.

Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby Duladi » Mon Apr 19, 2010 9:38 pm

Kalau kita ingin tahu apakah Muhammad benar-benar NABI atau PENIPU, kita bisa mengetes "KECEPATAN TURUNNYA WAHYU".

Kalau wahyu itu dapat turun dengan cepat secepat ketika dia mengarang ayat-ayat untuk kepentingannya pribadi, maka itulah bukti dia benar-benar mendapat wahyu ilahi.

Tapi..............

Kalau wahyu itu turunnya LAMAAAAA BANGET, sampai harus nunggu 15 hari demi mendapatkan jawaban suatu pertanyaan, maka itulah bukti dia tidak diutus Tuhan.

Mari kita lihat dari bukti riwayat, bagaimana sewaktu Muhammad mengeluarkan ayat-ayat untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, ayat itu bisa secepat kilat keluar dari mulutnya, tapi sewaktu dites pertanyaan oleh orang-orang Quraish, Muhammad butuh 15 hari untuk dapat menurunkan ayatnya.

AYAT-AYAT GAMPANG, BISA KELUAR SECEPAT KILAT SEWAKTU MUHAMMAD MEMBUTUHKANNYA

Ayat Pengusir Tamu

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 462
    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, "Pada hari Rasulullah menikahi Zainab binti Jahsy, beliau mengundang orang-orang menghadiri jamuan di rumah beliau. Setelah orang-orang tersebut selesai makan, mereka lantas tetap duduk di tempatnya sambil bercakap-cakap."Rasulullah lantas pura-pura berdiri (agar orang-orang yang hadir itu pun ikut berdiri). Melihat tindakan Rasulullah tersebut, sebagian hadirin tersebut lantas ikut berdiri. Akan tetapi, tiga orang dari mereka tetap duduk di tempat dan baru keluar beberapa saat kemudian. Setelah semuanya keluar, saya lalu mendatangi Rasulullah untuk mengabarkan hal tersebut. Rasulullah lantas datang dan masuk ke rumah. Saya pun ikut masuk ke dalam. Akan tetapi, Rasulullah langsung menurunkan tirai yang menghalangi antara saya dan beliau. Allah lantas menurunkan ayat:
      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS 33:53)

Ayat Pelarangan Menikahi Istri Nabi

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 464-465

    Firman Allah swt.,
      "Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah..." (al-Ahzab: 53)

    Tentang sebab turunnya ayat ini, Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid yang berkata, "Suatu ketika, Rasulullah mendengar bahwa ada seorang laki-laki berkata, 'Jika Rasulullah wafat maka sepeninggal beliau saya akan menikahi Fulanah (seraya menyebut nama salah seorang istri beliau). Sebagai respons terhadap hal itu, turunlah ayat,"Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah...."""

    Ibnu Abbas juga meriwayatkan, "Ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki-laki yang bermaksud menikahi beberapa orang di antara istri Nabi sepeninggal beliau." Sufyan berkata, "Diriwayatkan bahwa istri Rasulullah yang dimaksud adalah Aisyah."

    Dari Suddi juga diriwayatkan, "Kami mendengar bahwa Thalhah bin Ubaidillah pernah berkata, 'Bagaimana mungkin Muhammad menghalangi kami untuk menikahi anak-anak paman kami sementara ia sendiri menikahi kaum wanita kami. Jika suatu saat terjadi sesuatu padanya, niscaya kami akan menikahi istri-istrinya sepeninggalnya.' Sebagai responsnya, Allah lalu menurunkan ayat ini."

    Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Abu Bakar dari Muhamamd bin Amru yang berkata, "Ayat ini turun sebagai respons terhadap ucapan Thalhah bin Ubaidillah, yaitu, 'Jika nanti Rasulullah wafat, maka saya akan menikahi Aisyah.'"

    Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki datang dan berbincang-bincang dengan beberapa istri Rasulullah. Laki-laki itu adalah anak paman istri beliau. Ketika Rasulullah melihat hal tersebut, beliau berkata kepada laki-laki itu, "Jangan sampai engkau mengulangi tindakanmu ini untuk kedua kalinya!"

    Laki-laki itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, ia adalah anak paman saya. Demi Allah, saya tidak mengucapkan kata-kata yang tidak baik kepadanya, demikian juga ia."

    Akan tetapi, Rasulullah balik berkata, "Engkau telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih pencemburu dibanding Allah dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu dibanding saya."

    Laki-laki itu kemudian pergi. Setelah agak jauh ia berkata, "Bagaimana mungkin beliau melarang saya berbicara dengan anak wanita paman saya. Saya sungguh akan menikahinya sepeninggal beliau kelak." Allah lalu menurunkan ayat ini.

    Lebih lanjut, Ibnu Abbas berkata, "Sebagai bentuk penyesalan dan tobatnya terhadap ucapannya di atas, laki-laki itu pun kemudian memerdekakan seorang budak, menginfakkan hartanya di jalan Allah seberat yang bisa diangkut sepuluh ekor unta, serta menunaikan haji dengan berjalan kaki."

Ayat Perintah Hijab bagi Istri Nabi

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 466
      "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,"'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (al-Ahzab: 59)

    Sebab turunnya ayat

    Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah, "Setelah turunnya perintah berhijab, suatu ketika Sau'dah (salah seorang istri Rasulullah) keluar untuk membuang hajat. Sau'dah adalah seorang wanita berbadan besar sehingga akan langsung dikenali jika berpapasan dengan orang yang telah mengenalnya. Di tengah jalan, Umar melihatnya. Umar lalu berkata, 'Wahai Sau'dah, kami sungguh masih dapat mengenali engkau. Oleh karena itu, pertimbangkanlah kembali bagaimana cara engkau keluar!'

    Mendengar ucapan Umar itu, Sau'dah langsung berbalik pulang dengan cepat. Pada saat itu, Rasulullah tengah makan malam di rumah saya dan di tangan beliau tengah tergenggam minuman. Ketika masuk ke rumah, Sau'dah langsung berkata, 'Wahai Rasulullah, baru saja saya keluar untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, Umar lalu berkata begini dan begini kepada saya.' Tiba-tiba turun wahyu kepada Rasulullah. Ketika wahyu selesai dan beliau kembali ke kondisi semula, minuman yang ketika itu beliau pegang masih tetap berada di tangannya. Rasulullah lalu berkata, 'Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk menunaikan hajat kalian."'

Ayat Tentang Perempuan Muslim

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 452-453
      "Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, lakilaki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (al-Ahzab: 35)

    Sebab turunnya ayat

    Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabnya, seraya menyatakannya berkualitas hasan, sebuah riwayat dari Ikrimah dari Ummu Imarah al-Anshariyah yang mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya melihat bahwa segalanya hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Saya tidak menemukan kaum wanita disebutkan sedikitpun (dalam ayat Al-Qur'an)." Setelah berkata demikian, tiba-tiba turunlah ayat ini.

    Dengan kualitas sanad yang lumayan baik, Imam ath-Thabrani juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, "Beberapa wanita berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, kenapa yang disebutkan (dalam ayat) hanya kaum mukmin laki-laki saja sementara kaum mukmin wanita tidak pernah disebut?' Tiba-tiba turunlah ayat ini."

Ayat Koreksi tentang Jihad

Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Buku 60, Nomerr 117:
    Dikisahkan Al-Bara:
    Ketika ayat: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya)” (4:95) dinyatakan, Rasul Allah memanggil Zaid untuk menuliskannya. Pada saat yang sama Ibn Umm Maktum datang dan mengeluh tentang kebutaannya, maka Allah mewahyukan: “Kecuali mereka yang tidak sanggup (oleh karena luka atau buta atau lemah…”) (4:95).

    Ini hadis serupa lainnya:
    Muhammad dengan cepat mengubah sebuah ayat sesuai dengan permintaan orang buta tentang melakukan Jihad (4:95)

    Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Buku 61, Nomer 512:
    Dikisahkan oleh Al-Bara:
    Diwahyukan sebagai berikut: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya) dan mereka yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya” (4.95)
    Sang Nabi berkata, "Panggil Zaid menghadapku dan suruh dia membawa papan tulis, tinta dan tulang skapula (atau tulang skapula dan tempta tinta).” Lalu dia berkata, “Tulislah: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk..”, dan pada saat itu 'Amr bin Um Maktum yang buta datang dan duduk di belakang sang Nabi. Dia berkata, “Wahai Rasul Allah! Apakah perintahmu bagiku (yang berhubungan dengan ayat tersebut) sebagai orang buta?” Maka, ayat itu pun diganti menjadi:
    “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya) kecuali mereka yang tidak sanggup (oleh karena luka atau buta atau lemah, dll”) dan mereka yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.” (4.95)

    Berikut adalah hadis serupa dari Sahih Muslim:

    Hadis Sahih Muslim, buku 20, nomer 4676
    Telah dikisahkan dengan ijin dari Abu Ishaq bahwa dia mendengar Bara’ bicara tentang ayat Qur’an: “Tidak sama kedudukan antara mereka yang duduk (di rumah) diantara para mukmin dan mereka yang pergi berjihad di jalan Allah.” (4:95). (Dia berkata bahwa) sang Rasul Allah (semoga damai menyertainya) memerintahkan Zaid (untuk menulis ayat ini). Dia membawa tulang bahu (unta) yang menulis ayat itu di atasnya. Putra Umm Maktum mengeluh tentang kebutaannya pada Rasul Allah. (Mendengar itu) wahyu berikut dinyatakan: “Dari antara kaum mukmin yang duduk (di rumah) tanpa masalah apapun (sakit, tidak mampu, cacat)” (4:95). Kisah ini disampaikan melalui dua rantai penyampai kisah lainnya.


Dan masih banyak lagi contoh ayat kilat yang keluar dari mulut Muhammad kapan pun dia membutuhkannya untuk memenuhi keinginan pribadinya.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana kecepatan turunnya ayat sewaktu Muhammad diminta menjawab 3 pertanyaan dari orang-orang Quraish:

AYAT-AYAT JAWABAN, BARU KELUAR SETELAH 15 HARI

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 253-255

    An-Nadhr bin Al-Harits termasuk syetan-syetan Quraisy, orang yang menyakiti Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam, dan membuka permusuhan dengan beliau. la pernah pergi ke Al-Hirah dan di sana ia belajar cerita-cerita tentang raja-raja Persia, kisah-kisah tentang Rustum, dan Isfandiyar. Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di satu tempat untuk mengajak kaumnya ingat kepada Allah, mengingatkan mereka tentang hukuman Allah yang diterima orang-orang sebelum mereka, dan beliau beranjak dan tempat tersebut, maka An-Nadhr bin Al-Harits duduk di tempat yang sama, kemudian berkata, `Demi Allah, wahai orang-orang Qurais, aku lebih bagus ucapannya daripada Muhammad. Sekarang kalian kemarilah, niscaya aku katakan kepada kalian perkataan yang jauh lebih bagus daripada perkataan Muhammad!' Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits bercerita kepada mereka kisah-kisah tentang raja-raja Persia, Rustum, dan Isfandiyar. la berkata, 'Dengan apa Muhammad lebih bagus ucapannya daripada saya?"'

    Ibnu Hisyam berkata, "An-Nadhr bin AI-Hants inilah (seperti disampaikan kepadaku) orang yang berkata, `Aku akan menurunkan ayat seperti yang diturunkan Allah'."

    Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu berkata, `Al-Qur'an menurunkan delapan ayat tentang An-Nadhr bin Al-Harits. Yaitu firman Allah Ta'ala, `Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, 'Itu adalah dongeng orang-orang yang dahulu. '(Al-Muthaffifin: 13). Dan semua ayat-ayat yang di dalamnya terdapat kata Al-Asaathir (dongeng orang-orang terdahulu) dalam AI-Qur'an'."

    Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rahib-rahib Madinah

    Ibnu Ishaq berkata, "Usai An-Nadhr bin Al-Harits berkata seperti itu, orang-orang Quraisy mengirimkannya bersama Uqbah bin Abu Mu'aith kepada rahib-rahib Madinah. Orang-orang Quraisy berkata kepada keduanya, 'Bertanyalah Italian berdua kepada rahib-rahib Yahudi tentang Muhammad, ceritakan sifat-sifatnya, dan jelaskan ucapannya kepada mereka, karena mereka adalah orang-orang yang pertama kali diberi ktab mempunyai pengetahuan tentang para nabi yang tidak kita ketahui.'

    An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith berangkat ke Madinah. Tiba di sana, keduanya bertanya kepada rahib-rahib Yahudi tentang Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sembari menjelaskan sifat-sif at dan sebagian ucapan beliau kepada mereka. Keduanya berkata kepada mereka, `Sesungguhnya kalian mempunyai Kitab Taurat, dan kami datang kepada kalian untuk bertanya tentang sahabat kami (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam)'."

    Usulan Orang-orang Yahudi

    Ibnu Ishaq berkata, "Rahib-rahib Yahudi berkata kepada kedua utusan Quraisy, `Tanyakan tiga hal kepada sahabatmu. Jika ia mampu menjawab ketiga hal tersebut, ia seorang Nabi yang diutus. Jika ia tidak bisa menjawabnya, maka ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian tentang dia. Tanyakan kepadanya perihal pemuda-pemuda yang meninggal pada periode pertama dan bagaimana informasi tentang mereka? Karena mereka mempunyai informasi yang menarik. Kemudian tanyakan kepadanya perihal seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat; bagaimana kisahnya? Kemudian tanyakan kepadanya perihal roh; apakah roh itu? Jika sahabatmu bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut, ia seorang Nabi dan kalian hams mengikutinya. Jika ia tidak bisa menjawabnya, berarti ia berkata bohong dan silahkan kerjakan apa yang kalian inginkan terhadap dia'."

    Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

    Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith bin Abu Amr bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai pulang ke Makkah. Ketika keduanya bertemu kembali dengan orang-orang Quraisy, keduanya berkata kepada mereka, `Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kami datang kepada kalian dengan membawa kata pamungkas persoalan kita dengan Muhammad. Rahib-rahib Yahudi menyuruh kita menaayakan tiga hal kepada Muhammad. Jika ia bisa menjawabnya, ia betul-betul seorang Nabi. Jika ia tidak bisa menjawabnya, ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian terhadapnya.'

    Kemudian mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, `Hai Muhammad, terangkan kepada kami tentang anak-anak muda yang meninggal dunia pada periode pertama, karena mereka mempunyai kisah yang menarik, kisah seorang pengembara yang menjelajahi dunia timur dan barat, dan jugs tentang roh?'

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Semua pertanyaan kalian aku jawab besok pagi.'

    Beliau rnengatakan begitu tanpa mengatakan insya Allah. Setelah itu, mereka berpaling dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Menurut banyak orang, selama lima belas malam Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak mendapatkan wahyu dan Malaikat Jibril tidak datang kepada beliau, hingga membuat gusar penduduk Makkah. Mereka berkata, 'Muhammad menjanjikan memberi jawaban atas pertanyaan kita besok pagi, dan waktu sudah berjalan lima belas malam, namun ia tidak memberi jawaban atas pertanyaan kita.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedih sekali, karena wahyu terputus dari beliau. Beliau terpukul dengan komentar orang-orang Quraisy terhadap dirinya. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau dari Allah Azza wa Jalla dengan membawa surat AI-Kahfi. Dalam surat tersebut, Allah mengecam kesedihan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam atas mereka, menjelaskan kepada beliau informasi seputar pertanyaan mereka; perihal pemuda-pemuda yang mereka maksud, sang pengembara, dan permasalahan roh."

NALAR:

Ayat-ayat itu bukan ayat-ayat dari Tuhan, melainkan ayat-ayat hasil pikiran Muhammad belaka.
Ketika Muhammad membutuhkan ayat-ayat yang gampang membuatnya, dia bisa secepat kilat mengucapkannya, tanpa menunggu waktu berhari-hari.
Tetapi sewaktu Muhammad butuh ayat-ayat jawaban atas pertanyaan yang sulit, Muhammad tidak bisa menurunkan ayat secepat ayat-ayat gampang, dia harus mikir dulu untuk menemukan jawabannya.

Untuk menutupi itu, dia mengatakan "wahyu terputus" atau "malaikat jibril terlambat datang kepadanya".


Kesimpulan mengenai Muslim yang Percaya Muhammad menerima Wahyu:

Muslim itu adalah MAKHLUK TERBODOH DI DUNIA.
Muslim sama sekali tidak merasa curiga walau terdapat fakta-fakta kejanggalan yang terlihat dari diri Muhammad.

Baca juga tulisan saya terdahulu:
muhammad-menipu-muslim-dg-tipuan-anak-kecil-t34914/
Last edited by Duladi on Wed Apr 21, 2010 9:19 pm, edited 2 times in total.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby wongjowo » Mon Apr 19, 2010 9:46 pm

Allah (baca:otaknya mamad) loadingnya lambat :finga:

Pak dul, minta ijin copas ke blog ya... O:)
User avatar
wongjowo
 
Posts: 1480
Joined: Sun Sep 06, 2009 7:43 am
Location: Apa Liat-Liat ?!?

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby duren » Tue Apr 20, 2010 1:42 am

Menurut analisis market ...burung muhammad memang burung pemakan ulat
Dia sanggup berkicau hanya pada kondisi ... After Market Talk

Bung CS faham betul nih istilah ginian :finga:
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby CRESCENT-STAR » Tue Apr 20, 2010 9:24 am

yang menjadi pertanyaan :
1. Siapa yang membuat aturan bahwa tanda seseorang itu Nabi wahyu yg dia terima harus cepat ?
2. Apakah melulu setiap menjawab pertanyaan Wahyu turun terlambat pada Nabi saw ?... bagaimana dgn fakta2 lain dimana Nabi menjawab pertanyaan Rahib2 Yahudi dan wahyu dgn cepat turun sewaktu di Madina ?

saya sudah katakan, bahwa kesimpulan seseorang ditentukan oleh seberapa besar input yg dia terima. semakin sedikit ilmunya maka semakin mengingau kesimpulannya.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby Duladi » Tue Apr 20, 2010 11:57 am

CRESCENT-STAR wrote:yang menjadi pertanyaan :
1. Siapa yang membuat aturan bahwa tanda seseorang itu Nabi wahyu yg dia terima harus cepat ?


Kalau ia bisa mengarang ayat gampang secepat kilat, tentu mengarang ayat "sulit" pun bisa secepat itu pula, bila ia benar-benar orang yang "kerasukan" Alloh.

Kenapa sewaktu mengarang ayat gampang (yang untuk kebutuhan pribadinya) ia bisa mengucapkannya tanpa harus menunggu jibril, tetapi sewaktu menjawab 3 pertanyaan Quraish dia harus menunggu jibril selama 15 hari?

Crescent wrote:2. Apakah melulu setiap menjawab pertanyaan Wahyu turun terlambat pada Nabi saw ?... bagaimana dgn fakta2 lain dimana Nabi menjawab pertanyaan Rahib2 Yahudi dan wahyu dgn cepat turun sewaktu di Madina?


Itu bergantung pada jenis pertanyaan dan tingkat kesulitan pertanyaannya.
Ada kalanya Muhammad juga menjawab ngawur, seperti tentang penentuan jenis kelamin pada janin yang katanya ditentukan dari siapa yang "nyembur" duluan.


Crescent wrote:saya sudah katakan, bahwa kesimpulan seseorang ditentukan oleh seberapa besar input yg dia terima. semakin sedikit ilmunya maka semakin mengingau kesimpulannya.


Sudah saya katakan, bahwa untuk mengetahui Muhammad seorang PENIPU, yang kita butuhkan cuma AKAL / PENALARAN saja.

Cuma orang tidak berakal saja yang dapat terus dibohongi oleh Muhammad.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby CRESCENT-STAR » Tue Apr 20, 2010 12:48 pm

Itu bergantung pada jenis pertanyaan dan tingkat kesulitan pertanyaannya.
Ada kalanya Muhammad juga menjawab ngawur, seperti tentang penentuan jenis kelamin pada janin yang katanya ditentukan dari siapa yang "nyembur" duluan.

jika bung mengakui ada wahyu yang CEPAT, lantas bgm nasib aturan maen wahyu harus cepat versi abal-abal bung ? kita masukan saja ke keranjang sampahkah ?
baiknya begitu.
membuat parameter memang tdk semudah seperti membuat adonan pisang goreng, diperlukan ilmu yang komprehensif. jangan harap jika ilmunya sedikit mampu membuat parameter yang hebat.

dan dalam bicara sejarah kita tdk membutuhkan pendapat pengamat spt bung yg menganggap ngawur. faktanya orang yg bertanya membenarkannya.
bukankah kita tdk tahu kapasitas keilmuan komentator spt bung ini dlm masalah2 yg ditanyakan.
toh Tuhan bisa mati saja bagi saya keimanan ngawur ! dan mungkin menjadi ajaib dan hebat menurut bung, karena konon dgn alasan "MAMPU MENGALAHKAN MAUT" ... (maut memangnya sosok spt apa ya ?)
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby saksang » Tue Apr 20, 2010 1:49 pm

Saksang : " Kalau Alllah Swt itu benar benar Tuhan Maha Kuasa dan Maha Tahu, pertanyaan apapun pasti lah bisa dijawab tanpa di batasi oleh waktu dan hukum yg dibuat manusia" saat itu juga Allah swt bisa membungkam sipenanya... tapi teryanta di pending dulu :lol: kayak sms aja.... :rolling:


muslim pernah berpikir demikian? ? kalau sudah pernah pastilah sudah murtad! atau OOT ke Kristen, seperti diatas gue :lol:
saksang
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby JANGAN GITU AH » Tue Apr 20, 2010 2:41 pm

Disamping apa yang diulas Pak Duladi, saya juga menemukan fakta tentang turunnya ayat quran dalam kitab Sirat Nabawiyah Ibnu Hisyam. Fakta yang menunjukkan ternyata banyak dari ayat-ayat Al-Quran yang dikatakan turun itu hanyalah merupakan copy paste dari perdebatan Muhammad dengan lawan bicaranya.

Mungkin kalau Pak Duladi tertarik untuk mengulasnya, ini akan sangat menarik karena dapat menambah bukti bagi kita bahwa Muhammad lah yang mengarang ayat Quran.

Saya percaya ramuan pak Duladi pasti oye. Enak dibaca dan "wajib" hukumnya :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby Duladi » Tue Apr 20, 2010 9:19 pm

CRESCENT-STAR wrote:jika bung mengakui ada wahyu yang CEPAT, lantas bgm nasib aturan maen wahyu harus cepat versi abal-abal bung ? kita masukan saja ke keranjang sampahkah?


Cepat tapi salah, itu menambah bukti kepalsuannya.

Kalau benar Tuhan ada di dalam diri Muhammad, sehingga kapan pun Muhammad mau, ia bisa menurunkan ayat secepat kilat, tentu saja untuk menjawab pertanyaan sesulit apapun, tidak jadi masalah buat Muhammad.

Tapi masalahnya, kalau menurunkan ayat-ayat gampang untuk kebutuhan pribadinya, dia bisa mengeluarkannya dengan cepat dan segera, tapi kenapa untuk menjawab pertanyaan yang sulit dia tidak bisa seperti itu?

Itu artinya apa?

Orang yang percaya Muhammad menerima wahyu adalah ORANG TERBODOH DI DUNIA.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby CRESCENT-STAR » Wed Apr 21, 2010 10:17 am

silakan saja berfikiran spt itu, hak bung sepenuhnya. bagi saya pemikiran tsb tidak ada nilainya sama sekali, hanya curhatan belaka.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby Duladi » Wed Apr 21, 2010 9:15 pm

Crescent: "Saya telah diutus Tuhan, saya ini nabi. Ucapkanlah syahadat untuk saya."

Penguji: "Apa buktinya Tuhan telah mengutusmu?"

Crescent: "Surat Kadal ayat 1: Aku, Tuhan, bersumpah demi pisang goreng, bahwa Crescent adalah nabi yang telah kuutus."

Penguji: "Kamu bohong."

Crescent: "Surat Kadal ayat 2: Sesungguhnya Crescent bukan pembohong, dia berkata jujur. Sesungguhnya Tuhan maha mengetahui."

Penguji: "Biarkan Tuhanmu yang ngomong dari langit. Kalau kamu sendiri yang ngomong, aku tidak percaya."

Crescent: "Surat Kadal ayat 3: Orang kafir berkata, biarkan tuhanmu sendiri berbicara dari langit. Benar-benar terkutuklah orang yang berkata demikian. Sesungguhnya orang yang tidak beriman suka mencobai nabinya. Sesungguhnya Tuhan maha bijaksana lagi maha pengampun."

Penguji: "Apakah Tuhanmu tahu segalanya?"

Crescent: "Surat Kadal ayat 4: Sesungguhnya Tuhan maha tahu segalanya, sebab dia-lah sumber segala pengetahuan."

Penguji: "423465034 x 12000000 x 85673404234234 hasilnya berapa?"

Crescent: "Ehmmmmmm....... jawabnya besok aja ya?"

Penguji: "Bukankah Tuhanmu selalu menjawabku pake ayat? Hayo..... buktikan bila benar Tuhan ada di dalam mulutmu saat ini."

Crescent: "Sorry, ........ ayatnya telat, besok aja ya?"
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby saritan » Wed Apr 21, 2010 10:12 pm

coba tes juga ketuhanan Tuhan agama sebelah...juga dong biar adil
secepat apa Tuhan yang maha kuasa mati dikayu salib..hohohoho.. :green:
atau secepat/sekeras apa Tuhan ditampar oleh penjaga..
kira-kira pipi Tuhan bengkak juga ga ya..:finga:
jangan-jangan giginya Tuhan ada yang copot..hihihi
saritan
 
Posts: 301
Joined: Fri Mar 19, 2010 12:03 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby saritan » Wed Apr 21, 2010 11:02 pm

Duladi wrote:Kalau kita ingin tahu apakah Muhammad benar-benar NABI atau PENIPU, kita bisa mengetes "KECEPATAN TURUNNYA WAHYU".


:roll: orang aneh... :lol: :lol: :lol:
saya mau tes anda nabi atau ga...?? seberapa cepat anda menjawab pertanyaan saya... :stun: :rofl: :rofl: :rofl:
kalo anda cepat jawab maka anda adalah Nabi... :stun:

kalo Nabi itu Tuhan ya..dia bisa jawab cepat..semau dia..
tapi karena nabi itu seorang hamba dan utusan Tuhan..ya wajar dong kalo nunggu Tuhan yang jawab...masalah waktu hanya Tuhan yang tau mana yang terbaik bagi ciptaannya...
Kalo nabi jawab seketika...itu bukan Firman Tuhan namanya...
aneh-aneh aja ni orang...
saritan
 
Posts: 301
Joined: Fri Mar 19, 2010 12:03 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby duren » Wed Apr 21, 2010 11:34 pm

Waduhh .. nasib Mbah Duladi ibarat telur di ujung tanduk
Setelah sdr Saritanan ambil peran disini ... Jamin dah karir Duladi di FFI bakal tamat O:)
Hancur lebur
Gawat mbah Dul ... mendingan hijrah aja deh
BAHAYA MENGANCAM ](*,)
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby Duladi » Thu Apr 22, 2010 12:01 am

saritan wrote:kalo Nabi itu Tuhan ya..dia bisa jawab cepat..semau dia..


Baca riwayat berikut ini, Muhammad bisa mengarang ayat dengan cepat tanpa menunggu Jibril, berarti Muhammad itu Tuhan khan?

    Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 462

    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, "Pada hari Rasulullah menikahi Zainab binti Jahsy, beliau mengundang orang-orang menghadiri jamuan di rumah beliau. Setelah orang-orang tersebut selesai makan, mereka lantas tetap duduk di tempatnya sambil bercakap-cakap."Rasulullah lantas pura-pura berdiri (agar orang-orang yang hadir itu pun ikut berdiri). Melihat tindakan Rasulullah tersebut, sebagian hadirin tersebut lantas ikut berdiri. Akan tetapi, tiga orang dari mereka tetap duduk di tempat dan baru keluar beberapa saat kemudian. Setelah semuanya keluar, saya lalu mendatangi Rasulullah untuk mengabarkan hal tersebut. Rasulullah lantas datang dan masuk ke rumah. Saya pun ikut masuk ke dalam. Akan tetapi, Rasulullah langsung menurunkan tirai yang menghalangi antara saya dan beliau. Allah lantas menurunkan ayat:

      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS 33:53)

Saritan wrote:masalah waktu hanya Tuhan yang tau mana yang terbaik bagi ciptaannya...
Kalo nabi jawab seketika...itu bukan Firman Tuhan namanya...
aneh-aneh aja ni orang...


Berarti QS 33:53 (ayat pengusir tamu) di atas bukan FIRMAN TUHAN.
Terima kasih untuk penegasan anda.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby Duladi » Thu Apr 22, 2010 12:59 am

Crescent: "Salam alaika,"

Zaid: "Wa alaika salam."

Crescent: "Zaid, istrimu cantik banget, ya?"

Zaid: "Emang ada apa, wahai nabi Crescent?"

Crescent: "Surat Kadal ayat 5: Katakanlah kepada Zaid, kenapa kamu berpura-pura **** dengan menanyakan kepada nabimu ada apa, padahal kamu sudah tahu bahwa Tuhan akan menikahkan nabimu dengan istrimu? Karena itu, ceraikanlah istrimu agar nabi bisa menikahinya."

Zaid: "Aduh... aduh..... tapi saya masih cinta padanya, nabi?"

Crescent: "Surat Kadal ayat 6: Apa yang dikehendaki Tuhanmu harus terjadi. Barangsiapa membantah keputusan Tuhan dan rasulnya, ia telah berbuat durhaka dan hukumannya neraka."

Zaid: "Wahai nabi, aku ada satu permintaan."

Crescent: "Apa permintaanmu? Katakanlah."

Zaid: "Bukankah Tuhan maha tahu segalanya?"

Crescent: "Surat Kadal ayat 4: Sesungguhnya Tuhan maha tahu segalanya, sebab dia-lah sumber segala pengetahuan."

Zaid: "Aku ingin tahu, berapakah hasil perkalian antara dua bilangan berikut: 39523849238482348234483434 dan 80384023842304823402348834 ????"

Crescent: "Ehmm..... ehemmmm......... "

Zaid: "Ada apa nabi? Apakah Tuhan sudah menurunkan ayatnya kepadamu, wahai nabi? Aku ingin tahu jawabannya sekarang."

Crescent: "Ehmmm..... kayaknya gak bisa sekarang deh. Besok aja ya? Aku janji, besok pasti Jibril akan memberitahuku berapa hasil perkalian angka-angkamu itu."

Zaid: "Kenapa Tuhanmu bisa cepat sewaktu menurunkan ayat untuk memenuhi kepentinganmu, sementara untuk menjawab pertanyaanku tidak?"



____________________________________________________________

    Hadist Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311
    Diceritakan oleh Aisha: Aku memandang rendah wanita2 yang memberikan dirinya kepada rasulullah dan aku katakan, "Dapatkah seorang wanita memberikan dirinya kepada seorang laki2 ? Tetapi ketika Allah mengungkapkan: "Kamu ( O Muhammad) dapat menunda giliran kepada siapa saja yang kamu kehendaki atas istrimu, dan kamu boleh menerima siapapun yang kamu inginkan…" (QS 33:51) Aku berkata ( kepada Nabi), " Aku merasakan bahwa ALLAHMU BERTINDAK CEPAT UNTUK MEMENUHI NAFSU DAN KEINGINANMU"
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby yvptgxj » Thu Apr 22, 2010 1:44 am

@duladi

Keren bikin contoh dialog CS dgn Zaid. Ampe ngences gue jatuh tegak lurus ke bumi.
yvptgxj
 
Posts: 1851
Joined: Fri Mar 06, 2009 8:58 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby saritan » Thu Apr 22, 2010 5:44 am

Penjelasannya tentang cepat atau lambat turunnya ayat itu tergantung Allah SWT dong..
Tentang orang bertanya kepada Nabi mengenai sesuatu lantas kemudian dijawab beberapa hari kemudian setelah wahyu turun itu kan bukti bahwa nabi tidak berpikir untuk mengarang..kalo ngarang langsung jawab saja...

coba bandingkan kisah diatas dengan kisah Nabi Musa, a.s
atau Nabi Ibrahim a.s
apa mereka juga langsung dapat wahyu semau mereka...???

atau mungkin analogi anda Allah SWT itu seperti manusia yang bisa diajak-ajak bicara kemudian langsung terjadi dialog..jadi kapan saja mau bicara Allah SWT langsung menjawab..begitukah..?? saya memaklumi logika anda karena keyakinan anda Allah SWT adalah seperti layaknya manusia..sedangkan didalam Islam Allah SWT diyakini adalah sebuah Dzat yang Maha Agung yang memiliki 99 nama Maha..

pengertian tentang Ketuhanan Allah SWT disini berbeda antara pengertian Islam dengan anda..
saritan
 
Posts: 301
Joined: Fri Mar 19, 2010 12:03 pm

Re: Tes Kecepatan Turunnya Wahyu sebagai Alat Uji Kenabian

Postby Duladi » Thu Apr 22, 2010 11:26 am

saritan wrote:jadi kapan saja mau bicara Allah SWT langsung menjawab..begitukah..??


Seperti ini, sewaktu Muhammad sedang memegang gelas, ayat langsung keluar dari mulutnya tanpa perlu menunggu Jibril mendiktekannya:

    Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 466

    "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,"'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (al-Ahzab: 59)

    Sebab turunnya ayat

    Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah, "Setelah turunnya perintah berhijab, suatu ketika Sau'dah (salah seorang istri Rasulullah) keluar untuk membuang hajat. Sau'dah adalah seorang wanita berbadan besar sehingga akan langsung dikenali jika berpapasan dengan orang yang telah mengenalnya. Di tengah jalan, Umar melihatnya. Umar lalu berkata, 'Wahai Sau'dah, kami sungguh masih dapat mengenali engkau. Oleh karena itu, pertimbangkanlah kembali bagaimana cara engkau keluar!'

    Mendengar ucapan Umar itu, Sau'dah langsung berbalik pulang dengan cepat. Pada saat itu, Rasulullah tengah makan malam di rumah saya dan di tangan beliau tengah tergenggam minuman. Ketika masuk ke rumah, Sau'dah langsung berkata, 'Wahai Rasulullah, baru saja saya keluar untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, Umar lalu berkata begini dan begini kepada saya.' Tiba-tiba turun wahyu kepada Rasulullah. Ketika wahyu selesai dan beliau kembali ke kondisi semula, minuman yang ketika itu beliau pegang masih tetap berada di tangannya. Rasulullah lalu berkata, 'Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk menunaikan hajat kalian."'

Alloh ternyata ada di dalam mulut Muhammad, sehingga seketika itu juga ayat bisa keluar tanpa menunggu besok.


Saritan wrote:saya memaklumi logika anda karena keyakinan anda Allah SWT adalah seperti layaknya manusia..sedangkan didalam Islam Allah SWT diyakini adalah sebuah Dzat yang Maha Agung yang memiliki 99 nama Maha..


Alloh adalah rekaan Muhammad.

Itulah kenapa, Muhammad bisa cepat sewaktu menurunkan ayat-ayat untuk kepentingan pribadinya, sementara ketika dites dengan 3 pertanyaan oleh orang-orang Quraish, Muhammad tidak bisa menurunkan ayatnya seketika itu juga karena dia membutuhkan waktu untuk mempelajari pertanyaan dan mencari tahu apa jawabannya.

Kalau Alloh itu benar-benar TUHAN YANG MAHA KUASA & MAHA TAHU, sebagaimana ia bisa menurunkan ayat kilat untuk keperluan pribadi Muhammad, tentu bukanlah mustahil dia pun sanggup menurunkan ayat kilat untuk menjawab 3 pertanyaan Quraish dalam sekejab itu juga, tanpa menundanya sampai 15 hari.

Kalau Muhammad waktu itu bisa seperti itu, pasti orang-orang akan percaya bahwa Alloh benar-benar menurunkan wahyu kepadanya. Tapi sayang, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Apalagi kalau cuma seorang pembohong murahan seperti Muhammad, yang menipu manusia dengan tipuan anak kecil. Orang yang tidak merasa dikadalin Muhammad berarti ia adalah MAKHLUK PALING **** DI DUNIA.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Next

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users