Page 3 of 4

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Oct 06, 2014 11:44 am
by rahimii
Apanya yang bisa dilihat dengan mudah dan kasat mata? Kalau bisa dilihat dengan mudah dan kasat mata, mengapa kau, muslim dan allah mu tidak bertindak? Kau dan tuhan arabmu hanya tukang tipu. Gembar-gembor mau jaga kitab-kitab si allah, jagain taurat dan injil saja tidak bisa, padahal ngakunya kasat mata..koplakmu sungguh tak terkira.
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Oct 06, 2014 11:49 am
by kuisa
rahimii wrote:Apanya yang bisa dilihat dengan mudah dan kasat mata? Kalau bisa dilihat dengan mudah dan kasat mata, mengapa kau, muslim dan allah mu tidak bertindak? Kau dan tuhan arabmu hanya tukang tipu. Gembar-gembor mau jaga kitab-kitab si allah, jagain taurat dan injil saja tidak bisa, padahal ngakunya kasat mata..koplakmu sungguh tak terkira.
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Follow Twitter: @ZwaraKafir

Mau bukti?

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Oct 06, 2014 11:59 am
by rahimii
Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian, kalau kau ternyata sama dengan seukuwahmu si patah yang tidak percaya taurat dan injil sekarang adalah taurat dan injil yang dimaksudkan di quran 7:157, maka gak usah nyampah disini. Masih banyak muslim lain, bahkan sekelas tua bangka yang sudah koit si ahmed deedat yang berpandangan justru sebaliknya. Kelas mu kan sungguh "berbeda"..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Oct 06, 2014 3:53 pm
by kuisa
rahimii wrote:Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian,

Saya tidak tega sebetulnya Pak, tapi kebenaran itu terkadang memang pahit, saya kasih 2 ayat saja ya:

Ulangan 1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, .... dst
Ulangan 1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:x


Berdasarkan ayat diatas, seseorang bercerita -tanpa diketahui siapa- mendongeng bahwa Musa mulai mengajarkan Taurat. Jadi kitab ini adalah kumpulan cerita seorang/beberapa orang -tanpa nama- ttg musa mengajarkan Taurat, bukan bunyi Tauratnya. Itu yg saya maksud kasat mata.

rahimii wrote:kalau kau ternyata sama dengan seukuwahmu si patah yang tidak percaya taurat dan injil sekarang adalah taurat dan injil yang dimaksudkan di quran 7:157, maka gak usah nyampah disini. Masih banyak muslim lain, bahkan sekelas tua bangka yang sudah koit si ahmed deedat yang berpandangan justru sebaliknya. Kelas mu kan sungguh "berbeda"..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Follow Twitter: @ZwaraKafir

Sama, mereka semua takkan berdalil dengannya, hanya menambah wawasan saja, pengetahuan, nambah ilmu, lumayan buat mematahkan keyakinan orang2 macam anda yg gampang patah. :goodman:

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Oct 06, 2014 9:54 pm
by JANGAN GITU AH
rahimii wrote:@kuisa - kalau begitu tunjukkan dong, mana taurat dan injil asli yang valid sesuai yang dimaksudkan quran 7:157..katamu quran kan masterpiece..?

kuisa wrote:Anda aja ga punya apalagi saya :goodman:

beginilah jawaban dari orang yang otaknya terlanda bencana logika...
kalau gak punya yang asli, dengan dasar apa kau bisa menggugat taurat dan injil dan menuduhnya palsu?

jawaban muslim dapat diprediksi, "Berdasarkan apa kata Quran!"

kemudian bila pertanyaan diajukan lagi: "Apa dasar Quran mengatakan taurat dan injil palsu?"

jawaban muslim dapat diprediksi,"karena Allah swt mengatakannya!"

ditanyakan lagi: "Tunjukkan perkataan Allah swt tersebut!"

jawaban muslim yang dapat diprediksi: "Ada di Quran, silakan baca sendiri!"

Circular Reasoning!
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Oct 06, 2014 10:04 pm
by JANGAN GITU AH
rahimii wrote:Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian,

kuisa wrote:Saya tidak tega sebetulnya Pak, tapi kebenaran itu terkadang memang pahit, saya kasih 2 ayat saja ya:

Ulangan 1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, .... dst
Ulangan 1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:x


Berdasarkan ayat diatas, seseorang bercerita -tanpa diketahui siapa- mendongeng bahwa Musa mulai mengajarkan Taurat. Jadi kitab ini adalah kumpulan cerita seorang/beberapa orang -tanpa nama- ttg musa mengajarkan Taurat, bukan bunyi Tauratnya. Itu yg saya maksud kasat mata.


Hubungannya dengan taurat palsu itu apa?
Kalau gak ngerti apa itu taurat, gak usah ngelawak...
Si Patah yang rada cerdas saja gak berani macam-macam sy gebukin...
begitu saya pertanyakan halusinasinya pada Ulangan 18 yang dianggapnya merupakan taurat, langsung dia kabur tuh...
mosok kau ulangi lagi kebodohan yang sama seperti teman seukuwahmu itu...

coba saya tanya dan jawab dengan benar....
Apakah Ulangan 1:5 itu taurat atau bukan?

saya prediksi, jawaban tolil-lah yang akan muncul dari otakmu... :butthead:
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Oct 06, 2014 11:28 pm
by rahimii
rahimii wrote:Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian,

kuisa wrote:Saya tidak tega sebetulnya Pak, tapi kebenaran itu terkadang memang pahit, saya kasih 2 ayat saja ya:

Ulangan 1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, .... dst
Ulangan 1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:x


Berdasarkan ayat diatas, seseorang bercerita -tanpa diketahui siapa- mendongeng bahwa Musa mulai mengajarkan Taurat. Jadi kitab ini adalah kumpulan cerita seorang/beberapa orang -tanpa nama- ttg musa mengajarkan Taurat, bukan bunyi Tauratnya. Itu yg saya maksud kasat mata.

Ini toh, buktimu? Lalu saya harus berkata wow gitu? Sejak Musa tidak pernah menyeberangi sungai Yordan, kata-kata dalam ayat yang kau kutip ditulis oleh seseorang yang telah menyeberang sungai Yordan. Apa salahnya kalau penulis menarasikan ayat itu dari perspektif mereka yang telah menyeberang sungai Yordan? Bagaimana kemudian itu tidak dianggap bunyi taurat? Kau belajar dulu yang benar tong, deuteronomy dan taurat itu menurutmu apa sih? Tapi gak perlu kau dedahkan disini hasil belajarmu ya, forum ini ada aturan. Lagi-lagi supaya quran terlihat benar, punya tetangga harus salah. Begitulah cara kerja otakmu ya? BACALAH dengan benar..dan segera konsultasikan problem nalarmu yang jongkok.

rahimii wrote:kalau kau ternyata sama dengan seukuwahmu si patah yang tidak percaya taurat dan injil sekarang adalah taurat dan injil yang dimaksudkan di quran 7:157, maka gak usah nyampah disini. Masih banyak muslim lain, bahkan sekelas tua bangka yang sudah koit si ahmed deedat yang berpandangan justru sebaliknya. Kelas mu kan sungguh "berbeda"..

kuisa wrote:Sama, mereka semua takkan berdalil dengannya, hanya menambah wawasan saja, pengetahuan, nambah ilmu, lumayan buat mematahkan keyakinan orang2 macam anda yg gampang patah. :goodman:

Tidak berdalil dengannya tapi bahkan sampai membuat buku tentangnya? Otakmu memang sudah kram dan beku kayaknya..
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Oct 07, 2014 10:04 am
by kuisa
JANGAN GITU AH wrote:kalau gak punya yang asli, dengan dasar apa kau bisa menggugat taurat dan injil dan menuduhnya palsu?

Tanpa dituduhpun, isi buku2mu banyak ketidaksesuaian, sudah banyak pula (tidak perlu muslim) yang bilang isinya sebagian besar sampah, mendingan kamu nyadar diri saja.

rahimii wrote:Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian,
kuisa wrote:Saya tidak tega sebetulnya Pak, tapi kebenaran itu terkadang memang pahit, saya kasih 2 ayat saja ya:

Ulangan 1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, .... dst
Ulangan 1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:x


Berdasarkan ayat diatas, seseorang bercerita -tanpa diketahui siapa- mendongeng bahwa Musa mulai mengajarkan Taurat. Jadi kitab ini adalah kumpulan cerita seorang/beberapa orang -tanpa nama- ttg musa mengajarkan Taurat, bukan bunyi Tauratnya. Itu yg saya maksud kasat mata.

JANGAN GITU AH wrote:Hubungannya dengan taurat palsu itu apa?
Kalau gak ngerti apa itu taurat, gak usah ngelawak...
Si Patah yang rada cerdas saja gak berani macam-macam sy gebukin...
begitu saya pertanyakan halusinasinya pada Ulangan 18 yang dianggapnya merupakan taurat, langsung dia kabur tuh...
mosok kau ulangi lagi kebodohan yang sama seperti teman seukuwahmu itu...

Mimpi ga usah tinggi2 lah, kamu gebukin Pak Patah? jadi asisten pak duren saja kamu belum pantas, kapan pula Pak Patah bicara Ulangan [-X

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Oct 07, 2014 10:26 am
by rahimii
JANGAN GITU AH wrote:kalau gak punya yang asli, dengan dasar apa kau bisa menggugat taurat dan injil dan menuduhnya palsu?

kuisa wrote:Tanpa dituduhpun, isi buku2mu banyak ketidaksesuaian, sudah banyak pula (tidak perlu muslim) yang bilang isinya sebagian besar sampah, mendingan kamu nyadar diri saja.

Dituduh bersalah dan dibuktikan bersalah itu beda tong..seribu macam tuduhanmu apa sudah bisa membuktikan kesalahan buku itu? Kan semua tuduhan masih bisa di counter toh, tanpa harus melihat buku lain punya tetangga. Lha quranmu gimana, ngomong ada taurat dan injil di ayat 7:157 tapi tidak bisa membuktikan mana barangnya? Kau konsen kepada pembuktian quran mu itu saja dulu, gak usah nyampah bahas punya orang tong..atau lebih baik kau ikuti sikap si patah, yang tidak butuh bukti asal beriman buta dan segera angkat kaki dari sini..jangan nyampah melulu..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Oct 07, 2014 10:39 am
by kuisa
rahimii wrote:Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian,

kuisa wrote:Saya tidak tega sebetulnya Pak, tapi kebenaran itu terkadang memang pahit, saya kasih 2 ayat saja ya:

Ulangan 1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, .... dst
Ulangan 1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:x


Berdasarkan ayat diatas, seseorang bercerita -tanpa diketahui siapa- mendongeng bahwa Musa mulai mengajarkan Taurat. Jadi kitab ini adalah kumpulan cerita seorang/beberapa orang -tanpa nama- ttg musa mengajarkan Taurat, bukan bunyi Tauratnya. Itu yg saya maksud kasat mata.
rahimii wrote:Ini toh, buktimu? Lalu saya harus berkata wow gitu? Sejak Musa tidak pernah menyeberangi sungai Yordan, kata-kata dalam ayat yang kau kutip ditulis oleh seseorang yang telah menyeberang sungai Yordan. Apa salahnya kalau penulis menarasikan ayat itu dari perspektif mereka yang telah menyeberang sungai Yordan? Bagaimana kemudian itu tidak dianggap bunyi taurat? Kau belajar dulu yang benar tong, deuteronomy dan taurat itu menurutmu apa sih? Tapi gak perlu kau dedahkan disini hasil belajarmu ya, forum ini ada aturan. Lagi-lagi supaya quran terlihat benar, punya tetangga harus salah. Begitulah cara kerja otakmu ya? BACALAH dengan benar..dan segera konsultasikan problem nalarmu yang jongkok.

Yang sangat jelas begitu saja, masih dibela matian2, buku2mu bukan perspektif musa, tapi dari tukang dongeng yang tidak jelas siapa.

rahimii wrote:kalau kau ternyata sama dengan seukuwahmu si patah yang tidak percaya taurat dan injil sekarang adalah taurat dan injil yang dimaksudkan di quran 7:157, maka gak usah nyampah disini. Masih banyak muslim lain, bahkan sekelas tua bangka yang sudah koit si ahmed deedat yang berpandangan justru sebaliknya. Kelas mu kan sungguh "berbeda"..

kuisa wrote:Sama, mereka semua takkan berdalil dengannya, hanya menambah wawasan saja, pengetahuan, nambah ilmu, lumayan buat mematahkan keyakinan orang2 macam anda yg gampang patah. :goodman:

Tidak berdalil dengannya tapi bahkan sampai membuat buku tentangnya? Otakmu memang sudah kram dan beku kayaknya..
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Follow Twitter: @ZwaraKafir

Ini pelajaran untuk anda, mohon disimak baik2.
Siapapun boleh menulis buku, tapi buku apa yang dijadikan dalil dalam kehidupan sehari2 bukan sembarang buku, ada urutan dari hukum tertinggi, nomer dua dan seterusnya. Muslim tidak pernah menganggap benar tidaknya ALQuran tergantung benar tidaknya ulangan 18 bicara ttg Nabi Muhammad SAW, terlalu naif.

Btw, biar anda tidak terlalu kecewa, saya bersedia kok membela ulangan 18 adalah nubuat, anda jabarkan saja bagian mana yang membuat anda keberatan.

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Oct 07, 2014 10:51 am
by rahimii
rahimii wrote:Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian,

kuisa wrote:Saya tidak tega sebetulnya Pak, tapi kebenaran itu terkadang memang pahit, saya kasih 2 ayat saja ya:

Ulangan 1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, .... dst
Ulangan 1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:x


Berdasarkan ayat diatas, seseorang bercerita -tanpa diketahui siapa- mendongeng bahwa Musa mulai mengajarkan Taurat. Jadi kitab ini adalah kumpulan cerita seorang/beberapa orang -tanpa nama- ttg musa mengajarkan Taurat, bukan bunyi Tauratnya. Itu yg saya maksud kasat mata.

rahimii wrote:Ini toh, buktimu? Lalu saya harus berkata wow gitu? Sejak Musa tidak pernah menyeberangi sungai Yordan, kata-kata dalam ayat yang kau kutip ditulis oleh seseorang yang telah menyeberang sungai Yordan. Apa salahnya kalau penulis menarasikan ayat itu dari perspektif mereka yang telah menyeberang sungai Yordan? Bagaimana kemudian itu tidak dianggap bunyi taurat? Kau belajar dulu yang benar tong, deuteronomy dan taurat itu menurutmu apa sih? Tapi gak perlu kau dedahkan disini hasil belajarmu ya, forum ini ada aturan. Lagi-lagi supaya quran terlihat benar, punya tetangga harus salah. Begitulah cara kerja otakmu ya? BACALAH dengan benar..dan segera konsultasikan problem nalarmu yang jongkok.

kuisa wrote:Yang sangat jelas begitu saja, masih dibela matian2, buku2mu bukan perspektif musa, tapi dari tukang dongeng yang tidak jelas siapa.

Memang siapa yang bilang itu ditulis musa? BACA dengan nalar tong, penjelasan orang..apa masalahnya kalau ada orang lain yang menarasikan ayat yang kau kutip? Apa keberatanmu sih? Aneh benar kau ini..
rahimii wrote:kalau kau ternyata sama dengan seukuwahmu si patah yang tidak percaya taurat dan injil sekarang adalah taurat dan injil yang dimaksudkan di quran 7:157, maka gak usah nyampah disini. Masih banyak muslim lain, bahkan sekelas tua bangka yang sudah koit si ahmed deedat yang berpandangan justru sebaliknya. Kelas mu kan sungguh "berbeda"..

kuisa wrote:Sama, mereka semua takkan berdalil dengannya, hanya menambah wawasan saja, pengetahuan, nambah ilmu, lumayan buat mematahkan keyakinan orang2 macam anda yg gampang patah. :goodman:

rahimii wrote:Tidak berdalil dengannya tapi bahkan sampai membuat buku tentangnya? Otakmu memang sudah kram dan beku kayaknya..
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Follow Twitter: @ZwaraKafir

kuisa wrote:Ini pelajaran untuk anda, mohon disimak baik2.
Siapapun boleh menulis buku, tapi buku apa yang dijadikan dalil dalam kehidupan sehari2 bukan sembarang buku, ada urutan dari hukum tertinggi, nomer dua dan seterusnya. Muslim tidak pernah menganggap benar tidaknya ALQuran tergantung benar tidaknya ulangan 18 bicara ttg Nabi Muhammad SAW, terlalu naif.

Btw, biar anda tidak terlalu kecewa, saya bersedia kok membela ulangan 18 adalah nubuat, anda jabarkan saja bagian mana yang membuat anda keberatan.

Siapa juga yang larang menulis buku? Masalahnya adalah, banyak seukuwahmu yang lebih kapabel dalam segala hal tentang islam dibanding kau yang dogol, mengakui kalau ulangan 18 adalah benar firman allah karena menubuatkan kedatangan muhammad merujuk pada quran 7:157..

Nah, lagi-lagi kau itu berhalusinasi. Pengujian premis pertama berdasarkan apa yang diyakini dalam islam sudah lama saya dedahkan..nanya pula kau mana yang membuat saya keberatan? Kau BACA dengan nalar manusia apa yang ditulis orang tong, kalau kau memang masih manusia..koplakmu itu sungguh mengherankan memang..
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 9:10 am
by kuisa
kuisa wrote:Yang sangat jelas begitu saja, masih dibela matian2, buku2mu bukan perspektif musa, tapi dari tukang dongeng yang tidak jelas siapa.
rahimii wrote:Memang siapa yang bilang itu ditulis musa? BACA dengan nalar tong, penjelasan orang..apa masalahnya kalau ada orang lain yang menarasikan ayat yang kau kutip? Apa keberatanmu sih? Aneh benar kau ini..

Masalahmu lah, bukan saya, karena itu artinya ada ketidakjelasan siapa dan bagaimana orang tersebut, contoh
-Narasinya belum tentu sesuai dgn apa yang ingin disampaikan Musa dalam ceramahnya.
-Belum tentu -karena tidak diketahui- penulis menyaksikan sendiri, boleh jadi apa yg dia tulis adalah kumpulan cerita nenek moyang
-dan banyak ketidakpastian lainnya, ...... andai nilai ketidakpastian itu bisa diukur....

kuisa wrote:Btw, biar anda tidak terlalu kecewa, saya bersedia kok membela ulangan 18 adalah nubuat, anda jabarkan saja bagian mana yang membuat anda keberatan.
Nah, lagi-lagi kau itu berhalusinasi. Pengujian premis pertama berdasarkan apa yang diyakini dalam islam sudah lama saya dedahkan..nanya pula kau mana yang membuat saya keberatan? Kau BACA dengan nalar manusia apa yang ditulis orang tong, kalau kau memang masih manusia..koplakmu itu sungguh mengherankan memang..
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Follow Twitter: @ZwaraKafir

Bab pendahuluanmu sudah patah, anda perlu merumuskan ulang gugatanmu jika ingin saya tanggapi serius.

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 10:09 am
by rahimii
kuisa wrote:Yang sangat jelas begitu saja, masih dibela matian2, buku2mu bukan perspektif musa, tapi dari tukang dongeng yang tidak jelas siapa.
rahimii wrote:Memang siapa yang bilang itu ditulis musa? BACA dengan nalar tong, penjelasan orang..apa masalahnya kalau ada orang lain yang menarasikan ayat yang kau kutip? Apa keberatanmu sih? Aneh benar kau ini..

kuisa wrote:Masalahmu lah, bukan saya, karena itu artinya ada ketidakjelasan siapa dan bagaimana orang tersebut, contoh
-Narasinya belum tentu sesuai dgn apa yang ingin disampaikan Musa dalam ceramahnya.
-Belum tentu -karena tidak diketahui- penulis menyaksikan sendiri, boleh jadi apa yg dia tulis adalah kumpulan cerita nenek moyang
-dan banyak ketidakpastian lainnya, ...... andai nilai ketidakpastian itu bisa diukur....

Itu kan katamu. Wong yang punya buku sendiri nggak ada masalah kok..kau saja yang tiba-tiba mencarut tidak menentu bilang punya orang gak jelas, banyak ketidakpastian. Cuma itu kan hanya katamu saja yang tidak jelas, sementara untuk belajar kenapa bisa begitu kau gak bisa menyajikan data atau tidak menelusuri penjelasan dari sumber yang punya buku..yang penting bila bagimu tidak jelas, ya tidak jelaslah itu..yang penting nyablak, gitu kan tong? Quran sendiri apa jelas, apa tidak kumpulan dongeng tuh, yang nulis juga bukan muhammad. Ngaku ada taurat dan injil, tapi minta ditunjukkan mana barangnya, quran dan muslim sejagad diam seribu bahasa, tapi otakmu yang dodol malah bilang punya orang yang palsu. Konsultasikan tuh, error otakmu yang makin parah..
kuisa wrote:Btw, biar anda tidak terlalu kecewa, saya bersedia kok membela ulangan 18 adalah nubuat, anda jabarkan saja bagian mana yang membuat anda keberatan.

rahimii wrote:Nah, lagi-lagi kau itu berhalusinasi. Pengujian premis pertama berdasarkan apa yang diyakini dalam islam sudah lama saya dedahkan..nanya pula kau mana yang membuat saya keberatan? Kau BACA dengan nalar manusia apa yang ditulis orang tong, kalau kau memang masih manusia..koplakmu itu sungguh mengherankan memang..
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Follow Twitter: @ZwaraKafir

kuisa wrote:Bab pendahuluanmu sudah patah, anda perlu merumuskan ulang gugatanmu jika ingin saya tanggapi serius.

Gak ada manfaatnya kau disini tong, jangan merasa penting. Bisamu cuma nyampah dan klaim melulu. Angkat kaki saja dan periksakan dulu kesehatan otakmu ke balai pengobatan terdekat..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 11:44 am
by kuisa
rahimii wrote:Gak ada manfaatnya kau disini tong, jangan merasa penting. Bisamu cuma nyampah dan klaim melulu. Angkat kaki saja dan periksakan dulu kesehatan otakmu ke balai pengobatan terdekat..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Follow Twitter: @ZwaraKafir

ya udah ga usah ngamuk, banyak maaf ya kalau ada kata2 yang tidak berkenan, pasti sengaja sih, anda terlalu empuk sih :finga:

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 12:06 pm
by rahimii
Iya, saya memang terlalu empuk mengingat yang dihadapi adalah anak yang memiliki kekurangan intelegensia. Saya kasihan ada anak cacat otak berkebutuhan khusus, ya saya harus mengempukkan diri..ciao :-"
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 3:42 pm
by angky
Ane urun pendapat tapi sedikit menyimpang dari topik, maaf ya mas rahimii.

Kesulitan muslim memahami cara berpikir kafir, sebagai contoh kuisa, adalah akibat doktrin islam atau baju islam yang berusaha dipakai kan kepada kafir. Mereka selalu beranggapan bahwa baju mereka lah yang terbaik dan paling sempurna modelnya. TITIK. Apapun pendapat kafir selama mereka tidak bisa melepaskan stigma sempurna tersebut, akan sulit bagi mereka untuk memahami cara berpikir kafir.

Celaka nya, baju yang mereka anggap sempurna dan terbaik modelnya, dimata kafir justru baju TERBURUK yang pernah ditawarkan dimuka bumi ini. :green:
Contoh kecil : bagaimana menjustifikasi sebuah hadist. Bagi mereka jika penutur nya jelas, lebih dari satu, dan orang nya dipercaya maka hadist tersebut shahih. Pertanyaannya, : siapa yang menjustifikasi orang yang memberikan justifikasi?? Manusia juga toh?? Bagi murid abu bakar baasyir misalnya, perkataan ABB pasti benar dan tidak mungkin bohong...dan seterusnya. Jadi kesimpulan nya, dalam islam selalu KESIMPULAN akan mendahului proses, sebelum kemudian didapat premis. ](*,) Muslim akan menulis kan bab penutup lebih dahulu baru kemudian menuliskan bab bab sebelumnya hingga pendahuluan. Alur keilmuan mereka akan menjadi :

Kesimpulan -----------> Bahasan dan Teori ------------> Pendahuluan atau Presuposisi

Sehingga dengan pola pikir seperti ini benturan benturan yang TIDAK PERLU akan selalu dihadapi oleh para kafirun saat berdiskusi dengan mereka. Apapun juga teori dan FAKTA akan selalu mereka benturkan dengan keyakinan baju mereka yang sempurna dan terbaik karena di jahit oleh desainer satu satu nya dimuka bumi.

tabik
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 4:07 pm
by rahimii
Tepat sekali bro angky..dalam hal kasus pembuktian eksistensi taurat dan injil asli yang merujuk ke quran 7:157 misalnya, bukan menunjukkan teori atau literasi sanggahan dari dalam islam sendiri mengapa belum / tidak ditemukannya taurat dan injil asli itu sampai sekarang, mereka malah menuduh taurat dan injil sekarang adalah palsu sebagai buktinya. Ajaib memang logikanya..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 7:35 pm
by JANGAN GITU AH
JANGAN GITU AH wrote:kalau gak punya yang asli, dengan dasar apa kau bisa menggugat taurat dan injil dan menuduhnya palsu?

kuisa wrote:Tanpa dituduhpun, isi buku2mu banyak ketidaksesuaian, sudah banyak pula (tidak perlu muslim) yang bilang isinya sebagian besar sampah, mendingan kamu nyadar diri saja.

hehehe...kau memang benar-benar jenius ala Islam alias b0d0h...
mengapa?
ya, sudah jelas dong...lewat pernyataanmu itu kau katakan, "tanpa dituduhpun, isi buku2mu banyak ketidak bersesuaian". Bukankah itu sebuah pernyataan paling b0doh yang keluar dari mulut seorang muslim?

kalau tidak pernah ada satu pun tuduhan, apa mungkin didapatkan sesuatu yang tidak bersesuaian? bukankah karena terdapat banyak ketidaksesuaian maka orang menyimpulkan sebuah kitab distempel sebagai kitab palsu?

ingat, saya tidak sembarangan mengatakan otakmu b0doh tanpa menunjukkan letak kebodohanmu. :lol:

Coba, jika kau bukan orang b0d0h, pasti kau tidak akan menghindar dari pertanyaan saya di atas. Padahal saya sangat mengharapkan sebuah jawaban pasti dari tuduhanmu itu dengan membawa atau menunjukkan kitab mana dari yang disebut taurat dan inji itu yang asli.

Misalnya Ali Sina ya, yang menuduh sebagian isi Alkitab sampah, gitchu? Jadi kau setuju ya? Emangnya kau tahu apa yang dimaksud Ali Sina bagian-bagian yang dianggap sampah?

Saya beritahu, salah yang dianggap sampah oleh Ali Sina adalah peristiwa penyembelihan Ishaq atau menurut muslim Ismail (yang sampai saat ini tak bisa kau buktikan). Ali Sina pada dasarnya tidak menyadari bahwa cara berfikirnya masih mencontohkan pola berfikir muslim, tanpa pernah melihat motif apa yang menjadi latar belakang peristiwanya. Ali Sina langsung memutuskan cerita itu adalah cerita sampah dan tidak bernilai. Beliau berasumsi tidak mungkin seorang nabi utusan Tuhan memiliki kesanggupan nalar untuk bertindak melakukan sebuah perbuatan abnormal tersebut.

Dalam apa yang disebut sampah oleh Ali Sina, sebenarnya Quran pun mencontek habis-habisan kisah yang dianggap sampah. Oleh karena secara akibat, tentunya Quran tidak lepas dari tuduhan sebagai kitab sampah pula. Apa kau juga bersedia mengamini kesimpulan Ali Sina dan sepakat mengatakan Quran adalah kitab sampah? :green:

Karena itu saya sarankan, sebelum kau turut terseret pada arus tuduhan Ali Sina, pertimbangkanlah lebih dahulu matang-matang supaya Quran pun jangan jadi ikut kau tuduh sebagai kitab sampah.

Hanya muslim yang tak punya otak dan yang begitu mudah terbakar oleh emosi karena kalah nalar yang tidak akan menerima saran saya...

rahimii wrote:Ngapai kau tanya2? Buktikan saja tong..sekalian,

kuisa wrote:Saya tidak tega sebetulnya Pak, tapi kebenaran itu terkadang memang pahit, saya kasih 2 ayat saja ya:

Ulangan 1:1. Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, .... dst
Ulangan 1:5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:x


Berdasarkan ayat diatas, seseorang bercerita -tanpa diketahui siapa- mendongeng bahwa Musa mulai mengajarkan Taurat. Jadi kitab ini adalah kumpulan cerita seorang/beberapa orang -tanpa nama- ttg musa mengajarkan Taurat, bukan bunyi Tauratnya. Itu yg saya maksud kasat mata.

JANGAN GITU AH wrote:Hubungannya dengan taurat palsu itu apa?
Kalau gak ngerti apa itu taurat, gak usah ngelawak...
Si Patah yang rada cerdas saja gak berani macam-macam sy gebukin...
begitu saya pertanyakan halusinasinya pada Ulangan 18 yang dianggapnya merupakan taurat, langsung dia kabur tuh...
mosok kau ulangi lagi kebodohan yang sama seperti teman seukuwahmu itu...

Kuisa wrote:Mimpi ga usah tinggi2 lah, kamu gebukin Pak Patah? jadi asisten pak duren saja kamu belum pantas, kapan pula Pak Patah bicara Ulangan [-X

Nah, ini dia ciri orang yang tidak mampu melihat fakta...
FAKTANYA, adik saya si PS itu dah gak berani menanggapi pertanyaan saya dengan bantahan...
Tulisannya masih ada di halaman-halaman sebelumnya. itu sebagai bukti...tinggal lagi kau baca kembali apa yang ditulisnya,
masakkan masih bertanya, kapan si PS bicara Ulangan. Faktanya, sdr. Rahimi sedang membicarakan kitab Ulangan 18, lalu dirinya menggugat keaslian ayat di dalam Ulangan 18 yang memuat tanda-tanda seorang nabi Palsu.

Si PS tidak sanggup menerima kenyataan dari uraian sdr. Rahimi bahwa Muhammad adalah nabi Palsu.

Emangnya tentang dasar penyebutan Muhammad sebagai nabi palsu ada di kitab Kejadian, ya ntong sehingga kau bisa bilang kapan si PS bicara soal Ulangan?

Ckckck....kalau membacot itu, ya jangan sembarangan-lah...
Mirror 1: mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 08, 2014 7:57 pm
by JANGAN GITU AH
hui Kuisa!
jawab dong pertanyaan saya ini...

JANGAN GITU AH wrote:coba saya tanya dan jawab dengan benar....
Apakah Ulangan 1:5 itu taurat atau bukan?

saya prediksi, jawaban tolil-lah yang akan muncul dari otakmu... :butthead:


Otak tolil muslim Kuisa pasti mengatakan Ulangan 1:5 sebagai Taurat. Begitulah cara berfikir orang yang keracunan Islam :lol:
Dan orang-orang yang keracunan Islam dan mempermasalahkan bunyinya sebenarnya tidak pernah benar-benar membaca apa apa yang tertulis dari A sampai Z.

Kalau muslim punya nalar, dari judul Kitabnya sudah ketahuan bahwa apa yang ditulis di sana adalah riwayat-riwayat sejarah yang dituliskan oleh orang-orang lain di sekitar Musa, menceritakan Ulang apa yang dilakukan Tuhan pada bangsa Israel. Penulisan sejarah seperti ini diperlukan agar generasi bangsa itu ke masa yang akan datang mengetahui riwayat moyang mereka.

Siapa penulisnya? Musa-kah? belum tentu! Cara berfikir muslim yang dangkal menganggap Musa bekerja seorang diri. Padahal sudah jelas tidak seperti itu. Disamping Musa, ada Harun, ada pula Miryam. Tidak hanya mereka berdua saja, Musa atas saran mertuanya telah mengangkat banyak pemimpin-pemimpin suku, pemimpin puak, mengangkat cerdik pandai membantunya dalam melayani kepentingan ibadah, kepentingan untuk menyelesaikan perselisihan (hakim-hakim) dll yang bertanggung jawab kepada Musa. Bahkan Musa pun mengangkat Yosua sebagai panglima perang yang mengepalai tentara Israel pada masanya. Dari sini kita bisa maklum bahwa tentunya sejarah pada Kitab Ulangan tersebut dituliskan oleh orang-orang cerdik pandai yang diangkat Musa tadi. Tentang siapa namanya, tentunya kita tidak perlu tahu karena bukan itu bagian terpenting dari kitab Ulangan, melainkan kebenaran kisah tersebut.
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Thu Oct 16, 2014 7:05 pm
by rahimii
Pengujian premis 1.2 dan 2.2

Kita telah melihat bahwa, karena taurat dianggap oleh banyak muslim sebagai wahyu ilahi, maka seseorang yang baik menyampaikan pesan yang tidak berasal dari tuhan atau berbicara atas nama tuhan palsu haruslah seorang nabi palsu. Ini berarti bahwa muhammad adalah nabi palsu, karena ia melakukan keduanya ketika ia menyampaikan wahyu terkenal yaitu ayat-ayat setan. Kita mengetahui dan belajar tentang ayat-ayat setan muhammad bukan dari sumber-sumber kristen atau yahudi, tapi dari tulisan-tulisan muslim awal. Perihal ayat-ayat setan ditemukan dalam sejumlah sumber awal islam, termasuk: Ibn Ishaq, Wakidi, Ibn Sa'ad, al-Tabari, Ibnu Abi Hatim, Ibnu al-Mundzir, Ibnu Mardauyah, Musa ibn 'Uqba, dan Abu Ma'shar. Menurut cendekiawan besar islam Ibnu Hajar, tiga rantai periwayatan (isnad) peristiwa turunnya ayat-ayat setan tersebut "memenuhi kondisi yang diperlukan untuk dianggap sebagai laporan otentik." (Ibn Hajar, dikutip dalam Allam Shibli Nu’mani, Sirat-un-Nabi, Volume 1, M. Tayyib Bakhsh Budayuni) Selain itu, Sahih al-Bukhari, sumber terpercaya paling utama dalam islam tentang kehidupan muhammad, memberikan konfirmasi langsung peristiwa tersebut dalam hadist nomor 4862.

Di atas itu, ayat-ayat dari quran 17:73-5 dan 22:52-3 diturunkan sebagai respon atas kesilapan memalukan muhammad yang jatuh ke dalam kemusyrikan.
Oleh karena itu kita memiliki bukti sejarah yang meyakinkan bahwa peristiwa itu asli. Bahkan, metode historis hampir menjamin legitimasi cerita. Sejarawan dalam mempelajari para pemimpin dan tokoh agama mengembangkan apa yang dikenal sebagai "prinsip malu," sebuah prinsip yang juga membawa banyak pengaruh dalam penyelidikan hukum.

Ringkasnya, prinsip itu berbunyi demikian: "pernyataan yang berlawanan terhadap kepentingan dianggap sebagai memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi karena anggapan bahwa orang tidak membuat kebohongan untuk menjerumuskan diri sendiri, mereka berbohong untuk membantu diri mereka sendiri." Menerapkan prinsip malu ke peristiwa ayat-ayat setan, kita segera melihat bahwa umat islam tidak akan mengarang-ngarang cerita ini, karena itu akan mengundang pertanyaan akan kredibilitas muhammad. Kita juga melihat bahwa cerita itu tidak mungkin dikarang oleh non muslim, karena jika non muslim yang mengarang cerita, umat islam seharusnya akan mendedahkan kisah yang sebenarnya, bukannya malah membela peristiwa tersebut dalam karya-karya sejarah awal mereka.

Bukti akan reliabilitas peristiwa ayat-ayat setan secara keseluruhan dari internal islam sendiri, membuatnya terlalu nyata untuk diabaikan. Dengan pemikiran ini, mari kita perhatikan secara ringkas apa yang terjadi, berdasarkan Sejarah al-Tabari. Menurut al-Tabari, ketika muhammad melihat bagaimana sukunya berpaling dari dia dan sedih melihat mereka menghindari pesan yang dibawanya kepada mereka dari tuhan. muhammad sangat ingin mensejahteraan kaumnya dan ingin mengusahakan rekonsiliasi dengan mereka dengan cara apa pun yang dia bisa. Ia merindukan dalam jiwanya bahwa sesuatu akan datang kepadanya dari tuhan yang akan mendamaikan dia dengan sukunya. Dan ia berdebat dengan dirinya sendiri dan sungguh-sungguh menginginkankan hal tersebut dan berhasil. Kemudian Allah berfirman:
“Demi bintang telah menetapkan temanmu tidak keliru dan tidak tertipu, ia berbicara bukan dari keinginan sendiri. Dan ketika ia sampai pada firmannya : “pernahkah engkau berpikir akan al-Lat dan al-'Uzza dan Manat yang ketiga, dan yang lain? Ketika muhammad sedang berdebat dalam dirinya dan menginginkan untuk membawa rekonsiliasi kepada kaumnya, setan menempatkan pada lidahnya “ini adalah Gharaniq yang ditinggikan yang syafaatnya disetujui.”

Ketika kaum Quraish mendengar itu, mereka sangat dengan cara muhammad berbicara tentang dewa-dewa mereka dan bersujud, sehingga semua orang yang ada dalam mesjid baik kaum musyrik quraisy dan pengikut muhammad tidak ada yang tidak bersujud.

Hubungan persahabatan muhammad dengan kaum musyrik ternyata berumur pendek, dan muhammad segera menyadari bahwa ayat yang dikatakannya yang memuji berhala datangnya bukan dari tuhan, tapi dari setan. Sedih mengakui pengkhianatannya terhadap tuhan, muhammad meratap : “aku telah mengadakan perbuatan melawan allah dan telah memperhitungkan kepadanya kata-kata yang dia tidak katakan.” Namun jibril datang menghibur muhammad, memberitahukan bahwa semua nabi juga jatuh kedalam godaan setan dari waktu ke waktu. Klaim mengejutkan dan luar biasa ini bahkan ditegaskan dalam quran: “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”(quran 22:52)

Apapun yang kita pikirkan tentang penjelasan alquran yang tidak masuk akal soal ayat-ayat setan dan pembelaannya terhadap muhammad, jelas bahwa nabi islam ini setidaknya dalam satu kesempatan, pernah menyampaikan pesan yang tidak berasal dari Tuhan. Jelas juga bahwa muhammad, setidaknya pada satu kesempatan, pernah berbicara atas nama tuhan palsu. Dengan demikian, kita dapat meneguhkan dari sumber islam sendiri, bahwa premis 1.2 dan 2.2 adalah benar.
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Follow Twitter: @ZwaraKafir