Bumi Kita Belum Tentu Bulat

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.
User avatar
SITI_AISYAH
Posts: 501
Joined: Fri Dec 29, 2006 9:25 am
Location: tempat bermaen anak-anak.

Post by SITI_AISYAH »

supaya jawabannya tepat dan memuaskan, tanyain aja sama astronot. Ada gak yang temannya astronot?

User avatar
antisymmetric
Posts: 119
Joined: Sat Jul 28, 2007 4:15 pm

Post by antisymmetric »

[x]
Last edited by antisymmetric on Sat Jan 19, 2008 8:36 am, edited 1 time in total.

User avatar
Rashidi
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Post by Rashidi »

antisymmetric wrote:Jadi, pemotretan suatu benda dgn cara apa pun belum tentu memberikan informasi yg benar mengenai bentuk benda tsb sebenarnya. Bagaimana pun juga mata memerlukan cahaya utk melihat, sebab bagaimanapun jg kita hanya dapat melihat cahaya
Sebenarnya dengan kemampuan otak manusia yg didesain oleh pencipta Agung, manusia telah mampu untuk 'melihat' bukan sekedar sinyal cahaya, sekarang telah bisa meng-translasikan sinyal suara menjadi gambar (sonar, ecg, dst...), mengtranslasikan sinyal panas menjadi sesuai yg dapat dilihat (detektor panas), melihat benda yg sinyal cahayanya terhalang (x-rays, high-density light, dst...), melihat & memprediksi kandungan mineral dari tempat yg jauh (spektografi), dan masih banyak lagi.

contoh-contoh diatas adalah hasil yg diperoleh manusia karena manusia mau menggunakan otaknya, sesuai dengan sebagian amanat dari pencipta agung: menelaah, memikirkan & mengaplikasikan

antisymmetric wrote:Jika satelit digeser, maka memang betul akan tampak bagian lain dari permukaan bumi, tetapi muka bumi yg datar tsb tetap tampak lengkung. Sekali lagi, itu hanyalah model amatir yg tidak memper-timbangkan fakror2 X lainnya. Harap maklum.
Yg terutama dari model bukanlah model tersebut amatir atau profesional, apakah model tersebut kuno ataupun baru. Bukan. Tetapi yg paling utama dari pemodelan adalah akurasi. Model yg anda sebut amatiran ini mampu menjawab fenomena alam yg sampai ke manusia seperti yg dipaparkan oleh sdr. Rouen.

Mungkin anda bisa memproposalkan jenis model yg lebih akurat lagi ?

antisymmetric wrote:Sekali lagi tolong: perhatikan perbedaan ukuran yg teramat sangat besar antara (1) bumi kita ini dgn (2) suatu benda bulat yg dpt kita lihat dan/atau kita genggam secara utuh. Bagaimanapun juga: sinyal2 informatif (termasuk cahaya) tidak selalu merambat lurus utk setiap titik pd ruang & waktu ttt.p
dari yg saya pelajari hingga saat ini, saat dimana cahaya tidak bergerak lurus adalah jika: merambat melalui medium yg berbeda densitasnya, dan, terpengaruh gravitasi yg SANGAT besar seperti yg terjadi pada singularitas black-hole
mari kita ambil contoh bulan, sinyal informasi dari bulan yg sampai ke satelit ataupun detektor di bumi ternyata tidaklah berbeda... (eh: apa bulan juga anda klasifikasikan 'datar' seperti bumi ?) paling tidak itu menunjukkan pembelokan cahaya di sekitar bumi tidaklah signifikan untuk mengubah persepsi dari bentuk bulan.

sekarang sesuai dengan premis anda tolong dijelaskan fenomena gerhana bulan dan gerhana matahari serta siklus pencahayaan bulan ?
(ini akan sangat membantu ke-akurasi-an premis & model yg anda ajukan)

antisymmetric wrote:Bagaimanapun juga kemampuan indera kita sangat luar biasa tetapi tetaplah terbatas. Kita jangan berharap banyak untuk melihat suatu citra benda dgn telinga kita misalnya jika memang telinga kita hanya mampu menangkap getaran perubahan tekanan udara (berupa bunyi). Demikian pula dgn mata / kamera. Sangat dimungkinkan, mata / kamera kita mampu menangkap informasi citra geometris benda dgn tepat dlm skala ruang yg tdk terlalu besar. Namun belum tentu dlm skala yg teramat besar atau teramat kecil: citra yg ditangkap mata / kamera kita tsb persis (mendekati) secara signifikan dgn bentuk benda tadi.
Justru karena keterbatasan itulah, manusia didorong untuk mengatasi keterbatasan tersebut, seperti contoh-contoh yg saya sebutkan diatas, pada zaman yg lalu dimana kebebasan berpikir sering ditekan (untuk menghindari murtad, untuk menekan pemberontakan & melanggengkan kekuasan, dsb...) hal-hal yg semacam itu belum terpikirkan oleh manusia saat itu,
namun sekarang, dimana manusia menyadari ada potensi dalam diri manusia yg memampukannya untuk mengatasi keterbatasannya itu, dan mau menggunakannya: kemajuan diperoleh manusia.

misalkan mikroskop akurasinya yg akurasinya hampir mendekati tingkat makro-molekuler....
dengan mikroskop semacam itu manusia mampu mengetahui bentuk mahluk yg kita sebut virus, hingga merancang chip-prosessor hingga ukuran yg sangat kecil.


Closing:
  • Sepertihalnya orang tua ingin melihat anaknya tumbuh menjadi kuat, pintar, semakin maju, mampu mengatasi masalah dan sukses, itulah yg saya yakini juga merupakan keinginan dari pencipta Agung kita.
    Dan yg terutama sang pencipta telah mempersiapkan semua itu ketika dia mendesain manusia.

User avatar
antisymmetric
Posts: 119
Joined: Sat Jul 28, 2007 4:15 pm

Post by antisymmetric »

[x]
Last edited by antisymmetric on Sat Jan 19, 2008 8:39 am, edited 2 times in total.

User avatar
santri gagal
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Post by santri gagal »

antisymmetric wrote:
Yg berhasil dipotret itu adalah citra geometris bumi yg mana belum tentu merupakan bentuk bumi sebenarnya. Tolong bedakan antara citra (penampakan) & bentuk sebenarnya. Keduanya benar2 berbeda. Citra (gambaran penampakan) geometris suatu benda dipengaruhi oleh cara kerja sinyal2 informatif yg dipancarkan benda tsb hingga sampai ke indera / detektor, sedangkan bentuk benda sebenarnya sama sekali tidak dipengaruhi oleh cara kerja sinyal2 informatif yg dipancarkan benda tsb. Jadi, pemotretan suatu benda dgn cara apa pun belum tentu memberikan informasi yg benar mengenai bentuk benda tsb sebenarnya. Bagaimana pun juga mata memerlukan cahaya utk melihat, sebab bagaimanapun jg kita hanya dapat melihat cahaya.
coba kasi conto nyata buktinya, apa cuman angan2 ente belaka?

User avatar
Rouen
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

Post by Rouen »

antisymmetric wrote:Lintasan sinar utk H = 7,0 bisa dilihat di Figure 7a & 7b pd Friendster saya.
Tdk mungkin saya menampilkan semua grafik utk semua nilai H itu. Semakin besar / tinggi nilai H, maka semakin lonjong pula grafik saya itu. Tdk setiap ukuran gambar dpt di-upload di Friendster.
kalau bisa, gunakan imagehosting...
antisymmetric wrote:Maksudnya adl bhw terdapat berbagai gejala sedemikian rupa shg beberapa (atau semua) sinyal informatif tdk melewati ruang2 ttt. Ini menyebabkan kita tdk dpt mengirim / menerima informasi ke / dari ruang2 seperti itu.
Maksudnya kita tidak bisa mengetahui tempat itu?
antisymmetric wrote:Sangat dimungkinkan bhw satelit tsb hanya ber-putar2 pd ketinggian ttt di atas bidang bumi yg datar (menurut kami). Karena mekanisme perambatan sinyal2 informatif adl seperti tadi, maka satelit tsb tampak mengitari bumi yg bulat (menurut Teori Bumi Bulat). Kalau kita (misalnya) terbang bersama satelit tsb, maka kita akan merasa bhw kita telah berputar mengelilingi bumi "bulat", sebab bumi yg kita lihat dari satelit itu nampak bulat.
no,no,no,no.... para ilmuwan (yg 120% percaya bahwa bumi bulat, bukan 100% spt bola tentunya...) mengatur satelit agar bergerak mengitari bumi dengan jalur elips spt yg 4core tulis. Jalur satelit = elips... bumi datar... hasilnya? satelit nabrak...
antisymmetric wrote:Dataran es abadi terletak mengelilingi semua benua, pulau, laut, & samudera. Peta dari dataran tsb hanyalah citra geometris dari tepi2 dataran es yg memancarkan sinyal2 informatif ke detektor satelit, sehingga dataran es yg teramat luas tsb hanya nampak tidak begitu luas. Mekanisme perambatan sinyal seperti itu lah yg seakan memberi kesan bhw Benua Asia lebih luas drpd dataran es tsb.
NdSP keduanya sudah dijelajahi dan dibuat peta oleh manusia... sampai ke sudut-sudutnya. Keduanya tidak lebih luas dari Asia. Keduanya juga tidak memiliki dataran super tinggi yg tak bisa dilewati... satelit? Satelit hanya membuktikan bahwa peta yang sudah dibuat itu bentuknya benar.
antisymmetric wrote:Jgn lupa bhw jenis (ragam) sinyal informatif itu hanya sinyal2 yg membawa informasi geometris saja, melainkan juga sinyal2 pembawa informasi yg lain. Suhu adl salah satu informasi tsb. Kebetulan di sini saya hny mencoba menampilkan sinyal2 yg membawa informasi geometris, seperti cahaya. Itu pun hanya utk daerah2 yg sgt jauh dari es abadi. Sedangkan utk daerah2 yg dekat dgn es abadi, saya tdk berani mencoba menampilkannya.
Bisakah anda tampilkan perhitungan mekanisme perambatan panas dari matahari ke bumi? (cara rambatnya, efek2nya, panas yang tersebar, mulai dari pusat bumi hingga ujung bumi yang datar)
Jika ada gambar revolusi bumi terhadap matahari mungkin bisa mempermudah hal ini... (sketch juga tak apa-apa, jelek spt gambar anak TK juga tak apa-apa)
antisymmetric wrote:Ada banyak sekali alternatif penjelasan hal ini. Salah satu alternatifnya adl bhw mungkin matahari itu hanya ber-putar2 di atas bidang bumi yg datar pd ketinggian yg sgt luar biasa, yg mana selalu memancarkan sinyal2 informatif dg lintasan seperti tlh ditunjukkan pd Figure 1a s.d. 6b tadi. Jadi, tdk semua tempat di bumi datar ini dpt menerima sinar matahari pd waktu yg bersamaan.

Alternatif lain adl bhw matahari hanyalah diam di suatu tempat, tetapi sinar2 yg dipancarkan -lah yg menyinari bumi datar tsb secara bergantian dgn periode ttt.

Alternatif yg lain lagi adl bhw matahari pun belum tentu benar2 berada di atas bumi, melainkan mungkin di dasar bumi. Berdasarkan alternatif ini, sgt dimungkinkan bhw matahari mrpkn citra dari segala peristiwa di dasar bumi (misalnya).

Tentu saja, masih sangat banyak alternatif model bumi datar, yg mana teknik komputasi numerisnya sgt bervariasi dlm hal penampilan grafisnya.
Anda memberikan alternatif2... sementara kebenaran hanya ada satu...
Tolong berikan satu saja yang menurut anda benar... dan buktikan!
Jangan berikan alternatif2 pada suatu fakta...
mungkin matahari begini... mungkin begitu... padahal tidak mungkin seluruh alternatif itu benar... alternatif2 ini bisa membahayakan pendapat bumi datar anda... karena anda terlihat seperti meraba-raba dalam gelap...

Alternatif matahari berputar-putar (spt bulan), matahari diem dan sinarnya spt disco ball (tembak sana-tembak sini), atau matahari di dasar bumi... (di dalam tanah, di bawah tanah, atau.... di dasar bumi datar seperti bola di bawah meja?)
Kalau saya sih lebih pilih disco ball 8) keren sih klo matahari bisa begitu :lol:

User avatar
mr. Hercule Poirot
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta

Post by mr. Hercule Poirot »

wah.. thread obrolan santai yang berat. kagak santai ini mah, walah!
tapi menarik sekali...
kalo galileo galilei tau bakalan nangis bombay...

User avatar
antisymmetric
Posts: 119
Joined: Sat Jul 28, 2007 4:15 pm

Post by antisymmetric »

[x]
Last edited by antisymmetric on Sat Jan 19, 2008 8:40 am, edited 2 times in total.

User avatar
antisymmetric
Posts: 119
Joined: Sat Jul 28, 2007 4:15 pm

Post by antisymmetric »

[x]
Last edited by antisymmetric on Sun Jan 20, 2008 11:08 pm, edited 1 time in total.

User avatar
asfintia
Posts: 307
Joined: Wed Aug 15, 2007 9:41 am

Post by asfintia »

heuheueheu saya seorang muslimah tapi kalau pengen setuju dengan pendapat kamu kayaknya susah kekekkeke maaf lho antysimetric, mungkin kamu bisa jelasin ke saya lebih jelasnya ke [email protected]

User avatar
santri gagal
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Post by santri gagal »

antisymmetric wrote:Nih, saya beri contoh lain. Potretlah suatu benda yg berada di belakang benda bening cembung yg cukup besar, maka Anda akan mendapatkan citra geometris benda yg cukup berbeda dgn bentuk benda sebenarnya.
point disini:
1. ente uda tau bentuk benda sebenarnya.
2. hasil poto cukup berbeda dg bentuk benda sebenarnya.

artine: butuh paktor koreksi, ampe poto = bentuk benda sebenarnya.
bisa koreksi pisik bentuk lensa, bisa juga rumus buat koreksi post imaging.
trus apa ada keberatan ente disini?
apa yg jd masalah ente nda percaya poto2 NASA?

sains pan melalui banyak tahapan & koreksi bukan cuman bekutat dlm opini2 individu belaka.

User avatar
ceceps01
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Post by ceceps01 »

BAnyak yg suka post hal2 ilmiah, tapi basicnya aja gak ngerti.

User avatar
mr. Hercule Poirot
Posts: 457
Joined: Fri May 18, 2007 2:56 pm
Location: DKI Jakarta

Post by mr. Hercule Poirot »

sdr. antysimetric,
menurut saya sah-sah aja anda berpendapat bumi itu datar. biar bagaimanapun itu pandangan anda. gak masalah. tapi yang jadi perhatian adalah postingan anda yang ini
antisymmetric wrote: Masalahnya, penyesatan2 yg dinubuatkan dlm beberapa kitab suci itu bukan hanya penyesatan mengenai agama, tetapi juga penyesatan ttg sains yg tdk kita sadari selama ber-abad2. Banyak generasi sekarang yg sudah kendor iman agamanya krn mereka lebih mempercayai sains daripada nubuat2 kitab suci masing2!!! INGAT: Apakah pembangunan Menara Babel menurut Al Kittab Taurat itu mengenal perbedaan agama??? TIDAK. Kita semua juga sudah tau: bahwa banyak ilmuwan ummat Islam pun yg lebih mempercayai ramalan Stephen Hawking (misalnya Teori String) DARIPADA nubuat Al Qur'an & Al Kittab. KITA PERLU PRIHATIN!!!


It's faith freedom only. Thus, you may be belived or not.
itu maksudnya apa ya?
apa menurut anda salah jika ada ilmuwan yang lebih percaya pada teori-teori sains dari pada agama?

User avatar
santri gagal
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Post by santri gagal »

mr. Hercule Poirot wrote:itu maksudnya apa ya?
apa menurut anda salah jika ada ilmuwan yang lebih percaya pada teori-teori sains dari pada agama?
and let him/her joint FLAT EARTH SOCIETY too :lol: :lol:

User avatar
Rouen
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

Post by Rouen »

antisymmetric wrote: Itu belum tentu. Mungkin kita tdk bisa mendeteksi keberadaan suatu detektor dlm ruang2 semacam itu, tetapi detektor tsb bisa mendeteksi keberadaan kita. Hal sebaliknya juga mungkin tjd. Bahkan keduanya bisa saja sama2 tdk bisa saling mendeteksi.
Tolong beri tahu secara detail tempat2 itu. Nama tempat, gejala-gejala, efek yang terjadi, etc.
antisymmetric wrote: Itu benar sekali. Bahkan secara matematik telah dibuktikan bahwa penyelesaian analitis (utk posisi sbg fungsi waktu) dari suatu persamaan diferensial yg menyetarakan hukum II Newton dgn hukum gravitasi Newton (menurut model bumi bulat), akan menghasilkan suatu fungsi posisi gayut waktu, yg mana kemungkinan trayektori lintasannya adl: lingkaran, elips, parabola, atau hiperbola. Tetapi, gravitasi & massa benda itu hanyalah model, sedangkan gerak satelit & gerak jatuhnya batu ke bawah -lah yg merupakan fakta.
Gravitasi dan massa benda hanyalah model... gerak satelit dan gerak jatuhnya batu adalah fakta... Gerak satelit jika di lihat dari bumi adalah datar... bagaimana jika dilihat dari tempat lain... bulan, misalnya?
Lintasan satelit = geostationary orbit, tempat pengamatan = bulan
antisymmetric wrote: Peta merupakan citra geometris sebagian / seluruh permukaan bumi. Saya percaya kalau Samudera Arktik & Greenland sudah dijelajahi manusia, tetapi utk Benua Antartika (maaf saja): saya tidak percaya bhw setiap titik di daratan es tsb sudah dijelajahi orang. Saya hanya percaya bhw orang sudah berhasil memotret daratan es abadi tsb.

Agar tdk salah kaprah ttg letak daratan es & Samudera Artika yg saya maksud tadi, coba lihat Figure 8.
welcome to flat earth society :)
http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Flat_earth.jpg
Apakah gambarnya seperti itu?

oh ya, coba2 juga kunjungi
http://www.coolantarctica.com/gallery/A ... y_home.htm
antisymmetric wrote:Bagaimanapun juga algoritma (urutan langkah berhingga) penampilan gambarnya jauh lebih rumit drpd Figure 1a s.d. 7b. Maaf, saya tidak (belum) bisa, & mungkin tidak akan bisa. Barangkali ada yg (sudah) bisa? Kalau ya, saya senang sekali.
Ok, skip... sampai ada yg bisa
antisymmetric wrote: Waah, apalagi ini. Menurut lemma bumi datar: tdk ada yg namanya revolusi bumi. Maaf, saya juga tdk bisa menampilkan lintasan sinar yg memberikan citra se-olah2 ada "revolusi" bumi itu, sebab programming utk peristiwa ini melibatkan dua parameter ruang & satu parameter waktu.
Skip lagi...
antisymmetric wrote: Hal ini sama sulitnya dgn menentukan posisi eksak suatu nukleon yg turut berpartisipasi dgn nukleon2 yg lain dlm membentuk nukleus (inti atomik) --> menurut Prinsip Ketakpastian. Lagi pula terma "me-raba2 dlm gelap" itu sah2 saja utk alam2 mikroskopis (sub-nuklir dsb) maupun alam2 super-makroskopis. Segala sesuatu yg belum jelas dan/atau tidak perlu diketahui itu biasa dikatakan dgn istilah "berada di dlm black box" --> biasa dipakai dlm untai listrik. Maaf, di sini: bentuk bumi & ruang2 misterius pun dianggap "berada di dlm black box".
berarti masih belum jelas... teori bumi datar masih dalam black box...
sama seperti buminya FlatEarthSociety.
Teori Round Earth sudah bisa menentukan posisi eksak matahari... seharusnya teori Flat Earth juga bisa menentukannya...

User avatar
antisymmetric
Posts: 119
Joined: Sat Jul 28, 2007 4:15 pm

Post by antisymmetric »

[x]
Last edited by antisymmetric on Sun Jan 20, 2008 11:36 am, edited 1 time in total.

User avatar
antisymmetric
Posts: 119
Joined: Sat Jul 28, 2007 4:15 pm

Post by antisymmetric »

[x]
Last edited by antisymmetric on Sat Jan 19, 2008 8:52 am, edited 1 time in total.

User avatar
santri gagal
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Post by santri gagal »

antisymmetric wrote: Dalam contoh tadi: boleh lah ... saya sudah tahu bentuk benda tadi sebenarnya, tetapi saya tetap tidak tahu persis bentuk bumi sebenarnya.

Kami percaya bhw foto2 yg dibuat oleh NASA itu adl foto asli & bukan rekayasa, tetapi kami hanya tidak percaya bhw citra geometris permukaan bumi yg berhasil ditangkap oleh NASA itu persis (atau se-tidak2nya mendekati) bentuk permukaan bumi sebenarnya.

Anda benar sekali! Bahkan bukan sekedar tahapan, melainkan siklus yg tidak akan pernah berhenti. Semakin banyak pendukung, biasanya akan semakin memperkuat / memperlemah / mengubah suatu model, tetapi (berapa pun banyaknya pendukung) tidak akan mengubah fakta alamiah (bukan fakta buatan).
hayaaa! kalo baca jgn dipotong2, kamera yg dipake NASA ntu uda lewat tahap koreksi & kalibrasi, benda yg UDA diketaui pasti bentuknya vs. imagenya, baru buat moto benda yg MAU diketaui bentuknya.
ngaco wae ah ente, ni coba baca:
http://en.wikipedia.org/wiki/Scientific ... fic_method


antisymmetric wrote: Menurut pengamatan kami selama ini: ada dua macam sains, yaitu (1) sains yg bersifat fakta (terapan) & (2) sains yg bersifat model (keyakinan). Yg saya per-masalah-kan di sini adl yg sains ke-2 itu. Menurut Anda bagaimana?
menta conto dunk cabang2 sains 1 & 2.

User avatar
pod-rock
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Post by pod-rock »

Saya tau ada topik ini dari topik ini: Film 1408 dan cerita2 novel lainnya

He he ini emang bukan obrolan santai, tapi kita buat santai aja gimana!?

Kalau menurut pendapat saya, saya setuju dengan anti. Setuju dalam artian begini (sorry kalau saya salah tangkap pengertian dari sdr. anti).

Saya setuju bumi MUNGKIN tidak bulat jika hanya dilihat dari sudut pandang bahwa pencitraan geometris yang kita dapat adalah hanya berdasarkan cahaya yang dikondisikan oleh sdr. anti. tapi baru MUNGKIN lho. mungkin tidak bulat/ellips/apalah tapi yang pasti tidak datar.

Tapi sdr. anti sudah setuju bahwa bumi itu datar. Padahal tidak bulat itu belum tentu datar saja, bisa ellips, bisa kotak, bisa kerucut dll. Meski yang dua terakhir ini juga kayaknya ga mungkin.

J
U
G
A (pinjem gaya nulis kebawahnya MSAW nih)

kita menetapkan pembuktian bukan dari satu sudut saja. Para ilmuwan sudah banyak membuktikan bahwa bumi itu 'bulat' bukan lewat perantaraan cahaya saja. Contoh:

1. Lewat Rabaan: kita lihat bola sepak itu bundar, menurut sdr. anti bisa jadi tidak bundar karena cahaya mengecoh kita, tapi kita bisa raba, dan lewat rabaan itu kita sudah diajari dari kecil bahwa bentuk demikian itu dinamai Bulat/bundar, dan ditambah dengan penglihatan kita bahwa itu juga bulat. Bumi lewat gambar satelit dll juga bentuknya demikian.

Para ilmuwan telah 'meraba'nya melalui Satelit, perjalanan angkasa, dll. satelit jika tidak dirancang utk bergerak memutari sesuatu yang bulat/ellips (orbit), mungkin tidak akan ada satelit yang bertahan sampai sekarang.

Cara 'meraba' yang lain adalah dengan penjelajahan. Semua tempat dibumi ini saya pikir telah dijelajah oleh manusia (baik oleh kaki maupun oleh peralatan lain), dan semuanya tidak ada yang tidak setuju bahwa bumi bulat.

Anda bilang
Dataran es abadi terletak mengelilingi semua benua, pulau, laut, & samudera. Peta dari dataran tsb hanyalah citra geometris dari tepi2 dataran es yg memancarkan sinyal2 informatif ke detektor satelit, sehingga dataran es yg teramat luas tsb hanya nampak tidak begitu luas. Mekanisme perambatan sinyal seperti itu lah yg seakan memberi kesan bhw Benua Asia lebih luas drpd dataran es tsb.
Belum terbukti ada dataran es yang demikian, penglihatan mungkin bisa menipu kita, tapi tidak bisa menipu indera dan alat deteksi kita yang lain.

2. Anda mengatakan cahaya dibelokkan hingga mata/alat2 yang kita punya terkecoh. Pembelokan cahaya tidaklah semudah dan sependek itu, Einstein membuat pernyataan ini (seingat saya), dan para ilmuwan membuktikannya ketika terjadi gerhana. Ini menyatakan bahwa pembelokan cahaya itu bisa dideteksi ketika panjangnya puluhan juta kilometer oleh peralatan yang ada. Berarti hanya 0.000000000000000000000xx degree saja pembelokannya untuk jarak sekian. Pembelokkan ini juga membutuhkan gaya gravitasi yang sangat sangat besar, seperti black hole.

Saya percaya gaya gravitasi bumi yang kecil juga membelokkan sinar, tapi sedemikian kecil sehingga tidak berarti bagi peralatan kita apalagi mata kita. Hingga pernyataan bahwa cahaya mengecoh kita/alat2 kita mengenai bentuk bumi ini adalah hampir bisa dianggap tidak ada.

3. Anda lupa bahwa sumber cahaya bukan satu-satunya alat deteksi informasi yang digunakan para ilmuwan, kita sudah memakai suara sebelum itu, gelombang radio, dan juga partikel2 lain. Kesemuanya meneguhkan apa yang telah diterima lewat sumber cahaya.
Kita jangan berharap banyak untuk melihat suatu citra benda dgn telinga kita misalnya jika memang telinga kita hanya mampu menangkap getaran perubahan tekanan udara (berupa bunyi).
Tapi dengan alat2 yang tepat kita bisa 'menggambarkan' apa yang 'didengar' lewat suara2 tsb.

Jadi Saya setuju bumi MUNGKIN tidak bulat jika hanya dilihat dari sudut pandang bahwa pencitraan geometris yang kita dapat adalah hanya berdasarkan cahaya yang dikondisikan cacat oleh sdr. anti.

Tapi saya tidak setuju dengan pendapat anda jika melihat sumber2 lain utk informasi yang kita terima. Apalagi mengenai pernyataan bahwa bumi itu datar.

Lewat satu sumber saja, yaitu cahaya, jika melihat pembelokan cahaya oleh gaya gravitasi bumi sangatlah kecil, kita bisa haqul yakin bahwa bumi itu bulat. bahwa gambar yang kita lihat dari NASA dll itu benar adanya demikian.

antisymmetric wrote:
Jadi, pemotretan suatu benda dgn cara apa pun belum tentu memberikan informasi yg benar mengenai bentuk benda tsb sebenarnya. Bagaimana pun juga mata memerlukan cahaya utk melihat, sebab bagaimanapun jg kita hanya dapat melihat cahaya
Wong, planet yang jauh saja terlihat bulat kok, padahal seharusnya jika benar dibumi saja cahaya mengecoh kita, maka semakin jauh objek yang kita lihat akan semakin kacaulah penglihatan kita.

Einstein bilang tidak ada kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya (ada yg bilang penyampaian informasi otak kita lebih cepat dari cahaya, gatau yang bilang ini siapa, saya percaya. ini juga disebut2 dinovelnya D, Supernova judulnya kalu tidak salah). Jadi jarak pendek sekian kali sumbu bumi tidaklah berarti bagi anomali yang ditunjukkan pada gambar2 sdr. anti.

Kita harus mengetahui dulu kecepatan mengorbit satelit tersebut, apa sinkron dengan bumi atau tidak. Meski jika posisi satelit tsb relatif konstan terhadap bumi, jangan lupa permukaan bumi itu tidak sama tingginya, hingga hal ini juga mempengaruhi angka2 tsb.

Jika data2 itu memang benar (maksud saya valid dan benar hasil satelit), pastilah kesalahan ada pada design dari satelitnya atau desain alat yang dipakai utk mengukur pada satelit itu.

(Bolehkah saya tahu dari mana anda mendapatkan data itu? Kalau bisa linknya yang menerangkan tentang itu semua.)

Jadi kesimpulannya adalah SAYA SETUJU bahwa BUMI BELUM TENTU BULAT SEPENUHNYA (PERFECT SPHERE) TAPI SAYA TIDAK SETUJU bahwa BUMI INI DATAR. Ini hanya sains yang dicari-cari, anda menggapai terlalu jauh dan mengabaikan semua terma2 lain.
(1) perjalanan manusia mengelilingi bumi dari suatu titik awal dan kembali ke titik semula,
(2) penampakan kapal laut yg sedang mendekati / menjauhi pantai,
(3) penampakan awan yg se-olah2 berada di depan kita,
(4) penampakan benda2 langit yg se-olah2 timbul & tenggelam,
(5) pemotretan muka bumi dengan satelit,
(6) aplikasi konsep pemantulan sinyal gelombang elektromagnetis (misal: telekomunikasi), dsb.
Anda bilang Lemma bumi datar era baru dapat menjelaskan gejala diatas? Reeeaaaalllllyyyy (Jim Carey Mode ON)

Pertanyaan saya utk 6 nomor kutipan diatas:
(1) "perjalanan manusia mengelilingi bumi dari suatu titik awal dan kembali ke titik semula"

Kalau datar, setebal apa bumi ini? Kok bisa manusia mengelilingi bumi dari titik awal kembali ketitik semula?

(2) penampakan kapal laut yg sedang mendekati / menjauhi pantai

Kalau datar, setebal apa bumi ini? Kok bisa kapal mengelilingi bumi dari titik awal kembali ketitik semula?

(3) "penampakan awan yg se-olah2 berada di depan kita" anda maksudkan kalau tidak datar penampakan awan seperti ini tidak akan terjadi?

(4) "penampakan benda2 langit yg se-olah2 timbul & tenggelam" anda maksudkan kalau tidak datar hal seperti ini juga tidak akan terjadi?

(5) "pemotretan muka bumi dengan satelit" saya sudah menyanggah tentang pembelokan cahaya ini diatas.

(6) "aplikasi konsep pemantulan sinyal gelombang elektromagnetis (misal: telekomunikasi), dsb."

Ini juga otomatis tersanggah.
Bagaimana mungkin Ka’bah di Mekkah sebagai pusat kiblat sholat terletak di muka bumi bulat & tunduk pd hukum gravitasi??
Anda hanya tidak bisa terima bahwa Kabah terletak dimuka bumi bulat hingga anda bingung, apa menghadap atau memantati kabah. Kok Rumah Allah tunduk pada hukum gravitasi???

Santai saja bro!!!!

User avatar
coup_d_etat
Posts: 539
Joined: Sun Jun 17, 2007 10:21 am

Post by coup_d_etat »

anti symmentric......anda sungguh ****....serius....tidak seharusnya anda memaparkan topik ini......terlihat jelas...anda hanyalah...another idiot muslim....

Pertanyaan saya....mengapa anda berani memaparkan teori picisan anda sementara dasar fisika anda sama sekali tidak ada?? Bukankah ini merupakan ketololan besar???

But anyway...saya salut pada anda....setidaknya anda mengakui ketidakmampuan anda tidak seperti alley shatree....

Sebelum debat tentang ini....ada baiknya kamu belajar tentang:
1. Hukum Snellius
2. Hukum Newton
3. Teori Relativitas
4. Ilmu astrofisika lainnya...


Jangan hanya jadi badut deh di sini....parah kamuh

Post Reply