.

Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Tue Aug 06, 2013 10:49 am

@jangan sok tau ah...

karena kamu sudah kalah, dan tetap menantang saya...sekalian saya buat kamu babak-belur!!
nih pelototin lagi:


From Wikipedia, the free encyclopedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Leibniz%E2%80%93Newton_calculus_controversy

The claim that Leibniz invented the calculus independently of Newton rests on the fact that Leibniz

1. Published a description of his method some years before Newton printed anything on fluxions;
2. Always alluded to the discovery as being his own invention. Moreover, this statement went unchallenged some years;
3. Rightly enjoyed the strong presumption that he acted in good faith;
4. Demonstrated in his private papers his development of the ideas of calculus in a manner independent of the path taken by Newton.

According to Leibniz's detractors, to rebut this case it is necessary to show that he (I) saw some of Newton's papers on the subject in or before 1675 or at least 1677, and (II) obtained the fundamental ideas of the calculus from those papers. They see the fact that Leibniz's claim went unchallenged for some years as immaterial.

No attempt was made to rebut #4, which was not known at the time, but which provides very strong evidence that Leibniz came to the calculus independently from Newton. For instance Leibniz came first to integration, which he saw as a generalization of the summation of infinite series, whereas Newton began from derivatives. However, to view the development of calculus as entirely independent between the work of Newton and Leibniz misses the point that both had some knowledge of the methods of the other, and in fact worked together on some aspects, in particular power series, as is shown in a letter to Henry Oldenburg dated October 24, 1676 where he remarks that Leibniz had developed a number of methods, one of which was new to him. Both Leibniz and Newton could see by this exchange of letters that the other was far along towards the calculus (Leibniz in particular mentions it) but only Leibniz was prodded thereby into publication.

Apa yang kamu ceritakan sebelumnya adalah ngawur, malahan JUSTRU MEREKA SALING BERKOLABORASI.


DAN INI:

It was certainly Isaac Newton
who first devised a new infinitesimal calculus and elaborated it into a widely extensible algorithm, whose potentialities he fully understood; of equal certainty, the differential and integral calculus, the fount of great developments flowing continuously from 1684 to the present day, was created independently by Gottfried Leibniz. (Hall 1980: 1)

ngerti ga???

huahaha.....plak..plak..plak...koplak!!...modar kowe! :rofl:
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Tue Aug 06, 2013 11:19 am

Tapi dari keduanya tsb (newton dan leibniz), tetap saya lebih mengagumi Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Aljabar berasal dari Bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan", "hubungan" atau "penyelesaian" :turban: =D>

Image

Al-Khawarizmi
Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau hidup di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad.

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas. Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.

Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar diEropa
Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.

PERANAN DAN SUMBANGAN AL-KHAWARIZMI

Sumbangsihnya dalam bentuk hasil karya diantaranya ialah :

Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.

Banyak lagi konsep dalam matematika yang telah diperkenalkan al-khawarizmi . Bidang astronomi juga membuat al-Khawarizmi terkenal. Astronomi dapat diartikan sebagai ilmu falaq [pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang].

Pribadi al-Khawarizmi
Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam maupun dunia Barat. Ini dapat dibuktikan bahawa G.Sarton mengatakan bahwa“pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur….” Dalam hal ini Al-Khawarizmi. Tokoh lain, Wiedmann berkata….” al-Khawarizmi mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk dunia sains”.

Beberapa cabang ilmu dalam Matematika yang diperkenalkan oleh al-Khawarizmi seperti: geometri, aljabar, aritmatika dan lain-lain. Geometri merupakan cabang kedua dalam matematika. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat [The Elements] hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ yang berarti bumi dan ‘metri’ berarti pengukuran. Dari segi ilmu, geometri adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubungan dengan magnitud dan sifat-sifat ruang. Geometri ini dipelajari sejak zaman firaun [2000SM]. Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Yunani sebagai satu sains dalam kurun abad ke 6 SM. Seterusnya sarjana Islam telah menyempurnakan kaidah pendidikan sains ini terutama pada abad ke9M.

Algebra/aljabar merupakan nadi matematika. Karya Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropa pada abad ke-12. sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M. Sebelum ini tak ada istilah aljabar.

dari link sbb:
http://www.solusiislam.com/2013/03/biografi-al-khawarizmi-ulama-penemu-nol.html

Subhanallah ya...MANUSIA PERTAMA YANG MENEMUKAN ANGKA NOL, yang dalam bahasa Arab disebut sifr,

Dengan kata lain aljabar telah melakukan pertemuan dengan dirinya sendiri.

Beliau Juga juga dikenal sebagai ahli Astronomi, dan memahami ilmu bumi dengan menyatakan bumi itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah Al-Ardh!

Subhanallah...Subhanallah...Subhanallah...

Image
Last edited by tujuhsinar on Tue Aug 06, 2013 12:18 pm, edited 4 times in total.
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Tue Aug 06, 2013 11:54 am

y = 1/0 .............................................. (1)
dy/dx = F(x) ........................................ (2)
∫dy/dx = ∫ F(x) ..................................... (3)
y = ∫ F(x) ............................................ (4)
y = (1/4 x² + 1/3 x² + 1/12 x²) + C .............. (5)

Apakah y di persamaan (1) itu BERBEDA dengan y di persamaan (5) ?


Yang ini masih belum bisa jawab juga?
PLAK PLAK DUNG PLAK.... CIIIRRRR......
:-"
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Tue Aug 06, 2013 12:03 pm

Saya ucapkan terima kasih kepada kalian (kafir FFI), yang telah memberikan kesempatan kepada saya dalam menjabarkan INTEGRAL HUKUM WARIS di room FFI ini.

Dan juga terima kasih atas sanggahan dan kritikannya, yang Alhamdulillah telah saya jabarkan dan uraikan sesuai dengan artikel yang saya sampaikan.

Demikian Insya Allah artikel INTEGRAL HUKUM WARIS ini dapat bermanfaat bagi pemirsa umumnya, dan umat muslim pada khususnya.

Kepada pemirsa dan rekan2 muslim, jika ada kata2 atau kalimat yang saya sampaikan terkesan kasar, mohon maaf karena memang dalam perdebatan (dan peperangan), kekasaran itu lumrah terjadi. Sekali lagi agar dapat dimaklumi. Terima kasih.

Wabillahi taufik wal hidayah...Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. :turban: :turban: :turban:

salam.
Last edited by tujuhsinar on Tue Aug 06, 2013 12:38 pm, edited 2 times in total.
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Tue Aug 06, 2013 12:10 pm

tujuhsinar wrote:Saya ucapkan terima kasih kepada kalian, yang telah memberikan kesempatan kepada saya dalam menjabarkan INTEGRAL HUKUM WARIS di room FFI ini.

Dan juga terima kasih atas sanggahan dan kritikannya, yang Alhamdulillah telah saya jabarkan dan uraikan sesuai dengan artikel yang saya sampaikan.

Demikian Insya Allah artikel INTEGRAL HUKUM WARIS ini dapat bermanfaat bagi pemirsa umumnya, dan umat muslim pada khususnya.

Wabillahi taufik wal hidayah...Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. :turban: :turban: :turban:

salam.

PLAK PLAK DUNG PLAK.... CIIRRR.. NGACIIIRR.... :lol:
Wabirahi taufik wal saodah... subhonollol...subhonollol.... :prayer:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby tujuhsinar » Tue Aug 06, 2013 12:29 pm

Lain waktu nanti kita lanjutkan dengan "KECEPATAN CAHAYA dalam QADAR"

Rekan2 muslim, buat pengetahuan kalian semua, ada baiknya kita menghormati leluhur kita sebagai PENEMU OPTIK dan PENGETAHUAN TENTANG INDRA PENGLIHATAN MANUSIA

Image

Ibnu Haytham atau Alhazen

begitu orang Barat menyebutnya, dunia memberinya gelar kehormatan sebagai Bapak Optik. Bernama lengkap Abu Ali Muhammad ibnu Al-Hasan ibnu Al-Haytham. Ia merupakan sarjana Muslim terkemuka yang lahir di Basrah, Irak pada 965 M.
Penelitiannya tentang cahaya memberikan ilham kepada ahli sains Barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler yang menciptakan mikroskop serta teleskop. Dialah orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya. Konon, dia telah menulis tak kurang dari 200 judul buku.

Dalam karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir, teori optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, teori Ibnu Haytham ini dikutip banyak ilmuwan. Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia (yang menjadi dasar teori optik modern) adalah ilmuwan Muslim asal Irak tersebut.

Selama lebih dari 500 tahun, kitab Al-Manadhir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Pada 1572, karya Ibnu Haytham ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus. Haitham juga mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Salah satu teorinya yang terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.

Sayangnya, hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir, tidak diketahui lagi rimbanya.

Sebagian besar penemu science adalah bangsa arab dan muslim ya. Subhanallah...Subhanallah...Subhanallah !!
:turban: :turban: :turban:
User avatar
tujuhsinar
 
Posts: 284
Joined: Sat May 21, 2011 8:35 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Tue Aug 06, 2013 12:59 pm

y = 1/0 .............................................. (1)
dy/dx = F(x) ........................................ (2)
∫dy/dx = ∫ F(x) ..................................... (3)
y = ∫ F(x) ............................................ (4)
y = (1/4 x² + 1/3 x² + 1/12 x²) + C .............. (5)

Apakah y di persamaan (1) itu BERBEDA dengan y di persamaan (5) ?


Buat muslim2 yang lain, gimana nih....
Masa sodara seukuwah kalian yang ngarang rumus di atas aja sampai gak berani jawab pertanyaannya?
Hihihihi.... malu kali ya? :green:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby simplyguest » Tue Aug 06, 2013 1:10 pm

tujuhsinar wrote:sama saja dengan fallacy yang dicontohkan wiki mu seperti ini:
Y = 1/0
Y x 0 = 1,
0 = 1...adalah fallacy.


Buat para muslim sodara seukuwahnya tujuhsinar, gimana nih....
Masa yang pake persamaan y = 1/0 dalam hukum waris, tapi malah ngaku sendiri kalo persamaan itu adalah FALLACY? Bangga lagi.....
Ini ya yang diajarin sama nabi kalian? Fallacy untuk menjelaskan quran? :green:

Wabirahi taufik waw saodah... subhonollol... subhonollol... subhonollol....
:prayer:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby dROGBa » Tue Aug 06, 2013 3:10 pm

Subhanalloh Halleluya, baru ngeh!! Rupanya trit ini di OBROLAN SANTAI toh!??
dROGBa
 
Posts: 571
Joined: Fri Jun 05, 2009 8:52 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby keeamad » Tue Aug 06, 2013 4:16 pm

@tujuhsinar
Apakah
Y = 1/0 itu = y = f(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x
atau
Y = 1/0 itu ≠ y = f(x) = 1/2 x + 2/3 x + 1/6 x

Dan ketika menjadi:
y' = 1/4 x2 + 1/3 x2 + 1/12 x2 ...,
MANA SATUAN-SATUAN DARI MASING2X SUMBU X Y DI TIAP LEVEL 1 DAN 2 ... ?

Emang x2 itu RUPIAH ... ?
Kalo itau Vx itu SATUANNYA APA ... ?

Y = PUSAKA ITU Satuannya Apa.
Menjadi y kecil = f(x), SATUANNYA APA ... ?
x dari f(x) di Level 1, SATUANNYA APA ... ?

Kalo nte bicara SATUAN RUPIAH PADA AKHIRNYA,
Bagaimmana Satuan Rupiah itu = x2 ... ?

Apakah 1000 rupiah x 1000 rupiah itu = 1 juta rupiah atau 1 juta rupiah2 ....?

BIKIN RUMUS SENDIRI, TAPI GAK TAHU MAU PAKE SATUAN APA , DAN DARI MANA PENJABARANNYA ....

Makanya nte kalo baru bisa dapet duit seribu 2 dari ngedarin kotak amal mesjd,
gak usah MENCOCOK-COCOKAN quran dengan MATEMATIKA ....
Hasilnya anda cuma membuat malu islam dan akhwat nte sendiri ...

:prayer: :butthead: :toimonster: :rofl:

Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby keeamad » Tue Aug 06, 2013 5:29 pm

To all muslim,
Coba ANDA RENUNGKAN ....

Memang benar Avicena, al hizam (bapak optik), al jabar dan beberapa ilmuwan terkenal lainnya adalah muslim,
tapi jika ditelusuri secara garis keturunan dan tempat kelahiran mereka,
ternyata orang2x tsb amat kental dan amat dekat dengan kebudayaan zoroaztrian dan (sebagai) bangsa zoroaster ....

Dan berdasarkan kronologis waktunya pun,
ilmuwan2x muslim ini muncul (ada) pd masa - yg diklaim sebagai, keemasan islam itu ....

Tetapi setelah para keturunan zoraster itu habis,
dan sisa2x Kebudayaan zoroastrian itu punah - tersingkir, tergusur oleh (karena) AGRESI dari islam dengan segala aspeknya,
Pergi KE MANA MASA Keemasan islam itu ... ????????????????



==================================================================

Kalau kalian muslim mau merenungkan secara lebih dalam,
dan ditambah dengan fakta dan data konkrit bahwa muslim sekarang (dan dunia islam),
semakin jauh tertinggal dari dunia barat (kafir),
teringgal di segala bidang baik itu ilmu pengetahuan, teknologi, industri, ekonomi, seni, olahraga dll ....,

Maka APAKAH SESUNGGUHNYA islam itu Memajukan Pengetahuan ...,
ATAU MALAH MEMATIKAN PENGETAHUAN DAN KEMAJUAN ... ???????


:turban:

Kalau kalian muslim mau merenungkan secara lebih dalam,
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby keeamad » Tue Aug 06, 2013 5:31 pm

Edited:
keeamad wrote:To all muslim,
Coba ANDA RENUNGKAN ....

Memang benar Avicena, al hizam (bapak optik), al jabar dan beberapa ilmuwan terkenal lainnya adalah muslim,
tapi jika ditelusuri secara garis keturunan dan tempat kelahiran mereka,
ternyata orang2x tsb amat kental dan amat dekat dengan kebudayaan zoroaztrian dan (sebagai) bangsa zoroaster ....

Dan berdasarkan kronologis waktunya pun,
ilmuwan2x muslim ini muncul (ada) pd masa - yg diklaim sebagai, keemasan islam itu,
relatif tidak lama setelah kaum zoroaster ini takluk oleh PENDUDUKAN TENTARA muslim ....

Tetapi Kemudian setelah para keturunan zoraster itu BENAR2X habis,
dan sisa2x Kebudayaan Zoroastriannya itu punah - tersingkir, tergusur oleh (karena) AGRESI dari islam dengan segala aspeknya,
Pergi KE MANA MASA Keemasan islam itu ... ????????????????



==================================================================

Kalau kalian muslim mau merenungkan secara lebih dalam,
dan ditambah dengan fakta dan data konkrit bahwa muslim sekarang (dan dunia islam),
semakin jauh tertinggal dari dunia barat (kafir),
teringgal di segala bidang baik itu ilmu pengetahuan, teknologi, industri, ekonomi, seni, olahraga dll ....,

Maka APAKAH SESUNGGUHNYA islam itu Memajukan Pengetahuan ...,
ATAU MALAH MEMATIKAN PENGETAHUAN DAN KEMAJUAN ... ???????


:turban:

Kalau kalian muslim mau merenungkan secara lebih dalam,
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby prisca » Tue Aug 06, 2013 6:07 pm

tujuhsinar wrote:Lain waktu nanti kita lanjutkan dengan "KECEPATAN CAHAYA dalam QADAR"

Rekan2 muslim, buat pengetahuan kalian semua, ada baiknya kita menghormati leluhur kita sebagai PENEMU OPTIK dan PENGETAHUAN TENTANG INDRA PENGLIHATAN MANUSIA

Image

Ibnu Haytham atau Alhazen

begitu orang Barat menyebutnya, dunia memberinya gelar kehormatan sebagai Bapak Optik. Bernama lengkap Abu Ali Muhammad ibnu Al-Hasan ibnu Al-Haytham. Ia merupakan sarjana Muslim terkemuka yang lahir di Basrah, Irak pada 965 M.
Penelitiannya tentang cahaya memberikan ilham kepada ahli sains Barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler yang menciptakan mikroskop serta teleskop. Dialah orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya. Konon, dia telah menulis tak kurang dari 200 judul buku.

Dalam karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir, teori optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, teori Ibnu Haytham ini dikutip banyak ilmuwan. Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia (yang menjadi dasar teori optik modern) adalah ilmuwan Muslim asal Irak tersebut.

Selama lebih dari 500 tahun, kitab Al-Manadhir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Pada 1572, karya Ibnu Haytham ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus. Haitham juga mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Salah satu teorinya yang terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.

Sayangnya, hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir, tidak diketahui lagi rimbanya.

Sebagian besar penemu science adalah bangsa arab dan muslim ya. Subhanallah...Subhanallah...Subhanallah !!
:turban: :turban: :turban:


hi sdr tujuhsinar, Image
diskusi yg seru sekali..

sy tdk tahu apakah anda membaca slogan IFF ataukah tidak,
karena anda terkesan menganggap bahwa forum ini adalah forum pembenci muslim, padahal ini adalah forum yg membenci ajaran islam yg tdk pantas untuk diteladani.


untuk membuat anda semakin melambung tinggi dengan scientist muslim, maka saya akan membantu anda googling untuk mengetahui listnya,
silahkan klik http://lmgtfy.com/?q=scientist+muslim+lists

yach, sekaligus sebagai pencerahan bagi muslim juga yg membaca, bahwa IFF bukan forum pembenci muslim...tapi forum ini adalah forum yg membenci ajaran islam yg dianggap sempurna oleh para muslim tanpa mau menelaah dan menyingkronkan dada dan kepala. dan akhirnya berhasil menghasilkan muslim2 yg membahayakan sesama manusia untuk mendapatkan iming2 surga.Image

lalu sy akan googling untuk anda ini:
http://lmgtfy.com/?q=world+scientist+lists
bagaimana?


pertanyaannya adalah jk begitu banyak scientist muslim yg menguasai MIPA, kenapa muslim culture bukannya maju tp malah terbelakang?
simple saja jk anda mampu menjawab. saya tunggu :yawinkle:

soal integral anda, hmmm sy belum selesai membaca,
c u later
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby buncis hitam » Tue Aug 06, 2013 8:17 pm

Katanya si 7gemblung ini ingin membela qurannya dengan itung2an integral yang dia pake tapi taunya pas ditanya pertanyaan mudah kaya begini saja:
Ente punya harta 1 miliar trus ente mati harta elo yang elo tinggalin tinggal berapa?? Anggap aja jumlah harta tsb yang 1 miliar gak berubah sampe elo mati. Jadi ente mati harta elo yang elo tinggalin tinggal berapa??? Gak usah bawa itung2an apapun di sini, langsung jawab aje. Kalo mau ngitung di kalkulator elo aje gak usah bawa ke sini. Ngerti?? Sila dijawab...........

Langsung kaburrrr.......Padahal dengan pertanyaan ini kan dia bisa menggunakan itung2an integral yang dia pake dan dia bela2 setengah mati untuk membela qurannya. Ya begitulah yang namanya muslim yang sudah terpantri otaknya dengan islam yang senafas dengan setan. Pas lagi bela2 qurannya woooahhhh hebohnya setengah mati (bukan hebat lohh) kayak udah paling hebat aje, tapi pas ditanya pertanyaan mudah gitu aje langsung deh jebluk. Gemblung deh bener.............

Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby JANGAN GITU AH » Tue Aug 06, 2013 9:38 pm

tujuhsinar wrote:@jangan sok tau ah...

karena kamu sudah kalah, dan tetap menantang saya...sekalian saya buat kamu babak-belur!!
nih pelototin lagi:


From Wikipedia, the free encyclopedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Leibniz%E2%80%93Newton_calculus_controversy

The claim that Leibniz invented the calculus independently of Newton rests on the fact that Leibniz

1. Published a description of his method some years before Newton printed anything on fluxions;
2. Always alluded to the discovery as being his own invention. Moreover, this statement went unchallenged some years;
3. Rightly enjoyed the strong presumption that he acted in good faith;
4. Demonstrated in his private papers his development of the ideas of calculus in a manner independent of the path taken by Newton.

According to Leibniz's detractors, to rebut this case it is necessary to show that he (I) saw some of Newton's papers on the subject in or before 1675 or at least 1677, and (II) obtained the fundamental ideas of the calculus from those papers. They see the fact that Leibniz's claim went unchallenged for some years as immaterial.

No attempt was made to rebut #4, which was not known at the time, but which provides very strong evidence that Leibniz came to the calculus independently from Newton. For instance Leibniz came first to integration, which he saw as a generalization of the summation of infinite series, whereas Newton began from derivatives. However, to view the development of calculus as entirely independent between the work of Newton and Leibniz misses the point that both had some knowledge of the methods of the other, and in fact worked together on some aspects, in particular power series, as is shown in a letter to Henry Oldenburg dated October 24, 1676 where he remarks that Leibniz had developed a number of methods, one of which was new to him. Both Leibniz and Newton could see by this exchange of letters that the other was far along towards the calculus (Leibniz in particular mentions it) but only Leibniz was prodded thereby into publication.

Apa yang kamu ceritakan sebelumnya adalah ngawur, malahan JUSTRU MEREKA SALING BERKOLABORASI.


DAN INI:

It was certainly Isaac Newton
who first devised a new infinitesimal calculus and elaborated it into a widely extensible algorithm, whose potentialities he fully understood; of equal certainty, the differential and integral calculus, the fount of great developments flowing continuously from 1684 to the present day, was created independently by Gottfried Leibniz. (Hall 1980: 1)

ngerti ga???

huahaha.....plak..plak..plak...koplak!!...modar kowe!


ekekekek...mosok lebih percaya saya pada wikipedia dari pada buku literatur yang memuat ringkasan sejarahnya, Advanced Calculus for Science And Technology terbitan Prentice Hall, 2nd edition, New York, 1978. Kamu punya buku itu? Dijamin tidak, wong kamu baru lahir tahun kemarin... :lol:

saya gak tahu kamu itu ngerti bhs Londo atau tidak, saya heran...
justru wikipediamu menjelaskan keduanya tidak punya hubungan, tidak saling mengetahui dan tidak saling bekerja sama...
kamu sendiri sudah memarkingnya koq nggak bisa baca? Tanya kenapa?
nih saya tunjukkan:
but which provides very strong evidence that Leibniz came to the calculus independently from Newton

sini tak ajari bahasa inggrismu

very strong evidence = bukti yang sangat kuat

that Leibniz came to the calculus independently from Newton = Leibniz menemukan gagasan Kalkulus secara bebas dari Newton. Terjemahan bebasnya: Leibniz tidak punya hubungan apapun ketika menemukan ide Kalkulusnya.

jadi arti kalimat yang saya pungut dari wiki-mu itu kira-jkira seperti ini

tetapi berbagai bukti kuat menunjukkan bahwa Leibniz menemukan calculus tanpa pengaruh Newton!

bagaimana kau bisa memaksakan arti independently menjadi bekerjasama....ugh...iya bagi muslim apa saja bisa tho? :rolling:

sekarang mari kita lihat #4 di atas:

4. Demonstrated in his private papers his development of the ideas of calculus in a manner independent of the path taken by Newton.

terjemahan:
Dalam paper pribadinya mendemonstrasikan pengembangan gagasan kalkulus dalam cara yang berbeda dari Newton!

kalau keduanya bekerjasama, bagaimana mungkin ide-ide mereka tidak saling pengaruhi seperti yang dikatakan wiki-mu? ](*,)
sudah jelas mereka tidak bekerja sama, kamu saja gak ngerti bhs londo!

dan ini lagi yang tidak kau mengerti...padahal sudah kamu marking sendiri

was created independently by Gottfried Leibniz.

hahahaha....si sontoloyo...modar kau koplak!

kog bisa ya kata elaboration berubah arti berkolaborasi ??

It was certainly Isaac Newton
who first devised a new infinitesimal calculus and elaborated it into a widely extensible algorithm,

elaborated it into = menguraikannya menjadi :rolling:

gak ada tuh dikatakan berkolaborasi

kalau begini O2N-mu, ya jelas kamu terkapar dong?

koq saya jadi kasihan dengan mu!

Note: membaca komentarmu yang main tabrak serampangan gini, siapa yang mau percaya dengan omonganmu!
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby JANGAN GITU AH » Tue Aug 06, 2013 9:58 pm

tujuhsinar wrote:Saya ucapkan terima kasih kepada kalian (kafir FFI), yang telah memberikan kesempatan kepada saya dalam menjabarkan INTEGRAL HUKUM WARIS di room FFI ini.

Dan juga terima kasih atas sanggahan dan kritikannya, yang Alhamdulillah telah saya jabarkan dan uraikan sesuai dengan artikel yang saya sampaikan.

Demikian Insya Allah artikel INTEGRAL HUKUM WARIS ini dapat bermanfaat bagi pemirsa umumnya, dan umat muslim pada khususnya.

Kepada pemirsa dan rekan2 muslim, jika ada kata2 atau kalimat yang saya sampaikan terkesan kasar, mohon maaf karena memang dalam perdebatan (dan peperangan), kekasaran itu lumrah terjadi. Sekali lagi agar dapat dimaklumi. Terima kasih.

Wabillahi taufik wal hidayah...Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. :turban: :turban: :turban:

salam.


wahaha...kabur dia...
artikel jeblok

tidak lulus uji...

gagal dalam menjelaskan proses munculnya gagasan awal differensial dan juga integral. tetapi sudah thriumpalist koar-koar..ckckck
memahami bahasa pun minus... :rolling:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby prisca » Tue Aug 06, 2013 10:03 pm

Hi sdr tujuhsinar,

Waah, salut dengan penjelasan anda yg begitu antusias dan menggebu2 untuk memberikan pencerahan kpd netter FFI ttg pembagian waris yg "cacat" dlm alquran. Terimakasih Image
Sy tdk meragukan kapabilitas anda. Seems like u're the cleverest, dgn menunjuk netter2 lain dgn sebutan "s.t.u.p.i.d". Pesan sy, hati2 sangat menunjuk, perhatikan jg berapa jari yg menunjuk kpd diri anda sendiri. :yawingkle:
Sy hanya merasa janggal dengan pemaksaan pembelaan yg anda buat :green:


Anda secara matematis berfilosofi:
Y= pusaka(dimana pusaka adl harta Allah Islam di langit dan dibumi)
1= harta
0= manusia(jk sy tdk slh mengartikan, adl recipient)
Dan membuat persamaan;
Y=1/0
Mohon koreksi jk pemahaman dasar sy salah.


warm up, hal pertama yg ingin sy tanyakan adl harta (1) di dlm filosofi matematis yg anda buat, mengacu pada harta bruto atau harta netto?

Hal kedua yg ingin sy tanyakan adl, dari integral tk tentu yg telah melalui bbrp teorema hingga menghasilkan rumus yg anda aplikasikan dalam hukum waris, apa yg sebenarnya ingin anda hitung?
Apakah jumlah harta yg diterima ahli waris, ataukah harta pusaka milik Allah Islam yg anda katakan dilangit dan dibumi?

Bisakah anda membuat contoh kasus(peristiwa waris) dan penyelesaiannya dgn integral anda?


Pastilah pertanyaan2 simpel dr sy ini bs anda jwb dgn mudah bhkan mgkin sambil memejamkan mata...


C u,
Prisca

Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby nissin » Tue Aug 06, 2013 10:59 pm

prisca wrote:Bisakah anda membuat contoh kasus(peristiwa waris) dan penyelesaiannya dgn integral anda?


Pastilah pertanyaan2 simpel dr sy ini bs anda jwb dgn mudah bhkan mgkin sambil memejamkan mata...




sip...
kejar si tujuhsinar dengan contoh langsung, nanti akan keliatan ketidak konsistenannnya..
kelemahan utama muslim adalah konsistensi...
mereka gak bisa mempertahankan konsistensinya ketika harus membela bengkoknya islam. :yawinkle:
nissin
 
Posts: 247
Joined: Fri Feb 01, 2013 11:26 am

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby keeamad » Tue Aug 06, 2013 11:43 pm

@tujuhsinar.

Bagi cara ABUNAWAS aja ....
Dari a =1/2 : b = 2/3 : c= 1/6 ....
Samakan penyebutnya, menjadi:
3/6 : 4/6 : 1/6 ....
Sederhanakan :
3 : 4 : 1
Yang bila dijumlahkan = 8 ....

=====

Bagi uang 30 juta ke dalam 8 kantung sama banyaknya - masing2x kantong = 3,75 juta
untuk a ambil 3 kantong
untuk b ambil 4 kantong
untuk c ambil 1 kantong ....

Selese, satuan rupiahnya jelas, cara ngitungnya jelas, gak bawa2x harta alloh yg gak terjangkau akal,
gak usah diintegral yg menimbulkan konstanta yg gak tahu harus dikemanain ....

=====

Ini ibarat nipu dengan kotak amal mesjid,
kalo nipu dengan matematika, kamu pasti ketahuan bohongnya oleh kafir,
dan kafir gak ada yang terkecoh dengan tipuan konyol kamu ....
Tapi kalo cara kotak mesjid,
kami kafir masih bisa tertipu saat memberi uang kepada "Pengemis' mesjid di jalanan ....

Kafir Niatnya untuk sumbangan bangun mesjid, begitu juga kata si penerima yg ngakunya akan dipake buat bangun mesjid,
jika ternyata kemudian duitnya buat kesenangan pribadi,
yah kami kafir tertipu jadinya bukan .....

Makanya nifu kafir dengan kotak amal mesjid,
lebih afdhal dibanding dengan matematika ......


Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA

Postby Chunk » Wed Aug 07, 2013 3:58 am

@moderator, supaya trit ini enak dibaca mending dihapus saja isi posting yang ga ada hubungannya terlebih yang cuman saling ejek.

melelahkan, membaca trit ini dari page 1 sampai 30 lebih cuman bahas ginian. wkkwkw

oke, saya sudah baca ulasan tujuh sinar dan netter kafir disini. ini kesimpulan saya:
1. Perhitungan waris gini mestinya ga perlu integral integral segala. sudah jelas ini persamaan biasa yang dependent. simple seperti 2x + 3x = y. bila y = 10, tentu tanpa integral segala, x bisa dihitung menjadi 5x = 10 ===> x = 2.

2. Penggunaan 'aul' dari tujuh sinar pada dasarnya adalah mencari koreksi perbandingan bila ternyata bagian bagian ahli waris tidak sama dengan 1.
contoh seperti yang dibahas simply guest, bila terjadi pembagian 1/2 + 2/3 + 1/6 = 8/6 ==> >1. Koreksi dilakukan dengan mencari fraksi masing masing suku dengan jumlah total suku yaitu dengan (1/2)/(1/2+2/3+1/6), suku ke dua = (2/3)/(1/2+2/3+1/6), suku ke tiga menjadi (1/6)/(1/2+2/3+1/6). maka akan ketemu perbandingan pembagian baru yaitu 6/16+12/24+6/48 = 3/8 + 4/8 + 1/8.
mestinya tujuh sinar harus memberikan referensi jelas, ayat mana di Quran yang menunjukkan bahwa bila jumlah pembagian itu tidak menjadi satu maka dilakukan koreksi dengan 'aul' seperti itu. atau, bila tidak ada ayatnya, berikan saja referensi hadis sahih, atau apa yang menjadi referensi ulama jaman dulu melakukan koreksi 'aul' seperti itu. Mestinya dengan pembagian waris seperti ini, permasalahan warisan sudah timbul sejak jaman Muhammad. Jika itu memang manipulasi matematik, maaf, berarti itu hanyalah usaha cocokmology supaya terlihat apa yang dikatakan Muhammad adalah benar.
Bedakan antara hukum dengan manipulasi matematika. Menurut saya pribadi, bila terjadi tidak sama dengan 1, harus diberikan suatu dasar hukum untuk mengambil keputusannya, bukan dengan manipulasi matematika dan bukan menjadikan hasil manipulasi matematik menjadi hukum.

3. Usaha melakukan integrasi oleh tujuh sinar dengan memasukkan perbandingan bagian waris ke dalam persamaan juga hanya merupakan usaha untuk mendapatkan koreksi 'aul' (sekali lagi, mestinya tanpa perlu menggunakan integral). sebab dengan memaksa memasukkan konstanta bagian waris kedalam F(x) = 1/2x + 2/3x + 1/6x, pada dasarnya adalah membandingkan y dengan y sendiri (persamaan merupakan perbandingan), yang hasilnya juga akan menjadi satu. Mengintegralkan apapun dengan cara demikian (tidak harus masalah warisan) maka hasilnya hanyalah perbandingan dengan diri sendiri yang dikalikan suatu konstanta koreksi itu sendiri. Tidak heran maka nilai x^2 kemudian menjadi nilai koreksi sama seperti no. 2 diatas.

4. Dari page1 sampai page 32 cuman bahas beginian? cp deh..

Membedah kebodohan beberapa teman kafir/islam dalam MIPA
Mirror
Faithfreedom forum static
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

PreviousNext

Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: No registered users