Bumi Kita Belum Tentu Bulat

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.
Phoenix
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Post by Phoenix »

antisymmetric wrote:Maaf, saya telah membuat saudara2 sekalian menunggu lama. Setelah saya fikir2, adl sangat tdk bijak bila saya harus menampilkan beberapa gambar (image) yg berukuran cukup besar di forum ini. Member Rebecca (dlm ruang Kritik & Saran) telah menghimbau utk membatasi jumlah, kapasitas bytes, & ukuran gambar agar tdk membebani forum ini. Oleh krn itu, saya akan menampilkan gambar2 saya melalui Friendster saya. Mari ikuti langkah2 berikut.

1. Ketik www.friendster.com pada label Address.
2. Setelah masuk Friendster, lalu pd label Search, klik tulisan Friendster, lalu ketik: [email protected] lalu enter.
3. Setelah masuk ke home antisymmetric, lalu klik tulisan view photos pd bagian antisymmetric's photo gallery; lalu lihat foto2 sesuai yg diminta dlm keterangan saya nanti. Perhatikan judul Figure-nya utk setiap gambar.

Selanjutnya, akan saya terangkan maksud gambar2 tsb. Kalau ternyata gambar2 tsb tdk urut judulnya, mohon utk tetap melihat gambar sesuai judul Figure yg saya minta nanti. Selamat mencoba.

JANGAN LUPA KALAU MAU NENGOK FS DIE, KALIAN YG LOG IN DI FS KALIAN LOG OUT DAHULU! BUAT SATU FS ADDRESS LAGI SPY TIDAK TERLIHAT YG MASUK DAN VIEW FS DIA!

User avatar
tanjidin6
Posts: 24
Joined: Thu Aug 16, 2007 9:41 am

Post by tanjidin6 »

Phoenix wrote:
JANGAN LUPA KALAU MAU NENGOK FS DIE, KALIAN YG LOG IN DI FS KALIAN LOG OUT DAHULU! BUAT SATU FS ADDRESS LAGI SPY TIDAK TERLIHAT YG MASUK DAN VIEW FS DIA!
Islamophobia... :lol:

User avatar
Rashidi
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Post by Rashidi »

better safe than sorry :lol:

User avatar
antisymmetric
Posts: 119
Joined: Sat Jul 28, 2007 4:15 pm

Post by antisymmetric »

[x]
Last edited by antisymmetric on Sat Jan 19, 2008 8:53 am, edited 1 time in total.

Abang Chimp
Posts: 393
Joined: Thu Nov 30, 2006 4:50 am

Post by Abang Chimp »

Wah ada muslim dodol yangs ok scientist seperti feodor aka monster kepala

User avatar
Rashidi
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Post by Rashidi »

terma 'mungkin', dalam dunia sains tidak boleh selamanya dibiarkan, haruslah di explorasi dan kemudian DI-UJI apakah benar 'mungkin' tersebut ataukah tidak.

MUNGKIN SAYA ADALAH TUHAN
bagaimana kalimat itu dalam perngertian sains ?
bagaiaman kalimat itu dalam pengertian agama?

adakah faktor X yg MEMUNGKINKAN SAYA ADALAH BENAR-BENAR TUHAN ??

** intermezo: jadi inget cartoon power-puff-girl dangan chemical X-nya :lol: ***

FAKTOR X
Bagaimana sifat faktor X ini? apakah
a. Sifatnya konstan, selalu ada
b. Sifatnya sementara, bisa ada bisa tidak
c. Sebenarnya cuma ada di angan-angan

kemudian perlu ditanyakan jika faktor X selalu ada, bagaimana untuk mengetahui hingga tidak menjadi X lagi?

jika faktor x ini bisa ada bisa tidak, perlu diobservasi perbedaan saat faktor X ini ada dan tidak, apakah faktor X ini layak dijadikan SIGNIFIKANSI ?? (kembali ke pe-model-an yg akurat) jangan-jangan sebenarnya cuma sifatnya yg C?

User avatar
Rouen
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

Post by Rouen »

masih banyak kemungkinan...

saya bilang mungkin bumi itu seperti roti... dunia manusia ada di atas roti dan neraka ada di bawah roti... sementara syurga ada di atas roti namun perlu faktor RGM-79 untuk menemukan syurga. Untuk masuk ke neraka, manusia Mungkin membutuhkan kendaraan dengan kecepatan menggali tanah sebesar faktor MS06S...

Mungkin ADA BATAS BUMI tetapi manusia bisa berputar seperti jika bumi bulat. WHY? Mungkin Karena Tuhan menaruh alat teleport di batas bumi + Live GM-Net 3D yg selain bisa dilihat juga bisa dipegang, mengeluarkan bau, pokoknya seperti nyata (12000 Mega Terra Bytes/Milli Secon)

Pemirsa: Koq gw ga menyadari adanya teleportasi yah?
A. Ray: Of Course! Karena Allah adalah 'khairu al mukareena' : tukang tipu yg paling jitu”
Pemirsa: Kalau begitu untuk apa kita mencari2 kebenaran jika akhirnya kita ditipu?
Quatro V.: Tentu saja untuk ditipu
Pemirsa: Kita mencari kebenaran untuk ditipu?
G. Ran: Yup.
Pemirsa: Kenapa?
E.F.S.F. gundan: mungkin... karena Allah senang menipu...
semua: HEEEE?!

User avatar
islambuster
Posts: 1035
Joined: Fri Sep 01, 2006 1:12 pm

Re: Bumi Kita Belum Tentu Bulat

Post by islambuster »

antisymmetric wrote:Bumi Kita Belum Tentu Bulat

Mungkin begitu saudara2 membaca judul treath tsb, sebagian besar dari kalian langsung mengklaim bahwa ini adalah pendapat yg **** bin aneh. Itu wajar saja mengingat sejak kecil kita telah mendapat pelajaran bahwa bumi kita ini bulat (atau lebih tepatnya berbentuk elipsoida yg berkerut). Pada jenjang pendidikan yg lebih tinggi lagi, kita semakin memperdalam dan menalar teori tsb yg mana tentu saja dgn dukungan kuat dari bukti2 eksperimental yg sangat logis, seperti: (1) perjalanan manusia mengelilingi bumi dari suatu titik awal dan kembali ke titik semula, (2) penampakan kapal laut yg sedang mendekati / menjauhi pantai, (3) penampakan awan yg se-olah2 berada di depan kita, (4) penampakan benda2 langit yg se-olah2 timbul & tenggelam, (5) pemotretan muka bumi dengan satelit, (6) aplikasi konsep pemantulan sinyal gelombang elektromagnetis (misal: telekomunikasi), dsb. Bahkan sekarang bukti2 tsb semakin diperkuat dgn berbagai model matematis yg sangat dahsyat & rapih, serta gejala2 turunannya. Dengan demikian, seakan kita tidak dapat membantah lagi mengenai kebenaran teori bumi bulat tsb. Jika kita tidak mengikutinya, niscaya kita akan terkapar dalam perhelatan sains & teknologi modern. Beberapa gejala tersebut nampaknya cukup sahih dalam mendukung teori bumi bulat. Namun sadarkah kita bahwa beberapa gejala tersebut juga dapat dipenuhi oleh lemma (usulan) bumi datar era baru?

Lemma bumi datar era baru agak berbeda dengan teori bumi datar klasik. Teori bumi datar klasik tentu tidak dpt menjelaskan gejala (5) dan (6). Alasan sederhana yg nampaknya sangat logis adalah bahwa kita tidak mungkin membantah citra bumi yg sudah jelas2 terekam kamera maupun detektor sinyal tertentu. Dgn kata lain, hasil pemotretan sangat sulit diklaim kepalsuannya.

Yg menjadi pertanyaan: apakah citra geometris suatu benda selalu menunjukkan bentuk geometris benda tsb sebenarnya? Saya berasumsi bahwa jawabannya tidak selalu demikian. Apa sebabnya? Itu karena sinyal informatif (misal: cahaya) tidak selalu merambat lurus pada tempat & waktu tertentu. Apakah kamera, detektor, bahkan mata kita memerlukan cahaya (tampak maupun tidak tampak) untuk menangkap (melihat) citra geometris suatu benda? Jawabannya: ya. Apakah ada alat / indera lain yg dpt menangkap citra geometris suatu benda tanpa perantara cahaya tsb? Jawabannya: tidak. Berarti, citra geometris suatu benda lebih tergantung pada bentuk lintasan sinyal informatif (khususnya cahaya), & bukan se-mata2 tergantung pada bentuk geometris benda tsb yg sebenarnya.

Saudara2 ingin suatu contoh? Ini salah satu contoh yg sangat sederhana. Di suatu dasar laut yg mana airnya ber-golak2 secara periodik, misalnya ada batu besar tegar (kokoh) yg tertancap di dasar laut tsb. Misalkan batu tsb tidak akan bergeser sama sekali sekalipun dihempas air di daerah dasar laut. Artinya, yg sebenarnya terjadi adalah bahwa batu tsb tetap diam. Namun, apa yg kita lihat (ketika menyelam) ternyata batu tersebut seakan ber-ubah2 bentuk (ber-goyang2). Apakah sebenarnya batu tsb ber-ubah2 bentuk? Tentu saja tidak. Lantas apa yg menyebabkan batu tsb nampak berubah wujud? Itu tidak lain karena cahaya yg dipantulkan batu tsb memberikan informasi citra geometris batu tsb kepada kita se-akan2 batu tsb ber-goyang2. Apa yg menyebabkan cahaya tsb merambat sedemikian rupa shg memberikan informasi citra yg berbeda dgn bentuk sebenarnya? Jawaban ‘yg paling aman’ adalah adanya faktor X, misalnya: perbedaan kerapatan medium yg bervariasi secara malar thd ruang & waktu, yg mana memenuhi hukum pembelokan cahaya. Namun, hukum tsb (misal: Snell) mungkin hanya berlaku pada skala ruang yg relatif kecil. Untuk skala ruang yg teramat sangat besar, mungkin hukum Snell tidak berlaku, sehingga ada baiknya saya tetap menganggap gejala tsb akibat faktor X.


Lantas, bagaimana pengaruh sinyal informatif seperti itu terhadap penampakan citra geometris bumi? Saya yakin sebagian besar dari kita sudah pernah melihat foto bumi kita ini dari berbagai sumber referensi yg sahih (misal: textbook, website, dsb) yg mana telah diakui oleh para pakar. Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa bumi tampak lengkung di foto2 tsb. Apakah kita tetap harus percaya bahwa itulah bentuk bumi kita sebenarnya?? Jawabannya: terserah pada kepercayaan kita masing2, sebab ini sudah merupakan kebebasan kepercayaan (faith freedom). Kepercayaan yg banyak dianut orang saat ini adalah bahwa foto bumi yg bulat itu adalah benar2 foto asli bumi kita (? pro teori bumi bulat). Sedangkan kepercayaan yg sedikit penganutnya adalah bahwa foto tsb adalah palsu (hasil rekayasa) (? pro teori bumi datar klasik). Lantas, kepercayaan lain yg hampir tidak ada penganutnya adalah bahwa foto tsb adalah benar2 foto asli bumi kita tetapi mekanisme perambatan cahaya –lah yg menyebabkan bumi kita ini tampak bulat (lengkung) (? pro lemma bumi datar era baru). Saya adalah salah satu penganut kepercayaan terakhir ini. Memang, kepercayaan ini teramat sangat lemah ditinjau dari segi pengakuan publik. Namun, ternyata lemma ini pun dapat menjelaskan keenam gejala yg saya sebutkan di atas dengan asumsi bahwa perambatan sinyal informatif adalah sedemikian rupa shg se-akan2 memberikan informasi kepada kita bahwa bumi kita ini bulat.

Lantas seperti apa bentuk bumi menurut lemma ini?? Saya sendiri tidak tahu secara pasti, mengingat sampai saat ini tidak ada alat (termasuk indera kita) yg mampu merasakan keberadaan suatu benda tanpa bantuan sinyal informatif (dg ciri seperti tadi saya sebutkan). Jika bumi kita diasumsikan datar (dg kerutan tentunya), maka konsekuensinya adalah bahwa sinyal informatif harus merambat sedemikian bumi yg datar tsb tampak bulat. Barang kali bumi kita ini datar yg mana dikelilingi oleh daratan es abadi yg sangat luas & tdk mungkin dijelajahi orang (robot); serta Samudera Arktik terletak di tengah dataran bumi datar ini yg mana dikelilingi oleh benua2 & samudera2. Perhatikan bahwa pulau2 & benua2 semakin jarang ditemui di kawasan yg semakin dekat dengan es abadi tsb. Benua Amerika adalah benua yg paling dekat dg es abadi, namun itu tidak menjamin kebenaran adanya kutub selatan (benua Antartika ? Teori Bumi Bulat). Sekali lagi, perambatan sinyal informatif –lah yg memberikan kesan seakan benua Antartika itu ada. Lantas, bagaimana validitas lemma ini dengan keenam gejala yg saya sebutkan di atas?? Sekali lagi, saya tidak dpt menjawabnya, kecuali dengan jawaban terdapat faktor X sedemikian rupa shg gejala2 tsb terkesan ada. Ini adalah jawaban yg cukup ‘aman’.

Jadi, bagaimana pembuktian yg paling valid terhadap bentuk bumi yg sebenarnya??? Tentu saja kita tidak bisa menyimpulkan hal itu hanya dgn mengamati gejala2 yg mendukungnya, mengingat sesungguhnya kita tidak tahu pasti seperti apa lintasan sinyal informatif (misal: cahaya tampak) yg sampai ke detektor / mata kita. Kita dapat menyimpulkan bentuk bumi jika tangan kita ini sebesar bumi & meraba langsung bumi kita ini. Tapi, sepertinya itu hampir mustahil dilakukan.


Jika bumi kita ini memang datar (dg kerutan tentunya), maka sungguh: kita telah tertipu oleh mekanisme perambatan sinyal informatif (misal: cahaya). Dg kata lain, kita telah tertipu oleh cara kerja alam ini. Lantas, untuk apa Tuhan YME menciptakan mekanisme alam yg cukup ampuh dalam menipu kita selama ber-abad2?? Karena tidak tahu pasti, saya mencoba mengambil beberapa ayat kitab suci berikut ini. Taurat (Kej 11:1-9) menceritakan kisah Menara Babel yg dibangun oleh orang2 yg bersatu padu (tanpa ada perbedaan suku, agama, ras, bahasa, dsb) untuk menantang Tuhan YME. Mereka ingin terus bersatu padu & tidak ingin terserak ke seluruh muka bumi. Namun, Tuhan YME berkehendak lain, yaitu bahwa Beliau ingin supaya orang2 terserak ke seluruh bumi dengan variasi suku, agama, ras, bahasa, dsb yg beraneka ragam, sehingga Beliau mengacaukan bahasa mereka & menyerakkan mereka ke seluruh bumi. Lantas, pada abad2 sesudah Masehi: tokoh Galileo, lalu Newton, lalu Maxwell, lalu Einstein, lalu Feynmann, lalu Hawking, telah memperkuat ramalan bahwa bumi ini bulat, ditambah berbagai iming2 teknologi yg menjanjikan. Suatu ketika manusia berusaha menciptakan alat yg mampu melesat sampai pada ketinggian yg sangat tinggi dari permukaan bumi, sehingga memungkinkan manusia untuk melihat batas bumi & untuk mencapai ke berbagai lapisan langit. Kejadian ini persis kisah Menara Babel. Ternyata, hasil pemotretan menunjukkan bahwa bumi kita memang nampak bulat (lengkung). Mengenai kebenaran pendaratan Niel Amstrong cs di bulan, saya sendiri tidak tahu kebenaran kesaksian tersebut.

Tuhan YME telah menggagalkan pembangunan Menara Babel. Sekarang, sangat mungkin sekali Beliau tidak ingin menggagalkan upaya manusia (Babel jilid ke-2), melainkan Beliau mungkin hanya ingin menipu / mengecoh kita dgn cara memberikan kesan adanya banyak gejala yg se-olah2 ada. Barangkali ada benarnya juga ayat Al Qur’an (QS 3:54) yg berbunyi: ”Dan Allah adalah 'khairu al mukareena' : tukang tipu yg paling jitu”. Mungkin tipu muslihat ini adalah akibat dari pelanggaran kita, yg ingin mengintip Rahasia Ilahi. Taurat (Im 19:27) jelas2 melarang manusia untuk melakukan telaah atau ramalan (misal: gejala fisis). Faham SIMETRI dalam Fisika Teoritis merupakan wujud telaah atau ramalan tsb. Mungkin, menurut Alkitab Taurat, Al Qur’an, & kitab2 yg lain, tipu muslihat semacam itu se-mata2 akibat pelanggaran manusia thd Firman Im 19:27 itu. Sekali lagi, saya hanya menduga, lho.


Setau saya, tidak ada kitab suci agama apapun yg menyebutkan secara eksplisit bahwa muka bumi kita ini merupakan permukaan tertutup yg mendekati bentuk sferis (kulit bola). Kalau pun ada, setau saya hanya Alkitab (Yes 40:22) yg secara eksplisit menyebutkan bulatnya bumi, yaitu berbunyi: ”Dia Yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia Yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!”, itu belum tentu permukaan tertutup. Dalam Yes 40:22 hanya disebutkan ”di atas bulatan bumi”, & sama sekali tidak menyebutkan bahwa penduduk bumi berpijak pada permukaan tertutup yg konsentris akibat hukum gravitasi Newtonian. Mungkin, bukan bulatan bumi yg konsentris yg dimaksud dlm Yes 40:22 ini, sebab gravitasi itu hanyalah model matematis yg disusun manusia secara konsisten & ekstra hati2 untuk mempermudah analisis lebih lanjut. Jadi, gravitasi bukanlah fakta, melainkan segala gejala akibat gravitasi itu lah yg merupakan fakta. Semoga saudara2 dpt membedakan kedua hal ini.


Mari kita merenungkan & mengkritisi kisah2 dlm kitab suci beberapa agama yg tidak mendukung teori bumi bulat. (1) Dalam Alkitab Perjanjian Lama: diceritakan tentang diangkatnya nabi Elia (Ilyas) ke surga menggunakan kereta api berkuda terbang ke langit. (2) Dalam Al Qur’an: dipaparkan peristiwa Isra’ Mi’raj, yg menceritakan kisah mi’raj Muhammad saw sampai lapisan langit ke-7. (3) Dalam Alkitab Injil, dipaparkan tentang terbukanya langit ketika Yesus dibabtis, serta tentang kenaikan Yesus ke surga yg disaksikan org banyak. ? Mungkin dalam Tripitaka juga dipaparkan mengenai Nirvana yg terletak di tempat yg sangat tinggi dari permukaan bumi yg datar. Tapi yg jelas beberapa contoh peristiwa sakral tsb justru lebih mendukung lemma bahwa bumi itu bukanlah permukaan tertutup yg konsentris. Tidak ada konsep gravitasi di dalamnya.

Bayangkan:, bagaimana mungkin Yerusalem sebagai kota Raja Besar terletak di muka bumi bulat & tunduk pd hukum gravitasi?? Bagaimana mungkin Ka’bah di Mekkah sebagai pusat kiblat sholat terletak di muka bumi bulat & tunduk pd hukum gravitasi?? Tentunya kita semua tidak berharap jika kedua tempat sakral tsb hanyalah sebagian kecil dari alam semesta ini (menurut teori bumi bulat), mengingat menurut teori ini: bumi hanyalah bagian yg teramat kecil dalam alam semesta ini. Tentunya kita berharap agar kedua tempat tsb menjadi pusat seluruh alam semesta. Teori bumi bulat cenderung rancu bila harus memenuhi harapan kita itu.
Kalo muke loe nyang datar...baru gua percaya,...maksudnya idung, mulut, pipi, ama jidat loe rata..

User avatar
pod-rock
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Post by pod-rock »

Kebetulan saya save data2 dulu:
antisymmetric wrote: Mohon maaf, utk sementara saya istirahat dulu dari pertanggung-jawaban atas topik2 yg saya buat ini.

Terus terang, pernyataan Sdr Rashidi & cerita Sdr Rouen yg terakhir ini membuat saya termakan oleh kata2 saya sendiri, shg saya sendiri bingung dimana konsistensi antara agama & sains.

Terlebih lagi, pernyataan Sdr pod-rock yg terakhir tadi sangatlah sulit kami terima. Tentunya Sdr juga faham betul mengenai arah kiblat sholat yg sebenarnya. Jika bumi bulat, tentunya sangat sulit bagi kita utk benar2 menghadap Ka'bah, sebab garis singgung di suatu titik pd permukaan elipsoida tidak mungkin melalui daerah lain pd permukaan elipsoida tadi. Ini artinya: jika bumi itu merupakan permukaan tertutup, maka sebagian besar ummat yg sholat itu tdk pernah menghadap Ka'bah. Aturan ini tdk berlaku dlm keadaan darrurat, misal: ketika kita mjd musafir. Bahkan ketika perang, kita dpt sholat sambil berlari.


Bagaimana pun jg (dlm keadaan tdk darrurat): medan vektor sholat itu harus identik dgn medan monopole electric, yg berupa vektor2 yg mengarah ke suatu titik muatan listrik. Jika medan vektor sholat jenis ini diterapkan pd teori bumi bulat, maka tentunya sebagian besar ummat tdk dpt sholat dgn nyaman. Apa sebabnya? Itu karena utk sholat: para ummat harus membuat suatu bidang miring, sedemikian rupa shg: jika kita sholat dgn kaki berpijak pd bidang miring tsb, maka kita bisa benar2 menghadap Ka'bah dgn aturan monopole electric. Tentunya, kita kasihan kpd para ummat yg tinggal di muka bumi "bulat" yg posisi sudut azimuth -nya berbeda 180 derajat thd posisi sudut azimuth Ka'bah. Ummat di daerah2 seperti itu berarti harus melakukan semacam hand-standing utk sholat dgn benar (tentu saja bukan dlm keadaan darrurat). Oleh karena itu, penerapan medan monopol tadi tdk bisa diterapkan bila kita harus sholat & percaya bhw bumi merupakan permukaan tertutup yg konsentris.

Jika teori bumi bulat masih saja dipakai, maka medan vektor sholat yg umumnya diterapkan selama ini bukanlah medan monopole electric, melainkan medan dipole electric. Hadis tdk pernah menyebutkan secara implisit mengenai aturan dipole electric utk arah kiblat sholat, melainkan aturan monopole electric. Jadi, in-konsistensi semacam ini harus segera diselesaikan, agar supaya kita dpt sholat dgn nyaman (secara fisik, belum termasuk bathin).

Bagaimana caranya?

Kita hendaknya percaya bhw Tuhan YME tdk mungkin sembarangan dlm menempatkan pusat kiblat sholat. Beliau tentunya ingin agar pusat kiblat sholat merupakan pusat dari alam semesta ini, yg mana seluruh benda2 langit cenderung mengelilingi Ka'bah. Benda2 tsb seakan turut syujud & ruku' bersama kita utk memuji kebesaran Ilahi.


--> Kembali ke masalah kiblat sholat.

Jika kita percaya bhw muka bumi kita itu datar seluruhnya, maka tentunya kita tdk perlu menggelar sajadah pd suatu bidang miring hanya utk memenuhi aturan monopole electric ketika sholat.


O.K. deeh ... Mungkin saudara2 sekalian yg (maaf) sudah tercuci otaknya dgn teori bumi bulat mampu memberikan solusi jitu mengenai medan vektor sholat di muka bumi "bulat" ini.


NB: Saat ini saya sedang mengkritisi kebenaran semua tulisan Sdr ali5196, Adadeh, pod-rock, Rebecca, Phoenix, MUHAMMAD SAW, somad, dsb dlm ruang2 forum Know Islam. Oleh krn itu saya mohon maaf utk sementara saya tdk bertanggung-jawab atas sanggahan2 dlm topik ini. Harap maklum.
pod-rock wrote: Hi hi hi, sulit diterima tapi benar kan?!!??
Makanya anda berkeras tidak mau terima 'kenyataan' bahwa bumi bulat, dan mati-matian mengungkapkan 'teori2' abstrak yang (dalam pandangan anda akan) membuat orang ragu akan bulatnya bumi ini.
Kalau lagi kebelet sakit perut, boleh ngga kita buang hajat sekalian sholat??

Wue e e e kok ber-rima ya? bisa dibikin puisi nih, buang hajAT sekalian sholAT.
Bla bla bla......

Anda cuma berusaha 'membenar-benarkan' diri anda saja. Pernyataan diatas pada dasarnya kosong belaka.

Kalau teori anda benar bahwa bumi ini BUKAN LENGKUNG TERTUTUP, tapi LENGKUNG TERBUKA emangnya gimana? tetap saja anda harus sholat dengan menghadap arah kabah dan harus pada sudut kemiringan tertentu agar tepat menghadap Kabah, bukannya menghadap angkasa.
Oke deh.

Saya suka anda sdr. antisymmetric. Muslim seperti anda jarang ada, sopan, cukup teguh memegang prinsip yang anda yakini dan mau mengaku jika tidak/belum bisa menyanggah. Jangan tinggalkan FFI yaa, kami membutuhkan anda untuk 'dicerahkan'.

Saya hargai orang yang memegang teguh suatu prinsip, meski dijaman itu dianggap salah, siapa tahu nantiii kelak dikemudian hari, mungkin anda yang benar, ingat Galileo. Yang saya tidak hargai adalah memegang teguh suatu prinsip yang membahayakan umat manusia lainnya.

Saya harap topik ini jangan dilock, topik yang langka dan antik.

Take care. Jangan lama2 'tidak bertanggung jawabnya' ya?

NB: Saya minta kritisi anda akan tulisan2 tsb dalam forum Know Islam bisa anda ungkapkan disini, agar kami juga bisa tahu bagaimana pendapat saudara2 kita yang muslim.

NB lagi: saya jadi ingat perkataan seorang mafia dalam sebuah film: "If you didn't understand it, get rid of it". Memang keji perkataan itu, tapi kayaknya ini cocok bagi anda untuk topik ini.
ali5196 wrote:
Iya deh ! Ini memang cara Muslim. Nggak suka debat disini karena kalah terus, lalu bikin situs agar bisa ngomong dgn orang2 yg hanya setuju dgnnya.

Persis spt situs2 anti A Sina yg menggembar-gemborkan bahwa mereka telah 'menjatuhkan argumen'nya, padahal nggak ada isinya dan udah dibantah balik berkali2 oleh Sina.

Ngak apa lah... biar penonton menilai sendiri.

Post Reply