.

Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby Master Zen » Fri Mar 16, 2012 7:33 pm

Patah Salero wrote:apa enggak lucu tuh. Kok yang lebih tinggi ngikut sama yang lebih rendah ?? Harusnya yang lebih rendah ikut patokan yang lebih tinggi kan ??
Lo perlu ingat, Ini ayat dan hadis selisih belasan tahun. Kalau misalnya hadisnya yang duluan keluar, (yang sudah pasti bermakna majazy) baru kemudian turun ayat. logika loe masih bisa keterima bahwa Quran ngikut hadis. Ini yang turun ayatnya duluan bos, maka nya penafsiran loe jelas dianggap cocok mulogy.
Selama belasan tahun itu (sebelum nabi curhat) apa dong pengertian ayat tersebut ?? Majazy atau hakiki. Kalau pun majazy, apa penafsirannya ??


SALAH LAGI PAK PATAH , ANDA HANYA BERASUMSI BAHWA MAKNA PADA QURAN SEBELUM HADITS KELUAR ADALAH HARAFIAH , PADAHAL HADITS JUSTRU MENERANGKAN MAKNA DARI QURAN SEBELUM HADITS KELUAR ITU ARTINYA MAJAZY

TAHU DARIMANA PADA ZAMAN MUHAMAD SEBELUM HADITS INI KELUAR , ORANG2 MUSLIM PD WKTU ITU TDK MENGANGGAPNYA MAJAZY ? PEGANGANNYA SAYA HADITS LOH!

KALO GAK ADA HADITS ANDA GAK BAKAL TAHU SHOLAT ITU 5 X SEKALIPUN PERINTAH INI SUDAH DIJALANKAN JAUH SEBELUM HADITS TURUN.
TANPA HADITS PULA ANDA GAK BAKAL TAHU BERSYAHADAT YG BENAR

APA GAK LUCU KALO SAMPE MENAFIKKAN KEISLAMAN ANDA HANYA GARA2 ASUMSI ANDA TERPATAHKAN TERUS PAK ! [-X


OMONG2 ANDA BELUM JAWAB :
1.METODE 6 BUTIR CARA MENAFSIR ITU BIKINAN SIAPA ? ANDA ATAU TUAN ANDA MUHAMAD?
2.MASALAH SULAIMAN TTG KALIMAT TAUKID YG DITAFSIR MAJAZY OLEH QURAN INDONESIA BUKANKAH ARTINYA MELANGGAR POINT.2 DI CARA MENAFSIR ANDA ?



Patah Salero wrote:Belum lagi loe terjebak sama fallacy paling dasar. Kenapa orang yang loe anggap penipu loe jadikan saksi ?? Itu telernya nauzubillah min zallik tuh


TERGANTUNG TINGKAT KEJELIAN PENYIDIK PAK!

SITUASI SAAT MUHAMAD BERBICARA DG AISHA ADALAH SAAT PRIBADI & BUKAN SYIAR, APALAGI TERLIHAT SEBAGAI UNGKAPAN JIWA ORG YG TAHU AJALNYA SUDAH DEKAT

SEDANG SITUASI SAAT SURA 69 MENGAMBARKAN MUHAMAD SEDANG MEMBUAL SEOLAH2 DIA GAK AKAN KENA AZAB

TAPI KAN ENDINGNYA KITA SAMA2 TAHU TERNYATA BUALAN MUHAMAD DIPAKAI YANG MAHA ADIL UNTUK MEMBUKA KEDOK MUHAMAD SENDIRI, TERLALU KEBETULAN KALAU MUHAMAD MATI DENGAN MENGGUNAKAN ISTILAH SAMA PERSIS DENGAN SATU2NYA ISTILAH YG DIPAKAI UTK MENUNJUKKAN MATINYA NABI PALSU

BUKANKAH MENURUT MUHAMAD CARA MATI YG PALING MULIA ADALAH GUGUR DLM PERANG JIHAD ? SEBAGAI MANUSIA YG DIANGGAP MULIA MASA MATINYA KURANG MULIA DIBANDING PENGIKUTNYA ?


Master Zen
 
Posts: 38
Joined: Mon Aug 29, 2011 1:08 pm

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby Patah Salero » Fri Mar 16, 2012 8:44 pm

Master Zen wrote:OMONG2 ANDA BELUM JAWAB :
1.METODE 6 BUTIR CARA MENAFSIR ITU BIKINAN SIAPA ? ANDA ATAU TUAN ANDA MUHAMAD?
2.MASALAH SULAIMAN TTG KALIMAT TAUKID YG DITAFSIR MAJAZY OLEH QURAN INDONESIA BUKANKAH ARTINYA MELANGGAR POINT.2 DI CARA MENAFSIR ANDA ?


Lemas gw ngajari loe. Masak harus di kasih tahu pengertian majz dari dasar sih

Nih loe baca aja blog ini sebagai pengantar.
Pada dasarnya pembicaraan/ucapan itu harus diartikan lebih dahulu secara makna hakiki (sebenarnya), dan tidak dialihkan kepada makna majazi (kiasan/metaforis) kecuali dengan adanya qarinah (indikasi).” Kata “asad” misalnya, makna hakiki-nya adalah harimau. Tapi dalam kalimat “ra-aytu asadan fil mimbar” (saya melihat “harimau” di atas mimbar) kata “asad” mempunyai makna majazi, yaitu rajulun syujaa’ (lelaki yang gagah berani). Sebab ada qarinah yang mengalihkannya dari makna hakiki menjadi makna majazi, yaitu potongan kalimat “fil mimbar” (di atas mimbar).


Atau di makalah lain:

Kata majaz berarti lafad yang digunakan dalam makna yang bukan seharusnya karena adanya hubungan (‘alaqah) disertai karinah (hal yang menunjukkan dan menyebabkan bahwa lafad tertentu menghendaki pemaknaan yang tidak sebenarnya) yang menghalangi pemakaian makna hakiki. Seperti contoh, “singa itu berpidato” dengan maksud “si pemberani (yang seperti singa) itu berpidato. Hubungan yang dimaksud terkadang karena adanya keserupaan dan ada pula karena faktor yang lain. Sedangkan karinah ada kalanya lafdiyah (karinah itu terdapat dalam teks, tertulis) dan ada pula haliyah (karinahnya tidak tertulis, berdasarkan pemahaman saja).

Ahmad al-Hasyimi, Jawahir al-Balaghah (Beirut: Darul Kutubil Ilmiyah, tt), 231; dan juga Ali al-Jarim dan Mustafa Amin, al-Balaghat al-Wadihah (Surabaya: Maktabatul Hidayah, tt), 71.


Kalo ilmu dasar yang begini aja loe masih bantah, gw udah gak tau lagi mo ngomong apa.
Loe tuh cuma modal debat kusir, tau gak. Ilmu loe kurang, tapi sok keras.

Kalo gini, sorry aja deh. gw di sini cari temen diskusi, bukan cari murid.
Loe kuasai aja makna hakiki dan majazy dulu. setelah paham, loe PM gw. okeh
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby Master Zen » Fri Mar 16, 2012 9:58 pm

YANG SAYA TANYA SEDERHANA SAJA , KOK ANDA MALAH MUTER KESANA -KEMARI ?... SAYA KAN CUMA TANYA :

METODE 6 BUTIR CARA MENAFSIR ITU BIKINAN SIAPA ? ANDA ATAU TUAN ANDA MUHAMAD?

KARENA TERNYATA ADA PENAFSIRAN TERHADAP KALIMAT YG TAUKID SIFATNYA MAJAZY YAITU TENTANG MASALAH TUBUH YG DITEMPATKAN PADA TAHTA SULAIMAN
.
KALO IKUTIN METODE ANDA LALU KENAPA TAFSIRAN INDONESIA PAKE TAFSIRAN MAJAZY DG MNGATAKAN ARTINYA SULAIMAN SEDANG SAKIT , BUKANKAH BERARTI MELANGGAR BUTIR NO.2 ? .(Butir 2 : Bila pengertian harfiah dapat digunakan, gunakan pengertian tersebut dan hentikan penafsiran)

MALAH ANDA JAWAB BEGINI


Patah Salero wrote:Pada dasarnya pembicaraan/ucapan itu harus diartikan lebih dahulu secara makna hakiki (sebenarnya), dan tidak dialihkan kepada makna majazi (kiasan/metaforis) kecuali dengan adanya qarinah (indikasi).” Kata “asad” misalnya, makna hakiki-nya adalah harimau. Tapi dalam kalimat “ra-aytu asadan fil mimbar” (saya melihat “harimau” di atas mimbar) kata “asad” mempunyai makna majazi, yaitu rajulun syujaa’ (lelaki yang gagah berani). Sebab ada qarinah yang mengalihkannya dari makna hakiki menjadi makna majazi, yaitu potongan kalimat “fil mimbar” (di atas mimbar).

Kata majaz berarti lafad yang digunakan dalam makna yang bukan seharusnya karena adanya hubungan (‘alaqah) disertai karinah (hal yang menunjukkan dan menyebabkan bahwa lafad tertentu menghendaki pemaknaan yang tidak sebenarnya) yang menghalangi pemakaian makna hakiki. Seperti contoh, “singa itu berpidato” dengan maksud “si pemberani (yang seperti singa) itu berpidato. Hubungan yang dimaksud terkadang karena adanya keserupaan dan ada pula karena faktor yang lain. Sedangkan karinah ada kalanya lafdiyah (karinah itu terdapat dalam teks, tertulis) dan ada pula haliyah (karinahnya tidak tertulis, berdasarkan pemahaman saja).

Ahmad al-Hasyimi, Jawahir al-Balaghah (Beirut: Darul Kutubil Ilmiyah, tt), 231; dan juga Ali al-Jarim dan Mustafa Amin, al-Balaghat al-Wadihah (Surabaya: Maktabatul Hidayah, tt), 71.



DALAM HUBUNGAN PERNYATAAN DI ATAS DENGAN SURAH 34:38,
APA INDIKASINYA SEHINGGA TUBUH (BHS ARAB=JASAD) YG DITARUH DI TAHTA SULAIMAN HARUS DITAFSIR QURAN INDONESIA SECARA MAJAZY SEBAGAI UNGKAPAN TENTANG SULAIMAN YG SEDANG SAKIT ?

PADAHAL DI TERJEMAHAN LAIN VERSIN MOCHSIN DIKATAKAN TUBUH TERSEBUT ADALAH SETAN

NAMUN ANEHNYA DI TERJEMAHAN YUSUF ALI TERJEMAHAN NYA LEBIH "HARAFIAH" YAITU "MAYAT"

DAN DI TERJEMAHAN PICTHAL MALAH YG DITARUH ADALAH SESOSOK TUBUH GK JELAS TUBUH MANUSIA ATO BINATANG.

DENGAN KENYATAAN INI TERNYATA DALAM ISLAM SENDIRI SUATU AYAT DG TAUKID SEPERTI DI ATAS BISA DITAFSIRKAN DG CARA MAJAZY (TAFSIRAN INDONESIA & TAFSIRAN MOCHSIN) MAUPUN HARAFIAH (TAFSIRAN Y.ALI & PICTHAL) SEHINGGA ATURAN YG ANDA TULIS GAK BERLAKU !
Patah Salero wrote: 1. Periksa apakah suatu teks dapat menggunakan makna harfiah.
2. Bila pengertian harfiah dapat digunakan, gunakan pengertian tersebut dan hentikan penafsiran.
3.Bila pengertian harfiah gak bisa digunakan gunakan pengertian majazy satu persatu sehingga ditemukan pengertian yang tepat.
4. Bila ditemukan pengertian majazy hentikan penafsiran.
PENERJEMAHAN SURAH 34:38 MENGINDIKASIKAN ATURAN 6 BUTIR YG ANDA BUAT BUKAN MERUPAKAN SESUATU YG BAKU BUKAN ?

KARENA NYATA2 TERJEMAHAN YUSUF ALI & PICTHAL NGIKUT BUTIR PERTAMA DAN KEDUA TAPI ANEHNYA TERJEMAHAN INDONESIA& MOCHSIN IKUT BUTIR KE 3&4
PDHAL KALO MAU IKUT BUTIR 3&4 HANYA BISA TERJADI JIKA BUTIR 1&2 TIDAK BISA LAGI DIPAKAI


ARTINYA MASALAH PEMOTONGAN AORTA PUN TIDAK BISA SERTA MERTA HARUS DINYATAKAN SEBAGAI ARTI HARAFIAH ! KARENA PEDOMAN YG ANDA PAKAI JELAS2 GAK BAKU DILIHAT DARI CONTOH SURAH 34:38


PEMOTONGAN AORTA DLM SURAH 69 SEBAGAI ARTI MAJAZY TERLALU KUAT BUKTINYA KARENA DIDUKUNG OLEH HADITS YG MENUNJUKKAN MUHAMAD MEMAKAI ISTILAH TERSEBUT SEBAGAI BENTUK MAJAZY

TERLALU KEBETULAN KALAU MUHAMAD MATI DENGAN MENGGUNAKAN ISTILAH SAMA PERSIS DENGAN SATU2NYA ISTILAH YG DIPAKAI UTK MENUNJUKKAN MATINYA NABI PALSU

MAAF PAK PATAH KALO TERPATAHKAN TERUS ARGUMENNYA
:-"
Master Zen
 
Posts: 38
Joined: Mon Aug 29, 2011 1:08 pm

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby Captain Pancasila » Thu Jun 14, 2012 7:56 pm

versi yang benar, adalah yang tidak bertentangan dengan Al-Qur'an :
5:67. Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

:turban:
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby JANGAN GITU AH » Thu Jun 14, 2012 11:27 pm

CRESCENT-STAR wrote:tuh kan akhirnya mengakui bahwa itu CARA MATI. pemotongan aorta dalam Quran adalah CARA MATI ..ya benar. itu artinya bukan MAJAZI.

:-k
ya...pemotongan aorta itu adalah cara mati....cara matinya Muhammad!

tetapi mengapa harus dengan cara itu? memangnya gak ada cara lain yang lebih baik? misalnya setelah sholat subuh ia mengantug berat (tiba-tiba kadar oksigen di dalam darahnya drop) kemudian tertidur...dan...bablasssss...sederhana bukan, gak perlu bilang: "Aku masih mengamati pengaruh racun yang kumakan di Khaibar di dalam darahku". Mengapa? :lol:

hihihi

sembari menyundul trit ini supaya para pemeran diskusi dapat kembali melanjutkan diskusi yang masih menggantung! :green:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby sahabatbaik » Sun Aug 12, 2012 8:10 am

Master Zen wrote:SALAH LAGI PAK PATAH , ANDA HANYA BERASUMSI BAHWA MAKNA PADA QURAN SEBELUM HADITS KELUAR ADALAH HARAFIAH , PADAHAL HADITS JUSTRU MENERANGKAN MAKNA DARI QURAN SEBELUM HADITS KELUAR ITU ARTINYA MAJAZY

TAHU DARIMANA PADA ZAMAN MUHAMAD SEBELUM HADITS INI KELUAR , ORANG2 MUSLIM PD WKTU ITU TDK MENGANGGAPNYA MAJAZY ? PEGANGANNYA SAYA HADITS LOH!

KALO GAK ADA HADITS ANDA GAK BAKAL TAHU SHOLAT ITU 5 X SEKALIPUN PERINTAH INI SUDAH DIJALANKAN JAUH SEBELUM HADITS TURUN.
TANPA HADITS PULA ANDA GAK BAKAL TAHU BERSYAHADAT YG BENAR



sedikit OOT nih.

AlQuran secara langsung menyatakan lebih tinggi dari Hadits, "Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam." [QS. 69:43]
itulah mengapa AlQuran tidak bisa dibantah atau harus dipakai sedangkan Hadist existensinya bergantung kepada siapa yang menulisnya sehingga tidak semua dipakai bahkan saat sekarang beberapa orang bilang dua yang populer.

Alkitab misalnya terdiri dari Firman Allah (alquran) dan catatan (hadist) menjadi catalog-catalog yang disatukan karena dianggap benar sehingga menjadi kesatuan yang sama tingkatnya dan digunakan bersamaan melengkapi satu salah salah semua.

Kenyataannya tidak demikian dengan AlQuran dan Hadist, di buat menjadi sebuah tingkat yang berbeda tidak dapat disatukan dan dicetak terpisah (AlQuran buku khusus, Hadist juga dibukukan terpisah)

Kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip Allah SWT membuat AlQuran kesannya menjadi luas dan tidak bisa diterapkan jika tanpa ada Hadist dan membuat saat ini Islam menjadi agama yang umatnya harus di dikte tidak perlu berpikir ikuti saja, lantunkan saja jangan banyak bertanya mirip seperti abad kegelapan (kekaisaran roma runtuh dan gerja menjadi penguasa keagamaan maupun politik dunia, tidak boleh ada yang bisa baca, terjemahkan atau memiliki Alkitab)

terbukti dari sanggahan harus sesuai persis kata per kata baru dianggap sesuai (kasus kematian Muhammad di thread ini)
padahal jelas AlQuran sendiri menyatakan demikian,

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya)." [QS. 69:49]
"Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Qur'an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah [b]kalimat-kalimat-Nya..." [QS. 18:27]

Jika memahami Allah SWT dengan benar maka kita akan tahu bahwa AlQuran perlu diterjemahkan dan diberitakan ke seluruh bangsa (QS. 6:156; 41:3; 41:44; 62:2) dan menjamin penyusupan yang terjadi akan selalu diawasi dan pada waktunya akan dimurnikan (QS. 15:9)

sehingga dapat disimpulkan tidaklah mungkin kita harus persis mengharapkan AlQuran menulis kata-kata yang persis sama untuk orang-orang di jaman yang berbeda, namun kita dapat yakin bahwa dalam kalimatnya tetap sama (meskipun kosa kata bisa berubah seraya semakin berkembang kosa kata yang terkini) dan prinsip-Nya lah yang bisa kita pahami jika memang kita orang-orang yang rendah hati dan fokus beribadah kepada-Nya (bukan kepada agama, nabi, kabah/HA dan pemimpin manusia)

maka untuk itu dibutuhkan kedewasaan dalam memahami ayat-ayat AlQuran agar jika Hadist tidak sesuai dapat dipastikan hadist tersebut tidak layak.
jadi daripada berargument bahwa yang dimaksud di AlQuran tentang potong urat nadi bla bla bla beda dengan rincian yang ada di Hadist ya lebih baik mempertanyakan lagi kebenaran dari Hadist itu sendiri.

itulah yang membuat saya terkejut saat ada yang bilang PEGANGAN SAYA HADIST! padahal harusnya AlQuran.
karena dari banyak kasus disini seringkali Hadistlah yang memberikan kesan Muhammad itu tingkahlakunya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran namun untungnya AlQuran beberapa kali belain dan mengsahkan atau menghalalkan tingkahlaku tersebut namun tidak semua bisa dibela (dan khusus Muhammad, yang lain tidak boleh ikutan).

jadi Hadist menjatuhkan Muhammad, Alquran justru mengangkatnya, wah sudah bertentangan sangat. sehingga muncul pilihan mana yang benar? Hadist atau AlQuran?

Jika dua-duanya dianggap benar maka PRINSIP di ayat ini berlaku kepada Muhammad,

"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." [QS. 6:88]

meski seorang nabi atau rasul jika tingkah lakunya menjadi tidak sesuai lagi maka akan ditolak dan dianggap pengabdiannya selama itu batal (sia-sia).

NB: Ritual Shalat saja sudah patut dipertanyakan, mengingat hanya disebut mendirikan shalat (kegiatan rohani termasuk berdoa) seperti halnya sabat di jaman Musa (mungkin shalat itu sabat, mungkin ga penting juga sih kalo bener juga karena angka 50 itu adalah tahun Yobel klimaksnya sabat di jaman Musa) itu Bani Israel dilarang melakukan kegiatan pekerjaan bertanam dll (klo dikita libur kerja) dan lebih banyak melakukan kegiatan rohani, baca hukum Allah, saling berdiskusi dan juga berdoa.

masalah berapa banyak per hari dan persisnya ritual shalat seperti apa ya belom tentu tidak tahu walau tidak ada hadist, kan sekarang juga sudah terlanjur harus sesuai ritual di Hadist. sehingga mungkin saja cara atau maksud shalat yang benar sudah tidak dipopulerkan bahkan dibuang.

Pribadi gw sih kalo AlQuran saja tanpa ada Hadist tidak masalah apalagi jika AlQuran dianggap sebagai Wahyu langsung turun dari Allah SWT via Jibril ke Muhammad lalu ke penulis, dan bukan suatu perkataan/tulisan manusia belaka pasti harusnya sudah bisa digunakan untuk beribadat dengan benar kepada Allah SWT. maka banyak prinsip-prinsipnya sesuai dengan kitab-kitab sebelum dapat saling melengkapi dan tidak ada namanya Yahudi, Nasrani/Kristen, Islam. Ya, tidak ada smua satu agama samawi istilahnya, menyembah Allah dari Langit bukan berhala atau patung.

gara-gara kurang iman kepada perlindungan Allah yang benar membuat banyak agama berpikir harus memiliki kekuasaan (politik) seperti bangsa-bangsa sehingga ya terjadilah seperti sekarang smua agama yang boleh berpolitik pasti Palsu. seperti Israel dulu jaman Isa masih hidup ingin berkuasa lagi mengalahkan roma tapi Isa (Yesus) justru dengan jelas menyatakan dia bukan dari kerajaan manusia, dimasa depan Kerajaan Allah yang akan memerintah dan membinasakan semua kerajaan (pemerintahan) manusia yang ada dibumi (dia secara ga langsung bilang gitu di Alkitab). itulah gw berani bilang Yahudi, Israel sekarang ngaku diri masih pilihan pasti Palsu. Nasrani / gereja tapi bercampur dengan politik atau boleh ikut politik juga palsu, Islam ya intropeksi diri saja karena gw yakin ada Kristen, Islam atau agama samawi lainnya yang pasti masih murni tidak campur politik dan Benar. O:)
User avatar
sahabatbaik
 
Posts: 35
Joined: Tue Jul 31, 2012 5:13 am

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby Araseh » Sun Aug 12, 2012 8:41 am

sahabatbaik wrote:meski seorang nabi atau rasul jika tingkah lakunya menjadi tidak sesuai lagi maka akan ditolak dan dianggap pengabdiannya selama itu batal (sia-sia).

TRACK RECORD MUHAMMAD SAW DISANDING KEJAHATAN DUNIA
User avatar
Araseh
 
Posts: 39
Joined: Sat Jun 23, 2012 12:43 am
Location: Pasar Syuurrrrga Islam

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby nap.bon » Sat Apr 06, 2013 8:08 pm

Menurut pendapat ane,

kata 'diputus' bukan berarti 'telah diputus', dan mengingat itu adalah pembuluh darah (baik aorta maupun yang berada di leher seperti carotid) pemutusan bukan layaknya kabel benar-benar putus tetapi lebih seperti penyumbatan lumen (modelnya bukan kabel, tetapi selang). Nah, kalau 'pemutusan' ini berlangsung secara bertahap bukan tidak mungkin beliau tewas karena tersumbat. Btw, selain aorta, mungkin juga a. coronaria yang tersumbat dan bisa saja langsung meninggal > heart attack. Namun bukan berarti terkena serangan jantung langsung meninggal, tetapi memiliki beberapa menit (~ 10 menit) sehingga apabila pasien diberikan BLS dalam waktu itu bisa selamat dan bisa saja setelah serangan jantung, pasien tidak meninggal. Bisa saja pasien meninggal setelah beberapa kali serangan jantung, alias setelah serangan jantung kesekian baru meninggal.


Btw, serangan jantung rasa nyerinya tidak hanya dirasakan di bagian dada, namun dapat menjalar ke bagian lain. Fenomena ini disebut dengan reffered pain. Kalau serangan jantung (seperti angina pectoris) maka rasa nyeri tidak hanya dirasakan di bagian dada, namun juga menjalar hingga ke bagian lain seperti bagian dalam dari lengan. Hal ini terjadi karena sistem persarafan dari jantung dan dermatom menjulur ke bagian vetebra yang sama.

Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?
Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ? Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static
nap.bon
 
Posts: 1011
Joined: Wed Jun 27, 2012 8:04 pm
Location: United States of Indonesia

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby keeamad » Sun Apr 07, 2013 3:36 pm

Yang pasti faktanya,
4 anak laki muhammad semuanya mati tragis saat balita ....,
kaya' ditumbalin aja tu anak ....
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Ancaman Allah benar2 terjadi pada Nabi Muhammad ?

Postby nap.bon » Mon Apr 08, 2013 5:10 am

keeamad wrote:Yang pasti faktanya,
4 anak laki muhammad semuanya mati tragis saat balita ....,
kaya' ditumbalin aja tu anak ....


Kita kan ga tahu tewasnya karena apa? Infeksi mungkin... kurang gizi mungkin....

Tapi kemungkinan besar Muhammad SAW tewas karena penyempitan pembuluh darah akibat terlalu banyak makan makanan berlemak tanpa diiringi konsumsi alkohol.
:-$ :-$ :-$
nap.bon
 
Posts: 1011
Joined: Wed Jun 27, 2012 8:04 pm
Location: United States of Indonesia

Previous

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron