.

Muhammad & Pengemis Buta: Fiksi atau Fakta?

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Muhammad & Pengemis Buta: Fiksi atau Fakta?

Postby Duladi » Mon Jul 28, 2008 9:30 pm

Dari: http://myquran.org/forum/index.php/topic,41589.0.html

Muhammad & Pengemis Buta: Fiksi atau Fakta?

Muslim, untuk membuktikan tokoh Arab itu memiliki sifat mulia, seringkali mengutip kisah berikut:

Mady wrote:kisah antara Yahudi yang buta dengan Muhamad saw


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,

"Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong,
dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan
dipengaruhinya" .


Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan,
dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang
dibawanya
kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang
menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari
sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan
makanan setiap
pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni
Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak
bukan merupakan
isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku,
adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?".

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada
satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".

"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.


"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan
makanan untuk
seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana ", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada
pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan
itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,

"Siapakah kamu?".

Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , bantah si pengemis
buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku",
pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu,

"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang
dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar
RA, dan kemudian berkata,

"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya,
ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA
saat itu juga
dan sejak hari itu menjadi muslim.


Nah, mari kita selidiki, kisah tersebut FAKTA ataukah FIKSI?

Kalau memang benar, MUHAMMAD pernah melakukan hal di atas, pastilah Muslim dapat memberikan REFERENSI CATATAN SEJARAH dari kisah di atas.

Bila kisah di atas ada referensinya, misal diambil dari Buku Sirat Rasul Ibn Ishaq, maka saya akan mempercayai kisah di atas sebagai KISAH SEJARAH, dan bukan DONGENG ARAB untuk balita sebelum tidur.

Bandingkan dengan kisah ini:

Diambil dari Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 623-624 [Ibnu Hisyam adalah seorang sejarawan Islam terkemuka yang hidup pada abad ke-8 dan ke-9 M (meninggal tahun 834 Masehi)]

Image
(ucapan terima kasih diberikan kepada netter MSAW)

Ibnu Ishaq berkata, Abdullah bin Al-Haritsa bin Al-Fudhail berkata dari ayahnya, yang berkata, "Ashma' binti Marwan diperistri salah seorang dari Bani Khathmah bernama Yazid bin Zaid. Ashma' binti Marwan pernah berkata menghina Islam dan kaum Muslimin,
'Dengan nama Bani Malik dan An-Nabit
Dengan nama Auf dan Bani Al-Khazraj
Kalian mentaati orang asing dari selain kalian
la juga tidak berasal dari Murad atau Madzhaj
Kalian berharap besar kepadanya setelah terbunuhnya banyak kepala
Sebagaimana diharapkannya minuman yang telah matang
Ingatlah hai orang sombong yang mencari kelengahan
Kemudian ia membunuh harapan.'
Syair Ashma' binti Marwan di atas dijawab Hassan bin Tsabit Radhiyallahu
Anhu,
'Bani Wail, Bani Waqif, dan Khathmah
Itu tidak sama dengan Al-Khazraj
Jika kabilah-kabilah tersebut diajak kepada kebodohan
Dengan membawa kematian, maka kabilah-kabilah tersebut berdatangan
Ulah kabilah-kabilah tersebut membangkitkan pemuda terhormat
Yang mulia nasab dan perbuatannya
Kemudian sang pemuda membasahi kabilah-kabilah tersebut dengan
darah yang banyak
Setelah pertengahan malam dan pemuda tersebut tidak menemui
kesulitan.'


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Memerintahkan Pem-bunuhan Ashma' binti Marwan

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma' binti Marwan di atas, beliau bersabda, 'Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?' Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma' binti Marwan dan membunuhnya. Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.' Umair bin Adi Al-Khathmi berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah aku ter-kena sesuatu karena membunuhnya?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.' Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah, yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma' binti Marwan. Ketika itu, Ashma' bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berkata, 'Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh Ashma' binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya untukku dan jangan menunda-nunda.'

Seorang muslim bernama "MARTO" mengatakan kisah Pengemis Buta dengan Muhammad diambil dari kitab "hayatu Al Sahabah".
Nah, kita lihat saja, dapatkah muslim ini menunjukkan kitab itu dikarang oleh siapa, dan sumbernya dari sejarawan tertua yang mana?

Kita tahu, dalam dunia sejarah Islam, ada 4 orang sejarawan ternama dan tertua yang masa hidupnya tidak terlampau jauh dari masa hidup Muhammad, yaitu:

(1) Ibn Ishaq adalah penulis sejarah Muslim, lahir di Medina kira2 85 tahun setelah Hijra (yakni tahun 704, dia meninggal tahun 768). (Hijra adalah pindahnya Muhammad ke Medina dan dimulainya awal penanggalan Arab), dialah penulis pertama sejarah hidup Muhammad dan peristiwa perang2nya. Kumpulan kisahnya tentang Muhammad disebut "Sirat al-Nabi" ("Kisah Hidup sang Nabi"). Buku ini telah hilang. Akan tetapi, kumpulan tulisan Ibn Ishaq dengan catatan2 dari (2) Ibn Hisham (mati tahun 834) masih tersedia dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Ibn Hisham mengaku sengaja tidak menyertakan beberapa tulisan Ibn Ishaq yang dianggap memalukan kaum Muslim. Beberapa bagian kisah memalukan ini dikutip oleh (3) Tabari (838–923) yang adalah penulis sejarah terkenal dan paling terkemuka dari Persia dan juga penulis tafsir Qur'an.

(4) Ibn Sa'd (784-845) adalah ahli sejarah, murid dari al Waqidi. Dia membagi tulisannya dalam delapan bagian, dan menamakannya Tabaqat (kategori2). Yang pertama adalah kisah hidup Muhammad (Vol. 1), lalu perang2nya (Vol. 2), pengikut2nya di Mekah (Vol. 3), pengikut2nya di Medinah (Vol. 4), cucu2nya, Hassan dan Hussein dan tokoh2 Muslim yang utama (Vol. 5), pengikut2 dan sahabat2 Muhammad (Vol. 6), pengikut penting berikutnya (Vol. 7) dan beberapa tokoh Muslimah (Vol. 8 ).

Selain itu, juga ada para pengumpul hadist, di antaranya:

(1) Abu Abdullah Muhammad Bukhari (c. 810-870) adalah seorang pengumpul hadis atau sunnah, (kumpulan perkataan dan perbuatan Muhammad). Buku kumpulan hadisnya dianggap paling terkemuka. Dia menghabiskan waktu enambelas tahun untuk mengumpulkannya, dan berhasil mendapat 2.602 hadis (9.082 hadis yang diulang isinya oleh sumber pencerita lain). Persyaratan yang ditetapkannya untuk menentukan keaslian hadis sangat ketat dan karenanya kumpulan hadisnya disebut Sahih (tepat, benar). Ada dua ilmuwan Islam lainnya yakni (2) Abul Husain Muslim dan (3) Abu Dawood yang bekerja dengan cara sama seperti Bukhari dalam mengumpulkan hadis. Sahih Bukhari, Sahih Muslim and Sunnan Abu Dawood diakui oleh masyarakat Muslim pada umumnya, terutama Muslim Sunni, sebagai literatur tambahan bagi Qur’an.

Nah, mari kita tunggu jawaban dari muslim "Marto" (atau muslim yg lainnya), dari manakah SUMBER CERITA DI ATAS? Kita nanti bisa menentukan, itu DONGENG (FIKSI) ataukah SEBUAH FAKTA SEJARAH.

Bila cerita itu adalah fiksi, maka ini semakin menguatkan saya bahwa Muhammad TIDAK PERNAH BERBUAT BAIK.
Yang tercatat dalam sejarah CUMA KEJAHATAN-KEJAHATAN-nya saja, dan itulah FAKTA.

Kesimpulan saya:
Muhammad bukan orang baik, melainkan seorang penjahat. Dan untuk menipu kita agar kita percaya kalau Muhammad itu nabi sungguhan, maka dikaranglah kisah-kisah fiksi untuk memoles tokoh jahat ini agar tampak sebagai tokoh baik.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Tue Jul 29, 2008 11:33 am

Cerita tsb berasal dari kitab hayatu Assahabah ...
Ibnu Ishaq menurut pakar sejarah lebih menitik beratkan pada riwayat2 ekspedisi nabi saw. Pembahasannya tidak mendalam. Jadi wajar di dalamnya tdk terlalu banyak membahas hal2 tsb.

Dalam riwayat2 hadits sahih ditemukan interaksi nabi saw dgn yahudi...di antaranya

Nabi saw menghormati jenasah Yahudi ...nabi saw berdiri untuk menghormat mayat yahudi yang ditandu orang2 menuju pemakaman.

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 398.
Narated By Jabir bin 'Abdullah : A funeral procession passed in front of us and the Prophet stood up and we too stood up. We said, 'O Allah's Apostle! This is the funeral procession of a Jew." He said, "Whenever you see a funeral procession, you should stand up."

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 399.
Narated By 'Abdur Rahman bin Abi Laila : Sahl bin Hunaif and Qais bin Sad were sitting in the city of Al-Qadisiya. A funeral procession passed in front of them and they stood up. They were told that funeral procession was of one of the inhabitants of the land i.e. of a non-believer, under the protection of Muslims. They said, "A funeral procession passed in front of the Prophet and he stood up. When he was told that it was the coffin of a Jew, he said, "Is it not a living being (soul)?"


Seorang anak muda berdarah Yahudi sakit dan nabi saw menyempatkan diri untuk menengok dan mengajaknya masuk Islam... ini bukti kasih sayang nabi saw pada bocah yahudi tsb...tdk ada keuntungan yg didapat dari keislaman anak muda yahudi tsb...nabi hanya berharap anak muda tsb meninggal dan menemukan kebahagian di kehidupan berikutnya...sangat tulus ..

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 438.
Narated By Anas : A young Jewish boy used to serve the Prophet and he became sick. So the Prophet went to visit him. He sat near his head and asked him to embrace Islam. The boy looked at his father, who was sitting there; the latter told him to obey Abu-l-Qasim and the boy embraced Islam. The Prophet came out saying: "Praises be to Allah Who saved the boy from the Hell-fire."


Sikap kasar orang2 Yahudi dalam sapaan tdk dibalas dgn kekasaran ...bahkan Aisya yang emosi dan membalas memaki ditegur nabi saw dan disarankan bersikap lembut ...

Sahih Bukhari, Volumn 008, Book 073, Hadith Number 053.
Narated By 'Aisha : (The wife of the Prophet) A group of Jews entered upon the Prophet and said, "As-Samu-Alaikum." (i.e. death be upon you). I understood it and said, "Wa-Alaikum As-Samu wal-la'n. (death and the curse of Allah be Upon you)." Allah's Apostle said "Be calm, O 'Aisha! Allah loves that on, should be kind and lenient in all matters." I said, "O Allah's Apostle! Haven't you heard what they (the Jews) have said?" Allah's Apostle said "I have (already) said (to them) "And upon you!"


Yahudi2 madina yg mau hidup berdampingan pun diperlakukan sangat baik oleh para sahabat Nabi saw karena perintah nabi saw itu sendiri.

Sunan Abu Dawud, Book 41, Number 5133:
Narrated Abdullah ibn Amr ibn al-'As:
Mujahid said that Abdullah ibn Amr slaughtered a sheep and said: Have you presented a gift from it to my neighbour, the Jew, for I heard te Apostle of Allah (peace_be_upon_him) say: Gabriel kept on commending the neighbour to me so that I thought he would make an heir?
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Tue Jul 29, 2008 11:38 am

Kesimpulan saya:
Muhammad bukan orang baik, melainkan seorang penjahat. Dan untuk menipu kita agar kita percaya kalau Muhammad itu nabi sungguhan, maka dikaranglah kisah-kisah fiksi untuk memoles tokoh jahat ini agar tampak sebagai tokoh baik.

kesimpulan saya :
Nabi saw bukan orang jahat, melainkan orang baik. dan untuk menipu kita agar kita percaya kalai Muhammad itu jahat beneran, maka diplintirlah kisah-kisah tsb untuk membunuh tokoh baik ini agar tampak sebagai tokoh jahat.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Duladi » Tue Jul 29, 2008 12:30 pm

MONTIR KEPALA wrote:Cerita tsb berasal dari kitab hayatu Assahabah ...
Ibnu Ishaq menurut pakar sejarah lebih menitik beratkan pada riwayat2 ekspedisi nabi saw. Pembahasannya tidak mendalam. Jadi wajar di dalamnya tdk terlalu banyak membahas hal2 tsb.


Kitab tersebut siapa penulisnya? Mohon dijawab.

Montir wrote:Dalam riwayat2 hadits sahih ditemukan interaksi nabi saw dgn yahudi...di antaranya

Nabi saw menghormati jenasah Yahudi ...nabi saw berdiri untuk menghormat mayat yahudi yang ditandu orang2 menuju pemakaman.

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 398.
Narated By Jabir bin 'Abdullah : A funeral procession passed in front of us and the Prophet stood up and we too stood up. We said, 'O Allah's Apostle! This is the funeral procession of a Jew." He said, "Whenever you see a funeral procession, you should stand up."

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 399.
Narated By 'Abdur Rahman bin Abi Laila : Sahl bin Hunaif and Qais bin Sad were sitting in the city of Al-Qadisiya. A funeral procession passed in front of them and they stood up. They were told that funeral procession was of one of the inhabitants of the land i.e. of a non-believer, under the protection of Muslims. They said, "A funeral procession passed in front of the Prophet and he stood up. When he was told that it was the coffin of a Jew, he said, "Is it not a living being (soul)?"


Apakah sampeyan tahu asbabun nuzulnya peristiwa ini? Sebelum dia kuat (memenangkan perampokan di lembah Badr), atau sesudahnya?

Montir wrote:Seorang anak muda berdarah Yahudi sakit dan nabi saw menyempatkan diri untuk menengok dan mengajaknya masuk Islam... ini bukti kasih sayang nabi saw pada bocah yahudi tsb...tdk ada keuntungan yg didapat dari keislaman anak muda yahudi tsb...nabi hanya berharap anak muda tsb meninggal dan menemukan kebahagian di kehidupan berikutnya...sangat tulus ..

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 438.
Narated By Anas : A young Jewish boy used to serve the Prophet and he became sick. So the Prophet went to visit him. He sat near his head and asked him to embrace Islam. The boy looked at his father, who was sitting there; the latter told him to obey Abu-l-Qasim and the boy embraced Islam. The Prophet came out saying: "Praises be to Allah Who saved the boy from the Hell-fire."


Seperti ini kau sebut KEBAIKAN? :wink:
Mengunjungi orang sakit karena ada "udang dibalik batu"?

Bila ada agama lain memberi supermi untuk menarik simpati, kamu protes dan ngamuk-ngamuk, padahal nabimu juga seorang yang tidak ikhlas. :lol:

Jangankan pada orang Yahudi, pada pamannya sendiri (Abu Thalib), yang begitu baik dan begitu mencintainya saja, ketika pamannya menjelang ajal, Muhammad tidak mau mendoakannya dengan alasan: “Aku ingin berdoa baginya, tapi Allâh melarangku.” Kenapa Muhammad bersikap demikian buruk pada pamannya sendiri? Alasannya adalah: Karena pamannya menolak diajak masuk Islam. :lol:

Pengorbanan Abu Talib dan keluarganya demi kepentingan Muhammad sangatlah banyak. Meskipun tidak percaya akan Islam, Abu Talib berdiri bagaikan batu tegar menghadapi seluruh rakyat Quraish untuk membela Muhammad dari segala ancaman yang ada dan selama 38 tahun dia terus menjadi pendukung Muhammad tanpa henti. Meskipun begitu, Muhammad bukanlah keponakan yang tahu balas budi. Ketika Abu Talib tidak mau masuk Islam, Muhammad merasa begitu ditolak sehingga dia tidak mau mendoakan pamannya yang hampir ajal.

Montir wrote:Sikap kasar orang2 Yahudi dalam sapaan tdk dibalas dgn kekasaran ...bahkan Aisya yang emosi dan membalas memaki ditegur nabi saw dan disarankan bersikap lembut ...

Sahih Bukhari, Volumn 008, Book 073, Hadith Number 053.
Narated By 'Aisha : (The wife of the Prophet) A group of Jews entered upon the Prophet and said, "As-Samu-Alaikum." (i.e. death be upon you). I understood it and said, "Wa-Alaikum As-Samu wal-la'n. (death and the curse of Allah be Upon you)." Allah's Apostle said "Be calm, O 'Aisha! Allah loves that on, should be kind and lenient in all matters." I said, "O Allah's Apostle! Haven't you heard what they (the Jews) have said?" Allah's Apostle said "I have (already) said (to them) "And upon you!"

Yahudi2 madina yg mau hidup berdampingan pun diperlakukan sangat baik oleh para sahabat Nabi saw karena perintah nabi saw itu sendiri.

Sunan Abu Dawud, Book 41, Number 5133:
Narrated Abdullah ibn Amr ibn al-'As:
Mujahid said that Abdullah ibn Amr slaughtered a sheep and said: Have you presented a gift from it to my neighbour, the Jew, for I heard te Apostle of Allah (peace_be_upon_him) say: Gabriel kept on commending the neighbour to me so that I thought he would make an heir?


Itu sebelum Perjanjian Medinah diingkari oleh Muhammad, atau sesudahnya? :lol:

Saya masih tidak habis pikir, apakah "kebaikan-kebaikan semu" seperti yang dicatat dalam hadist-hadist di atas sebanding dengan PERAMPOKAN, PEMERKOSAAN, PEMBUNUHAN, & KEBEJATAN MORAL Muhammad?

Dan apakah layak disebut "kebaikan murni", bila tidak ikhlas dan dibalik itu ada MAKSUD TERSELUBUNG?

Saudara kita Montir, rupanya berusaha untuk membawa topik ini lari dari persoalan DONGENG atau FAKTA kisah Pengemis Buta di atas.

Sungguh memalukan, cerita dongeng dipercaya, padahal faktanya Muhammad tidaklah "sebagus" itu.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Tue Jul 29, 2008 1:51 pm

Duladi wrote:Kitab tersebut siapa penulisnya? Mohon dijawab.

Hayatus-Sahabah karya Maulana Yusuf Kandahlavi tokoh jemaah tabligh

Apakah sampeyan tahu asbabun nuzulnya peristiwa ini? Sebelum dia kuat (memenangkan perampokan di lembah Badr), atau sesudahnya?

baca hadits ke 2 ... praktek berdiri menghormat mayat kapir itu terjadi AL QADISIYYA sebuah kota di daerah Iraq. mereka muslim melakukan itu karena meniru sunnah NAbi saw sewaktu di Madina.
ape hubungannya sama Badr luh tong ?

Seperti ini kau sebut KEBAIKAN? :wink:
Mengunjungi orang sakit karena ada "udang dibalik batu"?

Bila ada agama lain memberi supermi untuk menarik simpati, kamu protes dan ngamuk-ngamuk, padahal nabimu juga seorang yang tidak ikhlas. :lol:

Jangankan pada orang Yahudi, pada pamannya sendiri (Abu Thalib), yang begitu baik dan begitu mencintainya saja, ketika pamannya menjelang ajal, Muhammad tidak mau mendoakannya dengan alasan: “Aku ingin berdoa baginya, tapi Allâh melarangku.” Kenapa Muhammad bersikap demikian buruk pada pamannya sendiri? Alasannya adalah: Karena pamannya menolak diajak masuk Islam. :lol:

Pengorbanan Abu Talib dan keluarganya demi kepentingan Muhammad sangatlah banyak. Meskipun tidak percaya akan Islam, Abu Talib berdiri bagaikan batu tegar menghadapi seluruh rakyat Quraish untuk membela Muhammad dari segala ancaman yang ada dan selama 38 tahun dia terus menjadi pendukung Muhammad tanpa henti. Meskipun begitu, Muhammad bukanlah keponakan yang tahu balas budi. Ketika Abu Talib tidak mau masuk Islam, Muhammad merasa begitu ditolak sehingga dia tidak mau mendoakan pamannya yang hampir ajal.

udang dibalik batunya apa ??.... materi atau ukhrawi ?...
gue sudah bilang tdk ada keuntungan materi dari Islamnya orang yg sekarat ...jelas ini ketulusan dan kecintaan pada manusia agar menjadi orang yg selamat kelak di akhirat ...ini sesuai dgn ayat Quran yg menggambarkan hati kasih nabi saw :

[9:128] Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

jika si kapir sudah mati maka do'a ampunan bagi mereka TERTOLAK. kalo mendoakan dapat hidayah sewaktu hiodup itu boleh. tapi kalo udeh mati itu sia2. itu yg terjadi dalam kasus do'a untuk Abu talib

Itu sebelum Perjanjian Medinah diingkari oleh Muhammad, atau sesudahnya? :lol:

Saya masih tidak habis pikir, apakah "kebaikan-kebaikan semu" seperti yang dicatat dalam hadist-hadist di atas sebanding dengan PERAMPOKAN, PEMERKOSAAN, PEMBUNUHAN, & KEBEJATAN MORAL Muhammad?

Dan apakah layak disebut "kebaikan murni", bila tidak ikhlas dan dibalik itu ada MAKSUD TERSELUBUNG?

Saudara kita Montir, rupanya berusaha untuk membawa topik ini lari dari persoalan DONGENG atau FAKTA kisah Pengemis Buta di atas.

Sungguh memalukan, cerita dongeng dipercaya, padahal faktanya Muhammad tidaklah "sebagus" itu.

nape luh tong ... baca hadits yang sunan abu dawud. itu terjadi setelah nabi saw wafat. sunnah memperlakkan kapir dgn baik tetep konsisten dijalankan muslim madina bahkan setelah semua pengkhianatan yg yahudi lakukan.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Duladi » Tue Jul 29, 2008 9:08 pm

MONTIR KEPALA wrote:Hayatus-Sahabah karya Maulana Yusuf Kandahlavi tokoh jemaah tabligh


Siapa itu Maulana Yusuf? Bisakah Anda berikan referensinya di Internet agar saya tahu? Tahun berapa buku itu ditulis?

baca hadits ke 2 ... praktek berdiri menghormat mayat kapir itu terjadi AL QADISIYYA sebuah kota di daerah Iraq. mereka muslim melakukan itu karena meniru sunnah NAbi saw sewaktu di Madina.
ape hubungannya sama Badr luh tong ?


Lho, ya jelas ada hubungannya, dong. Khan bukan rahasia lagi, sebelum punya kekuatan, Muhammad khan perlu berlaku manis dan simpatik. Tapi setelah kuat, sifat jahatnya muncul. :wink:

:lol: Ya udah. Jadi sikap berdiri ketika ada upacara pemakaman Yahudi itu "satu sikap terpuji" yang dimiliki Muhammad. :lol:

Kenapa Muhammad menghormati mayat Yahudi, bila dia pada akhirnya suka membunuh Yahudi? Saya rasa, "satu sifat terpuji" Muhammad ini menjadi lenyap seketika, setelah di masa jayanya Muhammad membuat statemen-statemen ini:

Sahih Muslim (kitab 40, no. 6985) :
Kiamat tidak akan datang HINGGA orang-orang Muslim melawan dan membunuh orang-orang Yahudi. Bahkan bila orang Yahudi yang bersembunyi di balik batu atau pohon, batu dan pohon itu akan berkata kepada orang Muslim bahwa ada orang Yahudi di baliknya. Tetapi hanya pohon "Gharqad" yang tidak akan berkata-kata karena pohon ini adalah "pohonnya orang Yahudi."

Montir wrote:udang dibalik batunya apa ??.... materi atau ukhrawi ?...
gue sudah bilang tdk ada keuntungan materi dari Islamnya orang yg sekarat ...jelas ini ketulusan dan kecintaan pada manusia agar menjadi orang yg selamat kelak di akhirat ...


Jelas ada untungnya dong. Dia akan bangga dan merasa terhormat bila ada orang Yahudi yang bersedia menerima dia sebagai "nabi" dan bersedia masuk "islam". Kasus yang sama juga pada paman Muhammad, Abu Talib.

Meskipun Abu Talib merawatnya dengan penuh kasih dan terus membela Muhammad sampai ajal, mengasihinya lebih dari anak sendiri, pada akhirnya Muhammad terbukti sebagai keponakan yang tak tahu terima kasih. Ketika pamannya hampir ajal di ranjang, Muhammad menengoknya. Semua putra2 Abu Muttalib juga ada di situ. Abu Talib selalu memikirkan kebaikan bagi Muhammad dan dia meminta dengan tulus pada saudara2 lakinya untuk melindungi Muhammad yang sekarang berusia 53 tahun. Mereka berjanji untuk melakukannya, termasuk Abu Lahab, yang dikutuki Muhammad dalam Qur’an. Setelah itu Muhammad meminta pamannya masuk Islam.

Muhammad sadar bahwa pengikut2nya adalah orang2 lemah dari kalangan rendah. Untuk mendongkrak keberadaannya, dia butuh orang berpengaruh masuk Islam. Ibn Ishaq menulis: “Ketika orang2 datang di perayaan2, atau ketika sang Rasul mendengar ada orang penting yang hendak berkunjung ke Mekah, dia akan mendatangi orang itu dan menyampaikan pesannya.”[Sirat, Ibn Ishaq page. 195] Tulisan sejarah juga mengisahkan pada kita bahwa Muhammad sangat girang luar biasa ketika Abu Bakr dan Omar menjadi pengikutnya. Jika Abu Talib bersedia masuk Islam, maka Muhammad akan tampak lebih terhormat di antara para pamannya dan masyarakat Quraish. Suku Qurasih adalah suku Arab yang tinggal di Mekah dan penjaga bangunan Ka’abah. Muhammad sangat butuh pengakuan kebenaran agamanya dari Abu Talib. Akan tetapi sang paman tersenyum dan berkata bahwa dia lebih memilih mati dengan agama kakek moyangnya. Maka punahlah harapan Muhammad. Dia lalu meninggalkan ruangan sambil berkata: “Aku ingin berdoa baginya, tapi Allâh melarangku.”

Di masa-masa selanjutnya, setelah Muhammad sukses besar, dia sudah tidak pernah lagi mempedulikan orang kafir yang sekarat. Biar pun orang itu mati sebagai Yahudi atau sebagai Nasrani atau sebagai Pagan, Muhammad "gak ngurus".

Jelas sekali bahwa motivasi Muhammad di masa-masa awal itu cuma untuk kepentingannya sendiri saja, bukan untuk kepentingan orang yang didakwahi.

Montir wrote:ini sesuai dgn ayat Quran yg menggambarkan hati kasih nabi saw :

[9:128] Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

jika si kapir sudah mati maka do'a ampunan bagi mereka TERTOLAK. kalo mendoakan dapat hidayah sewaktu hiodup itu boleh. tapi kalo udeh mati itu sia2. itu yg terjadi dalam kasus do'a untuk Abu talib


Ketika Muhammad meninggalkan ruangan, Abu Thalib masih bernyawa. Apa alasan Muhammad meninggalkan pamannya yang sedang sekarat itu? Karena pamannya menolak masuk Islam (itu berarti menolak dia sebagai "nabi"). Jelas sekali kedengkian Muhammad di sini, hanya lantaran persoalan ego-nya itu, dia tidak sudi mendoakan pamannya yang sedang sekarat yang sudah begitu banyak berkorban untuknya.

Tipe manusia busuk seperti inilah yang sedang kau ikuti.

Montir wrote:
Yahudi2 madina yg mau hidup berdampingan pun diperlakukan sangat baik oleh para sahabat Nabi saw karena perintah nabi saw itu sendiri.

Sunan Abu Dawud, Book 41, Number 5133:
Narrated Abdullah ibn Amr ibn al-'As:
Mujahid said that Abdullah ibn Amr slaughtered a sheep and said: Have you presented a gift from it to my neighbour, the Jew, for I heard te Apostle of Allah (peace_be_upon_him) say: Gabriel kept on commending the neighbour to me so that I thought he would make an heir?


Itu sebelum Perjanjian Medinah diingkari oleh Muhammad, atau sesudahnya? :lol:

Saya masih tidak habis pikir, apakah "kebaikan-kebaikan semu" seperti yang dicatat dalam hadist-hadist di atas sebanding dengan PERAMPOKAN, PEMERKOSAAN, PEMBUNUHAN, & KEBEJATAN MORAL Muhammad?

Dan apakah layak disebut "kebaikan murni", bila tidak ikhlas dan dibalik itu ada MAKSUD TERSELUBUNG?

Saudara kita Montir, rupanya berusaha untuk membawa topik ini lari dari persoalan DONGENG atau FAKTA kisah Pengemis Buta di atas.

Sungguh memalukan, cerita dongeng dipercaya, padahal faktanya Muhammad tidaklah "sebagus" itu.

nape luh tong ... baca hadits yang sunan abu dawud. itu terjadi setelah nabi saw wafat. sunnah memperlakkan kapir dgn baik tetep konsisten dijalankan muslim madina bahkan setelah semua pengkhianatan yg yahudi lakukan.


Setelah Muhammad wafat? Masa, sih? Benarkah di Madinah pasca pengusiran, penjarahan dan pembantaian itu masih ada orang Yahudi? Jangan-jangan itu Yahudi muslim, ya? Bila itu Yahudi sejati (bukan muslim), pasti itu terjadi di masa sebelum Perjanjian Medinah diingkari oleh Muhammad. :wink:

Sdr Montir, sekalian saja saya tagih HUTANG ANDA pada saya:

    Hutang Montir di: http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c&start=80

    Ibn Ishaq dalam Sirat Rasul memuji-muji Muhammad dengan kata-kata:

    1) the most excellent man

    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad adalah MANUSIA YG SEMPURNA, sangat-sangat excellent, the perfect man, manusia setengah dewa. Bila ada satu saja kejadian yang mengungkap ketidaksempurnaannya, maka itu menjadi petunjuk buat kita kalau Muhammad bukanlah the most excellent man.

    2) the most agreeable in behaviour

    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad the most agreeable in behaviour. Bila ada satu saja kejadian di mana Muhammad mendapat tentangan dari masyarakat, maka itu cukuplah menjadikan petunjuk buat kita bahwa the most agreeable in behaviour tidak terbukti.

    3) the most noble in descent

    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad seorang manusia yang bermoral tinggi dan beraklaqul karimah. Bila ada sekali saja kejadian yang menunjukkan ketidakbermoralan Muhammad, maka runtuhlah klaim the most noble in descent.

    4) the finest in neighbourly feeling

    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad tidak pernah menyakiti tetangga di samping rumahnya, kota-kota atau desa-desa tetangga dan juga negara-negara tetangga. Bila pernah sekali saja Muhammad mendapat kecaman dan hinaan dari tetangganya sekampung, maka itu cukuplah menjadi petunjuk buat kita bahwa pujian di atas tidak relevan dan tidak terbukti.

    5) the greatest in meekness

    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad seorang yang SANGAT PENYABAR. Bila ada satu saja kejadian yang menunjukkan Muhammad marah bahkan dengan sangat bengisnya memerintahkan pembunuhan, maka runtuhlah the greatest in meekness. Cukup saya katakan bahwa julukan the greatest in meekness ini tahi.

    6) the greatest in fidelity, the furthest from wickedness and from acts which pollute.

    Buktikan juga puji-pujian ini dengan kisah nyatanya, agar puji-pujian ini menjadi valid dan bukan sekedar menjilat doang. Bila ada satu saja kejadian yang menunjukkan perilakunya yang tercela dan kejam, maka gugurlah pujian-pujian tahi di atas.

    Saya tunggu penjelasan yang afdol dari Montir Kepala, sang ustad FFI.


Saya anggap hutang sampeyan itu sebagai sisipan dalam thread ini.
Jangan lupa, jawab pertanyaan utama: Siapa itu Maulana Yusuf? Bisakah Anda berikan referensinya di Internet agar saya tahu? Tahun berapa buku itu ditulis?

Bila Cak Montir bisa memberikan referensinya pada saya dan terbukti cerita Pengemis Buta itu adalah ASLI (bukan fiksi), maka saya akan mengubah kesimpulan saya.

Salam.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Thu Jul 31, 2008 10:02 am

Duladi wrote:
MONTIR KEPALA wrote:Hayatus-Sahabah karya Maulana Yusuf Kandahlavi tokoh jemaah tabligh

Siapa itu Maulana Yusuf? Bisakah Anda berikan referensinya di Internet agar saya tahu? Tahun berapa buku itu ditulis?

kalo tidak salah yang berbahasa indonesia juga ada namun saya gak tau itu full version atau ringkasan saja. Maulana Yusuf adalah orang saleh dan berilmu serta berkebangsaan India. beliau seorang yang mencurahkan perhatiannya pada kisah2 Sahabat untuk mengambil pola2 kehidupan dakwah mereka dan mempraktekkannya. gerakannya dikenal sbg JEMAAH TABLIGH. di Indonesia sendiri jemaah tabligh cukup banyak yang suka keliling masjid bawa2 kompor untuk menetap di masjid yg dikunjungi serta melakkan kegiatan yang mereka sebut "AMALAN MADINA". buku hayatussahabah juga kalo tdk salah selalu mereka bawa tapi itu tadi saya gak yakin apakah itu full version atau ringkasan.


baca hadits ke 2 ... praktek berdiri menghormat mayat kapir itu terjadi AL QADISIYYA sebuah kota di daerah Iraq. mereka muslim melakukan itu karena meniru sunnah NAbi saw sewaktu di Madina.
ape hubungannya sama Badr luh tong ?

Lho, ya jelas ada hubungannya, dong. Khan bukan rahasia lagi, sebelum punya kekuatan, Muhammad khan perlu berlaku manis dan simpatik. Tapi setelah kuat, sifat jahatnya muncul. :wink:
:lol: Ya udah. Jadi sikap berdiri ketika ada upacara pemakaman Yahudi itu "satu sikap terpuji" yang dimiliki Muhammad. :lol:
Kenapa Muhammad menghormati mayat Yahudi, bila dia pada akhirnya suka membunuh Yahudi? Saya rasa, "satu sifat terpuji" Muhammad ini menjadi lenyap seketika, setelah di masa jayanya Muhammad membuat statemen-statemen ini:
Sahih Muslim (kitab 40, no. 6985) :
Kiamat tidak akan datang HINGGA orang-orang Muslim melawan dan membunuh orang-orang Yahudi. Bahkan bila orang Yahudi yang bersembunyi di balik batu atau pohon, batu dan pohon itu akan berkata kepada orang Muslim bahwa ada orang Yahudi di baliknya. Tetapi hanya pohon "Gharqad" yang tidak akan berkata-kata karena pohon ini adalah "pohonnya orang Yahudi."

hus... entu hadits bicara nubuatan di akhir zaman. salah mulu ah .!
lagian yahudi2 yg diperangi nabi di madina dan sekitar hanyalah yahudi2 yang bersikap konfrontatif saja. yahudi yg tdk demikian masih tetap mendapat kedamaian di sisi muslim madina.


Montir wrote:udang dibalik batunya apa ??.... materi atau ukhrawi ?...
gue sudah bilang tdk ada keuntungan materi dari Islamnya orang yg sekarat ...jelas ini ketulusan dan kecintaan pada manusia agar menjadi orang yg selamat kelak di akhirat ...

Jelas ada untungnya dong. Dia akan bangga dan merasa terhormat bila ada orang Yahudi yang bersedia menerima dia sebagai "nabi" dan bersedia masuk "islam".

sekedar agar merasa terhormat ?.... ha ha ha .... saya kira tawaran pemuka Quraisy lebih menggiurkan dari sekedar pengakuan bocah yahudi yang sekarat tsb ... nih baca sendiri tawaran Yahudi buat Nabi saw. bukan sekedar pengakuan tuh ...:

Hayat al-Shahabah 1:37-40; Tafsir al-durr al-Mansur 7:309, Tafsir Ibn Katsir 4:90, Tafsir Mizan 17:371:
Hari itu para pembesar Quraisy mengadakan sidang umum. Mereka memperbincangkan berkembangnya gerakan baru yang diasaskan Muhammad. Ada dua pilihan. To shoot it out atau to talk it out. Membasmi gerakan itu sampai habis atau mengajaknya bicara sampai tuntas. Pilihan kedua yang diambil.
Untuk itu serombongan Quraisy menemui Nabi saw. Beliau sedang berada di masjid.




Utbah bin Rabi'ah anggota Dar al-Nadwah (parlemen) yang paling pandai berbicara, berkata kepada Nabi Saw :
"Wahai kemenakanku! Aku memandangmu sebagai orang yang terpandang dan termulia diantara kami. Tiba-tiba engkau datang kepada kami membawa paham baru yang tidak pernah dibawa oleh siapapun sebelum engkau. Kauresahkan masyarakat, kautimbulkan perpecahan, kaucela agama kami. Kami khawatir suatu kali terjadilah peperangan diantara kita hingga kita semua binasa.Apa sebetulnya yang kau kehendaki. Jika kauinginkan harta, akan kami kumpulkan kekayaan dan engkau menjadi orang terkaya diantara kami. Jika kau inginkan kemuliaan, akan kami muliakan engkau sehingga engkau menjadi orang yang paling mulia. Kami tidak akan memutuskan sesuatu tanpa meminta pertimbanganmu. Atau, jika ada penyakit yang mengganggumu, yang tidak dapat kauatasi, akan kami curahkan semua perbendaharaan kami sehingga kami dapatkan obat untuk menyembuhkanmu. Atau mungkin kauinginkan kekuasaan, kami jadikan kamu penguasa kami semua."

Nabi saw mendengarkan dengan sabar. Tidak sekalipun beliau memotong pembicaraannya. ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, "Sudah selesaikah ya Abal Walid?" Sudah, kata Utbah. Nabi membalas ucapan Utbah dengan membaca surat Fushilat: "Ha mim. Diturunkan al-Qur'an dari Dia yang Mahakasih Mahasayang. sebuah kitab, yang ayat-ayatnya dijelaskan. Qur'an dalam bahasa Arab untuk kaum yang berilmu.....". Nabi saw terus membaca. ketika sampai ayat sajdah, ia bersujud.Sementara itu Utbah duduk mendengarkan sampai Nabi menyelesaikan bacaannya. kemudian, ia (utbah) berdiri. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kaumnya berkata, "Lihat, Utbah datang membawa wajah yang lain."

Utbah duduk di tengah-tengah mereka. Perlahan-lahan ia berbicara, :
"Wahai kaum Quraisy, aku sudah berbicara seperti yang kalian perintahkan. Setelah aku berbicara, ia menjawabku dengan suatu pembicaraan. Demi Allah, kedua telingaku belum pernah mendengar ucapan seperti itu. Aku tidak tahu apa yang diucapkannya. Wahai kaum Quraisy! Patuhi aku hari ini. kelak boleh kalian membantahku. Biarkan laki-laki itu bicara. Tinggalkan dia. Demi Allah, ia tidak akan berhenti dari gerakannya. Jika ia menang, kemuliannya adalah kemulianmu juga."

Orang-orang Quraisy berteriak, "Celaka kamu, hai Abul Walid. Kamu sudah mengikuti Muhammad". Orang Quraisy ternyata tidak mengikuti nasihat Utbah
.
http://www.jalal-center.com/index.php?o ... view&id=94


Montir wrote:ini sesuai dgn ayat Quran yg menggambarkan hati kasih nabi saw :

[9:128] Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

jika si kapir sudah mati maka do'a ampunan bagi mereka TERTOLAK. kalo mendoakan dapat hidayah sewaktu hiodup itu boleh. tapi kalo udeh mati itu sia2. itu yg terjadi dalam kasus do'a untuk Abu talib

Ketika Muhammad meninggalkan ruangan, Abu Thalib masih bernyawa. Apa alasan Muhammad meninggalkan pamannya yang sedang sekarat itu? Karena pamannya menolak masuk Islam (itu berarti menolak dia sebagai "nabi"). Jelas sekali kedengkian Muhammad di sini, hanya lantaran persoalan ego-nya itu, dia tidak sudi mendoakan pamannya yang sedang sekarat yang sudah begitu banyak berkorban untuknya.
Tipe manusia busuk seperti inilah yang sedang kau ikuti.

Ngarang kau ...! mana sumbernya ?
nih baca sendiri bahwa ayat larang mendoakan kapir yg mati setelah abu thalib wafat ...

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 442.
Narated By Said bin Al-Musaiyab : From his father: When the time of the death of Abu Talib approached, Allah's Apostle went to him and found Abu Jahl bin Hisham and 'Abdullah bin Abi Umaiya bin Al-Mughira by his side. Allah's Apostle said to Abu Talib, "O uncle! Say: None has the right to be worshipped but Allah, a sentence with which I shall be a witness (i.e. argue) for you before Allah. Abu Jahl and 'Abdullah bin Abi Umaiya said, "O Abu Talib! Are you going to denounce the religion of Abdul Muttalib?" Allah's Apostle kept on inviting Abu Talib to say it (i.e. 'None has the right to be worshipped but Allah') while they (Abu Jahl and Abdullah) kept on repeating their statement till Abu Talib said as his last statement that he was on the religion of Abdul Muttalib and refused to say, 'None has the right to be worshipped but Allah.' (Then Allah's Apostle said, "I will keep on asking Allah's forgiveness for you unless I am forbidden (by Allah) to do so." So Allah revealed (the verse) concerning him (i.e. It is not fitting for the Prophet and those who believe that they should invoke (Allah) for forgiveness for pagans even though they be of kin, after it has become clear to them that they are companions of the fire (9.113).[/b]


Montir wrote:
[color=blue]Yahudi2 madina yg mau hidup berdampingan pun diperlakukan sangat baik oleh para sahabat Nabi saw karena perintah nabi saw itu sendiri.

Sunan Abu Dawud, Book 41, Number 5133:
Narrated Abdullah ibn Amr ibn al-'As:
Mujahid said that Abdullah ibn Amr slaughtered a sheep and said: Have you presented a gift from it to my neighbour, the Jew, for I heard te Apostle of Allah (peace_be_upon_him) say: Gabriel kept on commending the neighbour to me so that I thought he would make an heir?


Itu sebelum Perjanjian Medinah diingkari oleh Muhammad, atau sesudahnya? :lol:
Saya masih tidak habis pikir, apakah "kebaikan-kebaikan semu" seperti yang dicatat dalam hadist-hadist di atas sebanding dengan PERAMPOKAN, PEMERKOSAAN, PEMBUNUHAN, & KEBEJATAN MORAL Muhammad?
Dan apakah layak disebut "kebaikan murni", bila tidak ikhlas dan dibalik itu ada MAKSUD TERSELUBUNG?
Saudara kita Montir, rupanya berusaha untuk membawa topik ini lari dari persoalan DONGENG atau FAKTA kisah Pengemis Buta di atas.
Sungguh memalukan, cerita dongeng dipercaya, padahal faktanya Muhammad tidaklah "sebagus" itu.

nape luh tong ... baca hadits yang sunan abu dawud. itu terjadi setelah nabi saw wafat. sunnah memperlakkan kapir dgn baik tetep konsisten dijalankan muslim madina bahkan setelah semua pengkhianatan yg yahudi lakukan.

Setelah Muhammad wafat? Masa, sih?

menohok ya ?


Sdr Montir, sekalian saja saya tagih HUTANG ANDA pada saya:
    Hutang Montir di: http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c&start=80
    Ibn Ishaq dalam Sirat Rasul memuji-muji Muhammad dengan kata-kata:
    1) the most excellent man
    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad adalah MANUSIA YG SEMPURNA, sangat-sangat excellent, the perfect man, manusia setengah dewa. Bila ada satu saja kejadian yang mengungkap ketidaksempurnaannya, maka itu menjadi petunjuk buat kita kalau Muhammad bukanlah the most excellent man.
    2) the most agreeable in behaviour
    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad the most agreeable in behaviour. Bila ada satu saja kejadian di mana Muhammad mendapat tentangan dari masyarakat, maka itu cukuplah menjadikan petunjuk buat kita bahwa the most agreeable in behaviour tidak terbukti.
    3) the most noble in descent
    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad seorang manusia yang bermoral tinggi dan beraklaqul karimah. Bila ada sekali saja kejadian yang menunjukkan ketidakbermoralan Muhammad, maka runtuhlah klaim the most noble in descent.
    4) the finest in neighbourly feeling
    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad tidak pernah menyakiti tetangga di samping rumahnya, kota-kota atau desa-desa tetangga dan juga negara-negara tetangga. Bila pernah sekali saja Muhammad mendapat kecaman dan hinaan dari tetangganya sekampung, maka itu cukuplah menjadi petunjuk buat kita bahwa pujian di atas tidak relevan dan tidak terbukti.
    5) the greatest in meekness
    Buktikan dengan kisah nyatanya, bahwa Muhammad seorang yang SANGAT PENYABAR. Bila ada satu saja kejadian yang menunjukkan Muhammad marah bahkan dengan sangat bengisnya memerintahkan pembunuhan, maka runtuhlah the greatest in meekness. Cukup saya katakan bahwa julukan the greatest in meekness ini tahi.
    6) the greatest in fidelity, the furthest from wickedness and from acts which pollute.
    Buktikan juga puji-pujian ini dengan kisah nyatanya, agar puji-pujian ini menjadi valid dan bukan sekedar menjilat doang. Bila ada satu saja kejadian yang menunjukkan perilakunya yang tercela dan kejam, maka gugurlah pujian-pujian tahi di atas.
    Saya tunggu penjelasan yang afdol dari Montir Kepala, sang ustad FFI.
Saya anggap hutang sampeyan itu sebagai sisipan dalam thread ini.
Jangan lupa, jawab pertanyaan utama: Siapa itu Maulana Yusuf? Bisakah Anda berikan referensinya di Internet agar saya tahu? Tahun berapa buku itu ditulis?
Bila Cak Montir bisa memberikan referensinya pada saya dan terbukti cerita Pengemis Buta itu adalah ASLI (bukan fiksi), maka saya akan mengubah kesimpulan saya.
Salam.

jawaban gue pake tulisan elo sendiri dah ..!! kan tulisan gue di atas dari IBNU ISHAQ

Duladi wrote :
Bila kisah di atas ada referensinya, misal diambil dari Buku Sirat Rasul Ibn Ishaq, maka saya akan mempercayai kisah di atas sebagai KISAH SEJARAH, dan bukan DONGENG ARAB untuk balita sebelum tidur.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby gaston31 » Thu Jul 31, 2008 11:27 am

Sahih Muslim (kitab 40, no. 6985) :
Kiamat tidak akan datang HINGGA orang-orang Muslim melawan dan membunuh orang-orang Yahudi.
========
walah Mbah2. ini kan tanda2 akan terjadinya kiamat. bkn keharusan bunuh Yahudi. bangun mbah!
User avatar
gaston31
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby Duladi » Thu Jul 31, 2008 10:56 pm

MONTIR KEPALA wrote:kalo tidak salah yang berbahasa indonesia juga ada namun saya gak tau itu full version atau ringkasan saja. Maulana Yusuf adalah orang saleh dan berilmu serta berkebangsaan India. beliau seorang yang mencurahkan perhatiannya pada kisah2 Sahabat untuk mengambil pola2 kehidupan dakwah mereka dan mempraktekkannya. gerakannya dikenal sbg JEMAAH TABLIGH. di Indonesia sendiri jemaah tabligh cukup banyak yang suka keliling masjid bawa2 kompor untuk menetap di masjid yg dikunjungi serta melakkan kegiatan yang mereka sebut "AMALAN MADINA". buku hayatussahabah juga kalo tdk salah selalu mereka bawa tapi itu tadi saya gak yakin apakah itu full version atau ringkasan.


Maulana Yusuf hidup pada tahun berapa?

MM wrote:jawaban gue pake tulisan elo sendiri dah ..!! kan tulisan gue di atas dari IBNU ISHAQ

Duladi wrote :
Bila kisah di atas ada referensinya, misal diambil dari Buku Sirat Rasul Ibn Ishaq, maka saya akan mempercayai kisah di atas sebagai KISAH SEJARAH, dan bukan DONGENG ARAB untuk balita sebelum tidur.


Pernyataan dengan KISAH khan beda, Dik Montir?

Bisa saja saya mengatakan: Montir itu orangnya penyabar dan baik hati. Tapi mana kisah nyatanya? :wink:

Mengenai pernyataan Ibn Ishaq yang menyanjung-nyanjung Muhammad itu, mana KISAH NYATA-nya? Kalau ada, itu dilakukan Muhammad sebelum dia jadi nabi, atau sesudah jadi nabi? Dan apakah itu dilakukannya sebelum sukses atau setelah sukses jadi penguasa Arab?

Kalau sampeyan mengatakan Kisah Pengemis Buta di atas adalah salah satu contoh kisah baik yang dilakukan Muhammad, kenapa saya tidak menemukan kisah itu dalam catatan sejarawan sahih tertua? Kenapa seorang Maulana Yusuf yang mengarangnya? Dia hidup pada tahun berapa? Dari mana Maulana Yusuf tahu cerita itu?

Mohon hutangnya diselesaikan dong, biar tidak mengambang berbulan-bulan, termasuk juga mengenai cerita Pengemis Buta ini.

Salam.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Duladi » Thu Jul 31, 2008 11:17 pm

MONTIR KEPALA wrote:sekedar agar merasa terhormat ?.... ha ha ha ....


YA, TERHORMAT SEBAGAI "NABI", untuk mendapat PENGAKUAN.

MOntir wrote:saya kira tawaran pemuka Quraisy lebih menggiurkan dari sekedar pengakuan bocah yahudi yang sekarat tsb ... nih baca sendiri tawaran Yahudi buat Nabi saw. bukan sekedar pengakuan tuh ...:

Hayat al-Shahabah 1:37-40; Tafsir al-durr al-Mansur 7:309, Tafsir Ibn Katsir 4:90, Tafsir Mizan 17:371:
Hari itu para pembesar Quraisy mengadakan sidang umum. Mereka memperbincangkan berkembangnya gerakan baru yang diasaskan Muhammad. Ada dua pilihan. To shoot it out atau to talk it out. Membasmi gerakan itu sampai habis atau mengajaknya bicara sampai tuntas. Pilihan kedua yang diambil.
Untuk itu serombongan Quraisy menemui Nabi saw. Beliau sedang berada di masjid.




Utbah bin Rabi'ah anggota Dar al-Nadwah (parlemen) yang paling pandai berbicara, berkata kepada Nabi Saw :
"Wahai kemenakanku! Aku memandangmu sebagai orang yang terpandang dan termulia diantara kami. Tiba-tiba engkau datang kepada kami membawa paham baru yang tidak pernah dibawa oleh siapapun sebelum engkau. Kauresahkan masyarakat, kautimbulkan perpecahan, kaucela agama kami. Kami khawatir suatu kali terjadilah peperangan diantara kita hingga kita semua binasa.Apa sebetulnya yang kau kehendaki. Jika kauinginkan harta, akan kami kumpulkan kekayaan dan engkau menjadi orang terkaya diantara kami. Jika kau inginkan kemuliaan, akan kami muliakan engkau sehingga engkau menjadi orang yang paling mulia. Kami tidak akan memutuskan sesuatu tanpa meminta pertimbanganmu. Atau, jika ada penyakit yang mengganggumu, yang tidak dapat kauatasi, akan kami curahkan semua perbendaharaan kami sehingga kami dapatkan obat untuk menyembuhkanmu. Atau mungkin kauinginkan kekuasaan, kami jadikan kamu penguasa kami semua."

Nabi saw mendengarkan dengan sabar. Tidak sekalipun beliau memotong pembicaraannya. ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, "Sudah selesaikah ya Abal Walid?" Sudah, kata Utbah. Nabi membalas ucapan Utbah dengan membaca surat Fushilat: "Ha mim. Diturunkan al-Qur'an dari Dia yang Mahakasih Mahasayang. sebuah kitab, yang ayat-ayatnya dijelaskan. Qur'an dalam bahasa Arab untuk kaum yang berilmu.....". Nabi saw terus membaca. ketika sampai ayat sajdah, ia bersujud.Sementara itu Utbah duduk mendengarkan sampai Nabi menyelesaikan bacaannya. kemudian, ia (utbah) berdiri. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kaumnya berkata, "Lihat, Utbah datang membawa wajah yang lain."

Utbah duduk di tengah-tengah mereka. Perlahan-lahan ia berbicara, :
"Wahai kaum Quraisy, aku sudah berbicara seperti yang kalian perintahkan. Setelah aku berbicara, ia menjawabku dengan suatu pembicaraan. Demi Allah, kedua telingaku belum pernah mendengar ucapan seperti itu. Aku tidak tahu apa yang diucapkannya. Wahai kaum Quraisy! Patuhi aku hari ini. kelak boleh kalian membantahku. Biarkan laki-laki itu bicara. Tinggalkan dia. Demi Allah, ia tidak akan berhenti dari gerakannya. Jika ia menang, kemuliannya adalah kemulianmu juga."

Orang-orang Quraisy berteriak, "Celaka kamu, hai Abul Walid. Kamu sudah mengikuti Muhammad". Orang Quraisy ternyata tidak mengikuti nasihat Utbah
.
http://www.jalal-center.com/index.php?o ... view&id=94


Saya rasa, Anda pun PASTI MENOLAK TAWARAN QURAISH, sebab bukan itu yang diinginkan Muhammad, melainkan PENGAKUAN ATAS:

1) BAHWA DIRINYA "NABI".
2) BAHWA ISLAM adalah AGAMA SATU-SATUNYA YG HARUS DIANUT
3) BAHWA ALQURAN adalah WAHYU AWLOH

Jika Abu Talib bersedia masuk Islam, maka Muhammad akan tampak lebih terhormat di antara para pamannya dan masyarakat Quraish. Suku Qurasih adalah suku Arab yang tinggal di Mekah dan penjaga bangunan Ka’abah. Muhammad sangat butuh pengakuan kebenaran agamanya dari Abu Talib.

Di masa-masa selanjutnya, setelah Muhammad sukses besar, dia sudah tidak pernah lagi mempedulikan orang kafir yang sekarat. Biar pun orang itu mati sebagai Yahudi atau sebagai Nasrani atau sebagai Pagan, Muhammad "gak ngurus".

Jelas sekali bahwa motivasi Muhammad di masa-masa awal itu cuma untuk kepentingannya sendiri saja, yaitu untuk mendapatkan PENGAKUAN, bukan untuk kepentingan orang yang didakwahi.

Semoga menjadi jelas.

MOntir wrote:nih baca sendiri bahwa ayat larang mendoakan kapir yg mati setelah abu thalib wafat ...

Sahih Bukhari, Volumn 002, Book 023, Hadith Number 442.
Narated By Said bin Al-Musaiyab : From his father: When the time of the death of Abu Talib approached, Allah's Apostle went to him and found Abu Jahl bin Hisham and 'Abdullah bin Abi Umaiya bin Al-Mughira by his side. Allah's Apostle said to Abu Talib, "O uncle! Say: None has the right to be worshipped but Allah, a sentence with which I shall be a witness (i.e. argue) for you before Allah. Abu Jahl and 'Abdullah bin Abi Umaiya said, "O Abu Talib! Are you going to denounce the religion of Abdul Muttalib?" Allah's Apostle kept on inviting Abu Talib to say it (i.e. 'None has the right to be worshipped but Allah') while they (Abu Jahl and Abdullah) kept on repeating their statement till Abu Talib said as his last statement that he was on the religion of Abdul Muttalib and refused to say, 'None has the right to be worshipped but Allah.' (Then Allah's Apostle said, "I will keep on asking Allah's forgiveness for you unless I am forbidden (by Allah) to do so." So Allah revealed (the verse) concerning him (i.e. It is not fitting for the Prophet and those who believe that they should invoke (Allah) for forgiveness for pagans even though they be of kin, after it has become clear to them that they are companions of the fire (9.113).[/b]


Alasan Muhammad tak mau mendoakan Abu Thalib adalah jelas: KARENA ABU THALIB TIDAK MAU MENGAKUI MUHAMMAD (tidak mau masuk Islam), bukan karena Abu Thalib keburu mati. :lol:

Ucapan Muhammad di atas, yang mengatakan dirinya sebenarnya ingin mendoakan Abu Thalib, tapi dilarang oleh OWO, hanyalah sandiwara belaka.

Poin yang hendak Montir sampaikan adalah: Bahwa ada larangan dlm Islam mendoakan orang kafir yang mati. Bila begitu, kenapa tidak sewaktu hidup saja didoakan, Mon?????? :lol:
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Muhammad & Pengemis Buta: Fiksi atau Fakta?

Postby M-SAW » Thu Jul 31, 2008 11:47 pm

Duladi wrote:Mohon hutangnya diselesaikan dong, biar tidak mengambang berbulan-bulan, termasuk juga mengenai cerita Pengemis Buta ini.

Salam.


aku juga NAGIH nih

plisss...berikan info yg lebih lengkap ttg kisah manis tsb
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby MONTIR KEPALA » Fri Aug 01, 2008 11:42 am

kata Imam Syafe'i ... Aku menang kalo debat sama yang pinter ... aku kalah kalo debat sama yang **** ...


kata gue "Aku teruskan diskusi dan menang kalo menghadapi orang pinter.... dan aku berhenti diskusi serta mengalah jika berdebat yang dungu'"

dgn ini aku ngundurin diri sementara biar tulisan aku dibaca sama orang2 yg liwat .... sampai ada yang bener tidak mencla mencle dan bernalar rendah ...
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby opivy_rulez » Fri Aug 01, 2008 12:01 pm

SI MONTIR KEPALA KALO DAH TERPOJOK MESTI NGELES LAGI...senjatanya cuma ngeles aja.

kalo aku yakin sih smua cerita kebaikan MAMAD itu DUSTA, PALSU, smua bohong semata

bukti bukti banyak kalo SI MAMAD benci sama YAHUDI. itu cuma propaganda saja !
opivy_rulez
 
Posts: 41
Joined: Tue Jul 08, 2008 2:50 pm

Postby religionofpiss » Fri Aug 01, 2008 12:49 pm

cerita ini ketahuan banget hoax-nya

logikanya begini:

kalau Mamad lagi di Mekkah emang dia sempet-sempetnya balik ke Medinah / Yathrib hanya untuk ngasih makan si pengemis yahudi buta ini? lalu balik lagi ke Mekkah?

(muslim mode on) : Muhammad naik bouraq dari Mekkah ke Medinah supaya cepet sampe (muslim mode off)

hua ha ha ha ha ha ha ha ha

btw, ada nggak ya hadist sahih tentang dongeng pengemis buta ini?
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby Duladi » Sat Aug 02, 2008 10:55 pm

MONTIR KEPALA wrote:kata Imam Syafe'i ... Aku menang kalo debat sama yang pinter ... aku kalah kalo debat sama yang **** ...


kata gue "Aku teruskan diskusi dan menang kalo menghadapi orang pinter.... dan aku berhenti diskusi serta mengalah jika berdebat yang dungu'"

dgn ini aku ngundurin diri sementara biar tulisan aku dibaca sama orang2 yg liwat .... sampai ada yang bener tidak mencla mencle dan bernalar rendah ...


Dik Montir, berhubung Anda mengundurkan diri, maka ini sekilas info tentang Maulana Yusuf Kandalavi:

    Ada banyak pendekatan yang dilakukan untuk “menjaring” umat dalam upaya mengeluarkan mereka dari kelalaian kepada kesadaran, dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari kegelapan kepada pencerahan, antara lain melalui pendekatan “kembali ke mesjid” dengan melakukan i’tikaf dan shalat berjamaah serta memberikan suntikan-suntikan ilmu yang dikutip dari kitab Fadhail al A’mal dan Hayatussahabah dan lain-lain.
    Metode ini dikemas dalam bentuk jamaah Islamiah yang diberi nama “Jamaah Tabligh” didirikan oleh Syekh Muhammad Ilyas Al Kandahlawi (1303 H–1364 H) dari India, bermazhab Hanafi, diperkirakan jamaah tabligh ini didirikan pada tahun 1867 M.

    Syekh Muhammad Ilyas Alkandahlawi tidak sendirian dalam mengelola usaha tabligh ini, beliau banyak teman dekat antara lain, Syekh Abdurrahim Syah, Syekh Ihtisyan Alkandahlawi, Al Ustadz Abu Al Hasan Ali Husni Annadwy, Syekh Muhammad Yusuf Alkandahlawi, Syekh Muhammad Zakaria Alkandahlawi, dan lain-lain (Ensiklopedi Mazhab dan Aliran Kontemporer). Dalam menjalankan misinya, jamaah ini mempunyai 6 prinsip dasar yang merupakan ideologi atau “ruh” dari pergerakan ini. Keenam prinsip itu ialah: Pertama: Mensosialisasikan kalimat Tauhid “Lailahaillallah Muhammad Rasulullah”. Kedua: Menegakkan shalat, Ketiga: Ilmu dan zikir, Keempat: Memuliakan kaum muslim (ikram al muslimin), Kelima: Ikhlas, Keenam: Berangkat ke jalan Allah (Al Nafar fi Sabilillah).
    Sumber: http://www.waspada.co.id/Mimbar-Jumat/A ... bligh.html


Image

Silakan pikirkan sendiri, apakah seorang yang hidup pada tahun 1917-1965 dapat mengetahui kisah Muhammad & PENGEMIS BUTA, sementara sejarawan tertua tidak pernah mencatatnya?

Kesimpulannya: Cerita Pengemis Buta di atas adalah 100% FIKSI.

Muhammad bukanlah orang baik, melainkan seorang penjahat. Dan untuk menipu kita agar kita percaya kalau Muhammad itu nabi sungguhan, maka dikaranglah kisah-kisah fiksi untuk memoles tokoh jahat ini agar tampak sebagai tokoh baik.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby M-SAW » Sun Aug 03, 2008 10:51 am

ya ampunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
dongeng abad ke 19 dijadikan "AJARAN RESMI" perihal kenaikan NABI SUCI NYA??
oi KELIHGOOOOOOOOOOOOOOO
mana TANGGUNG JAWAB ente sbg pakar HADITS sanad isnda matan athan bla bla bla

MUNAFIk sekali muslim.....
hadits2 manis aBAD KE 19 dipercaya.
HADITS SAHIH ASIAH UMUR 9THN DIBANTAH


ck ck c ck ckc k

MOD....
topik ini wajib di di STICKY
eh bukan sticky
di GLOBAL in
kalau perlu di letakkan di bagian LOG IN.
kalau muslim mau log in,,kudu baca DONGENG ini
:P :P:P:P:P:P
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby M-SAW » Sun Aug 03, 2008 11:00 am

bagn dul...berhubung si MONTIR ngacir

kita tunggu kehadiran BIG BOSS islam lainnya yakni
newcomer kita..MUSLIMMMMMMMMMMMMMm "OBENG"

obeng wrote:
MUHAMMAD SAW wrote:http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 273#374273
di dalam dunia muslim sudah lumrah ...kalau sandanya gak nyambung pun,asalkan ceritanya MENJUNJUNG ISLAM,pasti di telan
giliran ada kisah PAHIT,,pasti deh di cari2 alasannya
:)


Memang jawaban itulah yang bisa keluar kalau ngeluarin riwayat tapi riwayat dibawah standar. Modal riwayat lemah aja udah pede menghina pribadi orang.


nggak kok kawannnnn
umat muslim itu emang MUNAFIK

kisah yg tida VALID pun akan ditelan kalau kisah itu menceritkan kebaikan NABI ISLAM
T
A
P
I
giliran ada kisah PAHIT,pasti dibantah walaupun hadits itu SAHIH

ini bukti munafiknya umat islam
SAYA sangat megnharapkan kehadiran anda di sini kalau anda bukan tipe uslim MUNAFIK :)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 270#374270

modal riwayat "palsu" aja sudah berani2 belagu :P

ayo ceepetan kesitu...saay tunggu kalau anda bukan munafik
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby Rainn Forestha » Sun Aug 03, 2008 9:31 pm

Ckck, hobi taqqiya kok tiada habisnya......
User avatar
Rainn Forestha
 
Posts: 668
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Postby M-SAW » Mon Aug 04, 2008 3:45 pm

mana nih si MUSLIM obeng yang sok belagu..kok GAK BERANI mampir kemari
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby M-SAW » Tue Aug 05, 2008 6:33 pm

undangan RESMi ke netter KELIHGO sudah dikirim

From: MUHAMMAD SAW
To: KELIHGO
Posted: Tue Aug 05, 2008 6:32 pm
Subject: buktikan kalau ene jago hadits Edit message

gue ajak lu untuk MENILAI hadits ini.seberapa hebat kau MENELAAH hadits ini


http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 374785#374 785

M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Next

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron