.

kenapa muhammad tidak kawin lagi selama masih ada istri tua?

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

kenapa muhammad tidak kawin lagi selama masih ada istri tua?

Postby nabicabul » Fri Jun 01, 2007 8:37 pm

jawabannya mudah ::

takut dibuka kedoknya bahwa dia nabi palsu
dan belajar agama kristen dari istrinya.

untuk jesalnya dia takut istri tuanya sakit hati dan
membongkar kedoknya
nabicabul
 
Posts: 160
Joined: Wed Oct 04, 2006 10:09 pm
Location: malaysia

Re: kenapa muhammad tidak kawin lagi selama masih ada istri

Postby KELIHGO » Fri Jun 01, 2007 9:43 pm

nabicabul wrote:jawabannya mudah ::

takut dibuka kedoknya bahwa dia nabi palsu
dan belajar agama kristen dari istrinya.

untuk jesalnya dia takut istri tuanya sakit hati dan
membongkar kedoknya


:lol: :lol: :lol: Waduh,kok kagak ada buktinya :lol: :lol: :lol:

Gue jawab aja yah;
Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan darinyalah aku mendapatkan keturunan."

Begitulah Rasulullah SAW menggambarkan kepribadian Siti Khadijjah r.a., istri pertamanya. Seorang isteri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan diri berkorban demi kejayaan Islam.

Siti Khadijah r.a. berasal dari keturunan terhormat, mempunyai harta kekayaan yang tidak sedikit serta terkenal sebagai wanita yang tegas dan cerdas. Bukan sekali dua kali pemuka kaum Quraisy berusaha untuk mempersunting dirinya. Tetapi pilihannya, justru malah jatuh pada seorang pemuda yang bernama Muhammad, pemuda yang terkenal sebagai seorang yang terpercaya (al-amin), yang tak tergiur oleh kekayaan dan kecantikan Siti Khadijah r.a.

Siti Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia banyak membantu dalam meneguhkan tekad Rasulullah SAW ketika melaksanakan risalah dakwah. Ia senantiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya, dalam menjalankan tugas dakwah menegakkan kalimat tauhid. Inilah keistimewaan dan keutamaan Khadijah dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah sumber kekuatan yang berada di belakang Rasulullah SAW.

Setia Kapanpun

Mari kita singkap kembali peristiwa yang sungguh mendebarkan jantung Rasulullah SAW. Peristiwa itu ialah penerimaan wahyu yang pertama di Gua Hira. Sekembalinya ke rumah, baginda berkata kepada isterinya yang tercinta,”Aku berasa khawatir terhadap diriku.”

Siti Khadijah r.a. berusaha menabahkan hati suami yang ditaatinya dengan berkata, “Wahai kakanda, demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakanmu karena sesungguhnya kakanda adalah orang yang selalu memupuk dan menjaga kekeluargaan serta sanggup memikul tanggungjawab. Dirimu dikenali sebagai penolong kaum yang sengsara, sebagai tuan rumah yang menyenangkan tamu, ringan tangan dalam memberi pertolongan, senantiasa berbicara benar dan setia kepada amanah.”

Apakah ada wanita lain yang dapat menyambut sedemikian baik peristiwa bersejarah yang berlaku di Gua Hira seperti yang dilakukan oleh Khadijah kepada suaminya? Apa yang dikatakan oleh Khadijah kepada suaminya pada saat menghadapi peristiwa besar itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaan dan kasih sayang seorang isteri kepada suami. Sedikit pun Khadijah tidak merasa ragu-ragu atau syak di dalam hatinya. Persoalannya, dapatkah kita berlaku demikian?

Siti Khadijah r.a. merupakan wanita kaya dan terkenal. Ia bisa saja hidup bermewah-mewah dengan hartanya sendiri. Namun, semua itu dengan rela dikorbankannya untuk memudahkan tugas-tugas suami. Hal ini jelas menunjukkan beliau merupakan wanita yang mendorong kemajuan pahlawan umat manusia, melindungi pejuang terbesar dalam sejarah dengan mewujudkan kedamaian dalam kehidupan rumahtangga. Sikap inilah yang menjadi salah satu sumber kekuatan Rasulullah SAW sepanjang kehidupan mereka bersama.

Setia Dimanapun

Mari kita teliti, fahami serta hayati beberapa gambaran kesetiaan Khadijah yang telah membina kekuatan pada diri dan kehidupan penegak risalah Islam itu.

Sepanjang hidupnya bersama Rasulullah SAW, Siti Khadijah begitu setia menyertai baginda dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira, ia pasti menyiapkan semua bekal dan keperluannya. Seandainya Rasulullah SAW agak lama tidak pulang, ia akan datang menengok untuk memastikan keselamatan sang suami. Sekiranya Rasulullah SAW khusyuk bermunajat, beliau tinggal di rumah dengan sabar sehingga suaminya pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, sekuat diri ia menenteramkan dan menghiburkan hati suaminya sampai-sampai diliputi ketenangan. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Malah dalam banyak kegiatan peribadatan Rasulullah SAW, Siti Khadijah r.a. Dipastikan selalu ada bersama dan membantu baginda dari mulai hal kecil seperti menyediakan air untuk mengambil wudu.

Kecintaan Khadijah bukanlah sekadar kecintaan kepada suami, sebaliknya yang jelas adalah berlandaskan keyakinan yang kuat tentang keesaan Allah SWT. Segala pengorbanan untuk suaminya adalah ikhlas untuk mencari keridlaan Allah SWT. Allah Maha Adil dalam memberi rahmat-Nya. Setiap amalan yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan pasti mendapat ganjaran yang kekal. Itu termaktub dalam firman-Nya :

Barang siapa yang mengerjakan amalan saleh, baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. An-Nahl: 97)

Janji Allah itu pasti benar. Kesan kesetiaan Siti Khadijah r.a. bukan sekadar menghasilkan kekuatan yang mendorong kegigihan dan perjuangan Rasulullah SAW, malah membawa berkah yang besar kepada rumah tangga mereka berdua. Anak-anak yang lahir juga adalah anak-anak yang saleh. Keturunan Rasulullah SAW merupakan insan yang senantiasa taat melaksanakan perintah Allah SWT. Semua ini menghasilkan kekuatan yang membantu meningkatkan perjuangan Islam.

Wahai muslimah, sekarang adalah masa untuk kita hidupkan kembali hakikat ini dalam kehidupan kita. Semoga kekuatan Islam akan kembali menaungi kehidupan


Apa pantas disakiti hatinya Istri kayak gitu :lol:
KELIHGO
 
Posts: 816
Joined: Thu Jan 04, 2007 2:08 pm

Postby Duladi » Fri Jun 01, 2007 10:35 pm

Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan darinyalah aku mendapatkan keturunan."

Begitulah Rasulullah SAW menggambarkan kepribadian Siti Khadijjah r.a., istri pertamanya. Seorang isteri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan diri berkorban demi kejayaan Islam.

Pernyataan di atas adalah kata-kata jujur Muhammad bahwa Khadijah adalah seorang Kristen yang baik hati. Sekalipun Khadijah dalam hatinya tahu bahwa keponakannya (eh, suaminya!) mengidap sakit mental yang berat, ia tetap sayang dan berusaha membimbing Muhammad.
Sewaktu Muhammad ngaku-ngaku mendapat wahyu dari jibril, Khadijah tak tega berkata jujur takut akan menambah parah sakit mental Muhammad. Sehingga walau Khadijah tahu semua itu hanya bualan Muhammad, Khadijah berpura-pura percaya pada semua ucapannya. Bahkan pamannya, si Waraqah pun juga berusaha menyenangkan hati Muhammad dengan mengatakan bahwa Muhammad adalah “bakal utusan Dewa”.
Siti Khadijah r.a. berasal dari keturunan terhormat, mempunyai harta kekayaan yang tidak sedikit serta terkenal sebagai wanita yang tegas dan cerdas. Bukan sekali dua kali pemuka kaum Quraisy berusaha untuk mempersunting dirinya. Tetapi pilihannya, justru malah jatuh pada seorang pemuda yang bernama Muhammad, pemuda yang terkenal sebagai seorang yang terpercaya (al-amin), yang tak tergiur oleh kekayaan dan kecantikan Siti Khadijah r.a.

Muhammad terpilih, bisa jadi karena memang dia pada mulanya berwatak baik dan dia sudah cukup dikenal oleh Khadijah sejak berumur 12 tahun, sewaktu Muhammad ikut membantu pekerjaan pamannya yg bernama Abu Thalib.

Khadijah adalah bossnya Muhammad. Dia seorang perempuan bisnis dan kaya raya. Muhammad 25 th dan dia 40 th ketika menikah. Khadijah telah menikah 2 kali sebelumnya. Jadi Muhammad adalah suami ketiganya.

Tetapi lambat-laun, penyakit Muhammad semakin kronis dan karena nasi sudah menjadi bubur, Khadijah tetap mencintai Muhammad dan berusaha selalu menyenangkan hatinya walau sebenarnya dia tahu Muhammad sedikit mengidap sakit jiwa. Setiap penyakit Muhammad kambuh, Khadijah berusaha menenangkannya dengan mengikuti apa kemauannya, salah satunya dengan tes telanjang.

Siti Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ini menunjukkan betapa cintanya Khadijah kepada Muhammad walaupun suaminya mengidap sakit jiwa.
Ibarat orang tua yang berusaha menyenangkan anaknya yang sudah terlanjur parah, apa boleh buat diikuti saja apa maunya.

Siti Khadijah r.a. merupakan wanita kaya dan terkenal. Ia bisa saja hidup bermewah-mewah dengan hartanya sendiri. Namun, semua itu dengan rela dikorbankannya untuk memudahkan tugas-tugas suami.

Ini bukti bahwa Muhammad adalah seorang yang boros dan rakus harta, namun Khadijah yang sayang padanya tidak memperhitungkan hal itu.

Dalam hal kedudukan Muhammad di bawah Kadijah. Jelas ia tidak berani macam-macam mengambil selir, atau ia akan tahu sendiri akibatnya. Selama Kadijah masih hidup, Muhammad tak perlu bekerja keras. Ia lebih mementingkan mengurusi sakit jiwanya yang kronis itu daripada membantu istrinya dalam berdagang. Semenjak ditinggal mati istri tuanya, Muhammad mulai 'delandapan', dan lambat laun harta warisan istri tuanya habis sampai akhirnya ia terusir dari Mekkah tanpa membawa sepeser pun harta benda. Di Madinah ia menjadi perampok karena terobsesi ingin menjadi kaya mendadak seperti masa mudanya dulu!!!!!!
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Eneng Kusnadi » Fri Jun 01, 2007 11:44 pm

Selama aturan DKI ( dibawah kekuasaan Istri ) muhamad yang gila ngesex masih tunduk sama istri yang gila sex juga kokay!

Begitu chadijah al jufri out, muhamad bales dendam memuaskan seleranya dengan yang muda muda! hihihi :lol: :lol: :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Re: kenapa muhammad tidak kawin lagi selama masih ada istri

Postby xinthing_lu » Sat Jun 02, 2007 4:00 am

nabicabul wrote:jawabannya mudah ::

takut dibuka kedoknya bahwa dia nabi palsu
dan belajar agama kristen dari istrinya.

untuk jesalnya dia takut istri tuanya sakit hati dan
membongkar kedoknya


Mana berani Mamad macam" bro, mau balek lagi jadi gembel yach. :axe: :lol:
User avatar
xinthing_lu
 
Posts: 929
Joined: Fri Nov 10, 2006 4:55 am
Location: Surga Islam

Re: kenapa muhammad tidak kawin lagi selama masih ada istri

Postby yusak_almasih » Sat Jun 02, 2007 8:08 am

nabicabul wrote:jawabannya mudah ::

takut dibuka kedoknya bahwa dia nabi palsu
dan belajar agama kristen dari istrinya.

untuk jesalnya dia takut istri tuanya sakit hati dan
membongkar kedoknya


Apa muhamad berani jadi gembel lagi, sudah merasa keenakan kok ... heheheheeee .....
yusak_almasih
 
Posts: 477
Joined: Sat Aug 26, 2006 10:37 am

Postby Rebecca » Sat Jun 02, 2007 8:22 am

tiga profesi si kakek bejat yang paling terkenal:

1. Suami tanggungan istri

2. Perampok dan Penjahat perang

3. Tukang kawin!


:lol:
User avatar
Rebecca
 
Posts: 3107
Joined: Mon Nov 20, 2006 6:20 pm
Location: muhammad's Phallus RESEARCH HUB

Postby murtad mama » Sat Jun 02, 2007 3:49 pm

@gw tambahin

4). menjual budak

5) meridhoi azl bagi captives women

6) berzinah dgn budake hafsa (mariyah al qibti)

7). menghojat awlloooh
User avatar
murtad mama
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Postby widon » Mon Jun 04, 2007 9:23 am

muh kawin dgn kotijah hanya GACUK "PISANG" THOK !!!! makanya muh nggak berani kawin selagi kotijah masih hidup, bisa dipecat ntar, lontang-lantung dan nggak dapet warisan gono gini, soalnya muh nggak bawa apa-apa waktu kawin dgn kotijah, hanya bawa pisang thok, jadi balik lagi hanya dapat pisang aja
widon
 
Posts: 120
Joined: Thu Apr 12, 2007 2:06 pm

Re: kenapa muhammad tidak kawin lagi selama masih ada istri

Postby MONTIR KEPALA » Mon Jun 04, 2007 10:36 am

nabicabul wrote:jawabannya mudah ::

takut dibuka kedoknya bahwa dia nabi palsu
dan belajar agama kristen dari istrinya.

untuk jesalnya dia takut istri tuanya sakit hati dan
membongkar kedoknya

waduh kesimpulan dan analisa paling TOLOL yg pernah saya baca ... :lol:

ketika Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama maka Muhammad merasa takut dirinya menjadi penyihir JUSTRU Khadijah yg mengukuhkan Hati Nabi bahwa NABI MUHAMMAD ORANG YG LURUS YANG DIDATANGI MALAIKAT TUHAN.

Kedok apa ?...di Mekka ?.... walaaaah parah ... ha ha
apa saja yg dilakukan Nabi di Mekka ??...kedok apa ?? :lol:
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby openyourmind » Mon Jun 04, 2007 11:12 am

Menurut saya sih kesimpulan yang paling masuk akal meskipun mungkin dianggap tolol :)
User avatar
openyourmind
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Postby MONTIR KEPALA » Mon Jun 04, 2007 11:46 am

yaaah......sesama orang tolol pasti tdk akan menganggap satu sama lain tolol bukan ..... ?
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Susah masuk » Mon Jun 04, 2007 2:45 pm

MONTIR KEPALA wrote:yaaah......sesama orang tolol pasti tdk akan menganggap satu sama lain tolol bukan ..... ?
Betul ........ Tolol kabeh.....hik.hik..hik
User avatar
Susah masuk
 
Posts: 164
Joined: Wed Mar 07, 2007 2:13 pm

Postby xinthing_lu » Tue Jun 05, 2007 4:35 am

@tas

Ketawa yang memilukan !!!!!!!!!!!!!!!!!

Saking bejadnya nabi sampai ngga bisa bela lagi yach!!!!

Jalan keluarnya yach ngobral ketawa yang memilukan

Shame on you
User avatar
xinthing_lu
 
Posts: 929
Joined: Fri Nov 10, 2006 4:55 am
Location: Surga Islam

Postby Susah masuk » Tue Jun 05, 2007 2:06 pm

@tas
Ketawa memilukan ............ betul2 sedih .......... neter disini masih tolol..... hik..hik..hik :goodman:
User avatar
Susah masuk
 
Posts: 164
Joined: Wed Mar 07, 2007 2:13 pm

Postby yusuf_bin_sanusi » Tue Jun 05, 2007 2:57 pm

Susah masuk wrote:@tas
Ketawa memilukan ............ betul2 sedih .......... neter disini masih tolol..... hik..hik..hik :goodman:

Lo masih baru kan.., so kamu belum terlalu banyak mengikuti debat2 muslim vs kafir disini..kalo gua sih dah lumayan lama jadi penonton makanya ga ragu menambahkan ayat 3 pada surah-surah Yusuf Bin Sanusi.
User avatar
yusuf_bin_sanusi
 
Posts: 596
Joined: Wed Aug 02, 2006 8:47 am
Location: Di Luar Tenda si Momed, ngintip doi ber-Pedophil ria..asyiikk.. :)

yg ***** kuadrat sebenarnya anda ( budak arab )

Postby nabicabul » Wed Jun 06, 2007 12:05 am

MONTIR KEPALA wrote:yaaah......sesama orang tolol pasti tdk akan menganggap satu sama lain tolol bukan ..... ?


dengan sedikit analisa saja tentang hukum halal dibunuhnya orang yg keluar dari agama islam, sudah jelas moh takut kebuka kedoknya, KECUALI ANDA YG SUDAH SEPERTI ANJING bangsa arab YG MERASA KOTORAN ITU ENAK ( KOTORAN =QURAN) .
saya maksudakan quran itu isinya bull **** tapi anda masih menganggap firman Tuhan, karena otak anda bukan lagi otak manusia tetapi otak anjing arab.
mana ada agama yg yg menyuruh pengikutnya untuk membunugh yg keluar dari agama itu kecuali agama islam.
bahkan pendeta dan resi paling bejatpun tidak pernah menyuruh membunuh pengikutnya yg keluar dari agama itu.
JADI SUDAH JELAS YG TOLOL SAYA TAUA ANDA BUDAK ARAB
nabicabul
 
Posts: 160
Joined: Wed Oct 04, 2006 10:09 pm
Location: malaysia

Postby Susah masuk » Wed Jun 06, 2007 11:01 am

@atas
:?:................ :?: .......... :?: ........... :?:
User avatar
Susah masuk
 
Posts: 164
Joined: Wed Mar 07, 2007 2:13 pm

Postby kartun abiz » Fri Jun 15, 2007 7:41 am

@atas
Ya bunuh yang murtad!
Ya bunuh yang murtad!
Ya bunuh yang murtad!
Ya bunuh yang murtad!
Ya bunuh yang murtad!

Bener2 deh pelanggaran HAM yang paling mendasar.
Cuma Islam yang selalu turut campur masalah hubungan individu manusia dengan Tuhan.
User avatar
kartun abiz
 
Posts: 305
Joined: Fri May 11, 2007 1:59 am

Re: kenapa muhammad tidak kawin lagi selama masih ada istri

Postby Utbahbinabuwaqqash » Sun Feb 12, 2012 6:04 pm

Kawin lagi / poligami iku termasuk pelecehan sexual (kepada istri 1/sebelumnya)
Pelecehan sexual iku masalah KEKUASAAN
Pelaku pelecehan sexual harus punya kekuasaan terhadap korbannya, bisa aja perempuan ke laki kalo perempuannya punya kuasa ke lakinya
Nabi cabul Muhammad ga bakalan isa nglakuin poligami/pelecehan sexual thd Khadijah, soale kekuasaan ada pada mpok khadijah
Tapi stlh nabi cabul punya kekuasaan, barulah doi bisa melakukan pelecehan sexual/poligami hi..hi..hi..
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am


Return to Muhammad



Who is online

Users browsing this forum: No registered users