Page 1 of 4

SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Sep 29, 2014 6:29 pm
by rahimii
Bagi islam, sesuai dengan yang tertulis dalam quran, taurat adalah salah satu kitab yang diturunkan allah dan sering dikutip untuk menguatkan argumentasi dalam mendukung klaim-klaim muslim tentang kebenaran islam dan muhammad. Salah satu argument yang sering dijadikan muslim sebagai pembelaan terhadap kenabian muhammad adalah bahwa taurat telah menubuatkan atau memprediksi kedatangan muhammad sebagai nabi. Contoh ayat dibawah :

“Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka . Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya , mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(quran 7:157)

Ayat diatas telah mendorong muslim untuk menyusuri taurat dan injil guna menemukan ayat atau pasal yang mereferensikan kedatangan Muhammad di kedua kitab tersebut. Salah satu ayat terpopuler yang muslim klaim sebagai menubuatkan kedatangan Muhammad, dikutip dari taurat kitab Ulangan 18. Tujuan dari trit ini adalah, alih-alih mendukung kenabian muhammad dari pendekatan muslim akan kitab Ulangan 18, justru sebaliknya ayat-ayat dalam kitab tersebut ternyata membuktikan kepalsuan kenabiannya. Mari kita dedahkan dua argument deduktif tentang kenabian Muhammad dari kitab ulangan 18 berdasarkan bentuk silogisme valid paling dasar yang disebut modus ponens.

Argument 1 - Tuhan palsu dan nabi palsu
1.1 Jika seseorang berbicara atas nama tuhan palsu, maka orang itu adalah nabi palsu
1.2 Muhammad berbicara atas nama tuhan palsu
1.3 Oleh karena itu, muhammad adalah nabi palsu.

Argument2 - Wahyu palsu dan nabi palsu
2.1 Jika seseorang membawa wahyu yang tidak berasal dari tuhan, maka orang itu adalah nabi palsu
2.2 Muhammad membawa wahyu yang tidak berasal dari tuhan
2.3 Oleh karena itu, muhammad adalah nabi palsu

Jika premis-premis dari kedua argument diatas benar adanya, maka muhammad adalah nabi palsu. Bagaimana menurut anda?
Mirror: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Mon Sep 29, 2014 8:55 pm
by Captain Pancasila
lha terus untuk membuktikan benar/salahnya premis2 tsb, anda maunya pake cara/metode/premis apa? kalau ajarannya benar berarti itu asalnya dari Tuhan? kalau ajarannya nggak sesuai dengan Kitab yang lebih banyak pasirnya daripada emasnya, berarti itu asalnya pasti bukan dari Tuhan? :-k

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 9:38 am
by kuisa
Masih terlalu dangkal Pak Rahimii, definisikan dulu modus ponens itu apa, banyak orang dapat berlogika dengan baik tanpa mengenal istilah2 dalam logika, sebaliknya ada orang mengenal banyak dan sering menggunakan istilah2 logika tapi justru logikanya jungkir balik. :goodman:
Tuliskan juga Ulangan 18 nya, mengapa tiba2 bisa timbul dua argument yang merupakan kesimpulan dari ulangan 18 tersebut, benang merah kuning hijaunya dimana?

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 10:51 am
by gema
Dari hasil reka ulang di TKP goa hira sudah jelas si mamad emang nabi falsu, kalau kita baca froses nabi-nabi terdahulu bertemu dengan Tuhan sejati adalah secara langsung tanfa ferantara. Juga wujud Tuhan sejati berufa cahaya putih or afi.
Lha, ini si mamad mengaku cuma didatangi wujud berufa jin ferantara lalu si mamad cobul dicekik. sudah itu suruh baca komik lagi. :lol:
Kesimfulanya modus oferandinya si mamad menurut reka ulang TKP adalah NABI COBUL. eh... NABI FALSU. =D>
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 11:46 am
by rahimii
Pengujian Premis 1.1 dan 2.1

Premis 1.1 dan 2.1 cukup jelas dalam islam sendiri, bahwa orang yang berbicara atas nama tuhan palsu atau membawa wahyu yang bukan berasal dari tuhan, maka orang itu tidaklah mungkin nabi yang benar. Artinya muslim juga memiliki pandangan dogmatis yang sama seperti yang dikatakan premis tersebut dalam menetapkan apakah seorang nabi adalah utusan tuhan atau tidak.

Lebih jauh, kitab ulangan 18 merupakan fondasi yang dimiliki islam untuk mendukung argumentasi nubuatan alkitab akan kedatangan muhammad, bahwa alkitab juga menuliskan muhammad sebagai utusan tuhan. Dalam buku A Brief Illustrated Guide To Understanding Islam yang ditulis I.A Ibrahim mengatakan : “Nubuatan alkitab akan kedatangan muhammad adalah bukti kebenaran islam bagi orang-orang yang mengimani alkitab. Dalam ulangan 18, musa menyatakan bahwa tuhan berkata kepadanya “seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.”(Ulangan 18:18-19)

Seterusnya dalam buku itu dinyatakan bahwa muhammad menggenapi nubuatan tersebut dalam banyak hal. Oleh karenanya, muslim secara langsung sepakat bahwa ayat ulangan 18 tersebut merupakan benar firman dari tuhan karena mereka memakainya sebagai bukti bahwa kedatangan muhammad telah dituliskan dalam alkitab. Tentu, bagian lain dalam ayat selanjutnya tidak bisa kita abaikan karena merupakan kesatuan, dimana tuhan berfirman : “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.”(ulangan 18:20)

Berangkat dari sini, kita memiliki dua kriteria untuk menetapkan seorang nabi palsu:
1. Menyampaikan wahyu yang tuhan tidak perintahkan dia sampaikan.
2. Berbicara atas nama tuhan lain.

Sejak muslim yang mengklaim apa yang disebut nubuat alkitab akan kedatangan muhammad telah memberikan bagian kitab ulangan ini sebagai stempel persetujuan, mereka tidak dapat menyangkal kebenaran premis 1.1 dan 2.1. Singkatnya, umat Islam telah menjadikan sebuah bagian dalam ulangan 18 sebagai bukti muhammad ditulis dalam alkitab, dan bagian tersebut melahirkan premis 1.1 dan2.1. Jadi, sesuai dengan apa yang di klaim muslim, premis pertama dari masing-masing silogisme modus ponens diatas menjadi benar.
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 11:48 am
by rahimii
Captain Pancasila wrote:lha terus untuk membuktikan benar/salahnya premis2 tsb, anda maunya pake cara/metode/premis apa? kalau ajarannya benar berarti itu asalnya dari Tuhan? kalau ajarannya nggak sesuai dengan Kitab yang lebih banyak pasirnya daripada emasnya, berarti itu asalnya pasti bukan dari Tuhan? :-k

Anda jangan meracau dan menyampah melulu, belajar atau diam bila tidak paham mungkin lebih bijaksana daripada koar-koar tidak menentu..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 11:51 am
by rahimii
kuisa wrote:Masih terlalu dangkal Pak Rahimii, definisikan dulu modus ponens itu apa, banyak orang dapat berlogika dengan baik tanpa mengenal istilah2 dalam logika, sebaliknya ada orang mengenal banyak dan sering menggunakan istilah2 logika tapi justru logikanya jungkir balik. :goodman:
Tuliskan juga Ulangan 18 nya, mengapa tiba2 bisa timbul dua argument yang merupakan kesimpulan dari ulangan 18 tersebut, benang merah kuning hijaunya dimana?

Belum apa-apa kamu sudah mengukur orang. Kalau kamu gak ngerti modus ponens itu apa, tidak usah mengajari orang untuk berlogika. Bilang dangkal, tapi modus ponens aja tidak ngerti kamu..koplak..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 2:45 pm
by Captain Pancasila
rahimii wrote:Tentu, bagian lain dalam ayat selanjutnya tidak bisa kita abaikan karena merupakan kesatuan, dimana tuhan berfirman : “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.”(ulangan 18:20)

Berangkat dari sini, kita memiliki dua kriteria untuk menetapkan seorang nabi palsu:
1. Menyampaikan wahyu yang tuhan tidak perintahkan dia sampaikan.
2. Berbicara atas nama tuhan lain.

lha berdasarkan itu, terus palsunya darimana, jika Nabi Muhammad memang berbicara atas nama Tuhan serta menyampaikan wahyu yang Tuhan perintahkan (tidak memenuhi 2 kriteria tsb diatas)?

:stun:

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 3:22 pm
by kuisa
rahimii wrote:Bagaimana menurut anda?

Captain Pancasila wrote:lha terus untuk membuktikan benar/salahnya premis2 tsb, anda maunya pake cara/metode/premis apa? kalau ajarannya benar berarti itu asalnya dari Tuhan? kalau ajarannya nggak sesuai dengan Kitab yang lebih banyak pasirnya daripada emasnya, berarti itu asalnya pasti bukan dari Tuhan? :-k

rahimii wrote:Anda jangan meracau dan menyampah melulu, belajar atau diam bila tidak paham mungkin lebih bijaksana daripada koar-koar tidak menentu..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Follow Twitter: @ZwaraKafir

Orang nanya kok dibilang nyampah, kalau paparan anda belum selesai, jangan "Bagaimana menurut anda?" dulu, tulis "bersambung".
Menulis itu sebaiknya dari hati, jangan karena emosi, sakit hati, apalagi panik. :goodman:

kuisa wrote:Masih terlalu dangkal Pak Rahimii, definisikan dulu modus ponens itu apa, banyak orang dapat berlogika dengan baik tanpa mengenal istilah2 dalam logika, sebaliknya ada orang mengenal banyak dan sering menggunakan istilah2 logika tapi justru logikanya jungkir balik. :goodman:
Tuliskan juga Ulangan 18 nya, mengapa tiba2 bisa timbul dua argument yang merupakan kesimpulan dari ulangan 18 tersebut, benang merah kuning hijaunya dimana?

rahimii wrote:Belum apa-apa kamu sudah mengukur orang. Kalau kamu gak ngerti modus ponens itu apa, tidak usah mengajari orang untuk berlogika. Bilang dangkal, tapi modus ponens aja tidak ngerti kamu..koplak..
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Follow Twitter: @ZwaraKafir

Ga usah stress lah, anda mau ngejar apa sih, santai saja. Saya baru komen aja, anda sudah kebakaran, gimana kalau premis anda patah semua nanti :goodman:

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 5:48 pm
by Patah Salero
rahimii wrote:Bagi islam, sesuai dengan yang tertulis dalam quran, taurat adalah salah satu kitab yang diturunkan allah dan sering dikutip untuk menguatkan argumentasi dalam mendukung klaim-klaim muslim tentang kebenaran islam dan muhammad. Salah satu argument yang sering dijadikan muslim sebagai pembelaan terhadap kenabian muhammad adalah bahwa taurat telah menubuatkan atau memprediksi kedatangan muhammad sebagai nabi. Contoh ayat dibawah :

“Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka . Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya , mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(quran 7:157)

Ayat diatas telah mendorong muslim untuk menyusuri taurat dan injil guna menemukan ayat atau pasal yang mereferensikan kedatangan Muhammad di kedua kitab tersebut. Salah satu ayat terpopuler yang muslim klaim sebagai menubuatkan kedatangan Muhammad, dikutip dari taurat kitab Ulangan 18. Tujuan dari trit ini adalah, alih-alih mendukung kenabian muhammad dari pendekatan muslim akan kitab Ulangan 18, justru sebaliknya ayat-ayat dalam kitab tersebut ternyata membuktikan kepalsuan kenabiannya. Mari kita dedahkan dua argument deduktif tentang kenabian Muhammad dari kitab ulangan 18 berdasarkan bentuk silogisme valid paling dasar yang disebut modus ponens.

Argument 1 - Tuhan palsu dan nabi palsu
1.1 Jika seseorang berbicara atas nama tuhan palsu, maka orang itu adalah nabi palsu
1.2 Muhammad berbicara atas nama tuhan palsu
1.3 Oleh karena itu, muhammad adalah nabi palsu.

Argument2 - Wahyu palsu dan nabi palsu
2.1 Jika seseorang membawa wahyu yang tidak berasal dari tuhan, maka orang itu adalah nabi palsu
2.2 Muhammad membawa wahyu yang tidak berasal dari tuhan
2.3 Oleh karena itu, muhammad adalah nabi palsu

Jika premis-premis dari kedua argument diatas benar adanya, maka muhammad adalah nabi palsu. Bagaimana menurut anda?
Mirror: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Follow Twitter: @ZwaraKafir


gw setuju sama premis-premisnya. Tapi.... gw gak setuju kalo ulangan:18 dijadikan patokan.

Bagi muslim, taurat dan injil adalah WAHYU dari Allah SWT. Dan syarat sesuatu diakui sebagai WAHYU dalam Islam adalah kejelasan asal usulnya, yang dalam teori hukum Islam istilahnya Qath'i Wurud.

Gw kasih kutipan sedikit untuk menjelaskannya:

Jika memahami nash-nash ditinjau dari segi Wurud (sebab datang dan turunnya) terbagi menjadi dua bagian :
1. Qhat’I al Wurud
2. Zhanniy al Wurud
Nash yang Qath’I al Wurud adalah nash-nash yang dilihat dari segi turunnya, ketetapannya dan penukilannya secara jelas dan pasti. Menurut Safi Hasan Abu Thalib bahwa nash- nash yang sampai kepada kita adalah sudah pasti tidak dapat diragukan lagi karena diterima secara mutawatir.
هو ما نقل الينا بطريق التواتر
Seperti al Qur’an bersifat Qath’i al Wurud sebab turunnya, ketetapannya dan penukilannya dilakukan mulai diturunkan Allah kepada Rasul-Nya yang disampaikan kepada umatnya secara estafet tanpa perubahan dan pergantian. Demikian juga as-Sunnah yang mutawatir bersifat Qath’I al Wurud, sebab periwatannya mutawatir (berlangsung terus menerus) mulai dari Rasul, para sahabat, tabi”in, ulama dan seterusnya sampai kepada kita. Di samping juga ada yang bersifat Zhanniy al-Wurud (sunnah masyhur dan ahad).


PERTANYAANNYA:
APAKAH BISA DIBUKTIKAN BAHWA TAURAT YANG ADA SEKARANG MERUPAKAN PENYAMPAIAN LANGSUNG DARI NABI MUSA YANG TAK PERNAH BERUBAH ???

Kalau taurat yang ada sekarang tidak bisa dibuktikan berasal dari Musa, maka taurat yang ada sekarang tidak bisa digunakan untuk mengukur kenabian Muhammad SAW.

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 6:46 pm
by duren
Patah Salero wrote: Menurut Safi Hasan Abu Thalib bla bla
n
n
bla
Kalau taurat yang ada sekarang tidak bisa dibuktikan berasal dari Musa, maka taurat yang ada sekarang tidak bisa digunakan untuk mengukur kenabian Muhammad SAW.

Asekk ... si PS kayanya kembali kepada perform nya .
@PS
Bersandar pada puja puji mu akan kemutawatiran isi Quran ... MAKA sebaiknya pertanyaan mu masalah Taurat Musa jangan mengacu kepada Taurat "SEKARANG"
Tapi kepada Taurat "DIJAMAN TURUNNYA QURAN "
-
Emanknya Alloh mu FAHAM akan KEMUTAWATIRAN ? ... apa beliau komplin akan kemutawatiran Taurat Musa
-
Jangan pula si SAPI HASAN ABU yg elo gadang gadang hahaha

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 8:34 pm
by JANGAN GITU AH
Patah Salero wrote:
gw setuju sama premis-premisnya. Tapi.... gw gak setuju kalo ulangan:18 dijadikan patokan.

Bagi muslim, taurat dan injil adalah WAHYU dari Allah SWT. Dan syarat sesuatu diakui sebagai WAHYU dalam Islam adalah kejelasan asal usulnya, yang dalam teori hukum Islam istilahnya Qath'i Wurud.

Gw kasih kutipan sedikit untuk menjelaskannya:


Jika memahami nash-nash ditinjau dari segi Wurud (sebab datang dan turunnya) terbagi menjadi dua bagian :
1. Qhat’I al Wurud
2. Zhanniy al Wurud
Nash yang Qath’I al Wurud adalah nash-nash yang dilihat dari segi turunnya, ketetapannya dan penukilannya secara jelas dan pasti. Menurut Safi Hasan Abu Thalib bahwa nash- nash yang sampai kepada kita adalah sudah pasti tidak dapat diragukan lagi karena diterima secara mutawatir.
هو ما نقل الينا بطريق التواتر
Seperti al Qur’an bersifat Qath’i al Wurud sebab turunnya, ketetapannya dan penukilannya dilakukan mulai diturunkan Allah kepada Rasul-Nya yang disampaikan kepada umatnya secara estafet tanpa perubahan dan pergantian. Demikian juga as-Sunnah yang mutawatir bersifat Qath’I al Wurud, sebab periwatannya mutawatir (berlangsung terus menerus) mulai dari Rasul, para sahabat, tabi”in, ulama dan seterusnya sampai kepada kita. Di samping juga ada yang bersifat Zhanniy al-Wurud (sunnah masyhur dan ahad).


Patah Salero wrote:PERTANYAANNYA:
APAKAH BISA DIBUKTIKAN BAHWA TAURAT YANG ADA SEKARANG MERUPAKAN PENYAMPAIAN LANGSUNG DARI NABI MUSA YANG TAK PERNAH BERUBAH ???

Kalau taurat yang ada sekarang tidak bisa dibuktikan berasal dari Musa, maka taurat yang ada sekarang tidak bisa digunakan untuk mengukur kenabian Muhammad SAW.


Ngaco...kamu sebelas dua belas dengan Kuisa... #-o

sebelum ngomongin taurat, seharusnya kau memahami dulu apa yang dimaksudkan dengan Taurat. Jangan main tabrak saja menganggap Ulangan 18 yang berbicara perihal nabi yang dijanjikan (dan diucapkan Musa) tersebut sebagai Taurat.

pertanyaanmu sangat tidak nyambung blasssss...

yang dibahas apaaaa....eh larinya malah ke urusan Taurat! :goodman:
Mirror 1: APAKAH BISA DIBUKTIKAN BAHWA TAURAT YANG ADA SEKARANG MERUPAKAN PENYAMPAIAN LANG
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 9:30 pm
by Patah Salero
Patah Salero wrote:PERTANYAANNYA:
APAKAH BISA DIBUKTIKAN BAHWA TAURAT YANG ADA SEKARANG MERUPAKAN PENYAMPAIAN LANGSUNG DARI NABI MUSA YANG TAK PERNAH BERUBAH ???

Kalau taurat yang ada sekarang tidak bisa dibuktikan berasal dari Musa, maka taurat yang ada sekarang tidak bisa digunakan untuk mengukur kenabian Muhammad SAW.

JANGAN GITU AH wrote:
Ngaco...kamu sebelas dua belas dengan Kuisa... #-o

sebelum ngomongin taurat, seharusnya kau memahami dulu apa yang dimaksudkan dengan Taurat. Jangan main tabrak saja menganggap Ulangan 18 yang berbicara perihal nabi yang dijanjikan (dan diucapkan Musa) tersebut sebagai Taurat.

pertanyaanmu sangat tidak nyambung blasssss...

yang dibahas apaaaa....eh larinya malah ke urusan Taurat! :goodman:


Brow...gw kan ngoentari postingannya TS. baca lagi dong baek-baek postingan si rahimii.
Postingan gw sekalian mengomentari postingan kedua rahimii:
Seterusnya dalam buku itu dinyatakan bahwa muhammad menggenapi nubuatan tersebut dalam banyak hal. Oleh karenanya, muslim secara langsung sepakat bahwa ayat ulangan 18 tersebut merupakan benar firman dari tuhan karena mereka memakainya sebagai bukti bahwa kedatangan muhammad telah dituliskan dalam alkitab. Tentu, bagian lain dalam ayat selanjutnya tidak bisa kita abaikan karena merupakan kesatuan, dimana tuhan berfirman : “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.”(ulangan 18:20)


Yang digaris bawahi yang gw anggap paling penting. umat Islam itu dalam menentukan apa yang wahyu pakemnya udah jelas. Enggak bisa karena "kebetulan cocok" maka suatu teks dianggap wahyu.

Contoh: Ribuan filsuf sebelum Muhammad lahir mungkin sudah menyatakan bahwa berbuat adil itu baik. Hanya karena Quran mengatakan hal yang sama (muslim wajib berbuat adil), engggak bisa disimpulkan bahwa para filsuf yang mengatakan keharusan berbuat adil tersebut menerima wahyu.

Itu juga yang gw maksud dengan ulangan:18. Hanya karena ayat tersebut "diduga meramalkan" keberadaan Muhammad SAW, tidak bisa dibuktikan bahwa ramalan tersebut adalah wahyu dari Tuhan. Karena menurut muslim, wahyu hanya diberikan kepada para nabi. Kalau ulangan:18 bukan berasal dari Musa, berarti ayat itu bukan wahyu.

SEMUA WAHYU PASTI BENAR.
TAPI...
TIDAK SEMUA YANG BENAR ADALAH WAHYU.

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Tue Sep 30, 2014 9:41 pm
by Patah Salero
duren wrote:@PS
Bersandar pada puja puji mu akan kemutawatiran isi Quran ... MAKA sebaiknya pertanyaan mu masalah Taurat Musa jangan mengacu kepada Taurat "SEKARANG"
Tapi kepada Taurat "DIJAMAN TURUNNYA QURAN "
-
Emanknya Alloh mu FAHAM akan KEMUTAWATIRAN ? ... apa beliau komplin akan kemutawatiran Taurat Musa
-
Jangan pula si SAPI HASAN ABU yg elo gadang gadang hahaha


Tuhan gw tentu gak perlu sama teori mutawatir. mosok DIA gak tau mana yang wahyu mana yang bukan. Surat al-A'raf yang dikutip TS merupakan bukti bahwa bahwa ada pengakuan Allah SWT terhadap kebenaran sebagian teks yang dimiliki yahudi saat ayat tersebut turun.

Cuman, apa ada bukti bahwa teks yang diakui kebenarannya saat itu masih eksis saat ini ??

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 01, 2014 8:55 am
by rahimii
Patah Salero wrote:PERTANYAANNYA:
APAKAH BISA DIBUKTIKAN BAHWA TAURAT YANG ADA SEKARANG MERUPAKAN PENYAMPAIAN LANGSUNG DARI NABI MUSA YANG TAK PERNAH BERUBAH ???

Kalau taurat yang ada sekarang tidak bisa dibuktikan berasal dari Musa, maka taurat yang ada sekarang tidak bisa digunakan untuk mengukur kenabian Muhammad SAW.

JANGAN GITU AH wrote:
Ngaco...kamu sebelas dua belas dengan Kuisa... #-o

sebelum ngomongin taurat, seharusnya kau memahami dulu apa yang dimaksudkan dengan Taurat. Jangan main tabrak saja menganggap Ulangan 18 yang berbicara perihal nabi yang dijanjikan (dan diucapkan Musa) tersebut sebagai Taurat.

pertanyaanmu sangat tidak nyambung blasssss...

yang dibahas apaaaa....eh larinya malah ke urusan Taurat! :goodman:


Patah Salero" wrote:Brow...gw kan ngoentari postingannya TS. baca lagi dong baek-baek postingan si rahimii.
Postingan gw sekalian mengomentari postingan kedua rahimii:
"Seterusnya dalam buku itu dinyatakan bahwa muhammad menggenapi nubuatan tersebut dalam banyak hal. Oleh karenanya, muslim secara langsung sepakat bahwa ayat ulangan 18 tersebut merupakan benar firman dari tuhan karena mereka memakainya sebagai bukti bahwa kedatangan muhammad telah dituliskan dalam alkitab. Tentu, bagian lain dalam ayat selanjutnya tidak bisa kita abaikan karena merupakan kesatuan, dimana tuhan berfirman : “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.”(ulangan 18:20)

Yang digaris bawahi yang gw anggap paling penting. umat Islam itu dalam menentukan apa yang wahyu pakemnya udah jelas. Enggak bisa karena "kebetulan cocok" maka suatu teks dianggap wahyu.

Contoh: Ribuan filsuf sebelum Muhammad lahir mungkin sudah menyatakan bahwa berbuat adil itu baik. Hanya karena Quran mengatakan hal yang sama (muslim wajib berbuat adil), engggak bisa disimpulkan bahwa para filsuf yang mengatakan keharusan berbuat adil tersebut menerima wahyu.

Itu juga yang gw maksud dengan ulangan:18. Hanya karena ayat tersebut "diduga meramalkan" keberadaan Muhammad SAW, tidak bisa dibuktikan bahwa ramalan tersebut adalah wahyu dari Tuhan. Karena menurut muslim, wahyu hanya diberikan kepada para nabi. Kalau ulangan:18 bukan berasal dari Musa, berarti ayat itu bukan wahyu.

SEMUA WAHYU PASTI BENAR.
TAPI...
TIDAK SEMUA YANG BENAR ADALAH WAHYU.

Bro patah, terimakasih atas respon anda yang dapat melihat bahwa premis-premis dari logic form yang membentuk sebuah argument meskipun itu valid, tetap harus diuji. Bahwa sebuah argument dalam diskursus logika tidak cukup dibela atau dipaksa diterima sebagai kebenaran hanya dengan kontra argument "tuhan maha kuasa absolut" :lol:

Mengomentari yang anda garis bawahi, pihak yang menganggapnya "kebetulan cocok" pelakunya bukanlah opponent islam. Justru muslim yang cukup terpelajar sampai membuat buku tentang nubuatan kenabian muhammad telah diprediksikan dalam keyakinan lain lah pelakunya. Dengan demikian, umat islam yang ingin menyangkal premis 1.1 dan 2.1 harus meninggalkan klaim mereka bahwa ulangan 18 memprediksi kedatangan muhammad. Masalah dengan pendekatan ini adalah bahwa nubuat utusan seperti musa yang akan datang seperti yang tertulis dalam ulangan 18, adalah salah satu ayat yang tersisa bagi umat islam (terlepas dari bukti) dalam meletakkan keyakinan mereka akan kebenaran kenabian universal muhammad.

Tetapi jika ulangan 18 bukanlah ayat yang dimaksud muslim yang mengandung nubuatan jelas tentang muhammad pun, seperti yang anda klaim, maka muhammad adalah tetap nabi palsu, karena islam mengklaim (dalam Al-Qur'an 7:157) Bahwa kitab suci Yahudi (taurat) dan Kristen (injil) berisikan nubuat-nubuat kedatangannya sementara taurat dan injil yang dimaksud tidak jelas keberadaannya. Jadi agak terbalik bila anda meminta pihak yahudi dan Kristen yang memiliki beban pembuktian akan taurat atau injil yang asli, justru anda dan semua muslimlah yang wajib menunjukkan taurat dan injil mana yang dimaksudkan dalam quran 7:157 yang mengakui disana tertulis nubuat tentang kedatangan nabi anda, karena bila taurat dan injil yang menurut anda asli itu tidak ada, maka quran anda telah berbohong menyampaikan wahyu palsu akan kenabian muhammad tertulis dalam taurat atau injil. Wahyu palsu tentu membuat penerima wahyunya menjadi nabi palsu bukan? So, tugas anda menunjukkan pada kita taurat dan injil yang asli seperti yang dimaksudkan quran 7:157. Muhammad tetap nabi palsu sampai taurat dan injil asli sesuai quran 7:157 itu bisa ditemukan.
Mirror 1: APAKAH BISA DIBUKTIKAN BAHWA TAURAT YANG ADA SEKARANG MERUPAKAN PENYAMPAIAN LANG
Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 01, 2014 9:35 am
by kuisa
Muslim, tidak pernah bersandar diluar apa yang telah diwariskan Rasulullah SAW, ialah AlQuran dan Sunnah, jika ada yang mengutip atau menguatkan dengan referensi selain keduanya, hanyalah dalam rangka khasanah keilmuan semata. :goodman:

QS 7:157 hanya salah satu informasi saja selain informasi2 lainnya tentang kitab terdahulu, ada informasi ttg kepada siapa kitab2 diturunkan, ada informasi ttg bagaimana kitab2 terdahulu dipalsukan dll.

Btw, nubuat kenabian tidak hanya di ulangan 18, oleh mereka yang cukup rajin mencari, ada juga di beberapa tempat yang lain, tentu saja prinsip pertama adalah cocok2an, baru kemudian benar cocok atau tidak, walaupun demikian tidak pernah dijadikan sandaran kebenaran. Kalau ada yang berminat saya bisa tampilkan beberapa.

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 01, 2014 10:44 am
by Patah Salero
rahimii wrote:Mengomentari yang anda garis bawahi, pihak yang menganggapnya "kebetulan cocok" pelakunya bukanlah opponent islam. Justru muslim yang cukup terpelajar sampai membuat buku tentang nubuatan kenabian muhammad telah diprediksikan dalam keyakinan lain lah pelakunya. Dengan demikian, umat islam yang ingin menyangkal premis 1.1 dan 2.1 harus meninggalkan klaim mereka bahwa ulangan 18 memprediksi kedatangan muhammad. Masalah dengan pendekatan ini adalah bahwa nubuat utusan seperti musa yang akan datang seperti yang tertulis dalam ulangan 18, adalah salah satu ayat yang tersisa bagi umat islam (terlepas dari bukti) dalam meletakkan keyakinan mereka akan kebenaran kenabian universal muhammad.

loe jangan menganggap semua muslim sama. Gw orang yang gak peduli sama ilmu perbandingan agama. Meskipun demikian, gw menghargai muuslim lain seperti kuisa yang punya minat terhadap agama lain. Meskipun berbeda, tapi ada kesamaan mendasar, yaitu : SETIAP MUSLIM TIDAK AKAN MENGAMBIL DASAR HUKUM DILUAR QURAN DAN SUNNAH.

rahimii wrote:Tetapi jika ulangan 18 bukanlah ayat yang dimaksud muslim yang mengandung nubuatan jelas tentang muhammad pun, seperti yang anda klaim, maka muhammad adalah tetap nabi palsu, karena islam mengklaim (dalam Al-Qur'an 7:157) Bahwa kitab suci Yahudi (taurat) dan Kristen (injil) berisikan nubuat-nubuat kedatangannya sementara taurat dan injil yang dimaksud tidak jelas keberadaannya. Jadi agak terbalik bila anda meminta pihak yahudi dan Kristen yang memiliki beban pembuktian akan taurat atau injil yang asli, justru anda dan semua muslimlah yang wajib menunjukkan taurat dan injil mana yang dimaksudkan dalam quran 7:157 yang mengakui disana tertulis nubuat tentang kedatangan nabi anda, karena bila taurat dan injil yang menurut anda asli itu tidak ada, maka quran anda telah berbohong menyampaikan wahyu palsu akan kenabian muhammad tertulis dalam taurat atau injil. Wahyu palsu tentu membuat penerima wahyunya menjadi nabi palsu bukan? So, tugas anda menunjukkan pada kita taurat dan injil yang asli seperti yang dimaksudkan quran 7:157. Muhammad tetap nabi palsu sampai taurat dan injil asli sesuai quran 7:157 itu bisa ditemukan.

Ini agak lucu. elo yang bikin trit. elo yang bikin statemen pertama. koq para tamu yang loe minta mengajukan dalil.
Apa loe mau terima kalo misalnya ada atheis yang mengatakan bahwa bible adalah kitab takhayul karena tidak ada bukti arkeologis apapun yang membuktikan bahwa ada sosok yang bernama Abraham, Ishak atau Ya'kub dalam sejarah manusia.

kenapa cara berfikir loe itu lucu ?? karena Tidak adanya bukti atas sesuatu bukan merupakan bukti bahwa sesuatu itu tidak ada.
Quran menyatakan bahwa taurat dan injil memberi bukti kerasulan Muhammad SAW. Dan gw BERIMAN kepada pernyataan tersebut. Sama seperti gw beriman akan adanya keberadaan Adam, Nuh Ibrahim, Musa dan lain-lain, meskipun TIDAK ADA SATUPUN BUKTI ILMIAH YANG MEYAKINKAN TENTANG KEBERADAAN MEREKA.

Kalo loe menganggap apa yang gw imani salah, maka loe yang harus menunjukkan bukti kesalahannya dimana.

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 01, 2014 11:53 am
by duren
Patah Salero wrote:Cuman, apa ada bukti bahwa teks yang diakui kebenarannya saat itu masih eksis saat ini ??

Cmon ... naskah dari jaman sebelum Jesus lahir juga ada (naskah laut mati ) .
NTAH LAH klo nte berkeras minta Taurat asli berupa rekaman suara Musa kekeke
Mirror 1: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 01, 2014 2:15 pm
by kuisa
Naskah laut mati masih berselisih 14abad dengan jaman Musa AS,... just inpo

Re: SILOGISME MODUS PONENS - MUHAMMAD NABI PALSU

PostPosted: Wed Oct 01, 2014 4:44 pm
by duren
kuisa otak dengkul nan tiarap wrote:Naskah laut mati masih berselisih 14abad dengan jaman Musa AS,...

Ga ada urusan
Poinnya adalah Taurat yg diakui Alloh pada saat nurunkan Quran di abad ke 7
Patah Salero wrote:Cuman, apa ada bukti bahwa teks yang diakui kebenarannya ‏‎
saat itu‏‎
masih eksis saat ini ??

Tuh sinkronkan mata dengan otak mu tuk memahami kata " SAAT ITU "
kuisa otak dengkul nan tiarap wrote:just inpo

Cepett lah antar kelaut inpo mu kekeke
Mirror 1: saat itu‏‎
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir