.

Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby duren » Sat Nov 07, 2009 5:19 pm

CRESCENT-STAR wrote:bayangkan ribuan orang harus melepaskan budak2 mereka yg mereka beli dgn uang hasil jerih payah mereka. ditambah tdk ada jaminan bahwa budak2 yg dilepas itu tdk akan diperbudak oleh orang lain. juga tiba2 mereka harus menggaji para mantan budak mereka nantinya. pantas saja perang sipil begitu dasyat di amerika.

Bung CS kuliah metode konstitusional tapi gak memahami betapa busuknya efek yang diakibatkan metode Islam . Anda jangan menuduh para kapir kurang ilmu dan melakukan tafsir multi tafsir .

Justru Islamlah yang tidak memahami betapa PENTINGnya metode konstitusional ketika mengurus HAL penting.
CS merasa NYAMAN ketika Islam MENERAPKAN metode konstitusional UNTUK mengurus hal yang TIDAK penting.

Islam menghabiskan energi nya untuk membuat aturan aturan baku ketika mengurus hal remeh remeh, SEPERTI haid wanita , mencukur bulu kemaluan wanita , membuat hitungan gerakan sholat , menentukan derajat kemiringan bulan , membuat fatwa label haram , mengharamkan kepiting kelapa dll

Islam JIJIK mengatur masalah perbudakan dengan metode konstitusional , tapi bung CS dengan alasan yang penuh keBANCIan mengarang ngarang asumsi yang membuat kita melihat Islam sebagai agama yang penuh rahmat. :green:
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby jameela » Sat Nov 07, 2009 5:57 pm

1234567890 wrote:bertujuan memerdekakan budak .... tapi di surga bakalan dapet 80 000 budak

hmmm :-k


bro, kalau nulis yang ginian jangan pakai huruf kecil, disini muslim2 kebanyakan kena rabun jauh
jadi yang kayak gini, gak kebaca, jadi kalau bisa dibuat seperti ini


1234567890 wrote:bertujuan memerdekakan budak .... tapi di surga bakalan dapet 80 000 budak

hmmm :-k


kenafa disyuurganya eslam kok ada budak ???????????
jameela
 
Posts: 973
Joined: Thu Sep 25, 2008 6:07 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby Jihad Zone » Sat Nov 07, 2009 7:35 pm

berani_murtad wrote:Hadis Sahih Bukhari, Vol. 3-#765
Dikisahkan oleh Kuraib: budak Ibn ‘Abbas yang dibebaskan
Maimuna bint Al-Harith mengatakan padanya (Kutaib) bahwa dia telah membebaskan seorang budak wanita tanpa meminta ijin kepada sang Nabi. Suatu hari ketika datang gilirannya untuk bersama sang Nabi, dia berkata, “Tahukah kau, O Rasul Allah, bahwa aku telah membebaskan budak wanitaku?” Dia berkata,”Benarkah itu?” Dia mengiakannya. Dia berkata,”Kau seharusnya bisa dapat anugrah lebih banyak jika kau berikan dia (budak wanita itu) kepada salah satu paman2mu.”

Dalam Kitab Shahih Bukhari 2/178
"حدثنا يحيى بن بكير عن الليث عن يزيد عن بكير عن كريب مولى ابن عباس أن ميمونة بنت الحارث رضي الله عنها أخبرته : أعتقت وليدة ولم تستأذن النبي صلى الله عليه و سلم فلما كان يومها الذي يدور عليها فيه قالت أشعرت يا رسول الله أني أعتقت وليدتي ؟ قال ( أو فعلت ) . قالت نعم قال ( أما إنك لو أعطيتها أخوالك كان أعظم لأجرك )"
Artinya: "Kalau kamu memberikannya kepada bibi-bibi kamu, tentu pahalanya lebih besar"

APANYA YANG MAU DIPERMASALAHKAN DALAM HADITS INI
LA WONG BUDAK WALIDAH (BUDAK KECIL) SUDAH DI MERDEKAKAN KOK ... TIDAK ADA LARANGAN MEMERDEKAKAN BUDAK DALAM HADITS INI.

DISINI NABI MENERANGKAN HAL LAIN KONSEKWENSI DARI PERISTIWA ITU, YAITU TENTANG KEUTAMAAN SHADAQAH KEPADA KERABAT FAMILI.

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda:
إذا كان لك قريب فلم تمش إليه برجلك, ولم تعطه من مالك, فقد قطعته
Artinya: "Apabila kamu mempunyai saudara, kerabat, namun kamu tidak pernah berkunjung kepadanya, juga tidak pernah memberikan sebagian dari hartamu, maka kamu berarti telah memutuskan silaturahim dengannya"

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن أبر البر أن يصل الرجل أهل ود أبيه)) [رواه مسلم]
Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya berbakti kepada orang tua yang paling baik itu adalah bersilaturahim dengan keluarga ayahnya" (HR. Muslim

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن أفضل الصدقة والصدقة على ذى الرحم الكاشح)) [رواه أحمد]
Artinya: Rasulullah saw bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah kepada kerabat yang memusuhi" (HR. Ahmad).
ALLAH berfirman
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ (النساء: 1)
Artinya: "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim" (QS. An-Nisa: 1).

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ * أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ (محمد: 22-23)
Artinya: "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka" (QS. Muhammad: 22, 23).
berani_murtad wrote:Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#637
Dikisahkan oleh Buraida:
Sang Nabi mengirim Ali kepada Khalid untuk membawa Khumus (seperlima jarahan perang) dan aku benci Ali dan Ali baru saja mandi (setelah melakukan hubungan seks dengan seorang budak wanita dari Khumus). Aku berkata kepada Khalid, “Tidakkah kau lihat dia (Ali)?” Ketika kami bertemu sang Nabi, aku menceritakan itu padanya. Dia berkata,”O, Buraida! Apakah kau membenci Ali?” Aku berkata, “Ya.” Dia berkata, “Apakah kamu membencinya karena dia berhak mendapatkan lebih daripada apa yang dia dapatkan dari Khumus?”
nabi membenarkan dan tidak menyalahkan hubungan seks kepada budak wanita perang yang baru didapatkan.


Apa yang ente sebutkan itu memang benar dan dibenarkan langsung oleh Al-Quran Al-Karim, kitab suci yang kita absolutkan itu. Dalam banyak ayatnya, Al-Quran memang membolehkan laki-laki menyetubuhi budaknya sendiri. Tetapi bukan budak orang lain.bukan seperti gaya kehidupan sex bebas ala orang kafir seperti yang dicontohkan di film-film Hollywood gaya JAMESBOND

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS Al-Mu''minun: 5-6)


Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS An-Nisa: 3)

Dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni''mati di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An-Nisa: 24)

Pembolehan itu kalau kita lihat di masa sekarang ini, sekilas memang terasa aneh dan tidak sesuai dengan rasio kita. Sebab kita hidup di abad 21, di mana perbudakan sudah menjadi barang yang asing. Kalau sampai kita membaca ayat Al-Quran yang seolah menerima konsep perbudakan, bahkan pemiliknya sampai boleh menyetubuhinya, tentu saja kita akan merasa sangat heran.
Mari kita renungkan kembali keadaan sosiol kemasyarakatan di masa itu, yakni abad ketujuh masehi, tentu pandangan kita akan berbeda jauh.

Ketahuilah bahwa perbudakan itu sendiri bukan produk agama Islam. Perbudakan itu sudah ada jauh sebelum Al-Quran ini diturunkan. Di zaman Romawi dan Yunani Kuno, Persia kuno, China dan hampir seluruh peradaban manusia di masa lalu telah dikenal perbudakan. Dan semua itu terjadi berabad-abad sebelum Islam datang.

Sedangkan negeri Arab termasuk negeri yang belakangan mengenal perbudakan, sebagaimana belakangan pula dalam mengenal kebejadan moral. Minuman keras, pemerkosaan, makan uang riba, menyembah berhala, poligami tak terbatas dan budaya-budaya kotor lainnya bukan berasal dari negeri Arab, tetapi justru dari peradaban-peradaban besar manusia.

Ini penting kita pahami terlebih dahulu sebelum memvonis ajaran Islam. Negeri Arab adalah peradaban yang terakhir mengenal budaya-budaya kotor itu dari hasil persinggungan mereka dengan dunia luar. Karena orang Makkah itu biasa melakukan perjalanan dagang ke berbagai negeri. Justru dari peradaban-peradaban ‘maju’ lainnya itulah Arab mengenal kejahiliyahan. Perlu anda ketahui bahwa berhala-berhala yang ada di depan ka‘bah yang berjumlah 360 itu adalah produk impor. Yang terbesar di antaranya adalah Hubal yang asli produk impor dari negeri Yaman.

Saat itu dunia mengenal perbudakan dan belaku secara international. Yaitu tiap budak ada tarif dan harganya. Dan ini sangat berpengaruh pada mekanisme pasar dunia saat itu. Bisa dikatakan bahwa budak adalah salah satu komoditi suatu negara. Dia bisa diperjual-belikan dan dimiliki sebagai investasi layaknya ternak.

Dan hukum international saat itu membenarkan menyetubuhi budak milik sendiri. Bahkan semua tawanan perang secara otomatis menjadi budak pihak yang menang meski budak itu adalah keluarga kerajaan dan puteri-puteri pembesar. Ini semua terjadi bukan di Arab, tapi di peradaban-peradaban besar dunia saat itu. Arab hanya mendapat imbasnya saja.

Dalam kondisi dunia yang centang perenang itulah Islam diturunkan. Bukan hanya untuk dunia Arab, karena kejahiliyahan bukan milik bangsa Arab sendiri, justru ada di berbagai peradaban manusia saat itu.

Maka wajar bila Al-Quran banyak menyebutkan fenomena yang ada pada masa itu termasuk perbudakan. Bukan berarti Al-Quran mengakui perbudakan, tetapi merupakan petunjuk untuk melakukan kebijakan di tengah sistem kehidupan yang masih mengakui perbudakan saat itu.

Dan ingat, tidak ada jaminan bahwa fenomena perbudakan itu telah hilang untuk selamanya. Karena kejahiliyahan itu selalu berulang. Tidak ada jaminan bahwa kebobrokan umat terdahulu yang telah Allah hancurkan, di masa mendatang tidak kembali melakukannya. Termasuk perbudakan.

Kebetulan saja kita hari ini hidup di masa di mana perbudakan kelihatannya sudah tidak ada lagi. Tapi ingat, perbudakan baru saja berlalu beberapa ratus tahun yang lalu di Barat yang katanya modern. Jadi tidak ada ayat Al-Quran yang habis masa berlakunya.

Di sisi lain, perhatikan Al-Quran dan Sunnah, hampir semua hukum yang berkaitan dengan perbudakan itu berintikan pembebasan mereka. Semua pintu yang mengarah kepada terbukanya pintu pembebasan budak terbuka lebar. Dan sebaliknya, semua pintu menuju kepada perbudakannya tertutup rapat. Dengan demikian, secara sistematis, jumlah budak akan habis sesuai perjalanan waktu.

Sementara itu, perbudakan tidaklah semata-mata penindasan, tapi pahamilah bahwa di masa itu perbudakan adalah komoditi. Harga budak itu cukup mahal. Seseorang dalam sekejap akan jatuh miskin bila secara tiba-tiba perbudakan dihapuskan oleh Islam. Seorang tuan yang memiliki 100 budak, akan menjadi fakir miskin bila pada suatu hari perbudakan dihapuskan. Padahal dia mendapatkan budak itu dari membeli dan mengeluarkan uang yang cukup besar serta menabung bertahun-tahun. Bila hal itu terjadi, di mana sisi keadilan bagi orang yang memiliki budak, sedangkan dia ditakdirkan hidup di zaman di mana perbudakan terjadi dan menjadi komoditi.

Karena itu Islam tidak secara tiba-tiba menghapuskan perbudakan dalam satu hari. Islam melakukannya dengan proses kultural dan ‘smooth’. Banyak sekali hukuman dan kaffarah yang bentuknya membebaskan budak. Bahkan dalam syariah dikenal kredit pembebasan budak. Seorang budak boleh mencicil sejumlah uang untuk menebus dirinya sendiri yang tidak boleh dihalangi oleh tuannya.

Dengan cara yang sistematis dan proses yang alami, perbudakan hilang dari dunia Islam jauh beberapa ratus tahun sebelum orang barat meninggalkan perbudakan.

Kalau hari ini ada orang yang bilang Al-quran mengakui perbudakan, maka dia perlu belajar sejarah lebih dalam sebelum bicara. Pendapatnya itu hanya akan meperkenalkan kepada dunia tentang keterbatasan ilmunya dan pada gilirannya akan menjadi bahan tertawaan saja.

Dengan sudah berakhirnya era perbudakan manusia oleh sebab turunnya agama Islam, maka otomatis urusan kebolehan menyetubuhi budak pun tidak perlu dibicarakan lagi. Sebab perbudakannya sendiri sudah dileyapkan oleh syariah.

Mungkin ada yang bertanya, kalau perbudakan sudah lenyap, mengapa Al-Quran masih saja bicara tentang perbudakan?

Untuk menjawab itu kita perlu melihat lebih luas. Marilah kita membuat pengandaian sederhana. Seandainya suatu ketika nanti entah kapan, terjadi perang dunia yang melumat semua kehidupan dunia. Lalu pasca perangitu peradaban umat manusia hancur lebur, mungkin juga peradaban manusia kembali lagi menjadi peradaban purba, lantas umat manusia yang jahiliyah kembali jatuh ke jurang perbudakan manusia, maka agama Islam masih punya hukum-hukum suci yang mengatur masalah perbudakan.

SEX DALAM ATURAN ISLAM

Sebagai bagian dari fitrah kemanusiaan, Islam tidak pernah memberangus hasrat seksual. Islam memberikan panduan lengkap agar seks bisa tetap dinikmati seorang muslim tanpa harus kehilangan ritme ibadahnya.

Bulan Syawal, bagi umat Islam Indonesia, bisa dibilang sebagai musim kawin. Anggapan ini tentu bukan tanpa alasan. Kalangan santri dan muhibbin biasanya memang memilih bulan tersebut sebagai waktu untuk melangsungkan aqad nikah.

Kebiasaan tersebut tidak lepas dari anjuran para ulama yang bersumber dari ungkapan Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq yang dinikahi Baginda Nabi pada bulan Syawwal. Ia berkomentar, “Sesungguhnya pernikahan di bulan Syawwal itu penuh keberkahan dan mengandung banyak kebaikan.”

Namun, untuk menggapai kebahagiaan sejati dalam rumah tangga tentu saja tidak cukup dengan menikah di bulan Syawwal. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dan diamalkan secara seksama oleh pasangan suami istri agar meraih ketentraman (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), baik lahir maupun batin. Salah satunya –dan yang paling penting– adalah persoalan hubungan intim atau dalam bahasa fiqih disebut jima’.

Sebagai salah tujuan dilaksanakannya nikah, hubungan intim –menurut Islam– termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan agama dan mengandung nilai pahala yang sangat besar. Karena jima’ dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologis insani dan menyambung keturunan bani Adam.

Selain itu jima’ yang halal juga merupakan iabadah yang berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda, “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Karena bertujuan mulia dan bernilai ibadah itu lah setiap hubungan seks dalam rumah tangga harus bertujuan dan dilakukan secara Islami, yakni sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW.

Hubungan intim, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.

Ulama salaf mengajarkan, “Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan seks, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri.

Wajahnya Muram
Muhammad bin Zakariya menambahkan, “Barangsiapa yang tidak bersetubuh dalam waktu lama, kekuatan organ tubuhnya akan melemah, syarafnya akan menegang dan pembuluh darahnya akan tersumbat. Saya juga melihat orang yang sengaja tidak melakukan jima’ dengan niat membujang, tubuhnya menjadi dingin dan wajahnya muram.”[/size]
Sedangkan di antara manfaat bersetubuh dalam pernikahan, menurut Ibnu Qayyim, adalah terjaganya pandangan mata dan kesucian diri serta hati dari perbuatan haram. Jima’ juga bermanfaat terhadap kesehatan psikis pelakunya, melalui kenikmatan tiada tara yang dihasilkannya.

Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme atau faragh. [size=150]Meski tidak semua hubungan seks pasti berujung faragh, tetapi upaya optimal pencapaian faragh yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud faragj yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri. Mengapa wajib? Karena faragh bersama merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah.
Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan. Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib.

Namun, kepuasan yang wajib diupayakan dalam jima’ adalah kepuasan yang berada dalam batas kewajaran manusia, adat dan agama. Tidak dibenarkan menggunakan dalih meraih kepuasan untuk melakukan praktik-praktik seks menyimpang, seperti sodomi (liwath) yang secara medis telah terbukti berbahaya. Atau penggunaan kekerasaan dalam aktivitas seks (mashokisme), baik secara fisik maupun mental, yang belakangan kerap terjadi. Maka, sesuai dengan kaidah ushul fiqih “ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” (sesuatu yang menjadi syarat kesempurnaan perkara wajib, hukumnya juga wajib), mengenal dan mempelajari unsur-unsur yang bisa mengantarkan jima’ kepada faragh juga hukumnya wajib.

Bagi kaum laki-laki, tanda tercapainya faragh sangat jelas yakni ketika jima’ sudah mencapai fase ejakulasi atau keluar mani. Namun tidak demikian halnya dengan kaum hawa’ yang kebanyakan bertipe “terlambat panas”, atau –bahkan— tidak mudah panas. Untuk itulah diperlukan berbagai strategi mempercepatnya.

Dan, salah satu unsur terpenting dari strategi pencapaian faragh adalah pendahuluan atau pemanasan yang dalam bahasa asing disebut foreplay (isti’adah). Pemanasan yang cukup dan akurat, menurut para pakar seksologi, akan mempercepat wanita mencapai faragh.
Karena dianggap amat penting, pemanasan sebelum berjima’ juga diperintahkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).

Ciuman dalam hadits diatas tentu saja dalam makna yang sebenarnya. Bahkan, Rasulullah SAW, diceritakan dalam Sunan Abu Dawud, mencium bibir Aisyah dan mengulum lidahnya. Dua hadits tersebut sekaligus mendudukan ciuman antar suami istri sebagai sebuah kesunahan sebelum berjima’. Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087).

Bau Mulut
Karena itu, pasangan suami istri hendaknya sangat memperhatikan segala unsur yang menyempurnakan fase ciuman. Baik dengan menguasai tehnik dan trik berciuman yang baik, maupun kebersihan dan kesehatan organ tubuh yang akan dipakai berciuman. Karena bisa jadi, bukannya menaikkan suhu jima’, bau mulut yang tidak segar justru akan menurunkan semangat dan hasrat pasangan. Sedangkan rayuan yang dimaksud di atas adalah semua ucapan yang dapat memikat pasangan, menambah kemesraan dan merangsang gairah berjima’. Dalam istilah fiqih kalimat-kalimat rayuan yang merangsang disebut rafats, yang tentu saja haram diucapkan kepada selain istrinya.

Selain ciuman dan rayuan, unsur penting lain dalam pemanasan adalah sentuhan mesra. Bagi pasangan suami istri, seluruh bagian tubuh adalah obyek yang halal untuk disentuh, termasuk kemaluan. Terlebih jika dimaksudkan sebagai penyemangat jima’. Demikian Ibnu Taymiyyah berpendapat.

Syaikh Nashirudin Al-Albani, mengutip perkataan Ibnu Urwah Al-Hanbali dalam kitabnya yang masih berbentuk manuskrip, Al-Kawakbu Ad-Durari, “Diperbolehkan bagi suami istri untuk melihat dan meraba seluruh lekuk tubuh pasangannya, termasuk kemaluan. Karena kemaluan merupakan bagian tubuh yang boleh dinikmati dalam bercumbu, tentu boleh pula dilihat dan diraba. Diambil dari pandangan Imam Malik dan ulama lainnya.”

Berkat kebesaran Allah, setiap bagian tubuh manusia memiliki kepekaan dan rasa yang berbeda saat disentuh atau dipandangi. Maka, untuk menambah kualitas jima’, suami istri diperbolehkan pula menanggalkan seluruh pakaiannya. Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalm satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk mendapatkan hasil sentuhan yang optimal, seyogyanya suami istri mengetahui dengan baik titik-titik yang mudah membangkitkan gairah pasangan masing-masing. Maka diperlukan sebuah komunikasi terbuka dan santai antara pasangan suami istri, untuk menemukan titik-titik tersebut, agar menghasilkan efek yang maksimal saat berjima’.

Diperbolehkan bagi pasangan suami istri yang tengah berjima’ untuk mendesah. Karena desahan adalah bagian dari meningkatkan gairah. Imam As-Suyuthi meriwayatkan, ada seorang qadhi yang menggauli istrinya. Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah. Sang qadhi pun menegurnya. Namun tatkala keesokan harinya sang qadhi mendatangi istrinya ia justru berkata, “Lakukan seperti yang kemarin.”

Satu hal lagi yang menambah kenikmatan dalam hubungan intim suami istri, yaitu posisi bersetubuh. Kebetulan Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pemeluknya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks. Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat hanyalah, semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu farji. Bukan yang lainnya. Allah SWT berfirman, “Istri-istrimu adalah tempat bercocok tanammu, datangilah ia dari arah manapun yang kalian kehendaki.” QS. Al-Baqarah (2:223).

Posisi Ijba’
Menurut ahli tafsir, ayat ini turun sehubungan dengan kejadian di Madinah. Suatu ketika beberapa wanita Madinah yang menikah dengan kaum muhajirin mengadu kepada Rasulullah SAW, karena suami-suami mereka ingin melakukan hubungan seks dalam posisi ijba’ atau tajbiyah.

Ijba adalah posisi seks dimana lelaki mendatangi farji perempuan dari arah belakang. Yang menjadi persoalan, para wanita Madinah itu pernah mendengar perempuan-perempuan Yahudi mengatakan, barangsiapa yang berjima’ dengan cara ijba’ maka anaknya kelak akan bermata juling. Lalu turunlah ayat tersebut.

Terkait dengan ayat 233 Surah Al-Baqarah itu Imam Nawawi menjelaskan, “Ayat tersebut menunjukan diperbolehkannya menyetubuhi wanita dari depan atau belakang, dengan cara menindih atau bertelungkup. Adapun menyetubuhi melalui dubur tidak diperbolehkan, karena itu bukan lokasi bercocok tanam.” Bercocok tanam yang dimaksud adalah berketurunan.

Muhammad Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud menambahkan, “Kata ladang (hartsun) yang disebut dalam Al-Quran menunjukkan, wanita boleh digauli dengan cara apapun : berbaring, berdiri atau duduk, dan menghadap atau membelakangi..”

Demikianlah, Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, lagi-lagi terbukti memiliki ajaran yang sangat lengkap dan seksama dalam membimbing umatnya mengarungi samudera kehidupan. Semua sisi dan potensi kehidupan dikupas tuntas serta diberi tuntunan yang detail, agar umatnya bisa tetap bersyariat seraya menjalani fitrah kemanusiannya.
User avatar
Jihad Zone
 
Posts: 1214
Joined: Wed Sep 09, 2009 10:50 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby Akukomkamu » Sat Nov 07, 2009 8:33 pm

Walaaaaaa....kalo cuman urusan rayu merayu...cumbu mencumbu...gak usah diajarkan TONG!!!! Manusia diberikan akal , nurani dan juga naluri jadi gunakanlah itu secara baik dan positif !!!! Emang menjadi seorang muslim gak tau ya...gituan????? jadi musti di ajarkan gitu ya...TONG!!!! :roll: :lol:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby duren » Sun Nov 08, 2009 1:36 am

Akukomkamu wrote:Walaaaaaa....kalo cuman urusan rayu merayu...cumbu mencumbu...gak usah diajarkan TONG!!!! Manusia diberikan akal , nurani dan juga naluri jadi gunakanlah itu secara baik dan positif !!!! Emang menjadi seorang muslim gak tau ya...gituan????? jadi musti di ajarkan gitu ya...TONG!!!! :roll: :lol:

Posting JZ bukan berisi pengajaran
Lebih tepat kalau kita sebut MENGURUS SELANGKANGAN secara KONSTITUSIONAL

Kita para kapir akan takjub dengan keTEGAan islam mengkonstitusi urusan yang bukan urusan.
Awloh sama sekali gak punya sense of human dengan HAM , beliau tidak meletakkan urusan perbudakan dilaci kerja nya . Meja kerja awloh penuh dengan urusan vagina wanita , menista kapir , mengharamkan babi , memuji muji muhammad dsb.

Hal ini jadi panutan dan menjadi metode berfikir para muslim sedunia , kalu kita bertemu dengan seorang muslim kafah maka yang menjadi bahan pembicaraan adalah urusan e'ek kucing . Mullah mullah di Iran sibuk membuat fatwa tentang halal haramnya lobang anus , MUI sibuk gak ketulungan memfatwa haram rokok .
[-( [-(
Perhatikan saja netter netter muslim diforum ini .Jarang dah yang mau buang energi untuk memikirkan urusan sepenting aqaba II ( @HF gak usah geer lo =D> :finga: )
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby CRESCENT-STAR » Mon Nov 09, 2009 9:39 pm

CRESCENT-STAR wrote:bayangkan ribuan orang harus melepaskan budak2 mereka yg mereka beli dgn uang hasil jerih payah mereka. ditambah tdk ada jaminan bahwa budak2 yg dilepas itu tdk akan diperbudak oleh orang lain. juga tiba2 mereka harus menggaji para mantan budak mereka nantinya. pantas saja perang sipil begitu dasyat di amerika.

duren wrote:Bung CS kuliah metode konstitusional tapi gak memahami betapa busuknya efek yang diakibatkan metode Islam . Anda jangan menuduh para kapir kurang ilmu dan melakukan tafsir multi tafsir .

Justru Islamlah yang tidak memahami betapa PENTINGnya metode konstitusional ketika mengurus HAL penting.
CS merasa NYAMAN ketika Islam MENERAPKAN metode konstitusional UNTUK mengurus hal yang TIDAK penting.

Islam menghabiskan energi nya untuk membuat aturan aturan baku ketika mengurus hal remeh remeh, SEPERTI haid wanita , mencukur bulu kemaluan wanita , membuat hitungan gerakan sholat , menentukan derajat kemiringan bulan , membuat fatwa label haram , mengharamkan kepiting kelapa dll

Islam JIJIK mengatur masalah perbudakan dengan metode konstitusional , tapi bung CS dengan alasan yang penuh keBANCIan mengarang ngarang asumsi yang membuat kita melihat Islam sebagai agama yang penuh rahmat. :green:

bung, !! tidak ada yg bicara hal penting dan tidak penting kemudian membandingkan keduanya ..
fokusnya saja pada efektifnya metode non konstitusional yg dilakukan Islam untuk kondisi saat ayat tsb lahir. dan bayangkan gejolak sosial spt apa jika tiba2 perbudakan langsung diharamkan dgn metode konstitusional ..
permasalahan haid tidak layak disandingkan dgn permaslahan perbudakan, terlalu jauh perbedaannya. apakah kalo waktu itu presiden amerika mewajibkan mandi bagi yg baru bersih dari haid akan menimbulkan perang sipil ??
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby duren » Wed Nov 11, 2009 2:01 am

CRESCENT-STAR wrote:bung, !! tidak ada yg bicara hal penting dan tidak penting kemudian membandingkan keduanya ..
fokusnya saja pada efektifnya metode non konstitusional yg dilakukan Islam untuk kondisi saat ayat tsb lahir. dan bayangkan gejolak sosial spt apa jika tiba2 perbudakan langsung diharamkan dgn metode konstitusional ..
permasalahan haid tidak layak disandingkan dgn permaslahan perbudakan, terlalu jauh perbedaannya. apakah kalo waktu itu presiden amerika mewajibkan mandi bagi yg baru bersih dari haid akan menimbulkan perang sipil ??

Sebagai manusia, kemampuan presiden amrik memang sontoloyo
Presiden amrik GAK MAMPU menghilangkan perbudakan TANPA ekses , tapi oce_lah SETIDAKnya si_kapir presiden amrik FAHAM mana urusan penting dan mana yang recehan

Kami memang gak punya hak untuk mengHARUSkan awloh yang ngaku ngaku mahakuasa AGAR mengeluarkan kemampuannya tuk menghapuskan perbudakan TANPA ekses

Tapi kami bisa menilai ISI otak awloh , yang TAK sanggup MIKIR ketika menentukan hal mana yang PERLU ditegakkan demi HAM yang MEMANG memerlukan sentuhan power of god, agar tak punya ekses :rock:

Hal inilah yang membuat kami para kapir merendahkan kemampuan awloh yang CUMA terbukti sangat maha banci lagi maha impoten . Presiden amrik jauh lebih cool
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby CRESCENT-STAR » Wed Nov 11, 2009 4:20 pm

tapi Allah tdk melakukan sesuatu dgn cara2 orang sontoloyo ... itulah bedanya Allah dgn manusia.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby kutukupret » Tue Feb 02, 2010 11:10 am

CRESCENT-STAR wrote:Islam menghapuskan perbudakan dgn cara yang baik.

kalau perbudakan dihapus bagaimana dengan ayat ini....
jadi tak berguna lagi.... apa boleh dihapus ayat ini ?? bukankah kalau di hapuskan ....Quran tidak VALID lagi sampai hari kiamat nanti ?

Al-Mu`minuun:006
إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki [995]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

boleh diganti nggak jadi pembantu rumah tangga
User avatar
kutukupret
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby CRESCENT-STAR » Tue Feb 02, 2010 12:02 pm

bukannya saya sudah mengatakan bahwa itu dilakukan secara pelan-pelan ?
semisal bung ingin menghilangkan aturan KTP, namun selama aturan KTP itu belum hilang maka bung pasti harus tetap dalam prosedur yakni memiliki KTP. tidak bisa bung mengharamkan KTP sendirian, nanti bung malu sendiri, karena ujung2nya bung butuh juga KTP.

dan saya sudah jelaskan bahwa perbudakan dihilangkan tdk menggunakan pendekatan konstitusional, namun dgn cara hikmah dan pelan2, sebab urusan yang satu ini memiliki efek domoni pada sendi2 kehidupan masyarakat secara luas.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby kutukupret » Tue Feb 02, 2010 12:12 pm

CRESCENT-STAR wrote:bukannya saya sudah mengatakan bahwa itu dilakukan secara pelan-pelan ?
semisal bung ingin menghilangkan aturan KTP, namun selama aturan KTP itu belum hilang maka bung pasti harus tetap dalam prosedur yakni memiliki KTP. tidak bisa bung mengharamkan KTP sendirian, nanti bung malu sendiri, karena ujung2nya bung butuh juga KTP.

dan saya sudah jelaskan bahwa perbudakan dihilangkan tdk menggunakan pendekatan konstitusional, namun dgn cara hikmah dan pelan2, sebab urusan yang satu ini memiliki efek domoni pada sendi2 kehidupan masyarakat secara luas.


secara pelan-pelan itu kapan ?? jika itu nanti terjadi di akhir zaman ......sudah TELAT atau belum ??
Sedangkan Quran itu katanya VALID lagi sampai hari kiamat nanti ?

Jadi kapan di hapuskannya sistim perbudakan ?

berhubung masih belum terjawab maka saya Copas kembali
kalau perbudakan dihapus bagaimana dengan ayat ini....
jadi tak berguna lagi.... apa boleh dihapus ayat ini ?? bukankah kalau di hapuskan ....Quran tidak VALID lagi sampai hari kiamat nanti ?

Al-Mu`minuun:006
إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki [995]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

boleh diganti nggak jadi pembantu rumah tangga
User avatar
kutukupret
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby poligami » Thu Jun 24, 2010 4:13 pm

CRESCENT-STAR wrote:Islam menghapuskan perbudakan dgn cara yang baik. bukan dgn cara yg frontal seperti di Amerika.

Muhammad justru pelestari perbudakan manusia, malah ada yg dijadikan budak seksnya segala. :vom:
User avatar
poligami
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby duren » Sun Jul 11, 2010 1:20 am

Sundul dikit , sambil menunggu muslim kaffah

Kepada para muslim moderat sory ya
Ente ente jangan nekad yahhh tuk coba coba masuk kemari

JAMIN DAHHH LOE BAKAL GW CINCANG


:finga:


Level ente ente cukup yang dibawah ini
ketawa-com-adalah-situs-anti-kristen-t39337/

:lol:

hi hi
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby the soul eater » Sun Jul 11, 2010 12:06 pm

cari alesan supaya mommed g dibilang pedagang budak aja kok muter2????
pake bilang dinegara barat caranya gak benar lah...
cara islam paling benar lah....
bull-shit!!

buktinya di barat dah gak ada perbudakan...
tapi di islam?????
sampai di akhirat pun masih ada bidadari budak2 sex yang dijanjikan si setan mommed....
pikir se-simpel itu aja gak mampu...owalahhhhhh..slimmer2 g pinter2..sontoloyo... :snakeman: :snakeman: :snakeman:

Tanya kenapa???? :rolleyes:

..................................................

do not pretend...or i will eat your soul :toimonster:
the soul eater
 
Posts: 310
Joined: Fri Feb 12, 2010 11:53 pm
Location: in your deepest heart...

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby mbah.erott » Sat Jul 09, 2011 10:43 pm

Sundul balik...
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby CRESCENT-STAR » Mon Jul 11, 2011 10:03 am

memperbudak orang merdeka itu haram ...
kalau tawanan perang sampai kapanpun prinsipnya adalah budak, bisa dibunuh, bisa kerja paksa, bisa ditebus, bisa disiksa dan dia tidak berkutik sama sekali. diakui atau tidak ya nasib begitulah tawanan perang. mau dikatakan apapun tetap saja layaknya seorang budak. ada dalam kuasa tangan penawannya.
dan dalam aturan Islam seorang tawanan adalah 100% milik pemerintah bukan para tentara. jadi para penjaga penjara, para tentara dan sebagainya yg mewakili individu sama sekali tdk berhak atas tawanan. perlakuan buruk atau pemaksaan individu atas tawanan adalah kejahatan.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby mbah.erott » Mon Jul 11, 2011 12:16 pm

CRESCENT-STAR wrote:kalau tawanan perang sampai kapanpun prinsipnya adalah budak, bisa dibunuh, bisa kerja paksa, bisa ditebus, bisa disiksa dan dia tidak berkutik sama sekali. diakui atau tidak ya nasib begitulah tawanan perang. mau dikatakan apapun tetap saja layaknya seorang budak. ada dalam kuasa tangan penawannya.

Ha, berarti budak secara prinsip masih ada dalam islam ya?
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby CRESCENT-STAR » Mon Jul 11, 2011 1:11 pm

mbah.erott wrote:Ha, berarti budak secara prinsip masih ada dalam islam ya?

ini seperti analogi yg GORENG IKAN.
saya katakan "KAMU MEMBUNUH IKAN"
bung bilang "bukan membunuh tapi memanfaatkan alam untuk bertahan hidup"

nah ESSENSINYA sama kan membunuh ikan. apa pun kemasan bahasanya.
TAWANAN itu dahulu disebut BUDAK. sekarang orang sungkan menyebut sbg BUDAK. TETAPI Essensinya sama saja yakni BUDAK juga, hanya beda kemasan bahasa saja.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby mbah.erott » Mon Jul 11, 2011 1:55 pm

mbah.erott wrote:Ha, berarti budak secara prinsip masih ada dalam islam ya?

CRESCENT-STAR wrote:Ini seperti analogi yg GORENG IKAN.
saya katakan "KAMU MEMBUNUH IKAN"
bung bilang "bukan membunuh tapi memanfaatkan alam untuk bertahan hidup"

nah ESSENSINYA sama kan membunuh ikan. apa pun kemasan bahasanya.
TAWANAN itu dahulu disebut BUDAK. sekarang orang sungkan menyebut sbg BUDAK. TETAPI Essensinya sama saja yakni BUDAK juga, hanya beda kemasan bahasa saja.

Maksud cs apa ya?
Apakah maksud cs, islam sama saja dengan yang lain tentang perbudakan?
User avatar
mbah.erott
 
Posts: 2731
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Nabi Muhammad adalah Pedagang Budak

Postby 1234567890 » Mon Jul 11, 2011 9:55 pm

CRESCENT-STAR wrote:memperbudak orang merdeka itu haram ...
kalau tawanan perang sampai kapanpun prinsipnya adalah budak, bisa dibunuh, bisa kerja paksa, bisa ditebus, bisa disiksa dan dia tidak berkutik sama sekali. diakui atau tidak ya nasib begitulah tawanan perang. mau dikatakan apapun tetap saja layaknya seorang budak. ada dalam kuasa tangan penawannya.
dan dalam aturan Islam seorang tawanan adalah 100% milik pemerintah bukan para tentara. jadi para penjaga penjara, para tentara dan sebagainya yg mewakili individu sama sekali tdk berhak atas tawanan. perlakuan buruk atau pemaksaan individu atas tawanan adalah kejahatan.


tawanan perang itu adalah orang merdeka sebelum jadi tawanan .....

kalau memang mau mengikuti cara berpikir seperti ini ... berarti .... israel boleh boleh aja dong membantai palestina sampe habis
kan palestina kalah perang .... jadi mereka adalah budaknya israel
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

PreviousNext

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users