.

muhammad dan arab tdk mengenal bermaafan pd saat kebaran?

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

muhammad dan arab tdk mengenal bermaafan pd saat kebaran?

Postby keeamad » Thu Jul 31, 2014 5:07 pm

http://blog.al-habib.info/id/2014/07/uc ... -arab.html

Ucapan Idul Fitri dalam Bahasa Arab

Idul Fitri adalah hari raya umat islam. Meski tak ada keharusan, sebagian kita mengucapkan selamat idul fitri dengan doa-doa dalam bahasa arab. Namun sebagian orang kesulitan dalam mencari tulisan atau transliterasi dari ucapan yang biasa diucapkan untuk idul fitri dalam bahasa arab ini.

Berikut ini adalah kata-kata ucapan atau doa untuk lebaran (idul fitri) yang biasa diucapkan oleh orang arab atau biasa disampaikan dalam bahasa arab:

‘Id sa’id (عيد سعيد, kadang memakai gaya bahasa inggris Eid saeed, Selamat Id/Lebaran)

‘Id mubarak (عيد مبارك ,kadang memakai gaya bahasa inggris Eid mubarak, Lebaran penuh berkah dari Allah)

‘Idkum mubarak (عيدكم مبارك, ‘Id yang penuh berkah atasmu)

Kullu ‘aam wa antum bikhair (كل عم و انتم بخير ,Semoga engkau selalu dalam kebaikan sepanjang tahun)

Kullu sannah wa antum thayyiban (كل سنه وانت طيب , artinya mirip dengan yang di atas)

Taqobbalallahu minnaa wa minkum (تقبل الله منا و منكم ,Semoga Allah menerima – amalan – dari kita dan darimu)

Ja’alanallaahu minal ‘aidin wal faizin (من العايدين والفايزين ,Semoga Allah menjadikan kita orang yang kembali – suci – dan memperoleh kemenangan, kadang dipotong hanya sebagai minal ‘aidin wal faizin, dan kadang disalahartikan sebagai mohon maaf lahir batin.
Lihat: Minal ‘aidin wal faizin bukan berarti mohon maaf lahir batin.)

Tak jarang juga kombinasi dari kata-kata atau kalimat di atas dirangkai menjadi ucapan selamat lebaran dalam bahasa arab yang lebih panjang. Seperti:

كل عام وانتم بخير .. عيدكم مبارك من العايدين ومن الفايزين

عيدكم مبارك وسعيد وكل عام وانتم بخير

Semoga bermanfaat.

=======================

http://blog.al-habib.info/id/2009/08/ar ... batin.html

Arti Minal ‘Aidin wal Faizin bukan Mohon Maaf Lahir Batin

Ucapan ini: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin, merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari lebaran baik melalui lisan ataupun kartu ucapan idul fitri. Ada dua kalimat yang diambil dari bahasa arab di sana, yaitu kalimat ke dua dan tiga. Apakah arti kedua kalimat itu? Dari mana asal-usulnya? Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal ‘aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Benarkah dua kalimat yang terakhir memiliki makna yang sama?

Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkum di antara mereka. Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. Para sahabat juga biasa menambahkan: shiyamana wa shiyamakum, semoga juga puasaku dan kalian diterima.

Jadi kalimat yang ke dua dari ucapan selamat lebaran di atas memang biasa digunakan sejak jaman para Sahabat Nabi hingga sekarang.

Lalu bagaimana dengan kalimat: minal ‘aidin wal faizin? Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )

Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri. ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian)

Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.

Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita).
Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah).

Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.

Wallahu a’lam.
===================================

Pertanyaan:
Adakah hukum dari quran atau hadist (Yg Mengharuskan Orang) untuk :
[b]MEMINTAF MAAF PD SAAT LEBARAN IEDUL FITRI .... ???[/b]
:goodman:
Mirror: muhammad dan arab tdk mengenal bermaafan pd saat kebaran?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
keeamad
 
Posts: 6943
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: muhammad dan arab tdk mengenal bermaafan pd saat kebaran

Postby swatantre » Fri Aug 01, 2014 3:33 pm

Halal bihalal, ngabekten, sungkem, itu semua adalah tradisi Indonesia yang diklaim jd milik islam...
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah


Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: No registered users