.

Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby mikimos » Mon Mar 01, 2010 11:05 am

CS wrote:menurut saya, salah besar juga mengatakan nabi saw tidak melakukan apa2 mengenai usaha menghapuskan perbudakan. ada kalanya bahkan sering nabi saw dan isteri2 beliau membeli budak untuk kemudian dibebaskan. jika pendekatan konstitusional dilakukan, maka satu cara untuk membebaskan budak akan hilang, yakni dgn cara membeli budak.
kedua, melihat dari dampak bahaya yg lebih besar jika perbudakan ditiadakan dgn cara revolusioner. sedangkan usaha membangun hal lain adalah lebih mendapat prioritas.


1. Muhammad hanya sanggup melihat membeli budak sebagai satu2nya cara untuk membebaskan budak?
inikah kapasitas seorang pemimpin sekaligus nabi yang sering digaungkan membawa perubahan bagi peradaban manusia?

2. apa maksud anda dengan frase "membangun hal lain adalah lebih mendapat prioritas"?
hal lain apa yang lebih mendapat prioritas?
dalam thread ini - jangan lupa - saya juga membawa poin dihapuskannya tradisi adopsi yang dilakukan oleh Muhammad.
apakah saya bisa menerima frase "membangun hal lain adalah lebih mendapat prioritas" ini yaitu membangun pernikahan Muhammad dan Zainab?
saya tidak ingin diskusi ini nantinya melebar ke masalah di luar adopsi dan perbudakan.

3. sebenarnya untuk argumen anda di atas itu sudah saya berikan "argumen balik" sebelum anda menuliskannya di post anda itu.
perhatikan sekali lagi:

jika sekarang kita memandang dari sudut pandang Muhammad sebagai nabi, perhatikan disini bahwa ternyata untuk memuluskan langkah Muhammad demi kepentingan pribadinya menikahi Zainab, Allah sampai perlu (dan sanggup) menurunkan ayat.
jika untuk urusan pribadi Muhammad saja Allah sanggup membukakan jalan bagi Muhammad sehingga Muhammad menemukan kemudahan dalam perealisasiannya, kenapa hal ini tidak juga terjadi pada Muhammad demi nasib budak2 yang seharusnya menjadi prioritas lebih penting?

    jika Muhammad tidak mampu untuk melakukan terobosan bagi tradisi perbudakan, apakah Allah SWT juga tidak mampu?

    bukankah Allah SWT mampu memberi jalan keluar bagi Muhammad yang berkepentingan menikahi Zainab?
    lalu kenapa ketika dihadapkan pada masalah perbudakan seolah kemampuan Allah SWT menguap entah kemana sehingga Muhammad tidak mampu melakukan terobosan di dalamnya?

apakah anda benar2 tidak berpikir seperti yang saya tuliskan itu CS?
kenapa dalam masalah perbudakan ini anda dan rekan2 muslim tidak menyadari bahwa kuasa Allah SWT tiba2 saja lenyap untuk memberikan solusi, atau jalan keluar, atau ide, atau perintah, atau apapun... demi menghapus tradisi perbudakan?

dari argumen anda itu, yang saya tangkap adalah sekarang ini ketika Muhammad dihadapkan pada tradisi perbudakan, anda tidak menyertakan sosok Allah SWT yang selama ini sanggup memberi solusi, ide, jalan keluar, perintah, kepada Muhammad.

tapi seharusnya anda dan muslim tidak akan berargumen seolah2 Muhammad itu berdiri sendiri tanpa adanya karakter Allah SWT yang menyertai Muhammad kan?
karena jika hal ini anda lakukan, akan bertentangan lagi dengan statement yang selama ini dikatakan oleh rekan2 muslim bahwa segala tingkah laku Muhammad itu selalu dengan petunjuk Allah SWT.

CS wrote:ketiga, seperti yg sudah saya jelaskan, sistem perbudakan masih diperlukan saat itu. untuk apa ?... sama sekali bukan untuk kepentingan Muhammad atau ummat Islam saja. namun lebih pada sisi kemanusiaan. bukankah sudah saya katakan apa dampak jika secara serempak budak2 dibebaskan ? akan ada tragedi kemanusiaan, ditambah sumber daya alam di kehidupan gurun pasir merupakan hal yang kritis dan krisis. demikian juga dgn korban perang.


berarti benar yang saya simpulkan tadi ya?
dari tulisan anda sebelum ini, saya menangkap yang anda sampaikan bahwa tradisi perbudakan ketika itu dapat dianggap sebagai salah satu "solusi" bagi para korban perang.
justru dengan adanya perbudakan, maka korban perang tidak akan terkatung2 hidupnya, akan ada yang melindungi, akan ada yang menjamin kehidupannya, dll yang anda sebutkan itu.
benar begitu?

a. jika memang benar begitu sudut pandang anda (yang saya anggap menjelaskan alasan Muhammad mempertahankan perbudakan), maka saya tidak heran kenapa Muhammad mempertahankan perbudakan kala itu.
kenapa?
karena dengan demikian Muhammad justru memandang perbudakan itu sendiri sebagai sebuah solusi, bukannya sebagai masalah.
jadi, kenapa dengan demikian kita saat ini mengklaim bahwa Muhammad seorang yang membawa perubahan bagi peradaban manusia, jika Muhammad malah melihat masalah sebagai solusi?

b. seandainya saya harus menerima argumen anda itu sebagai sesuatu yang benar dan masuk akal, maka penerimaan saya itu akan berdasar pada syarat bahwa Muhammad tidak boleh merupakan seorang yang justru mengadakan sendiri korban2 perang tersebut alias mencetak manusia2 yang diperbudak.

tapi ternyata argumen itu tetap tidak bisa saya terima, karena ternyata Muhammad sendirilah yang justru punya inisiatif untuk mencetak manusia2 yang diperbudak:

Al Sirah Al Nabawiya Al Halabiya, Bagian 2, halaman 5.
Pada kesempatan lain, Muhammad menawarkan Islam kepada para kepala suku Bakr, tapi mereka menolak dan mengatakan bahwa mereka berada dibawah perlindungan kerajaan Persia, dan oleh karena itu mereka tidak perlu agama Muhammad.

Muhammad mengatakan, “Jika kau percaya Allâh dan jika Allâh memutuskan untuk membiarkanmu hidup setelah perang² ini, kau akan menikmati kehidupan, hidup di rumah² Persia, meniduri wanita² Persia dan memperbudak lelaki² Persia."


Muhammad justru menawarkan perbudakan sebagai imbalan untuk masuk Islam.


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby mikimos » Mon Mar 01, 2010 11:15 am

CS wrote:masalah adopsi, masalah pernikahan bukanlah maslah yang sepele juga, shg mengakibat layak untuk tidak diperhatikan. saya kira semua pasti setuju dgn teori membangun bangsa dgn memulai membangun rumah tangga. karena masalah keluarga, nasab dan hal-hal private lainnya akan memberikan pengaruh yg signifikan juga. sengketa nasab, sengketa waris adalah masalah2 sosial yang muncul hingga sekarang.


saya tidak mengatakan bahwa masalah pernikahan itu tidak layak untuk diperhatikan.
tapi apa yang anda tuliskan itu (maaf) tidak nyambung dengan yang saya tanyakan dan tidak menjawab kebingungan saya.

anda mengatakan bahwa
CS wrote:kasus adopsi adalah kasus private.

kemudian anda sambung dengan
CS wrote:lingkup dari perbuatan hukum tersebut tidak terlalu berefek pada stabilitas sosial.


1. berarti secara langsung anda mengakui bahwa kasus pernikahan antara Muhammad dan Zainab tersebut adalah kasus pribadi bagi Muhammad.

jika demikian, kenapa selama ini muslim selalu mengatakan kepada kafir bahwa kasus pernikahan Muhammad dengan Zainab itu seolah bukan merupakan kasus pribadi Muhammad dan kepentingan Muhammad, melainkan perintah dari Allah SWT untuk mengubah tradisi adopsi yang berlaku saat itu?

coba anda perhatikan tulisan anda sendiri yang saya kutip di awal thread ini:
CS wrote:Sesungguhnya yang disembunyikan Nabi di dalam dirinya dan belakangan Allah tampakkan adalah berita yang Allah sampaikan padanya bahwa kelak Zaenab akan menjadi istrinya. Faktor yang membuat nabi menyembunyikan berita ini tidak lain disebabkan perasaan takut beliau terhadap perkataan orang bahwa Beliau tega menikahi istri anak angkatnya. Sebenarnya dengan kisah ini Allah ingin membatalkan tradisi jahiliyyah ini dalam hal adopsi , yaitu dengan menikahkan Rasulullah dengan istri anak angkatnya.Peristiwa yang terjadi dengan Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan lebih diterima dan mengena di hati mereka..


ini tentu akan jadi bertentangan dengan argumen muslim selama ini, dan ini berarti membenarkan kesimpulan kafir bahwa pernikahan Muhammad dan Zainab merupakan kepentingan pribadi Muhammad.

anda lihat? dalam kutipan anda itu saja sudah bertentangan dengan argumen anda bahwa terobosan Muhammad dalam adopsi ini adalah kepentingan pribadi/kasus private.

saya jadi bingung, lalu basic dari perbuatan Muhammad itu adalah:
perintah Allah untuk menghapus tradisi adopsi yang kemudian dimanifestasikan dalam pernikahan Muhammad dan Zainab
atau
kepentingan pribadi Muhammad untuk menikahi Zainab yang kemudian dimanifestasikan dengan turunnya perintah Allah untuk menghapus tradisi adopsi?

yang benar yang mana CS?

2. pada kenyataannya, Muhammad tetap memilih untuk melakukan terobosan meniadakan tradisi adopsi, dan Muhammad tetap memilih mengikuti tradisi perbudakan

berarti, bisa saya simpulkan... demi kasus pribadinya, Muhammad sanggup mengadakan terobosan baru terhadap tradisi adopsi, meniadakan tradisi adopsi dimana hal ini berkaitan dengan kasus dan kepentingan pribadi Muhammad.
benar?
dan justru demi kepentingan umat manusia yang diperbudak, Muhammad tidak sanggup mengadakan terobosan baru.

tidak adakah yang dapat melihat bahwa seharusnya jika memang Muhammad adalah seorang nabi ataupun bahkan disebut pemimpin manusia, Muhammad lebih revolusioner untuk menentang perbudakan daripada menentang adopsi?

sekali lagi saya melihat standar ganda yang dipakai oleh rekan muslim ketika berdiskusi tentang dua poin ini.

Jika muslim ditanya mengenai pernikahan Muhammad dan Zainab, muslim akan sigap menjawab hal tersebut untuk membawa perubahan bagi tradisi masa itu,

namun.....

Jika muslim ditanya mengenai perlakuan Muhammad yang meniduri tawanan perang/budak, muslim akan sigap menjawab hal tersebut memang lazim dilakukan pada masa itu.

bagi saya, ini kelihatan menjadi pembelaan dengan cara/argumen "apapun" demi pembenaran kelakuan Muhammad.


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 01, 2010 11:22 am

JANGAN GITU AH wrote:Tertawa dulu ah...ha..ha..ha... :lol:
Begitu naifnya logikamu CS? kasihan...

Bung CS, begini ya? Muhammad adalah sebagai seorang pemimpin besar saat itu yang membawahi wilayah administratif arab dan sekitarnya. Wilayah ini tentu harus memiliki bentuk pemerintahan. Islam menyebutnya sebagai pemerintahan Islam yang setelah muhammad pemimpinnya disebut kalifah. Sesungguhnya ini sudah merupakan negara. Sistem pemerintahan Islam ini jelas jelas memiliki dasar hukum yang bersumber dari quran pada waktu itu dengan sumber keuangannya diambil dari zakat.

Untuk apa dari setiap muslim dipungut zakat? Seharusnya muhammad mesti merancang antisipasi dari undang-undang penghapusan perbudakan dengan cara "memberdayakan" kehidupan para mantan budak tersebut. Zakat dapat dimanfaatkan untuk tujuan pemberdayaan itu. Mengapa tidak dilakukannya. Bisa juga kan untuk menyantuni mereka dalam tahap awal sebelum mereka mampu tegak berdikari? Semisal dengan memberikan mereka lahan dari tanah-tanah hasil rampasan perang?

Mengapa itu tidak dilakukan??
Pada pendapat saya, hanyalah omong kosong kalau kau cuma mencari alasan-alasan mereka akan makan apa? atau siapa yang akan melindungi mereka?
Pemerintahan islamlah yang yang dipimpin muhammad harus bertanggung jawab untuk memeperbaiki kehidupan mantan budak itu.

saya sudah katakan bahwa itu semua dilakukan namun secara pelan-pelan, apa kalian tdk baca betapa sulitnya nabi membiayai kaum suffah (kaum terlantar dan musafir) yang tinggal di pelataran masjid madinah.
jika budak dianggap mampu mandiri, nabi pun membebaskannya. jika dianggap budak belum mampu maka tdk dibebaskannya.
beliau dan isteri beliau berjibaku mensejahterakan para budak agar mereka ketika dibebaskan bisa hidup. budak nabi ada yang memiliki ketrampilan menjahit, bertani dsb. semua itu setelah tiba waktu dibebaskan oleh beliau, hingga tdk tersisa satu orang budak pun hingga beliau wafat.
saya tdk bisa terima jika ada tuduhan nabi tdk berbuat sesuatu untuk meniadakan perbudakan.
nabi menggunakan pendekatan persuasif dan tdk secara frontal mengatasinya.
sampai harta nabi saw habis untuk itu semua. budak2 yang belum mampou merdeka akan dibiarkan ditunjang oleh tuannya hingga tiba waktunya mereka bisa mandiri.

ketika nabi saw mendapat hadiah lahan kebun dari ansar, kebun itu lalu diberikan pada budak nabi saw yg kemudian dia dimerdekakan oleh nabi saw. jadi UPAYA MAKSIMAL SUDAH NABI LAKUKAN MENGATASI BUDAK-BUDAK AGAR MANDIRI shg jika nanti mereka Merdeka mereka dapat hidup dgn baik.

dan perlu juga ditegaskan bahwa walaupun nabi seorang pemimpin, namun tdk sesangar yg kalian bayangkan. sewaktu nabi menandatangani perjanjian hudaibiah, semua tdk nurut dgn nabi karena kecewa dgn beliau. itu baru hal yg tdk menimbulkan keruguian materi. bagaimana dgn memaksa orang yg memiliki budak 100 dan dipaksa harus memerdekakannya. wah bisa perang sipil spt dio amerika bung.
mengerti sekarang bung ?
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby Akukomkamu » Mon Mar 01, 2010 1:11 pm

saya sudah katakan bahwa itu semua dilakukan namun secara pelan-pelan, apa kalian tdk baca betapa sulitnya nabi membiayai kaum suffah (kaum terlantar dan musafir) yang tinggal di pelataran masjid madinah.
C-S:
jika budak dianggap mampu mandiri, nabi pun membebaskannya. jika dianggap budak belum mampu maka tdk dibebaskannya.
beliau dan isteri beliau berjibaku mensejahterakan para budak agar mereka ketika dibebaskan bisa hidup. budak nabi ada yang memiliki ketrampilan menjahit, bertani dsb. semua itu setelah tiba waktu dibebaskan oleh beliau, hingga tdk tersisa satu orang budak pun hingga beliau wafat.

Ya , saya sangat suka sekali kalo memang begini apa yg diusahakan Mohamad.
saya tdk bisa terima jika ada tuduhan nabi tdk berbuat sesuatu untuk meniadakan perbudakan.
nabi menggunakan pendekatan persuasif dan tdk secara frontal mengatasinya.
sampai harta nabi saw habis untuk itu semua. budak2 yang belum mampou merdeka akan dibiarkan ditunjang oleh tuannya hingga tiba waktunya mereka bisa mandiri.

Ya, saya setuju berarti Mohamad sudah melakukan dengan baik.

ketika nabi saw mendapat hadiah lahan kebun dari ansar, kebun itu lalu diberikan pada budak nabi saw yg kemudian dia dimerdekakan oleh nabi saw. jadi UPAYA MAKSIMAL SUDAH NABI LAKUKAN MENGATASI BUDAK-BUDAK AGAR MANDIRI shg jika nanti mereka Merdeka mereka dapat hidup dgn baik.

Bagus sekali saya suka , ternyata Mohamad masih ada perilaku MULIA nya juga.
dan perlu juga ditegaskan bahwa walaupun nabi seorang pemimpin, namun tdk sesangar yg kalian bayangkan. sewaktu nabi menandatangani perjanjian hudaibiah, semua tdk nurut dgn nabi karena kecewa dgn beliau. itu baru hal yg tdk menimbulkan keruguian materi. bagaimana dgn memaksa orang yg memiliki budak 100 dan dipaksa harus memerdekakannya. wah bisa perang sipil spt dio amerika bung.
mengerti sekarang bung ?


Ya, saya setuju berarti Mohamad seorang pemimpin yg baik yg dapat menyatukan arab , tapi bagi saya Mohamad itu cuman seorang PEMIMPIN BESAR bangsa arab dahulu. Terlalu LEBAY kalau orang arab menganggapnya nabi !!!



Peace... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 01, 2010 4:35 pm

AKK wrote:Ya, saya setuju berarti Mohamad seorang pemimpin yg baik yg dapat menyatukan arab , tapi bagi saya Mohamad itu cuman seorang PEMIMPIN BESAR bangsa arab dahulu. Terlalu LEBAY kalau orang arab menganggapnya nabi !!!

saya akan hargai apa yang menjadi keyakinan pribadi bung. kita semua makhluk bebas memilih dan tdk pantas ada paksaan dalam beragama. saya tidak akan memaksakan apa yang saya anggap benar.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby Duladi » Mon Mar 01, 2010 6:02 pm

Sdr Crescent-Star,

Mana tanggapan anda untuk Sdr Miki?
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby AIR » Mon Mar 01, 2010 7:29 pm

Salam,

CRESCENT-STAR wrote:begini loh kasarnya bung AIR,
kalo semua budak2 itu yg jumlahnya ratusan dipaksa dibebaskan saat itu juga. mereka mau makan apa dan tinggal dimana ? masa semuanya diberi makan sama nabi yang beliau pun tidak pernah kenyang selama 3 hari berturut-turut. siapa yg melindungi mereka ? siapa yg sanggup mensubsidi rumah buat mereka ?
karena sebagai budak biasanya mereka tinggal di rumah tuannya dan bekerja bagi tuannya.
maka secara otomatis juga akan ada orang2 yang rugi secara finansial karena budak2 itu dapat bukan dgn cara gratis.
ini bukan masalah hilang simpati ... ibarat pemerintah daerah memerintahkan membongkar semua bangunan yang tidak ada IMB nya, berapa ratus orang akan kehilangan tempat tinggalnya ????
kebaikan mereka yg nabi fikirkan.


Saya tidak melihatnya demikian sebab Muhammad memang berniat memanfaatkan budak itu demi kepentingan pribadinya. Maka turunlah ayat quran yang berbicara:

Al-Mu'minuun ayat 5 - 6:
"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isti-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela


Bisa juga anda lihat:

QS 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu


Lagi...

Quran 4:24
dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki[282] (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian[283] (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu[284]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


Bukan gebrakan besar bukan juga gebrakan beresiko amat sangat besar tapi memang itulah tujuan Muhammad untuk eksploitasi budak-budaknya. Demi uang budak tersebut bisa diperjualbelikan dan demi nafsu birahinya Muhammad membuat aturan bahwa budak-budak itu halal disetubuhi. Demikianlah ayat-ayat quran jadi bekingan Muhammad agar dia melakukan semuanya itu secara legal.

Muhammad yang kata anda pemimpin dilingkungannya saat itu memiliki pengaruh kenabian ditambah lagi legitimasi dari nama Allah SWT. Bagaimana mungkin anda katakan ia akan mendapat kecaman membebaskan budak. Masyarakat manut saja ketika Muhammad bilang YA atau TIDAK. Bagaimana mungkin anda mengatakan seorang yang menggenggam supremasi demikian besar dimasyarakat berani dilawan?

Argumen anda mengatakan bahwa Muhammad mengambil korban perang sebagai budak. Itu agar menjaga dan melindungi mereka serta memberi mereka makan. Mengapa Muhammad tidak mengubah status "SLAVE" jadi "SERVANT"? Seharusnya seorang Nabi tahu bahwa perlakuan pada servant lebih manusiawi dibanding budak yang hidup matinya ditentukan tuannya. Muhammad pemimpin kan? Mengapa ia tidak mengajarkan orang banyak bahwa perbudakan adalah hal yang jahat? Mereka tidak perlu membebaskan budak-budak tetapi memperlakukan orang yang disebut SLAVE sebagai SERVANT.

Tolong klarifkikasi bung. Muhammad nabi akhir bagi Islam kan? Seharusnya dia lebih pintar dari netter AIR. Netter AIR bisa memberi solusi tidak perlu pembebasan budak tapi menjadikan mereka servant yang digaji dan dijaga kehidupannya secara layak manusiawi.

CS wrote:mengenai sisipan penghapusan perbudakan pada konstitusi lain sbb :

… dan barangsiapa membunuh seorang mu’min karena tersalah ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman … (QS An-Nisa : 92)

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak… (QS Al-Maidah : 89)

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka hendaklah memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur… (QS. AL-Mujadilah : 3)


di hadits juga banyak, semisal siti Aisya telah memerdekakan 40 budak dgn cara membeli budak dan kemudian di merdekakan untuk menebus sebuah kesalahan beliau melanggar konstitusi lain. ada juga seorang muslim yang tergiur dgn pahala membebaskan budak telah membebaskan 100 budak karena Allah. dan banyak lagi.


Semua tinggal cerita bung! Saya tidak melihat realisasi dilakukan oleh Muhammad. Bahkan sampai ketika Muhammad mati tetap ada perbudakan.

CS wrote:menurut saya, salah besar juga mengatakan nabi saw tidak melakukan apa2 mengenai usaha menghapuskan perbudakan. ada kalanya bahkan sering nabi saw dan isteri2 beliau membeli budak untuk kemudian dibebaskan. jika pendekatan konstitusional dilakukan, maka satu cara untuk membebaskan budak akan hilang, yakni dgn cara membeli budak.


Bagaimana cerita yang konyol ini terjadi sebagai argumen anda. Solusi membeli budak untuk dibebaskan? Dari jumlah ribuan mungkin puluhan ribu budak mau dibeli oleh Muhammad untuk dibebaskan? Jangan mimpi. Itu cara yang paling konyol. Jika Muhammad tidak punya cukup harta, ia seharusnya tahu bahwa cara seperti ini tidak mungkin ditempuh untuk membebaskan semua budak. Jika muhammad punya cukup harta membeli semua budak, mengapa ia tidak membeli semua budak yang ada saat itu lalu dibebaskan semua? Nyatanya perbudakan terus berjalan di masa muhammad dan setelah muhammad mati.

CS wrote:kedua, melihat dari dampak bahaya yg lebih besar jika perbudakan ditiadakan dgn cara revolusioner. sedangkan usaha membangun hal lain adalah lebih mendapat prioritas.


Membangun hal lain apa? Menikahi Zainab lebih prioritas daripada membebaskan kepentingan orang banyak yang diperbudak maksud anda?

CS wrote:ketiga, seperti yg sudah saya jelaskan, sistem perbudakan masih diperlukan saat itu. untuk apa ?... sama sekali bukan untuk kepentingan Muhammad atau ummat Islam saja. namun lebih pada sisi kemanusiaan. bukankah sudah saya katakan apa dampak jika secara serempak budak2 dibebaskan ? akan ada tragedi kemanusiaan, ditambah sumber daya alam di kehidupan gurun pasir merupakan hal yang kritis dan krisis. demikian juga dgn korban perang.


Bung CS, saya koreksi anda. Tulisan merah anda mengatakan bahwa perbudakan berMANFAAT. Tapi manfaat apa yang bisa dipetik tidak anda jelaskan. Untuk dieksploitasi? Dan
Tulisan berwarna biru adalah DAMPAK. Anda menjelaskan dampak dibebaskannya budak.
Dua hal anda padukan dalam penjelasan: Manfaat dan Dampak, Itu tidak nyambung.



AIR (edited: lupa menyertakan signaturenya di edit kembali hihihi)
Last edited by AIR on Mon Mar 01, 2010 9:00 pm, edited 1 time in total.
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby AIR » Mon Mar 01, 2010 8:58 pm

Salam,

Beberapa hal yang ingin saya tanyakan dan butuh klarifikasi dari Muslim:

1. Dikatakan bahwa situasi saat itu Muhammad SAW ialah pemimpin. Pemimpin artinya kepala bukan ekor. Maka tubuh dan ekor bergerak kemana kepala bergerak. Jika klaim Islam Muhammad SAW adalah pemimpin apalagi bukan pemimpin biasa sekaligus Nabi dan komplit dengan legitimasi dari Allah SWT, mengapa dia tidak menyerukan bangsa Arab menghentikan perbudakan? Bukan membiarkan itu terjadi, tetapi parahnya ia sendiri terlibat dalam membudaki manusia korban perang serta penjualan budak-budak. Alibinya untuk melindungi kehidupan mereka.

Saya tidak melihat sebuah otoritas kepemimpinan dimana Muhammad yang dikatakan pemimpin BERKUASA mengambil keputusan. Semua orang tahu bahwa pemimpin adalah decision maker. Di sini saya melihat kerdilnya figur kenabian Muhammad dan impotennya kuasa sosok yang dikatakan Tuhan mem-backup nabi yang diutusnya.

2. Jika dikatakan bahwa Muhammad ingin melindungi korban perang dan menghidupi mereka secara layaknya manusia, mengapa malah diperbudak? Seharusnya Muhammad SAW tahu dan mengerti benar bagaimana seorang budak (slave) "tidak punya hak" atau dengan kata lain seorang budak hidup mati tergantung tuannya. Sedangkan pelayan-pelayan (servants) di jaman sekarang mungkin seperti Pembantu Rumah Tangga atau karyawan memiliki hak dihargai serta hidup matinya bukan ditentukan tuannya. Mengapa Muhammad SAW bukan mengusung satu konsep baru yaitu SERVANT?

Argumen netter CS mengapa Muhammad tidak membebaskan budak-budak karena takut hidup mereka tidak ada yang jamin sungguh tidak masuk akal. Jika mereka hidup merdeka, mereka bisa bercocok tanam atau bekerja menjadi pelayan. Tetapi saya yang melihat situasi ini bisa berpikir lalu memutar otak. Soluasi tanpa pembebasan (mereka tetap bekerja pada tuannya) ialah dengan mengubah status budak menjadi pelayan sehingga menghargai hak-hak serta menghargai hidup mereka.

3. Di sisi lain dimana permasalahan Zainab merupakan urusan private menurut muslim CS, Allah SWT mampu memberi back-up dan legitimasi ayat agar menghapus adopsi anak. Ini urusan kecil yang hanya menyangkut kepentingan pribadi di saat itu. Sedangkan permasalahan lebih besar menyangkut HIDUP ORANG BANYAK (Budak) tidak menjadi perhatian Allah SWT.

Orang-orang banyak ditindas bekerja sebagai budak. Apalagi hidup mereka benar-benar terikat tuannya bebas berbaik hati juga melecehkan budaknya. Apakah hal yang LEBIH URGENT ini luput dari mata sosok yang dikatakan ALLAH tertutup prioritas perkawinan Muhammad dengan Zainab?
Untuk mengusir tamu yang kelamaan bertandang, Allah SWT mampu menurunkan ayat. Untuk perselingkuhan Muhammad dengan budaknya Habsah, Allah SWT mampu menurunkan ayat. Untuk membatalkan status anak angkat hingga Muhammad bisa menikahi Zainab, Allah mampu menurunkan ayat.

Pertanyaan dibenak saya: Mengapa hal-hal GAK PENTING begitu mampu diselesaikan Allah SWT sedangkan permasalahan hak hidup orang banyak sebagai budak, Allah SWT tidak mampu menyelesaikannya dengan baik lewat kuasa kenabian Muhammad. Malahan netter AIR yang memberikan solusi di atas.

4. Saya kutip pernyataan CS:
CS wrote:menurut saya, salah besar juga mengatakan nabi saw tidak melakukan apa2 mengenai usaha menghapuskan perbudakan. ada kalanya bahkan sering nabi saw dan isteri2 beliau membeli budak untuk kemudian dibebaskan. jika pendekatan konstitusional dilakukan, maka satu cara untuk membebaskan budak akan hilang, yakni dgn cara membeli budak.
kedua, melihat dari dampak bahaya yg lebih besar jika perbudakan ditiadakan dgn cara revolusioner. sedangkan usaha membangun hal lain adalah lebih mendapat prioritas.
ketiga, seperti yg sudah saya jelaskan, sistem perbudakan masih diperlukan saat itu. untuk apa ?... sama sekali bukan untuk kepentingan Muhammad atau ummat Islam saja. namun lebih pada sisi kemanusiaan. bukankah sudah saya katakan apa dampak jika secara serempak budak2 dibebaskan ? akan ada tragedi kemanusiaan, ditambah sumber daya alam di kehidupan gurun pasir merupakan hal yang kritis dan krisis. demikian juga dgn korban perang.


Saya melihat cara berpikir Nabi Islam ini sangat aneh! Konteks kita di sini adalah membicarakan perbandingan antara permasalahan penghapusan adopsi dengan penghapusan perbudakan dimana netter mikimos melihat standar ganda muslim.

Lihat yang saya besarkan di atas! Memprioritaskan pengerjaan sesuatu berdasar resiko atau berdasarkan membantu kepentingan orang banyak dari perbudakan? Di sini terlihat bahwa Muhammad sungguh pengecut karena tidak berani mengambil resiko. Tuhan yang benar, mengutus nabinya selain memberi solusi juga akan membawanya jalan keluar dengan penyertaan Mujizat. Duet Muhammad dan Allah SWT tidak mampu mengeluarkan budak-budak dari penderitaan akibat ketakutan terhadap resiko.

Kalau saya sebagai nabi, tentunya saya tidak takut mengambil resiko walau ada pro-kontra. Lagi pula saya dapat legitimasi dari Allah SWT dan saya sendiri orang yang dinabikan, kenapa tidak? Lagipula dilihat dari urgency, lebih mendesak nyawa orang dalam perbudakan dibandingkan dengan penghapusan adopsi di kala itu.

Dari kenyataan situasi yang berlaku, argumen-argumen yang dibawakan anda bung CS demi membela Islam dan Muhammad amat sangat dipaksakan. Berpikir jernih bung CS temukan kebenaran.




AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby JANGAN GITU AH » Mon Mar 01, 2010 11:40 pm

Bukhari :: Book 3 :: Volume 46 :: Hadith 699
Narrated Ibn 'Umar:
Allah's Apostle said, "Whoever manumits his share of a slave, then it is essential for him to get that slave manumitted' completely as long as he has the money to do so. If he has not sufficient money to pay the price of the other shares (after the price of the slave is evaluated justly), the manumitted manumits the slave partially in proportion to his share.

Bung CS, apakah penilaianmu terhadap hadith di atas?
Saya melihat justru muhammad ingin mencampuri urusan transaksi antara dua tuan yang memiliki budak bersama. Si tuan yang satu ingin membebaskan budaknya dan menyerahkan hak kepemilikan budak tersebut pada tuan yang kedua dengan cara menuntut pembayaran atas haknya terhadap budak tersebut.

Dari apa yang diatur muhammad, memang ada jalan pintas untuk membebaskan diri dari perbudakan seorang tuan. Yaitu dengan cara membayarkan sejumlah uang sesuai dengan hasil taksiran harga yang ditetapkan sang tuan. Tetapi sangat disayangkan, bahwa sampai kapanpun seorang budak tidak akan mampu untuk keluar dari jerat perbudakan itu, sebab tentu saja seorang budak tidak mendapat upah pembayaran dari tuannya. Dengan begitu tidak akan mungkin sibudak dapat memiliki sejumlah uang yang cukup untuk diserahkan pada sang tuan. Terkecuali sang tuan sendiri punya pertimbangan lain. Tanpa adanya pertimbangan khusus ini, sukar diharapkan seorang budak merdeka dengan upayanya sendiri, kecuali sang budak melarikan diri atau memberontak. Tapi apatah daya seorang budak?

Pertanyaan saya adalah, mengapa muhammad tidak membatalkan saja sistem jahiliyah ini dengan melarang sama sekali transaksi budak antara dua orang yang ingin menjual hak perbudakannya dan melarang sama sekali kegiatan itu?
Bukankah mudah caranya sebagaimana yang sudah saya katakan sebelumnya?

Bukhari :: Book 3 :: Volume 46 :: Hadith 711
Narrated Jabir bin 'Abdullah:
A man amongst us declared that his slave would be freed after his death. The Prophet called for that slave and sold him. The slave died the same year.

Bung CS, lihatlah kelakuan nabimu dari yang saya garis bawahi itu. Masihkah dirimu berupaya menyangkal tindakan muhammad yang ternyata begitu kasarnya. Padahal sang tuan sudah berjanji untuk membebaskan budaknya apabila sang tuan meninggal dunia. Dan itu yang terjadi. Eh malah muhammad menangkapnya kembali dan menjualnya....ckckck

Bukhari :: Book 3 :: Volume 46 :: Hadith 731
Narrated Abu Huraira and Zaid bin Khalid:
The Prophet said, "If a slave-girl (Ama) commits illegal sexual intercourse, scourge her; if she does it again, scourge her again; if she repeats it, scourge her again." The narrator added that on the third or the fourth offence, the Prophet said, "Sell her even for a hair rope."


Lagi-lagi nyata bagaimana muhammad hanya mementingkan kepentingan pribadi sipemilik budak tanpa mau melihat kondisi mental si budak. Apakah perintah muhammad itu sangat manusiawi?

Jika andai kata hukum perzinahan dimata muhammad itu harus ditegakkan secara merata, budak perempuan itu haruslah menjalani hukuman rajam pada kali pertama "kejahatan zinah"nya terungkap. Lho, kok malah tidak diterapkan? Tentu saja tidak, bung. Siapa yang mau kehilangan budak yang menjadi asset /property seorang tuan. Rasakanlah ketidak fair-an sikap muhammad. Inilah bukti yang memperlihatkan bahwa ternyata muhammad tidak punya ketegasan pada orang-orang yang berduit.

Jadi, bagi saya omong kosong muhammad mau melepaskan / membebaskan para budaknya bila tidak mendapat kompensasi atas kehilangan haknya. Di hadis lainpun ada diriwayatkan, bagaimana muhammad terjun dalam bisnis budak ini. Bila ketemu, nanti saya akan tuliskan disini.
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby Bonzo_mitte » Mon Mar 01, 2010 11:52 pm

coba posisi penyelesaian masalah jangan di tujukan kepada muhammad... tetapi pada allah..
apakah allah mampu menghapus perbudakan secara revolusioner...
seharusnya juga ini kesempatan bagi allah untuk menunjukan mukjizatnya..
namun sejarah membuktikan... allah tidak mampu menyelesaikan perbudakan secara "mukjizat"..
lalu dimana kesaktian allah yang katanya "kun faya kun"?
ok lah tidak usah sampe ke mukjizat.... seharusnya allah mampu menunjukan kejeniusan otaknya dalam menyingkapi masalah ini....,masa masalah dapur muhammad saja dia bisa "jenius" sih?
Bonzo_mitte
 
Posts: 217
Joined: Fri Sep 04, 2009 1:59 pm
Location: satu2nya keajaiban Al Quran adalah lolos dari kritikan

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby AIR » Tue Mar 02, 2010 3:57 am

Salam,

Ayat-ayat yang CRESCENT-STAR berikan:

CRESCENT-STAR wrote:… dan barangsiapa membunuh seorang mu’min karena tersalah ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman … (QS An-Nisa : 92)

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak… (QS Al-Maidah : 89)

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka hendaklah memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur… (QS. AL-Mujadilah : 3)


Selengkapnya saya bahas dibawah ini:

1.
Image
QS An-Nisa : 92 wrote:[4:92]Dan tidak layak bagi seorang mu'min membunuh seorang mu'min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)334, dan barangsiapa membunuh seorang mu'min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat335 yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah336.

Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya337, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


Ayat ini tidak menunjukkan itikad baik pembebasan budak. Saya melihat ada syarat-syarat tertentu dimana seorang budak dimerdekakan.
- Syarat: barangsiapa membunuh seorang mu'min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat

Pertanyaannya: Mengapa harus menunggu muslim membunuh muslim baru kemudian seorang budak boleh dibebaskan?
Saya sangat setuju dengan tulisan bung Adadeh dikatakan bahwa:
Apa kau tidak merasa hal yang janggal dari aturan Allah SWT ini? Mengapa musti menunggu sampai ada kejadian Muslim bunuh Muslim terlebih dahulu agar bisa membebaskan budak? Dalam ayat ini budak dianggap sebagai keping2 uang penghapus dosa yang harus dibayar pada Allah. Aneh sekali, bukan? Kalau memang niatnya adalah untuk menghapus perbudakan, ya jangan menyerang suku kafir dan memperbudak tawanan perang, dong. Kan sebenarnya mudah kalau memang punya niat baik untuk menerapkan penghapusan perbudakan?

Dan anda bisa membaca masalah Islam dan Perbudakan selengkapnya disini: Resource Center tentang Perbudakan klik saja!

2.
Image
QS Al-Maidah : 89 wrote:[5:89] Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.

Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).


Saya juga tidak menjumpai itikad baik penghapusan perbudakan di ayat ini sebab penghapusan budak merupakan hukuman atas sebuah pelanggaran terhadap sumpah yang sengaja dilakukan muslim. Jadi, ayat ini tidak benar-benar diserukan agar budak-budak dibebaskan. Pembebasan budak merupakan hukuman akibat pelanggaran sumpah.

- Syarat: Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.

Pertanyaannya: Mengapa harus menunggu seorang muslim melanggar sumpahnya sendiri baru membebaskan budak. Ini sangat aneh!

3.
Image
QS. AL-Mujadilah : 3 wrote:[58:3] Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Saya juga tidak melihat adanya itikad baik dari ayat ini untuk membebaskan seorang budak. Ayat ini pun merupakan pembebasan budak karena sebuah pelanggaran hukum zhihar. Dan sebelum dia mencabut kembali kata-katanya, maka isterinya haram baginya untuk digauli. Untuk mencabut kembali kata-kata zhihar itu adapun kaffarah atau denda dari zhihar ini yang menandakan seseorang mencabut kembali kata-katanya:
Pembebasan budak!

- Syarat: Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur.

Pertanyaannya: Mengapa harus menunggu ada kasus pelanggaran zhihar agar budak dibebaskan?

PEMBEBASAN BERSYARAT BUKAN ITIKAD BAIK

Dari ketiga ayat di atas, saya tidak melihat Allah hendak membebaskan budak. Tetapi di sini Allah tetap memperbolehkan perbudakan itu sendiri. Allah hanya membebaskan budak berdasar hukuman atas pelanggaran yang dilakukan muslim. Budak bisa bebas dengan syarat muslim melakukan pelanggaran-pelanggaran bukan karena Allah SWT menghendaki pembebasan bagi mereka. Duet maut Allah SWT dan Muhammad SAW tidak menggambarkan bahwa mereka benar-benar ingin membebaskan perbudakan. Saya hanya mendengar musik FALS ketika mereka menyanyikannya bersama lagu pembebasan budak.



AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby JANGAN GITU AH » Wed Mar 03, 2010 6:26 pm

lho...mana nih bung CS, koq mandeq bantahanmu??

Terutama yang saya tulis tentang hadith yang nyata-nyata membantah argumennya itu, kok gak di komentari ya??? :-k
kok kabur sih dirimu??? oh, came on sir..
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby AIR » Wed Mar 03, 2010 7:13 pm

Salam,

JANGAN GITU AH wrote:lho...mana nih bung CS, koq mandeq bantahanmu??

Terutama yang saya tulis tentang hadith yang nyata-nyata membantah argumennya itu, kok gak di komentari ya??? :-k
kok kabur sih dirimu??? oh, came on sir..


Hadist yang bung JGA sampaikan tidak bertentangan dengan ayat-ayat Al Quran yang saya kemukakan di tulisan saya sebelumnya. Saya kupas ayat-ayat itu satu per satu. Kita menemukan bahwa Allah SWT sendiri bukan berniat membebaskan perbudakan. Budak bisa merdeka bukan karena perintah Allah SWT memerdekakan mereka. Mereka bisa mengecap kebebasan JIKA Muslim melakukan kesalahan atau pelanggaran. Jadi, pembebasan budak sebagai akibat pelanggaran muslim, sebagai "cara penghapus dosa". Muslim diperintahkan membebaskan budak sebagai bayaran dosa yang mereka lakukan.

Jadi jelaslah bahwa konteks ayat-ayat yang ada bukan sebagai perintah memerdekakan budak tetapi hukum atau aturan main atas pelanggaran yang muslim lakukan sehingga mereka musti memerdekakan budak.

Karena itu, sesuai hadist yang bung JGA paparkan benarlah bahwa perbudakan tidak ditentang. Mengapa? Karena Muhammad SAW butuh perbudakan agar bisa dieksploitasi; LEGAL dijual serta LEGAL disetubuhi. Jika Allah SWT adalah Tuhan sebenar-benarnya, Ia tidak akan tinggal diam dengan praktik setubuhi budak (bahasa dihaluskan dari pemerkosaan).

Saya juga menunggu netter CS agar menjelaskan pada saya beberapa points yang saya kemukakan di atas. Saya sebagai orang biasa. Saya bukan Nabi. Saya bisa memberi solusi "Slave" jadi "Servant". Bukan saya menyombong, namun jika saya ditandingkan dengan seorang yang bagi Islam bukan orang biasa, seharusnya Nabi Islam ini mampu memberi soluasi lebih baik ketimbang saya. Jika tidak mampu, jangan anda mengagungkan Muhammad SAW sebagai Nabi lagi. Mendingan angkat AIR jadi nabi anda.



AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby poligami » Fri Mar 05, 2010 12:49 pm

Jadi Muhammad BERANI melakukan terobosan menghapuskan tradisi anak angkat (dgn menggenjot Zainab), tetapi TIDAK BERANI melakukan terobosan menghapuskan tradisi perbudakan yg jelas lebih PENTING bagi kemanusiaan di masa yg akan datang.

Jadi terobosan si Muhammad ini adalah TEROBOSAN KELAS TERI yg tidak berguna bagi masyarakat, dan bagi orang yg beradab (mertua mengawini menantu)adalah praktek yg sangat menjijikkan. :vom: :vom: :vom:

Tetapi herannya muslim selalu memakai alibi ini untuk melindungi karakter Muhammad.
User avatar
poligami
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby mikimos » Fri Mar 05, 2010 8:38 pm

poligami wrote:Jadi Muhammad BERANI melakukan terobosan menghapuskan tradisi anak angkat (dgn menggenjot Zainab), tetapi TIDAK BERANI melakukan terobosan menghapuskan tradisi perbudakan yg jelas lebih PENTING bagi kemanusiaan di masa yg akan datang.

Jadi terobosan si Muhammad ini adalah TEROBOSAN KELAS TERI yg tidak berguna bagi masyarakat, dan bagi orang yg beradab (mertua mengawini menantu)adalah praktek yg sangat menjijikkan. :vom: :vom: :vom:

Tetapi herannya muslim selalu memakai alibi ini untuk melindungi karakter Muhammad.


tepat sekali, poligami.

muslim akan menggunakan argumen apapun asal itu dapat difungsikan untuk membuat Muhammad tampak benar.

standar ganda aneh muslim ini yang melatarbelakangi saya membuat thread ini.
dan sampai sekarang pertanyaan saya masih belum terjawab oleh muslim.


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby duren » Fri Mar 05, 2010 9:29 pm

Ada yang ajaib dalam Islam ... awlloh swt / muhammad TIDAK PERNAH FAHAM bahwa kenabian Musa lahir DEMI mengurus PERBUDAKAN .

Otak muslim manapun TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI bahwa segala kedahsyatan yang dialami oleh Musa adalah KISAH PEMBEBASAN BUDAK
He he Lucu ya .. ketika si CS sampai men_cret darah tuk menjelaskan KECUEK_kan otak si Tuhan arab tuk mengurus perbudakan DAN betapa mahirnya si CS menerangkan KESAKTIAN Tuhan arab tuk mengurus selangkangan para monyet

TUHAN SAMAWI adalah Tuhan yang MENGKONSTITUSI PERBUDAKAN .

Kesimpulan... Tuhan Musa BUKANLAH Tuhan muhammad .
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby Topsy KreeT » Wed Jul 20, 2011 10:26 am

Image
User avatar
Topsy KreeT
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby AIR » Wed Jul 20, 2011 11:36 am

Topsy KreeT wrote:Image


Bagus...bagus... hihihi :lol:
Tapi CSnya udah ga mau masuk lagi. Katanya tidak ada yang taken kontrak sama dia :rolling:



AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby jayalah.indonesia » Fri Jun 01, 2012 4:53 pm

Suka banget sama pernyataan dan kenyataan ini:

duren wrote:Ada yang ajaib dalam Islam ... awlloh swt / muhammad TIDAK PERNAH FAHAM bahwa kenabian Musa lahir DEMI mengurus PERBUDAKAN .

Otak muslim manapun TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI bahwa segala kedahsyatan yang dialami oleh Musa adalah KISAH PEMBEBASAN BUDAK
He he Lucu ya .. ketika si CS sampai men_cret darah tuk menjelaskan KECUEK_kan otak si Tuhan arab tuk mengurus perbudakan DAN betapa mahirnya si CS menerangkan KESAKTIAN Tuhan arab tuk mengurus selangkangan para monyet

TUHAN SAMAWI adalah Tuhan yang MENGKONSTITUSI PERBUDAKAN .

Kesimpulan... Tuhan Musa BUKANLAH Tuhan muhammad .
jayalah.indonesia
 
Posts: 273
Joined: Wed Apr 30, 2008 10:49 pm

Re: Muhammad: Terobosan Bagi Adopsi & Bagi Perbudakan

Postby Captain Pancasila » Fri Jun 01, 2012 5:18 pm

duren wrote:Ada yang ajaib dalam Islam ... awlloh swt / muhammad TIDAK PERNAH FAHAM bahwa kenabian Musa lahir DEMI mengurus PERBUDAKAN .

Otak muslim manapun TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI bahwa segala kedahsyatan yang dialami oleh Musa adalah KISAH PEMBEBASAN BUDAK
He he Lucu ya .. ketika si CS sampai men_cret darah tuk menjelaskan KECUEK_kan otak si Tuhan arab tuk mengurus perbudakan DAN betapa mahirnya si CS menerangkan KESAKTIAN Tuhan arab tuk mengurus selangkangan para monyet

TUHAN SAMAWI adalah Tuhan yang MENGKONSTITUSI PERBUDAKAN .

Kesimpulan... Tuhan Musa BUKANLAH Tuhan muhammad .

http://carm.org/languages/indonesian/se ... arta-milik
Image wrote:
Seorang budak adalah harta milik

(Keluaran 21:20-21) - "Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan. 21Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri."

Allah mengijinkan perbudakan terjadi baik dalam masa Perjanjian Lama maupun Baru. Tetapi hal ini tidaklah berarti bahwa perbudakan adalah sistem yang disetujui atau ditetapkan oleh Allah. Perbudakan adalah hasil kebudayaan manusia yang telah jatuh dalam dosa, bukan dari Allah. Tetapi, Allah mengijinkan hal ini terjadi sebagaimana Ia mengijinkan berbagai hal lain yang tidak Ia setujui terjadi, misalnya: pembunuhan, penipuan, pemerkosaa, pencurian, dll.

Allah tetap bekerja di dalam sistem dari manusia yang telah jatuh dalam dosa dan memberikan suatu kelonggaran bagi kebebasan dan kekeliruan manusia dalam sistemnya sendiri. Kita dapat melihat hal ini, misalnya dalam perkataan Yesus bahwa Allah mengijinkan perceraian karena kekerasan hati manusia (Matius 19:8). Faktanya ialah, manusia adalah orang-orang yang berdosa dan selalu melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah. Tetapi, meskipun manusia telah melakukan pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, pencurian, Allah masih memakai orang-orang yang melakukan dosa-dosa ini dalam mewujudkan kehendak-Nya yang kekal. Musa membunuh seorang Mesir tetapi ia dan peristiwa itu dipakai Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Daud berzinah tetapi tetap dijanjikan bahwa Mesias akan diturunkan dari benihnya. Ini adalah bukti bahwa meskipun Allah menginginkan agar orang-orang tidak terus melakukan kejahatan mereka tetapi Ia tetap memberikan mereka kebebasan, dan memakai sistem yang dikembangkan manusia itu berikut manusianya untuk mencapai tujuan-Nya.

Dalam kasus seorang budak dianggap sebagai harta milik, hal ini memang keadaan riil pada masa itu. Seperti yang saya katakan tadi, Allah tetap bekerja di dalam sistem yang dikembangkan oleh orang-orang yang telah jatuh dalam dosa dan menentukan batas-batas dan aturan main mengenai perlakuan atas budak-budak tersebut.
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

PreviousNext

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users