.

FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby prisca » Mon Jun 24, 2013 12:19 pm

MaNuSiA_bLeGuG wrote:alasan utama sehingga BBM mengalami kenaikan adalah karena subsidi yg tidak tepat sasaran, terutama subsidi premium yang ternyata juga dinikmati orang2 yg kaya. akan tetapi pemerintah mengeluarkan solusi yg katanya lebih baik yaitu dengan menaikan BBM yang disertai dgn BLSM ( bantuan langsung sementara masyarakat ) sebagai pengganti biaya kenaikan yg katanya (lagi) disalurkan langsung kepada keluarga miskin, sehingga subsidi menjadi lebih tepat sasaran (katanyaaa...).


Kalau sy kok lebih setuju yg ini:
jdi sebenarnya, permasalahan kita bukan di subsidi BBM, tapi pemerintah kita yg ga becus mengurus negara.

sebagai alasan utama..

Ini, yg membuat kepercayaan masyarakat pd pemerintah sgt rendah.
Jk pemerintah "becus" pasti tindakan anarkis para demonstran tdk akan pernah terjadi, krn kepercayaan pd kebijakan pemerintah tdk akan menjerat leher kaum krg mampu di Ina.
Lagi..lagi karena budaya korupsi
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby prisca » Mon Jun 24, 2013 12:31 pm

1234567890 wrote:lingkaran setan pembangunan di indonesia

public transport amburadul ... jadi orang terpaksa pake kendaraan pribadi

biaya subsidi bbm naik karena makin banyak yang pake

duit untuk memperbaiki public transport diabisin untuk subsidi dan korufsi
dan PT yang ada dirusak pengguna ....
jadi balik ke langkah 1

untuk memperbaiki masalah ini, ya pengguna harus bisa merawat dan pemerintah harus bisa menahan diri
jangan langsung kesurupan kalo liat duit
dan juga infrastruktur yang lebih baik
ga perlu mendatangkan ahli macem macem
konsep mass transport sudah banyak .... tinggal ambil 1
alesan pemerintah mendatangkan ahli ya hanya untuk cari kesempatan untuk korupsi dan jalan jalan

semua kota besar di dunia udah punya mass rapid transit sendiri
dan systemnya ga banyak berbeda
hanya paling masalah dengan penempatan stasiun dan jalur
underground atau overpass
mau taro stasiunnya di mana ?

sisanya .... seperti ticketing system, rolling stock, signalling etc ... semua bisa ambil yang off the shelf

memang indonesia punya masalah juga dengan infrastruktur yang kurang memadai
misal, listrik yang senen kemis ....
kalau sampe kejadian mati lampu dan mrt indonesia pake listrik ikut mati ... kan berabe

FeNoMeNa dan DiLeMa BBM
Mirror
Faithfreedom forum static

Setuju..
Dengan meningkatkan kualitas kendaraan umum termasuk keamanannya jg, selain mengurangi konsumsi BBM, jg memecah kemacetan(hahaha...enak banget yea sy ngomongnya)

Untuk mau mengikuti negara2 lain dgn tenaga listrik, jk sumbernya saja "senin kamis" yach seperti bro 1234567890 bilang "amburadul" lgpl Ina itu bukan negara kecil.
Harus butuh banyak "Jokowi" di tiap2 daerah..
:green: mimpi...kpn jadi kenyataan :axe:
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby prisca » Mon Jun 24, 2013 12:45 pm

Di sing juga sdh mulai bertebaran mobil2 tnp BBM(electric car) dlm tahap awal, pemerintah jg tdk hanya sekedar gembor2 tnp memfasilitasi/berhenti di tengah jalan.
Ini contoh, determined pemerintah;
http://m.flickr.com/photos/keropok/4244852012/lightbox/
Image

Ini hanya sekedar berbagi.
Mengingat informasi dr mr MB ttg "gas" dan perbandingannya dgn negeri Jiran.

Betapa pemerintah tdk bersungguh2 dgn solusi2 yg dibuat sendiri.
Seperti sdg bermain2..ditinggalkan setelah bosan
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby 1234567890 » Mon Jun 24, 2013 1:30 pm

prisca wrote:Dengan meningkatkan kualitas kendaraan umum termasuk keamanannya jg, selain mengurangi konsumsi BBM, jg memecah kemacetan(hahaha...enak banget yea sy ngomongnya)

Untuk mau mengikuti negara2 lain dgn tenaga listrik, jk sumbernya saja "senin kamis" yach seperti bro 1234567890 bilang "amburadul" lgpl Ina itu bukan negara kecil.
Harus butuh banyak "Jokowi" di tiap2 daerah..
:green: mimpi...kpn jadi kenyataan :axe:

sebenernya ukuran negara ga masalah

lagian transportasi massal itu lebih ke arah lokal ....
jadi ukurannya per kota
mrt di jakarta ... kan ga bakalan nyampe bandung
jadi sebenernya ga sulit untuk membuat mrt di jakarta

banyak kota kota besar di dunia yang punya penduduk lebih banyak dari jakarta dan luas wilayah yang lebih gede dari jakarta mampu mengimplementasikan mrt mereka
dan juga mereka ngebangun mrt itu setelah kotanya ada ... bukan dirancang dari 0

kalau mereka bisa, kenapa indonesia ga bisa ?
secara ga langsung pemerintah mengakui kalau mereka sendiri terlalu dungu untuk merencanakan hal tersebut

moga moga jokohok bisa merubah cara berpikir masyarakat
segala sesuatu dimulai dari yang kecil dulu ... jokohok merubah jakarta .. merubah pola pikir masyarakat ... yang doyan ngerusak
nanti kalau jakarta sukses, kota lain akan terpaksa ngikut
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby prisca » Mon Jun 24, 2013 3:25 pm

Pada dasarnya, bukan menyalahkan ataupun membela SBY, krn bagaimana pun juga ini adl tahun politik, krn tahun depan adl pemilu.
Seperti sdh sy ungkapkan sebelumnya; bahwa keputusan untuk menaikkan harga BBM akan membuat (terutama) Demokrat, parpolnya SBY bakal jadi sasaran empuk partai oposisi untuk menarik simpati rakyat.

Jadi, bisa diambil kesimpulan bhw govt mengambil keputusan ini bukan untuk menarik simpati, tp krn langkah tersebut tdk diambil, sektor lain akan jd korban.
Yg mjd mslh adl solusi dr kenaikan BBM itu..dan dampak bagi masyarakat kecil.
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby SMF » Mon Jun 24, 2013 6:12 pm

fayhem wrote:Menurutku salahnya itu diawal pemberian subsidi BBM, biarlah sejak awal BBM mahal, karena dengan begitu jumlah kendaraan tidak akan meningkat pesat dan menimbulkan kemacetan-kemacetan
Tapi itu dah terjadi, marilah kita dukung pemerintah memecahkan semua masalah

Bukannya aq bela SBY, tapi cobalah melihat sudut pandang lain


Tdk disubsidi pun, kendaraan akan tetap bertambah pesat.
Masalahnya knp Indonesia masi hrs impor? Tidak bisakah kita mencukupi sendiri?
Knp Indonesia masi bnyk penyeludupan BBM?
SMF
 
Posts: 164
Joined: Wed Jan 18, 2012 5:15 pm

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby Rashid » Mon Jun 24, 2013 10:13 pm

Nyang namanye BBM sampe naik harga secare otomatis harga harga pokok juge bakalan naek.
Berape banyak mobil2 & moge nyang ikutan ngisi premium di spbu spbu bersubsidi?
Ntuh nyang bikin stok BBM bersubsidi, banjir, melebihi kapasitas kuantitas BBM bersubsidi & bikin pemerintah megap megap tambal sini sana.

Nyang paling tepat ne, harusnye pemerintah mulai memperketat peredaran BBM bersubsidi supaye harga mahal nyang di bayar warga kagak ketemu same nyang namanye sia sia
Rashid
 
Posts: 380
Joined: Thu May 09, 2013 1:02 pm

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby angky » Tue Jun 25, 2013 11:25 am

Pendapat pribadi nih, sebaiknya BBM dinaikkan pada level harga komersial, hilangkan semua komponen subsidi dari harga premium. Alasan ane :
1. Harga premium (terlepas benar tidaknya premium di Ina) sebelum dinaikkan adalah yang termurah no 3, sekarang no 6 didunia.
2. Indonesia adalah importir minyak bukan lagi eksportir minyak. Kita sudah keluar dari keanggotaan OPEC sejak menjadi net importir akibat produksi yg terus menurun.
3. Terlalu banyak uang negara terbuang sia sia dijalanan yang sangat macet, kalau ane tidak salah ingat, perhitungan kasar kurang lebih 1-2 T/bulan uang dibakar sia sia akibat kemacetan jalanan.

Solusinya apa :

1. Masyaratkat seharusnya demo meminta diperbaiki nya infrastruktur baik itu memulai pembangunan jalan raya, TOL, MRT, Bis Umum, Kereta api bukan demo harga BBM. Infrastruktur yang baik otomatis membuat masyarakat pindah dari kendaraan pribadi ke public transportation. Tahun 1970an indonesia adalah negara pertama yang memiliki tol dengan panjang 40 KM, sementara malaysia, thailand apalagi cina NOL Km. Tahun 2013 china sudah memiliki kurang lebih 70,000 Km panjang jalan tol, Malaysia hampir 2000 Km dan indonesia hmmm kurang dari 1000 Km.

Indonesia sudah memiliki wacana MRT sejak 20 tahun yang lalu dan baru tahun 2013, dimulai pembangunannya. Sementara negara lain sedang sibuk memperluas jaringan MRT. Bahkan di negara negara tertentu, dipelosok daerah nya, kita bisa dengan nyaman menggunakan trem sementara jakarta justru membuang trem yang dibangun oleh belanda.

Jika kita ingin mengirimkan barang dari pulau jawa ke pulau sumatra, kalimantan atau irian jaya maka bersiap siaplah untuk merogoh kocek lebih dalam dibandingkan kita mengirimkan barang ke LN karena besarnya biaya siluman baik di jalan raya, pelabuhan dan lamanya perjalanan akibat kemacetan. Luarbiasa sekali negara ini dalam mengelola transportasi. JADI, Marilah DEMO dan desak pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur bukan demo BBM.

2. Tahun lalu ane pernah bertanya dalam trit DI, mengapa pemerintah tidak mendukung kendaraan HYBRID, malah sengaja memasukkan kendaraan ini sebagai kendaraan mewah??? Harga sebuah PRIUS (1500CC) adalah USD 20,000 setelah dikenai ppn dan pajak barang mewah, di negara kita bisa dikendarai setelah mengeluarkan uang RP 500 Juta. :lol: Bukankah seharusnya pemerintah ikut mendukung program mobil hybrid saja demi mengurangi pemakaian BBM?? Terlalu banyak kepentingan pribadi yang akan terganggu oleh program ini ane rasa. Aneh nya, saat ini pemerintah sedang mendorong manufaktur untuk memproduksi mobil murah dengan catatan komponen lokal minimal 75%. Bagaimana kita akan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi jika pemerintah, atas nama industri komponen, mendorong orang untuk membeli kendaraan??

Wallahualam bis shawab..... :green:

FeNoMeNa dan DiLeMa BBM
Mirror
Faithfreedom forum static
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Tue Jun 25, 2013 2:24 pm

MaNuSiA_bLeGuG wrote:alasan utama sehingga BBM mengalami kenaikan adalah karena subsidi yg tidak tepat sasaran, terutama subsidi premium yang ternyata juga dinikmati orang2 yg kaya. akan tetapi pemerintah mengeluarkan solusi yg katanya lebih baik yaitu dengan menaikan BBM yang disertai dgn BLSM ( bantuan langsung sementara masyarakat ) sebagai pengganti biaya kenaikan yg katanya (lagi) disalurkan langsung kepada keluarga miskin, sehingga subsidi menjadi lebih tepat sasaran (katanyaaa...).

prisca wrote:Kalau sy kok lebih setuju yg ini:

jdi sebenarnya, permasalahan kita bukan di subsidi BBM, tapi pemerintah kita yg ga becus mengurus negara.


prisca wrote:sebagai alasan utama..

Ini, yg membuat kepercayaan masyarakat pd pemerintah sgt rendah.
Jk pemerintah "becus" pasti tindakan anarkis para demonstran tdk akan pernah terjadi, krn kepercayaan pd kebijakan pemerintah tdk akan menjerat leher kaum krg mampu di Ina.
Lagi..lagi karena budaya korupsi


hahaha..kok harus dipisahkan mba pris ? kan ketidakmampuan pemerintah menjamin penyaluran produk subsidi secara tepat adalah salah satu bentuk ketidak becusan mereka :green:

sebenarnya yg pengen gw sampein adalah jika mereka ga becus mengatur subsidi BBM biar tepat sasaran, apa yg membuat mereka yakin bhw BLSM akan tepat sasaran ? karena dari berbagai macam program bantuan pemerintah, selalu saja terdapat penyimpangan. padahal untuk mengatur agar BBM subsidi tepat sasaran itu lumayan mudah, asal pemerintah mau tegas memerintahkan setiap SPBU utk tidak melayani kendaraan pribadi roda 4, plat merah, dan pembelian dengan jerigen utk membeli premium dgn ancaman skorsing bagi SPBU yg melanggar. 3x melanggar = tutup permanen + pengusaha bersangkutan tidak akan diberi izin baru selama 1 tahun. dengan demikian maka konsumsi premium akan berkurang dan mengurangi beban negara.

nah, berikutnya klo emg pemerintah kita itu becus, mereka seharusnya sudah menyediakan SPBG yg banyak untuk menampung orang2 yg beralih ke BBG. akrena kemungkinan besar pemilik kendaraan roda 4 yg dilarang membeli premium pastinya rada mikir 1000 kali utk beralih ke pertamax yg 9000/liter. dengan harga BBG yg hanya3.100/liter setara premium, dijamin mereka pada berlomba2 utk beralih ke BBG, tidak ahanya para pemilik kendaraan pribadi yang akan tertarik utk beralih, para pemilik bisnis angkutan pun pasti akan lebih tertarik lagi karena ini artinya untung besar, ongkos angkutan menurun, semua harga ikut turun,dan orang pun bisa jdi lebih memilih utk naik angkutan umum, dan semua senang hehe...

wah bro, harga konverternya kan mahal sekitar 15 jutaan ?


wah bro, klo punya mobil sih dijamin lah gajinya ga cuma sejuta dua juta, semua orang tau harga mobil di indo itu mahal, 300% dari harga asli. klo ada orang bisa betah nabung bwt bayar harga mobil yg 300%, masak ga bisa nabung cm 15 juta :lol:

tapi klo emg udah ada yg terlanjur sok belaga kaya dgn cara kredit, ga usah khawatir karena ini juga akan jdi lahan baru bwt adira dan kawan2 kok hehehe...ga lama juga pasti ada kreditan konverter BBG, ato malah kreditan mobil udah sepaket ama konverter :lol:

dengan konversi ke BBG, akhirnya pengguna premium subsidi semakin berkurang dan yang pasti para pengguna premium subsidi pun tergiur utk beralih ke BBG, 4500 dan 3100 itu tetap lebih murah 3100. dan dengan menggunakan premium subsidi, mereka bisa lebih cepat nabung buat beli konverter. akhirnya, pengguna premium subsidi akan mencapai titik minimal ( karena ga mungkin tidak ada sama sekali pengguna premium) yang tidak akan mengharuskan negara utk impor premium. karena sebenarnya inilah yg memberatkan anggaran negara, impor BBM kita itu dalam bentuk JADI dan bukan mentah, udah belinya dgn harga komersil trus dijual didalam negrinya harga subsidi :lol:

jdi utk mengurangi beban anggaran negara karena subsidi itu ga harus dgn pencabutan subsidi, tapi ada cara lain yaitu dgn mengurangi konsumsi dgn produk subtitusi yaitu BBG
. nah disini lagi letak tidak becusnya pemerintah kita, masalah subsidi ini udah lama, bukan hal baru. tapi dari dulu sampe sekarang cuma bisa tarik ulur soal cabut atau tidak subsidi BBM. kayak ga ada solusi lain aja :roll:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby angky » Thu Jun 27, 2013 11:36 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:wah bro, harga konverternya kan mahal sekitar 15 jutaan ?

wah bro, klo punya mobil sih dijamin lah gajinya ga cuma sejuta dua juta, semua orang tau harga mobil di indo itu mahal, 300% dari harga asli. klo ada orang bisa betah nabung bwt bayar harga mobil yg 300%, masak ga bisa nabung cm 15 juta :lol:

tapi klo emg udah ada yg terlanjur sok belaga kaya dgn cara kredit, ga usah khawatir karena ini juga akan jdi lahan baru bwt adira dan kawan2 kok hehehe...ga lama juga pasti ada kreditan konverter BBG, ato malah kreditan mobil udah sepaket ama konverter


Tidak setuju bro. Sampai sekarang keamanan pemakaian converter belum ada standarisasi dari manufaktur kendaraan. Jika memang harus menggunakan BBG, mengapa tidak dari manufaktur saja yang melakukan integrasi sistem nya. Seperti apa yang dilakukan untuk opsi mobil Hybrid dan Listrik. Bisa bisa nanti ada yang memanfaatkan untuk jadi bom berjalan :green: .

Opsi lain adalah menggunakan bahan biodiesel dan metanol, lahan kita kan sangat luas sekali. Saat awal awal biodiesel dan biometanol, banyak sekali perusahaan yang mendirikan pengolahan ini. Sekarang sepengetahuan ane tinggal 1 atau 2 saja yang masih bertahan, lain nya bangkrut. Lagi lagi karena tidak ada support pemerintah.
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Thu Jun 27, 2013 12:09 pm

angky wrote:
Tidak setuju bro. Sampai sekarang keamanan pemakaian converter belum ada standarisasi dari manufaktur kendaraan. Jika memang harus menggunakan BBG, mengapa tidak dari manufaktur saja yang melakukan integrasi sistem nya. Seperti apa yang dilakukan untuk opsi mobil Hybrid dan Listrik. Bisa bisa nanti ada yang memanfaatkan untuk jadi bom berjalan :green: .


yah, begitu pula ketika kita sedang memasyarakatkan tabung gas 3kg tapi akhirnya sekarang aman2 aja toh ? tinggal si pemake aja yg harus dididik cara penggunaan dan perawatan yg benar.

angky wrote:Opsi lain adalah menggunakan bahan biodiesel dan metanol, lahan kita kan sangat luas sekali. Saat awal awal biodiesel dan biometanol, banyak sekali perusahaan yang mendirikan pengolahan ini. Sekarang sepengetahuan ane tinggal 1 atau 2 saja yang masih bertahan, lain nya bangkrut. Lagi lagi karena tidak ada support pemerintah.


nah ini jg gw setuju, asal solusi kita tidak muter2 disekitar bahan bakar fosil aja. :green:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby 1234567890 » Thu Jun 27, 2013 4:20 pm

bom ijo 3 kilo ....

saking ringan, pengguna nyimpenya asal
pas bawa juga di banting banting seenak jidatnya

pas mbeledugh ... mewek dah
tapi memang kualitas bomnya juga kurang bagus :green:
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Fri Jun 28, 2013 8:36 am

fayhem wrote:Soal ga becus itu masalah lain bro, kalo menolak solusi dengan beralasan nanti dapat diselewengkan, ya tolak aja semua kebijakan-kebijakan pemerintah, karena pasti bisa diselewengkan


lah emang itu maksud gw, jangan malah bikin produk baru, tapi lebih baik perbaiki yg ada. bukan malah bikin program BLSM, tapi perbaiki sistem agar subsidi tepat sasaran. BLSM, udah menyegsarakan semua lapisan tapi keakuratan data nya aja diragukan, bahkan baru2 ini si bekatul semriwing aja udah ngaku kalo data BLSM ga beres. http://www.merdeka.com/peristiwa/tifatu ... kurat.html hanya mengganti masalah yg satu dgn yg lain. mau program apapun yg dibuat klo tidak mampu membuat sistem/mekanisme yg tepat, buat apa ?

dengan tidak menyadari pentingnya membenahi mekanisme utk memecahkan masalah ketimbang membuat program bantuan lainnya, itu sudah pasti ga becus. masalah subsidi ini masalah lama, tapi setelah bertahun2 cuma bisa membuat 1 solusi yaitu cabut subsidi ? itu sudah pasti ga becus. ada alternatif bahan bakar murah tapi tetep milih yg mahal, itu sudah pasti ga becus. btw, cadangan minyak kita itu hanya akan bertahan 10-14 tahun lagi, walau dicabut sekalipun semua subsidi, tetap saja BBM akan memberatkan anggaran karena cepat atau lambat itu artinya kita harus impor minyak 100%, dan jika kita masih berkutat seputaran minyak dan tidak segera beralih ke bahan bakar alternatif dari sekarang, itu sudah pasti ga becus. dan dengan tidak melakukan konversi ke gas yg bisa memecahkan banyak masalah sekaligus, yaitu meringankan beban anggaran akibat subsidi,impor minyak,polusi, defisit cadangan minyak, dll, itu sudah pasti definitely sure 1000% pemerintah kita ga becus :green:

http://finance.detik.com/read/2013/06/1 ... asan-tahun

fayhem wrote:wah ini namanya tidak adil, banyak juga orang yang hidupnya pas-pasan tapi punya mobil
tapi kalo plat merah sih setuju
tapi solusi ini bisa diselewengkan juga lho


mmm...bukankah mobil termasuk kategori barang mewah ? kalo merasa pas2an, kenapa beli mobil ? dan kok bisa beli mobil ? :-k

oke lah mungkin ada orang yg pas2an bisa membeli mobil yg harganya 300% dari harga asli, tentunya dia punya jalan untuk mencapai itu kan ? ya udah, diulang saja prosesnya utk mendapatkan konverter hehehe...

fayhem wrote:Wah BBG masih berbahaya, bagaimana jika terjadi tabrakan ? atau selip ? selang bocor, dan ada perokok disitu...
ga perlu teroris lagi tuh buat event ledakan :D
Belum lagi orang yang suka merokok saat berkendara


ahahaha...klo udah namanya selang bocor, BBM juga bisa bikin mobil mledugh :lol:

gini aja deh, klo emg BBG begitu berbahayanya kenapa banyak negara malah menggunakannya ? di tahun 2011 saja, saat kita hanya punya 9 spbg, malaysia udah punya 400. :green:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby angky » Fri Jun 28, 2013 11:36 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:yah, begitu pula ketika kita sedang memasyarakatkan tabung gas 3kg tapi akhirnya sekarang aman2 aja toh ? tinggal si pemake aja yg harus dididik cara penggunaan dan perawatan yg benar.


masa harus melalui jatuh korban dahulu supaya program tsb berhasil?? Jika minyak tanah masih bisa didapatkan dengan mudah mungkin masyarakat akan kembali keminyak tanah saat itu.
Pemakai mobil kebanyakan masyarakat yang "rada terdidik" sehingga jika ada kasus mobil mbeleduk mereka akan reluctant untuk mendukung program ini. Seingat ane sih, kasus meleduk pernah terjadi pada salah satu bis trans jakarta. Saat itu tidak ada korban karena sedang kosong. Bagaimana jika terjadi pada diri kita, keluarga kita??

MaNuSiA_bLeGuG wrote:ahahaha...klo udah namanya selang bocor, BBM juga bisa bikin mobil mledugh :lol:

gini aja deh, klo emg BBG begitu berbahayanya kenapa banyak negara malah menggunakannya ? di tahun 2011 saja, saat kita hanya punya 9 spbg, malaysia udah punya 400.


Ane kurang mengikuti di negara lain, tetapi satu hal yang ane paham adalah negara negara maju tidak akan memperbolehkan keselamatan menjadi nomor 2. Harus diuji berulang kali sebelum sistem tsb diproduksi massal. Jadi menurut ane sih, program pengalihan ke bahan bakar alternatif, gas atau shale ga, harus dibebankan pada produsen kendaraan. Kita tidak ingin toh, mengendarai bom berjalan?? :green:
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Fri Jun 28, 2013 12:41 pm

angky wrote:masa harus melalui jatuh korban dahulu supaya program tsb berhasil?? Jika minyak tanah masih bisa didapatkan dengan mudah mungkin masyarakat akan kembali keminyak tanah saat itu.
Pemakai mobil kebanyakan masyarakat yang "rada terdidik" sehingga jika ada kasus mobil mbeleduk mereka akan reluctant untuk mendukung program ini. Seingat ane sih, kasus meleduk pernah terjadi pada salah satu bis trans jakarta. Saat itu tidak ada korban karena sedang kosong. Bagaimana jika terjadi pada diri kita, keluarga kita??


ya ga gitu juga kali bro, kalo seberbahaya itu maka negara besar seperti iran dan india tidak akan menjual hingga jutaan kendaraan BBG kepada rakyatnya. pemikiran bhw kendaraan ber BBG itu ibarat mobil dipasang tabung gas 3kg yg ijo itu sangat2 tidak akurat, karena gas yg digunakan juga berbeda. tabung gas 3kg yg kita pake masak itu adalah LPG ( liquefied petroleum gas ) sedangkan yg dipake utk kendaraan itu adalah CNG ( compressed natural gas ) atau LNG ( liquefied natural gas ), klo LPG berasal dari propane dan butane maka CNG berasal dari methane. LPG emang mudah sekali terbakar, akan tetapi CNG tidak sama dgn LPG karena bersifat sangat ringan dan mudah terurai di udara dan jarak bakarnya yang pendek, maka tidak tidak akan mudah terbakar seperti LPG. CNG bisa dikatakan sama amannya seperti kendaraan BBM.

https://en.wikipedia.org/wiki/Natural_gas_vehicle
http://www.diffen.com/difference/CNG_vs_LPG

angky wrote:Ane kurang mengikuti di negara lain, tetapi satu hal yang ane paham adalah negara negara maju tidak akan memperbolehkan keselamatan menjadi nomor 2. Harus diuji berulang kali sebelum sistem tsb diproduksi massal. Jadi menurut ane sih, program pengalihan ke bahan bakar alternatif, gas atau shale ga, harus dibebankan pada produsen kendaraan. Kita tidak ingin toh, mengendarai bom berjalan?? :green:


seperti yg udah gw sebut diatas, kendaraan BBG itu aman, seaman kendaraan BBM. negara maju seperti amrik dan jerman malah menggunakan BBG utk kendaraan transportasi massal sprti bus loh....
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby 1234567890 » Fri Jun 28, 2013 4:04 pm

sebenernya banyak pabrik yang jual conversion kit untuk jadi bbg

di sini (negeri kapeer) hampir semua pom bensin punya pengisian gas
dan juga mayoritas taksi dan bus pake bbg

bbg sendiri sebenernya sama aja dengan bbm
memang kelemahannya, bbg ngurangin bagasi ... karena tabung gasnya biasanya ada di bagasi

masalah bbg di indonesia adalah orang indonesia ga peduli dengan perawatan
(malahan kadang kadang mereka sok tau , berusaha ngutak ngutik sendiri dan akhirnya malahan ngerusak)
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby harahap » Sun Jun 30, 2013 5:55 pm

tanya ...
sampai sekarang saya gak tahu kebenarannya

semestinya subsidi BBM itu benar2 ada yang di subsidi apa nggak sih ?

defisit benar atau defisit rekayasa atau sengaja dibuat defisit ? saya kesulitan membedakannya ... maklum kawulo alit ...

FeNoMeNa dan DiLeMa BBM
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
harahap
 
Posts: 2129
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: FeNoMeNa dan DiLeMa BBM

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Mon Jul 01, 2013 12:19 pm

harahap wrote:tanya ...
sampai sekarang saya gak tahu kebenarannya

semestinya subsidi BBM itu benar2 ada yang di subsidi apa nggak sih ?


subsidi BBM itu memang bener ada bang, karena sejatinya nilai ekonomis premium itu adalah sekitar rp.10.000. oleh karena adanya subsidi maka kita bisa membeli 4.500/liter (tadinya) dan sekarang 6.500/liter. menurut data 2011, konsumsi bbm subsidi kita adalah 41,79 juta kiloliter atau 41,79 milyar liter. nah tinggal dikalikan aja dengan selisih yg disubsidi pemerintah tsb utk tau beban anggaran kita :lol:

harahap wrote:defisit benar atau defisit rekayasa atau sengaja dibuat defisit ? saya kesulitan membedakannya ... maklum kawulo alit ...

FeNoMeNa dan DiLeMa BBM
Mirror
Faithfreedom forum static


klo soal sengaja atau tidaknya mungkin agak susah utk nentuinnya, awalnya mungkin bukan karena kesengajaan tapi karena kebutuhan. akan tetapi, karena setelah bertahun2 kita mengetahui bhw subsidi memang memberatkan anggaran namun tidak dapat membuat solusi lain selain mengurangi subsidi utk pemecahannya padhal banyak ahli yg sudah menyarankan utk mengalihkan penggunaan ke arah bahan bakar alternatif, saya rasa itu mungkin adalah sebuah kesengajaan. karena tidak sedikit orang kuat yg bermain2 di sektor minyak yg tentunya akan merugi kalo sampe minyak tidak jadi primadona lagi.

bayangkan saja, minyak kita akan habis kurang lebih 10 hingga 14 tahun lagi yg akan berujung kepada 100% impor BBM akan tetapi pemerintah masih malas2an utk mengalihkan konsumsi nasional ke arah energi alternatif, padahal utk memasyarakatkan peralihan saja mungkin akan memakan wakti 5 tahun atau lebih agar semuanya bisa berjalan lancar dan sampe sekarang, mulai saja kita belum hahaha.... pasti ada kepentingan yg bermain disini :lol:

dan tahukan program pertamina saat ini ?

mereka malah akan membangun kilang pengolahan minyak baru untuk meningkatkan kuota pengolahan minyak dalam negeri, seolah2 mereka tidak sadar soal cadangan minyak kita yg sudah habis ](*,)
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

PreviousNext

Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: No registered users