.

teLor ImitaSi bereDar..... !

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

teLor ImitaSi bereDar..... !

Postby Zert ChronicLes » Sat Oct 27, 2007 11:23 pm

Buset, kalo Ada yg udah baca langsung ngasih koment ya. Abis saya aja Geram!!!

Modusnya masih sama, masih mengunakan konsep/hukum ekonomi masih ingat kan? kalo gak salah bunyinya kayak gini "Dengan modal yang kecil,menghasilkan laba yang sebanyak-banyaknya"

Dasar Orang Sedeng, masa telor disamain sama tembok! dan prosesnya juga sama dengan teh manis "celup-oles"

Ada dua cara dalam memalsukan telur asin kepasaran. yang pertama Dengan cara sehari jadi & seminggu jadi. Yang beda, cuma jangka waktu pembuatannya.

# sehari jadi
Nah, Yang jadi bahan pokoknya adalah teluar Ayam Negri yang berukuran besar lalu dicuci bersih dan direndam dengan eir cuka selama 1-2 jam supaya cangkangnya lunak.
setelah proses perendaman kulit telur yang lebih lunak ini disuntikan dengan airgaram pada bagian ekor (bukan pada bagian yang kopong) lalu direbus sampai matang.
Setelah telur matang lantas didiamkan supaya dingin, lalu di cat dengan cat tembok ampe kering. sdetelah kering narulah ditaburi dengan tepung tajin (peluntur warna pakaian) agar marnanya ternetralisir.

# seminggu Jadi
MAsih dengan bahan baku yang sama yaitu Telur ayam negri yang berukuran besar, lalu direndam dengan 2 bungkus garam kasar diberi 2 gayung kecil air dan cat tembok secukupnya dan didiamkan selala seminggu.
Setelah seminggu telur lantas aaj dicuci bersih dan direbuas dengan air biasa dan diLap satu persatu biar bersih.
setelah itu diberi dengan bubuk tajin untuk menetralisir warna (soalnya warna cat tembok itu kan medok nanget Den!)

Lah, kalo dicelup oles- celup oles bakalan nyerep kedalan daging telur dong? dan berarti bakalan bahaya banget!

Nah, buat ngebedainnya itu rada kasat mata den, masalahnya gak mungkin kita minta telurnya dibelah dulu sama AbangNya (bisa dibacok kita!!) Ngebedain secara luar cukup ita pegang aja, biasanya bubuk tajin bakalan berbekas ditangan & warna telur asin asli sama imitasi biar semirip apapun pasti ada aja perbedaannya.

Sedangkan kalo secara dalem, kita cukup liat dari kuning telurnya. Kuning telur bebek punya warna kuning cerah yang khas, dimana unggas lain gak memilikinya. Telur yang imitasi biasanya lebih pucet Den kayaknya sih lantaran serapan pewarna dalam proses pematangan.


Nah sekian Dulu, gimana tanggapan kalian? Cukup gerah gak?!!!
:x :x :x :x :x :x :x :x :evil:
User avatar
Zert ChronicLes
 
Posts: 21
Joined: Sat Oct 20, 2007 10:19 pm

Postby NoeMoetz » Mon Oct 29, 2007 10:35 am

Tips:
Cari telur tuh yang masih ada tahi2nya dikit di cangkang luarnya....

Biar yakin bukan imitasi :lol:
NoeMoetz
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby M-SAW » Mon Oct 29, 2007 7:45 pm

ah duduls
gue kira ada netter telor gadungan

judulnya di benerin dong
ada TELOR ASIN imitasi

:P
:P
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby NoeMoetz » Tue Oct 30, 2007 9:07 am

NoeMoetz
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby Phoenix » Tue Oct 30, 2007 5:30 pm

Bukannya itu yg katanya di China tuh bikin telur imitasi..Aku pernah dapet step by step cara bikinnya..tapi udah gue buang waktu bersihin komputer gue kemaren...

Tapi gimana ya sama Ayam suntik en sapi glonggong???
iih..kasihan banget tuh ayam dan sapi!!! Kalau kalian pernah lihat gimana mereka mau bunuh tuh sapi glonggong, pasti deh nggak tega..
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby NoeMoetz » Sun Nov 04, 2007 10:37 pm

Phoenix wrote:Bukannya itu yg katanya di China tuh bikin telur imitasi..Aku pernah dapet step by step cara bikinnya..tapi udah gue buang waktu bersihin komputer gue kemaren...

Tapi gimana ya sama Ayam suntik en sapi glonggong???
iih..kasihan banget tuh ayam dan sapi!!! Kalau kalian pernah lihat gimana mereka mau bunuh tuh sapi glonggong, pasti deh nggak tega..

Dulu elektronik yang dibajak,
sekarang telur yang dibajak...

Image
NoeMoetz
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby asbunawas » Mon Nov 05, 2007 10:00 am

Untung ane engga doyan makan Telor Asin, Kolesterolnya Tinggi....!
asbunawas
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby curious » Mon Nov 05, 2007 11:36 am

kalo telor di avatar gua imitasi nggak ya ;)
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby kimi57 » Mon Nov 05, 2007 7:17 pm

Makanan Palsu China Menjadi Sorotan di Korea
Anda sulit membedakan keasliannya!

Seorang pekerja tidur di atas krat-krat telur di sebuah pasar grosiran
di
Beijing , China . Beberapa media utama di Korea telah memberitakan
proses
pembuatan telur-telur tiruan di China , yang mana telah menggemparkan
dan
menyebabkan kekhawatiran besar di antara penduduk Korea . ( China
Photos/Getty Images)

(Erabaru.or. id) - Baru-baru ini, produk-produk tiruan China telah
menjadi
sorotan di Korea . Beberapa media arus utama Korea telah memberitakan
proses
pembuatan telur-telur tiruan di China , yang telah menggemparkan dan
menyebabkan kekhawatiran besar di antara penduduk Korea .
Pada 1-2 September lalu, Munhwa Broadcasting Corporation (MBC)
menayangkan
sebuah dokumenter berjudul, "Hidup tanpa produk-produk buatan China ."
Acara
tersebut menelusuri kehidupan tiga keluarga di Korea Selatan , AS , dan
Jepang yang menolak menggunakan produk-produk buatan China . Tayangan
ini
juga berbicara mengenai telur-telur buatan yang merajalela di China ,
acara
ini telah menarik perhatian publik Korea .
Menyusul acara tersebut, koran nomor satu Korea, Chosun Ilbo, telah
menerbitkan sebuah artikel berjudul "MBC Special mengekspos telur-telur
tiruan buatan China," melaporkan secara rinci bagaimana telur-telur
tiruan
itu dibuat. Dong-A Ilbo, koran Korea lainnya, pada 14 Agustus 2007 juga
telah menerbitkan sebuah laporan berjudul "Telur-telur buatan dari China

dibuat dari bahan-bahan kimia telah muncul di pasaran".

Sepersepuluh Harga
Menurut laporan dari Chosun Ilbo, karena peningkatan tajam harga-harga
makanan di China, telur-telur buatan, yang dibuat hanya dari bahan kimia

tanpa bahan alami, telah muncul di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan.
Mr. Wang, yang menjalankan sebuah perusahaan yang membuat bahan tambahan

makanan, menjelaskan bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat. "'Putih
telur'
dibuat dengan melarutkan sodium alginate dalam air. Larutan tersebut
akan
terlihat seperti cairan bening yang kental dan sulit membedakannya
dengan
putih telur yang sebenarnya.
"'Kuning telur' dibuat dengan menyekop suatu carian dengan pigmen kuning
dan
memadatkan serokan cairan tersebut ke dalam larutan kalsium klorida.
Akhirnya, 'putih telur' dan 'kuning telur' dibungkus ke dalam 'kulit
telur'
yang dibuat dari kalsium karbonat.
"Jika ditambahkan tepung kanji atau bubuk kuning telur pada 'kuning
telur'
tersebut, tekstur dari sebuah telur buatan setelah dimasak hampir
identik
dengan telur yang sebenarnya.
Wang mengatakan hanya menghabiskan 0,55 yuan (0,07 dolar AS) untuk
membuat
lebih dari 2 butir telur, kurang dari sepersepuluh harga telur yang
sebenarnya di pasaran (0,8 dolar AS.)
Bahan utama dalam telur-telur buatan tersebut adalah bahan tambahan
makanan,
getah damar, kanji, pengeras, dan pigmen-pigmen. Konsumsi yang
berlebihan
atas bahan-bahan tersebut akan merusak perut dan menyebabkan
gejala-gejala
seperti kehilangan ingatan dan keterlambatan mental, dll.

Korea Dikecewakan
Dokumenter khusus dan laporan berita tersebut telah menuai perhatian dan

kegemparan di tengah penduduk Korea . Banyak orang Korea menyatakan
bahwa
meskipun produk-produk buatan China seperti pakaian, elektronik, dan
lain-lainnya terbilang murah dan telah membawa kenyamanan bagi hidup
mereka,
kualitas dan keamanannya sungguh mengkhawatirkan.
Belum lama ini, berbagai mainan buatan China telah ditarik dari rak-rak
supermarket karena cat pada mainan tersebut mengandung sejumlah logam
berat
yang sangat tinggi dan dapat mengancam keselamatan anak-anak.

Kursus Membuat Telur Buatan Diiklankan Secara Online di China
Fakta telur buatan bukanlah hal baru di China . Kursus-kursus latihan
untuk
"membuat telur buatan" tersebar luas di Beijing, Provinsi Henan ,
Shandong ,
Hebei dan Guangdong . Seorang wartawan Epoch Times telah melakukan
pencarian
di Internet dan menemukan banyak iklan seperti itu. Kelas-kelas
dilakukan
dari satu sampai dua hari dan biayanya berkisar antara 300 sampai 800
yuan
(40-100 dolar AS).
Sebuah pusat latihan tertentu di Kota Shangqiu mengajarkan teknik
pembuatan
telur buatan dan memberikan cetakan gratis dalam kursus tersebut. Pusat
latihan tersebut menjamin bahwa "Anda sulit dapat membedakan bentuk dan
rasa
antara produk kami dengan telur yang sebenarnya."
Baca liputan tentang Kursus Membuat Telur ini di sini:
http://www.erabaru.or.id/k_23_art_76.html

Apa Makanan Asli di China?
Sebuah pusat riset yang bermarkas di Fengtai, Beijing , menyatakan bahwa

"Perusahaan kami telah menyebarkan teknologi pembuatan telur buatan.
Kami
telah melatih lebih dari 70 ribu siswa di lebih dari 20 provinsi di
dalam
negeri. Kami juga menyediakan teknologi untuk membuat "anggur buatan,"
daging ayam dan daging sapi buatan," dan "membuat permen beraroma
hawthorn
(sejenis buah berry berwarna merah) tanpa menggunakan buah hawthorn."
Menyusul membanjirnya laporan tentang kualitas produk-produk buatan
China
baru-baru ini, beberapa warga Korea berseru, "Lalu apa yang dapat kalian

makan di China? Sungguh industri makanan di China dibanjiri oleh
kebohongan
dan penipuan, karenanya membuat kepanikan di tengah konsumen."
Oleh Cui Yingshu, The Epoch Times, 11 Sep 2007
http://en.epochtimes.com/news/7-9-11/59598.html


Bagaimana Membuat Telur Dari Guangzhou

Untuk membuat telur putih, beberapa jenis bahan, termasuk semacam bubuk
dan
tawas, dicampurkan - EAST WEEK'Kuning telur' dibentuk pada cetakan. 'Air

ajaib' mengandung kalsium khlorida juga digunakan - EAST WEEKSelaput
keras
dibentuk dengan menuangkan parafin dan sejenis cairan pada telur lalu
didiamkan untuk kering - EAST WEEK

(Erabaru.or.id) - Penggerebekan baru-baru ini di sebuah pusat grosir
kota
Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong, ditemukan sejumlah besar telur
palsu.
Harga grosir telur palsu adalah 0,15 yuan (0,03 Dollar Singapura) per
butir - setengah harga dari telur asli.
Konsumen sangat sulit membedakan telur asli dan telur palsu. Ini adalah
berita bagus bagi para pengusaha nakal yang bahkan mengeluarkan tidak
kurang
150 dolar Singapura untuk mengikuti kursus tiga hari cara memproduksi
telur
buatan.
Seorang wartawan dari Majalah East Week dari Hong Kong mengikuti salah
satu
kursus tersebut.
Untuk menciptakan telur putih, instruktor - seorang wanita berusia 20
tahunan menggunakan sejenis ramuan seperti agar-agar, bubuk yang tidak
diketahui jenisnya, asam benzoid, bahan pengentalan dan bahkan tawas
yang
biasa digunakan untuk pengolah industri.
Untuk menciptakan kuning telur, bubuk berwarna kuning jeruk dicampur ke
dalam air dan diaduk. Cairan itu kemudian dituangkan ke dalam cetakan
plastik yang berbentuk bulat dan dicampur dengan apa yang disebut 'air
ajaib,' yang mengandung kalsium khlorida.
Ini akan membuat selaput tipis di luar 'kuning telur,' yang akan
mengikatnya
dengan kuat.
Lalu telur tersebut dibentuk dengan sebuah cetakan. Tidak lupa kulit
telur
juga dibuat. Parafin dan sejenis cairan putih yang tidak ketahui
jenisnya
dituang ke dalam telur palsu itu, lalu didiamkan untuk kering.
Telur buatan ini dapat dijemur dengan sinar matahari atau dikukus.
Meskipun
muncul gelembung-gelumbung dari telur putih, orang yang mencicipi
mengatakan
bahwa rasa telur palsu ini sangat mirip dengan telur asli.
Tetapi para ahli memperingatkan akan bahaya mengkonsumsi telur palsu
ini.
Tidak hanya telur-telur palsu itu tidak mengandung nutrisi apapun,
seorang
profesor Universitas China Hong Kong memperingatkan bahwa mengkonsumsi
tawas
dalam waktu lama dapat mengakibatkan penyakit dementia (penyakit mental
yang
serius yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, mengingat dan
bertingkah
laku normal).


::BCA::
User avatar
kimi57
 
Posts: 232
Joined: Wed Jun 27, 2007 12:03 pm
Location: Meca - licking Hajar Aswad


Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: No registered users