.

SIAPA YANG LEBIH MENCINTAI BUDAYA KITA?

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

SIAPA YANG LEBIH MENCINTAI BUDAYA KITA?

Postby toyib » Sun Dec 09, 2007 1:55 pm

http://www.kompas.com/ver1/Internasiona ... 031649.htm

Keroncong dan Gamelan Digemari di Johor


Alunan keroncong dan stambul yang tergeser musik Top 40 di Republik Indonesia kini dapat dinikmati sepanjang malam hingga dini hari di Johor, Malaysia. Itulah ironi dari negeri kaya budaya Republik Indonesia. Di Indonesia, perhatian generasi muda terhadap seni asli sangat minim dan justru berkembang di negeri jiran.

Lebih dari satu dasawarsa, sejak pukul 22.00 waktu Johor, Radio Johor Best 104 milik pemerintah negara bagian khusus mengudarakan keroncong. Keroncong dan stambul Indonesia mengudara hingga pukul 02.00 tanpa boleh diselingi iklan!

Tenaga ahli Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Dwiono Hermantoro, di Johor Bahru yang ditelepon menjelaskan, pemerintah setempat melalui Yayasan Warisan Johor (Johor Heritage Foundation) mendukung bertumbuhnya kelompok seni keroncong dan gamelan di seluruh distrik di Johor.

"Siaran khusus keroncong dilakukan atas titah Sultan Johor. Sultan Tuanku Iskandar ibni Almarhum Sultan Ismail merupakan pencinta berat keroncong," kata Dwiono yang mantan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah.

Perhatian serius diberikan Sultan Johor, antara lain, melalui lomba keroncong se-Johor tahun 2000. Dwiono menjelaskan, setidaknya ada sepuluh kelompok keroncong dan gamelan yang sudah kukuh berdiri di Johor yang didukung warga keturunan Jawa dan etnis lain.

"Pertama kali gamelan Jawa masuk di Johor melalui Kerajaan Lingga abad ke-18. Selanjutnya imigran Jawa membawa pelbagai seni budaya seperti kuda kepang, wayang orang, dan terakhir yang kini berkembang pesat adalah keroncong. Banyak lagu keroncong yang sudah tidak dikenal di Indonesia kini justru dimainkan di Johor," kata Dwiono.

Salah satu kelompok keroncong yang terbaik berasal dari Distrik Batu Pahat yang dilatih Eddie Guntoro asal Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Konselor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor P Budi Prakoso yang dihubungi secara terpisah mengakui, eksistensi seni keroncong dan gamelan di negara bagian Johor sangat dominan.

"Sultan Johor sangat mendukung perkembangan seni asal Indonesia. Banyak pakar kita sekarang bekerja di Johor di bidang seni dan sains seperti di UTM, yang merupakan ITB-nya Malaysia," kata Budi.

Muhibah pascakonfrontasi

Dwiono menerangkan, perkembangan musik Indonesia di Malaysia modern tidak terlepas dari misi budaya pasca-konfrontasi. Sejak muhibah budaya tahun 1968 yang terus berlanjut hingga kini, pelbagai seni Indonesia diadaptasi masyarakat Malaysia.

"Lagu Rasa Sayange yang diributkan sejatinya diajarkan guru Indonesia yang dulu mengajar di sekolah-sekolah Malaysia. Demikian pula alat musik seperti angklung mulai dikenal di Malaysia tahun 1973 yang diserap sebagai budaya lokal," kata Dwiono.

Dinamika keroncong dan gamelan Johor adalah ironi bagi Indonesia. Tengoklah sepinya Gedung Wayang Orang Barata di Jakarta dan Taman Sriwedari, Solo. Apresiasi seni di Indonesia makin minim, jangan-jangan kelak kita harus ke Johor untuk menikmati keroncong dan gamelan! (Iwan Santosa)


CONTOH BANGSA YANG TIDAK MENCINTAI BUDAYANYA, SEBALIKNYA BUDANYA KAPIR DICINTAI DAN DIALU-ALUKAN.
BUDAYA TERSEBUT SETELAH BERASIMILASI MENJADI BUDAYA KAMI DAN MENJADIKAN MALAYSIA CEMERLANG, SELURUH NETTER KAPIR TERBAKAR JENGGOTNYA, NAK PROTES, LAMBAT KERANA SUDAH HAK PATENT
[/b]
User avatar
toyib
 
Posts: 660
Joined: Tue Sep 04, 2007 6:33 pm
Location: PENANG MALAYSIA

Postby masnah » Mon Dec 10, 2007 8:52 pm

Sebenar kita ialah 1 rumpun melayu. Banyak budaya-budaya yang sama atau mirip.

Apabila budaya itu tidak dipakai oleh salah satu dan dipakai oleh yang satunya sehingga memberikan faedah maka yang salah satu tadi akan protes, ini sudah saperti lagu lama.

Pada kes ini saperti kita tahu banyak sekali bangsa Jawa pada masa silam datang ke tanah Melayu, mereka datang dengan membawa budaya dan makanan (Mereka berkumpul di daerah Selangor, Johor, Sarawak), sehingga menjadi kumpulan budaya Melayu dan tentu menjadi budaya Malaysia.

Tengoklah di kota Kuching dimana kita akan menemukan Kampong Gersik, Kampong Surabaya, Kampong Demak. Akankan Indon klaim bahawa nama Gersik, Surabaya, Demak milik Indon, TIDAK. Nama itu sudah menjadi bahagian daripada Malaysia.

Mari kita tegakkan Ukhuwah Islamiyah.
User avatar
masnah
 
Posts: 76
Joined: Wed Nov 14, 2007 8:26 pm

Postby kagakmurtad3 » Wed Dec 12, 2007 3:19 pm

gue ngerasa berat sebenernye, ente bedue sesame muslim ame gue, tapi kalo liat tindak tanduk malaysia nyang nota bene penduduknye mayoritas muslim tapi kelakuannye ke negare gue dah kayak binatang gue jadi kangen negare gue diperentah orang kayak Soekarno untuk ngganyang negare ente !
User avatar
kagakmurtad3
 
Posts: 381
Joined: Sun Apr 08, 2007 1:18 pm
Location: PUNCAK SORGA

Postby swatantre » Wed Dec 12, 2007 3:27 pm

Wuah, keras juga tuh Bang KM3 omongannya... SALUT..!!!!!
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby toyib » Wed Dec 12, 2007 3:41 pm

Kembali kepada Topik.

Jelas bahawa Indon sudah tidak punya identitas.
Indon lebih suka budaya barat.

Ketika kami Bangsa Besar Malaysia mempunyai identitas sebagai bangsa Timur yang maju, Indon menjadi iri dan dengki.

Sekarang sudah terlambat.

Malaysia ialah sebenar Asia dan itu sudah dimaklumkan keseluruh dunia.
User avatar
toyib
 
Posts: 660
Joined: Tue Sep 04, 2007 6:33 pm
Location: PENANG MALAYSIA

Postby swatantre » Wed Dec 12, 2007 3:46 pm

Dapet budayanya dari curian......
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby xinthing_lu » Thu Dec 13, 2007 3:40 am

Malaysia = Malingasia
Bangsa maling yg ga punya otak
User avatar
xinthing_lu
 
Posts: 929
Joined: Fri Nov 10, 2006 4:55 am
Location: Surga Islam

Postby Adadeh » Thu Dec 13, 2007 3:57 am

toyib wrote:Malaysia ialah sebenar Asia dan itu sudah dimaklumkan keseluruh dunia.

Bangsa pencuri budaya Indonesia, pencuri pulau2 Indonesia, bahkan sampai masakan pun tidak ketinggalan dicurinya pula!! Tapi berani2nya ngaku sebagai sebenar Asia. Tebal muka sekali lo!! Udah nyolong rawon, sekarang soto dan nasi goreng pun mau dicurinya pula!!

ANEKA SOTO NUSANTARA
oleh Bondan Winarno
kutipan:
Hayo, soto bukan dari Malaysia, lho? Asli Indonesia punya!
Bulan lalu, bersama Myra Sidharta, kami menjadi dua orang yang “mewakili” Indonesia dalam sebuah simposium regional di Penang, Malaysia, tentang pengaruh budaya Tionghoa terhadap berbagai kuliner lokal. Dalam sebuah diskusi di meja makan, saya sempat berdebat dengan “wakil” Malaysia yang mengatakan bahwa nasi goreng adalah hidangan khas Malaysia.
“Coba tunjukkan, Malaysia punya berapa macam nasi goreng?” tanya saya. Yang saya tanya gelagapan. Lalu, dia menjawab sekenanya. “Ada yang gaya Tionghoa, ada yang gaya India-Pakistan,” katanya.
“Adakah nasi goreng gagrak Melayu?” kejar saya dengan pertanyaan lain? Dia makin kebingungan. Artinya, mungkin memang tidak ada.

Saya katakan kepadanya bahwa di Indonesia, selain nasi goreng gagrak Tionghoa yang khas, setiap daerah punya keunikan nasi goreng masing-masing. Di Bogor ada nasi goreng pete. Di Semarang ada nasi goreng babat. Di Magelang ada nasi goreng ruwet (karena nasinya dicampur mi). Di Yogyakarta ada nasi goreng putih (karena tidak memakai kecap). Di Makassar nasi gorengnya berwarna merah muda. Di Jakarta ada nasi goreng kambing. Di Surabaya ada nasi goreng ikan asin. Di Medan ada nasi goreng teri. Di Aceh nasi gorengnya pun sangat khas. Ada lagi nasi goreng udang. Ada pula nasi goreng kampung atau nasi goreng Jawa. Belum terhitung nasi goreng untuk anak-anak muda gaul yang disebut nasi gila. Masih mau daftar yang lebih panjang?
Dia terdiam. Menyerah!
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby swatantre » Thu Dec 13, 2007 4:46 am

Bangsa pencuri hanya akan tersingkir saja dlam persaingan global... Gak ada yg suka barang curian. Yang sekarang dipentingkan adalah orisinalitas.... bukan ide curian.....

Kayak gini menjadi bangsa besar? Kalau begitu, kerdilnya kayak apa ya.....
Last edited by swatantre on Fri Dec 14, 2007 1:13 pm, edited 1 time in total.
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby toyib » Thu Dec 13, 2007 4:02 pm

YANG JELAS, ANTARA BANGSA SENANG DATANG KE MALAYSIA KERANA MENENGOK MALAYSIA LAKSANA MENENGOK ASIA.
DATANGLAH KE MALAYSIA, MAKA KAU AKAN MENEMUI SEMUA, SEMUA DAN SEMUA TENTANG ASIA.
User avatar
toyib
 
Posts: 660
Joined: Tue Sep 04, 2007 6:33 pm
Location: PENANG MALAYSIA

Postby Adadeh » Fri Dec 14, 2007 5:03 am

toyib wrote:DATANGLAH KE MALAYSIA, MAKA KAU AKAN MENEMUI SEMUA, SEMUA DAN SEMUA TENTANG ASIA.

Termasuk yang baru2 ini mencoreng muka Malaysia:
DISKRIMINASI ATAS RAS INDIA DI MALAYSIA:
Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby toyib » Fri Dec 14, 2007 2:39 pm

Mereka sudah diamankan dengan Internal Security Act
User avatar
toyib
 
Posts: 660
Joined: Tue Sep 04, 2007 6:33 pm
Location: PENANG MALAYSIA

Postby Adadeh » Sat Dec 15, 2007 12:26 am

toyib wrote:Mereka sudah diamankan dengan Internal Security Act

Yang artinya bisa dibungkam dan ditangkap tanpa proses pengadilan.
Ethnic Indians protest in Malaysia
http://www.youtube.com/watch?v=dDCgHb00jpI

Al-Jazeera - Ethnic Indians protest in Malaysia
http://www.youtube.com/watch?v=G-aThEGVn-E

Police break up protest in Malaysia
http://www.youtube.com/watch?v=IPz-i70fr9g

Don't miss them! Watch them all, see them for yourself my dear fellow Indonesians how Malaysian government applies oppression, discrimination, racism in Malaysia!!

Malaysian tolerance
http://www.danielpipes.org/comments/106706
Over the last 15 years, Hindu temples in Malaysia are being demolished at the rate of ONE temple in every THREE weeks.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby toyib » Sat Dec 15, 2007 6:20 am

Itulah semua pelancong di seluruh dunia merasa aman tinggal di Malaysia daripada tinggal di Bali.

Balik dari Bali tinggal daging kerana kena bom
User avatar
toyib
 
Posts: 660
Joined: Tue Sep 04, 2007 6:33 pm
Location: PENANG MALAYSIA

Postby Adadeh » Sat Dec 15, 2007 9:36 am

toyib wrote:Itulah semua pelancong di seluruh dunia merasa aman tinggal di Malaysia daripada tinggal di Bali.

Balik dari Bali tinggal daging kerana kena bom

Pemboman itu dilakukan oleh Muslim2 yang mengikuti sunnah nabi membunuhi kafir2 yang tak berdosa.
Teroris2 Muslim Noordin M. Top dan Ayman al-Zawahari berasal dari Malaysia. Merekalah otak pemboman di Bali dan Jakarta yang menewaskan kafir dan Muslim lain yang tak berdosa. Memang kalau perihal export teroris Muslim dan hukumcambuk buruh2 Indonesia, Malaysia tiada bandingnya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby yusup_didin » Sat Dec 15, 2007 10:45 am

malaysia.... kayanya pernah denger, tapi apaan ya?
User avatar
yusup_didin
 
Posts: 421
Joined: Tue Nov 20, 2007 9:19 pm
Location: kolam berlumpur.......

Postby toyib » Sun Dec 16, 2007 10:49 pm

yusup_didin

Lawatlah ke Malaysia, lawatlah ke kampong kami, kau kapir atau Islam, wajib hukumnya bagi kami untuk menghormati kau.
Lawatlah bila-bila senang.
Sila Maklumkan kepada kami apabila kau senang datang.

Kita semua aman di Malaysia.
Di Malaysia tidak ada kejahatan, semua dalam pengawalan Kerajaan Melayu, Islam dan Non Islam boleh hidup damai sejahtera. Tengoklah.
User avatar
toyib
 
Posts: 660
Joined: Tue Sep 04, 2007 6:33 pm
Location: PENANG MALAYSIA

Postby Rouen » Sun Dec 16, 2007 10:54 pm

udah gw tengok... jelek... bagusan Jepang...
User avatar
Rouen
 
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

Postby Kutang_Belum_Dicuci » Sun Dec 16, 2007 11:29 pm

masnah wrote:Sebenar kita ialah 1 rumpun melayu. Banyak budaya-budaya yang sama atau mirip.

Apabila budaya itu tidak dipakai oleh salah satu dan dipakai oleh yang satunya sehingga memberikan faedah maka yang salah satu tadi akan protes, ini sudah saperti lagu lama.

Pada kes ini saperti kita tahu banyak sekali bangsa Jawa pada masa silam datang ke tanah Melayu, mereka datang dengan membawa budaya dan makanan (Mereka berkumpul di daerah Selangor, Johor, Sarawak), sehingga menjadi kumpulan budaya Melayu dan tentu menjadi budaya Malaysia.

Tengoklah di kota Kuching dimana kita akan menemukan Kampong Gersik, Kampong Surabaya, Kampong Demak. Akankan Indon klaim bahawa nama Gersik, Surabaya, Demak milik Indon, TIDAK. Nama itu sudah menjadi bahagian daripada Malaysia.

Mari kita tegakkan Ukhuwah Islamiyah.



jaka sembung bawa golok nggak nyambung *****
User avatar
Kutang_Belum_Dicuci
 
Posts: 459
Joined: Wed Dec 12, 2007 9:05 pm

Postby yusup_didin » Mon Dec 17, 2007 12:04 am

ga mau ke malingsia ah...
ga ada harajuku di sana,ntar distroku ga laku....
User avatar
yusup_didin
 
Posts: 421
Joined: Tue Nov 20, 2007 9:19 pm
Location: kolam berlumpur.......

Next

Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: No registered users