.

Berusaha memahami takdir

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

Re: Berusaha memahami takdir

Postby kuisa » Thu Oct 23, 2014 1:22 pm

@murid pandir

PR mu mana?
kuisa
 
Posts: 706
Joined: Mon May 05, 2014 12:33 pm

Re: Berusaha memahami takdir

Postby simplyguest » Thu Oct 23, 2014 1:47 pm

kuisa wrote:@murid pandir

PR mu mana?

Bisanya cuma kasih PR. Dasar emang guru coro.
Jawaban & penjelasanmu mana?

Kayaknya ini thread lebih cocok masuk keranjang sampah.
TSnya nyampah mulu kayak coro.
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Berusaha memahami takdir

Postby kuisa » Thu Oct 23, 2014 3:00 pm

Ma sya Allah nih anak, masa mau belajar di tong sampah :-k


Dimana2, guru memang harus selalu ngalah, murid mau pandir kek, bloon, bebal, sing sabarlah... :-"


simplyguest wrote:Meskipun dengan alasan etika lalu digunakan istilah pengganti untuk menggambarkan ketidakmampuan Allah SWT dalam hal memiliki suatu sifat, tetap saja pada dasarnya hal itu menunjukkan Allah SWT memiliki keterbatasan.

"Mencuri" tetaplah "mencuri", apapun istilah pengganti halusnya.
"Terbatas" tetaplah "terbatas", apapun istilah pengganti halusnya.
kuisa wrote:Saya terima pernyataan ini sebagai pilihan anda untuk mendefinisikan tuhan anda yang terbatas. Pilihan saya adalah sifat tidak menggambarkan kemampuan, dan kemampuan tidak menggambarkan sifat. :goodman:
simplyguest wrote:Coba jawab pertanyaan saya ini :
Allah SWT mampu atau tidak untuk memiliki sifat jahat?
A. Mampu
B. Tidak Mampu.

Paling gak dijawab.
Guru coro mana bisa jawab pertanyaan sederhana kayak gitu.

sifat sama mampu beda dimensi muridku.

kuisa wrote:tanya lagi ntar kalau belum jelas.
simplyguest wrote:Ya itu pertanyaannya :
Perbuatan yang manusia anggap jahat itu dianggap jahat juga tidak oleh Allah SWT?
YA atau TIDAK?

Bisa jawab atau tidak? Atau perlu meliburkan diri lagi sebulan?
kuisa wrote:Ide bagus, akan saya pertimbangkan, terlalu sering melayani murid pandir dan tidak sopan memang agak memuakkan.

PR untuk anda:
Buat kesimpulan dari tulisan yang saya suruh baca: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/setan-itu-makhluk-tidak-mungkin-menyaingi-tuhan-t55016/page160.html#p944917
Katanya kalo belum jelas, suruh tanya. Saya belum jelas, lalu bertanya.
Bukannya dijelasin jawabannya, eh malah ngasih PR lagi.
Dasar guru coro. Gak bisa jawab & jelasin pertanyaan sederhana dari murid, malah ngasih PR trus ngacir maenin burung kepala sekolah.

kuisa wrote:Silahkan ajukan pertanyaan setelah PR anda dikumpulkan.
Ooo.. tidak bisa.
Kalau ada murid yang belum jelas, guru berkewajiban untuk menjawab dan menjelaskan.
Tetap pertanyaannya masih sama :
Perbuatan yang manusia anggap jahat itu dianggap jahat juga tidak oleh Allah SWT?
YA atau TIDAK? Gak bisa jawab? Coro.

Bisa ya bisa tidak. Nah, sekarang kerjakan PR mu

simplyguest wrote:"Akan" itu berarti sudah terjadi atau belum?
Duluan mana kejadiannya? "Ketetapan" atau yang "akan"?
kuisa wrote:Tidak relevant bertanya "duluan mana" ketika Tuhan tidak terikat waktu dan Maha Mengetahui.
Jadi bagi Allah SWT, kejadian itu bukan "akan", tapi "sudah" terjadi?
kuisa wrote:Tidak terbatas waktu artinya tidak ada istilah akan atau sudah.
Kan kamu yang bilang sendiri kalau ketetapannya itu "duluan".
Kok sekarang jadi tidak ada yang "duluan" dan "belakangan"?
Coro emang hobinya jilat ludah kali ya...

Secara dimensi waktu manusia ya duluan.

simplyguest wrote:NGAWOR.
Manusia berusaha, lalu usahanya terwujud, itu bukan merupakan variabel bukti bahwa ada takdir yang meluluskannya.
Manusia berusaha, tapi tidak terwujud, itu juga bukan merupakan variabel bukti bahwa ada takdir yang menghalanginya.

Logika yang anda pakai ini adalah Fallacy. Namanya fallacy appeal to possibility/probability.
Saya kasih contoh :
A : Saya meyakini bahwa anak saya yang hilang itu karena diculik alien.
B : Belum tentu dong. Bisa aja diculik manusia biasa, kesasar, kecelakaan, dll.
A : Tapi faktanya anak saya hilang atau tidak?
B : Hilang.
A : Faktanya anak saya masih ada di sini atau tidak?
B : Tidak ada.
A : Nah, itulah variabel bukti bahwa alien lah yang menculik anak saya.
B : .................. logika bahlul neng.........

Ada yang salah tidak dari logika si A di atas?
kuisa wrote:Analogimu hanya untuk orang2 beragama nan pandir saja, orang beragama apapun dimanapun mengenal penyebab langsung seperti ditabrak mobil, disembuhkan dokter, dikuatkan obat mujarab, diserang virus, ditolong teman, namun hakekatnya adalah "Fate", ada kuasa yang lebih tinggi.
Orang boleh saja meyakini apa pun, terlepas dia beragama atau tidak.
Anda boleh saja meyakini bahwa ada takdir yang meluluskan atau menghalangi hasil dari tindakan anda.
Orang lain boleh saja meyakini bahwa ada alien yang sedang mengatur kehidupan kita dengan radar dan komputer supernya.

Tapi ketika orang itu (termasuk anda) berusaha membuat pembuktian dengan menggunakan logika seperti di atas, dia sudah menggunakan logika fallacy. Logikanya dalam melakukan pembuktian itu sudah salah, ngawur.
Kalau anda mengatakan orang yang menggunakan logika seperti itu sebagai "orang pandir", ya selamat, anda sudah termasuk ke dalam golongan orang2 pandir. Karena anda sudah membuat pembuktian dengan menggunakan logika yang sama.
kuisa wrote:Pahami lagi yang saya bold, disitulah posisi pandirmu. Orang2 beragama walaupun menerima tuhan, alien atau apapun sebagai penyebab segalanya, tetap memahami apa yang disebut penyebab langsung, saya contohkan dengan ditabrak mobil, digigit harimau dll.

Pahami komen saya yang saya bold merah, disitulah letak kecoroanmu.

Si A boleh saja meyakini alien yang menculik anaknya. Kenyataannya anaknya memang hilang.
Tapi jika si A menunjukkan fakta tentang anaknya hilang itu sebagai pembuktian bahwa alien yang menculik, dia sudah menggunakan logika fallacy appeal to possibility/probability.

Kuisa boleh saja meyakini ada takdir yang menghalangi usaha seseorang. Kenyataannya memang kadang usaha seseorang bisa gagal.
Tapi jika Kuisa menunjukkan fakta kegagalan usaha seseorang itu sebagai pembuktian bahwa ada takdir yang menghalangi, Kuisa sudah menggunakan logika fallacy appeal to possibility/probability.

Paham guru coro?

Ya, tapi penjelasan saya kan yang bold hitam, buat apa kamu bawa2 bold merah pake bawa2 analogi pandir segala, kalau belum paham nanya lagi aja ga usah sok2an bawa analogi.

kuisa wrote:Bagi yang jualan tsb, selain penyebab langsung, jika ia beragama, umumnya mengembalikan hal itu pada Yang Maha Kuasa: takdir.

Jika si penjual itu menunjukkan fakta barang dagangannya laku itu sebagai pembuktian bahwa ada takdir yang meluluskan. si penjual itu sudah menggunakan logika fallacy appeal to possibility/probability.

Si penjual yang beragama meyakini ada penyebab langsung seperti ternyata banyak makanan gratis dan fakta bahwa dia tidak survei dulu sebelum jualan, disamping meyakini bahwa memang nasibnya hari itu lagi apes.

kuisa wrote:Sudah tahu letak PANDIR mu dimana? Makanya saya suruh belajar yang benar biar setidaknya kamu ga terlalu pandir. PAHAM!
Gurunya yang coro gak ngerti fallacy appeal to possibility, kok malah ngata2in muridnya pandir.
ngaca
kuisa
 
Posts: 706
Joined: Mon May 05, 2014 12:33 pm

Re: Berusaha memahami takdir

Postby simplyguest » Thu Oct 23, 2014 6:13 pm

kuisa wrote:sifat sama mampu beda dimensi muridku.

"Kemustahilan" itu beda dimensi tidak dengan "ketidakmampuan"?

simplyguest wrote:Ooo.. tidak bisa.
Kalau ada murid yang belum jelas, guru berkewajiban untuk menjawab dan menjelaskan.
Tetap pertanyaannya masih sama :
Perbuatan yang manusia anggap jahat itu dianggap jahat juga tidak oleh Allah SWT?
YA atau TIDAK? Gak bisa jawab? Coro.
kuisa wrote:Bisa ya bisa tidak.

Jawaban model apa itu? Apa maksudnya dengan bisa ya bisa tidak?
Jelasin dong bu guru coro.
kuisa wrote:Nah, sekarang kerjakan PR mu

Ogah.
Jawabannya aja masih jawaban kelas coro, gak jelas, asal2an, sampah.
simplyguest wrote:Kan kamu yang bilang sendiri kalau ketetapannya itu "duluan".
Kok sekarang jadi tidak ada yang "duluan" dan "belakangan"?
Coro emang hobinya jilat ludah kali ya...
kuisa wrote:Secara dimensi waktu manusia ya duluan.

Kalau secara dimensi waktu setan, gimana? Duluan atau belakangan?

kuisa wrote:Ya, tapi penjelasan saya kan yang bold hitam, buat apa kamu bawa2 bold merah pake bawa2 analogi pandir segala, kalau belum paham nanya lagi aja ga usah sok2an bawa analogi.

Guru coro emang seperti itu.
Ngajar pake logika fallacy, tapi waktu muridnya yang mau ngasih tahu pake analogi, eh malah dibilang pandir dan gak usah bawa2 analogi.

kuisa wrote:Bagi yang jualan tsb, selain penyebab langsung, jika ia beragama, umumnya mengembalikan hal itu pada Yang Maha Kuasa: takdir.
simplyguest wrote:Jika si penjual itu menunjukkan fakta barang dagangannya laku itu sebagai pembuktian bahwa ada takdir yang meluluskan. si penjual itu sudah menggunakan logika fallacy appeal to possibility/probability.
kuisa wrote:Si penjual yang beragama meyakini ada penyebab langsung seperti ternyata banyak makanan gratis dan fakta bahwa dia tidak survei dulu sebelum jualan, disamping meyakini bahwa memang nasibnya hari itu lagi apes.

Selama si penjual itu cuma sebatas "meyakini", belum ada yang salah.
Tapi kalau dia sudah melakukan pembuktian keyakinannya itu dengan menggunakan logika pembuktian seperti yang guru coro lakukan, dia sudah salah.
Kenapa? Karena dia sudah menggunakan logika fallacy.
Mirror 1: meyakini
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Berusaha memahami takdir

Postby Utbahbinabuwaqqash » Sat Oct 25, 2014 4:01 pm

Utbahbinabuwaqqash wrote:Takdir...oh... takdir..
TS ga bisa membuat definisi takdir..
Bagi yg mempercayai takdir, saya sarankan mulai saat ini jamgan pernah mempercayai doa doa kalian
Karena dgn adanya takdir, doa ga ada gunanya, lha wong sdh ada takdir, ada rahasia takdir yg ga dimengerti manusia (katanya seh..) hi..hi..
Tapi kalo berdoa utk kenyamanan diri krn wis terbiasa berdoa seh ga papa..
Pokoke bg yg percaya takdir, berbuatlah sesuka hati yg menurutmu nyaman..
Kalo nyaman sholat..ya sholat
Kalo nyaman ga sholat.. Ya ga usah sholat, toh wis ada takdir
Kalo nyaman berbuat baik.. Ya berbuat baiklah..
Tapi kalo nyaman berbuat jahat, mencuri, ngrampok, memperkosa, bandar/pemakai narkoba, mabuk2an... Ya lakukan aja
Kalo wis ditakdirkan masuk sorga, biarpun 99.999 % masa hidupnya jahat, sisa hhidup yg terakhir pasti dibuat spy masuk syuuurga (kata muhammad seh.....)
jadi kesimpulan utk yg percaya takdir:
1. Berhentilah meminta sesuatu dgn doa, krn ga ada gunanya. (berdoa atopun ga berdoa, kalo ditakdirkan punya ya pasti punya, kalo ditakdirkan ga punya ya ga bakalan punya)
2. Berbuatlah sesukamu bin senyamanmu, krn perbuatanmu ga akan ngaruh.., lha wong wis ditakdirkan... Mau gemana lagi hi...hi...hi...hi...
Mirror 1: Berusaha memahami takdir
Follow Twitter: @ZwaraKafir
kuisa wrote:“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." Q. 40: 60.
Utbahbinabuwaqqash wrote:Ya, itu memang perintah allah swt ke muslim utk berdoa..
Tapi perintah itu adalah perintah paling dongok
Lha wong wis ada takdir, kog masih disuruh berdoa..
Dgn konsep takdir, utk apa lg berdoa! Mau berdoa ato ga berdoa, ga ngaruh
Memang allah swt itu sembahan paling dongok.. Hi...hi..

supaya tambah jelas, simaklah kisah berikut ini
- Sebelum murid2 SMA yg baru masuk di tahun ajaran yg baru, kepala sekolah wis menetapkan
Murid A juara 1
murid B juara menyanyi
Murid C pemenang kontes putri
Murid bernama kuisa akan dihukum dan akhirnya drop out.
Murid bernama mamad juga akan dihukum dan ga akan lulus SMA
-tahun ajaranpun dimulai
-eh..kepala sekolah memberi perintah kepada seluruh murid, agar meminta kepadanya spy diberi nilai yg bagus, prestasi yg baik dan lulus SMA
Hi..hi..
Kepala sekolahnya dongok bukan?
Kalo ga dongok berarti doi penipu!

Masihkah ada gunanya si kuisa dan mamat meminta ke kepala sekolah agar menjadi juara 1, berprestasi dan lulus SMA?
Mau minta sampe mencretpun ga bakalan bisa, lha wong wis ditetapkan drop out dan ga lulus..!
Gitu juga murid A, ga ada gunanya minta sama kepala sekolah, berbuat sesuka hati aja, pasti doi juara 1
Hi..hi..
Ingat ya, point nya : JIKA ADA TAKDIR, UNTUK APA MANUSIA BERDOA??????????????????????
HI..HI..HI
Mirror 1: Berusaha memahami takdir
Follow Twitter: @ZwaraKafir

kuisa wrote:Karena setiap orang tidak mengetahui takdir apa yang menantinya, setiap orang akan dipermudah menuju takdirnya masing2.

Hadis riwayat Imran bin Hushain ra., ia berkata:
Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang telah menjadi takdirnya. (Shahih Muslim No.4789)

Ya betul itu,
Di islam, konsep takdir memang begitu, setiap muslim ga mengerti takdirnya apa.
memang muslim ga mengerti takdirnya apa, tapi muslim ngerti dan percaya kalo ada takdir.
Justri krn ga mengerti takdirnya itu apa, ya berbuatlah senyaman dirinya aja, toh wis ada takdir yg tdk dimengertinya.
Kalo nyaman ga sholat, ya ga usah sholat
Kalo nyaman ga bayar zakat ya ga usah bayar zakat
Kalo nyaman ga puasa, ya ga uaah puasa
Kalo nyaman ga berhaji ya ga usah berhaji
Kalo nyaman ngikuti gaya hidup kafir Yahudi, barat, kristen dll, ya lakukan aja
Toh wis ada takdir
Ga perlu berdoa ke allah swt, karena memang ga ada gunanya doa muslim itu, lha wong segala sesuatu wis ditakdirkan (kata muhammad seh) hi..hi..
kuisa wrote:Si kepala sekolah bisa saja diganti tiba2 sebelum raport dibagikan, atau ada suatu kejadian yang menyebabkan si kepala sekolah yg bersangkutan menyadari kekeliruannya. :goodman:
hi..hi.. Ga nyambung bin nglantur
Lha wong analoginya kepala sekolah itu = allah swt kog..
Jd maksudmu allah swt itu bisa diganti dan doi melakukan kekeliruan dgn menetapkan takdir muslim (murid2 SMA)
Tapi aku seneng kalo kamu nglantur / pura2 nglantur, itu membuktikan ke aku kalo konsep takdir islam memang ga bisa dibela..
Siapapun yg mencoba membela, pasti ga bisa njawab dgn bener dan bisanya cuma mengandalkan ''pura2 ga ngerti / pura2 nglantur'' hi..hi..
Pointnya tetep bos, belum terjawab, kalo bener ada takdir, apa sih GUNANYA doa muslim???? Hi...hi...hi...hi..hi..
Mirror 1: Berusaha memahami takdir
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Berusaha memahami takdir

Postby keeamad » Wed Oct 29, 2014 2:07 am

User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Previous

Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: No registered users