.

berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby putri_jajang » Sat Aug 07, 2010 3:29 pm

ilmu "MUTER-MUTER" jeng vhee mulai nongol lage................... =D>
User avatar
putri_jajang
 
Posts: 821
Joined: Sun Apr 19, 2009 8:22 pm
Location: Dirumah Pa' Jajang.di rumah istri yg ke 4,putri ke dua dari anak yg.......hilang

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby vhee » Sat Aug 07, 2010 3:42 pm

vhee wrote:Misalnya nih yg awalnya makan babi haram jadi halal krn hasil editan gitu loh......... :yawinkle:


kom wrote:Parah nya hasil nyontek pengharaman babi menurut yahudi.


Weh jgn salah lo kom...awalnya babi juga haram menurut kitab agama seberang, nah entu tuhannya nyontek ma sapa ?

vhee wrote:Oh begitu...bisa ente presentasikan pebedaan Quran pd cetakann pertama dan standarisasi thn 1924 dari segi esensinya ? Mslhnya ane kurang tau, tlg jelasin dunk...


oglikom wrote:Percuma daya tangkap anda kurang.


Iya nih kom...masa idah aja ane gak ngerti, jelasin dunk ustad kokom...komari kemari Image

@jajang

hmmm,...ente kenafa sih jang, dah desperate ya cacingnya gak bisa keluar ? Image
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 3:48 pm

vhee wrote:Bukti 6: Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan (Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tersebut diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah dalam bahasa arab) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia minimal 14 sampai 21 tahun ketika dinikah Nabi.

KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 6 tahun.

Ok, jadi ada kontradiksi di sini:
- Sahih Bukhari menyatakan Aisyah mengaku dikawini saat berusia 9 tahun
- Sahih Bukhari menyatakan Aisyah mengaku saat ayat tentang hari kiamat diturunkan dia masih seorang gadis kecil yg suka bermain.

Volume 6, Book 61, Number 515:
Narrated Yusuf bin Mahk:
While I was with Aisha, the mother of the Believers, a person from Iraq came and asked, "What type of shroud is the best?" 'Aisha said, "May Allah be merciful to you! What does it matter?" He said, "O mother of the Believers! Show me (the copy of) your Qur'an," She said, "Why?" He said, "In order to compile and arrange the Qur'an according to it, for people recite it with its Suras not in proper order." 'Aisha said, "What does it matter which part of it you read first? (Be informed) that the first thing that was revealed thereof was a Sura from Al-Mufassal, and in it was mentioned Paradise and the Fire. When the people embraced Islam, the Verses regarding legal and illegal things were revealed. If the first thing to be revealed was: 'Do not drink alcoholic drinks.' people would have said, 'We will never leave alcoholic drinks,' and if there had been revealed, 'Do not commit illegal sexual intercourse, 'they would have said, 'We will never give up illegal sexual intercourse.' While I was a young girl of playing age, the following Verse was revealed in Mecca to Muhammad: 'Nay! But the Hour is their appointed time (for their full recompense), and the Hour will be more grievous and more bitter.' (54.46) Sura Al-Baqara (The Cow) and Surat An-Nisa (The Women) were revealed while I was with him." Then 'Aisha took out the copy of the Qur'an for the man and dictated to him the Verses of the Suras (in their proper order) .


Sekarang mana yg lebih mungkin: Aisyah salah mengingat umurnya saat dikawini Muhammad, atau Aisyah salah mengingat2 ayat?
Jika ingatan Aisyah memang kuat dan bisa mengingat banyak ayat, sangat konyol jika dia malah lupa dan salah menyatakan berapa umurnya saat dikawini Muhammad.
Jadi kemungkinan Aisyah salah mengingat ayat tentunya lebih besar daripada Aisyah salah mengingat umur dalam kasus ini. :-k
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby golddragon » Sat Aug 07, 2010 3:51 pm

@vee dan ajal,..
seharusnya nga usah nunggu alah ,..atau hati2 merumuskan ,dlll =; =; =; =; =; =;
yang tegas klo dah yakin memilih pedofil itu nga baik....
hapuskan aja hadis2 bermasalah itu,...

klo nga berani hapus atau nga boleh ya sudah akui saja memang itu adanya,......tingalkan

beres kan,...

masa suru kita juga nunggu alah juga????? [-X [-X [-X
1431 itu bukan maen2 merumuskan ya atau tidak butuh waktu selama itu???? [-X [-X [-X [-X [-X
User avatar
golddragon
 
Posts: 379
Joined: Sun Apr 20, 2008 12:38 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby oglikom » Sat Aug 07, 2010 3:55 pm

kom wrote:Parah nya hasil nyontek pengharaman babi menurut yahudi.


vhee wrote:Weh jgn salah lo kom...awalnya babi juga haram menurut kitab agama seberang, nah entu tuhannya nyontek ma sapa ?

Buktikan kalau diharamkan. Penghuluh vhee kan buta urup makanya salah nyontek.

vhee wrote:Iya nih kom...masa idah aja ane gak ngerti, jelasin dunk ustad kokom...komari kemari Image


Jawab dulu ini
oglikom wrote:Vhee semakin lo menulis panjang lebar semakin lo kelihatan musyrik dan ****. Masalah penghuluh lo yang berpedhofile ria sudah banyak sanggahan dari kapir disertai bukti nyata praktek pedhofile ampek sekarang masih dilakukan umat penghuluh lo.

Coba lo sanggah jawaban gw diatas kalau lo pinter. Dan buktikan standart moral pelacuran dan kelaianan SEX yang gw tulis diatas ada perubahan lebih mundur atau masih sama.
Baru kapir percaya penghuluh lo kagak ber PEDHOFILE.


Untung neng Putri ngingetin...jurus komedi putar vhee.
oglikom
 
Posts: 3375
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby vhee » Sat Aug 07, 2010 4:00 pm

infidel wrote:Volume 6, Book 61, Number 515:
Narrated Yusuf bin Mahk:
While I was with Aisha, the mother of the Believers, a person from Iraq came and asked, "What type of shroud is the best?" 'Aisha said, "May Allah be merciful to you! What does it matter?" He said, "O mother of the Believers! Show me (the copy of) your Qur'an," She said, "Why?" He said, "In order to compile and arrange the Qur'an according to it, for people recite it with its Suras not in proper order." 'Aisha said, "What does it matter which part of it you read first? (Be informed) that the first thing that was revealed thereof was a Sura from Al-Mufassal, and in it was mentioned Paradise and the Fire. When the people embraced Islam, the Verses regarding legal and illegal things were revealed. If the first thing to be revealed was: 'Do not drink alcoholic drinks.' people would have said, 'We will never leave alcoholic drinks,' and if there had been revealed, 'Do not commit illegal sexual intercourse, 'they would have said, 'We will never give up illegal sexual intercourse.' While I was a young girl of playing age, the following Verse was revealed in Mecca to Muhammad: 'Nay! But the Hour is their appointed time (for their full recompense), and the Hour will be more grievous and more bitter.' (54.46) Sura Al-Baqara (The Cow) and Surat An-Nisa (The Women) were revealed while I was with him." Then 'Aisha took out the copy of the Qur'an for the man and dictated to him the Verses of the Suras (in their proper order) .


Sekarang mana yg lebih mungkin: Aisyah salah mengingat umurnya saat dikawini Muhammad, atau Aisyah salah mengingat2 ayat?
Jika ingatan Aisyah memang kuat dan bisa mengingat banyak ayat, sangat konyol jika dia malah lupa dan salah menyatakan berapa umurnya saat dikawini Muhammad.
Jadi kemungkinan Aisyah salah mengingat ayat tentunya lebih besar daripada Aisyah salah mengingat umur dalam kasus ini. :-k


Kl begitu silahkan quote hadist shahih dimana Aisyah sendiri menyatakan bahwa dia dinikahi ketika berumur 6 thn...
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 4:08 pm

vhee wrote:Oh begitu...bisa ente presentasikan pebedaan Quran pd cetakann pertama dan standarisasi thn 1924 dari segi esensinya ? Mslhnya ane kurang tau, tlg jelasin dunk...

Misalnya nih yg awalnya makan babi haram jadi halal krn hasil editan gitu loh......... :yawinkle:

Justru itu yang ditanyakan, kalo memang ada Quran cetakan pertama, lalu mengapa menggunakan standarisasi tahun 1924? ](*,)

Bukankah lebih aman menggunakan Quran versi tahun 650? Apakah menurut Anda selama 1275 tahun tidak mungkin adanya human error dalam penyalinan sehingga muncul berbagai jenis Quran dalam berbagai dialek dan penulisan? Sampai2 harus dilakukan standarisasi segala?
Dan Anda tidak mungkin bisa melakukan trace adanya kesalahan ini KARENA QURAN KELUARAN TAHUN 650 SUDAH TIDAK ADA
Bagaimana Anda menjamin Quran terjaga, jika Quran yg Anda baca adalah standarisasi 1924, bukan 650? ](*,)

Babi haram menjadi halal? Bukannya itu hanya soal terjemahan babi menjadi babi hutan (Atau sebaliknya, saya kurang tahu)
Itu namanya revisi terjemahan Jeng, persis wacana yg akan dilakukan Depag berikut ini dengan mengeluarkan versi terjemahan baru kitab Anda :goodman: :

Terjemahan Baru Al-Quran untuk Upaya Deradikalisasi
depag-ri-mengeluarkan-qur-an-terjemahan-baru-t39636/
Salah satu ayat Al-Quran yang dicontohkan Nasaruddin adalah Surat Al-Baqarah ayat 191 yang menyebutkan "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka ...". "Ayat ini berpotensi disalahpahami," ujar Nasaruddin. Menurut dia, dalam terjemahan Al-Quran versi baru lebih moderat.


Jadi kalo tetangga punya versi terjemahan baru ato KJV, bersiap2lah juga siapa tahu kitab Anda juga ikut2an trend tsb, Quran Terjemahan Baru :goodman:
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby vhee » Sat Aug 07, 2010 4:26 pm

oglikom wrote:[
Buktikan kalau diharamkan. Penghuluh vhee kan buta urup makanya salah nyontek.


Nah justru itu kom...orang yg nyontek itu minimal bisa baca tulis..


oglikom wrote:Vhee semakin lo menulis panjang lebar semakin lo kelihatan musyrik dan ****. Masalah penghuluh lo yang berpedhofile ria sudah banyak sanggahan dari kapir disertai bukti nyata praktek pedhofile ampek sekarang masih dilakukan umat penghuluh lo.

Coba lo sanggah jawaban gw diatas kalau lo pinter. Dan buktikan standart moral pelacuran dan kelaianan SEX yang gw tulis diatas ada perubahan lebih mundur atau masih sama.
Baru kapir percaya penghuluh lo kagak ber PEDHOFILE
.


Hmmmm...kl ngemeng ttg standart , ane mau tau nih definisi pedophilia menurut ente krn dr tadi ente fasih ngemeng pedo tapi ane rada ragu apa ente ngerti mksdnya.Alnya ane dah ngasih lebih dari 7 bukti sanggahan kl Muhammad bkn pedophile, msh ente kira angin lalu. Mank ente gk baca afa?

Okd ane quote lg :


Penelusuran Bukti

Bukti 1: Pengujian Terhadap Sumber Fitnah Keji

”Pernikahan gadis polos berumur 6 tahun, Aisyah, dengan Nabi”

Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : "Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq” (Tehzi’bu’l-Tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya Al-Turath Al-Islami, 15th Century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq:” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq (Tehzi’b u’l-Tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).


Kesimpulan Bukti 1 :

Berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.



Bukti 2: Meminang

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun. Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakar (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur minimal 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

Kesimpulan Bukti 2 : Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.



Bukti 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, “Fatimah dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun. Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, usia Fatimah minimal 17 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah minimal 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 6 tahun tidak benar dan merupakan fitnah sangat keji yang tidak berdasar yang sengaja dilontarkan oleh kaum yang ingin menjauhkan Muhammad dari hati umat Islam..

Bukti 4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992). Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya (Aisyah)” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, IbnKathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut riwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M). Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada tahun dimana Aisyah berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi Zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Dalam bukti 3, Ibn Hajar memperkirakan usia berdasar usia Fatimah, Aisyah 12 tahun dan dalam bukti 4 Ibn Hajar berdasar usia Asma’ maka usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi sama sekali usia menikah tidak dalam usia 6 tahun.

Kesimpulan Bukti 4: Ibn Hajar dalam periwayatan usia Aisyah jelas membantah usia 6 tahun dalam menikah.



Bukti 5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam Hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

Kesimpulan 5: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 6 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

Bukti 6: Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan (Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tersebut diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah dalam bahasa arab) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia minimal 14 sampai 21 tahun ketika dinikah Nabi.

KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 6 tahun.

Bukti 7: Terminologi bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah (Khadijah), Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis (bikr) tersebut, Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 6 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah.. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”. Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 6 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

Kesimpulan Bukti 7: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa, yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan (virgin).” Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang gadis dewasa pada waktu menikahnya.

Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 6 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 6 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi sebagaimana isi fitnah keji tersebut.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 6 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran tidak sesuai dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable dan kontradiksi dengan pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim yang menunjukkan mengenai usia menikah Aisyah 6 tahun ketika menikah adalah tidak nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 6 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tersebut dan lebih layak disebut sebagai fitnah yang keji


Nah skrg ane mau tanya...standart moral pelacuran dan kelaianan SEX versi kokom tuh apa sie?
Kom tau gak standart tu apa?
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 4:30 pm

vhee wrote:Kl begitu silahkan quote hadist shahih dimana Aisyah sendiri menyatakan bahwa dia dinikahi ketika berumur 6 thn...

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64:
Narrated 'Aisha:
that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old, and then she remained with him for nine years (i.e., till his death).

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65:
Narrated 'Aisha:
that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that 'Aisha remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death)." what you know of the Quran (by heart)'

Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 234:
Narrated Aisha:
The Prophet engaged me when I was a girl of six (years). We went to Medina and stayed at the home of Bani-al-Harith bin Khazraj. Then I got ill and my hair fell down. Later on my hair grew (again) and my mother, Um Ruman, came to me while I was playing in a swing with some of my girl friends. She called me, and I went to her, not knowing what she wanted to do to me. She caught me by the hand and made me stand at the door of the house. I was breathless then, and when my breathing became Allright, she took some water and rubbed my face and head with it. Then she took me into the house. There in the house I saw some Ansari women who said, "Best wishes and Allah's Blessing and a good luck." Then she entrusted me to them and they prepared me (for the marriage). Unexpectedly Allah's Apostle came to me in the forenoon and my mother handed me over to him, and at that time I was a girl of nine years of age.

Sahih Muslim Book 008, Number 3309:
'A'isha (Allah be pleased with her) reported: Allah's Messenger (may peace be upon him) married me when I was six years old, and I was admitted to his house at the age of nine. She further said: We went to Medina and I had an attack of fever for a month, and my hair had come down to the earlobes. Umm Ruman (my mother) came to me and I was at that time on a swing along with my playmates. She called me loudly and I went to her and I did not know what she had wanted of me. She took hold of my hand and took me to the door, and I was saying: Ha, ha (as if I was gasping), until the agitation of my heart was over. She took me to a house, where had gathered the women of the Ansar. They all blessed me and wished me good luck and said: May you have share in good. She (my mother) entrusted me to them. They washed my head and embellished me and nothing frightened me. Allah's Messenger (, may peace be upon him) came there in the morning, and I was entrusted to him.

Sahih Muslim Book 008, Number 3310:

'A'isha (Allah be pleased with her) reported: Allah's Apostle (may peace be upon him) married me when I was six years old, and I was admitted to his house when I was nine years old.

BONUS:
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88:
Narrated 'Ursa:
The Prophet wrote the (marriage contract) with 'Aisha while she was six years old and consummated his marriage with her while she was nine years old and she remained with him for nine years (i.e. till his death).

Sunan Abu Dawud, Voume. 2, 2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years old." (The narrator Sulaiman said: "Or six years."). "He had intercourse with me when I was 9 years old."
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby oglikom » Sat Aug 07, 2010 4:30 pm

vhee wrote:Kl begitu silahkan quote hadist shahih dimana Aisyah sendiri menyatakan bahwa dia dinikahi ketika berumur 6 thn...

Nih baca bukti penghuluh vhee bene-bener pedhofile.
-Sahih Bhukari vol.7, buku 62, no.64
-Sahih Bhukari vol.7, buku 62, no. 65
-Sahih Bhukari 5.234
Baca sendiri vhee biar lebih pinter.
oglikom
 
Posts: 3375
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 4:34 pm

ajal wrote:wah sudah rame neeh yg hadir,
baiklah saatnya saya buka source nya :

http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?t=20259

ketika seorang gadis yang terlahir pada tahun 20 SM melahirkan anak tuhan pada tahun 7 SM.
berarti sigadis mulai hamil ( mengandung anak tuhan ) ketika berumur 12 tahun.

artinya Tuhan menanam benihNya pada sigadis pada usia 12 tahun.

ketika si jabang bayi terlahir, dan kemudian oleh pemujanya disebut sebagai anak Tuhan, maka secara langsung dan sadar, para pemujanya ini telah menuduh Tuhan melakukan PEDOFILIA

tuduhan kafir tentang Muhammad sebagai seorang pedofil itu masih belum seberapa, bahkan mungkin Muhammad mau memaafkannya.

tapi di sini para pemuja ANAK TUHAN secara terang2an menuduh Tuhan sebagai pedofil?

dan anehnya para kafir sangat bangga dengan hal itu
tul gak? ](*,)

Bisa baca aturannya tidak? Tolong jangan dibiasakan copas artikel buatan orang dari forum2 terus diklaim sebagai bukti ](*,)

Aturan:
1. Sumber yg dikutip harus berasal dari sumber yang sahih dan diakui oleh otoritas agama/kepercayaan thdp si tuhan yg bersangkutan. (Kalo dalam Islam contohnya Quran dan Hadist Sahih)
2. Sumber yang berasal dari sumber yg tidak sahih menurut otoritas agama/kepercayaan thdp si tuhan yg bersangkutan dianggap hanya fitnah ato sekedar banyolan (Kalo dalam Islam contohnya Hadist Daif)


Dasar:
Lu ga mau kan dalil2 agama Islam dikutip dari sumber hadist daif apalagi sumber Ahmadiyah ato sekedar artikel di forum tanpa sumber sahih yg diakui oleh Islam?
Bisa2 batal dong Muhammad jadi nabi terakhir
:lol:


Ga perlu mendongeng atau nulis panjang2 buat mendramatisir,
CUKUP TULISKAN SUMBER SAHIH YANG DIAKUI OLEH OTORITAS AGAMA YG BERSANGKUTAN

kalo ga ngerti juga, gini loh contohnya:
Sumber yg diakui oleh Islam: Kalo sumbernya Quran, sebutkan Sura berapa ayat berapa, kalo Hadist Sahih, sebutkan Buku berapa, Nomor berapa, bisa ditangkap kan? :goodman:
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby ajal » Sat Aug 07, 2010 4:37 pm

infidel wrote:Dan Anda tidak mungkin bisa melakukan trace adanya kesalahan ini KARENA QURAN KELUARAN TAHUN 650 SUDAH TIDAK ADA
Bagaimana Anda menjamin Quran terjaga, jika Quran yg Anda baca adalah standarisasi 1924, bukan 650? ](*,)


maaf del. saya gak ingin berpanjang lebar.

seandainya seluruh kitab qur'an yang ada sekarang ini dibakar semua, tanpa sisa, berikut dengan seluruh klise cetak dan data computer nya dihapus.

muslim masih bisa menuliskannya kembali 100 % persis aslinya. Kenapa?
Karena kami menghafalnya.

mengapa mempermasalahkan cara penulisan jika bacaannya sama?

jika anda faham dengan tulisan steno, atau tulisan ala sms gaul anak sekarang, mungkin anda gak akan mengerti, tapi bagi yang ahli pasti bisa membacanya sama persis dengan tulisan sewajarnya.

perlu diingat yang distandardisasi adalah ejaan bukan bacaan
selesai

silakan kembali ke topix awal.
User avatar
ajal
 
Posts: 360
Joined: Thu Jul 01, 2010 11:53 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby oglikom » Sat Aug 07, 2010 4:39 pm

vhee wrote:Nah justru itu kom...orang yg nyontek itu minimal bisa baca tulis..

Vhee dikibulin penghuluh nya kaciaan.

vhee wrote:.Alnya ane dah ngasih lebih dari 7 bukti sanggahan kl Muhammad bkn pedophile, msh ente kira angin lalu. Mank ente gk baca afa?

Sanggahan vhee kalah sahih dengan hadis yang sudah ditulis bro Infidel... :stun:

vhee wrote:Nah skrg ane mau tanya...standart moral pelacuran dan kelaianan SEX versi kokom tuh apa sie?
Kom tau gak standart tu apa?

Nih cewek bener2 daya tangkepnya kurang baca dan ejaa yang gw tanyakan....!

oglikom wrote:Coba lo sanggah jawaban gw diatas kalau lo pinter. Dan buktikan standart moral pelacuran dan kelaianan SEX yang gw tulis diatas ada perubahan lebih mundur atau masih sama.
Baru kapir percaya penghuluh lo kagak ber PEDHOFILE.


:rofl: :rofl:
oglikom
 
Posts: 3375
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 4:52 pm

ajal wrote:maaf del. saya gak ingin berpanjang lebar.

seandainya seluruh kitab qur'an yang ada sekarang ini dibakar semua, tanpa sisa, berikut dengan seluruh klise cetak dan data computer nya dihapus.

muslim masih bisa menuliskannya kembali 100 % persis aslinya. Kenapa?
Karena kami menghafalnya.

mengapa mempermasalahkan cara penulisan jika bacaannya sama?

jika anda faham dengan tulisan steno, atau tulisan ala sms gaul anak sekarang, mungkin anda gak akan mengerti, tapi bagi yang ahli pasti bisa membacanya sama persis dengan tulisan sewajarnya.

perlu diingat yang distandardisasi adalah ejaan bukan bacaan
selesai

silakan kembali ke topix awal.

Menghafal *maaf* gundulmu. :goodman:

Tuh lihat, baru beberapa tahun ditinggal Muhammad saja para Muslim yg KATANYA canggih dalam menghapal tetep aja kenyataannya seperti ini:

Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomor 510 :
Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
Hudhaifa bin Al-Yaman menghadap Usman. Ia tengah memimpin penduduk Siria dan Irak dalam suatu ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. Hudhaifa merasa cemas oleh pertengkaran mereka (penduduk Siria dan Irak) tentang bacaan Al-qur’an. Maka berkatalah Hudhaifa kepada Usman : “Wahai Amir Al-Mu’minin, selamatkanlah umat ini sebelum mereka bertikai tentang Kitab (Allah), sebagaimana yang telah terjadi pada umat Yahudi dan Nasrani pada masa lalu.” Kemudian Usman mengirim utusan kepada Hafsa dengan pesan : “Kirimkanlah kepada kami shuhuf yang ada ditanganmu, sehingga bisa diperbanyak serta disalin ke dalam mushaf-mushaf, dan setelah itu akan dikembalikan kepadamu.” Hafsah mengirim shuhufnya kepada Usman. Usman kemudian memerintahkan Zaid bin Thabit, 'Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan 'AbdurRahman bin Harith bin Hisham untuk menulis ulang manuskrip dengan sempurna. Usman berkata kepada ketiga orang Quraish, “Jika kamu berbeda pendapat dengan Zaid bin Thabit, maka tulislah dalam dialek Quraish karena Qur’an diturunkan dalam dialek tersebut. Mereka melakukannya dan kemudian membuat beberapa copy. Usman mengembalikan mushaf asli kepada Hafsah. Mushaf-mushaf salinan yang ada kemudian dikirim Usman ke setiap provinsi dengan perintah agar seluruh rekaman tertulis al Qur'an yang ada - baik dalam bentuk fragmen atau kodeks - dibakar habis. Zaid bin Thabit berkata, “Satu ayat dari sura Ahzab hilang olehku saat kami mengcopy Qur’an dan aku biasa mendengar Rasulullah membacanya. Maka kami mencari ayat tersebut dan menemukannya pada Khuzaimah bin Thabit Al ansari. Ayat tersebut adalah : “Diantara orang-orang mumin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. (33 : 23)

:goodman:
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 4:57 pm

vhee wrote:@infidel..

Tlg diterjemahkan dulu dlm bhsa indonesia..
Kan ada Google Translate, tinggal copas semuanya, lalu klik Translate, beres :turban:
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby vhee » Sat Aug 07, 2010 5:05 pm

Okd...kl begitu yg mana yg betul, hadist Abu dawud yg mengatakan 7 thn atau Bukhari yg mengatakan 6 thn?
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 5:20 pm

vhee wrote:Okd...kl begitu yg mana yg betul, hadist Abu dawud yg mengatakan 7 thn atau Bukhari yg mengatakan 6 thn?

Anda sebagai Muslim tentu tahu tingkatan Hadist bukan?
Selain itu antara usia 6 dan 7 tahun tidak begitu terlihat perbedaan yg menonjol dalam hal fisik, lain cerita beda antara usia 6 tahun dan 14 tahun, sudah tentu jelas sekali perbedaannya.
Faktanya semua Hadist Sahih menyatakan dgn jelas angka usia Aisyah saat dinikahi, yaitu 6 tahun dan saat dikawini, yaitu 9 tahun.
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby ajal » Sat Aug 07, 2010 5:27 pm

ajal wrote:maaf del. saya gak ingin berpanjang lebar.

seandainya seluruh kitab qur'an yang ada sekarang ini dibakar semua, tanpa sisa, berikut dengan seluruh klise cetak dan data computer nya dihapus.

muslim masih bisa menuliskannya kembali 100 % persis aslinya. Kenapa?
Karena kami menghafalnya.

mengapa mempermasalahkan cara penulisan jika bacaannya sama?

jika anda faham dengan tulisan steno, atau tulisan ala sms gaul anak sekarang, mungkin anda gak akan mengerti, tapi bagi yang ahli pasti bisa membacanya sama persis dengan tulisan sewajarnya.

perlu diingat yang distandardisasi adalah ejaan bukan bacaan
selesai

silakan kembali ke topix awal.


infidel wrote:Menghafal *maaf* gundulmu. :goodman:

Tuh lihat, baru beberapa tahun ditinggal Muhammad saja para Muslim yg KATANYA canggih dalam menghapal tetep aja kenyataannya seperti ini:

Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomor 510 :
Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
Hudhaifa bin Al-Yaman menghadap Usman. Ia tengah memimpin penduduk Siria dan Irak dalam suatu ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. Hudhaifa merasa cemas oleh pertengkaran mereka (penduduk Siria dan Irak) tentang bacaan Al-qur’an. Maka berkatalah Hudhaifa kepada Usman : “Wahai Amir Al-Mu’minin, selamatkanlah umat ini sebelum mereka bertikai tentang Kitab (Allah) (pertikaian tentang cara penulisan, kode2 karokah dialeg dsb, ), sebagaimana yang telah terjadi pada umat Yahudi dan Nasrani pada masa lalu.” Kemudian Usman mengirim utusan kepada Hafsa dengan pesan : “Kirimkanlah kepada kami shuhuf yang ada ditanganmu, sehingga bisa diperbanyak serta disalin ke dalam mushaf-mushaf, dan setelah itu akan dikembalikan kepadamu.” Hafsah mengirim shuhufnya kepada Usman. Usman kemudian memerintahkan Zaid bin Thabit, 'Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan 'AbdurRahman bin Harith bin Hisham untuk menulis ulang manuskrip dengan sempurna. Usman berkata kepada ketiga orang Quraish, “Jika kamu berbeda pendapat dengan Zaid bin Thabit, maka tulislah dalam dialek Quraish karena Qur’an diturunkan dalam dialek tersebut(standart waktu itu). Mereka melakukannya dan kemudian membuat beberapa copy. Usman mengembalikan mushaf asli kepada Hafsah. Mushaf-mushaf salinan yang ada kemudian dikirim Usman ke setiap provinsi dengan perintah agar seluruh rekaman tertulis al Qur'an yang ada - baik dalam bentuk fragmen atau kodeks - dibakar habis. Zaid bin Thabit berkata, “Satu ayat dari sura Ahzab hilang olehku saat kami mengcopy Qur’an dan aku biasa mendengar Rasulullah membacanya. Maka kami mencari ayat tersebut dan menemukannya pada Khuzaimah bin Thabit Al ansari. Ayat tersebut adalah : “Diantara orang-orang mumin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. (33 : 23)

:goodman:


baca lagi apa yang anda posting itu tentang apa?
perhatikan yang saya BOLD

yang menjadi permasalahan dalam hadist itu adalah cara penulisan yang mempunyai gaya sendiri2, meskipun bunyi bacaannya sama, namun seiring perkembangan jaman dikhawatirkan akan terjadi pengkultusan terhadap gaya penulisan tertentu, maka perlu lah distandardisasi oleh usman.

begitu lho ndul
User avatar
ajal
 
Posts: 360
Joined: Thu Jul 01, 2010 11:53 pm

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby infidel » Sat Aug 07, 2010 6:05 pm

ajal wrote:baca lagi apa yang anda posting itu tentang apa?
perhatikan yang saya BOLD

yang menjadi permasalahan dalam hadist itu adalah cara penulisan yang mempunyai gaya sendiri2, meskipun bunyi bacaannya sama, namun seiring perkembangan jaman dikhawatirkan akan terjadi pengkultusan terhadap gaya penulisan tertentu, maka perlu lah distandardisasi oleh usman.

begitu lho ndul

Ya memang itu yg saya tanyakan, jika sudah distandarisasi oleh Ustman sejak tahun 650-an, lalu mengapa Anda malah membaca Quran hasil standarisasi 1924? mengapa bukan versi 650?

Anda mengatakan muslim masih bisa menuliskannya kembali 100 % persis aslinya

Jika memang sudah dan masih 100% persis sejak Muhammad mengucapkan ayat2 Quran, maka:
1. Bukankah aneh sekali jika Ustman memerintahkan penulisan ULANG?
Bukankah seharusnya semua penghapal Quran menghapal ayat2 yang PERSIS 100% sama dgn yg diucapkan Muhammad?
Apa gunanya Quran tidak boleh dihapal dan dilafalkan dgn bahasa selain bahasa Arab, tapi ternyata para penghapal Quran mula2 pun menghapalnya dalam berbagai dialek dan tidak persis 100% sama dengan yg diucapkan Muhammad?
Bukankah seharusnya skenario idealnya jika klaim Anda itu benar adalah semua Muslim menghapal 100% persis aslinya, Ustman melakukan standarisasi tanpa ada masalah dan pertikaian, dan Anda, saat ini masih memegang Quran hasil standarisasi awal tsb, bukannya hasil 1924.

2. Saat Anda mengklaim bahwa Quran aman dan terjamin 100% persis aslinya karena Muslim bisa manghapalnya, ternyata klaim Anda itu tak terbukti, Muslim awal malah menghapalnya dalam berbagai dialek
Apakah Anda akan menghapal isi sebuah buku berbahasa Inggris dengan menggunakan bahasa lainnya? Yang namanya menghapal persis 100%, jelas harus dihapalkan 100% persis sesuai dengan yang Anda baca.
Contoh, kadang2 terjemahan bahasa Inggris yg diterjemahkan ke bahasa lainnya, lalu diterjemahkan kembali ke bahasa Inggris akan menghasilkan struktur kalimat yg berbeda dengan sumber awalnya.
Lalu apa gunanya menghapal 100% persis aslinya, jika Anda boleh menghapalnya dengan dialek atau bahasa lainnya?

3. Mana bukti manuskrip Quran asli hasil standarisasi Ustman tahun 650 an?
Jika Anda ingin membuktikan masih terpelihara tidaknya keotentikan suatu karya tulis hasil cetakan terbaru dengan cetakan pertamanya, tentunya Anda harus membandingkan keduanya, bukan sekedar bilang "Tenang saja, meskipun semua buku terbakar ada ratusan orang yg bisa menghapal 100% mirip aslinya". Klaim Anda ini sudah runtuh karena ternyata Muslim awal menghapal Quran tidak 100% sesuai aslinya.

Tapi okelah, daripada oot, terserah Anda, apapun alasan Anda soal klaim Quran 100% persis aslinya, faktanya tidak ada bukti Quran asli hasil standarisasai Ustman yg bisa dipakai untuk kita bandingkan.
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: berhentilah mengatakan Muhammad Pedofile, sebab ...

Postby oglikom » Sat Aug 07, 2010 8:11 pm

vhee wrote:Okd...kl begitu yg mana yg betul, hadist Abu dawud yg mengatakan 7 thn atau Bukhari yg mengatakan 6 thn?

Kok kagak ada bantahan lagi? Percaya ama kapir atau percaya dari perawi Hadits2 Sahih yang ditulis Bro Infidel??!
Vhee, udah bagaimana dengan 7 ayat firman pembungkus pedhofile penghuluh Islam.??

infidel wrote:Anda sebagai Muslim tentu tahu tingkatan Hadist bukan?
Selain itu antara usia 6 dan 7 tahun tidak begitu terlihat perbedaan yg menonjol dalam hal fisik, lain cerita beda antara usia 6 tahun dan 14 tahun, sudah tentu jelas sekali perbedaannya.
Faktanya semua Hadist Sahih menyatakan dgn jelas angka usia Aisyah saat dinikahi, yaitu 6 tahun dan saat dikawini, yaitu 9 tahun.


Berarti TS dan Miss Vhee dikadali Muhammad meniru istilahnya Mbah Duladi.
oglikom
 
Posts: 3375
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

PreviousNext

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users