahwa memang konsep agama Islam sangatlah berbeda dengan agama Yudaisme dan Kristen. Contoh paling jelas adalah dalam konsep penghapusan dosa. Jadi sudah tentu tuhan dalam Qur'an bukanlah tuhan yang sama seperti Tuhan dalam Yudaisme atau Kristen.

Bagaimana Tuhan dalam Alquran beda dengan Tuhan dalam Yudaisme maupun Kristen dalam hal konsep penghapusan dosa. Coba anda lihat Yehezkiel pasal 18 ayat 20 Orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya."

Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya; padahal kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain.

Begitu pula Matius pasal 19 ayat 14 "Tetapi kata Yesus. 'Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga.'"
Nah, … perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata: Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. Saya ingin bertanya lagi
User avatar
Yususf roni
 
Posts: 437
Joined: Thu Sep 15, 2005 3:53 pm
Location: Bumi Indonesia

sekali kafir tetap kafir!

Postby tasoteto » Thu Nov 16, 2006 9:38 pm

Buat Kristen_pusing, nggak malu yach kafir koq teriak kafir yach!
User avatar
tasoteto
 
Posts: 4
Joined: Sun Nov 12, 2006 8:22 pm
Location: JerusaLeM

Postby Adadeh » Thu Nov 16, 2006 10:07 pm

Yusuf Roni wrote:" Umat Kristiani (yang disebut minnim) dan siapapun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukumkan disana bersama seluruh keturunannya" ( Ros Hashanah 17a)

Kata "minim" bukan berarti umat Kristen, tapi berarti orang2 yang menyerang Taurat.
http://www.webshas.org/spec/social/min.htm
a "Min" is a person who attacks Torah; "Minim" is the plural form.

" Yesus di dalam neraka,direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a)

Inipun sudah ditentang sendiri oleh kaum Yahudi dan Kristen.
Talmud Gittin 56b-57a
Image
[Onkelos Bar Kalonikus] called up Balaam from the dead. [Onkelos] asked: Who is honored in that world? [Balaam] replied: Israel. [Onkelos asked:] What about joining them? [Balaam] replied: (Deut. 23:7) "You shall not seek their peace or welfare all your days." [Onkelos] asked: What is your punishment? [Balaam answered]: In boiling semen.
[Onkelos] called up Yeshu from the dead. [Onkelos] asked: Who is honored in that world? [Yeshu] replied: Israel. [Onkelos asked:] What about joining them? [Yeshu] replied: Seek their good. Do not seek their bad. Whoever touches them is as if he touched the pupil of his eye. [Onkelos] asked: What is your punishment? [Yeshu answered]: In boiling excrement. As the mast said: Whoever mocks the words of the sages in punished in boiling excrement.


Here we see a story of the famous convert Onkelos who, prior to converting, used black magic to bring up famous villains of history and ask them whether their wickedness saved them in the world to come. In both cases (there is a third case of Onkelos calling up Titus as well) the sinner is being terribly punished in the afterlife while Israel is being rewarded. Presumably, this helped convince Onkelos to convert to Judaism.

As we have explained elsewhere, Yeshu is not Jesus of the New Testament. He is most likely a prominent sectarian of the early first century BCE who deviated from rabbinic tradition and created his own religion combining Hellenistic paganism with Judaism. While Yeshu may be the proto-Jesus some scholars point to as inspiring the early Christians, he is definitely not the man who was crucified in Jerusalem in the year 33 CE.

Interestingly, if someone were to claim that Yeshu in the passage above is Jesus, then Balaam cannot also refer to Jesus because both Balaam and Yeshu are in the passage together. In other words, it is self-contradicting to claim that the passages above about Balaam's mother being a harlot or dying young refer to Jesus and to claim that the passage above about Yeshu being punished also refers to Jesus. You can't have it both ways.


Ya, kalo seandainya nabi Muhammad mencotek pada Talmud maupun kitab lainnya, tapi kenapa ayat-ayat yg tsb di atas tidak di contek oleh nabi Muhammad.

Pertama: isi ayat2 itu ternyata tidak seperti yang kau duga sebelumnya.
Kedua: pada awalnya, Muhammad dipersiapkan pamannya yang bernama Warraqah Ibn Nawal yang beragama Nosrania untuk menjadi penggantinya sebagai pendeta Nasronia di Mekah. Karena itulah ayat2 Qur'an di Mekah sangat mendukung Injil. Tapi setelah Muhammad di Medinah, ayat2nya jadi lain dan bertentangan dengan Injil.

Bagaimana Tuhan dalam Alquran beda dengan Tuhan dalam Yudaisme maupun Kristen dalam hal konsep penghapusan dosa. Coba anda lihat Yehezkiel pasal 18 ayat 20 Orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya."

Baik dalam Yudaisme maupun Kristen, orang berdosa memang harus mengambil keputusan sendiri untuk bertobat. Proses pertobatan dan penghapusan dosa selalu minta korban nyawa (darah binatang). Hal itu disebabkan karena selain Maha Pengampun, Tuhan pun Maha Adil. Keadilan ini menuntut hukuman/tebusan dosa. Orang berdosa seharusnya menebus dosanya dengan nyawanya, tapi karena Tuhan berbaik hati, maka nyawa binatang yang dikorbankan/dibakar diperbolehkan Tuhan untuk digunakan sebagai penebus dosa. Silakan baca kembali makna korban bakaran dalam Taurat.

maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya.

Saya dulu pernah mengajukan Hadis sahih ini padamu.
Hadis Sunaan Abu Dawud, volume 3, hadith number 4685:
Umar b. al-Khattab melaporkan bahwa Rasul Allah berkata:
Mosed berkata: Tuhanku, tunjukkan pada kami Adam yang menyebabkan diri kami dan dirinya sendiri ke luar dari Surga. Maka Allah menunjukkan padanya Adam. Dia (Musa) bertanya: Apakah kau ayah kami, Adam? Adam berkata padanya: Ya. Dia berkata: Engkaukah yang mana Allah meniupkan rohNya, mengajarkan kau semua nama, dan memerintahkan malaikat (untuk menyembah) dan mereka menyembahmu? Dia menjawab: Ya. Dia bertanya: Maka apa yang membuatmu mengakibatkan kami dan dirimu sendiri ke luar dari Surga? Adam bertanya padanya: Dan siapakah engkau? Dia berkata: Aku Musa. Dia berkata: Kaulah Nabi Banu Israel kepada siapa Allah bicara di balik layar, tidak menunjuk perantara diantaramu dan Dia. Dia berkata: Ya. Dia (Adam) bertanya: Tidakkah kau menemukan bahwa hal itu telah ditetapkan di dalam Kita Allah sebelum aku diciptakan? Dia menjawab: Ya. Dia (Adam) bertanya: Kalau begitu mengapa kau menyalahkan aku akan sesuatu yang telah ditentukan Illahi sebelum aku ada? Rasul Allah berkata: Maka Adam menang berdebat dengan Musa.

Mengapa dosa Adam mengakibatkan semua umat manusia harus ke luar dari Surga? Yang berdosa kan hanya Adam saja, tapi mengapa seluruh umat manusia harus menanggung dosanya?
Last edited by Adadeh on Thu Nov 16, 2006 10:13 pm, edited 2 times in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby DHESTA » Thu Nov 16, 2006 10:08 pm

hoahmmmmmm...trus2 keluarin aja semuanya adadeh, lucu2 smuanya...TRUS BISAKAH ANDA MENJELASKAN AYAT2 QURAN YG BERKAITAN DENGAN IPTEK? NYONTEK DARIMANA YA?? KASIH TAU DONG....
DHESTA
 
Posts: 72
Joined: Sun Sep 03, 2006 5:22 pm
Location: BANDUNG

Postby Adadeh » Fri Nov 17, 2006 12:51 am

DHESTA wrote:hoahmmmmmm...trus2 keluarin aja semuanya adadeh, lucu2 smuanya...TRUS BISAKAH ANDA MENJELASKAN AYAT2 QURAN YG BERKAITAN DENGAN IPTEK? NYONTEK DARIMANA YA?? KASIH TAU DONG....

Tidak ada ayat2 Qur'an yang berkaitan dengan Iptek. Muslim saja yang menghubung-hubungkannya dengan Iptek penemuan kafir dan lalu mencari pembenaran tentang Qur'an dari Iptek kafir.

Kalau Qur'an ternyata sumber Iptek, mengapa kaum Muslim di dunia terus-menerus ketinggalan dalam bidang Sains, Teknologi, Medik, dll dari para kafir? Apa yang bisa dilakukan Muslim tanpa kafir? Sebentar lagi minyak bumi habis, apakah yang akan Muslim lakukan dalam menghadapi hal ini? Tidak ada. Paling2 hanya nunggu kafir menciptakan sumber enerji alternatif lain.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby MuridMurtad » Fri Nov 17, 2006 1:27 am

Terus bagaimana keterangan anda dengan:
" Yesus di dalam neraka,direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a)
" Umat Kristiani (yang disebut minnim) dan siapapun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukumkan disana bersama seluruh keturunannya" ( Ros Hashanah 17a)
"Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian di hari kemudian (akhirat) dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru" (Shabbath 116a).


?????????????????????


Sabbath folio 116 a :
Come and hear: The blank spaces above and below, between the sections, between the columns, at the beginning and at the end of the Scroll, defile one's hands. — It may be that [when they are] together with the Scroll of the Law they are different. Come and hear: The blank spaces and the Books of the Minim (*) may not be saved from a fire, but they must be burnt in their place, they and the Divine Names occurring in them

(*) semua orang yang dianggap melanggar / tidak memelihara Torah (bukan talmud) ……… termasuk elu Muslim!


Rosh Hashana 17a :
"And ye shall tread down the wicked, for they shall be as ashes under the soles of your feet"; but as for Minim , informers and disbelievers, who deny the Torah, (**) or Resurrection, or separate themselves from the congregation, or who inspire their fellowmen with dread of them, or who sin and cause others to sin, as did Jeroboam the son of Nebat and his followers, they all descend to Gehenna, and are judged there from generation to generation, as it is said [Isa. lxvi. 24]: "And they shall go forth and look upon the carcases of the men who have transgressed against Me; for their worm shall not die, neither shall their fire be quenched." Even when Gehenna will be destroyed, they will not be consumed, as it is written [Psalms, xlix. 15]: "And their forms wasteth away in the nether world," which the sages comment upon to mean that their forms shall endure even when the grave is no more. Concerning them Hannah says [I Sam. ii. 10]: "The adversaries of the Lord shall be broken to pieces." R. Itz'hac b. Abhin says: "Their faces are black like the sides of a caldron"; while Rabha remarked: "Those who are now the handsomest of the people of Me'huzza will yet be called the children of Gehenna."

(* *)i. e Yang ini …..sudah pasti elu Muslim! Itulah sebabnya Yahudi dibantai.........



hoahmmmmmm...trus2 keluarin aja semuanya adadeh, lucu2 smuanya...TRUS BISAKAH ANDA MENJELASKAN AYAT2 QURAN YG BERKAITAN DENGAN IPTEK? NYONTEK DARIMANA YA?? KASIH TAU DONG....


Emang ada ?????????

---
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby Adadeh » Fri Nov 17, 2006 3:27 am

RATU SABA DAN NABI SULAIMAN

Kisah pertemuan Ratu Saba (Balqis) dengan Nabi Sulaiman ditulis panjang lebar dalam Qur’an. Kisah yang sama kita temukan di kitab Targum Ester yang jelas menjadi sumber cerita Muhammad. Dalam Qur’an, tokohnya adalah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba atau Balqis, sedangkan Targum menyebutnya sebagai Raja Salomo dan Ratu Sheba.
Berikut adalah kisah pertemuan Ratu Saba dan Nabi Sulaiman yang tercantum dalam Surah Semut (Q 27:20-44)
(20) Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. (21) Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang". (22) Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. (23) Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. (24) Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, (25) agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. (26) Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar". (27) Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. (28 ) Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan" (29) Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. (30) Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (31) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". (32) Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)". (33) Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan". (34) Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. (35) Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu". (36) Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. (37) Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina".(38 ) Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". (39) Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya". (40) Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni'mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (41) Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)". (42) Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri". (43) Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir. (44) Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".

Begitulah kisah versi Qur’an mengenai Ratu Saba. Singgasana yang disebut dalam Qur’an berbeda sedikit dengan yang disebut dalam Targum. Dalam Targum dikatakan bahwa singgasana tersebut milik Salomo, dan tidak ada seorangpun di dunia yang memiliki singgasana semewah itu. Terdapat tangga emas enam tingkat untuk menuju ke atas singgasana, di setiap tingkat terdapat 12 patung singa emas, dan sekelilingnya terdapat 12 elang emas. Dua puluh empat elang lainnya menaungi sang Raja dengan bayangan mereka, dan jika Raja berpindah tempat, maka elang2 perkasa ini akan mengangkat singgasana ke manapun Raja menentukan. Jadi elang2 dalam Targum ini melakukan hal yang yang seperti para Jin lakukan dalam Qur’an.

Isi cerita tentang Ratu Saba, kunjungannya kepada Sulaiman, surat yang dikirim Sulaiman pada Ratu Saba merupakan hal2 yang sama terdapat baik dalam Qur’an dan Targum. Perbedaannya hanyalah Qur’an menyebut burung hud, sedangkan Targum menyebut ayam jantan merah. Inilah versi dari Targum:
Pada suatu waktu, ketika hati Salomo girang setelah minum anggur, dia memerintahkan binatang2 daratan, burung2 di udara, binatang2 menjalar di tanah, dan makhluk2 halus dari atas dan jin2 untuk datang ke hadapannya, agar mereka menari di sekelilingnya, agar raja2 yang lain melihat kebesarannya. Semua bangsawan dipanggil; kecuali mereka yang jadi tawanan dan yang menjaga mereka. Pada saat itu sang ayam jantan merah tidak datang dan Raja Salomo berkata bahwa ayam itu harus ditangkap dan dibawa dengan paksa, dan dia harus dibunuh karenanya. Tapi saat itu pula sang ayam muncul di hadapan Raja dan berkata: Wahai Yang Mulia, Raja dunia! Dengarlah perkataanku. Tiga bulan yang lalu aku bersumpah untuk tidak makan rempah roti sedikitpun, tidak minum setetes air sekalipun sampai aku melihat seluruh dunia dan terbang di atasnya, untuk mencari setiap kota dan kerajaan yang tidak tunduk padamu, wahai Rajaku. Lalu aku menemukan kota berbenteng kuat Qitor di dataran Timur dan kota ini dikelilingi batu2 emas dan perak, jalanannya penuh batu2 rubi, pohon2 dari awal bumi ditanamkan, dan sungai2 mengairinya, mengalir ke luar dari taman Eden. Banyak orang mengenakan karangan bunga dari taman yang tak jauh dari situ. Mereka melontarkan panah2, tapi tidak bisa menggunakan busur. Mereka dipimpin oleh seorang wanita yakni Ratu Sheba. Sekarang jikalau kau berkenan wahai Rajaku, pelayanmu, setelah menahan diri, akan berangkat menuju benteng Qitor di Sheba, dan “mengikat Raja2 mereka dengan rantai dan bangsawan2 mereka dengan tali besi,” dan membawa mereka ke hadapanmu. Usul ini disukai sang Raja, dan ia menulis surat panggilan yang lalu diletakkan di bawah sayap burung, dan burung itu terbang tinggi ke angkasa. Ia terbang dikelilingi kumpulan burung2, dan akhirnya ia tiba di Benteng Sheba. Pada pagi itu kebetulan Ratu Sheba sedang berada di luar untuk menyembah sang laut; dan udara lalu menjadi gelap karena banyaknya jumlah burung yang datang, dia jadi panik dan lalu merobek pakaiannya dengan rasa takut dan tertekan. Pada saat itu, sang ayam jantan hinggap padanya dan dilihatnya sebuah surat di bawah sayapnya yang terbentang dan surat ini berisi sebagai berikut: “Raja Sulaiman menyampaikan padamu salamnya, dan berkata, Yang Maha Tinggi dan Suci telah memberiku kuasa atas binatang2; dan raja2 dari empat penjuru datang untuk memohonkan kebahagiaanku. Sekarang jika kau berkenan datang dan memohonkan kebahagiaanku, aku akan menempatkan dirimu lebih tinggi daripada yang lain. Tapi jika kau tak berkenan, aku akan mengirim raja2 dan tentara2 untuk melawanmu; -binatang2 di daratan adalah miliku, burung2 di udara adalah tungganganku, makhluk2 halus dan jin2 adalah musuhmu, - untuk memenjarakanmu, untuk membunuhmu dan memakanmu.” Ketika Ratu Sheba mengetahui hal ini, dia kembali merobek pakaiannya, dan memanggil para penasehatnya untuk minta nasehat. Mereka tidak mengenal Salomo, tapi menasehatinya untuk mengirim kapal2 lewat laut, penuh dengan hiasan dan batu2 mulia, juga 6000 anak laki dan perempuan berpakaian ungu, yang semuanya lahir di waktu yang bersamaan; juga sebuah surat janji berkunjung di akhir tahun. Akan makan waktu tujuh tahun untuk sampai di tujuan, tapi dia berjanji untuk datang dalam waktu tiga tahun. Pada saat akhirnya dia datang, Sulaiman mengirim utusan yang mengenakan pakain berkilauan seperti matahari terbit untuk menjumpainya. Sewaktu mereka berjumpa, dia (Ratu Sheba) ke luar dari keretanya. “Mengapa kau lakukan itu?” tanya sang utusan. “Apakah kau bukan Salomo?” tanya Ratu Sheba. “Bukan, aku adalah pelayan yang berdiri di hadapanmu.” Sang Ratu seketika menyampaikan pujian baginya pada para pengikutnya, dan sang utusan kemudian membawanya ke Istana. Salomo yang mendengar bahwa Ratu Sheba telah tiba, bangkit dan duduk di Istana kaca. Ketika Ratu Sheba melihat ini, dia mengira kaca tersebut adalah air, sehingga dia mengangkat bajunya untuk melewatinya. Ketika Salomo melihat bulu kaki Ratu Sheba, dia berkata: Kecantikanmu adalah kecantikan wanita, tapi bulumu seperti bulu pria; bulu tubuh baik bagi pria, tapi tidak bagi wanita. Mendengar hal ini Ratu Sheba berkata: Yang Mulia, aku punya tiga teka-teki bagimu. Jika kau dapat menjawab semuanya, maka aku akan yakin bahwa kau adalah orang yang bijaksana, tapi jika tidak, maka kau hanyalah orang biasa saja. Ketika Raja Salomo menjawab ketiga teka-teki tersebut, Ratu Sheba terpesona dan berkata: Terpujilah Tuhanmu, yang menempatkanmu di singgasana di mana kau memerintah dengan kebenaran dan keadilan. Dan dia memberi Salomo banyak emas dan perak; dan Salomo pun memberikan apapun yang diinginkan Ratu Sheba.

Dalam versi Yahudi, kita baca bahwa sang Ratu mengajukan tiga teka-teki pada Salomo untuk dijawab, tapi hal ini tidak disebutkan dalam Qur’an, sedangkan Hadis (Muslim tradition) menyebutnya. Tentang bulu kaki sang Ratu tertulis dalam Arâish al Majâlis sebagai berikut:
Ketika sang ratu akan masuk Istana, dia mengira lantai kaca adalah air, sehingga dia memperlihatkan kakinya, untuk menuju Salomo, dan tampak kaki2nya dipenuhi bulu; ketika Salomo melihatnya, dia memalingkan muka dan berkata bahwa lantai terbuat dari kaca.

Sekarang bagaimana kita tahu bagian cerita mana yang berupa kenyataan dan mana yang hanyalah dongeng belaka, baik dalam versi Qur’an maupun versi Targum. Mari kita lihat Kisah Raja2 I 10:1-10
(1) Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. (2) Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. (3) Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. (4) Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, (5) makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. (6) Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, (7) tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. (8 ) Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! (9) Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." (10) Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.

Kitab Kisah Raja2 merupakan bagian dari kitab suci Yudaisme yang ditulis oleh para Nabi Yahudi. Targum merupakan bagian dari catatan tradisi dan budaya bangsa Yahudi yang ditulis oleh para rabi atau ketua agama Yahudi. Dengan demikian, kitab suci Yudaisme lebih tinggi kedudukannya dibandingkan catatan tradisi Talmud. Dalam kitab Kisah Raja2 tertulis fakta bahwa sang Ratu memang datang berkunjung menghadap Raja Salomo. Di luar fakta tersebut, kisah2 yang lain seperti burung hud atau ayam jantan, lantai kaca yang dikira air, singgasana yang bisa terbang, memanggil jin, bicara dengan binatang2, adalah karangan atau dongeng belaka. Kaum Yahudi sekalipun juga mengakui akan hal ini.

Qur’an menyebutkan Nabi Sulaiman berkuasa atas makhluk halus dan para jin. Kisah ini jelas diambil persis dari Targum. Para Yahudi terpelajar mengungkapkan bahwa sebenarnya kata jin atau makhluk halus ini merupakan kesalahan yang terjadi akibat penyatuan tak sengaja dua kata Ibrani yang berarti “wanita dan wanita2” ((ש"ע) גברת, אישה; ליידי) seperti yang terdapat di Pengkotbah 2:8) digabung menjadi satu sehingga berubah arti menjadi kata “jin” atau “makhluk halus”.

Kisah penuh keajaiban tentang proses pertemuan Raja Sulaiman dan Ratu Sheba dalam Targum Yahudi hanyalah dongeng belaka seperti banyak dongeng lain yang bisa kita temukan dalam kisah “1001 Malam”. Tapi anehnya, Muhammad tidak menyadari akan hal ini. Begitu dia mendengar kisah ini dari kaum Yahudi, dia tampaknya mengira kisah fantasi ini terdapat dalam kitab suci Yudaisme, sehingga akhirnya dia pun memasukkannya ke dalam Qur’an.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby taksanggup » Fri Nov 17, 2006 8:02 am

Adadeh wrote:RATU SABA DAN NABI SULAIMAN

Kisah pertemuan Ratu Saba (Balqis) dengan Nabi Sulaiman ditulis panjang lebar dalam Qur’an. Kisah yang sama kita temukan di kitab Targum Ester yang jelas menjadi sumber cerita Muhammad. Dalam Qur’an, tokohnya adalah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba atau Balqis, sedangkan Targum menyebutnya sebagai Raja Salomo dan Ratu Sheba.
Berikut adalah kisah pertemuan Ratu Saba dan Nabi Sulaiman yang tercantum dalam Surah Semut (Q 27:20-44)


yang anda bandingkan itu kebanyakan tentang cerita-ceritanya saja (dongeng seperti yang anda sebutkan), bukan kandungan dari cerita-cerita itu atau pelajaran-pelajaran lainnya.
taksanggup
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby rikinel » Fri Nov 17, 2006 9:22 am

Hai para muslim…percuma rekan rekan tidak akan bisa membuktikan Nabi Muhammad seorang Nabi atau Bukan, AlQuran wahyu dari Allah atau bukan, orang kafir disini memang bertujuan membantah AlQuran, mereka dididik utk memebenci Islam, Mereka bukan lagi umat Injil & Taurat seperti yang tertulis dalam AlQuran. Masih banyak orang nonmuslim yg bisa di amar ma’rufi selain disini.

Utk apa pusing pusing setiap hari harus berpikir bagaimana cara mendebat si A, mendebat si B, kemudian mencari ayat dan Haditsnya, masih banyak yg bisa di ajak masuk Islam.

Kalo rekan rekan bisa membuktikan itu semua, dari dulu mungkin mereka sudah Islam semua. Isa Almasih waktu membangkitkan Sam Bin Nuh sudah mati ribuan tahun juga tidak membuat orang kafir semua Insyaf, waktu Nabi Muhamad membelah bulan juga tidak membuat orang kafir iman semua. Waktu nabi Musa membelah lautan juga tidak membaut Friaun dkkk Insyaf kok. Itu memang sudah kehendak Allah.

Org Kristen dan juga seluruh dunia juga mengakui bahwa Injil itu sudah di revisi beberapa kali dan sudah menyimpang jauh dari Injil asli Isa sendiri, termasuk silahkan baca keluhan org Kristen sendiri di forum Kristen. Hebatnya lagi mereka merevisi tanpa seizin Isa Almasih atau Allah….HEBAT LUAR BIASA.

Tidak seperti AlQuran yg tidak pernah di reivisi. Org kafir juga tidak bisa membuktikan sampai matipun bahwa AlQuran itu karangan Nabi Muhammad, Nabi Muhammad seorang Rasul bohongan, kalopun bilang itu cuma karangan otak mereka saja. Kita tidak perlu membuktikan AlQuran itu asli atau tidak, karena sudah Janji Allah dalam AlQuran bahwa Alquran tidak akan berubah sampai hari kiamat dan penyusun AlQuran adalah sahabat2 Nabi yang menulis langsung dari ucapan Nabi Muhammad.

Biar mereka pusing sendiri dengan pandangan mereka. Injil & Taurat memang dari Allah tapi sudah dirubah oleh umatnya sendiri ditambah kebencian kaum kristen sejak kedatangan Nabi Muhammad sampai sekarang, dan AlQuran memiliki ajaran yg jauh lebih lengkap sampai hal yg paling kecilpun diajarkan oleh Nabi Muhammad. Makanya dijadikan Kitab penutup dan penyempurna agama sebelumnya.

Apa rekan rekan tidak bosan dengan pertanyaan”MANA BUKTINYA NABI MUHAMMAD TIU RASUL ALLAH, “MANA BUKTINYA ALQURAN ITU DARI ALLAH” dijelaskan apapun akan sangat sulit.

YANG LEBIH ANEH LAGI…org kafir membela kebenaran agama mereka justru dengan ayat ayat dari AlQuran bukan dengan kitab mereka sendiri. Surat Almaidah 68 dan bayak lagi yg ada kata kata “Injil” dan “Taurat” mereka gunakan untuk membela kebenaran agama mereka. Sungguh aneh ada umat yang membela kebenaran agama mereka justru dengan menggunakan ayat ayat AlQur’an. Secara tidak sadar mereka sudah percaya ayat AlQuran. Sejak Allah melaknat umat Injil yang menganggap Yesus itu anak Allah, maka Allah sudah mencap mereka umat KAFIR dalam AlQuran.
rikinel
 
Posts: 39
Joined: Mon Nov 13, 2006 12:38 pm

Postby Adadeh » Fri Nov 17, 2006 10:41 am

taksanggup wrote:yang anda bandingkan itu kebanyakan tentang cerita-ceritanya saja (dongeng seperti yang anda sebutkan), bukan kandungan dari cerita-cerita itu atau pelajaran-pelajaran lainnya.

Masalahnya di sini adalah Muhammad mencontek dongeng kaum Yahudi dan lalu mengakuinya sebagai firman Illahi dan memasukkannya ke dalam Qur'an. Ini berarti Muhammad melakukan penipuan, plagiarisme, dan pembohongan terhadap umatnya sendiri demi mendirikan agama barunya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Yususf roni » Fri Nov 17, 2006 10:44 am

Kata "minim" bukan berarti umat Kristen, tapi berarti orang2 yang menyerang Taurat.
http://www.webshas.org/spec/social/min.htm
a "Min" is a person who attacks Torah; "Minim" is the plural form.

Quote:
" Yesus di dalam neraka,direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a)

Inipun sudah ditentang sendiri oleh kaum Yahudi dan Kristen.
Talmud Gittin 56b-57a

[Onkelos Bar Kalonikus] called up Balaam from the dead. [Onkelos] asked: Who is honored in that world? [Balaam] replied: Israel. [Onkelos asked:] What about joining them? [Balaam] replied: (Deut. 23:7) "You shall not seek their peace or welfare all your days." [Onkelos] asked: What is your punishment? [Balaam answered]: In boiling semen.
[Onkelos] called up Yeshu from the dead. [Onkelos] asked: Who is honored in that world? [Yeshu] replied: Israel. [Onkelos asked:] What about joining them? [Yeshu] replied: Seek their good. Do not seek their bad. Whoever touches them is as if he touched the pupil of his eye. [Onkelos] asked: What is your punishment? [Yeshu answered]: In boiling excrement. As the mast said: Whoever mocks the words of the sages in punished in boiling excrement.

Here we see a story of the famous convert Onkelos who, prior to converting, used black magic to bring up famous villains of history and ask them whether their wickedness saved them in the world to come. In both cases (there is a third case of Onkelos calling up Titus as well) the sinner is being terribly punished in the afterlife while Israel is being rewarded. Presumably, this helped convince Onkelos to convert to Judaism.

As we have explained elsewhere, Yeshu is not Jesus of the New Testament. He is most likely a prominent sectarian of the early first century BCE who deviated from rabbinic tradition and created his own religion combining Hellenistic paganism with Judaism. While Yeshu may be the proto-Jesus some scholars point to as inspiring the early Christians, he is definitely not the man who was crucified in Jerusalem in the year 33 CE.

Interestingly, if someone were to claim that Yeshu in the passage above is Jesus, then Balaam cannot also refer to Jesus because both Balaam and Yeshu are in the passage together. In other words, it is self-contradicting to claim that the passages above about Balaam's mother being a harlot or dying young refer to Jesus and to claim that the passage above about Yeshu being punished also refers to Jesus. You can't have it both ways.

Tapi kalo anda katakan bahwa kata min ini bukan umat Kristen tapi orang2 yang menyerang Taurat adalah tidak tepat. Sebab sampai saat ini orang2 Kristen tidak pernah menggunakan hukum yang ada di Taurat padahal Yesus sendiri mengatakan di Matius 5:17-18,Yesus dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak akan melanggar hukum Taurat dan kitab para Nabi. Satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat.Tapi pada kenyataannya orang Kristen banyak melanggar/menyerang Taurat.Salah satu contohnya Musa mengajarkan monoteism tapi umat kristen yakin akan trinitas.Jadi dengan jelas sekali bahwa kata min disini tiada lain yang dimaksud adalah orang2 yang melanggar Taurat/orang Kristen.


Pertama: isi ayat2 itu ternyata tidak seperti yang kau duga sebelumnya.
Kedua: pada awalnya, Muhammad dipersiapkan pamannya yang bernama Warraqah Ibn Nawal yang beragama Nosrania untuk menjadi penggantinya sebagai pendeta Nasronia di Mekah. Karena itulah ayat2 Qur'an di Mekah sangat mendukung Injil. Tapi setelah Muhammad di Medinah, ayat2nya jadi lain dan bertentangan dengan Injil.

Nabi Muhammad tak mempunyai paman yang bernama Warraqah Ibn Nawal. Jadi sebaiknya anda cek kembali. Paman nabi Muhammad bernama Abi Thalib.

Baik dalam Yudaisme maupun Kristen, orang berdosa memang harus mengambil keputusan sendiri untuk bertobat. Proses pertobatan dan penghapusan dosa selalu minta korban nyawa (darah binatang). Hal itu disebabkan karena selain Maha Pengampun, Tuhan pun Maha Adil. Keadilan ini menuntut hukuman/tebusan dosa. Orang berdosa seharusnya menebus dosanya dengan nyawanya, tapi karena Tuhan berbaik hati, maka nyawa binatang yang dikorbankan/dibakar diperbolehkan Tuhan untuk digunakan sebagai penebus dosa. Silakan baca kembali makna korban bakaran dalam Taurat.

Seperti yang saya sebutkan di ayat-ayat sebelumnya bahwa dokrim penebusan dosa itu tak ada. Yang ada adalah setiap orang menanggung dosanya sendiri.

Saya dulu pernah mengajukan Hadis sahih ini padamu.
Hadis Sunaan Abu Dawud, volume 3, hadith number 4685:
‘Umar b. al-Khattab melaporkan bahwa Rasul Allah berkata:
Mosed berkata: Tuhanku, tunjukkan pada kami Adam yang menyebabkan diri kami dan dirinya sendiri ke luar dari Surga. Maka Allah menunjukkan padanya Adam. Dia (Musa) bertanya: Apakah kau ayah kami, Adam? Adam berkata padanya: Ya. Dia berkata: Engkaukah yang mana Allah meniupkan rohNya, mengajarkan kau semua nama, dan memerintahkan malaikat (untuk menyembah) dan mereka menyembahmu? Dia menjawab: Ya. Dia bertanya: Maka apa yang membuatmu mengakibatkan kami dan dirimu sendiri ke luar dari Surga? Adam bertanya padanya: Dan siapakah engkau? Dia berkata: Aku Musa. Dia berkata: Kaulah Nabi Banu Israel kepada siapa Allah bicara di balik layar, tidak menunjuk perantara diantaramu dan Dia. Dia berkata: Ya. Dia (Adam) bertanya: Tidakkah kau menemukan bahwa hal itu telah ditetapkan di dalam Kita Allah sebelum aku diciptakan? Dia menjawab: Ya. Dia (Adam) bertanya: Kalau begitu mengapa kau menyalahkan aku akan sesuatu yang telah ditentukan Illahi sebelum aku ada? Rasul Allah berkata: Maka Adam menang berdebat dengan Musa.
Mengapa dosa Adam mengakibatkan semua umat manusia harus ke luar dari Surga? Yang berdosa kan hanya Adam saja, tapi mengapa seluruh umat manusia harus menanggung dosanya?

Sebenarnya ini logikanya sederhana saja. Karena manusia pertama Nabi Allah Adam keluar dari surga (ke dunia) dan otomatis akan melahirkan keturunannya ya di dunia juga. Dan kelahiran keturunannya bukan karena kesalahannya Adam tapi ini disebabkan karena Adam ada di dunia. Masa Adam di dunia keturunannya musti ada di surga. Ini mah nggak logis. Justru Adam di dunia ya keturunannya di dunia juga. Kalo adam di surga ya keturanannya juga di surga. Jadi hal ini adalah logis saja.
User avatar
Yususf roni
 
Posts: 437
Joined: Thu Sep 15, 2005 3:53 pm
Location: Bumi Indonesia

PreviousNext

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users