.

Layakkah Muhammad meniru kekejaman-kekejaman Musa?

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Layakkah Muhammad meniru kekejaman-kekejaman Musa?

Postby Duladi » Wed Dec 05, 2007 10:05 pm

Nabi Musa pada tahun ±1500 SM silam banyak melakukan aksi kekejaman terhadap bangsa-bangsa lain non Yahudi. Secara nurani manusiawi, kita memang merasa miris. Tapi apa boleh dikata, kalau itu sudah menjadi ketetapan dan kehendak TUHAN? Seperti halnya rancangan kiamat yang akan dijatuhkanNya nanti ke atas bumi ini, bisakah kita protes?

Hukuman Tuhan melalui bencana alam adalah sesuatu yang tidak bisa ditiru oleh manusia. Tapi betapa bahayanya, kalau Tuhan memakai manusia untuk menjalankan misi penghukumanNya, ini sangat riskan dan gampang ditiru.

Hal itu terjadi pada abad 7, ketika seorang Anak Setan dilahirkan dan dibesarkan di Jazirah Arab. Karena dia terkesan oleh "kegagahan" nabi Musa dalam memimpin bani Israel, si anak setan ini timbul niat untuk menirunya.

Anak setan itu, ialah Muhammad, ingin sekali menjadi "nabi Musa kedua" di tanah Arab. Dia ingin menjadikan bangsa Arab sebagai "bani Israel kedua" seperti pada masa 1500 tahun Sebelum Masehi silam.

Tapi dasar BOTOL, dia tidak menyadari kalau tingkahnya itu akan dikutuk Yang Maha Kuasa, sebab keinginannya itu tercetus dari dirinya sendiri, bukan atas PERINTAH TUHAN. Dasar utamanya adalah EGO dan AMBISI PRIBADI. Dan hal itu dikuatkan lagi oleh adanya kelainan mental dalam otaknya.

Para Muslim, kerap membenarkan kekejaman-kekejaman Muhammad dengan mengambil contoh kisah-kisah yang sama pada zaman nabi Musa.

Apakah lantaran pada zaman nabi Musa ada peristiwa serupa itu, lalu kamu membenarkan sepak terjang Muhammad dengan atas nama Awlohnya?

Kamu pikir Awlohmu sama dengan TUHAN Musa? Siapa sih yang tidak bisa kalau cuma mengaku-ngaku? Bukankah Paijo pun juga bisa mengatakan kalau Panjul adalah Tuhan yang sama dengan Tuhannya nabi Musa? Lalu dia menjiplak zaman nabi Musa itu, dengan alasan bahwa Panjul yang memerintahkan dia. Saya tanya kepadamu, wahai *****: Mana MANDAT dari Tuhan kepada nabimu sehingga dia berhak melakukan kekejaman-kekejaman yang sama seperti yang terjadi pada zaman nabi Musa?

Orang memang bisa meniru, tapi mana buktinya kalau dia benar-benar utusan Tuhan? Apakah kamu tidak berpikir bahayanya orang yang meniru perbuatan-perbuatan tersebut tanpa bisa memberikan bukti nyata bahwa dirinya diutus oleh Tuhan yang sama?

Bajingan pun bisa meniru perbuatan-perbuatan kejam nabi Musa!!!!!!
Tapi mana "SURAT KUASA" dari Tuhan untuk membenarkan sepak terjangnya yang jahat itu?

Untuk mengetahui seseorang itu nabi asli atau nabi palsu, cukup gampang. Lihatlah dari moralitasnya. Lihatlah dari kadar kebutaan rohaninya. Masa nabi utusan Tuhan begitu BOTOL & BUTA ROHANINYA?

Lagi pula, Awloh sudah jelas-jelas TIDAK SAMA dengan Tuhan.
Dari mana kita tahu kalau Awloh tidak sama dengan Tuhan? Kita bisa tilik dari tabiat keduanya. Tabiat Awloh adalah tabiat setan, walau secara manusiawi Awloh mencerminkan tabiat Muhammad. Sungguh bagai langit dan bumi, bila kita membandingkan pribadi TUHAN ASLI dengan Awloh karangan Muhammad.

Ringkasnya, KEKEJAMAN BISA DITIRU, TAPI KENABIAN TIDAK BISA DITIRU.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Thu Dec 06, 2007 12:47 pm

kik..kik...lagi ngejelekin agamanya sendiri tuh..
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby hacker » Thu Dec 06, 2007 1:04 pm

yahh..mau gimana lagi saudaraku...cuma itu kok yg cuma bisa buat kaum judas bangga..ekekekekkkek..kikikikkii
hacker
 
Posts: 29
Joined: Sun Dec 02, 2007 4:22 pm
Location: di samping injil ma errot

Postby Mizard » Thu Dec 06, 2007 1:10 pm

maap nih yee.
ane baru tau kalo nabi musa as melakukan aksi kekejaman kepada non yahudi. Masak sih utusan Tuhan begitu :roll:
User avatar
Mizard
 
Posts: 1270
Joined: Mon Mar 12, 2007 2:49 pm

Postby Duladi » Thu Dec 06, 2007 8:10 pm

Dik Mizard,

Kamu heran ya bila melihat seorang utusan Tuhan kejam?
Nah, kenapa terhadap nabimu yang kejam kamu tidak heran?

Biar tidak menerawang, saya berikan satu contoh kasus untukmu:

Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4396
"Disampaikan oleh Jabir ibn Abdullah:
Seorang pencuri dihadapkan pada sang Nabi. Nabi berkata: bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Lalu kata Nabi: Potong tangannya. Maka tangan kanannya dipotong. Ia dibawa keduakalinya pada sang Nabi dan Nabi berkata: Bunuh dia. Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki kirinya dipotong.
Orang itu dibawa ke hadapan Nabi untuk ketigakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong tangannya. (Maka tangan kirinya dipotong)
Orang itu dibawa lagi untuk keempatkalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki (kanannya) dipotong.
Orang itu dibawa lagi untuk kelimakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Lalu kami membawa dia pergi dan membunuhnya. Kami lalu menyeret dia dan melemparkan dia ke dalam sumur dan menimbuni batu2 di atas tubuhnya. "


Kejam atau tidak perbuatan Muhammad di atas?

Aneh kan, ngakunya utusan Tuhan tapi kok kejam?
Masa sih utusan Tuhan begitu?
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Mizard » Fri Dec 07, 2007 9:20 am

Hi bang dul.
Payah juge lo bang, ternyata menangkap hal2 yang tersirat masih payah, gimane mo menganalisa ayat Alquran.

Gue bukan heran utusan Allah melakukan kekerasan, tapi heran aje melihat orang yang masi berpendapat bahwa ada utusan yang melakukan kekerasan.
Penegakkan hukum pidana dijaman sekarang seperti hukuman mati, cambuk, dan pengasingan.. apa lo anggap kekerasan?? :wink:
User avatar
Mizard
 
Posts: 1270
Joined: Mon Mar 12, 2007 2:49 pm

Postby japra » Fri Dec 07, 2007 5:15 pm

sebenernya bukan kekerasan yg menjadikan muhammad begitu SEPESIAL BGT. Tapi KELAMINnya yg jadi ukuran -- bahwasanya tidak ada satupun utusan (asli) Tuhan yg MEMPERKOSA BUDAK / TAWANAN. Atau paling tidak pedofil atau paling tidak menghindari NAFSU SYAHWAT.

Jelas2 tidak ada yg istimewa dari si muhammad ini.
User avatar
japra
 
Posts: 820
Joined: Wed Feb 14, 2007 5:53 pm
Location: bali mester

Postby Duladi » Fri Dec 07, 2007 11:11 pm

Dik Mizard,

Muhammad punya hak apa menghukum orang?
Siapa yang menetapkan dia jadi hakim di bumi?

Awloh?

Mana surat kuasa dari Awloh?
Bisakah Muhammad tunjukkan?

Ketika orang-orang Quraish minta Muhammad menunjukkan surat kuasa itu, Muhammad bilang tidak punya.
Ketika orang-orang Medinah minta Muhammad menunjukkan surat kuasa itu, Muhammad pun bilang tidak punya.

Jadi, dia mengangkat dirinya sendiri sebagai hakim. Bukankah ini gila?

Bagaimana seumpama saat ini, seorang ketua RT- mu di kampung tiba-tiba merekrut gerombolan preman dan menyerukan kepada para warga agar beriman kepadanya sebagai NABI? Untuk membuat takut warga yang lain, dia memberi sampel hukuman mati kepada 1 keluarga yang berani menolaknya nabi.

Tentunya Anda akan menganggap Ketua RT-mu itu gila, bukan? Belum bisa menunjukkan bukti kenabian, tahu-tahu sudah main hukum sendiri.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Mizard » Mon Dec 10, 2007 8:52 am

bang dul..
Muhammad lebih sekedar dari hakim..
Beliau adalah rasul yang diutus untuk menyampaikan risalahNya dan menegakkan hukumNya.. masi mau minta SK nya??? :wink:

sehubungan dengan contoh konyol anda
1.Apakah itu RT dulunya dikenal Al amin oleh warganya??
2.Apakah itu RT punya bukti kenabian (seperti dikenal sipendeta waraqa)??
3.Apakah itu RT punya bukti kenabian yang kuat??
4.????? itu dulu deh bang.. :wink:
User avatar
Mizard
 
Posts: 1270
Joined: Mon Mar 12, 2007 2:49 pm

Postby MONTIR KEPALA » Mon Dec 10, 2007 10:15 am

si DUL itu maunya manusia dibiarkan hidup tanpa aturan ...... Chaos all the time ...

harusnya belajar sama pakar sosial dan hukum untuk memahami betapa dlm struktur masyarakat modern penting adanya hukum untuk membatasi gerak benturan 2 kepentingan yg berbeda dari individu2 dlm sosial itu ..

penegakan hukum adalah lambang peradaban maju dan peniadaan hukum adalah gerak menuju alam rimba ..walaupun di rimba juga sebenar ada hukum alam.

Arab yg terkoyak dan berpecah belah dgn hukum tradisional kala itu dimana seorang anggota suku A mencuri barang suku si B maka hukumannya suku B menyerang dgn kekuatan militer semua anggota suku si B.
jika suku A dibunuh suku salah seorang suku B maka suku A akan membalas dgn perang thd suku B.

semua itu dirombak oleh Nabi Saw karena beliau mencintai bangsanya agar TERTIB .....
kayak gini masih gak mudeng si duladi .... weleeeh
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Duladi » Mon Dec 10, 2007 1:51 pm

Dik Mizard,

bang dul..
Muhammad lebih sekedar dari hakim..
Beliau adalah rasul yang diutus untuk menyampaikan risalahNya dan menegakkan hukumNya.. masi mau minta SK nya???


Iya, saya butuh SK-nya.
Tolong tunjukkan dong....

sehubungan dengan contoh konyol anda
1.Apakah itu RT dulunya dikenal Al amin oleh warganya??


Apakah gelar Al-Amin itu pemberian Tuhan? Semacam jampi-jampi yg dapat membuat si penerima gelar itu menjadi JUJUR 100% selamanya?

2.Apakah itu RT punya bukti kenabian (seperti dikenal sipendeta waraqa)??


Siapakah Waraqah? Apakah dia lebih mengerti kitab suci dibanding Ireneaus atau Polikarpus?
Kemudian, bukti kenabian apakah yang Anda maksud yg berhubungan dg Waraqah?

3.Apakah itu RT punya bukti kenabian yang kuat??
4.????? itu dulu deh bang..


Bukti kenabian yang kuat adalah lewat cara-cara yang ilahi, bukan dengan gaya preman.
Nah, adakah bukti yang kuat itu?

Salam.
Last edited by Duladi on Wed Jan 09, 2008 1:18 pm, edited 1 time in total.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Mon Dec 10, 2007 2:06 pm

di topik preman ente emang udeh semaput dul ....
sekarang tambah semaput ente dgn masalah Musa ..

Kenapa Musa membuat aturan ??? .... semua hukumnya dari Tuhan....
12 suku yg dibawa Musa hidup di ranah tak bertuan ...negeri yg tanpa pemerintahan sebelumnya..... Musa diberi tanggungjawab ilahiah sbg pemimpin suku2 tsb untuk menegakka aturan maen di anatara suku agar Tertib.

situasi yg sama dialami Nabi Muhammad saw.... Mekka dan madina tanpa penguasa ... sama seperti waktu musa ke negeri tak bertuan... maka Muhammad mendapat tanggungjawab ilahian untuk menegakkan aturan maen di antara suku-suku arab agar tertib.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Duladi » Mon Dec 10, 2007 2:17 pm

Dik Montir si mulut besar,

Di topik "Mengapa Muhammad menyukai gaya preman?" kamu tak bisa memberikan bukti-bukti, kecuali kata-kata pujian belaka. Kalau cuma OMDO, siapa yang tidak bisa? Konco-konco Suharto pun juga bisa membuat puluhan kata-kata pujian untuk Suharto, tapi mana sahih bila tidak disertai kisah nyatanya?

Muhammad disebut oleh Ibn Ishaq sebagai orang yg jauh dari kejahatan dan sifat-sifat tercela. Nah, mana kisah nyatanya? Kok cuma bacotan sebaris dijadikan bukti, sih?

Sebenarnya kamu ini intelek atau tidak? Ingat, Dik, kamu sudah dinobatkan sebagai USTAD FFI, lho.

Sekarang tentang MUSA & MUHAMMAD.

Musa melakukan penyerangan-penyerangan terhadap bangsa lain, terutama terhadap bangsa Kanaan. Untuk melakukan itu, Musa punya SURAT KUASA dari Tuhan.

Nah, Muhammad-mu di abad 7 meniru perilaku Musa. Mana "Surat Kuasa" dari Tuhan? Sewaktu dia diminta oleh orang Quraisy, dia terbirit-birit. Ketika dia diminta oleh orang Yahudi, juga terbirit-birit.

Jadi, semua perilaku Muhammad tidak sah dan berbahaya, karena dia melakukan itu semua atas ambisi pribadi.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Mon Dec 10, 2007 3:59 pm

ha ha ha...sekarang saya bukan adik baik lagi yah?...mk si mulut besar now.... kik..kik...makin keliatan semaput luh dul ..
ini bukti Kafir tak berkutik dgn Nabi Muhammd saw. ketika mereka bersedia jadi budak Muhamad asal berhenti berdakwah.
    Utbah duduk di tengah-tengah mereka. Perlahan-lahan ia berbicara, "Wahai kaum Quraisy, aku sudah berbicara seperti yang kalian perintahkan. Setelah aku berbicara, ia menjawabku dengan suatu pembicaraan. Demi Allah, kedua telingaku belum pernah mendengar ucapan seperti itu. Aku tidak tahu apa yang diucapkannya. Wahai kaum Quraisy! Patuhi aku hari ini. kelak boleh kalian membantahku. Biarkan laki-laki itu bicara. Tinggalkan dia. Demi Allah, ia tidak akan berhenti dari gerakannya. Jika ia menang, kemuliannya adalah kemulianmu juga."

    Orang-orang Quraisy berteriak, "Celaka kamu, hai Abul Walid. Kamu sudah mengikuti Muhammad". Orang Quraisy ternyata tidak mengikuti nasihat Utbah
    (Hayat al-Shahabah 1:37-40; Tafsir al-durr al-Mansur 7:309, Tafsir Ibn Katsir 4:90, Tafsir Mizan 17:371).
    http://www.jalal-center.com/index.php?o ... view&id=94
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Duladi » Mon Dec 10, 2007 8:22 pm

Wah, saya tidak mengerti maksud postinganmu, Dik, tolong dijelaskan apa maksudnya.

Kalau kamu tidak mau saya sebut "si mulut besar", ya jangan suka self proclaim dong. Kita di sini berdialog bukan untuk menang-menangan.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Layakkah Muhammad meniru kekejaman-kekejaman Musa?

Postby le_dormeur80 » Mon Dec 17, 2007 9:08 am

Duladi wrote:Nabi Musa pada tahun ±1500 SM silam banyak melakukan aksi kekejaman terhadap bangsa-bangsa lain non Yahudi. Secara nurani manusiawi, kita memang merasa miris. Tapi apa boleh dikata, kalau itu sudah menjadi ketetapan dan kehendak TUHAN? Seperti halnya rancangan kiamat yang akan dijatuhkanNya nanti ke atas bumi ini, bisakah kita protes?


Tolong tunjukkan bukti bahwa musa melakukan berbagai kekejaman seperti yang Anda bilang.
le_dormeur80
 
Posts: 100
Joined: Thu Dec 13, 2007 3:34 pm

Postby Duladi » Mon Dec 17, 2007 6:20 pm

Le_dormeur80 wrote:Tolong tunjukkan bukti bahwa musa melakukan berbagai kekejaman seperti yang Anda bilang.


Anda bisa baca sendiri kisah Musa dan bani Israel dalam Bibel.

Saya tidak buta rohani, jadi secara nurani saya tahu dan berhak mengatakan itu kejam.

Tapi, ada perbedaan mendasar antara Musa dengan Muhammad.
Kalau Musa melakukan itu atas persetujuan Tuhan, tetapi Muhammad tidak.

Ringkasnya, kekejaman memang mudah ditiru, tapi kenabian tidak bisa ditiru.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby le_dormeur80 » Wed Jan 02, 2008 5:09 pm

Jadi Tuhan menyetujui kekejaman ???

Ah males ah baca bibel, tebel amat. Kasih disini aja napa ?
Oh ya, kekejaman apa ya yang dilakuin Muhammad ???
le_dormeur80
 
Posts: 100
Joined: Thu Dec 13, 2007 3:34 pm

Postby Duladi » Wed Jan 02, 2008 7:44 pm

le_dormeur wrote:Oh ya, kekejaman apa ya yang dilakuin Muhammad ???


MERAMPOK, MEMBUNUH, MENAWAN DAN MEMPERKOSA.

MENGUSIR PENDUDUK YG NOTABENE ADALAH TUAN RUMAH KOTA ITU, MENJARAH HARTA BENDA MEREKA, MEMBANTAI MEREKA TANPA AMPUN, & MENJADIKAN ORANG MERDEKA JADI BUDAK HINA MUSLIM.

Jadi Tuhan menyetujui kekejaman ???


Adanya hukuman neraka adalah bukti Tuhan pun bisa kejam. Tapi adalah salah bila manusia mencoba berbuat kejam atas inisiatifnya sendiri dan mengaku-ngaku atas nama Tuhan.

Perbuatan kejam dengan mudah ditiru oleh manusia, yang notabene fana dan mudah jatuh dalam dosa. Maka bila seseorang mengaku diperintah Tuhan untuk melakukan kekejaman, dia harus bisa berikan BUKTI MANDAT itu. Sebab ini sangat berbahaya bila kita percaya begitu saja pada seorang bajingan yang mengaku-ngaku nabi.

Membunuh itu mudah, tapi menunjukkan TANDA dari Tuhan itu sulit.

Dan itulah yang diberikan Muhammad pada Muslim. Muhammad bukan seorang nabi, tapi seorang penipu dan bajingan rendah.

Kita yang percaya pada orang demikian adalah ****. Keimanan Islam adalah keimanan buta yang **** sekali.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby le_dormeur80 » Thu Jan 03, 2008 8:32 am

Duladi wrote:
le_dormeur wrote:Oh ya, kekejaman apa ya yang dilakuin Muhammad ???


MERAMPOK, MEMBUNUH, MENAWAN DAN MEMPERKOSA.

MENGUSIR PENDUDUK YG NOTABENE ADALAH TUAN RUMAH KOTA ITU, MENJARAH HARTA BENDA MEREKA, MEMBANTAI MEREKA TANPA AMPUN, & MENJADIKAN ORANG MERDEKA JADI BUDAK HINA MUSLIM.

Kota apa yah,.... 8)
Yang rinci napa...
biar Anda gak dibilang ngada ngada.... :lol:

Duladi wrote:
Jadi Tuhan menyetujui kekejaman ???


Adanya hukuman neraka adalah bukti Tuhan pun bisa kejam. Tapi adalah salah bila manusia mencoba berbuat kejam atas inisiatifnya sendiri dan mengaku-ngaku atas nama Tuhan.

Perbuatan kejam dengan mudah ditiru oleh manusia, yang notabene fana dan mudah jatuh dalam dosa. Maka bila seseorang mengaku diperintah Tuhan untuk melakukan kekejaman, dia harus bisa berikan BUKTI MANDAT itu. Sebab ini sangat berbahaya bila kita percaya begitu saja pada seorang bajingan yang mengaku-ngaku nabi.

Membunuh itu mudah, tapi menunjukkan TANDA dari Tuhan itu sulit.

Dan itulah yang diberikan Muhammad pada Muslim. Muhammad bukan seorang nabi, tapi seorang penipu dan bajingan rendah.

Kita yang percaya pada orang demikian adalah ****. Keimanan Islam adalah keimanan buta yang **** sekali.

Tulisan anda berbobot sekali, sama berbobotnya dengan tulisan Moorey. Jangankan neraka, kenapa manusia harus mati pun bisa dibilang kejam, kalau ukuran itu Anda gunakan.
le_dormeur80
 
Posts: 100
Joined: Thu Dec 13, 2007 3:34 pm

Next

Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users