.

Org Buta Huruf Tdk Bisa Melafal Disuruh Baca Tanpa Teks

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Org Buta Huruf Tdk Bisa Melafal Disuruh Baca Tanpa Teks

Postby NoMind » Thu Sep 15, 2005 10:15 pm

Dalam riwayat turunnya ayat Al Quran yang pertama di gua hira diceritakan bahwa Muhammad bertemu dengan malaikat Jibril yang mencekiknya sambil menyuruhnya membaca atau melafalkan sebanyak tiga kali. Riwayat tsb bisa kita baca dalam Hadist berikut:

Sahih Bukhari. Volume 1, Book 1, Number 3:

Narrated 'Aisha:

.......................................................... ......

The Prophet added, "The angel caught me (forcefully) and pressed me so hard that I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read and I replied, 'I do not know how to read.' Thereupon he caught me again and pressed me a second time till I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read but again I replied, 'I do not know how to read (or what shall I read)?' Thereupon he caught me for the third time and pressed me, and then released me and said, 'Read in the name of your Lord, who has created (all that exists) has created man from a clot. Read! And your Lord is the Most Generous."

................................................................. .


Terjemahan NoMind:

Diriwayatkan oleh Aisha:

........................................................... .....

Nabi menambahkan, "Malaikat itu menangkap saya (secara paksa) dan menekan saya sangat kuat sehingga saya tidak dapat menahannya lagi. Dia kemudian melepaskan saya dan kemudian menyuruh saya lagi untuk membaca dan saya menjawab, "Saya tidak tahu bagaimana membaca". Oleh karena itu dia menangkap saya lagi dan menekan saya untuk yang kedua kalinya sampai saya tidak tahan lagi. Dia kemudian melepaskan saya dan kemudian menyuruh saya lagi untuk membaca tetapi saya menjawab lagi, "Saya tidak tahu bagaimana membaca (atau apa yang seharusnya saya baca?)". Oleh karena itu dia menangkap saya lagi untuk yang ketiga kalinya dan menekan saya, dan kemudian melepaskan saya dan berkata, "Bacalah dengan nama Allahmu, yang telah menciptakan (segala yang ada) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca! Dan Allahmu adalah yang Maha Pemurah."

........................................................ ..........



Ada yang beberapa hal kurang beres di sini.

Pertama, jika memang Muhammad yang buta huruf seperti yang selama ini diketahui dan diklaim oleh umat Islam, mengapa Jibril masih ngotot dengan cara yang kasar dan memaksakan untuk menyuruh Muhammad membaca sampai tiga kali? Apa yang mau di baca, wong Muhammad buta huruf (katanya)! Apakah Allah dan Jibril tidak tahu kalo Muhammad buta huruf?

Kedua, jika Jibril menyuruh Muhammad membaca dengan cara paksa sampai tiga kali berarti ada teks yang disuguhkan oleh Jibril kepada Muhammad untuk di baca. Kalo tidak ada berarti Jibril sudah kelewatan, suruh orang baca tetapi tidak memperlihatkan teks untuk di baca, pake paksa lagi. Aneh sekali. Terus teks aslinya ke manah tuh?

Ketiga, jika yang dimaksud ternyata bukan membaca tetapi melafalkan, apakah seorang dewasa yang lancar berbahasa tidak bisa melafalkan? Dan mengapa Muhammad harus menjawab saya tidak tahu cara membaca padahal di suruh melafalkan?


Jelas ada yang tidak mengatakan dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi di gua hira. Apakah Jibril yang edan menyuruh orang buta huruf membaca tanpa teks dengan cara paksa sampai tiga kali, atau Muhammad yang berbohong yang disuruh melafalkan tetapi menjawab tidak bisa membaca? Di utak-atik gimanapun tetap saja tidak klop. Ada yang janggal di sini. Mohon pencerahan.


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby Romo.FX » Tue Oct 11, 2005 9:44 pm

Dear Mr. NoMind yang terhormat.

1. Jibril melaksanakan perintah Allah, dalam hal ini sebagai malaikat maka Jibril melaksanakan perintah dengan taat. Ketika itu Jibril tidak mengetahui bahwa Nabi Muhammad buta huruf, karena Jibril hanya diperintahkan membawa tulisan dari Allah untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad dengan cara dilafalkan oleh Nabi Muhammad.
Analoginya begini, apakah seandainya seorang NoMind semua malaikat akan tahu perbuatan anda? Tidak bukan, karena yang mencatat perbuatan baik maupun perbuatan buruk anda adalah malaikat yang sudah ditentukan.

2. Pada saat itu ditampakkan teks asli dari surah Al-A'laa ayat 1 s/d 5 kemudian setelah Jibril selesai menyampaikan wahyu tersebut teks itu dibawa lagi ke langit oleh Jibril. Karena kita sudah tahu bahwasanya Al-Qur'an adalah Wahyu yang diturunkan secara bertahap dan melalui suara dari Malaikat Jibril ataupun dari Allah. Kemudian Al-Qur'an dibukukan ketika zaman khalifah Umar.

3. Karena Nabi Muhammad tidak bisa membaca tulisan yang diperlihatkan oleh Jibril maka dari itu setelah 3 (tiga) kali diminta Jibril untuk membacanya, kemudian Jibril melafalkan ayat tersebut yang didengar oleh Nabi Muhammad.

Demikian informasi dari saya.
Romo.FX
 
Posts: 22
Joined: Sun Oct 09, 2005 6:50 am

Postby gatotkaca » Sun Oct 16, 2005 5:13 pm

Bagi umat non muslim sebenarnya wahyu atau firman Allah merupakan panduan ajaran kebaikan yang intinya memberikan hidayah kepada manusia agar ia bisa mengenal Tuhannya dan berbuat baik kepada sesamanya. Kebanyakan wahyu Allah ini diberikan melalui pengajaran, perlakuan sang Guru selama hidup yang dapat menjadi suri tauladan para umatnya. Kisah pencatatan dilakukan oleh para saksi mata jaman Sang Guru masih hidup.

Nah untuk agama Islam kelihatannya lain dari pada yang lain, semua surat2 wahyu Allah diturunkan lansung oleh Malaikat Jibril ke Muhammad, dan hanya Muhammad yang tahu mana yang salah dan yang benar dari setiap kata dan titik yang disampaikan oleh Malaikat Jibril.

Tapi kenyataannya proses ajaib ini sering diperdebatkan, karena sudah banyak timbul pertentangan disana sini. Isi dan makna Al Qur'an yang seharusnya menjadi firman Allah yang hidup yang katanya lansung dari Allah ternyata banyak menyisahkan silang pendapat dan berbuah untuk melakukan tindakan anarkis dan kekerasan.

Saya cuma berpikir sederhana sebagai manusia kenapa justru pada jaman nabi Muhammad masih hidup, justru sering menghalalkan segala cara misalnya membunuh, dan menurut Muhammad bahwa semua itu asalnya dari Allah Yang Maha Rahim dan Penyayang.

Jika Muhammad seorang yang mempunyai iman dan kenabian yang tinggi, apakah tidak bisa melawan hawa nafsunya sedikit aja untuk tidak membunuh orang yang bersebrangan dengan pemikirannya ? Menciptakan permusuhan yang terjadi sampai sekarang ini?

Allah menciptakan segala bangsa yang berbeda dimuka bumi ini bukan untuk saling membenci tapi untuk saling mengasihi satu sama lainnya.
gatotkaca
 
Posts: 60
Joined: Thu Oct 13, 2005 5:07 am

Postby dago » Sun Oct 23, 2005 12:02 pm

Diriwayatkan oleh Aisha:

........................................................... .....

Nabi menambahkan, "Malaikat itu menangkap saya (secara paksa) dan menekan saya sangat kuat sehingga saya tidak dapat menahannya lagi. Dia kemudian melepaskan saya dan kemudian menyuruh saya lagi untuk membaca dan saya menjawab, "Saya tidak tahu bagaimana membaca". Oleh karena itu dia menangkap saya lagi dan menekan saya untuk yang kedua kalinya sampai saya tidak tahan lagi. Dia kemudian melepaskan saya dan kemudian menyuruh saya lagi untuk membaca tetapi saya menjawab lagi, "Saya tidak tahu bagaimana membaca (atau apa yang seharusnya saya baca?)". Oleh karena itu dia menangkap saya lagi untuk yang ketiga kalinya dan menekan saya, dan kemudian melepaskan saya dan berkata, "Bacalah dengan nama Allahmu, yang telah menciptakan (segala yang ada) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca! Dan Allahmu adalah yang Maha Pemurah."


Malaikat Tuhan tak pernah memaksa dan kehadirannya tidaklah menakutkan.
Konklusiku
1. Malaikat itu bukanlah Jibril melainkan Iblis yang nyaru malaikat.
2. pemaksaan physic adalah process pemasukan(possession) oleh roh asing, dengan mengsuppress roh hostnya dalam hal ini rohnya Muhammad.
3. Akibatnya, roh gelap menguasainya, sehingga dia bisa mendengar suara instruksi roh gelap yang kini memposess Muhammad. Demikian juga roh itu dapat memperlihatkan apa saja pada Muhammad antara lain melihat jinn2 yang mana dia jadi ketakutan, Halusinasi yang besar adalah kisah Miraj.
Dengan kata lain roh yang aktip didalam hdup Muhammad bukanlah rohnya. Roh yang mempossessed Muhammad baru pergi setelah kena uji oleh wanita Yahudi yang meracuni makanannya. Menurut wanita Yahudi makanan berajun adalah test apakah Muhammad itu benar2 seorang nabi.

Pada saat sekaratnya dia menjadi sadar akan reality karena doa2nya untuk kesembuhan tak terkabul, sehingga dia minta ampun pada Allah.
Dan minta dihubungi kepada sahabatnya yang maha tinggi. Saya rasa dia minta ketemu sama "Jibril". yang kini sudah keluar dari badannya.

Ini terbukti Jibril itu adalah malaikat palsu.

---
User avatar
dago
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby abdulah » Mon Oct 24, 2005 12:22 am

Silahkan mengadakan penilaian sendiri , apakah ayat-ayat yang berasal dari Alquran dibawah ini adalah perintah Aulloh kepada Malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Muhammad , ataukah berasal dari Iblis/Setan yang berbicara kepada Muhammad di Gua Hira , ataupun mungkin Muhammad itu sendiri adalah Setannya ??!

Quran 19:83
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?


Quran 4:36
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

QS At Taubah ayat 123
" hai orang orang beriman, perangilah orang orang kafir yang disekitar kamu itu ... "

Quran 9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Ini Aulloh atau preman - red).

QS Al Furqon ayat 52
" Maka janganlah kamu mengikuti orang orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur'an dengan jihad yang besar "

QS Al-Anfal ayat 39
" dan perangilan mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata mata bagi Allah "

QS At-Taubah ayat 5
" Apabila habis bulan bulan haram itu, maka bunuhlah orang orang musyirikin itu dimana saja kamu jumpai mereka dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian... "

Ingat, Aulloh membenci mereka yang tidak berjihad.

QS Annisaa ayat 95
" Tidaklah sama antara mu'min yang duduk ( yang tidak turut berperang ) yang tidak mempunyai uzur dengan orang yang berjihad dijalan Allah.... "

Suka atau tidak suka, merasa berat atau merasa ringan, kamu harus berjihad atau siksa yang pedih dari Aulloh akan kamu terima.Ingat, bukan hanya dirimu tapi hartamu juga harus kamu sertakan dalam Jihad.

QS At Taubah ayat 38
" Hai orang orang yang beriman apakah sebabnya apa bila dikatakan kepadamu : Berperanglah ( untuk berperang ) pada jalan Aulloh" kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu ?. Apakah kamu puas dengan kehidupan didunia ini sebagai ganti kehidupan diakhirat ? Padahal keni'matan didunia ini ( dibandingkan dengan keni'matan ) diakhirat hanyalah sedikit."

QS At Taubah ayat 39
" Jika kamu tidak berangkat untuk berperang niscaya Aulloh akan menyiksa kamu dengan siksa yang pedih ... "

QS At Taubah ayat 41
" Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat dengan harta dan dirimu ...."

Ingat kamu tidak boleh lemah lembut.

QS Annisaa ayat 104
" janganlah kamu lemah lembut dalam mengejar mereka ( musuhmu )

Harus bersikap keras terhadap mereka

QS At Taubah ayat 73
" Hai nabi berjihadlah ( melawan ) orang orang kafir dan orang orang munafik itu dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka jahanam...
Tapi Aulloh juga tidak senang yang melampaui batas seolah ingin menandingi Aulloh.
Karena itulah Aulloh menurunkan ayat ini agar kamu jangan melampaui batas ingin menandingi Aulloh.

QS Al Baqarah ayat190
" Perangilah dijalan Aulloh yang memerangi kamu ( tetapi ) janganlah kamu melampaui batas .... "

QS Al Anfaal ayat 12
" ... kelak akan Aku jatuhkan ketakutan kedalam hati orang orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap tiap ujung jari mereka."

QS Al Anfaal ayat 14
" .... maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang orang yang kafir itu ada ( lagi ) azab neraka. Aulloh yang membinasakan dan melemparkan mereka untuk kemenangan orang Mu'min."

QS Al Anfaal ayat 17
" Maka sebenarnya bukan kamu yang membunuh mereka akan tetapi Aullohlah yang membunuh mereka, ..."

Diatas adalah sebagian kecil ayat-ayat yang penuh dengan perintah Jihad , perang , bunuh , ancaman , dlsb. dimana kekerasan sangat menonjol , belum lagi ayat-ayat mengenai rampasan/pampasan perang , budak , polygami , gender dlsb...............

Aulloh ?? Jibril?? Iblis?? atau Muhammad yang shychotic ???!!!



"HUMANISME SEJATI ADALAH KETERLIBATAN YANG RADIKAL DENGAN MANUSIA , DALAM DAN KONKRET" (Paulo Freire).
abdulah
 
Posts: 764
Joined: Sun Oct 23, 2005 12:05 am

Postby dago » Mon Oct 24, 2005 8:31 am

Ayat2 tersebut adalah product roh yang mempossessed Muhammad.

2 Corinthians 11:14
And no wonder, for Satan himself masquerades as an angel of light.

[1 John 4:1
Dear friends, do not believe everyone who claims to speak by the Spirit.
You must test them to see if the spirit they have comes from God.
For there are many false prophets in the world.

John 10:10
The thief(devil) comes only to steal and kill and destroy. I came that they may have life and have it abundantly.
User avatar
dago
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby Moderator 3 » Mon Oct 24, 2005 5:48 pm

Dago, anda sudah diperingatkan berkali2 masih bandel juga yah ? Tolong kasih jawaban yang tidak OOT.
Moderator 3
 
Posts: 572
Images: 1
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:53 pm

Postby dago » Tue Oct 25, 2005 10:38 am

moderator3
Dago, anda sudah diperingatkan berkali2 masih bandel juga yah ? Tolong kasih jawaban yang tidak OOT.


Sorry mod3, But saya lihat tak ada secular/atheist yang tidak me-rebut muslims netter yang ngaco terus.
Disinilah adanya delema antara pihak yang percaya pada spirit (agama) dan yang tidak percaya akan spirit ( atheist, agnostic ).
So it is like paralel line that never meet.

Seperti misalnya perbebatan antara socialism and kapitalism.
Both are two ideology of wellfare which has different starting point.

Jadi menurut saya islam hanya bisa di rebut, in its own game, yaitu spiritual teaching yang berdasarkan moral dan spiritual end.

Ayat2 Injil yang saya kutipkan adalah senjata rebutal yang mengena pada basic bukti siapakah Muhammad and islam and godnya.
User avatar
dago
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby NoMind » Wed Oct 26, 2005 9:59 am

ali18115 wrote:Muslimin dan muslimat yang dihormati;

Kita lihat lagi topik thread ini yang dimulakan oleh si kafir :

"Org Buta Huruf Tdk Bisa Melafal Disuruh Baca Tanpa Teks"

Mungkin juga orang2 kafir merasakan aneh akan ada orang buta huruf yang bisa menghafal tanpa teks. Tetapi saya percaya kamu tidak berpendapat begitu kerana terdapat bukan saja orang yang buta huruf tetapi banyak saudara2 Islam kita yang buta mata tetapi berkeupayaan menghafal seluruh Al-Quran.

Yang membingungkan adalah kalo memang benar Jibril menyuruh Muhammad membaca (Al Quran), berarti Al Quran dalam bentuk tertulis sudah ada di tangan Jibril. Nah, yang menjadi pertanyaan ke mana teks Al Quran aslinya (kalo memang ada) si Jibril? Kalo tidak ada teksnya berarti Jibril memang edan. Masa suruh baca tanpa teks atau sesuatu yang tertulis?

Kalo si Jibril menyuruh Muhammad mengulagi atau mengikuti apa yang dibacakan atau dilafalkan Jibril tentu masih bisa diterima. Kalo cuman mengulangi apa yang dibacakan atau dilafalkan Jibril, jangankan orang buta huruf, burung beo pun bisa. Tetapi mengapa Muhammad yang sudah dewasa tidak bisa mengikuti/melafal malahan menjawab saya tidak bisa membaca?

Kagak masuk akal kan?


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby dago » Thu Oct 27, 2005 6:41 am

ExcuseMe
Excuse Me..... OOT

What has this got to do with buta huruf?



Well baca lagi tulisan NoMind;
Kalo si Jibril menyuruh Muhammad mengulagi atau mengikuti apa yang dibacakan atau dilafalkan Jibril tentu masih bisa diterima. Kalo cuman mengulangi apa yang dibacakan atau dilafalkan Jibril, jangankan orang buta huruf, burung beo pun bisa. Tetapi mengapa Muhammad yang sudah dewasa tidak bisa mengikuti/melafal malahan menjawab saya tidak bisa membaca


So komenmu seharusnya ditujukan pada MUHAMMAD bukan pada NoMind
Ternyata Muhammad **** atau siJibril memperlihatkan text Quran.
You like in the dream.
:lol:
User avatar
dago
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby ExcuseMe » Thu Oct 27, 2005 3:48 pm

dago wrote:ExcuseMe
Excuse Me..... OOT

What has this got to do with buta huruf?



Well baca lagi tulisan NoMind;
Kalo si Jibril menyuruh Muhammad mengulagi atau mengikuti apa yang dibacakan atau dilafalkan Jibril tentu masih bisa diterima. Kalo cuman mengulangi apa yang dibacakan atau dilafalkan Jibril, jangankan orang buta huruf, burung beo pun bisa. Tetapi mengapa Muhammad yang sudah dewasa tidak bisa mengikuti/melafal malahan menjawab saya tidak bisa membaca


So komenmu seharusnya ditujukan pada MUHAMMAD bukan pada NoMind
Ternyata Muhammad **** atau siJibril memperlihatkan text Quran.
You like in the dream.
:lol:


OIC.......

So Muhammad is buta huruf and there was no text but Muhammad was able to memorized the surah. Cool.. dago, U rock mannn...!!!
ExcuseMe
Banned
 
Posts: 156
Joined: Fri Oct 21, 2005 11:48 pm

Postby NoMind » Thu Oct 27, 2005 3:58 pm

ExcuseMe wrote:OIC.......

So Muhammad is buta huruf and there was no text but Muhammad was able to memorized the surah. Cool.. dago, U rock mannn...!!!

Jibril menyuruh Muhammad membaca sebanyak 3 kali, tetapi selalu dijawab saya tidak bisa baca. Hal ini tidak serta merta berarti Muhammad buta huruf karena mungkin saja Jibril tidak memberikan teksnya untuk di baca. Apa yang mau dibaca?

Jika yang dimaksud "membaca" diartikan "melafalkan" kembali apa yang diucapkan oleh Jibril, jawabannya "saya tidak bisa membaca/melafal" juga tidak serta merta membuktikan bahwa Muhammad itu buta huruf karena orang buta huruf tentunya bisa melafalkan kembali, kecuali org yang buta huruf tsb sekaligus juga bisu.


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby ExcuseMe » Thu Oct 27, 2005 11:26 pm

NoMind wrote:
ExcuseMe wrote:OIC.......

So Muhammad is buta huruf and there was no text but Muhammad was able to memorized the surah. Cool.. dago, U rock mannn...!!!

Jibril menyuruh Muhammad membaca sebanyak 3 kali, tetapi selalu dijawab saya tidak bisa baca. Hal ini tidak serta merta berarti Muhammad buta huruf karena mungkin saja Jibril tidak memberikan teksnya untuk di baca. Apa yang mau dibaca?

Jika yang dimaksud "membaca" diartikan "melafalkan" kembali apa yang diucapkan oleh Jibril, jawabannya "saya tidak bisa membaca/melafal" juga tidak serta merta membuktikan bahwa Muhammad itu buta huruf karena orang buta huruf tentunya bisa melafalkan kembali, kecuali org yang buta huruf tsb sekaligus juga bisu.


With Best Regards,
NoMind


Excuse Me....

So what about the verse in the Quran that say Muhammad cannot read or write which seems to be in-line with the Muslims intrepretation of the (gua Hira') hadis?

Does that mean Muslim should follow your style of interpreting any hadis irrespective whether those hadis interpretations are in-line with the Quran or not ?
ExcuseMe
Banned
 
Posts: 156
Joined: Fri Oct 21, 2005 11:48 pm

Postby NoMind » Fri Oct 28, 2005 8:20 am

ExcuseMe wrote:Excuse Me....

So what about the verse in the Quran that say Muhammad cannot read or write which seems to be in-line with the Muslims intrepretation of the (gua Hira') hadis?

Does that mean Muslim should follow your style of interpreting any hadis irrespective whether those hadis interpretations are in-line with the Quran or not ?

Coba Anda simak tulisan berikut yang memberikan pandangan berlawanan.

http://www.e-bacaan.com/artikel_nabibaca.htm

Nabi pandai membaca, menulis

Makna perkataan al-Qur'an ummiy telah dikelirukan oleh para ulama palsu Islam zaman dahulu. Mereka mengertikan kalimat tersebut kepada buta huruf. Lalu Nabi Muhammad, "Nabi yang ummiy" (7:157-158), dikatakannya tidak pandai membaca dan menulis. Ajaran mereka diterima tanpa ragu oleh hampir seluruh umat Islam sejak dari zaman dahulu hingga ke hari ini.

Sebenarnya, ajaran itu palsu. Kepalsuannya dapat didedahkan dengan menggunakan sumber rujukan utama bagi bahasa Arab iaitu kitab al-Qur'an. Ayat-ayat al-Qur'an yang mengandungi kalimat ummiy akan membuktikan bahawa ajaran mereka bukan sahaja palsu tetapi berbau fitnah yang amat besar dalam Islam. Antara ayat yang dimaksudkan berbunyi:

"Dia yang membangkitkan pada kaum yang ummiy seorang rasul di kalangan mereka untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka," (62:2).

Ummiy

Kaum yang ummiy yang disebut di dalam ayat itu adalah kaum Arab. Orang-orang Arab pada zaman Nabi Muhammad difahamkan berada di tahap tinggi dalam kesusasteraan dengan karya-karya sastera yang bermutu dipamer dan digantung di Kaaba. Tentu itu tidak menggambarkan orang Arab jahiliah ketika itu berada dalam keadaan buta huruf. Mereka dikatakan jahililiah hanya dalam kepercayaan bukan dalam pelbagai bidang lain.

Kalimat ummiy, menurut al-Qur'an, bermaksud orang-orang yang tidak, atau belum, diberi sebarang Kitab oleh Allah. Ia juga bermaksud kaum Arab seperti yang telah disebut.

Kaum Yahudi pula telah diberi tiga buah Kitab melalui beberapa orang Nabi mereka. Mereka dipanggil ahli Kitab. Tetapi jiran mereka, orang-orang Arab, belum diberi sebarang Kitab pun sebelum al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad. Lantaran, orang-orang Arab dikatakan ummiy sebab belum menerima Kitab Allah.

Untuk menjelaskan lagi dipetik sebuah ayat yang menunjukkan dengan jelas perbezaan antara ahli Kitab (orang yang telah diberi Kitab) dengan kaum ummiy (yang belum diberi Kitab) atau buta Kitab. Firman-Nya:

"Dan daripada ahli Kitab ada yang, jika kamu mempercayakan dengan satu timbunan, dia akan mengembalikannya kepada kamu; dan antara mereka ada yang, jika kamu mempercayakan dengan satu dinar, dia tidak akan mengembalikannya kepada kamu, kecuali kamu selalu berdiri di atas (menagih) dia. Itu adalah kerana mereka berkata, 'Tidak ada jalan atas kami terhadap orang-orang ummiy (yang tidak diberi Kitab, iaitu orang Arab).' Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahuinya." (3:75)

Ayat di atas menunjukkan keengganan sesetengah orang Yahudi (ahli Kitab) untuk mengembalikan "hutang" kepada orang Arab, yang ummiy (yang tidak diberi Kitab, atau buta Kitab), atas sebab "tidak ada jalan" bagi mereka terhadap orang ummiy. Sikap macam itu seakan sama dengan apa yang disemat di iman sesetengah orang Islam terhadap orang yang mereka anggap kafir pada hari ini.

Satu lagi ayat al-Qur'an dipetik untuk memantapkan lagi hujah dalam menunjukkan perbezaan tersebut, berbunyi:

"Dan katakanlah kepada orang-orang yang diberi al-Kitab, dan orang-orang ummiy (yang tidak diberi Kitab), 'Sudahkah kamu tunduk patuh?'" (3:20)

Maka jelaslah iaitu kalimat ummiy tidak bermakna buta huruf, lantas, Nabi Muhammad bukanlah seorang yang tidak tahu membaca dan menulis.


Membaca

Selanjutnya, terdapat banyak ayat di dalam al-Qur'an yang mengisahkan Nabi disuruh oleh Allah supaya membaca ayat-ayat-Nya kepada orang-orang yang berada di kelilingnya. Itu menunjukkan Nabi pandai membaca. Antara ayat yang dimaksudkan adalah enam yang berikut:

"Dan kamu (Muhammad) bacakanlah kepada mereka cerita dua orang anak Adam dengan sebenarnya ...." (5:27)

"Katakanlah, 'Marilah, aku (Muhammad) akan membacakan apa yang Pemelihara kamu mengharamkan kamu ....'" (6:151)

"Demikianlah Kami mengutus kamu (Muhammad) kepada satu umat yang sebelumnya beberapa umat telah berlalu untuk membacakan mereka apa yang Kami mewahyukan kamu ...." (13:30)

"Dan sebuah al-Qur'an yang Kami membahagi-bahagikan, untuk kamu (Muhammad) membacakannya kepada manusia berjarak-jarak, dan Kami menurunkannya dengan satu penurunan." (17:106)

"Aku (Muhammad) hanya diperintah untuk menyembah Pemelihara tanah ini, yang Dia menjadikannya suci; kepunyaan-Nya segala sesuatu. Dan aku diperintah supaya menjadi antara orang-orang yang muslim, dan untuk membaca al-Qur'an ...." (27:91-92)

"Wahai ahli Rumah, Allah hanya menghendaki untuk menghilangkan kotoran daripada kamu, dan untuk membersihkan kamu, sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di dalam rumah-rumah kamu daripada ayat-ayat Allah ...." (33:33-34).
Di sini, Nabi didapati membacakan ayat-ayat Allah kepada isteri-isterinya di rumah-rumah mereka.

Malahan, rasul-rasul Allah yang lain didapati pandai membaca kerana mereka ditugaskan untuk membaca ayat-ayat-Nya kepada manusia. Tugas itu adalah juga tugas Nabi Muhammad. Dua ayat yang berikut menjelaskannya:

"Kemudian orang-orang yang tidak percaya dihalau dalam kumpulan-kumpulan ke Jahanam, sehingga apabila mereka datang kepadanya, pintu-pintunya dibuka, dan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, 'Tidakkah rasul-rasul datang kepada kamu daripada kalangan kamu sendiri, dengan membacakan kamu ayat-ayat Pemelihara kamu, dan memberi amaran kepada kamu terhadap pertemuan hari kamu ini?' Mereka berkata, 'Ia, benar ....'" (39:71)

"Dia yang membangkitkan pada kaum yang ummiy (orang Arab) seorang rasul (Muhammad) di kalangan mereka untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka," (62:2)

Tambahan pula, adalah sukar untuk menerima hakikat bahawa seorang Nabi pilihan-Nya tidak tahu membaca walhal Dia menyuruhnya dan manusia lain supaya mengamalkan tabiat membaca, seperti firman-Nya - "Bacalah dengan nama Pemelihara kamu yang mencipta," (96:1)


Menulis

Bukan sahaja didapati, di dalam al-Qur'an, yang Nabi pandai membaca, malah, baginda juga didapati pandai menulis. Kebenaran itu telah diakui sendiri oleh orang-orang yang tidak percaya yang tinggal bersamanya. Firman-Nya:

"Mereka berkata, 'Dongeng orang-orang dahulu kala, yang dia menulisnya, yang diimlakkan kepadanya pada waktu awal pagi dan petang.'" (25:5)

Terjemahan ayat tersebut telah menimbulkan keraguan sesetengah pihak. Betulkah ayat itu diterjemahkan? Untuk mengikis keraguan, pertama, dikemukakan sebuah tafsir kepada ayat yang sama, oleh Prof. Dr. Hj. Mahmud Yunus (Tafsir Quran Karim, cetakan ke-19, 1979, halaman 525) yang berbunyi:

"Mereka berkata: (Qur'an ini) kabar-kabar dongeng orang-orang dahulu kala, yang dituliskan oleh Muhammad dan dibacakan (didiktekan) orang kepadanya pagi-pagi dan petang." (25:5)

Kedua, kalimat yang diterjemahkan kepada "menulisnya" ialah iktataba. Kalimat itu penting kerana, difahamkan, mempunyai pengertian "menulis nota terutamanya apabila orang kedua sedang mengimlakkan."

Dan akhir sekali, terdapat sebuah lagi ayat yang bukan sahaja menyokong ayat 25:5 tadi bahkan mampu untuk menghapuskan sama sekali keraguan terhadap Nabi yang dikatakan kini pandai membaca dan menulis, termasuk membaca dan menulis Kitab. Firman-Nya:

"Tidaklah sebelum ini kamu (Muhammad) membaca sebarang Kitab, atau menulisnya dengan tangan kanan kamu; jika demikian, tentulah orang-orang yang mengikuti yang palsu menjadi ragu-ragu." (29:48 )

Ia menegaskan, Nabi tidak pernah membaca dan menulis sebarang Kitab sebelum menerima al-Qur'an. Bermaksud, selepas menerima al-Qur'an baginda telah membaca, dan menulis Kitab dengan tangan kanannya.

Seterusnya, ayat itu tidak menunjukkan pula bahawa baginda tidak pernah membaca dan menulis sesuatu yang selain daripada Kitab sebelum menerima al-Qur'an (misalan, membaca dan menulis apa yang diperlukan dalam urusan perdagangannya).

Dengan adanya bukti-bukti yang jelas daripada Allah, maka terdedahlah fitnah yang kian lama dilakukan oleh para ulama palsu Islam ke atas Nabi Muhammad yang mereka menyiarkan sebagai seorang yang tidak tahu membaca dan menulis, atau buta huruf. Sesungguhnya mereka menghina Nabi dengan berbuat demikian meskipun mereka mendakyahkan iaitu merekalah orang-orang yang paling mengasihinya.



With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby ExcuseMe » Sun Oct 30, 2005 4:49 am

Excuse Me...............

But there is one fact that you/we seem to be ignoring. It is a well known fact that all the Quranic verses that was recieved by Muhammad were written by his friends. None by himself.

Now, why would Muhammad had to asked his friends to write down those verses if he was able to write it down himself???
ExcuseMe
Banned
 
Posts: 156
Joined: Fri Oct 21, 2005 11:48 pm

Postby NoMind » Mon Oct 31, 2005 7:57 am

ExcuseMe wrote:Excuse Me...............

But there is one fact that you/we seem to be ignoring. It is a well known fact that all the Quranic verses that was recieved by Muhammad were written by his friends. None by himself.

Now, why would Muhammad had to asked his friends to write down those verses if he was able to write it down himself???

Pardon Me ............

How do you know that Muhammad did not write anything down? Oh, I forget, Ustman had order all written quranic teks which he were not comfortable with to be burnt.


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby badmotha » Tue Nov 01, 2005 2:34 pm

karena muhammad biasa dimanja oleh Khadijah, jadi ia tidak mau bekerja keras. menulis pun harus dikerjakan orang lain.

jika anda dalam posisi sebagai ketua geng bar2 yang ditinggikan, lebih mudah bagi anda mendiktekan hayalan anda untuk menjadi "tulisan", sambil enak2an grepe2 aisyah, daripada susah payah bekerja siang malam demi menuangkan ide gilanya sendiri.
begitu kan logikanya?
badmotha
 
Posts: 100
Joined: Tue Sep 20, 2005 10:10 am

Postby badmotha » Tue Nov 01, 2005 3:42 pm

daripada terpancing OOT
saya ulang penyataan saya supaya otak anda yang sebesar kacang itu bisa mengerti :

Kenapa muh menyuruh orang lain menulis jika ia sendiri bisa menulis?

jika anda dalam posisi sebagai ketua geng bar2 yang ditinggikan oleh Aulloh, lebih mudah bagi anda mendiktekan hayalan anda pada segerombolan "sahabat" yang setia untuk menjadi "tulisan"; bisa mgediktein sambil enak2an grepe2 aisyah, daripada susah payah bekerja siang malam demi menuangkan ide gilanya sendiri.

APA GUNANYA PUNYA PESURUH, KALAU SEGALANYA DILAKUKAN SENDIRI? toh abu bakar bukan yang mengikatkan bom ke tubuhnya, ia suruh orang **** lain yang percaya dan menghormatinya.

yang ini dulu. mengerti tidak?
badmotha
 
Posts: 100
Joined: Tue Sep 20, 2005 10:10 am

Postby ali18115 » Tue Nov 01, 2005 4:05 pm

badmotha wrote:daripada terpancing OOT
saya ulang penyataan saya supaya otak anda yang sebesar kacang itu bisa mengerti :

Kenapa muh menyuruh orang lain menulis jika ia sendiri bisa menulis?

jika anda dalam posisi sebagai ketua geng bar2 yang ditinggikan oleh Aulloh, lebih mudah bagi anda mendiktekan hayalan anda pada segerombolan "sahabat" yang setia untuk menjadi "tulisan"; bisa mgediktein sambil enak2an grepe2 aisyah, daripada susah payah bekerja siang malam demi menuangkan ide gilanya sendiri.

APA GUNANYA PUNYA PESURUH, KALAU SEGALANYA DILAKUKAN SENDIRI? toh abu bakar bukan yang mengikatkan bom ke tubuhnya, ia suruh orang **** lain yang percaya dan menghormatinya.

yang ini dulu. mengerti tidak?


Ya saya mengerti tetapi tidak menyetujui.

Dari mana kamu dapat informasi berkaitan Nabi Muhammad SAW yang kamu berikan itu ?
ali18115
 
Posts: 589
Joined: Mon Oct 17, 2005 2:10 pm

Postby SweetMind » Wed Nov 02, 2005 12:23 am

Dear NoMind;

Al-Quran itu adalah bahasa harian Rasullah SAW .... a u understand.
NoMind kamu bisa fasih bahasa Arab (Al-Quran) jika tidak just keep quit ....................... terjamahan kamu belum cukup kuat.
User avatar
SweetMind
 
Posts: 36
Joined: Wed Oct 12, 2005 9:10 pm

Next

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users