Page 1 of 1

Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas'ud

PostPosted: Sat May 03, 2014 8:21 pm
by duren
Saya termasuk tidak mendalami masalah pembantaian bani Quraidzah .... saat riset tentang itu saya menemukan tulisan berikut di republika :

Silahkan nilai sendiri PAHLAWAN Islam ini :

Kisah Sahabat Nabi: Nu'aim bin Mas'ud, Pemecah Belah Pasukan Ahzab


    Pada masa mudanya, Nu’aim bin Mas’ud adalah seorang yang mahir dalam segala bidang. Ia terlahir dari sebuah keluarga saudagar yang cukup makmur di Nejed, kota kecil di pinggiran Makkah.

    Nu'aim terlahir sebagai seorang suku Ghathafan dari keluarga yang terpandang. Di usia muda, ia cukup sering berdagang dari Makkah ke Madinah. Namun, dari kegiatan itulah ia pun menjadi tahu akan hal-hal yang menyangkut kemaksiatan dan kesenangan di kota itu.

    Dengan pemahamannya yang cukup akan kesenangan yang ditawarkan Madinah, ia menjadi seorang yang cukup sering pergi ke kota itu demi mencari kesenangan dunia yang ditawarkan oleh kaum Yahudi di sana, terutama Bani Quraizhah. Oleh sebab itu, ia sangat dikenal oleh orang-orang di Madinah. Dan mereka pun menyukai Nu'aim.

    Pada saat itu, Nu’aim tidak ambil pusing dengan dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Saat Rasulullah dan para sahabatnya memulai hijrah ke Madinah, barulah Nu’aim merasa terganggu dan terusik.

    Ketika kaum Yahudi Bani Nadhir—yakni kaum Yahudi dari sekitar Madinah—mulai bergerak dan memprovokasi kaum Quraisy di Makkah dan di Nejed untuk memerangi Rasulullah dan pengikutnya di Madinah, dengan segera bani Ghathafan di Nejed menyambut baik usulan tersebut.

    Saat itu, Nu’aim termasuk salah satu tokoh Bani Ghathafan yang ikut dalam pasukan Bani Ghathafan di bawah kepemimpinan Uyaynah bin Hishn Al-Ghethfan. Selain membujuk kaum Quraisy di Makkah dan Bani Ghathafan di Nejed, para Yahudi Bani Nadhir juga mengompori suku Yahudi yang tinggal di Madinah, yakni Bani Quraidzah.

    Saat itu Bani Quraidzah menolak usulan Bani Nadhir, karena mereka terikat perjanjian damai dengan kaum Muslimin. Namun, para pemimpin Bani Nadhir pandai merayu Bani Quraizhah agar membatalkan perjanjian tersebut secara sepihak. "Kali ini Muhammad pasti kalah," kata mereka. Bani Quraizhah pun manut saja.

    Berita tentang datangnya ribuan pasukan dari arah Makkah dan tentang pemutusan perjanjian sepihak oleh Bani Quraidzah segera terdengar dengan cepat ke Madinah. Orang-orang munafik yang berada di tengah-tengah kaum Muslimin mulai membuka kedok.

    Banyak dari mereka dengan terang-terangan meninggalkan Madinah dengan alasan takut akan hal buruk yang tiba-tiba menimpa keluarga mereka jika mendadak Bani Quraidzah menyerang. Sampai saat itu, jumlah kaum Muslimin yang siap mempertahankan Kota Madinah hanya sekitar 900 orang prajurit.

    Sampai pada suatu malam, setelah kira-kira 20 hari dalam pengepungan, Rasulullah saw berdoa, mengadu kepada Allah dengan sungguh-sungguh. “Ya Allah, aku memohon pertolongan-Mu sesuai dengan apa yang Engkau Janjikan.”

    Sementara itu, jauh dari tempat Nabi saw bermunajat, seorang tokoh Bani Ghathafan, Nu’aim bin Mas’ud, tengah berbaring dalam tendanya dengan gelisah. Ia merasa apa yang dilakukannya adalah suatu kebenaran. Namun, dalam hatinya ia merasa bersalah.

    "Sungguh, alangkah bodohnya diriku. Selama ini, hidupku dipenuhi dengan kesenangan yang menipu dan kegembiraan sesaat. Namun, mengapa kini aku melawan Muhammad yang katanya bisa mengajarkan kehidupan yang dipenuhi ketenteraman yang abadi? Bukankah aku tetap tidak ingin kembali ke kehidupanku yang sebelumnya?” Nu'aim mendapat hidayah Allah SWT.

    Malam itu juga, ia memacu kudanya dan menuju ke dekat kota Madinah. Sesampainya di sana, ia meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah saw bukan sebagai musuh.

    Ketika Rasulullah melihatnya Nu'aim berdiri di hadapannya, beliau bertanya, "Engkau Nu'aim bin Mas'ud?"

    "Betul, wahai Rasulullah," jawab Nu'aim.

    "Apa yang mendorongmu datang ke sini pada saat seperti ini?" tanya beliau.

    "Aku datang untuk menyatakan pengakuanku. Tidak ada Tuhan selain Allah dan seusungguhnya engkau adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku mengakui agama yang engkau bawa sesungguhnya benar," jawab Nu'aim sungguh-sungguh.

    Kemudian ia melanjutkan kata-katanya, "Wahai Rasulullah, sungguh aku telah benar-benar masuk Islam. Dan kaumku tidak mengetahui bahwa aku telah masuk Islam. Perintahkanlah kepadaku perintah apa saja yang dapat aku laksanakan!"

    Rasulullah menjawab, "Engkau hanya seorang dari pihak kami, kembalilah kepada kaummu! Dan jika kamu sanggup, takut-takutilah mereka bahwa sesungguhnya mereka lemah dan kami kuat. Sesungguhnya perang itu adalah tipu daya.” ( duren : Tak kirain Muhammad minta tolong sama Awlloh :green: )

    “Saya siap, wahai Rasulullah. Insya Allah engkau akan segera melihat sesuatu yang menggembirakan,” janji Nu’aim.

    Setelah itu, Nu’aim segera berangkat menuju ke kubu Bani Quraidzah, yang telah menjadi sahabat baiknya sampai saat ini. Ia berhasil meyakinkan mereka untuk tidak dalam pertempuran melawan Rasulullah SAW.

    "Jangan kalian bantu mereka (Quraiys) memerangi Muhammad sebelum kalian minta jaminan kepada kedua sekutu kalian itu, yakni pemuka-pemuka atau bangsawan-bangsawan terpandang dari mereka sebagai jaminan atas peperangan ini. Sampai kalian memenangkan peperangan ini dan menguasai negeri ini, atau kalian mati bersama-sama dengan mereka,” saran Nu’aim. Bani Quraizhah pun menerima saran itu.

    Setelah itu, Nu’aim segera beranjak menuju kubu Quraisy dan Ghathafan di luar Kota Madinah. Ia segera menemui pimpinan Quraisy, Abu Sufyan bin Harb, yang saat itu dikelilingi para pembesar Quraiys. Ia berhasil merayu mereka agar tidak melanjutkan serangan bersama. Nu'aim mengatakan bahwa Bani Quraizhah menyesal memutusan perjanjian dengan Muhammad SAW, dan malah mereka akan membantu Rasulullah menghadapi pasukan Ahzab.

    Mendengar penjelasan Nu'aim, Abu Sufyan berkata, “Kau adalah sekutu kami yang baik. Semoga kamu mendapat balasan yang baik pula.”

    Hal yang sama dilakukan juga oleh Nu’aim kepada Kaumnya, yakni Bani Ghathafan. Dan setelah yakin bahwa Pasukan Ahzab tidak akan melancarkan serangan apa pun kepada kaum Muslimin. Diam-diam Nu’aim pergi ke Madinah dan bergabung dengan pasukan Rasulullah.


    Sementara itu, datanglah pertolongan Allah yang dijanjikan kepada Nabi-Nya, berupa badai pasir yang meluluh-lantakkan tenda-tenda danmenakut-nakuti hewan tunggangan kaum Quraisy. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menghentikan pengepungan dan kabur ke negeri masing-masing dengan kekalahan yang memalukan. ( duren : Nanggung amat , kok ga sekalian aja si Awlloh meniru aksi Musa ... misalnya dengan membelah gurun pasir . Mosok cuma nakut nakutin unta :rolling: )

    “Dan Allah mengusir orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al-Ahzab: 25).

    Demikianlah, strategi yang dilancarkan Nu’aim membuahkan hasil seperti yang diperkirakannya. Semenjak itu, Nu’aim bin Mas’ud menjadi Muslim yang taat dan pulang ke negerinya (Ghathafan) dan mulai berdakwah di sana.

    Banyak orang-orang Ghathafan yang akhirnya masuk Islam setelah mendengar dakwah Nu’aim. Dan menjelang penaklukan Makkah, Nu’aim dengan segera berbaiat dan mengajukan pasukan dari Bani Ghathafan di bawah komandonya untuk mengabdi kepada Rasulullah dan membantu menaklukkan Kota Makkah.


Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas'ud


Mirror 1: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas'ud
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Sun May 04, 2014 12:37 pm
by JANGAN GITU AH
Dari judulnya saja sudah terang Nu'aim MEMECAH BELAH...eh tiba-tiba nongol satu klaim Allah swt menolong pasukan Mumad dengan badai pasir... :lol: Asli koplak!

entuh ada di bukunya Hisyam koq. :finga:

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Tue May 06, 2014 10:16 pm
by duren
JANGAN GITU AH wrote:Dari judulnya saja sudah terang Nu'aim MEMECAH BELAH..

Saya pernah mengeluh berat karena overestimate terhadap PENGETAHUAN MUSLIM akan PL .
Saat debat penaklukan ibukota Persia oleh pasukan muslim ... si CS mengatakan bahwa menggali terowongan dari bawah sungai adalah KEAJAIBAN dari Tuhan ... mungkin dia ga pernah baca PL bahwa laut aja dibelah jahudi :green:

Bagi muslim , kisah diatas SUDAH OKE BANGET , SUDAH SAKTI BANGET AWLLOH NYA ... kedatangan " KARUNIA" seorang PENGHIANAT -" sang pahlawan " Nu'aim bin Masuntuk menolong Muhammad sudah dianggap CARA pertolongan yang LUMRAH dari Tuhan


@ Angky
Kira kira ada ga kisah nabi jahudi DIBERKAHI penolong seorang penghianat

Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas
Mirror 1: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas
Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Wed May 07, 2014 7:28 pm
by swatantre
Penipuan (makar, tipu daya), pengkhianatan, pendustaan, kemunafikan.. itu adalah cara2 lumrah, alamiah, sekaligus berkah dan kurnia dalam islam.... begitulah kalo ajaran sampah dijadiin agama...

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Mon Sep 29, 2014 3:48 pm
by duren
Kuisaaa aa
Kemarilah dikaw , baca baek baek saat Muhammad MENGAJARKAN taqia

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Mon Sep 29, 2014 4:57 pm
by kuisa
duren wrote:Kuisaaa aa
Kemarilah dikaw , baca baek baek saat Muhammad MENGAJARKAN taqia

ada masalah apa? :-k

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Mon Sep 29, 2014 9:02 pm
by Captain Pancasila
itu kan ajaran kasih! coba kalau nggak pake begituan, jumlah korban yang jatuh pasti akan lebih banyak! :goodman:

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Mon Sep 29, 2014 9:36 pm
by duren
Captain Pancasila wrote:itu kan ajaran kasih! coba kalau nggak pake begituan, jumlah korban yang jatuh pasti akan lebih banyak! :goodman:

Hmm ... artinya bila Muhammad mengasihimu MAKA siapkanlah leher mu digorok Muhammad
Mirror 1: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas

PostPosted: Mon Sep 29, 2014 11:03 pm
by gema
Sementara itu, datanglah pertolongan Allah yang dijanjikan kepada Nabi-Nya, berupa badai pasir yang meluluh-lantakkan tenda-tenda danmenakut-nakuti hewan tunggangan kaum Quraisy.


Kenafa si olloh kagak sigaf dan tanggaf menolong si mamad saat mau diracun yaa..? :-k
Mirror 1: Dari Pembantaian Quraidzah : si pahlawan Nu'aim bin Mas'ud
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir