.

Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Sun Jul 21, 2013 9:48 pm

Eh maaf.. maaf.. ada kesalahan.
Harusnya F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x itu sama dengan F(x) = 8/6 x bukannya F(x) = 7/6 x.
Abis kebawa sama postingan sebelumnya di sini :
tujuhsinar wrote:lihat Al Qur'an, selalu disebutkan dengan 1/2 dari "harta yang ditinggalkan", 1/3 dari "harta yang ditinggalkan"...dst.

Jika dibahasakan ke dalam matematika adalah sbb:
1/2x + 2/3x dimana x adalah harta yang ditinggalkan (diturunkan).
simplyguest wrote:Mau tanya dong....
Jadi penjumlahan (1/2)x + (2/3)x itu hasilnya berapa? Bukannya (7/6)x ya?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Sun Jul 21, 2013 10:10 pm

sambungan:
sudah saya koreksi di atas...bedakan antara F(x) dan F'(x) atau f(x).


harta yang ditinggalkan yang dimaksud dalam fungsi F(x), adalah harta yang berada pada persamaan LEVEL 1 (sebagai harta yang berada pada ranah yang tak dapat dijangkau oleh manusia). Harta yang sesungguhnya, dimana hanya Allah lah yang mutlak mengetahui nilainya.

F(x) = Persamaan fungsi dari Harta yang ditinggalkan (Pusaka yang diturunkan), sesuai contoh kasus di atas
dimana: F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x
--------------------------------------------

sedangkan harta yang dimaksud dalam fungsi F'(x), adalah harta yang berada pada persamaan LEVEL 2 (sebagai harta dalam ranah yang dapat dijangkau oleh manusia). harta yang diturunkan kepada ahli waris.

y + C = F'(x) + C123, --> C123 = C1+C2+C3
dimana F'(x) = (3/12 x²) + (4/12 x²) + (1/12 x²)
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Sun Jul 21, 2013 10:18 pm

simplyguest wrote:Eh maaf.. maaf.. ada kesalahan.
Harusnya F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x itu sama dengan F(x) = 8/6 x bukannya F(x) = 7/6 x.
Abis kebawa sama postingan sebelumnya di sini :

tujuhsinar wrote:lihat Al Qur'an, selalu disebutkan dengan 1/2 dari "harta yang ditinggalkan", 1/3 dari "harta yang ditinggalkan"...dst.

Jika dibahasakan ke dalam matematika adalah sbb:
1/2x + 2/3x dimana x adalah harta yang ditinggalkan (diturunkan).


simplyguest wrote:Mau tanya dong....
Jadi penjumlahan (1/2)x + (2/3)x itu hasilnya berapa? Bukannya (7/6)x ya?


betul...1/2 x + 2/3 x + 1/6 x = 8/6 x
dan 1/2x + 2/3x = 7/6 x

tapi ingat, persamaan dalam fungsi ini berada pada LEVEL 1.
x berada dalam fungsi F(x), sebagai pusaka yang diturunkan atau harta yang ditinggalkan.

selanjutnya, apa yang mau ditanyakan?!
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Sun Jul 21, 2013 10:21 pm

tujuhsinar wrote:simplyguest...

biar kamu sadar atas kesalahan mu sendiri (dalam bertanya), dan yang terpenting tidak mati penasaran...

filosofinya begini:

Fungsi (F) yang dimaksud adalah menunjukkan proses/perubahan kembalinya "harta yang ditinggalkan" (harta mawaris), yang nantinya akan diperoleh oleh si ahli waris yang ditunjukkan dalam fungsi F' (F aksen) atau sering juga ditulis dengan f (f kecil).

Hmmm... jadi maksudnya untuk mendapatkan total benda yang dibagi itu adalah dengan menggunakan integral? Bukannya dengan menjumlahkan benda yang sudah terbagi?

Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?

tujuhsinar wrote:Dibaca donk, artikel dalam link yang saya berikan:

http://faithfreedom.getforum.org/fiqh-f ... t3001.html
-------------------------------------------------
y = Pusaka
x = Satuan unit “harta yang ditinggalkan”

y = Pusaka = Integral dari Harta (lihat Reff. definisi integral di atas), jadi :

dy/dx = Harta yang ditinggalkan/diturunkan untuk anak-anakmu
= turunan atau differential dari y terhadap x (lihat definisi differential di atas)

F(x) = Persamaan fungsi dari Harta yang ditinggalkan (Pusaka yang diturunkan), sesuai contoh kasus di atas
dimana: F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x
-------------------------------------------------

Makanya kalau kamu tanyakan sebagai benda, sangat jauh dengan apa yang dimaksud dengan fungsi dalam integral infinite itu sendiri.


Apa yang dimaksud dengan Y = Pusaka? Pusaka disini maksudnya apa? Jumlah benda yang didapat ahli waris atau apa?
Lalu kenapa Manusia = 0?

Bisa anda tunjukkan kata aslinya dalam quran yang anda artikan sebagai "Pusaka" dalam surat An nisaa 4:11?

===================

Btw, mana bukti quote tulisan saya kalo saya pernah menulis f(x) dan F(X) dengan variabel huruf x dan X yang berbeda, masbro?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Sun Jul 21, 2013 10:31 pm

simplyguest wrote:Hmmm... jadi maksudnya untuk mendapatkan total benda yang dibagi itu adalah dengan menggunakan integral? Bukannya dengan menjumlahkan benda yang sudah terbagi?

Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?


singkatnya:
nilai proporsional sebelum harta itu diturunkan, jelas berbeda dengan proporsional setelah harta itu turun dihadapan mu.

ilustrasi nya: seperti skala dirimu terhadap bumi, dan skala manusia terhadap langit dan bumi.
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Sun Jul 21, 2013 10:34 pm

tujuhsinar wrote:sambungan:
sudah saya koreksi di atas...bedakan antara F(x) dan F'(x) atau f(x).

Oke, berarti saya gak pernah nulis F(X) dengan variabel X besar kan? :green:

tujuhsinar wrote:harta yang ditinggalkan yang dimaksud dalam fungsi F(x), adalah harta yang berada pada persamaan LEVEL 1 (sebagai harta yang berada pada ranah yang tak dapat dijangkau oleh manusia). Harta yang sesungguhnya, dimana hanya Allah lah yang mutlak mengetahui nilainya.

Loh, harta yang berada pada ranah yang tak dapat dijangkau oleh manusia itu maksudnya apa lagi?
Masa harta warisan seorang manusia "tidak dapat dijangkau oleh manusia" sih?

Kalau saya membelah 2 apel saya dan membagikan ke anak2 saya, apakah apel yang saya bagi itu "tidak dapat dijangkau oleh manusia"?

tujuhsinar wrote:F(x) = Persamaan fungsi dari Harta yang ditinggalkan (Pusaka yang diturunkan), sesuai contoh kasus di atas
dimana: F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x

F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x
F(x) = 8/6 x

x di atas variabel yang sama bukan? Bukannya x1, x2, x3, jadi bisa langsung dijumlahkan kan?

tujuhsinar wrote:sedangkan harta yang dimaksud dalam fungsi F'(x), adalah harta yang berada pada persamaan LEVEL 2 (sebagai harta dalam ranah yang dapat dijangkau oleh manusia). harta yang diturunkan kepada ahli waris.

y + C = F'(x) + C123, --> C123 = C1+C2+C3
dimana F'(x) = (3/12 x²) + (4/12 x²) + (1/12 x²)


Saya tanya lagi.
Kalau saya membelah apel saya menjadi 2 dan membagikannya ke anak2 saya, apakah untuk mengetahui total apel utuhnya itu bisa digunakan integral?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Sun Jul 21, 2013 10:40 pm

simplyguest wrote:Hmmm... jadi maksudnya untuk mendapatkan total benda yang dibagi itu adalah dengan menggunakan integral? Bukannya dengan menjumlahkan benda yang sudah terbagi?

Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?
tujuhsinar wrote:singkatnya:
nilai proporsional sebelum harta itu diturunkan, jelas berbeda dengan proporsional setelah harta itu turun dihadapan mu.

ilustrasi nya: seperti skala dirimu terhadap bumi, dan skala manusia terhadap langit dan bumi.

Anda tidak menjawab pertanyaan saya :
Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?

"Sebelum harta itu diturunkan" itu maksudnya apa? Sebelum diwariskan?
Lalu setelah diwariskan, jadi berbeda gitu?
Jadi kalo saya membelah apel saya menjadi 2 dan dibagi ke anak2 saya, anak2 saya bukannya masing2 dapat 1/2 bagian apel, tapi LEBIH? :shock:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Sun Jul 21, 2013 11:00 pm

simplyguest wrote:Apa yang dimaksud dengan Y = Pusaka? Pusaka disini maksudnya apa? Jumlah benda yang didapat ahli waris atau apa?
Lalu kenapa Manusia = 0?

Bisa anda tunjukkan kata aslinya dalam quran yang anda artikan sebagai "Pusaka" dalam surat An nisaa 4:11?


Pusaka: Segala waris yang ada di langit dan bumi sebagai syariah-Nya bagi manusia.

Sebenarnya sudah ada dalam link yang saya berikan, tapi kalau kamu malas membaca, saya kutipkan juga di sni:

AN NISAA’ 4:11:
“Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu”

ALI ‘IMRAN 3:180
“Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi…”.

Jadi:
Apakah kamu mampu membahasakan segala waris yang ada di langit dan bumi? kalau mampu silahkan.

===================
simplyguest wrote:Btw, mana bukti quote tulisan saya kalo saya pernah menulis f(x) dan F(X) dengan variabel huruf x dan X yang berbeda, masbro?


Mohon maaf, memang yang menuliskan f(x) = 7/6x adalah user lain. Itu lah yang membuat rancu pembahasan dengan anda.

Dan tentang f(x) dengan F(X), telah saya koreksi sebelumnya menjadi f(x) dan F(x).
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Sun Jul 21, 2013 11:13 pm

simplyguest wrote:Hmmm... jadi maksudnya untuk mendapatkan total benda yang dibagi itu adalah dengan menggunakan integral? Bukannya dengan menjumlahkan benda yang sudah terbagi?

Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?


tujuhsinar wrote:singkatnya:
nilai proporsional sebelum harta itu diturunkan, jelas berbeda dengan proporsional setelah harta itu turun dihadapan mu.

ilustrasi nya: seperti skala dirimu terhadap bumi, dan skala manusia terhadap langit dan bumi.


simplyguest wrote:Anda tidak menjawab pertanyaan saya :
Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?

"Sebelum harta itu diturunkan" itu maksudnya apa? Sebelum diwariskan?
Lalu setelah diwariskan, jadi berbeda gitu?
Jadi kalo saya membelah apel saya menjadi 2 dan dibagi ke anak2 saya, anak2 saya bukannya masing2 dapat 1/2 bagian apel, tapi LEBIH? :shock:


Anda yang tidak memahami apa yang saya jelaskan.
Yang dibahas dalam An Nisa' tentang proporsional tsb, adalah proporsional waris yang akan diturunkan oleh Allah, hingga menjadi proporsional yang terlihat di mata mu, bukan waris yang telah ada di tangan mu.

Kalau sudah ada di tangan mu, jelas mau dibelah jadi 100 juga akan terlihat seratus.
Anda jangan mulai2 mempermainkan pemahaman ya.

Apakah pohon kehidupan yang ada dalam kitab mu, sama dengan pohon2 yang terlihat di mata mu saat ini?!
----------------------------
BEDAKAN:
harta yang ada pada persamaan LEVEL 1 (pada ranah yang tak terjangkau oleh mu), dengan
harta yang sudah berada di tangan mu pada persamaan LEVEL 2.

Nah...surah An Nisa' dengan begitu dahsyat nya telah membedakan KEDUA LEVEL tsb. jelas?!
Harta yang diturunkan dari LEVEL 1 (dari langit dan bumi) kepada LEVEL 2 (manusia di bumi).


mosok apel yang ada di tangan mu, hendak kau semakan dengan apel sebelum diturunkan ke bumi. stupid think!
ga heran kalau manusia kau samakan dengan tuhan.
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Sun Jul 21, 2013 11:22 pm

you wasted my time [email protected]

Selanjutnya saya tidak akan merespon pertanyaan konyol seperti yang kamu perbuat.

NEXT... :-({|= :-({|=
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Sun Jul 21, 2013 11:29 pm

tujuhsinar wrote:betul...1/2 x + 2/3 x + 1/6 x = 8/6 x
dan 1/2x + 2/3x = 7/6 x

tapi ingat, persamaan dalam fungsi ini berada pada LEVEL 1.
x berada dalam fungsi F(x), sebagai pusaka yang diturunkan atau harta yang ditinggalkan.

selanjutnya, apa yang mau ditanyakan?!

Loh, kok itu bisa disederhanakan jadi F(x) = 8/6 x ? Kok plin-plan sih?
Sebelumnya saya sederhanakan kok malah anda bilang sebagai kesalahan utama saya?
tujuhsinar wrote:Ada 2 kesalahan kamu yang tak terampuni:

1. simplyguest said: F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x adalah sama dengan F(x) = 7/6 x (ralat : 8/6 x). Betul gak?
Untuk apa dijumlah, tidak ada makna sama sekali (belum saatnya untuk disederhanakan).
Kamu belajar lagi maksud dari penyederhanaan dalam suatu bentuk persamaan.

Jelas kamu telah salah dalam memahami persamaan, kamu salah LEVEL. Tidak memahami level dalam integral mau sok2 kritis.

Salah level?
Kalo saya bilang F'(x) = 8/6 x itu baru salah level.
Tapi saya tulis F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x = 8/6 x itu benar kan? Dan anda akui juga seperti quote pertama diatas.

Belum saatnya untuk disederhanakan?
Lalu kapan disederhanakannya? Setelah diintegrasi?
Dimana-mana juga F(x) = x + x itu pasti akan langsung sama dengan F(x) = 2x, masbro...
Gak pake harus nunggu2 dulu sampe diintegrasi, dikuadrat, dicosinus, dll.

simplyguest wrote:Apa yang dimaksud dengan Y = Pusaka? Pusaka disini maksudnya apa? Jumlah benda yang didapat ahli waris atau apa?
Lalu kenapa Manusia = 0?

Bisa anda tunjukkan kata aslinya dalam quran yang anda artikan sebagai "Pusaka" dalam surat An nisaa 4:11?
tujuhsinar wrote:Pusaka: Segala waris yang ada di langit dan bumi sebagai syariah-Nya bagi manusia.

Loh, jadi kalo saya membelah apel saya dan membaginya ke anak2 saya, "segala waris yang ada di langit dan bumi" ini harus ikut masuk dalam hitungan? :shock:

tujuhsinar wrote:Sebenarnya sudah ada dalam link yang saya berikan, tapi kalau kamu malas membaca, saya kutipkan juga di sni:

AN NISAA’ 4:11:
“Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu”

ALI ‘IMRAN 3:180
“Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi…”.

Jadi:
Apakah kamu mampu membahasakan segala waris yang ada di langit dan bumi? kalau mampu silahkan.

Kata pusakanya dalam kurung masbro, artinya apa itu?
Yang saya minta kan kata asli dalam quran alias bahasa arabnya. Ada kan?
Kalo gak ada, kenapa anda berani2 membuat teori Y = Pusaka, padahal dalam quran sendiri tidak menyebutkan kata "pusaka" dan hanya menyebutkan harta?

Btw, mana jawaban pertanyaan sederhana saya ini :
Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Sun Jul 21, 2013 11:47 pm

simplyguest wrote:Loh, kok itu bisa disederhanakan jadi F(x) = 8/6 x ? Kok plin-plan sih?
Sebelumnya saya sederhanakan kok malah anda bilang sebagai kesalahan utama saya?

kamu bertanya apakah nilainya sama, memang betul sama,
tapi tidak perlu disederhanakan, karena memang bertujuan untuk membagi waris.

simplyguest wrote:Salah level?
Kalo saya bilang F'(x) = 8/6 x itu baru salah level.
Tapi saya tulis F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x = 8/6 x itu benar kan? Dan anda akui juga seperti quote pertama diatas.

Belum saatnya untuk disederhanakan?
Lalu kapan disederhanakannya? Setelah diintegrasi?
Dimana-mana juga F(x) = x + x itu pasti akan langsung sama dengan F(x) = 2x, masbro...
Gak pake harus nunggu2 dulu sampe diintegrasi, dikuadrat, dicosinus, dll.

kamu bertanya apakah nilainya sama, memang betul sama,
tapi tidak perlu disederhanakan, karena memang bertujuan untuk membagi waris.

simplyguest wrote:Loh, jadi kalo saya membelah apel saya dan membaginya ke anak2 saya, "segala waris yang ada di langit dan bumi" ini harus ikut masuk dalam hitungan? :shock:

kamu belum mati kan, kalau kamu mau mati sekarang silahkan.
Kalau kamu sudah mati dan pasti akan mati, baru lah dapat memenuhi kaidah hukum waris lengkap dengan perhitungannya dari LEVEL 1 hingga LEVEL 2. (kalau mau dimasukkan nilai apel mu itu boleh juga).

simplyguest wrote:Kata pusakanya dalam kurung masbro, artinya apa itu?
Yang saya minta kan kata asli dalam quran alias bahasa arabnya. Ada kan?
Kalo gak ada, kenapa anda berani2 membuat teori Y = Pusaka, padahal dalam quran sendiri tidak menyebutkan kata "pusaka" dan hanya menyebutkan harta?

Kalau saya tulisakan TUHAN = ALLAH, apakah kamu mau protes. Kata Tuhan juga tidak ada dalam Al Qur'an.

simplyguest wrote:Btw, mana jawaban pertanyaan sederhana saya ini :

Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?


kamu belum mati kan, kalau kamu mau mati sekarang silahkan.
Kalau kamu sudah mati dan pasti akan mati, baru lah dapat memenuhi kaidah hukum waris lengkap dengan perhitungannya dari LEVEL 1 hingga LEVEL 2. (kalau mau dimasukkan nilai apel mu itu boleh juga).

NEXT...
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Sun Jul 21, 2013 11:48 pm

tujuhsinar wrote:Anda yang tidak memahami apa yang saya jelaskan.
Yang dibahas dalam An Nisa' tentang proporsional tsb, adalah proporsional waris yang akan diturunkan oleh Allah, hingga menjadi proporsional yang terlihat di mata mu, bukan waris yang telah ada di tangan mu.

Kalau sudah ada di tangan mu, jelas mau dibelah jadi 100 juga akan terlihat seratus.
Anda jangan mulai2 mempermainkan pemahaman ya.

Loh jadi yang dibagi itu harta warisan milik si ahli waris atau semua harta milik auloh?
Kalo saya membelah 2 apel saya, lalu harta milik auloh yang lain juga harus masuk perhitungan?

tujuhsinar wrote:Apakah pohon kehidupan yang ada dalam kitab mu, sama dengan pohon2 yang terlihat di mata mu saat ini?!

Pohon kehidupan yang mana ya? Yang di Taman Eden?
Anda tahu gak menurut ajaran sebelah, Taman Eden itu ada dimana ?

tujuhsinar wrote:BEDAKAN:
harta yang ada pada persamaan LEVEL 1 (pada ranah yang tak terjangkau oleh mu), dengan
harta yang sudah berada di tangan mu pada persamaan LEVEL 2.

Nah...surah An Nisa' dengan begitu dahsyat nya telah membedakan KEDUA LEVEL tsb. jelas?!
Harta yang diturunkan dari LEVEL 1 (dari langit dan bumi) kepada LEVEL 2 (manusia di bumi).


mosok apel yang ada di tangan mu, hendak kau semakan dengan apel sebelum diturunkan ke bumi. stupid think!
ga heran kalau manusia kau samakan dengan tuhan.

Loh, yang saya belah dan bagi itu kan bukan apel yang masih dari langit, tapi apel yang saya punya, yang saya pegang.

Jadi sebenarnya yang dibagi dalam surah an nisaa itu BUKAN harta waris si ahli waris yang ada di bumi, tapi harta waris yang masih di langit entah dimana gitu? :shock:

tujuhsinar wrote:you wasted my time [email protected]

Selanjutnya saya tidak akan merespon pertanyaan konyol seperti yang kamu perbuat.

NEXT...

Aduh, masa gitu aja ngambek sih masbro... :goodman:
Masa pertanyaan2 sederhana aja masbro gak bisa jawab?
Ini pertanyaannya saya ulang lagi :
Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?

BISA atau TIDAK?
Simply kan?... eh... simple kan masbro?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby buncis hitam » Sun Jul 21, 2013 11:48 pm

tujuhsinar wrote:Ada 3 (tiga) kesalahan fatal yang kamu tidak mau mengakuinya hingga saat ini:

1. kamu menganggap HARTA dibandingkan dengan TOTAL HARTA,
sedangkan dalam integral waris yang benar adalah HARTA dibandingkan dengan PUSAKA.
kamu lupa, atau pura2 lupa bahwa ada variabel PUSAKA di situ.
Jadi:
Sepanjang kamu salah membandingkan, sepanjang itu pula kamu akan salah dalam memahami. simpel kan.

2. Substitusi silang bukan lah suatu penyelesaian untuk memperoleh nilai dari integral infinite (karena ada 2 LEVEL persamaan). Yang benar adalah dengan cara mencari Anti Derivatif dari persamaan di LEVEL 1, sehingga diperoleh persamaan yang telah di-derivatif-kan yang hasilnya menjadi persamaan di LEVEL 2 (persamaan hasil anti derivatif dari integrasi infinite pada LEVEL 1).

3. Kamu belajar lagi membedakan lambang/variable x (x kecil) dengan X (X besar), f (f kecil) dengan F (F besar). ini saja kamu tidak paham. Kamu sudah salah kaprah dalam setiap mengartikan suatu persamaan. Tidak bisa membedakan kedua jenis variable kecil dan variable besar dalam setiap LEVEL persamaan (bahkan ada yang bertanda aksen). Mungkin kamu tidak memperhatikannya, atau memang kamu belum paham.

Saya rasa kamu belum level untuk berdiskusi dengan saya, karena kamu tidak memahami sama sekali apa itu Integral Infinite. Kalau kamu tidak mengerti filosofi Al Jabar, tentu akan menjadi salah pula dalam pemahaman kamu selanjutnya. :-({|= :-({|= :-({|=

note:
saya sudah paham trik kalian di FFI ini, kalau sudah kalah. adalah dengan cara memanjang2kan kalimat yang tidak karu2an...haha kuno tong! Dalam ber-teorema saja sudah kalah, apalagi sok2an mau membahas dengan contoh2.

Dengan 2 contoh sebelumnya yang berasal dari mu, telah menjadi bumerang bagi dirimu sendiri bahwa terjadi kesalahan fatal dalam memahami konsep (lihat lagi poin 1, 2, dan 3 di atas).
Terserah kamu mau bilang pusaka kek, harta kek, total harta kek, x dan f(x) itu apaan?? turunan dari apaan?? Itu pembagian dari apaan??? Kenapa pake integral segala?? Apa tujuannya??? Itu yang ingin saya tau. Trus kok malah nyalah2in saya soal huruf besar huruh kecil-lah. Variabel besar variabel kecil-lah. Apa hubungannya coba???? Saya gak peduli dengan itu selama bisa memahami sesuatu dan yang saya peduli adalah apa itu x dan f(x). Huruf besar dan kecil, variabel besar dan kecil hanyalah dipakai sebagai permisalan untuk membuat suatu pemahaman, hanya untuk membuat suatu permasalahan bisa dimengerti. Jadi sepanjang itu dimengerti bukanlah soal besar kecilnya huruf dan variabel. Gila ternyata selain ente gak ngerti integral, ente kagak ngerti tujuan seseorang mempermisalkan sesuatu dengan huruf toh......Kayak gini mau debat sama non-muslim?????? Kagak malu ape elo???? Trus mas, soal integral tsb ente masih gak paham yaa apa itu integral infinite dan definite (tak terbatas dan terbatas)? Dan kok nyalah2in cara saya melakukan suatu integral tak terbatas tsb? Mas,kita di matematika itu bukan sekedar gaya2an atau cari muka doang. Kita di matematika bukan sekedar belajar rumus atau apapun namanya. Kita di matematika itu belajar bagaimana cara mengakali sesuatu agar semua berjalan dengan lancar. Jadi entah apapun namanya yang lo kasih mau itu substitusi silang atau apapun, itu semua adalah cara untuk mengakali sesuatu agar semua berjalan dengan lancar. Yang terpenting logis tidak cara itu bukan soal itu gak bisa dipakai di integral infinite atau gak. Kalo gak logis jelas gak bisa dihitung dengan menggunakan rumus integral infinite tsb. Itu kuncinya. Nah sekarang saya tanya, apanya yang salah, hahh? Apakah cara saya sebelum melakukan integral infinite tsb itu salah? Apakah cara saya melakukan integral infinite itu salah? Oh ya saya lupa kamu kan gak tau soal integral tak terbatas dan integral terbatas yaaa......Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk. Trus coba liat cara kamu melakukan integral tak terbatas tsb, omong kosong bukan tuh? Sepanjang saya belajar matematika tidak ada tuh cara seperti itu sama sekali. Tidak ada permisalan 0=manusia atau apalah itu namanya apa gunanya itu? Toh ujung2nya apa yang kamu lakukan tetep sama saja dengan apa yang saya lakukan. Itu Cuma akal2an kamu doang supaya saya keliatan salah trus quran dan kamu keliatan bener, padahal bodong. Bahkan kamu harus tau tidak ada konstanta setelah integral itu di mana2. Emangnya dipikir mau berapa konstanta yang digunakan untuk persamaan anti derivatif tsb, toh ujung2nya yang dipake teteplah satu konstanta sedangkan konstanta banyak2 hanyalah menjadi sebuah kumpulan konstantan yang terkumpul di suatu tempat yang pada akhirnya menganggu pemandangan doang tuh. Sepanjang saya belajar matematika, yang namanya integral adalah mencari persamaan dan untuk memenuhi tujuan tertentu. Anda boleh mengatakan bahwa integral sah2 saja dilakukan kapan saja dan di mana saja, tetapi jika integral tanpa tujuan maka gak ada gunanya sama sekali hanyalah sebuah persamaan antiderivatif deskirptif biasa. Perhitungan luas yang menggunakan integral terbatas berdasarkan range tertentu pun memiliki tujuan dan dasar teorinya sendiri dalam melakukan integral. Untuk melakukan ini kita mesti belajar grafik dan kurva terlebih dahulu untuk menentukan persamaan yang dinyatakan sebagai fungsi tertentu. Dan dari situ baru kita melakukan proses integrasi dari persamaan garfik maupun kurva yang ada. Misalkan grafik berbentuk segitiga siku2, yang dibatasi dengan fungsi f(x)=x-2, lalu kita cari luas segitiga siku2 tsb. Caranya integral sekali dari fungsi tsb (ingat apa yang saya nyatakan integral merupakan suatu penyatuan dari satu variabel dengan variabel lain/ satu hal dengan hal lain) menjadi xkuadrat-2x. Lalu cari luasnya dengan range yang sudah diberikan untuk grafik tsb. Dan kalo mau cari volume pun juga bisa caranya integral 2 kali dari fungsi awalnya. Itu namanya integral terbatas. Makanya saya bilang sangat sulit, levelnya lebih tinggi daripada integral infinite karena selain ini aplikasi rumus integral yang seabrek-abrek ditambah kita mesti ngitung hasil tertentu kita juga harus menentukan fungsi dari suatu grafik dan kurva. Pusing kagak tuh. Makanya kamu mengatakan saya melakukan integral terbatas itu darimana???? Saya hanya melakukan sesuatu yang masih sangat mudah untuk dilakukan kok dibilang melakukan hal yang sangat sulit??? Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk. Mas, kalo buat integral terbatas saya itu harus cari dulu fungsi grafiknya atau kurvanya. Nyari fungsi grafik atau kurva itu njelimet banget. Saya yakin ente gak akan bisa deh. Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby buncis hitam » Sun Jul 21, 2013 11:49 pm

Gila nih orang gak tau malu banget udah salah soal integral tak terbatas dengan integral terbatas. Gak ngerti gunanya huruf2 yang digunakan sebagai permisalan dalam matematika. Bahkan gak ngerti tentang persamaan yang dinyatakan dengan fungsi variabel tertentu (f(x)). Bahkan gak ngerti apa tujuannya matematika itu sendiri. Hebatnya gak tau malunya itu........Intinya adalah menurut islam 7/6 harta yang ditinggalkan itu harus ada. Artinya dari 100 juta yang saya miliki nantinya harus ada 117 juta setelah saya meninggal. Intinya ialah kalo saya dibilang saya bakal dapet 117 juta ya harus ada 117 juta-nya. Itu aturan islam. Mungkin cara menghitung warisan seperti itu hanya berlaku bagi muhammad doang karena muhammad itu perampok. Jadi gak usah banyak alasan dan cingcong deh lo tujuhsinar. Oh yaa, jika ada yang melihat orang kayak gini jangan pernah anda percaya dengan segala omongannya. Segala omongannya ialah kebohongan tidak ada kebeneran sama sekali.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Mon Jul 22, 2013 12:03 am

simplyguest wrote:Loh jadi yang dibagi itu harta warisan milik si ahli waris atau semua harta milik auloh?
Kalo saya membelah 2 apel saya, lalu harta milik auloh yang lain juga harus masuk perhitungan?

harta yang Allah turunkan kepada manusia sesuai dengan kaidah hukum waris dalam Islam, yang dibagikan kepada ahli waris mu setelah kamu mati (termasuk apel mu itu jika kamu mewasiatkannya).

simplyguest wrote:Pohon kehidupan yang mana ya? Yang di Taman Eden?
Anda tahu gak menurut ajaran sebelah, Taman Eden itu ada dimana ?

Tanyakan pada dirimu dan yang bersangkutan.

simplyguest wrote:Loh, yang saya belah dan bagi itu kan bukan apel yang masih dari langit, tapi apel yang saya punya, yang saya pegang.

Jadi sebenarnya yang dibagi dalam surah an nisaa itu BUKAN harta waris si ahli waris yang ada di bumi, tapi harta waris yang masih di langit entah dimana gitu? :shock:

Yang dibagikan harta yang diturunkan-Nya (setelah kamu mati), kalau kamu mati sambil memegang apel silahkan saja. Mudah2an Allah mengabulkanmu.

Harta seperti diri mu sebelum lahir ke bumi, yang kemudian diturunkan ke bumi, seperti lahirnya dirimu.
simplyguest wrote:Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?


kamu belum mati kan, kalau kamu mau mati sekarang silahkan.
Kalau kamu sudah mati dan pasti akan mati, baru lah dapat memenuhi kaidah hukum waris lengkap dengan perhitungannya dari LEVEL 1 hingga LEVEL 2. (kalau mau dimasukkan nilai apel mu itu boleh juga).
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Mon Jul 22, 2013 12:05 am

buncis hitam wrote:Gila nih orang gak tau malu banget udah salah soal integral tak terbatas dengan integral terbatas. Gak ngerti gunanya huruf2 yang digunakan sebagai permisalan dalam matematika. Bahkan gak ngerti tentang persamaan yang dinyatakan dengan fungsi variabel tertentu (f(x)). Bahkan gak ngerti apa tujuannya matematika itu sendiri. Hebatnya gak tau malunya itu........Intinya adalah menurut islam 7/6 harta yang ditinggalkan itu harus ada. Artinya dari 100 juta yang saya miliki nantinya harus ada 117 juta setelah saya meninggal. Intinya ialah kalo saya dibilang saya bakal dapet 117 juta ya harus ada 117 juta-nya. Itu aturan islam. Mungkin cara menghitung warisan seperti itu hanya berlaku bagi muhammad doang karena muhammad itu perampok. Jadi gak usah banyak alasan dan cingcong deh lo tujuhsinar. Oh yaa, jika ada yang melihat orang kayak gini jangan pernah anda percaya dengan segala omongannya. Segala omongannya ialah kebohongan tidak ada kebeneran sama sekali.


ADA 3 KESALAHAN BESAR YANG TELAH KAMU LAKUKAN. (LIHAT POSTINGAN SEBELUMNYA). THAT'S ALL.
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Mon Jul 22, 2013 12:07 am

simplyguest wrote:Loh, kok itu bisa disederhanakan jadi F(x) = 8/6 x ? Kok plin-plan sih?
Sebelumnya saya sederhanakan kok malah anda bilang sebagai kesalahan utama saya?
simplyguest wrote:Salah level?
Kalo saya bilang F'(x) = 8/6 x itu baru salah level.
Tapi saya tulis F(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x = 8/6 x itu benar kan? Dan anda akui juga seperti quote pertama diatas.

Belum saatnya untuk disederhanakan?
Lalu kapan disederhanakannya? Setelah diintegrasi?
Dimana-mana juga F(x) = x + x itu pasti akan langsung sama dengan F(x) = 2x, masbro...
Gak pake harus nunggu2 dulu sampe diintegrasi, dikuadrat, dicosinus, dll.
tujuhsinar wrote:kamu bertanya apakah nilainya sama, memang betul sama,
tapi tidak perlu disederhanakan, karena memang bertujuan untuk membagi waris.

Nilainya betul sama, tapi TIDAK PERLU DISEDERHANAKAN? :shock:
Teori rumus matematika mana lagi ini?
Dimana ada fungsi F(x) = x + x TIDAK PERLU DISEDERHANAKAN menjadi F(x) = 2x? :shock:

simplyguest wrote:Loh, jadi kalo saya membelah apel saya dan membaginya ke anak2 saya, "segala waris yang ada di langit dan bumi" ini harus ikut masuk dalam hitungan? :shock:
tujuhsinar wrote:kamu belum mati kan, kalau kamu mau mati sekarang silahkan.
Kalau kamu sudah mati dan pasti akan mati, baru lah dapat memenuhi kaidah hukum waris lengkap dengan perhitungannya dari LEVEL 1 hingga LEVEL 2. (kalau mau dimasukkan nilai apel mu itu boleh juga).

Apa hubungannya sama harus mati? Jadi kalo mau mewariskan sesuatu itu harus mati dulu?
Emangnya harta yang saya wariskan kalo nanti saya mati itu saya bawa ke langit, trus saya turunin lagi ke bumi? :shock:

simplyguest wrote:Kata pusakanya dalam kurung masbro, artinya apa itu?
Yang saya minta kan kata asli dalam quran alias bahasa arabnya. Ada kan?
Kalo gak ada, kenapa anda berani2 membuat teori Y = Pusaka, padahal dalam quran sendiri tidak menyebutkan kata "pusaka" dan hanya menyebutkan harta?
tujuhsinar wrote:Kalau saya tulisakan TUHAN = ALLAH, apakah kamu mau protes. Kata Tuhan juga tidak ada dalam Al Qur'an.

Saya sih gak akan protes. Terserah aja anda kalo mau bilang Tuhan = Allah.
Tapi kalo emang nyatanya seperti anda bilang bahwa kata Tuhan gak ada dalam quran, ya mungkin berarti memang Tuhan >< Allah.
Jadi dimana nih kata arabnya yang berarti "pusaka" yang ada di An Nisa 4:11? Ada ato gak?
Kok malah merujuk Y = Pusaka? Dimana si Y ini di An nisa 4:11?

simplyguest wrote:Btw, mana jawaban pertanyaan sederhana saya ini :

Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?
tujuhsinar wrote:kamu belum mati kan, kalau kamu mau mati sekarang silahkan.
Kalau kamu sudah mati dan pasti akan mati, baru lah dapat memenuhi kaidah hukum waris lengkap dengan perhitungannya dari LEVEL 1 hingga LEVEL 2. (kalau mau dimasukkan nilai apel mu itu boleh juga).

NEXT...

Aduh masbro, masa anda gak bisa jawab pertanyaan simple gitu sih sampe nyuruh saya mati segala?
Bukannya anda ahli matematika ulung?
Masa cuma ditanya bisa enggaknya menggunakan integral untuk menentukan apel utuh yang dibagi aja gak bisa sih?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Mon Jul 22, 2013 12:17 am

simplyguest wrote:Loh jadi yang dibagi itu harta warisan milik si ahli waris atau semua harta milik auloh?
Kalo saya membelah 2 apel saya, lalu harta milik auloh yang lain juga harus masuk perhitungan?
tujuhsinar wrote:harta yang Allah turunkan kepada manusia sesuai dengan kaidah hukum waris dalam Islam, yang dibagikan kepada ahli waris mu setelah kamu mati (termasuk apel mu itu jika kamu mewasiatkannya).

Jadi kalo saya mati dan cuma mewariskan 1 buah apel, saya harus menyertakan apel2 dari langit juga untuk dibagikan? :shock:

simplyguest wrote:Pohon kehidupan yang mana ya? Yang di Taman Eden?
Anda tahu gak menurut ajaran sebelah, Taman Eden itu ada dimana ?
tujuhsinar wrote:Tanyakan pada dirimu dan yang bersangkutan.

Lah, anda yang bawa2 pohon kehidupan, kok sekarang gak bisa jawab?
Tapi ya udah deh gapapa, OOT lagian...

simplyguest wrote:Loh, yang saya belah dan bagi itu kan bukan apel yang masih dari langit, tapi apel yang saya punya, yang saya pegang.

Jadi sebenarnya yang dibagi dalam surah an nisaa itu BUKAN harta waris si ahli waris yang ada di bumi, tapi harta waris yang masih di langit entah dimana gitu? :shock:
tujuhsinar wrote:Yang dibagikan harta yang diturunkan-Nya (setelah kamu mati), kalau kamu mati sambil memegang apel silahkan saja. Mudah2an Allah mengabulkanmu.

Harta seperti diri mu sebelum lahir ke bumi, yang kemudian diturunkan ke bumi, seperti lahirnya dirimu.

Jadi bener ya yang dibagi dalam surah an nisaa itu BUKAN harta waris si ahli waris yang ada di bumi?

simplyguest wrote:Apakah kalo saya membelah dua apel saya, lalu untuk mengetahui total apel saya sewaktu utuh itu bisa digunakan integral?
tujuhsinar wrote:kamu belum mati kan, kalau kamu mau mati sekarang silahkan.
Kalau kamu sudah mati dan pasti akan mati, baru lah dapat memenuhi kaidah hukum waris lengkap dengan perhitungannya dari LEVEL 1 hingga LEVEL 2. (kalau mau dimasukkan nilai apel mu itu boleh juga).

Yah... nyuruh mati lagi....
Masa ahli matematika ditanya tentang integral malah nyuruh mati si penanya untuk tahu jawabannya sih? :lol:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Mon Jul 22, 2013 12:18 am

simplyguest wrote:Nilainya betul sama, tapi TIDAK PERLU DISEDERHANAKAN? :shock:
Teori rumus matematika mana lagi ini?
Dimana ada fungsi F(x) = x + x TIDAK PERLU DISEDERHANAKAN menjadi F(x) = 2x? :shock:

betul, kalau disederhanakan, maka hasil akhir yang diperoleh adalah total nilai harta yang akan dibagikan. Jadi bagaimana membaginya secara proporsional. Untuk itulah tidak perlu disederhanakan.

Disederhanakan atau pun tidak, total akhirnya tetap sama. sudah terbukti. musholah buat loe?!...hehe....

simplyguest wrote:Apa hubungannya sama harus mati? Jadi kalo mau mewariskan sesuatu itu harus mati dulu?
Emangnya harta yang saya wariskan kalo nanti saya mati itu saya bawa ke langit, trus saya turunin lagi ke bumi?

Hukum waris memang untuk mawaris yang meninggal dan ahli waris. kenapa kamu jadi bo-doh begitu?!
Terserah, mau kamu bawa dulu kayak zombi, yang jelas perhitungannya tetap mengikuti kaidah hukum waris sesuai dengan LEVEL 1 dan LEVEL 2 yang telah dijelaskan, dan yang terpenting terbukti benar.

simplyguest wrote:Saya sih gak akan protes. Terserah aja anda kalo mau bilang Tuhan = Allah.
Tapi kalo emang nyatanya seperti anda bilang bahwa kata Tuhan gak ada dalam quran, ya mungkin berarti memang Tuhan >< Allah.
Jadi dimana nih kata arabnya yang berarti "pusaka" yang ada di An Nisa 4:11? Ada ato gak?
Kok malah merujuk Y = Pusaka? Dimana si Y ini di An nisa 4:11?

kan saya dah bilang TUHAN = ALLAH. bahasa Indonesia TUHAN, bahasa arab ALLAH. masalah buat mu?!

Bahasa Arabnya PUSAKA, ya terkandung utuh dalam satu kalimat pada ayat An Nisa 4:11. kenapa harus bingung?!

simplyguest wrote:Aduh masbro, masa anda gak bisa jawab pertanyaan simple gitu sih sampe nyuruh saya mati segala?
Bukannya anda ahli matematika ulung?
Masa cuma ditanya bisa enggaknya menggunakan integral untuk menentukan apel utuh yang dibagi aja gak bisa sih?

idem.
kamu belum mati kan, kalau kamu mau mati sekarang silahkan.
Kalau kamu sudah mati dan pasti akan mati, baru lah dapat memenuhi kaidah hukum waris lengkap dengan perhitungannya dari LEVEL 1 hingga LEVEL 2. (kalau mau dimasukkan nilai apel mu itu boleh juga).
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

PreviousNext

Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: No registered users